"um, sampai kapan kau akan mengikutiku?" Tanya Hinata mulai risih pada Sasuke yang masih saja mengikutinya, padahal sudah sejak lama mereka keluar dari gudang.

"Jangan GR, gue jalan sama lo karena kita sama-sama mau ke ruang OSIS." Jawab Sasuke tak terima dengan perkataan Hinata yang dia anggap merendahkan harga dirinya. Tak ada Uchiha yang yang rela mengorbankan harga dirinya untuk mengikuti seorang gadis.

'Sudah jelaskan, dia mengikutiku?' Fikir Hinata sebal melihat harga diri Sasuke yang setinggi monas,"Ugh, kita tak searah Sasuke. Aku harus ketoilet!" Mendengar ucapan Hinata, wajah Sasuke memanas,'memalukan.' Gagal sudah rencana terpendamnya malah tergantika dengan kenyataan memaluka bahwa Sasuke yang terhormat hendak mengikuti seorang gadis ketoilet.

"Hn." Gumam Sasuke Jaim, bukan Stoic tapi jaim. Ia pun berjalan meninggalkan Hinata yang terlihat bingung,"Hebat sekali, Urat malunya benar-benar lepas."

"Tapi aneh, tumben dia tak membentakku, dia juga tidak memelototiku seperti biasanya?"

{Lie Shin-Chan}

"Masuklah, sudah malam!" Perintah Gaara pada Matsuri, membuatnya merenggut tak rela yang dibalas helaan nafas tak suka dari Gaara.

"Kita tak sedang piknik, kau tahu kan?"

"Kau tak romantis!" Cibir Matsuri kesal, ia berlari meninggalkan Gaara hingga beberapa saat kemudian terdengar debaman pintu yang berasal dari kelas 7e, tempat gugus 9 tidur dengan Matsuri salah satu anggotanya . Gaara pun melenggang pergi tanpa sedikitpun rasa bersalah.

{Lie Shin-Chan}

"Apa?" Pekik Ino tak percaya dengan cerita panjang lebar Sahabatnya.

"Jangan berteriak Pig." Lirih Sakura. Ia menjatukan kepalanya keatas meja, sejenak saja dia ingin melupakan semua tentang takdirnya termasuk ikatan bodoh antara dirinya bersama Kakuzu.

"Lalu bagaimana dengan Sasori, pein, Kiba, Shino, Kimimaro, Orochimaru, Kabuto dan satu lagi berondong Konohamaru?"

"Siapa yang peduli dengan mereka?"Ya, bagi Sakura mereka hanya selingan, karena ia masih meyakini cintanya hanya untuk Sasuke. Sakura memang mendapatkan segalanya dari semua pacarnya termasuk uang tapi sampai saat ini ia tak pernah mampu memiliki apa yang ia mau, karena itulah takdirnya.

{Lie Shin-Chan}

"Oi teme, gimana?" Teriak Naruto mendekati Sasuke bersama sahabat hijaunya.

"Gimana apanya?"

"Kencan Lo lah!" Jawab Lee mewakili Naruto.

"Lumayan." Jawab Sasuke datar meski dalam hati ia terus memaki-maki dirinya sendiri,'yeah, lumayan memalukan.

TBC