Cast :
Jeon Wonwoo
Kim Minah (OC)
Kim Mingyu
Summary :
Minah yang sudah masuk kedalam kehidupan Wonwoo dan Mingyu atau Wonwoo dan Mingyu yang sudah masuk kedaam kehidupan Minah?
"Lihatlah sepertinya mereka mulai akrab" Kedua orang tua Wonwoo dan Minah melihat anak mereka yang sedang berbincang di taman dari dalam rumah.
"Aku lega melihat Wonwoo dapat tertawa lepas seperti itu. Sebenarnya Wonwoo jarang sekali bicara dan selalu berada dikamar jika berada dirumah. Aku senang melihatnya dapat cepat akrab dengan Minah" Ibu Wonwoo tersenyum melihat anaknya yang sedang tertawa bersama Minah.
"Tapi masalah pernikahan aku masih belum dapat menentukannya, karena Wonwoo seorang idola kita tidak dapat menentukannya sendiri kita harus berdiskusi dengan agensinya" Lanjut ibu Wonwoo.
"Tidak masalah, ayah yang akan bicara dengan CEO Han nanti" Tegas ayah Wonwoo.
"Tidak apa-apa jangan terlalu terburu-buru, lagi pula Minah juga masih belum menyelesaikan kuliahnya. Biarkan mereka saling mengenal dulu" Ayah Minah bicara.
Wonwoo masuk kedalam kamarnya setelah Minah dan keluarganya pulang. Ia mengambil handphone dan melihat sebuah pesan yang dikirimkan seseorang dan kemudian membalasnya sambil menidurkan badannya di kasur.
"Ia sangat lucu" gumamnya sebelum tidur.
"Ahh melelahkan sekalii" Minah merebahkan tubuhnya di kasur sepulang dari rumah Wonwoo. Ia menatap ke atas tempat tidurnya dan mengingat kejadian di rumah Wonwoo tadi. Ia akan bertunangan dengan Wonwoo. Jeon Wonwoo Seventeen. Apakah ini nyata?
Bohong jika Minah tidak senang, ia bahkan sangat senang sekali. Tapi rasa senangnya tertutup akan rasa bingung dan tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
Minah adalah seorang saesang fans dari Jeon Wonwoo. Dan dia akan bertunangan dengan Jeon Wonwoo? Ini benar-benar gila.
Minah sempat berfikir bagaimana jika Wonwoo mengenalinya, karena dia sempat beberapa kali datang ke acara fansign Seventeen. Tapi Minah rasa Wonwoo tidak mengenalinya. Bahkan tadi Wonwoo bertanya apakah ia seorang Carat atau bukan.
"Tunggu sebentar, kenapa aku merasa kesal. Bukankah aku saesang fansnya? Kenapa dia tidak mengenaliku? Waahh ini benar-benar keterlaluan, awas kau Jeon Wonwoo." gertak Minah.
Sudah tiga bulan sejak terakhir kali Minah bertemu dengan Wonwoo. Tidak ada yang berubah dari kehidupan Minah setelah malam pertemuannya dengan Wonwoo. Hanya saja setelah malam itu mereka memutuskan untuk bertukar pesan dan saling mengenal satu sama lain sebelum memutuskan bagaimana rencana ke depannya.
From: Wonwoo
Maaf tadi malam aku tertidur jadi tidak sempat membalas pesanmu. Baiklah, kalau nanti aku pulang ke Changwo kita akan mencoba restoran yang kau bicarakan. Aku ada acara lagi setelah ini, sampai jumpa.
Minah tersenyum melihat pesan yang ia terima dari Wonwoo.
Seungyeon yang sedari tadi melihat Minah tersenyum pada handphonenya mulai khawatir "Hei apa kau sudah gila? Berhenti tersenyum melihat handphonemu, kau terlihat seperti anak autis" Minah yang mendengar omelan Seungyeon langsung meletakan handphone yang dipegangnya, tentu saja sebelumnya ia membalas pesan Wonwoo terlebih dulu.
"Apakah ada berita baik? Akhir-akhir ini aku perhatikan kau selalu tersenyum" tanya Seungyeon penasaran.
