A/N :
Maaf, lama ngapdet… Dikarenakan banyak halangan (baca: DVD Anime baru, Komik baru, dan game baru) disana-sini. Jadi susah ngapdet… Saya terlena… #Bletak. Okeh, saya minta maaf… Peace -_-V. Tolong turunkan bangku dari tangan anda sebelum anda melempar bangku itu kearah saya.
Author : Akazora no Darktokyo
Disclaimer : Inazuma Eleven © Level-5
Rated : T
Character(s) : Endou Mamoru, Goenji Shuuya, Afuro Terumi, Nagumo Haruya, Suzuno Fuusuke, Kiyama Hiroto, Midorikawa Ryuuji, Kazemaru Ichirouta, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Someoka Ryuugo, Kogure Yuuya, Tachimukai Yuuki, Tsunami Jousuke, Sakuma Jirou, Genda Koujiro, Fudou Akio, Raimon Natsumi, Otonashi Haruna, Zaizen Toukou, Urube Rika, Kegeto Yamino, Matsuno Kuusuke, Megane Kakeru, Asuka Domon, Kageno Jin, Utsunomiya Toramaru, Kakuma Keita, Raimon Souichirou (kayaknya makin lama makin banyak deh… #bletak)
Genre(s) : Friendship, Romance *?*
WARNING : AT (Alternate Timeline), Out of Character, Hint(s) of Shounen-ai/BL, little bit of foul language, Gaje dan lain-lain.
.
.
#
.
.
Sudah seminggu waktu terlewat…
Masih di festival olahraga SMA Raimon.
Masih dengan Endou Mamoru sebagai Doorprize.
Masih dengan lomba yang belum dimulai.
Dan masih-masih lainnya…
Hei, setidaknya festival ini berlangsung dengan cukup meriah. Cukup meriah, sehingga suara yang ramai ada dimana-mana. Entah itu para peserta yang masih mencari partner, teriakan para fangirl –lebih spesifik, fujoshi– yang menemukan hint para pemain bola Raimon kesayangan kita, para orang-orang yang memasang taruhan siapa yang akan mendapatkan sang Doorprize, tangisan orang yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini, lalu teriakan pemilik stan makanan di festival yang makanannya kecolongan.
…Oke, yang terakhir itu urusan lain.
Jika kalian melihat kearah papan pengumuman, disana sudah tertera team-team yang akan melaju ke lomba yang pertama, balap sepeda.
Berikut sekilas team yang akan maju:
Team 1
Ichirouta Kazemaru
Midorikawa Ryuuji
Miyasaka Ryou
.
Team 2
Kiyama Hiroto
Fubuki Shirou
Raimon Natsumi
.
Team 3
Kidou Yuuto
Kogure Yuuya
Goenji Shuuya
.
Team 4
Suzuno Fuusuke
Nagumo Haruya
Afuro Terumi
.
Team 5
Tachimukai Yuuki
Joushirou Tsunami
Utsunomiya Toramaru
.
Team 6
Handa Shinichi
Ichinose Kazuya
Urube Rika
.
Team 7
Someoka Ryuugo
Heigorou Kabeyama
Zaizen Toukou
.
Team 8
Fudou Akio
Sakuma Jirou
Genda Kojirou
.
Team 9
Matsuno Kuusuke
Kurimatsu Teppei
Kageto Yamino
.
Team 10
Asuka Domon
Kageno Jin
Megane Kakeru
.
Sebenarnya tidak hanya 10 team, tapi banyak team.
Dan team selebihnya cukup dibayangkan dengan cara membentuk busur lingkaran didepan kepala kalian, berharap akan terbentuk sebuah pelangi yang berkilau dan berkata 'imajinaasiiii'.
Ingin lebih lengkap?
Ambillah sekalian sebuah kardus kosong (kalau bisa bekas kardus televisi –jangan lupa kasih televisi itu ketetangga kalian–), lakukan imajinasi sampai suara imajinasi kalian keluar dari dalam kardus hingga mengganggu tetangga kalian yang sedang menonton TV barunya.
Ssst, hati-hati, jangan kaget jika kalian menemukan tetangga kalian di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) terdekat keesokan harinya. [1]
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Sementara itu, team yang sudah terbentuk mulai bersiap-siap. Bersiap-siap meyiapkan strategi, menyiapkan fisik dan mental, ataupun menyiapkan cara untuk mengambil ancang-ancang untuk curi Start.
