...
..
.
XOXO
Part 3
Author : Titan18
Genre : Romance – Humor
Cast :
Huang Zi Tao
Wu Yi Fan ( Kris )
Do Kyungsoo ( D.O )
Byun Baekhyun
All EXO member...
Disclaimer : All Cast belong to them self. The STORY is MINE ^^
Warning : Boys Love
Part Sebelumnya :
Jangan salahkan pesona Huang Zi Tao, walaupun tidak memiliki kekayaan tapi namja itu sangat sadar Wajah Cantik dan Tubuh Seksi miliknya sejak lahir. Dan ingatkan dia memiliki otak cemerlang yang luar biasa, Tao itu pintar tanpa belajarpun.
Anggap saja dia jenius –Buktinya, dia yang terpilih dari ratusan pelajar lainnya untuk melanjutkan kuliah di XOXO university.
"Hm –Wu Yi Fan, mulai besok aku harus menghindarinya dari pada terlibat dengan namja brengsek berotak mesum itu heh" tegasnya.
Faktanya, Namja cantik dengan lingkaran khas yang membuatnya terlihat seperti panda itu lupa bahwa saat di Klub –Kyungsoo menunjuk enam namja berpengaruh dikampus dan salah satunya terdapat Namja China itu tadi.
...
..
. .
Author tidak menerima berbagai jenis Flame dalam Kotak Review Nanti ne ^^
.
.
Tidak Suka ? Jangan Baca!
That's Simple Point
.
Selamat Membaca
..
.
Setelah berselancar di dunia internet selama dua jam, mau tak mau iris gelap menawan miliknya terasa berat.
Huang Zi Tao baru akan beranjak dari meja belajar miliknya saat ponsel android miliknya berdering,
'Nomor tidak dikenal'
Merasa penasaran, namja manis ini menekan tombol berwarna hijau.
"Hm?"
"Hi, Tao?"
Suara khas yang menyapa gendang telinganya membuat Tao terbelalak sebentar, hanya sebentar.
"Ya?" ucap Tao pelan dan hati-hati
"…."
Merasa tak ditanggapi, membuat Tao merilekskan bahunya dan mendengus kesal.
'Calm down Tao –er'
"Ne, nuguseyo?" Tanya Tao akhirnya.
"Eh? Ini Kris, kau ingat namja saat di kantin tadi"
'Tentu saja' pikirnya bosan.
"Ahh ne, gomawo Kris Sunbae. Setidaknya kau tidak membuatku tampak malu tadi, maafkan kedua sahabatku yang dengan asal menarikku juga" ucap Tao berbasa-basi, namja itu kemudian mengaktifkan mode Loudspeaker.
"Tidak masalah panda" balas Kris.
Beberapa detik kembali diam, Tao yang terlalu malas memulai percakapan dan Kris –entah apa yang dipikirkan namja tampan itu sekarang.
Tao mulai menempatkan dirinya dengan nyaman diatas ranjang –sedikit tidur sore cukup bagus, setelah menaruh posisi ponsel didekatnya.
"Ehm, Tao kau masih disana?"
"Ya sunbae"
Kris namja itu tampak kembali berdehem sebentar diseberang sana.
"Apa kau ada waktu malam ini?"
Tao berpikir sebentar, jika sore ini dia tidur mungkin saja sekitar pukul tujuh malam dirinya akan kembali bangun.
"Tergantung sunbae, ada apa?"
"Bisakah kau memanggilku gege seperti di kantin tadi? Ah aku ingin mengajakmu makan malam"
Tao memutar bola matanya bosan, secepat inikah? Wah sepertinya Sunbaenya ini benar-benar menyukainya.
"Ne gege, tapi tidak perlu. aku tidak ingin merepotkan" tolak Tao secara halus.
"Tentu saja tidak panda, aku akan menjemputmu di kamarmu pukul delapan nanti. Sampai jumpa"
Plip
"Aishhh….. Namja ini jinjja….." omel Tao saat mendapati teleponnya dimatikan oleh Kris.
.
.
.
.
Kris tersenyum bodoh hingga dipandang aneh oleh Suho,
"Kau benar-benar menyukainya Kris?"
Tak menjawab, namja tampan blonde ini justru menampilkan cengiran aneh diwajahnya lagi.
Suho menggeleng tak percaya, dalam sehari namja cantik –Panda telah membuat sang Dduizhang menderita Smile Toxic.
Sebuah racun yang terus membuat penderitanya tersenyum yang jika dilihat sangatlah tampan dan dapat membuat siapapun terpesona –lain halnya dengan Kim Joonmyeon yang mengenal sosok dingin ini sedari dulu.
