Tittle : You Are My Everything

Pairing : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, exo's mamber, and others.

Genre : School, Romance, Yaoi (Boy x Boy), Family, DLDR, and others (yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata -,-).

Chapter 3 : TIGA

Baekhyun menjatuhkan dirinya di kursi kelas, sambil terus mengutuk namja tinggi berambut coklat itu. Dia sudah mengambil FIRST KISS-ku, aku tidak bisa terima. Hwaaaa... bagaimana ini? First kiss-ku, hiks ... Baekhyun menjatuhkan kepalanya ke meja dan menutupi mukanya dengan kedua tangan mungilnya. Kyungsoo yang duduk di depannya mengguncang-guncangkan bahu Baekhyun.

"Baekhyun-ah, gwaenchana?"

"Baik-baik saja apanya, hwaaa ... I-itu First kiss-ku, aku tidak rela ... tidak relaaa ..." Baekhyun membentur-benturkan kepalanya ke meja. "Aku harus balas dendam!"

"Em ... kau yakin akan balas dendan padanya?"

"Tentu saja, kau pikir aku takut padanya?"

"Bukan begitu, hanya saja ... Dia itu adalah Park Chan Yeol, putra dari pengusaha kaya. Dia juga jago karate dan taekwondo."

"Hei, aku juga putra dari pengusaha kaya, meskipun tidak jago karate atau taekwondo tapi aku jago dalam berkelahi, aku kuat," kata Baekhyun bangga seraya menepuk dadanya.

Kyungsoo menatap Baekhyun memelas, sepertinya tatapan itu bermaksud mencegahnya. "Tapi ... dia itu licik, kau tahu sendiri, kan?"

"Jangan pasang tampang seperti itu, percuma saja karena aku tetap akan balas dendam," tegas Baekhyun.

"Ck, kau ini memang keras kepala, padahal baru saja kau diciumnya. Bisa saja dia melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman."

GLEKK. Aku menelan ludah. Benar juga yah, tapi aku harus buat perhitungan dengannya. Eh, tapi tunggu, nama pria itu ... sepertinya aku pernah dengar tapi dimana yah?

"Kyungsoo-yah tadi kau bilang ... siapa nama namja itu?" Tanya Baekhyun pada Kyungsoo yang saat ini sedang asyik mengetik di ponselnya.

"Park Chan Yeol," jawabnya santai masih asyik mengetik.

Mata Baekhyun membesar. "Park ... Park Chanyeol, anak dari Presiden Direktur Perusahaan ANGELS ELECTRONIC, Park Chan Su?"

Kyungsoo mengangkat kepalanya dan mengangguk. "Ne, jadi kau baru tahu? Aku juga baru tahu tadi malam, dia tampil di televisi dalam launching produk ponsel terbaru perusahaannya, dia lho yang merancang ponsel itu. Hebat, kan?!" Baekhyun semakin mematung. "Tapi, kenapa mukamu pucat seperti itu?" tanya Kyungsoo.

"Aa ... Anio. A-aku hanya sedikit terkejut karena keluargaku dan keluarga Park punya kisah masa lalu yang buruk. Kakekku dan kakeknya bermusuhan."

"Benarkah? Wah, kenapa bisa kebetulan begini!" seru Kyungsoo sambil menepuk pundak Baekhyun, dia malah terlihat girang.

"Kebetulan apanya? Ckk, ini benar-benar gawat ..." Baekhyun menggaru-garuk kepalanya frustasi. Ya, ini benar-benar gawat, memang benar keluarga Byun dan Keluarga Park bermusuhan. Tapi karena itulah yang dijadikan alasan untuk melakukan suatu perjodohan yang nantinya akan membuat hubungan kedua keluarga itu bisa terjalin lagi seperti dulu dan itu juga merupakan amanat dari kakek Baekhyun.

Hhwwaaaaa... kenapa bisa serumit ini? Apalagi dia sudah mencuri first kiss ku aku semakin tidak rela jika dijodohkan dengan pria itu. Help meee!

Kyungsoo menatap Baekhyun seola-olah ia curiga. "Gawat kenapa?"

"Ah, tidak... tidak apa-apa kok, hehe ..."

"Ck, kau ini aneh deh."

