Terima kasih banyak atas saran-sarannya _
aku udah ngubah beberapa yang mungkin agak susah dibaca dan maaf bagi yang telah membaca chap 3 ini yang sebelumnya (_ _) karena tadi ngetiknya buru-buru jadi banyak kesalahan
penjelasan kecil: yg pake italic itu kalimatnya si 333 dan yang pake tanda kutip tunggal ('...') itu berarti kalimat-kalimat sms
Kalo masih belum nyaman dibaca, silahkan kasih saran ^^ akan aku terima sebaik-baiknya
'Jadi permainan apa yang akan kita mainkan?'
Belum sempat aku memikirkan jawabannya, seseorang dari balik pintu mengetuk.
"Sakura, mau sampai kapan kamu di situ?" tanya Hinata dari balik pintu sembari mengetuk pintu beberapa kali.
"Eh, tunggu sebentar! Tadi…..tadi aku menghubungi ibuku jadi maaf kalau terlalu lama," bohongku kepadanya.
"Ya sudah, tapi cepetan ya! Barusan guru bilang kalau hari ini sekolah diliburkan akibat peristiwa tadi. Kamu mau enggak main ke rumah……" kata-katanya terhenti begitu melihatku yang baru keluar dari toilet dengan wajah pucat pasi dan keringat dingin membasahi tubuhku.
"Kamu tidak apa-apa Sakura? Kamu pasti masih shock. Tidak usah terlalu dipikirkan. Aku sendiri juga masih shock sih tapi sudahlah, nanti lama-lama juga lupa," hibur Hinata yang malah terdengar seperti menghibur dirinya sendiri.
"Aku ingin pulang saja," jawabku lesu.
"Oh, baiklah," kata Hinata sambil tersenyum berusaha menghiburku tapi yang terlihat hanyalah senyum aneh seperti orang sedang sakit gigi.
Aku pulang bersama Hinata dan Ino dengan berdiam diri. Mereka berusaha menghiburku tapi entah mengapa kata-kata mereka berdua tidak tercerna dalam kepalaku
Sesampainya di rumah, dengan segera aku memasuki kamar dan menguncinya. Aku menenangkan perasaan galauku dengan mengurung diri.
Aku duduk di atas kasurku seperti yang biasa kulakukan. Kupegang luka akibat peristiwa ledakan tadi. Lukanya masih terasa sakit. Lalu kuambil bantal dan menekannya kuat-kuat ke wajahku. Handphoneku bergetar di dalam saku rokku. Ingin sekali rasanya kulempar handphone itu jauh-jauh. Tapi aku tetap mengambilnya dan dengan sangat enggan membaca pesannya.
'Sudah kau pikirkan?'
'Aku tidak bisa memikirkan apa pun.'
'Kalau begitu tenangkan dulu pikiranmu.'
Untuk beberapa saat aku berdiam diri setelah membaca pesan terakhirnya.
Kenapa sekarang malah dia yang menyuruhku tenang!? Dialah yang membuatku seperti ini!, batinku. Tiba-tiba amarah memenuhi pikiranku.
'Kenapa kau melakukan ini?!'
'Mengapa kau ingin mengetahuinya?'
'Karena kau sudah membuatku stress!!!'
'Apa artinya jika kau mengetahui tujuanku?'
Aku bingung menjawab pertanyaannya. Merasa bodoh, aku mengetik balasannya.
'Aku ingin tau'
'Kalau begitu kau tak perlu tau. Lagipula kau tak berhak untuk mengetahuinya'
"Apa-apaan ini!" kataku marah. "Kurang ajar!"
'Apa maksud kata TAK BERHAK itu??!!'
'Aku bingung denganmu. Tadi kau begitu bodoh sekarang kau begitu marah.'
'Aku yang bingung denganmu!! Untuk apa kau melakukan hal konyol seperti ini?! Atau jangan-jangan kamu hanya orang iseng tolol yang kurang kerjaan?! '
Aku mengetik balasannya keras-keras. Kehilangan kesabaran karena frustasi.
'Aku bukan orang iseng tolol seperti yang kau pikirkan.'
