Title : Beautiful sunshine

CAST:

JUNG YUNHO

LEE (KIM) JAEJOONG

JUNG KYUHYUN

KIM KIBUM

KIM JOONG WOON (YESUNG)

CHAPTER 3

Sementara itu di tempat lain , seorang namja kecil dengan ekspresi datarnya berjalan di sepanjang koridor sekolahnya sambil menenteng buku-buku yang baru dipinjamnya dari perpustakaan. Tak dipedulikannya bisikan-bisikan dari orang-orang yang dilewatinya. Tapi suara ribut di belakang gudang sempat membuat perhatiannya teralihkan. Karena penasaran dihampirinya asal suara itu.

"Dasar anak pembunuh! Berani – beraninya kau masih sekolah disini! Kau kira kau pantas berada di sini?!" bentak seorang anak pada tubuh tak berdaya di depannya yang masih dipegangi oleh kedua anak buahnya.

"Kau pikir kau pantas sekolah di sini? Kalau bukan appamu yang kaya, tak mungkin sekolah ini menerima anak tak berotak sepertimu!" balas anak yang sudah babak belur itu.

'Bugh!'

Karena tidak terima dikatai anak tak berotak, namja kecil itu memukul korbannya lagi

"Kenapa? Tersinggung karena kata-kataku benar?" ejek sang korban lagi.

"Kau! Awas kau..!" ancam namja kecil itu marah dan bersiap memukulnya lagi tapi sebuah suara berhasil menghentikannya.

" Cih! Ternyata anak yang paling berkuasa dan ditakuti ternyata hanya berani main keroyokan!"

"Itu bukan urusanmu Nerd sialan!" bentaknya tak terima

"Kenapa? Mau marah?" tantang namja dingin itu mendekat sambil mencengkeram kerah namja sombong itu.

"Kau mau apa? Memukulku? Kau berani?" tantangnya

"Kenapa tidak?" jawabnya tetap dengan ekspresi dingin.

"Murid beasiswa sepertimu sebaiknya jangan macam-macam. Bisa saja aku meminta appaku untuk mencabut beasiswamu! "ancamnya. Tubuh namja kecil itu menegang sebelum dengan pelan melepaskan cengkeraman tangannya.

"Kibum hyung, pergilah! Aku tak apa-apa. Akan ku buktikan kalau aku ini namja yang kuat,"sahaut sang lorban pengeroyokan itu lemah. Masih dengan tangan terkepal erat sang namja dingin yang ternyata bernama Kim Kibum itu memandang wajah temannya yang sudah lebam.

"Anak miskin sepertimu memang harus tahu kedudukanmu. Kau harus tunduk dibawah kami!
'Bugh!'

"Kau kira aku takut dengan semua ancamanmu itu?" gertak Kibum setelah melayangkan satu pukulannya ke wajah namja sombong itu.

"Kau akan menyesal!" teriak namja kecil sombong itu marah

"Tak akan! Seorang Kim Kibum tak akan pernah takut!" bantahnya sebelum memukulnya lagi

'KIM KIBUM! TAK AKAN KUBIARKAN KAU TETAP DI SEKOLAH INI!" teriak anak sombong itu lagi

"HENTIKAN!" sebuah suara menghentikan gerakan Kibum yang telah bersiap melayangkan tangannya lagi. "Seongsaenim…" gumam sang korban

"Apa yang kalian lakukan di sini? Cepat kembali ke kelas masing-masing!" betak sang Seongsaenim marah.

Segera dua orang yang tadi memegangi sang korban berlari menghampiri sang bos yang sedah babak belur dan menuntunnya pergi.

"Kibum-ah, seharusnya kau tidak cari gara-gara dengan Shim Changmin. Kau tahu ayahnya sangat berpengaruh disini?" tegus sang seongsaenim pada Kibum.

'Seongsaenim, jangan marah pada Kibum hyung, dia hanya ingin melindungiku," bela sang korban

"cukup Jung Kyuhyun! Kau juga bisa tidak tidak usah mendengar semua ejekan-ejekan mereka, tahan sedikit emosimu," potong sang seongsaenim.

"Aku tak akan melaporkan ini pada Kepala Sekolaj. Tapi aku tidah tahu bagaimana nasib Kim Kibum besok," lanjutnya sedih. Bagaimanapun juga dua namja kecil itu adalah murid kesayangannya, murid yang jenius.

