Murasakibara & Midorima
Chapter ke-3
Summary : Kise dan Kuroko menjalankan rencana membuat kedua pasangan ungu dan hijau itu saling cemburu yang direncanakan oleh Akashi untuk mempersatukan kembali Murasakibara dan Midorima yang sedang bertengkar.
…
Keesokan harinya,Midorima membuka pintu pagar rumahnya begitu melihat pemuda rambut pirang,Kise Ryouta menyapanya sambil melambaikan tangan. "Midorimacchi,ohayo gozaimassu!"sapa Kise yang sedang tidak pakai seragam dan berpakaian bak model karena hari ini dia akan berjalan bersama pun juga dengan Midorima,meskipun pakaiannya tidak sebagus Kise tapi tetap cool and simple.
"Kise,sebenarnya apa maumu mengajakku jalan di akhir pekan begini?!"tanya Midorima sambil menghela nafas berat seakan tidak niat jalan.
"Ayolah, malam aku kan sudah ngirim kamu sms kalau ada sesuatu yang ingin kubeli."jawab Kise.
"Jika begitu tapi kenapa aku yang harus menemanimu?!"tanya Midorima lagi.
"Ahh!Aku kan sedang ingin saja denganmu, juga ada bilang mau ingin beli lucky item buat Oha-Asa kan?Jadi,ayo kita langsung pergi saja-ssu!"Kise pun menggandeng tangan Kise.
"Hoy t-tunggu,Kise!"Dengan sukses Midorima akhirnya terseret dengan ajakan Kise.
"Tapi sebelumnya kita makan dulu yuk, agak sedikit ."tawa Kise sambil mengetuk kepalanya sendiri.
"Oyy setidaknya dengarkan orang ngomong dulu -benar deh…."ucap Midorima yang tangannya masih ditarik oleh hatinya,dia marasa cemas jika ada orang dimaksudnya itu melihatnya menggenggam tangan orang lain.
Kise pun membuka handphone miliknya dan mengirim pesan ke Kuroko bahwa dia sudah sukses membawa Midorima tinggal menunggu keadaan dari Murasakibara.
Untuk : Kurokocchi.
Dari : Kise Ryouta.
Midorimacchi sudah ada kau membawa Murasakibaracchi akan makan di sebuah Maji Burger jadi temui kami disana.
Pesan terkirim.
…
Sementara itu di kediaman Murasakibara,Kuroko yang sedang duduk di ruang tamu membuka handphone-nya yang bordering dan yang ternyata itu sms dari pun mulai memainkan jari di keyboard handphone-nya itu lalu setelah bunyi 'pip' tanda pesan terkirim,Kuroko kembali menutup handphone-nya.
"Gomen, jadi menungguku."ucap Murasakibara yang sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Tidak apa-apa, aku juga jika aku mengganggu waktumu di hari libur ini."balas Kuroko dengan sopan.
"Tidak masalah lagipula aku tidak ada kerjaan juga tidak biasanya mengajakku jalan."kata Murasakibara.
"Kupikir di akhir pekan begini kau selalu ke tempat Midorima-kun,Murasakibara-kun?!"tanya Kuroko dengan tenang meskipun dia tahu jika dia menyebutkan nama itu di depan Murasakibara akan beresiko.
Murasakibara pun memukul tembok rumahnya dengan keras dan ini jelas-jelas mengejutkan buat Kuroko,karena dia mengetahui bakal terjadi seperti ini dia tetap berusaha tenang dan stay dia bisa melihat tatapan tajam Murasakibara yang cukup seram itu seakan ingin dia ingin berkata "Aku akan menghancurkanmu!" Yah mungkin semacam itu,batin Kuroko.
"Murasakibara-kun,aku akan menunggumu di luar saja jadi tolong cepatlah."ucap Kuroko dan meninggalkan si raksasa yang sepertinya sedang marah itu daripada dia semakin mengamuk.
…Sementara itu,di tempat Midorima dan Kise yang masih di sebuah restoran cepat saji dan sekaligus tempat nongkrong mereka begitu sehabis pulang sekolah selain di mini market.
"Saa, dimakan-ssu!"ucap Kise dengan ceria. "Tenang saja,aku yang traktir."lanjutnya.
Midorima pun menghela nafas berat begitu melihat di depan meja terdapat dua pesanan makanan yaitu burger,milkshake,dan kentang goreng. "Aku tidak biasa sarapan dengan fast food."
"Ahh ngga usah sungkan-sungkan begitu, tau kau hanya .Tapi biasanya kamu sarapan apa?!"tanya Kise.
"Aku…."Midorima pun termenung sejak dan terlintas wajah Murasakibara di pikirannya yang lagi datang ke rumahnya di akhir pekan begini dan kadang juga membuatkan sarapan sarapan yang sehat dan enak,Midorima merasa beruntung karena punya kekasih yang mengerti dan perhatian akan dirinya.
"Midorimacchi?!"
"Ahh…Tidak ada saja yang tadi."kata Midorima sambil menaikkan kacamatanya.
