Ketemu lagi nih minna! ^^)/

oke bagi yang masih bingung dengan chapter sebelumnya nih author mau bahas :

1. Disini Kakshi punya 2 mata sharingan, jadi dia bisa gunain Kamui

2. Raikiri Kakashi menembus jantung Kiba dan kunainya menusuk pahanya.

yuk langsung aja lanjut ceritanya...

Warning: 15 older only! gore and blood


Previous on Chapter 2 :

Kiba dinyatakan meninggal dunia karena tertusuk kunai dan jantungnya tertembus oleh raikiri Kakashi, tidak lama Kakashi kabur menggunakan Kamui-nya bersama keempat pengawal bayarannya tersebut. Ayah Sakura dan para bawahannya kini menyusupi salah satu negri di wilayah Barat yang paling berbahaya di mata dunia, rFukusaka. Apakah mereka berhasil menyusup masuk dan tidak diketahui oleh siapa-siapa...?

"Ikuzo.."

.

.

Chapter 3:

The Beginning

.

.

Fukusaka no Kuni (Negri Fukusaka)...

Terlihat beberapa kegiatan perdagangan di tengah kota Fukusaka, para penduduk disini rupanya belum menyadari adanya sekelompok penyusup dari wilayah timur..

"Bapak jangan begitu.. perang sudah dimulai, kita harus mempunyai bahan pangan yang cukup agar bisa bertahan hidup!"

"tidak bisa pak, kalau saya masih berdagang disini, bisa bisa saya di usir dan di tangkap oleh tentara sekitar!"

Resah seorang warga Fukusaka yang ingin membeli bahan sembako untuk kebutuhan sehari sehari agar bisa bertahan hidup di era perang dunia menyeramkan ini. Pedagang pun sudah menjelaskan mengapa ia ingin segera menutup dagangannya. Akhirnya si pembeli pun pasrah dan pergi dari tempat itu dengan kesal sambil mengepalkan tangannya memukul kayu besar didepannya.

"Anak muda, saya bisa membantu anda jika anda membutuhkannya." ucap Kogawa menepuk pundak lelaki yang sedang pasrah dan kesal tersebut dari belakangnya. Lelaki itu pun menoleh ke belakang dan bertanya kepada Kogawa.

"Anda yakin? bagaimana?"

"Ada syaratnya.."

"s-syarat? apa syaratnya?"

"Bantu kami"

.

.

Sementara di tengah hutan belantara, Sakura dan teman-temannya masih melaju kecepatan larinya menuju Godan. Di sana mereka tidak sengaja menemukan kertas mencurigakan yang di tempelkan di batang pohon besar.

"Naruto.. apa ini?" tanya Sakura.

"hmm.. entah.." jawab Naruto sambil menggeleng pelan kepalanya. Ia dalam keadaan mengangkat jasad Kiba, kerabatnya.

"biar aku lihat.. BYAKUGAN!" Neji mencoba melihat isi didalam kertas tersebut, ia pun kaget lalu melanjutkan perkataannya "Gawat! Sakura lepas benda itu!" Neji langsung melompat kearah Sakura ingin melepas benda yang ada ditangan gadis tersebut.

DUAARRR...

"Aaaaa...!" desis Neji terkena ledakan bom kertas yang tertanam di kertas mencutigakan tersebut. Walaupun sedikit terkena ledakan, tetap saja ia merasa sakit dan terlihat sebagian dari baju belakangnya terbakar.

"Neji!" teriak Sasuke.

"Kuso.. kerjaan siapa lagi ini?" ujar Naruto.

"minna! jangan khawatirkan aku, tenang saja." ucap Neji dengan segera memadamkan api dengan matanya, Hyuuga memang Clan yang mampu mengendalikan api, tapi beda dengan Amaterasu.

"Neji! kau tidak apa-apa kan?!" teriak Sakura memastikan Neji di bawah pohon besar yang sedang memadamkan api.

"Iya tidak apa!" jawab Neji.