Disinilah sekarang dua namja kecil itu, di dalam ruang kelas yang sudah kosong karena semua penghuninya telah pergi. "Hyung.. makanlah bekalmu" kata Kyuhyun yang duduk di samping Kibum yang menelungkupkan kepalanya di meja. Di ulurkannya bekal miliknya pada Kibum. Kibum tak menjawab tapi tangannya meraih kotak bekalnya di laci dam menyerahkannya pada Kyuhyun yang dengan senang hati menerimanya dan mulai memakannya.

Hening… Kibum tak menyentuh bekal Kyuhyun sama sekali. Begitulah kebiasaan mereka. Kyuhyun selalu menukar bekal mewahnya denan bekal Kibum yang sering hanya dadar gulung buatan hyungnya.

"hik..hik.. hik,'samar terdengar isakan tangis Kyuhyun yang sedang memakan bekal Kibum. Rasa masakan hyung Kibum mengingatkannya pada sosok umma yang sudah lama tak ditemuinya.

"Hentikan tangismu! Untuk ukuran namja air matamu sudah terlalu banyak yang terbuang. Kalau kau memang ingin mengangis jangan di hadapan orang lain. Kau harus kuat , jangan biarkan orang lain melihat sisi lemahmu!" kata Kibum setengah membentak.

"Ne.." Kyuhyun dengan cepat menghapus airmatanya. Tak lama kemudianseorang pria paruh baya telah berdiri di depan kelas mereka. "Tuan muda, sedah waktunya pulang," katanya sambil menunduk sopan. Spontan Kyuhyun dan Kibum mendongkakkan kepala.

"Ne ahjussi. Hyung aku pulang ," pamit Kyuhun singkat.

"hm" respon Kibum singkat. Pikiran Kibum saat ini sedang kacau memikirkan nasib beasiswanya. Dia teringat bagaimana Hyungdeulnya bekerja keras untuk sekedar bertahanhidup setelah orang tua mereka meninggal.

"Kibumie, ayo kita pulang," sebuah suara menyadarkan Kibum dari lamunannya. Ditatapnya wajah hyung yang menjemputnya.

"Aigo kibumie kenapa dengan wajahmu?" tanya sang hyung panik melihat lebam di wajah dongsaengnya

'Gwecana hyung," jawab Kibum pelan

"Benar?"

"Hm.." jawab Kibum singkat.

"Baiklah kalau kau tak mau cerita pada hyung, hyung tak akan memaksa." Kata s nya seraya memeluk Kibum denan kasih sayang.

"Kau tahu kan hyung selalu ada untukmu?" tanya sang hyung lagi.

"Ne hyung," jawab Kibum sambil membalas pelukan hyungnya.

"Mianhae Yesung hyung, aku tak mau membebani pikiranmu lagi," gumam kibum dalam hati

#########################

Di ruang kanyornua tampak Ynho tengah meremas rambutya frustasi. Banyakknya dokumen yang harus diperiksa, sekretarisnya yang lari entah kemana dan belum lagi telepon dari kepala pelayannya kalau dongsaengnya Jung Khyuhyun berkelahi lagi. LAGI!

Yang dia tahu Kyuhyun dongsaengnya dulu adalah anak yang baik, periang walaupun sedikit usil dan jenius. Yaahh.. tapi itu dulu sebelum musibah yang menimpa keluarganya. Kyuhyun yang sekarang tertutup, pendiam, suka berkelahi dan suka membangkang serta membantah. Masih ingat dalam pikirannya saat dia memarahi Kyuhyun karana berkelahi dulu.

"Berkelahi lagi! Berkelahi lagi! Memangnya apa yang kau harapkan? Biar di anggap jagoan? Apa pernah hyung mengajarimu untuk berkelahi?!" bentaknya waktu itu

" Harusnya aku yang bertanya! Kenapa hyung tak pernah mengajari aku berkelahi! Hyung tak tahu apa-apa tentangku, jadi jangan pernah mencampuri urusanku lagi!" bentak Kyuhyun sebelum dia membanting pintu

"Haaah.." desah Yunho pasrah.

Tok Tok tok… terdengar suara pintu diketuk.

"Masuk," kata Yunho agak keras.

"Boleh saya masuk Presedir?" tanya seseorang yang ternyata adalah Jaejoong.