Dengan cepat baekhyun menaiki anak tangga menuju kamarnya sebelun eomma menemuinya, ia tidak mau ditanyai apa-apa lagi oleh ibunya. Tapi baru saja Baekhyun membuka pintu kamarnya, eomma sudah muncul di belakangnya. Sepertinya ibunya sudah memang sengaja mengikutinya. Baekhyun sudah tidak bisa menghindar lagi.

"Kenapa kau pasang tampang lesu, Baekhyun-ah? Kau tidak bermaksud menghindari ibu, kan?" tegur eomma seraya masuk ke dalam kamar Baekhyun.

"Ya, aku memang bermaksud menghindari ibu," jawab Baekhyun datar.

"Haha ... kau ini memang benar-benar selalu berkata jujur tanpa basa-basi." Ibu malah tergelak dan duduk tepi ranjang.

"Aku tidak suka basa-basi dan berkeli-kelit, aku lebih suka yang langsung dan pasti," kata Baekhyun seraya membuka pintu ruang penyimpanan tas dan sepatu.

"Ya sudah, ayo duduk dan ceritakan pada ibu bagaimana kesan pertama bertemu calon suamimu."

Baekhyun meruncingkan bibirnya lalu duduk di samping ibunya. "Aku tidak ingin dijodohkan dengan pria itu, brengsek dan licik!" gerutu Baekhyun.

Terdengar desahan lembut yang keluar dari mulut ibu. "Hmm ... kau ini, setiap bertemu dengan pria pilihan ibu pasti kau bilang seperti itu. Lalu, seseorang seperti apa yang kau inginkan?"

Baekhyun terdiam sejenak, memikirkan bayangan pria idamannya. "Em ... aku ingin yang baik, perhatian padaku, pintar, dan tampan."

"Tapi, Chanyeol juga baik, jujur, pintar, dan tampan. Lalu kenapa kau bisa bilang dia brengsek dan licik?"

Baekhyun membalikkan badanberhadapan dengan ibunya. "Eomma tidak tahu seperti apa dia, tadi ... tadi ...," kata-kata Baekhyun menggantung, ia tidak mau menceritakan apa yang terjadi tadi. Ia takut jika beliau menertawakannya.

Nyonya Byun menatap Baekhyun tajam, dan bertanya dengan penuh kecurigaan, "Apa maksudmu?"

Baekhyun jadi salah tingkah. "Ti-dak, bukan apa-apa," sanngahnya, "pokoknya aku tidak ingin dijodohkan Park Chanyeol, aku menolak perjodohan ini," tegasnya sekali lagi.

"Baekhyun sayang, ini demi kebaikan keluarga kita, kau pasti ingat wasiat mendiang kakekmu, kan?"

"Iya aku ingat, tapi aku juga punya kebebasan untuk memilih, kan, Bu? Aku ingin menikah dengan seseorang pilihanku sendiri."

"Lalu apakah kau punya seseorang yang kau cintai? Kalau begitu, cepat kenalkan pada Eomma," kata Nyonya Byun seolah-olah ingin menantang Baekhyun. Baekhyun mencuat dan kebingungan, karena jujur ia sama sekali belum mempunyai seseorang untuk ia cintai, entah kenapa ia seperti ini—ia juga bingung.

"A-aku belum punya, tapi besok, lusa, atau seminggu kemudian, atau sebulan kemudian, atau mungkin setahun kemudian ... aku pasti punya. Aku mohon, bu, tolong batalkan saja perjodohan ini, ya?!" kata Baekhyun memelas sambil bergelayutan di lengan Nyonya Byun.

"Tidak, perjodohan ini tetap akan berlangsung!" tandas Nyonya Byun, lalu bangkit dari duduknya berjalan keluar kamar.

Baekhyun membuang napas lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan membenamkan wajahnya ke batal. Ia benar-benar frustasi. "Dasarrr ... kenapa mereka semua seenaknya? Kenapa mereka tidak memahami perasaanku".

"Kakek, kenapa kakek harus berwasiat seperti itu sih? Lihat cucumu ini menderita karena semua ini!" omelnya.

TBC

Ini ff, lanjutan dari chapter 2 dari ff abal gua u,u mohon review nya yaaaa, semoga kalian suka sama ff remakean gua :') gomapseumnida ^^~