Chapter 3 yuhuu~

Selamat membaca!


Disclaimer:

Kuroko no Basket © Fujimaki Tadatoshi

"I'm Happy If You're Happy"

Warning: OOC, typo, yaoi, alur /kayaknya/ cepat, AkaKuro numpang lewat


Satu setengah minggu pun berlalu, Nigou akhirnya bisa keluar dari rumah sakit terkutuk itu. Ia senang sekali dan Master-nya juga masih tak tau sampai sekarang kalau ia dirawat di rumah sakit selama satu setengah minggu itu. Nigou pun bisa kembali ke kehidupannya sehari-hari. Ia berjalan ke arah tempatnya bekerja.

.

.

.

Sampai di tempat kerja, ia membungkuk dalam-dalam karena telah absen bekerja selama 1 setengah minggu. Manager-nya memaklumi hal itu dan menyuruh Nigou untuk mulai bekerja besok. Nigou pun berterima kasih lalu segera pulang.

.

.

.

Sampai di rumah, Nigou langsung memasak sup miso dan Ebi Tempura untuk makan siang.

"Itadakimasu!" ucap Nigou dan ia pun memakan makanannya sampai habis.

Sepi sekali ... sepertinya aku harus keluar mencari udara segar, pikir Nigou. Setelah menghabiskan makanannya, dia pun langsung mencuci piringnya dan beranjak pergi dari rumah.

.

.

.

Di tengah jalan, Nigou melihat Kise, Aomine, dan Murasakibara sedang mengintip 2 orang yang sedang berpacaran. "Sedang apa kalian disini?" tanya Nigou.

"Kami sedang mengintip Tetsu dan Akashi sedang pacaran, kau diamlah!" jawab Aomine tanpa menoleh ke arah Nigou.

"Tidak baik mengintip hubungan Master dan Akashi-kun, Kise-kun, Aomine-kun, Murasakibara-kun..." kata Nigou. Mereka bertiga pun menoleh dan tampak kaget. Mereka tak tau kalau yang bertanya adalah Nigou, mereka pikir itu orang lain.

"Eh ... oh ... Nigoucchii. Oh, ya! Ssstt! Kau diam-diam ya, atau mereka bakal sadar kalau kita sedang mengintip kencan mereka." kata Kise dengan suara kecil. Tapi terlambat, Akashi sudah berjalan menuju ke arah Kise dengan membawa gunting di tangannya. Kuroko hanya melihat Akashi dengan wajah datar.

"Ah ... aku tidak ikut-ikutan ya. Dah, semoga nyawa kalian selamat." kata Nigou sambil berjalan santai dan melambai-lambai ke arah mereka bertiga. Kise dan Aomine tampak bingung, tapi Murasakibara sudah langsung menjauh dan pura-pura makan snacknya.

"Oh ... jadi kalian yang daritadi mengintip kencan kami, ya ... Pelajaran apa yang akan kuberi kepada kalian, ya?" seru seorang pemuda berambut merah dan mempunyai mata heterochromatic itu. Kise dan Aomine menoleh ke sumber suara dan mereka pun langsung shock saat melihat muka orang itu.

"Ah ... eh ... kami tidak ... uh..." Kise berbicara gelagapan. Akashi semakin menatap tajam ke muka Kise.

"Ini salahnya dia! Dia yang mengajak kita untuk mengintip kencan kalian, ya kan Atsushi?" tanya Aomine ke Murasakibara sambil menujuk ke Kise. Murasakibara pun mengangguk. Akashi semakin menatap tajam ke Kise, Kise jadi pucat pasi.

Hah ... pokoknya aku tak ikut campur urusan ini..., desah Nigou dalam hati.

"Nigou? Kau sedang apa disini? Kau juga ikut mereka?" tanya Kuroko tiba-tiba di belakang Nigou. Nigou menoleh.

"Ah ... Master, apa kabar? Tidak, tidak, aku hanya kebetulan saja lewat sini kok." jawab Nigou.