"baguslah, Neji periksa lagi di depan kita apa ada jebakan lagi?" tanya Shikamaru.

"tunggu, BYAKUGAN!" Ia kaget lagi melihat banyak bom kertas yang diletakkan di hutan tersebut, selain itu dengan lebih teliti lagi, Neji melihat banyak benang yang menghubungkan dengan Kunai yang terpasang di atas. Jika itu di tarik, maka...habislah mereka.

"Minna! sebaiknya kalian berjalan pelan mengikutiku di belakang dan dengar aba-aba ku bila ada jebakan." lanjut Neji yang memberitahukan mereka.

"Hai!" jawab mereka serentak.

Neji pun menuntun mereka berjalan sambil mengaktifkan Byakugan miliknya. Walaupun Byakugan adalah jutsu yang terbatas oleh waktu, yaitu 10 menit belum lagi mengurangi Chakra yang ada.

"Minna, kalian tahu kan kalau Byakugan hanya mempunyai batas waktu 10 menit?" tanya Neji.

Semuanya pun mengangguk mengerti dengan apa yang dimaksud Neji. mereka termasuk Neji kini melaju jalannya lebih cepat tapi pasti. Neji membertitahu mereka dimana letak kertas bom sambil melewatinya tanpa menginjak atau menyentuh. Pada akhirnya mereka sampai pada benang kecil yang hanya terlihat oleh Byakugan atau type-sensor aja.

"Minna, lihat benang itu." ujar Neji.

"huh? dimana?" tanya Naruto dan yang lainnya juga terlihat bingung dengan letak benang itu.

"Sudah kuduga kalian tidak akan melihatnya, benang ini bisa membuat malapetaka bagi kita." jelas Neji sambil menunjuk benang itu tanpa menyentuhnya.

"Sial, siapa yang sebenarnya membuat jebakan ini?" tanya Sasuke.

"Itu tidak penting Sasuke, yang penting sekarang kita harus membawa Kiba pulang secepatnya!" ujar Naruto.

"iya Naruto benar, Ikuzo minna!" ujar Neji.

Mereka pun melewati benang itu dan langsung melaju kecepatan larinya lagi kearah pulang. Kini Neji yang menuntun jalan.

.

.

"Kakashi..."

Sapa seorang lelaki separuh baya yang tengah duduk dan menaruh kepalanya di atasa tangan yang mengepal dan mpbertumpu sikut dengan tangan kursi. Kakashi pun melihatnya dengan tenang.

"Iya.. Gido-sama?" tanya Kakashi.

"Kerjamu bagus, kau dapat dipercaya Kakashi. Aku ingin memberimu tugas lagi sekarang.."

"Tugas apa tuan?" tanya Kakashi tenang dan agak sedikit terkejut.

"Tugasmu tidak terlalu sulit sperti sebelumnya, yaitu... menjaga Negri Fukusaka."

"Souka, hanya itu tuan?"

"Iya, itu saja. Aku yakin negri itu adalah incaran para pasukan wilayah Timur... maka dari tiu aku ingin kau menjaga negri itu dengan pengawalmu... bisa dilaksanakan Kakashi?" jelas lelaki itu sambil berdiri dari tempat duduknya dan melihat jendela di sampingnya.

"Hai! dapat dilaksanakan... Gido-sama." tegas Kakashi dan langsung menghilang dengan kamui-nya meninggalkan Ketua Guild Gridal. Guild Gridal adalah sekutu Guild Fukusaka dari negri Fukusaka tentunya.

"Ini hanya bagian awal dari perang, kalau ini berhasil... kemungkinan besar rencana selanjutnya berhasil."

Senyum jahat keluar dari musuh...

.

The Beginning..

.

.

"Bantu? bantu apa? hhh.. sudahlah tidak ada gunanya! aku ini sudah muak membantu orang banyak apalagi untuk orang misterius seperti kalian ini.. sebenanya kalian ini siapa?" tanya pemuda tersebut heran.