Oh, ayolah, lomba olahraga itu dinilai dari sportivitasnya bukan?
"OKE, PENONTON! SEBENTAR LAGI LOMBA AKAN DIMULAAIIII!" teriak Kakuma Keita dengan ganasnya, berusaha mencari sambutan penonton yang meriah.
Sambutannya benar-benar meriah, saking meriahnya semua orang melempar batu kearah Kakuma. Suara indah Kakuma membuat telinga para penonton penuh dengan dengingan keras.
Sederhananya, suara kerasnya itu nyaris membuat gendang telinga pecah.
Pantas ia dilempar batu.
Ya sudahlah, lihatlah 300 meter kearah utara dari lapangan atletik, di sana berkumpul orang-orang dari Team 1-Team 10. Suasana terlihat 'hangat' di sana, meskipun di sisi-sisi tertentu suasananya lebih dari hangat. 'Panas'.
"Zaizen-san, hisashiburi desu ne [2]." salam Natsumi kepada Toukou yang ada di sana dengan tersenyum ramah.
"Yo, Raimon-san." balas Toukou juga dengan senyum riang.
"Hai, Joushirou-san, nanti mohon bantuannya ya," kata Yuuki memberi salam kepada sem– Tsunami.
"E-eh… Iya. M-mohon kerja samanya juga ya, hahahaha…" kata Tsunami dengan muka yang cukup senada dengan rambutnya yang warnanya-iih-waaaww-piink itu.
"Fudou gothic banget ya…" komentar Shirou.
"Dia sih bopung, Shirou…" tambah Ryuugo seenaknya. "Daripada kamu ngeliatin dia, mending kamu ngeliatin aku deh…"
"SIAPA YANG BOPUNG?" amuk Akio.
"DARRLLIIINNN', COME TO YOUR HONEY, BABY!" teriak Rika sambil mengejar Ichinose yang langsung lari-lari.
"TOLONGGG!" teriak Ichinose dengan memilukan. Sementara Shinichi hanya meratapi nasib, kenapa ia mesti sekelompok sama Ichinose dan pacarnya tercinta itu.
"AKU BUKAN PACARNYA!" teriak Ichinose entah kearah siapa.
"Kenapa tak sekelompok sama Mamoru siiiih?" rengek Hiroto memelas.
"Mana ada hadiah lomba jadi peserta?" kata Ryuuji dengan entengnya. Menghapus harapan Hiroto membentuk team bersama Mamoru.
Hiroto pun hanya bisa jongkok ala anime meratapi nasib, sambil menggambar muka dengan dua mata dari huruf 'no' hiragana dan hidung dengan huruf 'mo' hiragana.
"Dasar bodoh." Ejek Shuuya kepada Hiroto yang masih hancur harapannya itu. Dan seketika…
"JANGAN BANYAK KOMENTARRR, KEPALA TOGEPI[4]!" amuk Hiroto.
Shuuya beruntung, di dekat Hiroto tidak ada benda tajam atau benda tumpul yang bisa dilempar.
"Bisa tidak kalian diam?" komentar Ichirouta yang sudah mengeluarkan aura yang berkata kalo-berisik-gue-tendang-lo-pake-Dance-of-The-Wind-God.
Dan yang melihatnya bisa berbeda-beda persepsinya. Yang kenal Ichirouta pasti menganggap orang baik kalau ngamuk itu menyeramkan. Karena, Ichirouta adalah orang baik.
Kalau yang tidak kenal, paling cuma bilang 'Kalo marah makin manis deh, Neng.'
…
…
…Benar-benar orang itu minta azab. Semoga dia tenang di alam sana. Amin.
"Bagi perwakilan masing-masing team yang mengikuti lomba, harap segera berkumpul di depan lapangan atletik. Jika kalian tidak datang dalam 1 menit ini, kalian akan didiskualifikasi." instruksi sang instruktur pertandingan lewat mic dan tersebar lewat speaker yang dipasang seantero sekolah.
Hening.
"APAAAA! 1 MENIT?" teriak para chara kesayangan kita. Suara mereka benar-benar mendekorasi keheningan sesaat festival sekolah ini.
Berisik. Sangat.
Beberapa team lain yang sekitar sana entah kenapa langsung menyerah. Mereka berpikir
"Kazemaru-san! Lari duluaaann!" kata Ryou.
"Fubuki! Ayo duluan! Yang cepat ya!" seru Natsumi.
