Embun dipagi buta membuat si pria mungil nan cantik tersebut terbangun dari tidurnya, ia sekilas menoleh ke arah pria besar yang masih tertidur dengan tangan yang melingkar di pinggang rampingnya. Sesekali ia tersenyum saat melihat sang suami tertidur dengan tangan yang mengelus surai rambutnya dengan sangat lembut.

Hari ini adalah hari dimana mereka akan menghabiskan masa-masa bulan madu mereka dengan pergi berjalan-jalan di Pulau Jeju. Ah, tempat itu sangat indah jika dijadikan sebagai tempat untuk berbulan madu, apalagi jika dikunjungi oleh pasangan baru yang baru saja menempuh hidup baru mereka.

"Sudah waktunya untuk bangun, Sayang~" ucap si pria mungil sambil mengecup lembut sebelah pipi sang suaminya yang masih tertidur pulas.

"Hey~ jangan mengabaikanku, ayo bangun! Kau tidak ingat kita akan pergi kemana? Jeju, Yeol, Jeju~ ayolah!" gerutu si pria mungil mulai jengkel terhadapnya.

"Chanyeollie~" panggilnya.

"Chanyeol~" panggilnya lagi.

"Park Chanyeol~"

"ChanBoo~"

"Yeollie~"

Berbagai nama panggilan ia sebutkan demi membangunkan sang suami, tentu saja Baekhyun tidak tinggal diam. Ia mulai mengecup-ngecup lembut area wajah suaminya itu dengan gemas. "Bangun, Sayang, kau ingat bukan bahwa hari ini kita akan pergi kemana?" ujarnya.

Bagaikan mengeluarkan ribuan jurus andalan, tetap saja pria bertubuh besar itu tidak sedikitpun membuka matanya atau beranjak dari kasurnya. Hal ini membuat Baekhyun sedikit jengkel nan gemas dibuatnya.

"Jika kau tidak bangun, tidak akan ada lagi—" ucapnya belum selesai lantas Chanyeol kemudian membuka matanya dan menyela perkataannya. "Ya, ya, aku bangun, Sayaaaang."

Chanyeol menatap Baekhyun dengan durasi yang agak lama, lalu kemudian si pria mungil itu merespon dengan sebelah alisnya yang dinaikki. "Apa?" tegasnya.

"Dimana morning kiss-ku?" tanyanya dengan amat sangat polos.

Baekhyun terkekeh kecil, ia kemudian memasang wajah datarnya kembali. "Dalam mimpimu." jawabnya tegas. "Bangunlah, aku sedang menyiapkan sarapan untukmu. Lebih baik kau bersihkan dirimu dulu sebelum makan, ya?"

"Aaahh, aku malas sekali," gumamnya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu si pria mungil itu tanpa izin.

"Chanyeollie~"

"Baiklah, baiklah. Aku akan mandi sekarang juga. Kau ini memang pintar dalam membujukku, Sayang."

"Sana cepat. Aku menunggumu di ruang makan~"

Baekhyun pun segera meninggalkan Chanyeol yang masih berada di atas kasur. Dengan tiba-tibanya, Chanyeol meraih pergelangan tangan kecil itu agar si pria mungil tidak dapat melangkah lebih jauh lagi, kemudian ia menarik pergelangan tangannya itu sampai Baekhyun jatuh ke dalam rengkuhannya.

"Dimana morning kiss-ku?" ucap Chanyeol dengan pertanyaan yang sama.

"Tidak ada morning kiss sebelum kau mandi," jawab Baekhyun tegas. "Sana cepat, kau menginginkannya bukan?"

Baekhyun kemudian pergi meninggalkan Chanyeol yang tampaknya masih tidak rela untuk meninggalkan kasurnya demi untuk mandi pada pagi hari itu.

Si pria mungil untuk kembali ke dapur lantaran ia belum selesai memasak untuk menyiapkan sarapan pada pagi hari ini. Baekhyun memang tidak pandai dalam memasak, namun ia berusaha sebisa mungkin agar masakannya sempurna saat sudah bertemu dengan lidah suaminya.

Baekhyun tiba-tiba merasa janggal dan berat lantaran ada sebuah tangan besar yang melingkar di sekujur pinggangnya dengan sangat erat. Ia kemudian menoleh ke samping dan mendapati kepala sang suami yang sudah terjatuh di atas bahu mungil miliknya.

"Kau sudah mandi?" tanya Baekhyun.

"Belum~" jawabnya malas.

"Aigo, cepat mandi!"

"Aku tidak mau~"

Chanyeol semakin erat memeluk pinggang Baekhyun dan menyembunyikan wajahnya di belakang bahu Baekhyun. "Chanyeol, kau harus mandi. Setelah mandi, baru kita sarapan, oke?"

