Title : I Don't Know WHY?
Author : Bananamint a.k.a drez a.k.a Andre
Rate : NC 21
Genre : romance
Cast : YUNJAE
Edit by : Blueberrymilkshake aka dee

Chap : 3A/3B ending chapter

warning: yaoi Yunjae. Bahasa NC nya sedikit detail mengarah ke mature. tidak suka, mohon untuk tidak membacanya. perubahan bahasa dalam FF ini sudah mendapatkan persetujuan dari Author dan dia tidak mempermasalahkan. ada baiknya kalau merasa tidak suka, ke PM saja. terima kasih.

Editor Note:Saya bagi dua, sebab ternyata panjang kalau di jadikan satu tuh XDD. Lagipula, rencananya Andre ini FF sebenarnya 1 Shoot loh. Hadeh..1 shoot masa berisi 30 halaman masih seperempat dari cerita coba. Nah ketika ia beri chap 2 nya, udah tamat itu kan aku kaget lagi. Chap 2 ada 40 halaman. Apa gak tahu dia kalau udah di edit bakal bengkak? Makanya saya jadikan 2 part lagi, eh ternyata malah part 3 juga panjang. Padahal kemarin ku sisakan 12 halaman. Tapi di edit jadi panjang lagi. Ya udah, aku bagi dua lagi hahaha… chap 3B gak bakal di potong, itu bakal ff full NC XD. Yang mau baca FF NC yah komen rek XDD. Ojo lali yo

"Lebih baik kau pulang Yunho. Maaf aku tidak dapat mengantarmu."Jaejoong segera membalikan badannya sambil menghapus airmatanya. Begitu ia ingin masuk kedalam, tangan Yunho menahannya dan menarik Jaejoong kembali kepelukannya dan kemudian mencium Jaejoong.

"Yah.. mmm..hmm.. Jung.. emmm.."Jaejoong berusaha melepaskan pelukan dan ciuman Yunho yang begitu intens padanya. Namun seberapa kuat ia mencoba melepaskan dengan tenaganya yang terkuat sekalipun, entah kenapa ia merasa Yunho lebih unggul. Tak pernah ia berpikir bahwa tenaga lelaki yang ia punyai akan kalah seperti ini! Jae Joong memang sangat menyukai Yunho dan sangat ingin sekali merasakan bibir Yunho tapi tidak dengan cara seperti ini. Lidah yang tengah memagut bibirnya dengan ganas, mengulum bibir merahnya dan mendesak untuk membalas, namun ia tak bisa membiarkan sahabat yang berada dalam pengaruh alcohol ini kian membuatnya terpojok. Ini merupakan salah satu kesalahannya juga bukan?

Dengan menghimpun kekuatan tersisa dalam tubuhnya, Jae Joong mendorong tubuh Yunho dan terlihat pria itu terhuyung dan terjatuh di lantai di sebabkan kuatnya tenaga dorongannya. Ketika itu, Yunho sepertinya masih di kuasai amarah, ia pun berdiri dengan tertatih, secara refleks Jaejoong menonjok perut Yunho sekarang hingga pria itu jatuh terduduk kembali. Kemenangan mutlak sebab Yunho jatuh terduduk kembali. Sakit pastinya, tapi hanya ini dapat Jae Joong lakukan agar sahabat tercintanya itu sadar mungkin dari mabuk! Dengan tubuh serta bibir bergetar hebat Jaejoong berlari masuk kedalam apartemen, menutup pintu dan mengunci segera kalau-kalau Yunho nekat memasuki apartemennya seperti selama ini, Jae Joong tak yakin dapat lepas dari tubuh Yunho yang sangat kuat. Jae Joong begitu mengerti Yunho! Tapi saat ini yang bisa Jae Joong lakukan adalah membiarkan sahabatnya untuk berpikir jernih!

"Ini sungguh diluar perkiraanku, mungkin ini semua terjadi karena Yunho sedang mabuk. Meski aku berharap bahwa ia menciumku tapi tidak dengan paksaan seperti itu! Aku harus bisa melupakan ini semua."

Jaejoong berkata pada dirinya, menyandar pada pintuu kemudian merosotkan tubuh ke lantai. Kedua kaki nya yang bergetar sudah tak mampu berdiri tegak. Jae Joong menangis tanpa suara sambil menelungkupkan wajah di kedua lutut kaki. Entah sudah berapa lama ia dalam posisi itu, suara Yunho seakan tak terdengar lagi. Jae Joong dari rasa shocknya, berdiri dan mencoba mengintip pada lubang kecil kalau saja sahabatnya masih ada di samping pintu tempat jatuhnya. Tidak ada Yunho di tempat ia memukul berarti Yunho sudah pergi dari apartemennya! Jae Joong pun sekarang beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya yang entah mungkin terlihat berantakan. Di lihat wajahnya di cermin yang memancarkan kesusahan hatinya beberapa hari ini pasca ciuman yang membawa 'malapetaka' pada hari ini. Jae Joong mendesah nafas panjang.

"Semua baik-baik saja Jae Joong! Ya..semua baik-baik saja!"

Jae Joong bergegas menuju tempat tidurnya. Meski ia sudah membasuh dengan air area bibirnya, rasa ciuman yang lumayan intens itu masih melekat. Rasa itu sama ketika ia tengah bermimpi, hanya saja berbeda sekali kelakuan Yunho disana. Jae Joong mencoba untuk tidak memikirkan lagi sebab kalau tidak, maka ia tidak tidur nantinya. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Jae Joong bisa juga menuju alam tidurnya!

############################################

Mentari pagi bersinar begitu terangnya. Langit pagi terlihat begitu biru sekali, awan putih di sekitarnya tidak banyak berkumpul sehingga siapapun dapat melihat lautan biru membentang luas dilangit. Sinar terang ini pun mengusik seorang laki-laki yang masih tertidur pulas akibat pengaruh minuman alkohol yang ia minum semalam. Yah..dia adalah Jung Yunho yang sejak semalam setelah menerima pukulan dari Jae Joong masih belum terbangun dari tidurnya. Tentunya factor utama adalah alcohol yang membuat akal pikirannya menghilang semalam dan kedua ingatan yang tak dapat ia lupa ketika ia mabuk semalam yakni mencium paksa sahabatnya itu di sebabkan kefrustasian menggunung beberapa hari ini atas kelakuan Jae Joong yang diluar kebiasaan!