"Aku baik-baik saja. Kau juga baik-baik saja, kan Nigou?"

"Iya, aku baik-baik saja, Master." jawab Nigou berbohong. "Master bahagia hidup dengan Akashi-kun?" tanya Nigou. Yang ditanya agak sedikit nge-blush.

"I ... iya, Nigou. Kuharap kamu juga bisa cepat-cepat dapat pasangan, ya." ucap Kuroko masih dengan muka yang sedikit nge-blush.

"Tenang saja, Nigou. Aku akan menjaga Master-mu dengan baik." kata Akashi tiba-tiba dengan tenang sambil memegang bahu Kuroko.

"Iya, terima kasih Akashi-kun. Tolong jaga Master dengan baik." kata Nigou sambil sedikit membungkuk. "Aku permisi dulu, aku harus beli bahan makanan untuk 2 minggu ini." lalu Nigou pun berjalan ke arah supermarket.

"Ah, tunggu Nigou! Barengan saja denganku, sudah lama kita tak belanja bersama." ujar Kuroko. Nigou pun berhenti berjalan lalu menoleh.

"Eh? Ta ... tapi, Akashi-kun nya bagaimana?"

"Sudah, belanjalah berduaan. Toh, sudah lama kan kalian tak belanja bersama?" sahut Akashi dengan tenang.

"Terima kasih, Akashi-kun!" kata Kuroko dengan senang, lalu ia pun berjalan ke samping Nigou. "Ayo, Nigou!" kata Kuroko sambil merangkul lengan Nigou. Nigou pun dengan pasrah mengiyakan ajakan Master-nya.

-o0o-

"Kau mau masak apa besok, Nigou?" tanya Kuroko saat berada di tempat sayuran.

"Mi udon. Master pasti besok mau masak sup tofu, ya?" jawab Nigou lalu bertanya ke Kuroko.

"Ah ... iya, Nigou. Soalnya itu makanan kesukaannya, sih." jawab Kuroko sambil tersenyum.

"Hem ... begitu." gumam Nigou.

"Kau sudah selesai berbelanja kebutuhanmu, Nigou?" tanya Kuroko.

"Sudah. Master juga sudah?"

"Iya, sudah. Ayo kita bayar, Nigou." ucap Kuroko sambil berjalan ke arah kasir. Nigou mengikutinya dari belakang.

Selesai membayar belanjaan, Kuroko mampir ke sebuah toko. Ia membeli sesuatu lalu memberikannya kepada Nigou. "Ini untukmu, Nigou." kata Kuroko sambil memberi benda itu kepada Nigou.

"Apa ini?" tanya Nigou sambil menerima benda itu dan melihatnya.

"Itu untuk gantungan handphone. Kupikir handphone-mu sepi sekali, jadi kubelikan. Lihat, aku juga beli yang sama sepertimu." kata Kuroko sambil memperlihatkan gantungan handphone miliknya yang sama dengan punya Nigou.

"Begitu ... terima kasih, Master. Aku akan menjaganya baik-baik." kata Nigou sambil tersenyum.

"Sama-sama, Nigou. Ayo kita pulang." ucap Kuroko sambil berjalan keluar supermarket. Nigou mengangguk sambil berjalan di belakang Kuroko.

-o0o-

"Hah ... hari ini ada-ada saja. Bertemu mereka bertiga mengintip kencan Akashi-kun dan Master. Lalu berbelanja bersama Master. Sudah lama sekali aku tak berbelanja bersama Master ... aku jadi rindu saat-saat itu." gumam Nigou sambil melihat gantungan handphone yang sudah tergantung di handphone-nya sambil tersenyum.

Lalu ia menaruh handphone-nya di meja kecil sebelah tempat tidurnya. "Selamat tidur ... Master." katanya sambil menarik selimut dan tidur.


Singkat ya? ahaha saya bingung sih mau nulis apa, gomen... ;~;

Review nya silakan!

Lanjut?