'Kalau begitu jelaskan kepadaku mengapa kau melakukan hal-hal tolol seperti ini!? Mengisi waktu luang!?'
'hm…….tidak……Aku hanya…....kelaparan'
'Hah?! Maksudmu??'
'Sudahlah! Pikirkan saja permainan yang akan kita mainkan!'
'Kau tidak akan memakan jiwaku seperti di film-film horor kan?'
Sepertinya sekarang ketakutanku melebihi akal sehatku.
'Kalau kau takut, mengapa kau menghubungiku?'
'Karena kupikir kau hanya bohongan.'
'Kalau kau pikir aku ini bohongan mengapa kau kesal ketika mendengar nada tulalit saat menghubungiku? Aku benar-benar tidak mengerti dengan sifat manusia yang berubah-ubah.'
'Karena awalnya aku tidak berpikir akan jadi seperti ini. Apa maksudmu dengan tidak mengerti? Jadi kau setan??'
Aku sudah benar-benar tidak peduli lagi dengan apa yang kukatakan kepadanya. Aku tidak peduli dengan tanggapannya denganku. Aku hanya ingin tahu sebenarnya siapa dan apa dia.
'Sepertinya kata-katamu makin lama makin tidak sopan.'
'Aku tidak peduli.'
'Apa kau takut?'
'Tentu saja aku takut! Makanya aku tanya siapa kau?!'
'Oh baiklah. Kau benar-benar memaksa. Aku bukan setan seperti yang kau pikirkan. Aku penjaga suatu pintu di tempat yang gelap. Hanya itu yang bisa kuberitahu.'
'Kenapa hanya itu?'
'Karena itulah peraturannya.'
'Orang keparat mana yang membuat peraturan seperti itu!!'
'Saat pertama kau terlihat sangat ketakuatan. Sekarang kau begitu garang dan blak-blakan. Kau benar-benar menarik.'
Menarik? Apakah aneh jika aku hanya ingin tahu kebenarannya dan marah ketika tidak dapat mengetahuinya?, pikirku.
Aku tidak membalas pesannya. Sibuk dengan pikiranku sendiri. Handphoneku berbunyi lagi. Dia mengirim pesan tanpa menunggu balasan dariku.
'Jadi bagaimana dengan permainan yang akan kita mainkan?'
Aku berpikir cukup lama.
'Apa aku boleh mengganti keinginanku?'
'Ya, kau boleh menggantinya. Jadi apa keinginanmu sekarang?'
'Aku ingin kita berdua menjadi teman. Bagaimana?'
***
Waktu sudah lama berlalu. Dia masih belum membalas pesanku. Biasanya dia membalas dengan sangat cepat. Apa itu keinginan yang terlalu sulit untuk dipenuhi? Aku menunggu dengan gelisah.
Aku membaca ulang semua pesan-pesannya. Mencerna semua kata-kata yang ada di sana. Tanpa mendapatkan hasil, aku menaruh dengan kasar handphoneku di atas meja. Aku menutup wajah dengan kedua tanganku. Tiba-tiba handphoneku bergetar pelan di atas meja. Dengan segera, aku membaca pesannya.
'Teman?! Yang aku lihat kau hanya berusaha melarikan diri dariku. Apakah sejak awal kau sengaja berbicara panjang lebar denganku hanya untuk tujuan ini?'
'Tidak! Itu hanya ide gila yang muncul di dalam otakku.'
'Lupakan ide gila itu!! Sekarang katakan kepadaku permainan apa yang ingin kau mainkan!'
'Aku tidak tahu permainan apa yang bisa kita mainkan melalui handphone.'
'Kalau begitu datanglah ke sini.'
'Ke mana?'
'Ke tempatku. Mau?'
To be Continue
Sekali lagi maaf kalo update na lama (_ _) dan jika ada kata-kata yang kurang pantes di dalam fic ini tolong di maafkan juga.
Untuk chap 4 mungkin bakal di update agak lama soalnya lagi enggak ada mood buat bikin fic :p
Tapi saya akan berusaha secepat mungkin di update ^^
Terima kasih banyak bagi yang mau membaca fic saya yang aneh ini =)
Tolong minta reviewnya ya ^_^