Bila ia tidak di pukul hingga jatuh oleh Jae Joong, Yunho mungkin tak akan tersadar bahwa telah berlaku kasar pada sahabatnya itu. Pukulan keras di perut semalam oleh Jae Joong tak lama kemudian membuat ia memuntahkan isi perutnya di sebuah tempat sampah tak jauh dari pintu apartemen Jae Joong. Setelah memuntahkan isi perutnya itu, Yunho mulai sedikit mendapatkan kesadaran atas yang baru saja ia lakukan. Ingin pria itu mengetuk pintu apartemen Jae Joong namun diputuskan pulang saja sebab pasti Jae Joong sangat terluka! Namun semua ini karena Jae Joong yang menghindarinya, kalau saja sahabatnya itu tak bersikap begitu menghindarinya hanya sebuah ciuman yang katanya ketidaksengajaan itu maka Yunho tak melakukan ciuman kasar malam tadi. Tapi satu hal yang ia dapatkan dari perlakuan kasarnya, Yunho akhirnya tahu bahwa Jae Joong memiliki perasaan padanya oleh sebab itu menciumnya pada saat itu. Lalu arti ciuman kasarnya itu?

Untuk ciuman kasar Yunho kepada Jae Joong semalam di pikirkan dalam perjalanan pulang kerumahnya pun ia tak dapat mengerti kenapa dapat melakukan ciuman itu dan apa arti dari semua perlakuan terhadap Jae Joong. Apakah ini di sebabkan ia shock dengan teman SMU nya Yoochun yang seorang gay atau ada yang lain dalam perasaannya? Tidak…semua tak lebih dikarenakan sudah tak tahan dengan Jae Joong yang selalu menghindarinya dan selalu mau tak mau mengganggu alam pikirannya! Namun yang dapat dengan pasti Yunho sadari, ia kesepian tanpa sahabatnya itu. Sejak ada Jae Joong, kehidupan memang lebih berwarna, Yunho mulai meninggalkan kehidupan lamanya yang penuh dengan pesta, hingar bingar diskotik malam hanya untuk mengusir rasa kesepiannya berada di rumah besar!

Yunho dengan masih sedikit sempoyongan akibat minuman yang di minum dan pukulan di perut oleh Jae Joong menuju lift dan menuju lantai bawah di mana ia memarkir mobilnya. Untunglah tak terjadi apa-apa padanya semalam ketika menyetir. Begitu sampai di ranjang, ia merebahkan tubuh kekarnya di atas kasur tanpa berganti pakaian. Dia rupanya cukup lelah dengan apa yang terjadi!

"Arghhh."

Yunho akhirnya terbangun akibat matahari dengan terang menyinari tepat didepan wajahnya, itu pasti korden yang menutupi kaca jendela telah di buka oleh seseorang. Mendapat sinar menyilaukan tepat di wajah membuatnya membuka mata dan dengan perlahan bangkit dari posisi tidur. Dengan cepat ia segera merasakan efek dari minuman yang di minum semalam, padahal ia hanya duduk belum berdiri. Sedikit pusing ditambah sedikit rasa mual dalam perutnya mulai bergejolak kembali. Ingin sekali ia muntah sekarang dan beranjak cepat dari duduknya namun rasa ingin muntah itu di tahannya ketika ia mencium bau parfum wanita yang ia ketahui ia ingat adalah wangi parfum ibunya. Ibunya tak pernah mengganti wangi parfum itu sebab ibunya pernah berkata bahwa itu wangi parfum favorit appanya! Tapi benarkah itu ummanya? Sangat aneh ia berada di kamarnya pagi hari!

"Kau sudah bangun?" Wanita yang tak ia sangka keberadaannya ternyata memang benar umma nya setelah mengeluarkan suara yang memang sudah di kenalnya itu. Umma terlihat sudah rapi mengenakan kemeja dan blazer hitam di depan kaca jendela kamar Yunho yang kordennya telah terbuka. Yunho memicingkan mata ketika dirasa matahari menusuk tetap di daerah manik matanya, ia menggeleng pelan menghindari sinar itu. Ummanya berjalan lebih kedepan membuat sinar matahari sedikit tertutupi dari wajahnya.

Ini sungguh aneh sekali! Sejak ia lulus sekolah dasar, ibunya tak lagi pernah atau sangat jarang datang memasuki kamar hanya sekedar membangunkan tidur Yunho di pagi hari. Sebagai seorang wanita karir sukses di Korea ummanya sering di luar rumah atau terkadang tidak pulang untuk beberapa hari, kesibukan itulah yang membuat ia merasa kesepian dirumah besar dan berlaku kurang baik hingga ia lulus sekolah menengah atasnya. Tapi kebiasaan itu mulai menghilang sejak ia bertemu dengan Jae Joong. Pertemuan pertama mereka tak bisa di bilang baik atau buruk juga sebab tanpa sengaja ia mendapat hujan kertas kekepalanya di hari selesai perkuliahan! Di sebabkan awalnya menganggap pria itu wanita, Yunho mendekati dan berbisik tepat di telinga agar bila menjadi wanita tak boleh bersikap kasar.

Jae Joong pada saat itu mengenakan t-shirt yang di tutupi oleh jaket, siapapun pasti tak ada yang menyangka dia seorang pria! Mengingat wanita Korea biasanya berdada papan gilasan kecuali wanita itu menggunakan operasi plastic untuk membesarkannya, jadi Yunho tak pernah menyangka sama sekali .Kemarahan Jae Joong saat itu menyadarkan bahwa ia salah mengenali jenis kelamin Jae Joong. Namun dari situlah ia akhirnya dekat dengan Jae Joong dan telah menjadi dunianya sejak dua tahun pertemuan mereka berdua itu.

"Umma? Sangat tumben sekali berada dirumah sepagi ini?" Ujar Yunho setelah merasa nyawanya sedikit terkumpul dari fase istirahat. Terlihat ummanya mengibaskan sebelah tangan di atas hidung seakan menghilangkan bau alcohol yang mungkin begitu tercium menyengat di seluruh tubuh Yunho. Tentu saja begitu, setelah sampai dirumah ia merasa tak punya tenaga untuk berganti pakaian. Terang saja bau itu begitu menyengat!

