Eternity
Chapter 2
Summary :
Hinata memutuskan untuk pindah ke Konoha, kota terpencil dengan segudang vampire di dalamnya, untuk membalasdendamkan kematian ayahnya. Semuanya terasa pahit saat orang yang ia cintai, ternyata adalah seorang vampire, makhluk yang telah membunuh ayahnya sendiri…
Pairing : NaruHina x SasuSaku
Genre : Supernatural, Romance, Mystery, Hurt
Rating : T – M
Author : cherrystory
Disclaimer : Semua Casts/tokoh di sini hanyalah milik Masashi Kishimoto, dan cerita ini asli milik saya.
Keadaan kembali sunyi setelah Sakura keluar dari kamar rumah sakit itu. Karin menerawang dan meneteskan air mata. "Sasuke, aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku setelah ini… apakah aku akan mati?"
Sasuke memandang Karin dengan mata kelamnya. "Maaf. Aku tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini." Sasuke kembali duduk di sofa dimana ia duduk tadi.
"Dokter tidak tahu kenapa darah dalam tubuhku bisa terjadi masalah seperti ini. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Apakah… kau tak bisa menyembuhkanku? Apakah aku tak bisa berubah sepertimu, Sasuke?" tangis Karin pecah. Kamar itu hanya terdengar suara tangisan Karin.
Sasuke bungkam. Bingung harus berbuat apa. "Tak seharusnya aku menggigitmu. Kupikir kau bisa berubah, tapi ternyata… maafkan aku."
Karin menepis air matanya. "Tidak seharusnya aku mengijinkanmu menggigitku. Seharusnya aku tahu ini dari awal, aku tak boleh mencintaimu." Karin memegang lehernya dengan tangan yang bergetar. "Bekas gigitanmu ini… tidak bisa hilangkah? Kalau kau menggigitku sekali lagi, apakah aku bisa berubah menjadi sepertimu? Seperti… vampire?"
"Karin…"
"Kalau aku menjadi vampire… aku bisa memilikimu… selamanya. Kita bisa saling mencintai selamanya. Tapi… kalau aku masih menjadi manusia…" Karin memegang pipinya dan melanjutkan kata-katanya, "Aku akan bertambah tua, dan bertambah tua, dan aku akan meninggal… dan kau tak lagi mencintaiku karena aku sudah tak ada…"
"KARIN! Hentikan!" Sasuke berdiri dan mulai geram. Karin terdiam di tempatnya. "Hentikan! Kalau kau berpikir seperti itu… tak seharusnya aku mencintaimu."
Karin terpaku. "Sa-sasu…ke?"
"Kita putus saja."
Karin membelalakkan matanya, seketika itu juga setetes air mata turun dari matanya. "Kenapa?" tanyanya. Sasuke terdiam. Karin semakin banyak meneteskan air mata. "Kenapa Sasuke, Kenapa?! Kenapa kau seperti ini di saat aku… mungkin akan mati?! Dimana rasa bersalahmu?!"
Sasuke tak berkutik, ia malah keluar dari ruangan itu seakan tak peduli akan Karin yang meneriakkan namanya sedari tadi. Ia benar-benar tega.
Hinata mendengar pintu rumah Sakura terbuka. Hinata segera menuju ruang tamu. "Sakura?" panggil Hinata begitu tahu Sakura telah pulang dengan wajah lesu. "Kau kenapa?"
Sakura tersenyum kecil dan menggeleng, "Tidak apa. Hanya saja mengalami hal buruk tadi."
"Hal buruk apa?" tanya Hinata penasaran.
Sakura menggeleng lagi, "Bukan apa-apa. Tidak penting. Oh ya Hinata, kau sudah makan malam?"
"Belum…"
"Kalau begitu kau mau makan apa?" Sakura dan Hinata berjalan ke dalam.
"Ehm… Sakura, kita masak bersama saja bagaimana?"
Sakura tersenyum kecil dan mengangguk, "Baiklah."
Hari Senin telah tiba, dan hari ini adalah hari dimana murid-murid Konoha High School pergi ke sekolah. Setelah makan pagi yang dibuat oleh Sakura, Hinata dan Sakura berangkat memakai mobil Hinata. Cuaca kota Konoha masih sama seperti sebelumnya. Sinar matahari tertutup oleh beberapa awan besar yang seakan mengepung langit kota itu. Sejuk dan dingin.