"Kogure, kalau kau tidak segera berlari kesana, kupastikan adikku tidak akan bertemu lagi denganmu. Plus bonus gigitan dari penguin bervirus H5N1-ku. Mau?" kata Yuuto dengan sangat mengancam. Dan Yuuya langsung lari tanpa a-b-c lagi…
"Haruya, kalau kau tidak segera kesana sekarang, Fuusuke akan kusembunyikan 3 tahun lho… Tidak dapat 'jatah' selama 3 tahun lhoooo~ 3 tahuuu~n!" kata Terumi dengan autis yang agak akutnya. Setidaknya dapat membuat Haruya lari secepat kilat.
"Joushirou-san, tolong ya?" pinta Yuuki dengan senyum yang 1 juta volt. Eh, Tsunami, kok kesetrum? Jangan mangap begitu, Tsunami. Mukamu juga nyaris sama kayak rambut kamu yang warnanya-iih-waaaww-piink itu lagi lho.
"Gak usah kejar-kejar lagi! AKU YANG IKUT LOMBANYA! NGERTI?" kata Ichinose yang jelas-jelas masih dikejar Rika. Sekalian lari dari Rika, dia juga langsung berlari ke depan lapangan atletik.
"Kabeyama! JANGAN KE TOILET!" teriak Ryuugo.
"Kidou-san, pinjamin penguin bervirus H5N1 dong." kata Akio. Yuuto pun terheran-heran, "buat apa?" tanya Yuuto. Jirou juga menengok kearah Yuuto dan Akio. Penasaran apa yang dibicarakan mereka berdua.
"Buat gigit Jirou kalau dia tidak lari secepat mungkin dari sini ke lapangan atletik." Jawab Akio dengan dark aura dan evil smirk yang terpampang manis di mulutya. Saat ia menengok ke arah Jirou, Jirou sudah berlari ke arah lapangan.
"Eh, sejak kapan Max sudah ada di depan lapangan?" tanya Teppei ke Shadow. "Mana ku tahu?" jawab Shadow tidak peduli.
Megane menengok ke arah Domon, dan berkata, "Domon, kalau menurut perhitunganku, kalau kau lari secepatnya sekarang, kita masih sempat ikut lomba lho. Sebaliknya jika 10 detik lagi kau tidak berlari, kau akan mati."
"Hah? Kenapa?" tanya Domon heran, kenapa ia bisa mati dalam waktu 10 detik lagi.
"Karena aku yang akan membunuhmu 10 detik lagi. Jika kau tidak berlari sekarang." jawab Megane dengan tersenyum, meski di belakangnya ada aura yang sangat mengancam. Seperti melihat seorang Ivan Braginsky, sang personifikasi Russia dengan yandere akutnya itu.
Dan para perwakilan team kita tersayang sudah berkumpul di depan lapangan sekarang.
Larinya cepat, yah.
Tapi, mereka larinya cepat-cepat karena kebanyakan diancam…
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Setelah sampai disana, banyak para peserta yang protes. Salah satunya adalah Haruya.
"Kenapa kita baru dikasih tahu berkumpul satu menit sebelum persiapan pertandingan? Mana kalau telat di-diskualifikasi lagi! Biasanya juga dikasih tahu ngumpul itu 10 menit sebelum persiapan pertandingan!" amuk Haruya kepada instruktur lomba yang ada disana.
"Bukan urusanku." kata instruktur itu sok cool. "Kan peraturannya begitu." lanjutnya lagi.
"PERATURANNYA AJA BELUM DIKASIH TAHUU!" amuk Haruya makin kencang.
"Belum ya? Jadi malu." balas instruktur itu dengan teramat sangat menyebalkan.
Haruya hanya bisa mengata-ngatai si instruktur 'tercinta' itu dengan kasar.
Dalam hati tentunya.
"Jadi, akan saya jelaskan peraturannya. Kalian akan diberikan masing-masing satu sepeda. Kalian akan balap sepeda selama 3 putaran. Mulai dari Start, memutari lapangan atletik ini sampai ke garis Start ini lagi. Siapa yang paling cepat memutari 3 putaran dengan jalur yang telah ditentukan di lapangan pada masing-masing peserta dia yang menang. Selebihnya tidak ada peraturan lagi." jelas instruktur tadi.
Para peserta pun manggut-manggut.
"Mengerti?" tanya sang instruktur lagi.