"Apakah umma tidak boleh berada di rumah umma sendiri? Dan bagaimana bisa umma berangkat ke kantor kalau anak umma dalam keadaan mabuk parah yang membuat seisi rumah bau alkohol seperti ini?" Jawab Ummanya dengan sedikit sindiran yang membuat Yunho sadar bahwa kejadian mabuk seperti ini memang sudah tak pernah terjadi sejak dia kuliah. Walau ummanya kerap tidak pernah ada di rumah, beliau memang selalu mengawasi tindak tanduknya. Sesibuk-sibuknya umma, beliau tetap seorang umma yang protective bila Yunho mabuk seperti sekarang ini.

"Aah, umma bisa saja. Aku kan masih muda umma."

Yunho memijat-mijat ringan kepalanya yang sedikit pusing itu. Tiba-tiba ia mengaduh kecil ketika ia merasa nyeri di daerah buku-buku jarinya. Ternyata tangannya memerah memar. Yunho awalnya sedikit binggung dengan memar itu, tetapi kemudian otaknya langsung bekerja dan mengingat semua kejadian tadi malam bagai sebuah slide video bagaimana buku jarinya memerah.

"Shit!"

Yunho mengumpat kesal karena tindakan bodoh yang ia lakukan semalam. Sekarang semua begitu membayang bagaimana ia mencium kasar sahabatnya. Well..Yunho jadi sangat mengerti dengan sikap Jae Joong yang menghindarinya akibat peristiwa ciuman beberapa hari lalu itu. Yunho pun merasa enggan untuk berangkat kuliah siang nanti sebab pasti nanti akan bertemu Jae Joong. Yunho merasa bingung bagaimana harus menghadapi Jae Joong! Apakah ia bisa bersikap biasa saja seakan tak terjadi apa-apa seperti yang di lakukannya beberapa hari lalu ketika Jae Joong menciumnya saat ia berpura-pura tidur atau meminta maaf karena ketidaksengajaan di saat ia mabuk?

Semua bisa di katakan sebagai bentuk ke frustasian menghadapi sahabat yang telah menjadi dunianya kurang lebih dua tahun masa kuliah ini, sebuah ciuman kecil menghindarinya dan berdampak sekali mengganggu emosinya! Membuat hatinya galau tiap kali sahabatnya itu tidak berada di sisi menemaninya! Akan tetapi, apa yang telah ia lakukan terhadap Jae Joong semalam tak bisa di katakan ketidaksengajaan seperti hal yang di lakukan Jae Joong padanya. Yunho tak akan mungkin mengatakan bahwa ia juga tak sengaja mencium Jae Joong di saat mabuk!

Yunho merutuki nasibnya sekarang karena telah lepas control dan tak mau menunggu Jae Joong untuk bercerita saja. Semua itu di sebabkan minuman sialan dan Park Yoochun yang membuat shck akan hubungannya dengan sesama pria bernama Junsu. Akan tetapi bibir Jae Joong semalam begitu lembut! Walau ia mencium kasar, entah kenapa rasa itu begitu manis terasa dibibirnya yang pahit akan rasa dulu? Sebenarnya apakah ia juga ada rasa yang sama dengan Jae Joong? Apakah ia juga seorang pria gay? Selama ini ia masih bisa menyentuh wanita bukan! Tidak..Yunho menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat. Tak mungkin Yunho memiliki perasaan itu, semua pasti karena pengaruh alcohol. Ya..mungkin seperti itu. Yunho menggeleng-gelengkan kepala, membuat ummanya mendecakkan lidah.

"Apakah kau masih belum sadar sepenuhnya anak muda?" ujar ummanya membuat Yunho yang sedari tadi berada dalam alam pikirannya sendiri itu tersadar bahwa ia tak sendiri. Ada Umma bersamanya, membuat ia merasa bodoh saja.

"Akh ne, umma. Wae?

"Sudahlah..! Sekarang cepatlah kau membereskan kamar dan mandi biar bau alcohol yang menyengat ini menghilang. Oh iya..Umma juga sudah menyuruh bibi untuk memasakan Sup Haejangguk untukmu, sangat berkhasiat menghilangkan rasa peningmu. Arraseo"

"Nee…"

"Oh iya kalau bisa 20 menit dari sekarang kau harus ada di bawah. Jangan mandi lama-lama, Appamu dari tadi sudah berisik ingin makan bersama-sama, kami menunggumu dimeja makan." Ujar ummanya sambil beranjak dari tempat berdiri dan keluar kamar.

Yunho menghela nafas beberapa menit ummanya keluar kamar. Yang benar saja 20 menit harus ada dimeja makan? Namun karena ini sungguh sangat mengherankan dan aneh sebab selama ini appa dan umma super sibuk, bahkan tak ada waktu untuk sarapan pagi bersama ia pun berdiri dari duduk menuruti apa mau kedua orang tuanya. Ketika ia baru saja berdiri, rasa mual di perut akibat minuman memabukkan yang ia minum semalam itu datang kembali membuat ingin memuntahkan isi perutnya. Tanpa aba-aba ia pun segera berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perut di washtafel kamar mandi dan kemudian membersihkan tubuhnya.

#################################################

Yunho segera bergegas ke ruang makan ketika selesai mandi dan membereskan kamar tidurnya. Bau wangi shampoo dan sabun mandi begitu segar tercium membuat appa dan ummanya menoleh kearah putra mereka. Yunho memberi senyum pada kedua orang tuanya yang telah ada di meja makan menunggu dirinya. Sungguh ini sesuatu pemadangan indah dan langka terjadi dalam hidup Yunho sebab jarang- jarang mereka dapat makan pagi hari bersama-sama. Tentu saja begitu, sejak SMU dia memang jarang sekali ada di rumah pagi hari. Hari-hari sekolahnya dulu banyak di habiskan bermain-main dengan kawan-kawannya dan sangat di herankan ia dapat lulus.

Saat kedua orang tuanya begitu sibuk dengan pekerjaan, sehingga tak pernah bertemu di pagi hari. Jadi ketika Yunho pulang dari sekolah, kedua orang tuanya pasti tengah tertidur, dan ketika ia terbangun kedua orang tuanya tak ada. Jadi..tentu saja meski ia merasa aneh, ini merupakan hari terindah meskipun ada suatu hal permasalahan menanti di perkuliahan siang ini.