Kris itu pelit senyum.
Sungguh, Suho berani bertaruh. Jika kalian tidak percaya tanyakan saja Oh Sehun yang kadar pelit senyumnya hampir menyamai sang Naga.
"Oh baiklah, aku tahu kau sedang senang atau sangat luar biasa senang sekarang ini Naga. Tapi bisakah kita pergi sekarang?" dengus Suho
Seolah teringat, Kris otomatis merubah wajahnya kembali datar dan segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.
"Ayo" ajak Kris sembari barlalu dari sebuah etalase toko yang menampilkan sebuah boneka panda dengan ukuran big size.
"Itu, aku ingin boneka itu dikirim ke alamat ini." Ujar Kris datar sembari mengeluarkan sebuah card hitam berlabel khusus pada penjaga kasir.
Kemudian namja itu menulis sebuah nomor kamar pada sang yeoja,
No. 202 XOXO Dorm of XOXO University ( Huang Zi Tao )
Suho tersenyum kecil saat yeoja yang melayani Kris masih mencuri pandang kearah sahabatnya.
Setelah urusan pembayaran selesai, keduanya beranjak keluar dari toko boneka yang terletak di lantai tiga sebuah department store di Seoul.
Terlalu malas untuk mendiskripsikan bagaimana hebohnya kedua namja tampan dan kaya raya yang sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan saat ini, keduanya otomatis menjadi pusat pengamatan seluruh manusia yang melewati mereka baik secara tidak sengaja mau pun memang sengaja.
Suho menampilkan angelic smilenya saat mendapati Kris yang berwajah tak suka saat diteriakkan namanya oleh salah satu yeoja yang tidak mereka kenal.
"Sudah kubilang naga, tadi suruh saja salah satu pelayanmu yang membeli kado special untuk pandamu itu" ucap Suho saat keduanya berada didalam mobil milik Kris.
"Tidak, aku ingin memberinya hadiah langsung dari pilihanku" sergah Kris santai.
Mobil melaju cepat, dengan kecepatan diatas rata-rata keduanya sama sekali tak tampak canggung atau khawatir akan berhadapan dengan petugas keamanan lalu lintas.
Siapa yang ingin melawan Wu dan Kim eoh?
Suho tertawa saja, namja ini sangat penasaran akan sosok yang diceritakan Kai dan Chanyeol dengan heboh beberapa jam yang lalu.
"Jadi kalian akan makan malam saat ini? Aku terkesan dia tidak menolakmu"
Giliran Kris yang terkekeh, "Kau salah Suho –ya, dia menolakku secara halus mungkin. Tapi aku yang memaksa. See? Dia berbeda dengan yeoja dan namja yang pernah melihatku"
Suho nampak terkejut,
"Suho –ya, aku… sepertinya aku menyukainya."
Kembali, pernyataan sang sahabat yang membuat Suho terus terkejut. Untung saja bukan dia yang menyetir kali ini.
"Apa kau pernah berciuman?"
Pertanyaan Kris membuat Suho kembali menampakkan wajah normalnya, namja itu hanya mengangkat sebelah alisnya penuh Tanya.
"Aku menciumnya, Huang Zi Tao. Bibirnya manis, padahal aku baru saja mencicipi bibir itu sebentar."
"HAH?" Kim Joonmyeon dengan suksesnya terperangah saat itu juga.
"Kau harus melihat betapa mulusnya perut milik pandaku, ah tidak –kau tidak boleh melihatnya. Hanya aku. Tapi sungguh Joonmyeon –ah Pandaku sungguh seksi"
Kim Suho kembali merenggut kesal saat nama aslinya disebut.
"Apa menurutmu dia akan mau saja untuk kuajak bercinta nanti? Ah ha, aku harus menanyakan pada Chanyeol nanti, untunglah aku punya sahabat seorang cassanova sepertinya."
Suho hanya mampu terdiam tanpa tahu harus kembali bereaksi seperti apa.
"Joonmyeon –ah, apa menurutmu aku harus pindah ke asrama saja?"
BRAKK…
"Aww…. Ya –Kim Joonmyeon kenapa kau memukulku" seru Kris kesal, sebelah tangannya digunakan mengusap kepalanya yang dipukul lumayan keras memakai topi sahabatnya.
"Naga bodoh berhenti memanggilku seperti itu, apa kau kehilangan otakmu sekarang? Kau pikir tuan muda brengsek sepertimu ini bisa hidup di asrama tanpa bantuan seluruh maid di Wu Mansion?"
Seketika kekesalan seolah lenyap di dalam bola mata tajam milik Kris, justru senyum konyol yang kembali terpatri.