Dan para peserta menjawab dengan inosennya, "Nggaaaak." dengan kompak. Sang instruktur hanya bisa berkedat-kedut ria. Mungkin para peserta masih marah dengan sang instruktur tersebut karena ia sudah seenaknya, makanya mereka menjawab 'tidak'.
Mungkin.
Dan ia menjelaskan peraturannya sekali lagi.
"Mengerti?"
"Iya kali." Dan itulah jawaban dari para peserta. Jawaban yang sangat hebat untuk membuat orang lain mengamuk. Sudah mengertikah kau instruktur sial? Perasaan para peserta tadi saat kau seenaknya?
Oh, maaf, sepertinya bahasanya terlalu melankolis.
"Kok pakai kali?" tanya sang instruktur. Dan Yuuto –yang tidak tahu darimana– tiba-tiba menjawab dari belakang, "Gak enak pak pakai bagi, terutama kalau di akar, apalagi kalau dikuadrat. Jangan sampai aja pake rumus ½ .m.v2. Mau nyari energi kinetik atau mau lomba olahraga, pak?"
Dan sang instruktur sukses seperti lagunya The Massiv.
Diam tanpa kata…
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Baik, kejadian yang tadi anggap saja angin lalu.
Sudah terlihat beberapa… errr… banyak. Ya, banyak. Banyak perwakilan team yang sudah siap tempur. Mau lomba balap sepeda saja sudah kayak mau perang… Untung tidak ada yang bawa perisai atau pedang.
"Silahkan masing-masing dari kalian naik ke sepeda." perintah sang instruktur.
Semuanya naik ke sepeda.
Dan Kakuma memberi aba-aba, "bersedia."
"Siaaaaaaapp."
"MULAAII!"
Mereka mulai mengayuh sepedanya sekuat tenaga. Balapannya berjalan dengan sangat seru.
"Ichirouta memimpin! Kayuhan sepedanya sangat cepat, saudara-saudara!" kata Kakuma mengumandangkan suaranya kembali.
'AKU PASTI MENANG!' begitulah batinnya Ichirouta. Tapi, seketika batin itu hilang saat dia bilang…
"KENAPA ADA KODOK DI SEPEDAKU!"
Yuuya langsung serasa menjadi Miss Indonesia = 'semua mata tertuju padamu.'. Para peserta yang lain langsung waspada melihat gerak-gerik Yuuya, karena mereka pasti tahu, kodok itu adalah kerjaan Yuuya. Sampai-sampai ada yang tidak memperhatikan jalan sepedanya.
…
BRAKKK!
…
…
Tuh kan, ketabrak… Bunyinya keras lho…
Sementara para perwakilan team yang berasal dari para teman-teman Mamoru berusaha mengayuh secepatnya tanpa peduli apa yang terjadi pada team lain.
"Putaran pertama nyaris berakhir! Dan yang memimpin sekarang adalah Kogure Yuuya!"
"Coba ini di air, aku pasti menang ini!" kata Tsunami agak kepayahan mengayuh sepedanya.
Yuuya hanya melenggang sepedanya santai. Seolah rasanya tidak ada apa-apa. Sebentar lagi ia sampai ke garis Start untuk putaran kedua.
"Aku duluan, cebol… UWAAAHHKK!" kata Ryuugo yang mau menyombongkan diri sambil menyalip tapi omongannya terpotong dengan teriakan.
Rupanya ada jebakan lubang di lapangan. Dan Ryuugo masuk tanpa sengaja ke dalam lubang jebakan itu.
Dan, sejak kapan lomba balap sepeda mempunyai lubang jebakan dilapangannya?
"Kogure berhasil memasuki putaran pertama dengan urutan pertama!" suara Kakuma berkumandang lagi.
'Aku harus menang, aku tidak mau diapa-apain sama Rikaaa!' pikir Ichinose dalam hati.
"Putaran kedua! Kogure masih memimpin, Ichinose perlahan merangkak maju!" kata Kakuma.
"Hah? Kok My darling merangkak? EMANG DIA GAK DAPET SEPEDA?" protes Rika.
Yang lain memasang tampang sweatdrop… Beberapa yang lain menggubrak-ria.
Sayang tak ada yang habis sweatdrop lalu gubrak, atau sebaliknya….
"Bukan begitu…" kata Shinichi sweatdrop setelah menggubrak-ria. Ternyata Shinichi mengambil double! Setelah menggubrak-ria, ia sweatdrop saudara-saudara! Ternyata ada!
Ehem… lanjutkan.
"Heeaaaahhhh!" Haruya melaju secepat mungkin.