"Anyeonghaseo appa, umma."

"Akhirnya bangun juga, apakah kau sudah menjadi pemabuk kembali?."Ayahnya yang tengah membaca koran, segera melipat Koran begitu Yunho duduk dimeja makan. Bukan suatu pertanyaan yang tak asing. Yunho memang suka sekali dulu bermabuk-mabukkan tapi sekarang ia bukanlah seorang pemabuk seperti diutarakan oleh appa nya. Yah..semua disebabkan oleh Jae Joong yang sedikit demi sedikit telah mengubah kebiasaan buruk itu meski disadari atau tidak olehnya bahwa ia banyak merubah gaya hidup yang dulu. Hingga detik ini hanya satu yang masih belum bisa ia lepaskas, merokok.

"Appa, aku bukan pemabuk lagi. Ini hanya sesekali terjadi dalam hidupku. Appa boleh menanyakannya kepada Ahjumma Lee."

Yunho berusaha menjelaskan kepada appa dan umma bahwa sekarang ia bukan seorang pemabuk lagi, dulu memang ketika SMA ia sering clubbing dan bermabuk-mabuk ria. Tetapi itukan hanya sebatas pergaulan anak muda. Setelah masuk kuliah dan mempunyai teman super duper cerewet seperti orang tuanya ia sudah menjauhi pergaulan seperti itu.

"Kalau begitu kenapa kau mabuk-mabukan seperti itu?!"

Appa Yunho sedikit meninggikan suaranya marah, ini semua ia lakukan semata-mata hanya karena tidak mau melihat anak laki-laki satu-satunya ini menjadi rusak karena salah pergaulan. Sebenarnya kalau bukan karena frustasi oleh kawan yang sangat berarti baginya itu, Yunho juga tak akan mabuk seperti semalam. Kalau dia yang dulu, mungkin akan berbicara lebih tinggi untuk membalas suara tinggi appanya barusan namun ia tak mau tersulut emosi lagi. Cukup semalam ia berlaku hal bodoh dan membuat kacau pikirannya akan bagaimanakah hubungan dengan Jae Joong kedepan. Yunho tak ingin kehilangan sahabat terbaiknya itu demi apapun juga. Bila ia harus merelakan semua kekayaan appanya, akan ia lakukan untuk Jae Joong. Tunggu dulu..kenapa ia harus berpikir sampai melepaskan apapun hanya untuk bersama Jae Joong? Apakah ia tanpa sadari telah jatuh cinta pada sahabat terbaiknya bernama Kim Jae Joong itu? Kalau memang benar, maka inilah jawaban apa yang terjadi pada dirinya.

"Sudahlah sudah, lebih baik kita makan selagi supnya masih hangat. Yeobo, kau jangan mempermasalahkan masalah ini lagi. Dan kau Yunho, jangan lagi ulangi kejadian kemarin lagi. Tidak tahu kah kau kalau ayahmu ini menceramahi umma mu ini semalaman."

Umma memang selalu menengahi segala permasalahan dirumah bila di saat pagi hari Yunho akan berangkat sekolah menengah atasnya bertemu kedua orang tua yang akan berangkat kerja, walau sangat jarang sekali mereka berpapasan. Appa nya menghembuskan nafas membenarkan apa kata istri tercinta. Masalah ini seharusnya tidak harus di bahas di meja makan. Setelah menyelesaikan perkataan dan melihat suaminya juga sudah kembali tenang, umma segera mengambilkan sup untuk Yunho dan appa.

"Ah, hampir lupa. Nanti kau tidak usah kekampus. Paman mu Jung Yonghwa dan anaknya Jung Il Woo baru datang kemarin. Tidak ada salahnya kan kau mengajak Il Woo jalan-jalan."

Sebelum sempat Yunho meminum sup yang berada dalam mangkuk appanya ini sudah memberikan kerjaan untuk dia. Mengajak jalan-jalan anak umur 12 tahun? Well. Bisakah hari ini ia tak mendapat masalah? Il Woo sepupunya memang tak begitu jahil, bahkan terlihat dewasa dari umurnya. Hal ini yang menyebabkan Yunho malas. Sebagai anak kecil harusnya berlaku seperti apa adanya seorang anak kecil. Mengajak ke taman hiburan atau kebun binatang apakah cocok untuk anak lelaki kecil sok dewasa itu? Yunho jadi sanksi apakah Il Woo mau di ajak jalan-jalan ke kebun binatang atau sejenisnya!

"Tapi appa, Il Woo kan masih umur 12 tahun. Harus aku ajak kemana ia jalan-jalan? Clubbing?"

Yunho menjawab dengan asal tercetus dari mulutnya. Bagaimanapun Il Woo memang lain dengan anak seumur 12 tahun lainnya. Walau di dalam lubuk hati terdalam, pekerjaan ini sebenarnya bagi Yunho menguntungkan sebab ia tak harus bertemu dengan Jae Joong akibat hal bodoh yang telah ia lakukan semalam. Entah bagaimana ekspresi Yunho bila bertemu pria yang sudah ia cium dengan kasar itu! Yah kalau ciuman kasar itu di sebabkan rasa cinta mungkin tak masalah juga, siapapun bila dalam nafsu juga tanpa sengaja akan berlaku kasar. Jawaban asal Yunho menyulut kemarahan appa yang awal nya sudah tenang itu. Apa-apaan pula mengajak anak umur 12 tahun ke club?

"YAH! Kau mau mati Jung Yunho! Kau bisa mengajaknya pergi ke kebun binatang atau ke taman bermain kan?!"Appa yang tengah tadinya tengah meminum sup, langsung berdiri dan memasang ancang-ancang untuk menggeplak Yunho setelah mendengar Yunho ingin mengajak Il Woo clubbing.

"Arraseo.. arraseo. Aku akan menemani Il Woo..ke kebun binatang."

Yunho pun pasrah menerima pekerjaan yang sebenarnya menguntungkan meski nanti mungkin ia akan sedikit kerepotan menjawab kekritisan anak itu. Andai saja sekarang ia tak bermasalah dengan Jae Joong, mengajak sahabatnya itu pasti dapat mengimbangi Il Woo yang cerewet dan kritis. Yah…andai saja semalam tak ada kejadian yang menyebabkan ia menyesal hari ini!