"Benarkah? Apakah aku menjadi semakin cantik karena selalu tersenyum?" Goda Minah bercanda.
"Ya!" teriak Seungyeon.
"Aku senang karena sebentar lagi kita akan lulus. Aku ingin cepat-cepat pindah ke Seoul dan mencari pekerjaan di sana" Belum saatnya Seungyeon tahu soal Wonwoo pikir Minah. Tapi suatu saat nanti dia pasti akan menceritakannya.
"Kau akan pindah ke Seoul? Kalau kau pergi aku bagaimana?" ucap Seungyeon sedih.
"Bukankah kau juga berniat kerja di Seoul?" Tanya Minah heran.
"Aku tidak jadi pergi ke Seoul"
"Kenapa?" Minah dapat melihat wajah Seungyeon yang berubah murung.
"Ayahku mulai sakit-sakitan dan aku diminta meneruskan bisnis kue ayah"
"Kalau kau tidak pergi ke Seoul juga aku di sana akan tinggal dengan siapa?"
"Bukankah kau punya banyak teman di Seoul?" Ah Minah lupa kalau selama ia pergi untuk mengikuti Wonwoo dia akan bilang kalau akan mengunjungi temannya di Seoul padahal ia sama sekali tidak memiliki teman di Seoul.
"Ia kau benar hehe"
"Wonwoo hyung berhenti memainkan handphonemu, Coups hyung menyuruh kita berkumpul diruang latihan" Mingyu memanggil Wonwoo yang berada di dalam studio.
"Oh baiklah" Wonwoo berdiri dan mengikuti langkah Mingyu pergi ke ruang latihan.
"Hyung malam ini kita tidak memiliki jadwal, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" Ajak Mingyu sebelum memasuki ruang latihan.
"Baiklah, lagi pula sudah lama kita tidak pergi berdua" Jawab Wonwoo dengan senyumnya. Mingyu terlihat senang karena Wonwoo menerima ajakannya.
"Ya! Kenapa kalian lama sekali hah?" Scoups marah karena Wonwoo dan Minyu terlambat masuk.
"Hehe maaf hyung"
Sungai Han
Sepanjang perjalanan Mingyu selalu menekuk wajahnya karena kesal.
"Kau kenapa Gyu?" tanya DK penasaran "Tidak apa-apa" Jawabnya ketus. Mingyu sedang kesal sekarang, saat ia dan Wonwoo ingin pergi DK memaksa untuk ikut dengan mereka. Jangan lupakan Joshua, Scoups, dan Woozi yang berada dibelakang. Wonwoo yang melihat tingkah mereka hanya dapat tertawa dalam hati.
"Saat liburan Chuseok nanti kalian akan pergi kemana? Apa kalian punya rencana?" Scoups membuka perbincangan saat mereka sudah sampai tempat tujuan dan memesan beberapa teokbokki dan omuk untuk mengganjal perut mereka yang lapar.
"Aku akan berlibur bersama keluargaku ke Jeju. Kalau kau Mingyu bagaimana?" DK menjawab pertanyaan Scoups dengan mulut penuh teokbokki.
"Aku belum punya rencana apa pun liburan ini" jawab Mingyu ketus. Dia masih kesal dengan kuda satu ini.
"Aku, Woozi, Joshua, dan Jeonghan berencana pergi ke LA dan berlibur disana. Apakah kau ingin ikut Mingyu?" tawar Scoups.
"Belum tahu hyung, aku akan memberi tahumu kalau aku ikut. Terima kasih sudah mengajaku. Kalau Wonwoo hyung apa kau akan berlibur?" tanya Mingyu. "Aku tidak punya rencana untuk berlibur. Aku hanya akan pulang ke Changwoo"
Mingyu melirik Wonwoo sinis karena merasa tidak puas dengan jawabannya. Hyungnya yang satu ini memang menyebalkan sekali. Dari tadi Wonwoo hanya diam saja padahal Mingyu yang mengajaknya jalan, tapi ia malah banyak bicara dengan yang lain. Padahal ada suatu hal yang ingin ditanyakan Mingyu pada Wonwoo.
TBC
