fictionTitle : Change
Rated : T
Genre : Crime, Romance
Author : Park Sansan
Main Cast : Ryeowook
Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, author hanya pinjam nama demi kelancaran fanfic ini ^^.
Warning : YAOI, OOC, typo(s) berserakan, abal-abal, alur berantakan, ide cerita pasaran!
Summary : Kejadian di masa lalu merubahnya menjadi sosok yang mengerikan, dia yang bersumpah akan membalas dendam akan kematian appanya justru terjebak cinta segitiga yang tak diinginkannya sama sekali.
Don't like? Don't read!
NO BASH OR FLAME
DON'T COPAS
RnR please.. :)
Happy reading cingudeul (˘.~)
.
.
.
.
"Wookie" panggilan seseorang dari belakang yang kini sudah merangkul pundaknya, Ryeowook hanya menatapnya bingung tak melawan. Di samping kanannya kini telah ada kibum dan Donghae yang merangkulnya, jangan heran Donghae memang dikenal gemar menggoda yoeja.
Plak
"Aw"
Belum lama tangan Donghae di pundak Ryeowook telah ada seseorang yang memukul tangannya sehingga membuatnya menarik tangannya.
"Beraninya kau menyentuh gadis manisku?"
Mendengar itu sontak membuat Kibum, Donghae dan Ryeowook menoleh ke belakang, sumber suara itu berasal. Tidak lain tidak bokan pelakunya ialah Kim Yesung, Ryeowook menatapnya bingung. Tanpa banyak bicara, Yesung menarik tangan Ryeowook dan mengajakya menjauh dari sana.
"Ya! siapa kau?" Bentak Donghae kesal karena merasa 'tersaingi' namun sama sekali tidak mendapatkan respon dari sang 'rival' yaitu Yesung, Yesung dan Ryeowook tetap menjauh dari sana, Donghae mengacak rambutnya sebal "haiisshhhhh"
"Kim Yesung" kata Kibum sambil menatap datar ke depan
"Mwo? Nugu?"
"Kim Yesung, mahasiswa seni musik semester 5. Sunbae kita"
"Kau mengenalnya?"
"Semua orang mengenalnya"
"Aku tidak"
Pletak
"Kau terlalu sibuk menggoda banyak yoeja Lee Donghae"
"YA! kenapa kau memukul kepalaku? Kau kira buku beratus halamanmu itu ringan?"
"Hahahaha" kibum tertawa menanggapi ocehan Donghae
.
.
.
.
Bruk
Saat Ryeowok dan Yesung sudah sampai dibelakang gedung universitas, Yesung menghempaskan begitu saja tubuh Ryeowook ke tembok yang membuat Ryeowook sedikit meringis menahan sakit dipunggungnya. Yesung menggunakan tangan kanannya unutk memenjarakan tubuh mungil Ryeowook di tembok.
"Jangan dekat-dekat dengannya, aku tidak suka melihatnya" kata yesung seduktiv menatap dingin pada Ryeowook
"Kau sudah gila ya?!" hardik Ryeowook tepat di depan wajah Yesung sambil mendorong tubuhnya agak menjauh
"Ya! Kim Ryeowook kau mau membuatku tuli ha?" Yesung mengelus telinganya yang agak berdengung
"Cih, Kau sendiri yang menyuruhku kenapa sekarang kau yang melarangku pabbo?"
Yesung mengacak rambutnya kesal karena ia sendiri juga tidak tahu kenapa justru merusak rencananya sendiri, cemuru eoh?
"Hyung, aku sudah menuruti semua rencanamu, bisakah kau tidak merusaknya?"
"Kalian berisik sekali sih" ucap seseorang menginterupsi obrolan mereka, dari balik semak semak belakang gedung itu ternyata terdapat sebuah bangku taman yang menjadi tempat tidur seorang namja berperawakan tinggi dengan rambut brunet sedikit ikal kini tengah berdiri sambil mengucek matanya dan merenggangkan badan kurusnya. Matilah kau Kim bersaudara bisa saja ia mendengar semua percakapan kalian.
"Cho Kyuhyun" ucap Ryeowook pelan yang hanya dapat di dengar oleh Yesung.