#################################################

"drrt drrt."

Sebuah getaran dari ponsel yang di silent oleh Jae Joong bila tengah bekerja, membangunkannya di pagi hari. Sedikit menggeliat sekedar merenggangkan tubuh sebab sedikit terkejut dengan getaran lirih namun sangat pas sekali bergetar di samping telinganya, Jae Joong berusaha untuk bangkit meski masih ada rasa malas menghinggapinya. Dengan mata masih sedikit memejam, tangannya meraba-raba samping bantal untuk mencari ponsel yang sejak malam sebelum Yunho mendatanginya dalam keadaan mabuk ia letakkan di sana.

Selama ini bila ia sudah keluar dari tempat kerja, ponsel akan ia aktifkan kembali ke pengaturan umum namun di sebabkan Jae Joong ingin menghindari Yunho, Jae Joong tidak mengembalikan ke pengaturan awal. Dengan mata di buka separuhnya saja, jari Jae Joong membuka pesan ponsel itu.

From : Min Rin Noona

Hei anak bau, aku baru saja sampai di Seoul. Bisakah kau menjemputku di airport dan mengajakku jalan-jalan? Pleaseeee ^^

Ternyata sms barusan dari saudara sepupu perempuan yang berumur 27 tahun, anak dari kakak appanya yang bernama Kim Heechul. Jaejoong dan Min Rin noona memang akrab dari kecil. Hanya saja begitu umur Jae Joong 10 tahun Min Rin beserta keluarganya memutuskan untuk pergi ke Amerika dan melanjutkan pendidikan disana. Panggilan dari Min Rin noona yang selalu sama menyebutnya 'anak bau' selalu sukses membuat ia mengerucutkan bibir tanda kesal membuat noona sepupunya selalu saja menggunakan panggilan itu hingga detik ini. Padahal kalau di pikir-pikir, kejadian itu sudah sangat lama sekali terjadi. Yeahh…Panggilan 'anak bau' ini bermula ketika ia tengah bermain petak umpet salah mencari persembunyian. Dia bersembunyi di samping selokan yang baru saja selesai di perbaharui. Alhasil di sebabkan tanah tersebut masih belum kuat, ia jatuh terjerembab ke dalam selokan tersebut.. Tak ada luka apapun namun saat itu tubuhnya beraroma tidak sedap selama 3 hari. Sejak itulah noona nya itu memanggil begitu. Marah? Tidak juga! Noona nya itu akan memarahi siapa saja yang mengolok bau selain dirinya. Bahkan, noona sepupunya itu bakal menghajar orang tersebut bila mendengar siapapun memanggil begitu. Itulah noona sepupunya yang tomboi padahal ia bisa saja mengatasi sendiri dengan bersikap cuek.

Namun mungkin karena itu yang membuat ia menjadi pribadi yang pendiam. Jae Joong hanya bisa terbuka dengan noona sepupunya dan Yunho tentu saja. Oleh sebab itu, meski noona nya di Amerika, bila ada waktu ia akan menyempatkan diri untuk datang ke Korea dan selalu saja mendadak seperti ini. Padahal wanita itu sudah memiliki kekasih. Harusnya ia bisa pergi berjalan dengan kekasihnya tersebut bukan? Akan tetapi, tetap saja Jaejoong yang mendapati sms seperti itu segera mandi dan setelah itu membereskan kamar tidur kemudian menjemput sepupunya ini di bandara. Bagaimanapun, saat ini ia membutuhkan noona nya untuk membicarakan masalahnya, memberikan solusi terbaik untuk mengatasi perasaan terhadap Yunho.

##########################

Suasana di airport itu seperti hari-hari lainnya, entah mengapa bandara tidak pernahlah sepi. Selalu ramai orang dari domestik maupun orang negara asing, berlalu lalang di sepanjang gedung airport sambil membawa koper kecil sampai ukuran besar, hingga troli untuk mengangkat barang bila bawaan nya begitu banyak. Maklum saja, Korea biasanya menjadi tempat transit orang-orang yang akan pergi ke negara Eropa. Jaejoong yang begitu sampai di pemberhentian taxy bandara segera menuju ke tempat terminal kedatangan international gerbang C untuk mencari noona sepupunya. Noona nya itu memang memberitahukan bahwa ia sudah sampai dan keluar dari pengambilan bagasi jadi pastinya kalau tidak sedang menunggu di dalam, ya pasti menunggu bersama orang-orang yang tengah menunggu kedatangan orang yang di tunggu.

Sunguh susah sekali mencari sosok tubuh kecil noonanya itu dengan keadaan manusia yang begitu padat. Tak jarang ia menengok kepala kekanan dan kekiri, memperhatikan dengan sangat seksama akan tetapi entah mengapa sepupunya ini sama sekali tidak terlihat hingga. Jae Joong pun mengambil hp dari saku celana nya dan bermaksud untuk menghubungi Min Rin noona kalau ia sudah sampai di bandara. Namun belum juga ponselnya terhubung, ada suara keras panggilan perempuan yang tak asing di telinga memanggil nama Jae Joong.

"Jaejoong! Im here!"Teriak seorang perempuan yang Jaejoong cari sedari tadi. Dengan mengenakan topi lebar, baju tank top dan bawahan rok mini Min Rin memanggil Jaejoong dengan melepaskan topinya sambil melambai-lambaikan tangannya di kursi tunggu ke arah Jae Joong yang tengah berdiri hendak menghubungi wanita itu. Jaejoong pun segera mendekat ke arah Min Rin.

"Yahh.. Kau sudah banyak berubah Noona."Jaejoong mengerjap-erjapkan mata begitu mendekat kearah noona nya itu. Tentu saja ia tak mengenali noona sepupunya itu sekarang! Dalam bayangannya Min Rin itu masihlah sama seperti terakhir yang ia ingat ketika sepupunya itu mendadak datang ke Korea beberapa tahun lalu. Seorang anak perempuan sangat tomboy yang rambut tak pernah lebih panjang dari sebahu, celana panjang denim lusuh, kaos tshirt kedodoran dan kulit berwarna kecoklatan terbakar matahari mirip kulit Yunho sahabat yang ia cintai itu.