'Aku tidak boleh kalaah!' pikir Domon. Rupanya saat dia tadi sekilas melihat ke arah penonton, dia melihat Megane yang sedang membawa boneka.
Dan, apa yang menakutkan dengan boneka?
Menakutkan, karena bonekanya adalah boneka Voodoo. Terutama aura Megane seolah berkata: 'Kalau kalah, kusantet kau dengan Voodoo ini.'
Sedangkan Haruna protes ke Yuuto, "Kakak curang! Kok Kogure boleh bawa kodok?" protes Haruna.
"Kan tak dilarang." Jawab Yuuto simpel.
"Tetap curang, ah…"
Kembali ke pertandingannya…
"Semangat to the MAX!" teriak Max seraya mengayuh sepedanya lebih kencang juga, tidak mau ketinggalan oleh teman-temannya. Tapi, kata-katanya kok mirip Monta ya?
Sudahlah, anggap Monta adalah orang lewat…
"Astaga, Kogure TERSUSUL oleh SAKUMA! Rupanya Sakuma diam-diam menghanyutkan!" jelas Kakuma.
"Eh, sejak kapan ada Fubuki di depan?" kata Jirou kaget. Rupanya Shirou jauh lebih cepat lagi dari Jirou. Shirou luput dari pandangan mata Kakuma!
Shirou berkecepatan ekstrim.
"Heigorou tertinggal dibelakang!" kata Kakuma lagi.
Kembali ke penonton…
"Apa kau menikmati pertandingannya?" tanya seseorang dari belakang kepada Natsumi.
Natsumi yang kaget langsung menengok ke belakang. "Ayah?" pekiknya. Kontan, yang lain menengok.
"Ah! Kepala Yayasan!" kaget Yuuto. "Sedang apa disini?"
"Menonton jelasnya," jawab Raimon Souichirou sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong, Mamoru ada dimana?" tanya Shuuya langsung.
"Hi." jawabnya.
"Hi?" heran yang lain kompak.
"Mi." lanjutnya lagi.
"Tsu ya?" tanya Shuuya melanjutkan.
"Tepat." Jawab Souichirou.
"Maksudnya?" tanya Natsumi tidak mengerti, begitu pula yang lain.
"Himitsu[5], maksudnya." jelas Yuuto.
"Dasar ayah yang tidak seru." komentar Natsumi begitu tahu apa maksudnya. Sedangkan Souichirou hanya berkekeh senang.
"JUARA PERTAMA ADALAH FUBUKI DARI TEAM 2! Juara kedua adalah Sakuma dari Team 8 dan Juara terakhir adalah Kogure dari Team 3!" suara Kakuma berkumandang lagi, memberitahukan siapa pemenangnya.
Yah, karena mereka jadi fokus ke kedatangan Souichirou. Jadi, mereka melewatkan pertandingannya… Begitulah.
"Kita menaang!" kata Hiroto kepada Natsumi.
"Selamat ya, Natsumi. Oh ya, yang menang pertandingan pertama ini dapat 10 poin lho…" kata Souichirou.
"Jadi, pertandingannya menggunakan sistem poin?" kata Hiroto kaget.
"Ups, ketahuan." Kata Souichirou tersenyum. "Ya, benar. Pertandingannya menggunakan sistem poin. Sistem eliminasi hanya digunakan saat final."
"Maksud?" tanya Toukou.
"Saat final, yang boleh maju hanya team yang mempunyai poin tertinggi. Dan, saat final itu pula, kalian akan bersaing secara individu." jelas Souichirou sejelas-jelasnya. "Juara pertama mendapat 5 poin, juara kedua mendapatkan 3 poin, juara ketiga mendapatkan 1 poin. Khusus pertandingan ini juara 1 mendapatkan 10 poin, karena pertandingan ini adalah pembuka." tambahnya lagi panjang.
"BANZAIII! MAMO-TAN WAIT ME!" kata Hiroto dengan OOC-nya.
"Najis, patetik[6]." komentar Shuuya menohok.
"Daripada gak menaaaang! Weeee!" balas Hiroto dengan senangnya sambil menjulurkan lidah ke arah Shuuya pula.
"Oh, ya kalian hati-hati ya…" pesan Souichirou. Ia segera membalikkan badannya, ancang-ancang ingin pergi.
"Berhati-hati terhadap apa, yah?" tanya Natsumi hati-hati.