Jalanan juga tampak tak begitu ramai, karena kota Konoha ini jarang sekali penghuninya. Mungkin jumlah penduduk Konoha mencapai seperempat dari penduduk kota Tokyo. Mungkin bisa saja kurang dari itu. Hinata mengemudikan mobilnya dengan serius. Tak sedikit rumah atau bangunan tua dengan desain kerajaan yang ia lewati saat ini. Hawa di kota ini… bisa dibilang gelap dan suram. Tapi sepertinya kota ini baik-baik saja.
"Kota ini… seperti kota-kota jaman dulu…" ucap Hinata tiba-tiba.
Sakura ikut memperhatikan sekitar. "Ya… aku suka tempat ini. Serasa kembali ke jaman dulu setiap melewati tempat ini."
"Sakura, apakah sekolahnya sudah dekat dari sini?"
Sakura memajukan pandangannya, "Ya, sebentar lagi kita sampai. Setelah jalan itu, kita belok kiri lalu terus saja." ucap Sakura sambil menunjuk menggunakan jarinya.
Hinata melanjutkan perjalanannya. Akhirnya mereka tiba di sekolah. Mobil Hinata masuk melewati pagar besar KNH (Konoha High School). Hinata memicingkan matanya curiga, hawa di sekolah ini sangat tidak enak menurutnya. Awan mendung banyak terkumpul di daerah sekolah ini. Menurutnya, ini adalah pagi yang cerah, tapi entah kenapa keadaan daerah ini seakan mengatakan bahwa sudah hampir malam. Entahlah. Mungkin itu cuma perasaannya saja.
Hinata memakirkan mobilnya di tempat parkir yang jaraknya memang agak jauh dari gedung sekolah. Hinata dan Sakura turun dari mobil dan mengambil tas mereka. Hinata berjalan perlahan dan memandangi gedung KNH yang sangat besar. Sekolah ini terlihat seperti kastil jaman dulu.
"Bagaimana menurutmu, Hinata? Bentuk gedung sekolah ini unik, bukan?" tanya Sakura. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju gedung/kastil sekolah.
"Ya… gedung ini seperti kastil saja. Indah… dan menawan." Hinata memandang kagum gedung itu, lalu melanjutkan perjalanan. Saat Sakura dan Hinata sedang berjalan menuju gedung yang jaraknya masih jauh dari keberadaan mereka sekarang, banyak sekali pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Hinata mulai risih, "Sakura, kenapa kita diamati seperti itu oleh banyak orang?" tanya Hinata sambil melirik ke kanan dan kekiri memperhatikan eskpresi orang-orang terhadapnya.
"Entahlah, padahal sebelumnya aku tidak pernah dilihat seperti ini. Mungkin kau saja yang diamati, Hinata." kata Sakura yang mencoba untuk berjalan dengan santai.
"Apakah ada yang aneh denganku?" tanya Hinata.
Sakura berpikir sejenak, "Hmm… mungkin karena mereka tau kau adalah murid baru di sekolah ini. Kau tahu, indra mereka sangat tajam, mereka bisa tahu siapa saja murid baru yang datang ke sekolah ini."
Hinata bergidik ngeri. "Benarkah? Menyeramkan…" bisik Hinata sedangkan Sakura hanya tersenyum geli.
"Atau mungkin… itu karena kau adalah satu-satunya murid berklan Hyuuga, Hinata." kata Sakura.
"Benarkah? Ah… kau benar juga. Aku tahu banyak sekali yang menganggap bahwa klanku adalah klan terkenal. Banyak juga orang yang tahu kalau klan Hyuuga itu memiliki kekuatan dan mempercayai hal-hal supranatural. Mungkin karena itu mereka memperhatikanku sedari tadi." bisik Hinata lagi.
Seorang pria berkulit tan, dengan mata biru di bola matanya, rambut kuning jabrik, berbadan tinggi, tegap, dan berotot masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar dengan desain kerajaan jaman dulu. Pria itu berjalan dengan anggun dengan wajah datarnya, lalu duduk di sofa utama, sofa paling besar dan mewah yang memang disediakan untuknya. Hanya untuknya.
Pria berwajah tampan dan indah itu melihat Sasuke yang sedang memandang hampa ke arah luar jendela. "Uchiha Sasuke…" panggil pria berambut kuning itu.
Sasuke menoleh kecil ke arah pria tadi. "Hn? Kau sudah datang rupanya, Naruto." ucap Sasuke pelan, lalu kembali melihat ke arah luar jendela.