"Ohh…K-kalau begitu,ayo kita !"ucap Kise lalu melahap hamburgernya. …
Dan kembali ke Murasakibara dan mengirim pesan ke Kise bahwa dia dan Murasakibara sedang menuju ke tempat pun tidak berkata apapun terhadap Murasakibara karena sepertinya dirinya masih kesal akan Kuroko sempat merasa tidak yakin akan rencana yang Akashi berikan ini tetapi sudah 3 tahun dia menjadi teman satu tim basket,Kuroko tidak bisa meragukan Akashi lagi dan dia sangat menghormatinya.
Mereka berdua memberhentikan langkah karena lampu merah dilarang menyebrang,dan disinilah rencana mengirim pesan Kise untuk menjalankan rencana dan tidak lama setelah 5 detik pesan dan Midorima pun keluar dari restoran berdua.
"Murasakibara-kun."panggil Kuroko.
"Hm?"
"Bukankah yang disana itu Midorima-kun dan dia…sedang bersama Kise-kun."kata Kuroko sambil menunjuk dua pemuda hijau dan kuning yang di sebrang yang melihat kekasihnya sedang berduaan dengan orang lain langsung terkejut,bukan hanya itu,dia melihat Kise menggandeng tangan pemandangan ini membuat Murasakibara semakin marah dan rasa ingin menghancurkannya seseorang semakin kuat.
Begitu lampu sudah menunjukkan warna hijau,Murasakibara pun berlari menuju ke arah Midorima dan yang menduga bakal terjadi seperti ini menyusul pemuda ungu itu dan berharap dia tidak menghancurkan tubuhnya Kise karena itu bakal menjadi masalah dan rencana pun yang disalahkan adalah si bos besar.
"Midochin!"teriak Murasakibara dengan nafasnya yang berat karena habis pun segera melepaskan genggaman tangannya dari Midorima dan mundur beberapa langkah dengan ketakutan.
"Murasakibara,apa yang kau lakukan disini?!"tanya Midorima.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu dan kenapa kamu bersama Kisechin?!"Nada bicara Murasakibara semakin marah dan Midorima yang baru pertama kali melihat kekasihnya marah seperti ini hanya bisa diam.
"Kau juga,kenapa kau bersama Kuroko?!"tanya Midorima yang begitu sadar bahwa Murasakibara sedang bersama yang juga menyadarinya jadi merasa termakan kata-kata pun menarik tangan Midorima dan pergi meninggalkan Kise dan Kuroko.
"Oyy, mau membawaku kemana?!Oyy,lepaskan!"perintah Midorima sambil berusaha meronta lepas dari Murasakibara.
"Murasakibaracchi,jangan marah!Ini bukan salah Midorimacchi!"teriak Kise kemudian dilanjutkan oleh Kuroko. "Benar itu, dari itu jangan bertindak terlalu keras terhadap Midorima-kun dan perlakukan dia dengan lembut."ucapnya dan Kise pun menjadi bingung akan ucapannya Kuroko,merasa kalo itu ngga ,orang yang diteriakki malah tidak dengar dan menoleh pun tidak hanya Midorima yang menatap tajam mereka kuduk Kise pun berdiri sedangkan Kuroko tetap tenang dan tidak takut sama berdua pun akhirnya benar-benar meninggalkan Kise dan Kuroko hingga mereka tak terlihat lagi.
"Uwaa…aku benar-benar tidak menyangka bakal berjalan kan,Kurokocchi?!"tanya Kise.
"Hmm…aku ragu bukan karena rencananya Akashi-kun tetapi aku hanya cemas saja semoga Murasakibara-kun tidak membuat Midorima-kun hamil atau mengatakan,dia akan membawa Midorima-kun ke kau tau,Kise-kun….mungkin saja mereka melakukan kegiatan erotis atau semacamnya."jawab Kuroko dengan ekspresinya yang datar nan yang mendengarnya tentu saja tidak menyangka kalau Kuroko yang dikenalnya polos dan tenang bakal berkata seperti ini.
"Umm…Kurokochhi,sejak kapan kau belajar kata-kata itu?!"kata Kise dengan gugup.
"Ohh…Aku sudah mempelajari ini sudah lama dan tentu saja dari ahlinya."Kuroko pun mengangguk dan Kise pun masih bingung dengan jawaban Kuroko dan terus bertanya-tanya,kenapa Kurokocchi mengatakan seperti itu,dan siapa yang mengajarkan kata-kata itu,kenapa?kenapa?
…
Kembali ke Murasakibara dan kediaman Murasakibara,si pemuda berambut ungu masih menarik tangan kekasihnya,dia terus menyeretnya sampai masuk ke dalam di dorongnya ke tempat tidurnya,dan Murasakibara mengunci pintu kamarnya.
"Murasakibara?"Midorima kebingungan dengan tingkah laku kekasihnya.
Tanpa menjawab apa-apa,Murasakibara menghampiri Midorima yang tergeletak di atas tempat tidurnya dan menciumnya dengan tiba-tiba. "Mura-hmmmg!"
