Nomu Yeppeo

Senyum sepertinya tidak bisa lepas dari bibir Mark sedari tadi. Begitu juga dengan pandangan pada dongsaengnya yang sekarang duduk di sebelahnya. Jinyoung memejamkan mata sementara noona yang menata make up memoleskan eyeshadow dan juga eyeliner. Beberapa menit kemudian Jinyoung membuka matanya, mengerjap-ngerjapkan matanya. "Oh…kiyeowo…", si peñata rias memekik tertahan melihat wajah Jinyoung. Entah kenapa pujian itu malah berdampak lebih besar pada Mark yang masih duduk di sebelah Jinyoung.

"Noona…", Jinyoung merengut imut. Damn! Mark mengumpat dalam hati, bisakah Jinyoung menghentikannya, Mark rasa dia bisa mendengar degupan jantungnya saat ini.

"Benarkan Mark?". Di todong pertanyaan tiba-tiba, Mark terperanjat antara kaget bercampur malu. Apa dia ketahuan memandangi Jinyoung sedari tadi?

"Uh,…ngg,,,Ne…", Jawab Mark menahan malu.

"Hyuuung…", Jinyoung memukul paha Mark pelan.

"See? Aku akan membuatmu jadi paling cantik…", canda noona peñata rias.

"Aku masih laki-laki noona…", Jinyoung pura-pura kesal.

Mark tidak melihat Jinyoung sampai selesai karena dia dipanggil untuk memasang wig dan juga memakai kostum. Mark dan yang lain juga crossdressing malam ini. Sebelum-sebelumnya banyak yang memuji jika Mark akan sangat cantik jika crossdressing tapi baginya crossdressing atau tidak Jinyoung tetap jadi yang tercantik dimatanya. Ah…bicara tentang Jinyoung, apa dia sudah selesai ya? Pikirnya sambil mematut diri di depan cermin. Mark mengernyitkan kening melihat penampilannya sekarang. Wig coklat panjang dan dress imut berwarna baby blue. Mark sibuk membuat pose aegyo di depan cermin ketika pintu ruang ganti terbuka menampilkan seseorang berambut panjang memegangi dress yang mirip dengan yang digunakan Mark sekarang.

Mark hampir mengira yang masuk adalah salah satu coordi noona jika sosok itu tidak menengadahkan kepalanya. "Ji..Jin..Jinyoung…", Ouh..damn! menyebut namanya saja Mark sampai gelagapan. "Ouh..Mark hyung…bisa kau bantu aku?", Jinyoung sepertinya mengalami kesulitan pada dressnya. Yang dimintai bantuan masih berdiri di depan cermin seperti orang bodoh.

Perhatian Mark tertuju pada mata Jinyoung yang semakin lebar karena efek eyeliner, pipinya yang bersemu merah, juga…damn! That plump red lips.

Gluk! Tenggorokkan Mark kering seketika. "Yeppeo…", lirih Mark lebih seperti berbisik.

"Hyung…", Jinyoung melambaikan telapak tangannya di depan wajah Mark yang tak berkedip.

"Mark hyung…", Jinyoung bahkan menjentik-jentikkan jarinya di depan wajah Mark.

"Isshh…Yi En!", Jinyoung memukul lengan Mark kesal.

"Oh…eh…nngg…kau bilang apa tadi?". Mark salah tingkah ketahuan melamun.

"Ggzzz… . ", Jinyoung menekankan setiap kata yang diucapkannya sambil menunjuk gaunnya.

"Oh…ok…". Satu senyuman kembali di bibir Mark.

Jinyoung berdiri membelakangi Mark, mengangkat wignya ke atas. Sepersekian detik Mark kembali mengagumi lelaki muda di depannya. Tengkuk dan punggung di depannya hampir membuatnya kembali terpaku dengan bodohnya. Sreeet, terdengar suara resleting dari balik punggung Jinyoung. "Sudah hyung?", tanya Jinyoung memastikan.

"Ne…".

"Thanks…", jeda sejenak, Jinyoung memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan,"Ouh…baru kali ini aku crossdressing…", Jinyoung melanjutkan lagi sambil membuat pose aegyo. Mark hanya menatap Jinyoung.

"Na..eotte?", Jinyoung berbalik menatap Mark dengan pose aegyo, satu wink dan bibir mengerucut imut.