"Yamato..." ucap Kogawa

"Hai! Wakarimashita..." Yamato, salah satu anggota intelejen Gudankugo. Ia seperti biasa dapat menggunakan teknik kayu yang jarang orang bisa melakukan teknik tersebut. Ia membuat tenda kayu yang menutupi mereka dan dikamuflasekan oleh Genma. Mereka pun menghilang dan tidak bisa dilihat oleh siapapun.

"Nani?! apa yang akan kalian lakukan padaku?!" panik pemuda itu dan mencoba mencari jalan keluar.

"tenanglah, semua akan baik-baik saja kalau kau mau bekerja sama dengan kami.." tegas Kogawa. "bagaimana?" lanjut Kogawa.

"baik baik! kalian ini mau apa? siapa? dan darimana? aku tidak akan melayani orang misterius!" jelas pemuda itu.

"huuh.. baiklah, Kami adalah prajurit kiriman dari negri timur dan kami mau anda untuk bekerja sama dengan negri timur.. jelas?"

'nani? negri timur? duuh aku harus ngomong apa ini?' batin pemuda itu.

"oke aku terima, aku harus berbuat apa selain bekerja sama dengan negri timur? dan apa imbalannya?"

"oh baiklah.. kau harus memata-matai seluruh negri barat, dan sebagai imbalannya kau akan tinggal di negri timur dan mendapat makanan gratis serta uang bulanan."

"t-tapi.. aku sudah berkeluarga, bagaimana kalau istri dan anakku tidak setuju?"

"sebagai mata-mata kau harus meninggalkan orang terdekat dan menutupi identitas diri!" ucap Kogawa kasar.

"gomeen.. aku ti-" ucap pemuda itu terpotong karena ia kaget, tanpa disadari pemuda tersebut sudah digandakan oleh Kogawa.

"Clon dari dirimu akan menjadi mata-mata juga, dan ia akan mengambil makanan tersebut dengan teknik Tenso atau teknik pengiriman barang dengan instan" jelas Kogawa.

"bagaimana caranya aku menggunakan teknik itu?" tanya pemuda itu.

"Akan aku ajarkan..Kau paham?" tanya Kogawa. Lalu si pemuda tersebut mengangguk, Ia dan clon dirinya segera memakai kain penutup untuk menutupi identitas dirinya.

.

.

"Siapa itu?" heran Kakashi memantau dari atap perumahan melihat dua orang memakai jubah yang baru saja keluar muncul begitu saja. itu karena tenda kayu buatan Yamato yang dikamuflase.

"ada yang tidak beres"

SWIING..

SWIIING..

Kakashi mencoba mendekati kedua orang misterius tersebut. Ia akhirnya berhasil menggapai pundak salah satu pemuda dan ternyata..

JLEEB...

Pemuda tersebut menusukkan kunai kearah perut Kakashi. Pemuda itu pun tersenyum dan pada akhirnya ternyata hanya bayangan listrik buatan Kakashi. Tiba-tiba juga, Kakashi meluncur dari atas menggunakan raikiri dan mengenai pemuda yang tadi menusukkan kunainya ke bayangan buatan Kakashi.

"Kusoo.."

Kesal Kakashi yang ternyata ia kurang beruntung karena sasaran Kakashi hanya bayangan kayu buatan Yamato. Disaat yang bersamaan, pemuda yang baru saja bekerja sama dengan Kogawa sudah tertinggal jauh dan ketinggalan jejak bagi Kakashi.

"Yamato... ternyata dia disini, dan satu orang itu siapa? kusoo aku ketinggalan jejak!"

.

.

DUAARR...

"Nani?!"

Suara ledakan yang terdengar di ruangan ketua Guild Gridal. Ia kaget mendengar sura tersebut dan keluar dari ruangan tersebut untuk memastikan. Setelah keluar dari ruangan tersebut, tiba-tiba saja ada orang yang menusukkan kunai tepat pada jantungnya.