Midorima yang baru pertama kalinya mendapatkan ciuman kasar dari kekasihnya,berusaha meronta tetapi Murasakibara telah menahan kedua tangan Midorima membuatnya tidak Murasakibara melepas ciumannya untuk membiarkan Midorima bernafas sejenak kemudian dia memasukkan kembali mulutnya ke dalam mulut Midorima yang lembut dan hangat luput,dengan nakalnya Murasakibara mulai memainkan lidahnya dengan lidah Midorima.
Midorima yang kewalahan menghadapi kekasihnya yang lebih tinggi dan besar darinya itu hanya bisa pasrah dan menerima semua ciuman pertama kalinya Midorima merasakan French kiss,kesannya dewasa sekali dan rasanya begitu nikmat karena yang melakukannya adalah muncul saliva keluar dari mulut Midorima,Murasakibara melepaskan ciumannya dan sebagai sentuhan terakhir,mulutnya langsung menyerang bagian leher Midorima untuk memberikan sebuah pun merintih kesakitan karena lehernya terasa seperti disengat.
"Ini karena Midochin sudah menjadi anak nakal di hadapanku."ucapnya dan begitu melihat wajah Midorima yang memerah,terlihat sanga manis di mata Murasakibara lalu mencium tangan kiri Midorima dengan lembut.
"A-aku tidak melakukan apa-apa…"kata Midorima dengan nafasnya yang terengah-engah.
"Tentu kau melakukan marah padaku karena aku memutuskan untuk melanjutkan SMU di Akita,dan di saat aku ingin berbicara dan menjelaskan semuanya padamu,kau malah pergi bersama dengan Kisechin."Murasakibara pun menyingkirkan tubuhnya dari Midorima dan duduk di sampingnya tanpa melihat wajahnya.
Dengan kesal,Midorima pun menariknya untuk menghadapinya dan Midorima mencium Murasakibara di bibirnya. "M-Midochin?!"Murasakibara bingung dengan Midorima begitu dia melepas ciumannya dan ini pertama kalinya kekasihnya menciumnya duluan.
"Apakah kau benar-benar bodoh?!Aku juga ingin menjelaskannya kepadamu tapi kau tetap saja menarikku sampai kesini dan kau tadi juga bersama Kuroko kan?!Kise tadi memintaku untuk menemaninya jalan,aku menolaknya tapi dia memaksaku."kata Midorima dan wajahnya mulai memerah.
"Ehh tapi Kurochin juga memaksaku bilang ada sesuatu yang ingin dibelinya dan dia ingin aku yang menemaninya."
Midorima pun menyadari akan sesuatu akan yang dilakukan Kise dan Kuroko itu sama seakan mereka melakukan rencana padanya dan apa yang direncanakan mereka?!pikir Midorima.
"Midochin?"
"Ahh…tidak ada apa-apa,lupakan saja masalah Kise dan Kuroko,yang penting kita sudah tau alasannya."ucap Midorima sambil memasang kacamatanya yang tadi dilepas Murasakibara waktu menciumnya.
"Jadi masalah yang aku akan pindah ke Akita,kau masih marah,Midochin?!"tanya yang mendengarnya langsung terdiam dan memeluk punggugnya Murasakibara. "Mi-Midochin?!"
"Aku sebenarnya senang akhirnya kau bisa memutuskan untuk melanjutkan SMU,tidak masalah kau mau melanjutkan dimana tetapi entah kenapa aku merasa sedih jika kau pergi dariku.M-maaf jika aku langsung marah padamu,Murasakibara."ucap Midorima dan Murasakibara yang tersentuh akan ucapan kekasihnya itu langsung menghadap ke Midorima hingga dia terbaring kembali di tempat tidurnya.
"M-Murasakibara?!"
Murasakibara pun memeluk tubuhnya Midorima dengan erat kemudian membisikkan kata ke telinga Midorima dengan lembut. "Jangan khawatir, tidak akan membiarkanmu kesepian,aku pasti akan selalu berada di sampingmu tak peduli seberapa jauh diri kita dan selama aku berada di Akita,jangan pergi dengan orang lain selain diriku yah."Murasakibara mencium kening Midorima dan membuat wajah Midorima semakin memerah hanya bisa tertawa melihat ekpresi kekasihnya yang tsundere itu.
"Huh ucapanmu barusan terlalu berlebihan seakan terdengar posesif sekali."ucap Midorima.
"Hahaha tapi kau senang kan,Midochin?!"Murasakibara tertawa dan Midorima tidak berkata apa-apa dan hanya menutup wajahnya sambil -benar manis sekali. "Nee,Midochin."
"Hm?"
"Malam ini,menginaplah disini."
"Iya…Tentu."
Murasakibara memeluk kembali kekasihnya dan Midorima membalas pelukannya,mereka berdua terus berpelukan hingga akhirnya mereka berdua tertidur.
END.
Review-nya,please