Namun sekarang? penampilan noona nya itu sangat berbeda dengan terakhir kali mereka bertemu! Pakaian yang di dikenakan Min Rin Noona sukses membuat Jae Joong terkejut, walau yang dikenakan sebenarnya sangat wajar di pakai oleh gadis-gasis Korea, namun tak pernah terpikir dan bayangkan bahwa noona nya akan memakai baju yang sangat girly begini untuk usianya yang tidak muda lagi itu meski sangat pas untuk tubuh mungilnya! Dan coba lihat saja rambut yang lurus acak-acakan milik noonanya dulu? Sudah terlihat sangat aneh lagi dengan keriting kecil mirip orang kulit hitam Amerika. Jae Joong menarik segenggam rambut yang keriting itu karena ia berpikir mungkin itu adalah hair extaintion tapi ternyata itu asli membuat noonanya mengaduh kesakitan.

"Yah Jae Joong anak bau, apa kau tidak tahu kalau rambut wanita itu adalah mahkota. Kenapa kau menariknya," Min Rin segera merapikan rambut dan memasang topi lebarnya kembali agar Jae Joong tak jahil menarik rambut di sisi lainnya. Min Rin sempat melihat tangan Jae Joong yang sebelah sudah diangkat. Min Rin tak ingin Jae Joong adik sepupunya merusak tatanan rambut yang capek-capek dibuat oleh Nicole, sahabat berkulit gelapnya di Amerika.

"Huft..aman hahahahah! Ngomong-ngomong kau juga sudah banyak berubah. Kau jadi lebih tinggi yah. Noona tidak bisa menjangkau kepalamu sekarang. dan kau…"

Min Rin menghentikan kalimat ketika ia memperhatikan saudara sepupunya itu dengan seksama. Adiknya itu sekarang sangat menarik, tapi entah kenapa pakaian yang di kenakan Jae Joong juga, gerak-geriknya mengingatkan Min Rin dengan kawannya di Amerika yang menyukai sesama jenis. Tapi mana mungkin adik sepupu kesayangan ini seperti kawannya itu bukan? Setahu Min Rin, Jae Joong masih menyukai seorang makhluk berjenis perempuan meski tak pernah ia ingkari, sepupu tersayangnya ini sangat terlihat cantik bagai perempuan meski dia seorang laki-laki tulen. Bahkan seingatnya dulu, Jae Joong pernah menyatakan cinta kepada seorang anak perempuan walau di tolak dengan alasan gadis itu takut bersaing dengan Jae Joong. Walaupun begitu, bila Jae Joong ternyata seperti kawan laki-lakinya di Amerika, Min Rin tak mengapa. Toh itu adalah kehidupan pribadi Jae Joong, Min Rin sebagai saudara atau teman mungkin hanya bisa mendukung. Lagipula ini adalah proses pendewasaan dan pencarian jati diri Jae Joong.

"Hahaha.. Aku sudah besar noona dan Aku ini seorang pria. Lagipula..noona yang benar-benar terlihat berbeda tapi kenapa badan noona masih sama sejak aku berumur 10 tahun dulu?" Ujar Jae Joong mencandai Min Rin sekarang. Noona nya itu terlihat pendek untuk diusianya yang sudah 27 tahun itu oleh sebab itu ia suka sekali mencandainya. Hitung-hitung membalas panggilan yang sudah sangat melekat itu, "anak bau"

"Yaaa…kau mau mati Kim Jae Joong!" Noona nya itu marah sambil mengepalkan tangan kearah wajah Jae Joong kalau-kalau ia masih mengatai pendek. Apa dia tak pernah berkaca apa, walau terlihat tinggi Jae Joong termasuk pendek untuk ukuran pria. Teman laki-lakinya di Amerika memiliki postur tubuh tinggi dan menawan melebihi tingi Jae Joong adik sepupunya ini maupun kekasihnya Lee Jun Ki namun tetap saja pilihan Min Rin tetaplah kekasihnya yang akan keluar wamil beberapa hari lagi. Mencintai seseorang membuatmu berubah, kau tahu!

"Hahaha…mian noona. Ternyata meski penampilanmu berubah sifatmu masih sama saja seperti dulu yah hahahha… harimauu..aarrrghh" Jae Joong tertawa lepas setelah ada beberapa hari ini ia tak dapat tertawa lepas seperti ini. Setidaknya, ia merasa beban kesedihannya dan juga rasa sesak menghimpit ruang dada sedikit terangkat meski tidak sepenuh nya dapat di lupakan begitu saja oleh Jae Joong.

"Mian, ngomong-ngomong kau hanya datang sendiri? Lalu bagaimana dengan kabar paman Heechul dan Chan Rin ahjumma, apakah mereka baik-baik saja?"Jaejoong segera menanyakan keadaan paman dan bibinya ini.

"Ah, umma dan appa akan segera sampai nanti sore. Bagaimana kalau kau menemaniku jalan-jalan selama aku menunggu mereka sampai di Hotel yang sudah kami reservasi?" Jae Joong terlihat menimbang-nimbang apakah ia mengikuti kemauan noona sepupunya itu atau tidak. Masalahnya ia harusnya bekerja setelah kuliah. Kuliah mungkin bisa ia tinggal hari ini, toh besok masih bisa mengganti jam kuliah itu dengan dosen yang sama walau nantinya akan bergabung dengan kelas lain dan keuntungannya adalah tidak bertemu dengan Jung Yunho untuk sementara waktu, kalau masalah pekerjaan ia belum meminta izin dengan pemilik toko! Disaat ia tengah sibuk berpikir, Min Rin menarik tangan Jae Joong.

"Kau mau pergi menemaniku tidak?" Tanya Min Rin yang membuat Jae Joong tersadar bahwa ia sempat melamun sebentar.

"Memangnya kau mau kemana Noona?"

"Aku sedang ingin ke kebun binatang tapi mampir dahulu ke Hotel Marriot yang telah dipesan umma ku untuk menaruh bagasi, boleh kan?"

"Hahaha,, araseo. Chamkaman ne" Jae Joong membuka tas selempang yang ia pakai untuk kekampus dan mengambil ponselnya dan menjauhi Min Rin untuk mencari privasi menghubungi pemilik toko. Setelah menelphone dan mendapat izin, ia segera ketempat noona nya itu.