"Kau pikir aku akan hidup sendiri? Tentu saja aku akan menempati kamar Pandaku tersayang. Ah atau aku suruh dia pindah ke mansionku saja, kasian pandaku harus kesepian di tempat itu. Terima kasih Suho, kau mengingatkanku mengenai masalah ini."
Ingatkan Suho untuk tak mengeluarkan sisi out of characternya jika dia memiliki orang yang sungguh-sungguh dicintainya nanti.
Menakutkan sekali seorang Wu Yi Fan saat jatuh cinta.
.
.
.
.
Ting … Tong … Ting … Tong … Ting … Tong ….
'SHIT' maki Huang Zi Tao dihatinya,
Sembari beranjak terseok entah sadar atau tidak, berdasarkan instingnya Tao berhasil menemukan pintu kamarnya dengan mata setengah tertutup.
Sebelum membuka pintu, matanya sempat melirik jam wekernya yang menunjukan pukul tujuh lewat tiga puluh menit.
Pantas saja Tao merasa lapar, dia belum makan malam.
CKLEK
"Ah Ahjussi?" Ucap Tao sopan sembari memperbaiki wajah kusutnya,
Ahjussi paruh baya yang merupakan penjaga asrama membawa sebuah kardus besar yang tingginya hampir menyamai ahjussi itu sendiri dilapisi kertas bergambar hitam putih.
"Ini ada titipan untukmu, dikirimkan oleh tuan Wu Yi Fan" ujar sang Ahjussi dan kembali berlalu dengan cepat.
Sementara Tao hanya terpaku menatap kardus itu, otaknya masih sementara memproses nama sang pengirim hingga wajah menyebalkan terlampir dibenaknya.
'Namja pervert itu'
Walau ogah-ogahan Tao tetap menarik kardus itu dan menutup pintunya asal.
Srett…
Tanpa hati Tao merobek seluruh bungkusan dan mengambil gunting yang tak berada jauh dari tempatnya berdiri.
25%
50%
75%
…
Setelah beberapa kali mengerjapkan matanya menatap sebuah panda mati –boneka.
"Kyaahhh… Aigoo kyeopta" dengan mata yang berbinar-binar indah, Huang Zi Tao memeluk boneka yang dihadiahkan Kris padanya.
Omong-omong mengenai Kris, Tao terlonjak dan segera berlari menuju kamar mandi setelah menaruh boneka big size tadi di ranjangnya yang masih berantakan.
'30 menit lagi' ringisnya pelan.
Uri panda baru saja ingat bahwa si Namja Pervert tukang memaksa akan menjemputnya pukul delapan malam ini.
.
.
.
.
Kim Joonmyeon baru saja berjalan keluar dari lift yang tiba di lantai 24 dimana kamar apartemennya berada. Berbeda dengan Kris, anak tunggal keluarga Kim ini memilih tinggal di sebuah Apartement pribadi daripada di mansion Kim yang megah dan hanya dikelilingi para pekerja.
Resiko keluarga konglomerat –kalian tak akan menemukan kehangatan keluarga didalamnya.
Namja itu mengernyitkan keningnya bingung saat seorang namja tak dikenal berdiri tepat di depan pintu kamarnya sembari memakai sebuah topi hitam dengan headphone putih menggantung dilehernya.
Setelah mendekat, Suho yakin dia sama sekali tak mengenal sosok ini.
"Permisi, apa yang kau lakukan didepan pintu apartementku?"
DEG –
Sosok itu melepas topinya dan tersenyum manis dihadapan Kim Joonmyeon.
"Izinkan aku tinggal ditempatmu Hyung"
Tak butuh waktu lama untuk membuat Suho tersadar kembali, "Hah? Apa kita saling mengenal"
Namja itu mengangguk senang "Zhang Yi Xing imnida, aku kabur dari rumah orang tuaku Hyung. Kau ingat keluarga Zhang di Changsa? Aku adalah salah satu putra mereka" ujarnya senang.
"Apa?"
Lay tertawa melihat ekspresi anak salah satu sahabat Ayahnya ini, "Diluar sini dingin Hyung, apa kau tak ingin masuk saja? Aku capek hampir dua jam menunggumu disini" sahut Lay ringan.
Suho hanya mengangguk saja,
"Apa passwordnya ?" Tanya Lay saat membungkukan badannya pada mesin canggih disebelah pintu berada.
"Tanggal lahirku" jawab Suho tanpa sadar.