"Sejak kapan kau ada disana?" Tanya Yesung to the point takut hal yang tidak ia inginkan benar terjadi
"Aku tidur disini sejak pagi dan kalian menggangguku, bukankah kau Yesung-sunbae? Tak pernah ku lihat kau disini sebelumnya"
"Bukan urusanmu"
"Terserahlah, aku hanya ingin tidur sekarang, hoaammbb" Kyuhyun sedikit menguap lalu mengambil posisi berbaring lagi di kursi panjang itu dengan satu kaki di angkatnya di belakang kursi dan mulai memejamkan matanya lagi "Jangan berisik lagi jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian" tambahnya lagi.
"Yak" baru saja Ryeowook hendak maju dan menghajar Kyuhyun namun sudah dihalangi oleh Yesung dan memberikan tanda gelengan kepala yang berarti jangan.
"Sudahlah ayo" ajak Yesung menarik tangan Ryeowook menjauh dari tempat itu
Kyuhyun membuka matanya sedikit mendengar dengan seksama langkah mereka semakin menjauh, seringai aneh tercetak di bibrnya "Kim Ryeowook ya…"
.
.
.
.
"Hyung, bagaimana jika dia mendengar semuanya?" bisik Ryeowook saat tengah di koridor Universitas
"Akan kuurus dia"
"Tapi hyung.."
"Dan biasakan dirimu memanggilku oppa jika tidak mau semua ini sia-sia"
"Arraseo~" Ryeowook mengerucutkan bibirnya lucu, sedkir kesal dengan orang yang tengah memegang tangannya posesif, bagaimana pun dia yang membuat rencana konyol ini tapi justru dia uyang hampir merusaknya, begitulah pikirnya.
"Jaga diri baik-baik, hari ini tinggal satu mata kuliah lagi kan? Aku tunggu di kantin" ucap Yesung saat sudah berada di depan kelas Ryeowook yang yang dibalas anggukan.
"huufftt" Ryeowook meniup poninya tanda kesal, hyungnya itu suka sekali mengaturnya. Dengan santai ia kembali ke tempat duduknya tadi, segera duduk dan menjatuhkan kepalanya di meja dan memiringkannya menghadap ke kiri. Matanya membulat kelita melihat sesorang dengan posisi sama dengannya hanya saja menghadap ke kanan telah berada tepat di depannya, namja itu tersenyum simpul.
"Ada apa gadis manis? Kau terlihat lesu Wookie-ah"
"Aniya.."
"Tadi itu siapa?"
"Yesung Oppa, kakakku"
"Jadi benar, kau ini dongsaengnya?"
"Ne"
"Ck, dia terlalu posesif dengan adiknya sendiri"
"Begitulah"
Ptetak
"Ouch, yak Kim Kibum apa yang kau lakukan?" geram Donghae kesal saat dirasakan sebuah blocknote telah sukses mengenai kepalanya
"Jangan menggodanya terus, cepat kembali ke tempatmu" suruh Kibum dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dipegangnya, donghae pun menurut dan memilih kembali ketempat duduknya dibelakang Ryeowook, Ryeowook hanya terkekeh melihat tingkah mereka dan menegapkan posisi duduknya saat melihat dosen masuk.
.
.
.
.
Ryeowook POV
Ddrrtttt drrrtttt
1 new massage received
from: Yesung hyung
Sudah selesai kan? Cepat ke kantin, aku sudah sangat bosan menunggumu
Ck, apa apaan dia ini. suka sekali menyuruhku ini itu, sesampainya dirumah nanti kau akan mati ditanganku Kim Jongwoon. Kumasukkan ponselku asal ke dalam tas dan membereskan buku-buku dihadanpanku, lebih enak home shcooling ternyata, yah paling tidak bisa makan sambil belajar.
"Kau mau langsung pulang wookie?" tanya sesorang dibelakangku, Lee Donghae. Jika bukan karena rencana ini mungkin aku sudah menghajar namja ini, ck dasar moduser.
"Ne, Yesung oppa telah menungguku, aku duluan ya.. sampai jumpa" salamku padanya
Sret
Saat aku sedang melewati koridor tiba-tiba seseorang menarik tanganku untuk masuk ke dalam sebuah ruangan, gelap. Saat aku ingin berteriak kurasakan sebuah tangan membungkam mulutku dan tangannya yg lain kini telah menahan kedua tanganku dibelakang tubuhku.
"Ssssttttt, tenanglah manis, aku tidak akan macam macam kok" bisiknya ditelingaku
.
.
.
.