"Kageyama… Aku melihatnya dibangku penonton tadi." katanya sambil menengok pelan. "Yosh, ganbatte ne!" dan ia langsung berlari meninggalkan tempat itu.
"Kageyama?" tanya Yuuto pada diri sendiri. Sementara yang lain mulai panic.
"Apa kau punya prakiraan, kenapa Kageyama bisa di sini?" tanya Shuuya kepada Yuuto, seolah-olah Yuuto adalah seorang peramal cuaca.
Tampangnya bertanya Shuuya juga mendukung, kalau ia adalah seorang yang minta diramal cuacanya, ia mungkin akan berkata: "Ramalan cuaca hari ini apa? Bisa ngangkat jemuran dengan selamat gak hari ini?" Sayang, ini bukan acara ramalan cuaca.
Dan Yuuto mulai menjelaskan kepada semuanya. "Pertama, dia ingin memenangkan Mamoru untuk membalas dendam kepada Raimon sekali lagi. Kedua, dia ingin memenangkan Mamoru karena ia pedofil. Ketiga, dia stress dan mungkin ingin mencari pemandangan menarik. Keempat, dia ikut taruhan siapa yang akan menang. Kelima, dia ingin memenangkan Mamoru karena ia mengidap pedophilia akut. Keenam, dia adalah fudanshi yang mencari hint shounen-ai di sekitar kita. Ketujuh, Dia adalah PEDOFIL. Dan kedelapan, yang lebih spesifik, ia… SHOTA–"
"STOOPPPP!" teriak para chara Inazuma Eleven kita serempak.
"Cukup kau bilang pedofil satu kali sudah membuatku ingin ke kamar mandi tahu!" protes Kabeyama.
"MAMORU TIDAK BOLEH JADI SIMPENAN OM-OOOM!" teriak Hiroto layaknya kesurupan.
"Untunglah dia bukan Lolicon!" kata Toukou menghela nafas lega.
"Tapi, dia pedofil lho… Hiii…" tanggap Shinichi dengan tampang ketakutan saat dia berkata 'pedofil'.
"Terumi." panggil Fuusuke.
"Kenapa?" tanya Terumi.
"Kau cukup menyomblangiku dengan Haruya saja, jangan sama Kageyama." kata Fuusuke dengan amat sangat bergidik.
"Hehehehe…Aku juga takut kalau sama dia." kata Terumi tersenyum miris sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kita benar-benar harus melindungi Mamoru-san!" kata Yuuki memberi semangat.
"Emang kamu gak takut sama Kageyama?" tanya Akio.
"Siapa yang bilang nggak?" tanya Yuuki balik.
"Sudahlah, kita pasti bisa, kita kan sama-sama berusaha…" kata Toramaru memulai memberi semangat kepada yang lain.
Sedangkan di suatu tempat…
"Halo, tuan Doorprize…" seseorang menyapa Mamoru. Mamoru menoleh kearah orang itu.
"Bagaimana kau bisa tahu aku disini?" tanya Mamoru.
"Bagaimana ya? Enaknya bagaimana?" tanya orang itu main-main sambil menyeringai senang.
Dan sedikit aksen licik.
"…"
= = TBC = =
A/N:
Huyuh, akhirnya selesai juga nih lanjutan tag-fic tersayang… Maaf ya kalau banyak jelek atau banyak apa-apanya… Kecewa? Yah, namanya juga manusia… #bletak
Sungguh saya benar-benar minta maaf jika ada beberapa chara yang agak dijelek-jelekkan, ini sekedar untuk kepentingan fic semata tanpa adanya purpose untuk mem-bashing chara. Sekali lagi saya benar-benar minta maaf! *menunduk maaf*
Terutama… Saya pake sedikit foul language... Hadooooh, parah deh…
Dan berikut adalah beberapa penjelasan :
[1] Untuk lebih jelasnya nonton Spongebob di Global TV. Pokoknya episode tentang kotak itu…
[2] Hisashiburi desu ne : Sudah lama tidak bertemu.
[3] Togepi itu salah satu Pokemon. Pokemon yang sering dibawa-bawa sama Misty itu…
[4] Himitsu : Rahasia
[5] Patetik : Kampungan, Norak. (Pathetic)
Ya sudahlah, lanjut saja ke korban tag berikutnya…
…
…
…
Kepada yang terhormat: Draco de Laviathan
Silahkan melanjutkan cerita berikutnya… Ganbatte ne!
.
.
.
With Peace,
Akazora no Darktokyo