"Yak Hyung, apa kau pikir aku mengetahui tanggal lahirmu itu? Sebutkan angkanya"
"Ah ? Ne, dua – dua - nol - lima – satu – sembilan - sembilan – satu"
KLIK
"Cha, ayo masuk. Tolong bawakan koperku hyung" perintah Lay dan tanpa permisi memasuki Apartement mewah milik orang yang baru saja disuruhnya.
Poor Suho.
.
.
.
.
Byun Baekhyun, putra satu-satunya Tuan Byun yang menjadi Menteri Kesehatan Korea Selatan yang mempunyai sebuah rumah sakit Swasta dan juga terbesar di Kota Seoul tampak tersenyum riang menanggapi berbagai macam ocehan anak-anak berumur tujuh hingga sepuluh tahun disalah satu ruangan yang berada di dalam bagian gedung rumah sakit.
"Baekki Hyung, besok datang lagi ne" ujar sosok manis seorang bocah yang mempunyai tag name 'Lee Taemin' pada pakaian khas pasien rumah sakit yang dikenakannya.
Baekhyun tersenyum dan mengecup pipi chubby sang namja imut yang duduk di kursi roda itu, "Tentu saja Taemin –ah, Hyung akan datang besok lagi ne. ini sudah hampir malam jadi Hyung harus pulang, kau dan lainnya harus beristirahat dan jangan melawan dengan apa yang diperintahkan dokter ne"
"ARRASEO Baekki Hyung" sahut Taemin dan beberapa bocah lainnya.
Baekhyun segera beranjak pergi setelah memberikan kode pada beberapa perawat agar kembali memperbaiki beberapa kasur dan membawa bocah-bocah tadi keranjang mereka lagi.
Setelah berlalu dari ruangan khusus tadi, Baekhyun menghapus air mati yang kembali menetes lagi.
Selalu seperti ini, melihat betapa besar perjuangan para bocah malaikat yang harus terserang kanker diumur mereka yang masih muda membuatnya merasa ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka semua.
Walau terkesan urak-urakkan tapi Byun Baekhyun hanyalah sosok namja lemah yang gampang rapuh hanya dengan melihat senyum para bocah tadi.
Dia merasa sudah sepantaslah dirinya membagikan waktunya untuk menemani mereka, kalian salah jika para bocah penderita kanker itu bisa mendapatkan perawatan di tempat mahal seperti ini karena mereka kaya.
Hampir sebagian dari mereka hanyalah para bocah dengan keadaan ekonomi rendah, bahkan beberapa sudah tak mempunyai keluarga lagi.
Mereka diawasi dan dibiayai langsung oleh Byun Baekhyun, dengan sang ayah yang juga merupakan pemilik dibelakangnya.
Orang tua mana yang tidak bangga dengan hati emas milik anaknya, semua kegiatan sosial ini bahkan sama sekali tak pernah di ketahui oleh masyarakat luar.
Hanyalah sang ayah dan ibu, juga beberapa staff pekerja di rumah sakitlah yang mengetahui rahasia ini.
Byun Baekhyun, merasa respect dengan mereka.
Namja manis ini di umurnya yang masih berusia empat tahun divonis memilik penyakit kanker hati. Berterima kasih kepada orang tua yang lebih dulu mengetahui penyakit ini dan mengusahakan pengobatan pada sang anak.
Walaupun dinyatakan sembuh total pada usia tujuh tahun, tetap saja Baekhyun harus sering kali menjaga kesehatannya.
Sahabatnya Do Kyungsoo tentu saja tahu, mereka teman sedari kecil bukan? Jangan remehkan pasangan evil ini.
Jika ada waktu senggang maka Kyungsoo juga akan menemani sahabatnya bersama para bocah malaikat tadi.
Drrtt… Drrtt…
"Ne, Appa?"
"…"
"Ah, aku baru dari tempat Taemin dan anak-anak lainnya." Jawab Baekhyun seraya memasuki lift yang terbuka.
Setelah memencet tombol satu –lantai dasar berada namja itu kembali mendengar apa yang ayahnya bicarakan diseberang sana.
"…."
"Ah benarkah? Apa harus sekarang? Baiklah aku akan hubungi Kyungsoo" balasnya ogah-ogahan, terdengar suara tawa khas milik sang Ayah diseberang sana.
Ting!
Lift kembali terbuka, Baekhyun baru saja akan menjawab ucapan ayahnya saat tak sengaja bertabrakan dengan seseorang dan membuat ponselnya jatuh dengan keadaan mengenaskan.
BRUKK…..
"Oh, God" ringisnya, baterai ponselnya terlepas. Ayahnya akan khawatir pasti.
Tanpa memperdulikan sang penabrak, namja manis ini buru-buru menunduk mengambil ponsel dan kembali mengaktifkannya secepat mungkin.