"Masuk saja Jaejoong-ssi," jawab Yunho

"Mianhae Presedir saya mengganggu, saya hanya ingin menyerahkan pesanan Presedir," kata Jaejoong sambil menyerahkan sebuah kotak bekal untuk Yunho

"Aaah.. gomawo Jaejoong-ssi, ku kira kau akan lupa," kata Yunho dengan mata brsinar. Sejenak Jaejoong terpesona dengan mata itu. Mata setajam musang itu seolah tersenyum dibalik wajah dingin seorang Jung Yunho

"Kalau begitu saya permisi dulu Presedir," pamit Jaejoong

" Ne.. gomawo Jaejoong-ssi, aku akan menggantinya, biar besok kubilang pada bagian personalia untuk menambahkannya pada gajimu," sahut Yunho

"Andwe Presedir! Saya tak pernah mengharapkan balasan apapun. Walaupun saya yakin anda tidak mengingatnya, tapi anggap saja itu sebagi rasa terima kasih saya karena Presedir telah menyelamatkan saya di mirotic bar beberapa hari yang lalu. Permisi Presedir…" pamit Jaejoong

"Mirotic club? Beberapa hari yang lalu?" batin Yunho masih tak mengerti

"Hosh.. hosh…hoshh," Jaejoong sedang mengatur nafasnya setelah menyelesaikan tugasnya memindahkan alat-alat dan beberapa semen. Di sinilah Jaejoong sekarang, bekerja di sebuah proyek perbaikan jalan setelah pulang sari perusahaan Jung Cor[. Setelah dipecat dari bar karena insiden tempo hari, hanya di tempat inilah Jaejoong bisa mendapatkan uang lebih walau tak sebanyak saat bekerja di bar.

" Jaejoong! Minumlah dulu!" teriak salah satu pekerja.

" Ne ahjussi!" balas Jaejoong tak kalah keras lalu menghampiri pria paruh baya itu dan tak menyadari seseorang telah memperhatikannya sejal tadi.

Jung Yunho orang itu, menatap miris pada sosok Lee Jaejoong. Dia tidak menyangka di balik wajah rapuh seorang Lee Jaejoong terdapat jiwa yang sangat kuat.

FLASHBSCK

Banyaknya pekerjaan membuat Yunho tak sadar hari mulai gelap dan saat keluar dari ruang kerjanya, keadaan sudah sepi. Satu tempat yang ingin ditujunya. PANTRY. "Siapa tahu Jaejoong belum pulang" pikirnya yang hendak mengembalikan kotak bekalnya. Tapi ternyata salah, hanya ada Shi ahjussi di sana.

"Apa yang kau cari Yunho-ah?' tanya Shin Ahjussi.

"Apa Lee Jaejoong sudah pulang ahjussi?" tanya Yunho

"Jaejoong sudah pulang dari tadi, mungkin dia ke tempat kerja selanjutnya," jawab Shin ahjussi

"tempat kerja selanjutnya?" tanya Yunho tak mengerti

"Yaa.. anak itu rajin selaki, dia bekerja keras untuk menghidupi ketiga dongsaengnya setelah kedua orang tuanya meninggal 5 tahun yang lalu," jelas Shin ahjussi

"Boleh ku tahu tempat kerjanya" tanya Yunho

"Hm.. sepertinya ada yang salah denganmu Yunho – ah. Tak biasanya kau peduli dengan orang lain, tapi sekarang…" selidik Shin ahjussi

"Aku hanya ingin mengembalikan korak bekal ini dan berterima kasih," potong Yunho dengan salah tingkah.

"Ha.. ha.. ha . yang aku tahu dia pernah bekerja di sebuah bar. Kalau tak salah Mirotic Club, tapi karena insiden kecil beberapa hari yang lalu, dia dipecat tiba-tiba," jelasnya.

"Insiden?" tanya yunho penasaran

"Kata Jaejoong ada pelanggan yang mabuk mencoba menyerangnya di toilet, tapi ada seseorang yang menolongnya dan pergi begitu saja. Setelah penyerang Jaejoong sadar dari pingsannya, dia memfitnah Jaejoonglah yang memukulinya sampai pingsan dan akhirnya dia dipecat," teran Shin ahjussi.

Mirotic club, Jaejoong, toilet, pria mabuk, pemukulan, semua kata-kata itu berkelebat di kepala Yunho dan membentuk sebuah memori terlintas di otaknya..

"Dasar kurang ajar!"

"Siapa namamu?"

"Lee…Lee Jaejong"

"Don't cry. I will always protect you my angel…"

TBC