"Stop it, Nyong…", Mark berusaha menghindari bertatapan dengan Jinyoung. Stop it, you make me crazy pikir Mark. Sementara Jinyoung masih mengeluarkan jurus aegyonya. Kalau begini Mark akan berakhir di rumah sakit seperti leadernya.

"Guys…ayo…", coordi noona menjadi penyelamat Mark karena dia bisa bernapas lega, sejenak.

Selama perform Mark mencoba bersikap professional, padahal dia ingin sekali memeluk Jinyoung. Damn! That boy so cute and pretty. Bahkan member yang lain semangat memanggil Jinyoung dengan sebutan eomma.

"Hyuuung…", panggil Jinyoung berusaha menyamai langkah Mark.

"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?", Jinyoung menatap Mark dengan mata bulatnya yang mengerjap imut.

"Apa yang harus kukatakan?", Mark melepas wignya dan bersiap melepas dressnya juga. Jinyoung merengut. "Jinyoung…Jinyoung…Jinyoung…ayo foto…", beberapa noona menariknya untuk berfoto. Mark hanya menaikkan bahunya sambil tersenyum miring kemudian berlalu.

"Yi En oppa…", sebuah suara yang sangat di kenal Mark terdengar kemudian diikuti sosok yang masih mengenakan dress muncul di sebelahnya.

"Wae?", Mark tak mengalihkan perhatiannya dari cermin di depannya. Jinyoung kenapa tak bisa berhenti membuatnya jantungan.

"Babe…", Mark menegang ketika Jinyoung tiba-tiba memeluknya dari belakang. Mark sudah melepas dressnya hanya menggunakan jeans dan tank top. Mark berbalik menatap Jinyoung, kekasihnya yang juga menatapnya. "Na…eotte?", Jinyoung memiringkan kepalanya, mengerjapkan matanya imut.

"Jinyoung stop…", Mark masih memperhatikan wajah kekasihnya.

"Wae oppa~", Jinyoung sengaja mengayunkan nadanya seimut mungkin.

"Kita masih harus perform sayang…". Mark melepas pelukkannya membuat Jinyoung mendesah kecewa.

"Tidak bisakah kau memujiku langsung?. Jangan Cuma, Ne,UHm,Ng jika ditanya…aku tidak mengerti…".

Mark mengangkat alisnya heran, bukannya Jinyoung tidak suka di bilang cantik?. "Issh…", Jinyoung kabur ke luar dari ruang ganti. "Jinyoung…tunggu…", Mark mengejar Jinyoung dan berhasil menangkap lengan Jinyoung.

Mark menangkup wajah cemberut kekasihnya. Sebuah senyuman menampilkan gigi taringnya. Tangan kanannya dia gunakan untuk mengusap helaian wig yang menempel di dahi Jinyoung dan menyampirkan kembali di telinga Jinyoung sebelum kembali menangkup wajah Jinyoung yang mulai berubah warna.

"Neo", Mark mengecup dahi Jinyoung. "Chinca", kemudian mata kanan Jinyoung. "Nomu", kemudian hidung bangirnya. "Yeppeo", Nafas jinyoung tercekat ketika bibir Mark menempel pada bibirnya. Melumat bibir bawahnya perlahan.

"Arachi?", Mark melepas tautan bibir mereka, menyeka sudut bibir Jinyoung yang mengangguk malu.

"Sekarang ganti bajumu". Jinyoung kembali mengangguk. Sedetik kemudian mereka menyadari jika mereka ada di ruang make up yang penuh dengan noona peñata busana dan rias. Mereka tanpa cekikikan sementara member yang lain pura-pura melakukan aktifitas lain.

"Mian…", kata Jinyoung karena telah membuat Mark menciumnya di depan banyak orang. Mark hanya tersenyum tak mempermasalahkan, lagipula beberapa coordi noona tahu hubungan mereka.

"Mark hyung chakkaman…". Mark menghentikan langkahnya ketika Jinyoung menghampirinya. Cup,"Saranghae Yi En Oppa…", Jinyoung mengecup bibir Mark kemudian berlari ke ruang ganti.

"waow!", Jackson menarik Bambam kepelukkannya. Yugyeom menutup bibirnya dengan telapak tangan. Youngjae berjengit antara kaget dan geli. Seringaian muncul di bibir Mark. Tunggu saja nanti,Babe ucap Mark dalam hati.