JLEBB..

"Si-siapa... k-kau?.. " ucap Ketua Guild tebata-bata.

Gido Danderyuu tergelatak jatuh dan kehabisan darah akibat tusukan kunai yang ada di jantungnya dan menyebabkan ia memuntahakn darahnya dan mengejang cukup lama. Ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali melihat orang yang didepannya dan mendengar perkataan dari orang tersebut.

"Guild Gridal dan Negri Fukusaka... telah jatuh." ucap Kogawa percaya diri.

"si-sialan kau n-negri t-timur.."

Kogawa dan anggota lainnya kini pergi dari tempat tersebut dan meninggalkan jasad si ketua guild Gridal. Setelah mereka pergi, si ketua guild tidak tinggal diam.. ia mengambil kunai sebagai alat tuils dan darah sebagai tintanya, ia menyempatkannya menulis sebuah pesan di lantai putih di detik detik kematian dirinya.

"k-kaka...shi.. ku-kumo..hon.." sebuah ucapan terakhir yang disampaikan dan akhirnya ia meninggal.

.

.

"Aku harus memberitahukan ini kepada ketua guild!"

SWIING...

SWIING..

Kakashi kini menuju gedung pusat Guild Gridal untuk menemui Ketua Guild untuk memberitahu apa yang terjadi di negri Fukusaka sekarang. Setelah sampai di gedung utama dan memasuki ruangan Ketua Guild. Kakashi kaget melihat jasad tak berdaya tergeletak di lantai dengan penuh darah. Ia mendekati jasad tersebut.

"Gido-sama.." Ia turut prihatin, kesal, marah dan tidak rela kehilangan orang penting Guild Gridal. Tapi amarah Kakashi terhenti ketika mengangkat tangan kanan sang ketua guild dan melihat satu kalimat yang -agak tidak jelas- dan mencoba membacanya.

"Kakashi.. kuserahkan padamu untuk memimpin negri ini.. negri timur sudah tiba, cepat panggil pasu..." Kalimat tersebut belum terselesaikan, tetapi Kakashi mengerti apa yang dimaksud ketua Guild.

"Hai! Wakarimashita, Gido-Sama." Ucap Kakashi pelan dan segera mengangkat jasad si ketua guild dan dibawa ke tempat padang rerumputan dan menguburnya sedikit-sedikit lalu melakukan tugasnya lagi. Kini tugasnya sangat banyak, selain menjaga negri Fukusaka sekarang ia harus memegang kepercayaan sang ketua guild untuk memimpin Guild.

"Doakan aku Gido-sama..."

Kakashi langsung meninggalkan tempat jasad ketua guild di kubur dan bergegas menuju para anggota inetelejensi Gudankugo yang kini masih berlari.

.

.

"Hoi.. anak muda!" teriak Kogawa yang masih mengejar si pemuda yang baru saja sudah menjalin hubungan kerjasama dengan Kogawa.

"Nani?" tanya pemuda itu dengan kepala menghadap belakang.

"Mohon berhenti sebentar.."

"Hai!"

TEG..

TEG..

Mereka pun kini dalam posisi berhenti dan saling berhadapan. Si pemuda itu pun membuka jubah yang menutupi wajahnya begitu pun Kogawa.

"Disini aku akan mengajarkanmu teknik Tenso." ucap Kogawa.

"Hontou? baiklah!" ucap pemuda itu dengan wajah senang.

"Tapi sebelum itu, aku ingin tahu namamu.."

"oh souka.. namaku Ame-.."

SWOOOSH..

"nani?!"

DUARRR

"Hwaaa.."

Kogawa dan Pemuda tersebut terlempar jauh karena adanya serangan mendadak dari atas, iya jurus itu hanya dimilikki Kakashi.. Chidori.