"Aku akan memesan satu ticket taksi dulu noona. Tunggu saja di tempat taksi bandara disana." Jae Joong menarik koper Noona nya dan jalan mendahului Min Rin menuju ke tempat locket ticket taksi bandara.

"Ticket taksi 1 untuk ke Hotel Marriot dan ke Seoul Grand Park."

Jaejoong menyebutkan tujuannya kepada orang yang bertugas dan membayar. Setelah itu ia menemui noona nya yang telah menunggu. Dalam perjalanan menuju Hotel, lagi-lagi ia teringat dengan Yunho. Setelah pria itu menciumnya seperti itu dan ia pukul, akankah Yunho masih ingin berteman dengannya? Tidak..kali ini ia harus menyingkirkan masalah itu sejenak. Bersenang-senang hari ini untuk memulai hari esok dengan lebih tenang dan senyum lebar. Tapi pertanyaannya apakah hal ini akan semudah itu?

Sudah 3 jam Yunho berada di Seoul Grand Park ini dan Il Woo masih saja semangat melihat binatang-binatang tidak ada habisnya. Tadi ia memang sempat berpikir bahwa mengajak ke kebun binatang buat Il Woo sepupunya yang berumur 12 tahun ini merupakan hal yang kekanak-kanakan untuk pola pikir Il Woo yang dewasa. Namun, ternyata anak itu menyambut baik perjalanan ke kebun binatang ini sebab, Il Woo berpikir dengan mengetahui banyak binatang yang dilindungi oleh negara merupaka suatu bentuk pembelajaran juga.

Sial sekali, harusnya ia tak mengikuti kemauan appa dengan mengajak Il Woo ke kebun binatang. Kenapa tadi mobilnya tidak di arahkan ke tempat clubbing saja ya? Coba liat anak lelaki itu! Entah darimana tenaga yang diperoleh anak ini berlari untu memotret sana sini 'kembarannya' atau monyet asal negara Indonesia Bekantan atau nama latinnya Nasalis Larvatus. Seumur-umur Yunho tak pernah bisa menghafal nama latin yang baru saja di kemukakan oleh Il Woo ketika anak itu tadi menyeretnya untuk menuju ke bagian binatang bernama monyet kecuali nama latin dari padi yakni Oryza Sativa itu pun ia hafal karena selalu di sebut-sebut Jae Joong kalau ia tak mengahabiskan makanannya.

Selama ini yang Yunho ketahui bahwa nama binatang berkaki empat dan menurut ahli pemikir bernama Charles Darwin merupakan nenek moyang manusia walau tak pernah di percayai oleh pemikir pada zaman tersebut, tak tahu bahwa monyet sebenarnya memiliki banyak nama, jenis dan Tuhan..anak itu Il Woo menghafal semua nama latin atau ilmiahnya pula! Untuk Bekantan, monyet itu memiliki wajah berwarna coklat kemerahan dan berhidung besar di sebut juga sebagai Kera Belanda. Lucu sebenarnya melihat binatang itu namun tubuh Yunho sudah sangat lelah sehingga ia hanya duduk saja mengawasi Il Woo. Di saat itu ia juga merasa perutnya yang belum diisi lagi sejak makan bersama keluarga sudah keroncongan. Sejak mereka datang ke kebun binatang ini, Yunho barang sekalipun tak dapat membeli makanan kecil sebab Il Woo sangat gesit sekali dalam berlari sehingga ia kelelahan dan perutnya lapar kembali. Segera ia memanggil Il Woo agar menyudahi sebentar acara melihat binatang Bekantan agar mau makan.

"Yah Il woo! Apa kau tidak lapar? Ayo kita pergi makan!"Anak kecil yang tengah asik melihat binatang itu pun menoleh kearah Yunho tanda ia tak suka di ganggu. Sebenarnya Il Woo juga merasakan lapar namun ia masih ingin pergi melihat binatang buas yang juga langka seperti Beruang madu atau Helarctos Malayanus, Macan Dahan atau Neofelis Nebulosa. Tapi melihat tampang Yunho yang kelelahan dan sepertinya memang tengah lapar itu, Il Woo mendekati hyung sepupunya.

"Baiklah tapi setelah itu melihat Helarctos Malayanus dan Neofelis Nebulasa ya? Aku ingin melihat binatang itu."

Mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang menyediakan hamburger dan ice cream atas permintaan Il Woo. Ketika Yunho hendak menyuapkan burger itu kedalam mulut seketika itu juga gerakannya terhenti. Bagaimana bisa ia tetap melanjutkan sesi makannya ketika ia melihat Jaejoong dengan seorang wanita?! Belum lagi melihat keakraban Jaejoong dengan wanita itu sudah dipastikan wanita itu bukan hanya sekedar teman. Entah mengapa Yunho jadi merasa emosi melihat pemandangan itu. Jelas-jelas Jaejoong bilang mencintainya, tapi sekarang bisa-bisanya ia pergi dengan seorang perempuan yang lumanyan cantik sambil bergandengan tangan seperti itu. Jaejoong yang sedang asik bepergian itu sama sekali tidak sadar sedang diperhatikan terus-menerus oleh Yunho. Yunho terus memperhatikan Jaejoong sampai Jaejoong tak dapat terlihat lagi di sekitar jarak pandangnya. Yunho yang telah kehilangan mood untuk bepergian itu segera mengajak Il Woo pulang melupakan janji untuk melihat dua binatang yang nama ilmiahnya baru ia ketahui lewat peta kebun binatang yang ia lihat di papan sebelah hamburger yang di belinya segera mengajak anak itu melihat dua binatang itu lain kali. Untungnya Il Woo mau mengikuti kemauan Yunho. Inilah keuntungan memiliki saudara sepupu yang memiliki pemikiran dewasa sebelum umurnya itu. Setelah mengantarkan Il woo kembali ke rumahnya, Yunho segera meng-sms Jaejoong.

To : Jaejoong-ie

Adayang ingin kubicarakan malam ini. Aku akan datang ke apartemen mu jam 8 malam.