"Sasuke, aku sudah dengar semuanya, soal Karin." kata orang yang dipanggil Naruto itu. Sasuke mengalihkan pandangannya dengan pelan. "Kemungkinan dia akan mati." lanjut Naruto.
Sasuke bagai disambar petir mendengar pernyataan dari Naruto. Ia menunduk kecil lalu duduk di sofa dekat ia berdiri. "Hhh… aku tahu itu. Darahnya tak bisa bertransformasi dengan darahku. Kupikir hal itu akan berhasil, tapi aku tak menyangka Karin akan menjadi seperti ini."
Kiba, seorang pria yang sedang mendekap anjing berbulu tebal di pelukannya ikut berkomentar. "Sudah berapa kali Jiraiya bilang? Kaum vampire sama sekali tidak boleh mencintai manusia. Sekarang kau tahu apa akibatnya, Sasuke." Kiba mengelus-elus rambut anjingnya dengan tatapan super tajam miliknya.
Ya, mereka adalah vampire. Vampire berdarah murni bangsawan atau biasa disebut dengan pure blood vampire. Mereka adalah sekumpulan pria yang berkuasa di KHS. Bahkan mereka memiliki ruangan untuk mereka sendiri. Di Konoha, semua vampire berdarah murni adalah pemimpin, karena mereka adalah bangsawan.
Sasuke terdiam. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas ia sangat resah di pagi yang tak begitu cerah itu. Naruto merubah posisi duduknya dan berkata, "Kau serius, ingin meninggalkannya?"
Kiba kembali berkomentar, "Tentu saja Sasuke harus meninggalkannya. Tidak seharusnya kau memiliki cinta terlarang seperti ini." Sasuke semakin terbebani dengan pikiran teman-temannya. Ia tahu tak seharusnya ia mencintai seorang manusia, karena hal tersebut akan berakibat fatal.
Tiba-tiba, Kiba dan anjingnya-Akamaru mengendus sesuatu. Bau seseorang yang berbeda dari biasanya. Sepertinya orang baru. "Aku mencium bau sesuatu." kata Kiba masih mengendus-endus udara.
"Apa maksudmu? Bau apa memangnya?" tanya Naruto penasaran.
"Entahlah, ini bau seseorang. Seseorang yang sama sekali belum pernah datang ke Konoha, maupun ke sekolah ini." kata Kiba.
Naruto menaikkan satu alisnya, masih dengan gaya cool-nya. "Maksudmu… murid baru?"
BLAM
Tiba-tiba setelah itu, pintu ruangan mewah di ruangan itu terbuka dan munculah Shikamaru dengan berlembar-lembar kertas di tangannya. "Ya, ada murid baru di sekolah ini." kata Shikamaru tiba-tiba sambil berjalan menuju ke hadapan Naruto, orang/murid paling berkuasa di sekolah itu. "Aku mendapatkan biodatanya dari kepala sekolah pagi ini."
"Dasar, kenapa si Kakashi tidak memberitahuku lebih dulu?" gumam Naruto sambil mengambil kertas yang dibawa Shikamaru, lalu ia membacanya. "Hyuuga?" tanya Naruto begitu ia selesai membaca.
Kiba dan Sasuke sama-sama terkejut, begitu juga dengan Naruto. "Hm'm. Dia perempuan, dan berasal dari klan Hyuuga. Dia adalah satu-satunya murid berklan Hyuuga di sini." kata Shikamaru sambil duduk di dekat Naruto.
Kiba mengelus-elus bulu Akamaru dan berkata, "Pantas saja, aku merasa ada yang aneh di sini. Apalagi darah Hyuuga itu… menyegarkan dan paling nikmat di antara para klan manusia." kata Kiba yang sedang membayangkan bagaimana ia akan menggigit leher seseorang dari klan Hyuuga. Karena, menurut para vampire, klan Hyuuga adalah klan manusia dengan darah paling nikmat dan siapa pun vampire akan tergoda dengan darah yang dimiliki klan Hyuuga.
Naruto memandang tajam foto seorang perempuan cantik di kertas itu. Tiba-tiba, Naruto tersenyum misterius. "Hyuuga Hinata… menarik."
TBC…
Ogenki Desuka~
Hai semuanya, saya kembali bawa chapter 3. Chapter selanjutnya = NaruHina dan SasuSaku muncul^^
Terima kasih telah membaca fic saya ini \(-^o^-)/ silakan berikan komentar... saya tunggu review-nya ya...
Sampai jumpa di chapter 4...