"Iya, tapi nanti saja ya? Aku sudah nyaman memelukmu seperti ini," jawabnya seperti anak kecil yang penuh permohonan.

"Cih, dasar." gumam Baekhyun. "Ah~ mumpung kau disini, bagaimana jika kau mencicipi masakanku terlebih dahulu?"

Chanyeol langsung mengangkat kepalanya dan menjawab tawaran Baekhyun dengan semangat, "ya, baiklah!" serunya.

Baekhyun mulai memasuki mulut Chanyeol dengan sendok yang berisi kuah sup. Setelah Chanyeol meresapi kuau tersebut, Baekhyun mengangkat sebelah alisnya dan berharap agar masakannya enak kali ini. "Bagaimana rasanya? Enak? Atau-"

"Asiiinn~" sela Chanyeol sambil menjatuhkan kepalanya di atas bahu mungil Baekhyun.

"Ah! Benarkah? Ya Tuhan, maafkan aku Chanyeol. Apa terlalu asin? Ah, aku tadi memasukan berapa sendok garam ya kedalam sup..." ucap Baekhyun dengan tangan yang mengelus surai rambut Chanyeol diakhiri dengan menepuk keningnya. "Baiklah, akan kubuatkan la-"

"Tidak kok Baek, tidak terlalu asin. Kau tidak perlu membuatnya lagi, aku suka dengan sup buatanmu itu." sela Chanyeol.

"Tapi, itu terlalu asin Yeol, kau tidak bisa memakan yang asin-asin bukan? Akan kubuatkan lagi dengan kadar asin yang lebih rendah ya?"

"Itu tidak perlu, Sayang..." ujar Chanyeol sembari mencium-cium lembut area di sekitar pipi mochi milik Baekhyun, membuat si pria mungil kegelian karena tingkahnya.

"Ya! Kau menciumku!" seru Baekhyun.

"Lalu, kalau iya kenapa, hm?" tanya Chanyeol masih dengan aksinya.

"Kau belum mandi, Chanyeol! Kau tidak boleh menciumku sampai kau selesai mandi,"

"Waeeee? Peraturan macam apa itu?"

"Peraturan baru agar kau tidak seenaknya menyerangku!"

"Bagaimana jika aku menyerangmu sekarang? Tanpa aba-aba dan tiba-tiba?" seringaian Chanyeol keluar ketika Baekhyun mengerutkan dahinya.

"Ya! Tidak, Chanyeol, jika kau seperti itu aku akan marah padamu, ya?" ujar Baekhyun. "Tidak akan ada lagi morning kiss, atau semacamnya!"

"Andwaeyo, Baekhyuna!" ia langsung menjatuhkan kepalanya di atas bahu mungil Baekhyun, tangannya juga semakin erat memeluk pinggang ramping Baekhyun.

"Jadi?" tanya Baekhyun sembari fokus mengaduk sup buatannya.

"Ya, aku akan mandi," jawabnya.

"Lalu, kenapa kau masih memelukku, eoh?"

"Kau wangi, aku menyukainya."

Dengan seketika jantung Baekhyun berdegup dengan kencang, pipinya terasa panas seperti direbus secara bersamaan. Padahal mereka sudah melewati 4 tahun bersama-sama, hal sesederhana ini pun masih bisa membuat Baekhyun tersipu malu tidak karuan.

"Chanyeollie~"

"Hm?"

"Mandi sana~"

"Argh- bagaimana aku bisa menolak permintaanmu kalau kau saja bertindak seimut itu dihadapanku?" ucap Chanyeol pasrah, tangannya tidak tinggal diam untuk mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

"Kau memang yang terbaik, Baekhyun." ujarnya lagi. "Aku mencintaimu, Sayang, kita akan bertemu lagi setelah aku mandi~"

"Ya, aku memang yang terbaik, Chanyeol." sahut Baekhyun dengan lagak sombong yang dibuat-buat. "Aku juga mencintaimu. Cepat mandi!"

"Berjanjilah untuk satu hal padaku, Baek."

"Apa?"

"Mari kita bersenang-senang setelah sarapan."

"Bersenang-senang? Bukannya kita memang ingin pergi ke Pulau Jeju untuk bersenang-senang, Channie?"

"Bukan, itu maksudku."

"Lalu?"

"Cih, kau ini benar-benar polos sekali, Baek. Aku sangat khawatir jika kau berlagak seperti orang yang tidak mengetahui apapun lalu di culik oleh orang yang tak di kenal dan memaksamu menjadi istrinya? Ahhh tidak mungkin!"