Normal POV
Sudah 20 menit sejak Yesung mengirim pesan singkat pada Ryeowook dan belum ada tanda-tanda kehadiran namja mungil itu. yesung semakin gelisah memainkan ponselnya diatas meja kantin, diedarkannya pandangannya disekitas gedung universitas terlihat 2 namja sedang berjalan menuju parkiran, Donghae dan Kibum. Yesung mengerutkan dahinya, diamana Ryeowook? Begitalah pikirnya.
"Ya, kalian berdua" panggil Yesung sambil agak berlari mendekat pada Donghae dan Kibum.
"Huh? Sunbae memanggil kami?" tanya Donghae
"Siapa lagi memang? Dimana adikku?"
"Wookie?" Donghae dan kibum saling melihat satu sama lain, bingung dengan pikiran yang sama, bukankah Ryeowook sudah keluar kelas lebih dulu untuk menemui kakaknya ini.
"Iya, dimana dia?"
"Dia sudah keluar kelas dari tadi sunbae, dia bilang terburu-buru karena sudah kau tunggu" Jelas Kibum
"Mwo? Jinjayo?" tanya Yesung tak percaya yang dibalas anggukan oleh Donghae dan Kibum. "Haisshhhh" gerutunya dan segera masuk ke gedung mencari Ryeowook tentunya.
"Mau kemana kau?" tanya Kibum pada Donghae saat melihatnya hendak mengikuti jejak Yesung
"Tentu mencari Wookie"
"Kau mau di bunuh Yesung sunbae?"
"Haish, benar juga"
"Sudahlah, kita sudah di tunggu, aku yakin Wookie akan baik-baik saja" Donghae hanya mengangkat bahunya tanda acuh tak acuh dan segera berjalan menuju mobil mereka, Kibum sekilas menoleh kebelakang "Semoga.." lirihnya dan segera menyusul donghae.
.
.
.
.
Ryeowook POV
"Tenanglah Ryeowookie aku tidak akan menyakitimu" Ucap namja yang sedari tadi menyekapku, jika saja aku tidak sekarang aku ini sedang menjadi yoeja sudah kuhajar habis habisan dia ck, tapi sepertinya aku pernah mendengar suaranya tapi entah siapa.
"Aku tahu siapa kau sebenernya" bisiknya tepat ditelingaku
Deg
Apa maksud dari namja ini yang mengetahui siapa aku sebenernya, oh Tuhan demi kepala besar Yesung hyung aku benar benar takut dibuatnya, kurasakan sesuatu yang dingin disekitar perpotongan leherku, astaga dia menjilatinya. "Eunghh" lenguhku yang tertahan karena mulutku masih dibungkam oleh tangan kekarnya.
Sret, bruk!
"Ouch"
Karena tidak tahan segera kuinjak kakinya, menyikut perutnya dan menggigit tangannya yang membungkamku hingga akhirnya ia jatuh tersungkur ke belakang. Melihat ia yang masih menahan sakit buru-buru aku keluar dari ruangan gelap tadi.
Bug
"Ya nona Kim kemana saja kau ha?" bentak seorang yang sangat ku kenal yang baru saja aku tabrak saat keluar dari ruangan itu. "Ck" decakku sebal dan segera menggandeng tangan Yesung hyung untuk menjauh dari sana, entah aku yang masih takut atau apa, tapi aku benar benar ingin menjauh dari sana. "Ya, kau belum menjawabku. Kau dari mana saja? kenapa sekarang justru kau yang menyeretku bodoh?"
"Diamlah untuk kali ini saja, oppa!" bentakku tidak tahan mendengar semua ocehan Yesung hyung hingga akhirnya kami telah sampai di dalam mobil.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi huh?" tanyanya saat mobil telah mulai melaju membelah jalan.
Fikiranku masih melayang pada kejadian tadi, aku benar-benar tidak tahu siapa orang yang menyekapku tadi dan apa tujuan utamanya melakukan itu. dan apa tadi? Ia tau siapa aku sebenarnya? Apa maksudnya itu? mungkinkah ia salah satu orang dari masa laluku? Haish pikiranku benar benar kacau kali ini, jika benar orang tadi ada hubungannya dengan masa laluku bisa-bisa rencanaku selama ini akan sia-sia.
"YA!" teriakku pada Yesung hyung saat aku rasakan ada hembusan nafas disekitar pipiku, ku toleh ke kanan dan ternyata wajah Yesung hyung sudah sangat dekat denganku.