"Ketemu kalian.." ucap dingin Kakashi. Disaat yang sama Kogawa menggandakan si pemuda itu lagi tapi penggandaan itu tidak dibuat secara permanen melainkan hanya bunshin yang ada batas waktunya. Kogawa memberi isyarat untuk menyuruhnya pergi, pemuda itu pun mengangguk.

"Kakashi..." ucap Kogawa pelan sambil mengernyitkan kedua matanya tanda memastikan.

"Kogawa Hiashi, manusia pengganda dan juga anaknya.. cukup mengesankan."

"apa maumu Kakashi?"

"Sudah tidak ada basa basi lagi Kogawa, aku sudah tau rencanamu." Kakashi secara sergap menggunakan teknik Pedang Chidori atau Chidori yang berupa pedang yang sangat panjang hingga menusuk si pemuda yang asli. Kogawa shock dan menjatuhkan keringatnya seketika juga menelan ludah tanda ia melihat hal yang tidak diduganya.

"Aaaarrrgghhh.. lepaskan!" teriak si pemuda tersebut sambil memuntahkan darahnya dari mulut. Pedang Chidori itu sudah menembus punggung dan perutnya dan menariknya ke arah Kakashi.

"Ameguto.. kau sangat mudah dipengaruhi oleh para pengkhianat ini.."

"ma-maaf Kakashi-san.. aku tidak ada pilihan lain, karena aku dan kel-..."

CEPRROOSS...

Kogawa membelakan matanya dan membuka mulutnya melihat apa yang dilakukan Kakashi yang sangat kejam. Kakashi mengahancurkan kepala si pemuda itu dengan pedang Chidornya lagi. Jasad pemuda tanpa kepala tersebut langsung tergeletak di tanah.

"Kakashi!"

"Kogawa, beraninya kau memusnahkan negri terkuat di wilayah barat.." ucap Kakashi sambil mengaktifkan MS (Mangekyou Sharingan).

"Kau belum tahu kalau akulah sebenarnya musuh terberat untukmu.. bukan prajurit ataupun anggota di wilayah barat, mereka bagaikan semut-semut tak berdaya yang hanya bisa meminta tolong bantuan negri lain, seperti aku ini." jelas Kakashi sambil mendekati Kogawa, ia pun langsung mencekek leher Kogawa dengan kecepatan Sharingannya yang tidak bisa dibaca oleh Kogawa.

"Ka-kashi..le-lepaskan!" panik Kogawa. Disaat yang sama Kakashi membuat raikir di tangan kirinya dan langsung menusuknya kearah wajahnya.

JLEEEB..

"Selesai sudah..." ucap Kakashi dengan senyum jahat.

TWIING..

"Nani?!" Kakashi kaget melihat korbannya hanya bunshin kayu.

"Kakashi... kau tetap sebagai muridku yang ceroboh.." ucap Kogawa di atas pohon tepat diatasnya Kakashi yang masih membelakan matanya kaget.

"Ti-tidak mungkiin.." kesal Kakashi.

Kogawa dan yang lainnya sudah tiba dan menjegat Kakashi agar tidak bisa kabur. Kakashi pun panik melihat segerombolan orang berjubah hitam mengelilinginya. Akankah ia tertangkap atau mati?

.

Still my child apperentice..

.

To Be Continued..


Gomeeeeeeen lama updet-nya.. mohon dimaklumi ya minna! hontouni gomen ^^ dikarenakan banyak tugas yang menumpuk disertai terjangan ombak ulangan (paan coba). oke disini author mau nanya.. Genre yang cocok untuk cerita ini sebenarnya apa sih? yang mau ngasih saran review ya dan sekali lagi bagi yang mau nge-Flame.. mohon cantumkan nama. Buat yang mau membangun cerita ini untuk lebih lebih lebih bagus lagi.. review dari sekarang.. karena review lah yang akan author ketahui dimana kesalahan Author ^^

Sekali lagi terima kasih! dan maaf karena lama update.. ditunggu ya sarannya dan juga reviewnya! Sampai jumpa di Chapter selanjutnya minna^^)/

Jaa ne..