Chanyeol langsung memeluk Baekhyun dengan erat lagi. "Katakan sekali lagi," ucap Baekhyun dengan tegasnya.

"Tidak mau," jawab Chanyeol dengan kepala yang masih ia sembunyikan di atas bahu mungil Baekhyun.

"Katakan sekali lagi jika kau berani, Chanyeol."

"Tidak, Baekhyun, tidak. Aku berjanji tidak akan berkata seperti itu lagi. Aku akan melindungimu sampai aku mati sekalipun, sekarang dan selamanya kau tetap menjadi istriku! Kau milikku, Baek! Tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu atau memilikimu selain aku!"

Baekhyun yang mendengar itu langsung surut emosinya, ia tersenyum manis dan membalikkan badannya agar ia dapat menghadap dan menatap wajah Chanyeol. Kemudian, tangan mungil Baekhyun mulai menangkup kedua pipi Chanyeol dan menatapnya sangat dalam.

"Channie, lihat aku~" pinta Baekhyun dengan suara yang seperti anak kecil meminta sebuah balon.

Chanyeol menurut, ia pun menatap Baekhyun sama seperti Baekhyun menatapnya sangat dalam. "Baek, maaf, aku tid-"

"Ssst. Aku ingin bertanya suatu hal padamu, Chan."

"Apa itu, Baek?"

"Jika aku di culik dan dipaksa menjadi seorang istri dari penculik tersebut, apa kau rela aku menjadi istri orang lain?"

"Tidak, Baek! Aku bersumpah, aku tidak membiarkan siapapun memilikimu selain aku!"

"Lantas kenapa kau berbicara seperti itu, hm? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"

"Aku mencintaimu, Baek! Aku sangat, sangat, mencintaimu. Maaf, Baek, aku... aku hanya bercanda dan asal berbicara saja. Kau tahu kan aku ini seperti apa? Tapi, mungkin leluconku terdengar berlebihan hingga... ah, hingga..."

Baekhyun tertawa geli melihat tingkah Chanyeol. "Hingga apa?"

"Ehm, hingga membuatmu merasa bahwa aku tidak mencintaimu?"

"Jadi, kau memang tidak mencintaiku? Dan kau sebenarnya ingin aku di miliki oleh orang lain? Baiklah, aku per-"

"Jangan! Ya ampun, Sayang, bukan begitu maksudku, Baek!" Chanyeol langsung aja memeluk erat Baekhyun dan menjatuhkan kepalanya di pundak pria mungil itu yang lebih rendah darinya.

"Nah, bagaimana jika kau menuruti perkataanku, Chanyeol? Aku sudah menyuruhmu untuk mandi tapi kenapa kau tidak beranjak sedikit pun ke kamar mandi?"

"Kau menggodaku barusan,"

"Aku tidak ingin mendengarkan semua perkataanmu jika kau tidak mandi detik ini juga. Kau tahu? Mama akan segera datang bersama Bi Yuri, pastikan kau sudah mandi sebelum mereka datang kesini."

"Jinjja?! Yang benar saja, kenapa kau baru mengatakannya itu padaku, Baekhyun! Astaga, aku bisa gila sekarang, apartemennya benar-benar berantakan!"

"Tenanglah, Chanyeol. Lebih baik kau mandi dan aku memasak. Akan lebih baik lagi jika kau selesai mandi, bantu aku merapikan ruang tamu, ya?"

"Oke, oke."

"Aku mencintaimu," ucap Baekhyun dengan senyum manisnya, tak lupa ia juga memberikan flying kiss kepada suaminya yang baru saja menuju ke arah kamar mandi.

"Tolong, jangan sekarang. Kau ini selalu saja bersikap manis, aku tidak tahan melihatnya," kata pria itu.

"Hahaha, bercanda! Baiklah, sana mandi. Kita akan bersenang-senang sehabis ini," kekehnya.

"Masih lama untuk kita pergi ke Pulau Jeju, Sayang,"

"Maaf, tapi bersenang-senang yang kumaksud bukanlah bulan madu ke Pulau Jeju, Chanyeol,"

.

.

.

Note:

Sumpah, nggak tau lagi harus lanjutin kayak gimana hueee ㅠㅠ sebingung itu buat cari kata-kata yang bener-bener baku. At least, aku gabisa bikin cerita yang terlalu baku jadi maaf aja kalo tutur kata nya kurang jelas, kadang bisa baku kadang juga enggak HAHAHA. Maaf untuk keterlambatan up, semuanya karna otakku yang gamau jalan tiap liat doc manager.

Anyway, aku juga lagi proses buat one shoot jadi nggak nentu ya up nya kapan, dan nggak tau juga selesain one shootnya kapan