"Kau benar-benar ingin membuatku tuli huh?" katanya sambil menjauhkan tubuhnya dariku dan memegangi telinga kirinya.
Aku baru sadar jika mobil telah berhenti tapi ini bukan rumah kami, ini di depan sebuah gedung berlantai belasan, atau lebih? Ini… apartemen! Buat apa kami kesini?.
"Cepat turun" perintah Yesung hyung padaku
"Huh?"
"Kau tidak berfikir untuk pulang dan mengundang semua musuhmu kesana kan? Untuk sementara kita tinggal disini, aku parkirkan mobil dulu jadi tunggu aku di loby"
"Oh, baiklah"
.
.
.
.
Normal POV
"Dia masih hidup tuan Kim"
Brak
Meja tak bersalah itu digebrak begitu saja oleh sang empunya tanda kesal karena berarti semua usahanya selama ini mungkin akan sia-sia.
"Bagaimana ini bisa terjadi ha?" bentak namja yang dipanggil tuan Kim pada namja paruh baya yang memakai setelan jas lengkap berwarna hitam.
"Menurut Kwangjoo, salah satu anak buah kita yang ikut dalam rencana malam itu dan sempat menghilang beberapa tahun mengatakan bahwa ada 2 orang yang menyelamatkannya pada saat itu"
"Lalu siapa mayat bocah yang kutemukan pada waktu itu?"
"Entahlah tuan mungkin itu ulah orang yang menyelamatkannya"
Bug
"Sial" umpatnya sambil memukul meja dengan kepalan tangannya. "Bisa kau cari tau siapa mereka?"
"Cukup sulit tuan karena mereka bergerak dengan sangat cantik, namun akan saya usahakan"
"Bagaimana pun dia harus kita temukan sebelum semuanya terlambat"
"Saya mengerti tuan"
"Pergilah"
Orang yang disuruh itu pun berdiri dari duduknya dan membungkuk kepada 'Tuan Kim' sebagai tanda salam akan meninggalan ruangan itu.
.
.
.
.
"Jadi selama ini hyung jarang pulang karena tinggal disini?" tanya Ryeowook saat mereka telah masuk dalam apartemen yang mereka tuju tadi, wajar jika Ryeowook bertanya seeperti itu karena memang dalam apartemen ini sangat terlihat telah ditinggali cukup lama oleh pemiliknya, dari barang barang yang terlihat umum namun semuanya adalah selera dari Yesung.
Pletak
Yesung menjitak Ryeowook kesal karena kesal, menurutnya yang ditanyakan Ryeowook itu sangat tidak penting.
"Tentu aku tidak mau mengundang mereka dirumah kita bodoh, aku cari aman"
"Hehe benar juga" cengingisnya sambil mengelus kepalanya. "Hanya ada satu kamar hyung?"
"Begitulah" jawab Yesung seadanya sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur berukuran cukup besar bersprei biru. "Oya, Kibum dan Kyuhyun di apartemen ini juga"
"Mwo?"
"Aku sengaja memilih apartemen ini juga karena itu"
Ryeowook mendekat dan duduk disebelah hyungnya. "Kamar mereka disebelah mana hyung?"
Yesung yang tadi memejamkan mata sedikit memicingkan matanya guna melirik kearah Ryeowook. "Kenapa kau sangat ingin tahu?"
Buk
"Itu kan demi kelancaran rencana kita Pabbo" Ryeowook memukul muka Yesung dengan bantal.
"Ya!" Yesung segera mendudukkan tubuhnya memberi deathglare pada yoeja(?) dihadapannya. "Kyuhyun ada disebelah kiri ruangan ini dan Kibum ada di ujung kanan lantai ini" "Mau kemana kau?" tanya Yesung saat melihat Ryeowook beranjak
"Mengganti baju, kau kira aku betah memakai pakaian seperti ini?"
"Kau terlihat cantik"
"Jika kau sedikit bersikap manis haha" sambung Yesung saat sudah menangkapn sepatu Ryeowook yang tadi melayang kearahnya karena dilempar oleh sang empunya sebelum Ryeowook menghilang di balik pintu kamar mandi.
.
.
.
.
Oke, author tahu mungkin banyak sudah lupa dengan cerita ini, adakah yang masih menunggu? Mianhae karena kesibukan jadi menelantarkan semua cerita saya. Untuk 2 judul lainnya akan author update secepatnya, yakso ._.v makasih yang udah baca dan review^^ I love u all~
