GOMBAL GEMBEL BARENG SASUKE BAGIAN 3

By bang kambing

Diclamer: Masashi Kishimoto

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Note:

Ini gombalan sasuke bagian 3, gua ucapkan banyak terimaksih bagi para pembaca yang udah mau sempet2in

Ngabisin waktunya Cuma buat baca ginian. Gua mengucapkan banyak terimakasih buat yangudah review dan kasih semangat walau sebenernya ga menyemangati sama sekali :p wkwkwk #canda

Kalo buat yang silent sih ga makasih ye :p

Pokoknya makasih dah yak yang udah menyemangati walau sebenarnya ga menyemangati.

DarkLidyaNuvuola Del Cielo

Uchiha Shesura-chan

azurradeva

Uppa

Tikasomnia

Vipris

oh iye mungkin banyak juga yang bertanya-tanya "kaya oernah baca" nah jadi sebenernya ini republish dan ada di note fb gua.

Oke dah happy reading :3

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

pagi itu disebuah rumah yaitu rumah yang ditempati oleh sang raja gombal bernama Sasuke itu kini masih tertidur pulas dikasur yang memang berukuran sedikit agak besar itu, padahal waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 yang artinya mesti berangkat sekolah.

KRINGGGGG~

tiba-tiba terdengarlah suara jam yang memang udah dipasang malam harinya.

GUBRAKK~

Sasuke pun terjatuh dengan posisi kepala yang berada dilantai dan kaki diatas,

"Kamfret, gua kira suara cewe pujaan hati gua," seru Sasuke kesal sambil berdiri dan menuju kamar mandi untuk segera mandi dan menuju sekolah yang padahal sudah hampir terlambat.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

setelah selesai berpakaian, bersegeralah Sasuke berangkat, karena takut gerbang sudah dikunci oleh penjaga sekolah.

Benar saja, saat Sasuke sampai di depan gerbang, ternyata pintu gerbang sudah trtutup. Sasuke dihadang oleh sang penjaga Bernama kurenai.

"Hey bocah, kau itu sudah telat." kata kurenai.

"I iya ibu, saya tahu. Tapi saya belom telat kan untuk mendapatkan cinta ibu?" Sasuke berkata sambil menggombal. Memang kalau raja gombal itu susah.

"Ah gombalanmu itu udah gak mempan lagi,"

"EH? Si siapa yang menggombal? Eh iya bu, ibu tau gak kalo di indonesia itu lagi demam-demamnya sepak bola loh," kata Sasuke yang hendak mulai rayuannya lagi.

"Ah masa sih? Gak percaya deh saya," kata kurenai.

"Ya gak apa2 deh, tapi ibu percaya kan, yang bisa bikin saya demam itu ya cuma ke sepak cinta ibu," Sasuke menggombali sang penjaga agar dirinya diperbolehkan masuk ke dalam sekolah.

"Ugh," kurenai mulai tergoda, namun tetap tak berhasil.

"Bu, kok gerbangnya gak dibuka sih? Saya gak boleh masuk yah? Tapi kan saya cuma telat 2 menit bu," Sasuke merayu terus hingga kurenai nanti mau membuka gerbang untuknya.

"Hoy bocah. Kau itu terlambat. Jadi tak boleh masuk. Dari pada hanya menggombal, lebih baik kau pulang sana" usir kurenai galak.

"Yah ibu pelit banget, paahlah saya saja sudah membuka gerbang hati saya buat ibu, tapi kenapa ibu tak bisa membuka gerbang ini?" Seru Sasuke sambil menunjuk gerbang sekolah.

"Eh? I iyah juga ya, ya udah kamu boleh masuk, tapi lain kali jangan diulangi," Kata Kurenai yang sudah tergoda sambil membuka gerbang sekolah.

"Siap bu,"

Sasuke segera lari keruangan kelasnya, namun masalah lagi, sang guru tak mengizinkan dia masuk dan mengikuti pelajaran. Namun sasuke tak kehabisan akal, dia langsung punya ide untuk menggombali gurunya ini.

"kau diluar dulu,"ucap guru yang bernama Karin.

"Eh? Tapi sensei, saya ingin belajar mengikuti pelajaran sensei," Kata Sasuke mulai beraksi.

"Ti tidak bisa, ini sudah jam 7, Sasuke. Kau terlambat," Karin sedikit merona dan gugup ketika mendengar Sasuke ingin mengikuti pelajarannya.

"Iya sensei saya tahu,"

"Lalu kenapa maksa ingin masuk? Padhala jelas2 peraturan sekolah ini, murid yang terlambat tidak boleh masuk," Omel Karin pada Sasuke.

"Iya, saya sengaja sensei. Sengaja dateng jam 7, soalnya saya suka angka 7"

"Memang kenapa dengan angka 7?"

"Soalnya angka 7 itu seperti cangkul untuk menggali agar lebih dalam lagi cinta kita," Sasuke mulai menggombal dan Karin hampir kelepek2 namun ditahan.

"Tetap tak bisa diterima, alasan itu" Karin menolak padahal dia seneng gimana gitu.

"Ah angka 7 juga mengingatkan pada saya itu layaknya payung yang memayungi api cinta diantara kita agar tidak padam terkena hujan, sensei" Gombalan tersebut pun membuat Karin meleleh dan akhirnya Sasuke bisa memasuki kelas dan duduk ditempatnya.

"Good saskey," kata Naruto.

Selesai untuk chapter ini :3

Sampai jumpa di chapter yang lain :3

Kalo ada saran bilang aja ke gua ok ok gua ga nyeruduk kok. Gua mah baek