"Maafkan aku" suara arrogant yang menyapa indra pendengarannya membuat Baekhyun tak suka.
DEG –
'Sial demi Do Kyungsoo, kenapa yeoja ini ada disini' ringisnya.
Sandara Park –yeoja cantik yang mengenakan gaun berwarna kuning dihadapannya tersenyum tanpa rasa bersalah –TANPA RASA BERSALAH.
Jika saja tadi orang lain maka Baekhyun tak akan sama sekali mempermasalahkannya, tapi yeoja ini merupakan saingan cintanya.
Saingan cinta oke? Ingat Park Chanyeol –namja yang sangat digilai Byun Baekhyun.
Hell No!
Apa yang yeoja ini lakukan hampir pukul enam sore disini?
"Sayang….Kau cepat sekali jalannya" Baekhyun melengos tak suka saat sosok tinggi dan tampan datang menghampiri mereka berdua.
Tak ingin membuat moodnya hancur, Baekhyun segera berlalu saat sosok itu hampir tiba.
SRET…
Lengan kanannya yang ditarik membuat Baekhyun kembali berbalik dan menatap penuh Tanya kearah namja tampan itu,
"Kau…? Bukankah kau dan tunangan Kai yang menarik Pandanya Kris di kantin tadi?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengumpat dihatinya, hey apakah Namja dihadapannya saat ini tak mengetahui namanya sedikit pun?
Panda Kris? Apa Huang Zi Tao –sahabat barunya itu?
Merasa pandangan menusuk seorang yeoja diantara mereka membuat Baekhyun tersenyum licik, wajah masamnya diganti dengan senyuman semanis mungkin.
"Aku tidak mengerti maksudmu hemm- Dobi?" ujar Baekhyun bertele-tele
Oh namja ini dapat melihat Chanyeol menggerakan keningnya aneh,
"Kau memanggilku Dobi? Apa maksudmu? Kau tidak mengetahui namaku?"
Baekhyun tersenyum penuh kemenangan, sembari menjinjitkan kakinya. Karena Chanyeol yang terlalu tinggi –Baekhyun berbisik,
"Kau… aku tidak mengenal siapapun dirimu, dan aku tidak peduli. Ah apa kau meyadari kalau telingamu itu mirip seperti Dobi? Nontonlah Harry Potter –itu rekomendasi dariku. Kau tampan"
Fiuuhhh~
Baekhyun segera menjauhkan tubuhnya dan tersenyum saat merasakan tatapan membunuh Sandara padanya.
Chanyeol dapat merasakan gejolak aneh saat suara husky namja manis yang sedang berbisik lirih tepat ditelinganya membuat juniornya hampir bereaksi.
Demi semua namja – yeoja yang pernah dia koleksi, kenapa namja ini baru dia temukan.
Sandara Park harus berdehem berulang kali agar tunangannya itu dapat berbalik, dia merasa cemburu dengan namja manis tadi.
"Yak… Chanyeol –ah. Ayo kita temui Haraboejimu itu" bentak Dara.
Chanyeol tersadar dan tetap menatap penuh arti namja manis yang menghilang dibalik pintu rumah sakit.
"Sayang… Apa kau tahu siapa Dobi didalam film Harry Potter itu?" tanyanya penasaran.
"Ck, Dobi itu kurcaci pembantunya Harry Potter" jawab Dara ketus.
Tak menyadari roman tak suka tunangannya Park Chanyeol –namja tampan itu akhirnya menyadari bahwa dia disamakan dengan kurcaci?
"Hm…. Menarik" ucapnya rendah.
.
.
.
To be continued
-Chapter 3 is Done-
Saya sebenarnya sangat sibuk *Alahh…ngeles…
Beneran kok, ini saja aku numpang ngetik di Laptop teman gara-gara nginap beberapa hari di tempat dia dan terlalu malas pulang kekos buat ambil laptop sendiri.
Idenya pasaran? IYA! Aihhh -_- *terjawabkah siapa Kyungsoo?
Ada yng pengen request next couple? KrisTao bakal selalu ada kok. *Im'ma KT hardshipper yeahhhh..xD
FF lain bakal tetap aku lanjutkan kok *Bbuingbbuing.
Jadi kedepannya bakal aku lanjutkan perchapter tiap FF menghitung dari jumlah Review terbanyak dulu ne '/^\' biar adil.
Mind to Review? Gomawo para Sider yang udah nambah jumlah View^^
Maaf aku ga sempet balas repiuwnya hhehehe,, pokoknya tebarin kisseu buat reviewer ama yang udah ngefave&foll XOXO ne :*