-send-

Setelah mengirimi Jaejoong pesan beberapa menit kemudian sama sekali tidak terdapat balasan. Ini benar-benar membuat Yunho merasa emosi, bisa-bisanya Jaejoong asik berjalan-jalan tanpa sempat membalas smsnya. Sedangkan ia membuatnya menunggu disini sampai selama ini. Yunho memutuskan untuk tetap menunggu Jaejoong di depan pintu apartemennya Jaejoong walaupun beberapa dari tetangga Jaejoong memandanginya dengan pandangan aneh begitu melewati Yunho. Yunho tak peduli dengan tatapan mereka. Yang ia lakukan sekarang adalah menyelesaikan semua permasalahan antara dirinya dengan Jaejoong. Yunho kembali melirik jam tangannya. Sekarang jamnya sudah menunjukan pukul 11:00pm, satupun sms tidak dibalas oleh Jaejoong. Ini sungguh mengesalkan, apa mungkin Jejoong merencanakan menghabiskan waktu semalaman juga bersama wanita itu?!

Yunho mencoba kembali meng-sms Jaejoong. Tanpa sabar menunggu balasan akhirnya Yunho memutuskan untuk menelepon Jaejoong. Tetapi hanya suara operator lah yang ia dengar. Kali ini Yunho memutuskan untuk pulang saja berhubung sudah malam, dan Jaejoong pun tidak pasti berada dimana. Ketika Yunho bangun dan beranjak untuk meninggalkan apartemen Jaejoong, tiba-tiba saja sosok orang yang ditunggu-tunggu oleh Yunho datang. Yunho sedikit senang karena akhirnya orang yang ia tunggu akhirnya datang juga tetapi disaat itu juga Yunho merasakan sedikit sesak di dadanya. Tepat dugaan Yunho, perempuan yang tadi siang masih bersamanya dan kini Jaejoong mengajaknya ke apartemen Jaejoong.

"Apa yang kau lakukan disini semalam ini?"Tanya Jaejoong yang begitu terkejut melihat Yunho tengah berdiri di depan pintu Apartemennya.

"Apakah sekarang pun kau tidak mau membalas sms ku?" Jaejoong yang ditanyakan seperti itu langsung mengecek handphonenya.

"Baterenya habis. Lagian untuk apa kau menungguku sampai semalam ini?"Perasaan Jaejoong kini kacau balau, padahal tadinya perasaannya sudah lebih enakan karena ada Min Rin noona yang menemaninya bermain seharian. Min Rin awalnya sedikit bingung dengan kelakuan orang yang tidak dikenalnya ini, nampun nampaknya ia mulai mengetahui siapa orang itu. Pastilah pria ini adalah orang yang di ceritakan oleh Jae Joong tadi ketika mereka berjalan-jalan di kebun binatang Seoul.

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu."Jawab Yunho singkat.

"Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi. Lebih baik kau pulang. Aku lelah."Jaejoong segera membuka pintu apartemennya dan ingin mempersilahkan Min Rin masuk ke dalam apartemennya. Noona nya itu ingin mengetahui tempat ia bernaung selama ini itulah kenapa Min Rin sekarang ada disini. Tapi seketika itu juga Yunho menarik tangan Jaejoong.

"Apa yang kau lakukan?!"Jaejoong yang merasa sedikit sakit hanya dapat menahannya dengan muka datar.

"Apa? Lelah? Apakah seharian dengan perempuan ini membuatmu lelah? Setelah kemarin kau mengatakan cinta, dan pria GAY seperti mu langsung berubah menjadi normal karena perempuan seperti itu? Dan apakah kau berencana untuk berhubungan seks dengannya malam ini? Menjijikan kau Kim Jaejoong."Setelah menyelesaikan kalimatnya itu Yunho segera melenggang pergi meniggalkan Jaejoong dan Min Rin. Persetan dengan kelakuan Jae Joong. Hal ini membuat ia sangat emosi dan sakit hati. Sakit hati? Sepertinya begitu. Kini tak dapat disangkal lagi bahwa ia telah jatuh cinta dengan Jae Joong.

TBC

Maaf klo ff nya bertele-tele gini. Abisnya tar klo langsung gtu, editor di bilang kecepetan lagi buatnya, jadi jangan protes klo alurnya lambat banget dalam menceritakan setiap adegan. Cz disini perlu banyak memberi sentuhan Yunho yang awal normal menjadi suka pada teman lelakinya. Menurut observasiku yah, seseorang menjadi itu tuh gak gampang apalagi dia awalnya berpikir dirinya straight namun apa yang terjadi?Aku disini sebagai editor mengemukakan konflik batin itu, oleh karena itu ceritanya agak membosankan dan lambat. Hahahaha, sebagai editor saya mohon maaf ^^

Oh iya sekilas info, awalnya itu nama sepupu Jae Joong adalah Yoona SNSD. Tapi...saat cerita ini di buat oleh Beruang kutub aka Andre, belum ada masalah Yoona dan Yunho berpegangan tangan itu di konser yang bikin bete Shipper dan Yunho bias, nah sangat gak pas neh ff make Yoona. Bisa-bisa ada pembashingan. Ya udah aku pun sbg editor putar otak dengan menjadikan Yoona jadi teman kampus yg meminjamkan buku lalu peran Yoona aku ganti pake name koreaku saja, bingung mau cari nama fiktif (Gak jago buat nama Korea) jadi maaf klo misal ada typo slh nama.

Yaaaaaaaapppppppp...

Maaf kalau editannya gak sempurna, saya masih harus untuk nenangin pikiran okeh dan mencari inspirasi Yunjae Making love in Black Heart epilog, Endless Night new version, I Love You No Matter You are, it has to be You, A Man's first love, love hurt, 9095, touch me baby, love hurt, angel disguese, I Have a Love for Phone Sex dll di gunung lawu. (kok ff nya banyak). Ya maaf, saya hiatus ada 2 tahunan ^^. kembali membuat FF lagi, itu sesuatu hal yang membuat saya harus berusaha keras melawan ke block writer-an

untuk komentar, sebagian besar minta lanjut chingu kan? ini udah di lanjut. dan maaf kalau ff nya saya kebanyakan narasi. bagi yang sering membaca ff saya, ini adalah ciri saya membuat FF. Karena dari yang saya baca di novel, mereka menitikberatkan konflik batin karakternya, minim dialog. okey, selamat membaca