LOST In Kuroshitsuji world
Disclaimer : Semua yang ada di fic ini murni bukan milik author. Suju milik diri mereka sendiri, Kuroshitsuji milik Yana Toboso.
Genre : Adventure/ humor
Rated : T
Main chara: Super Junior, chara kuroshitsuji tapi gak semua.
Summary : Bagaimanakah jadinya bila super junior tersesat di dunia anime yang mereka tidak ketahui sekaligus harus berhadapan dengan tokoh-tokoh anime?
Warning : OOC maybe, typo (s), gaje, humor gagal. Ini adalah fanfic remake milik author yang bermukim di laptop author begitu lama. Plot dan cerita murni dari ide author.
Chap sebelumnya:
"Nah ayo bantu saya beres-beres ~~." Kata Undertaker sambil menyeret Sungmin masuk lagi ke dalam toko.
"LEPASKAN MINNIE HYUNGG! LEPASKAANNNN!" Kyuhyun gak terima Sungmin ditarik gitu aja.
BLAM
Pintu toko ditutup sama Undertaker tepat di depan muka Kyuhyun.
"MINNIEEEEEEEE HYUUUUUUUNNGGGG!"
"ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!" Terdengarlah rintihan pilu dari dalam toko Undertaker.
.
.
Chap 3: Ke rumah Ciel
Member suju lainnya menatap bangunan di depannya dengan tampang miris. Mereka tak menyangka Sungmin akan mengalami hal semenyedihkan begitu.
"Minnie hyung…minnie hyung…andwaee..hiks hiks.." Kyuhyun meratapi pintu didepannya.
"Kyu..sudahlah, Minnie-ah cuma disuruh beres-beres doang kok, besok paling juga udah balik." Leeteuk mencoba menenangkan dan menghibur sang magnae.
"Benar Kyu.." Timpal Wookie.
"Hiks nanti kalau Minnie hyung digrepe-grepe gimana hyung? Andwaeeeeeeeee!" Kyuhyun makin kejer.
"Gak mungkinlah, tenang aja Kyu, gue jamin si Sungmin gak bakal diapa-apain, tar kalo si Sungmin ternyata diapa-apain sama Underwear, eh Undertaker maksudnya..loe boleh ngebully si Yesung sampe lu tua deh." Hibur Leeteuk lagi.
"Ngapa gue yang dibully?!" Yesung gak terima.
"Hiks baiklah..ayo kita pergi hyungdeul…" Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Sepertinya ia sudah semangat lagi, Kyuhyun bangkit berdiri dan kini mereka berjalan menghampiri Ciel dan Sebastian yang lagi stay di pinggir jalan.
"Kok pada diem aja? Mana mobilnya?"Heran Heechul.
"Kereta kudanya belum lewat." Jawab Ciel seadanya.
"Kyuhyun-san." Panggil Sebastian. Kyuhyun menoleh ke Sebastian.
"Apaan?" Tanyanya gak nyante.
'Kok dia tahu nama gue ya?' Kyuhyun bingung sendiri.
"Anda Iblis ya?" Tanya Sebastian to the point. Kyuhyun cengo.
"Enak saja! Gue ini manusia, emang sih gue disebut evil magnae sama orang-orang." Kata Kyuhyun menyanggah perkataan Sebastian.
"Hem, tapi aura iblis anda kuat sekali, mana mungkin anda manusia biasa. Saya yakin pasti anda ini iblis yang lagi menyamar, seperti saya. Oh iya, apa kau sedang mengikat kontrak dengan manusia? Lalu siapa majikanmu? " Kata Sebastian dan Kyuhyun langsung memasang ekspresi 'WTF!' ke Sebastian. Wkwkw, makanya Kyu jangan jadi magnae evil, dikira iblis kan tuh jadinya.
"Wekawekawekaweka..Kyunnie dikira iblis..huahahahaha.." Eunhyuk dan Donghae ketawa ketiwi. Kyuhyun langsung menggembungkan pipinya.
NGIK
TOPLAK TOPLAK TOPLAK
Ciel hanya berdehem. Kereta kuda tersebut langsung berhenti di depan Ciel dan Sebastian. Ciel masuk ke dalam kereta kuda itu diikuti Sebastian dan member suju.
Kebayang gak? Nih author kasih tahu. Jadi yang di dalam kereta kuda , tepatnya di jok penumpang ada 5 orang saling nyempil. Ciel, Sebastian, Wookie, Siwon, Shindong dan Kibum . Di tempat kusir ada 4 orang yang nyempil. Si abang kusir, Leeteuk, Donghae dan Kangin. Dan sisanya duduk di atap kereta kuda , yaitu Eunhyuk, Kyuhyun, Yesung, dan Heechul. Nah, muat kan?
Akhirnya dengan kekuatan super, dua ekor kuda berjalan dengan membawa kereta yang beratnya di atas rata-rata. Untungnya itu kereta kuda gak ambruk gara-gara kelebihan muatan ya.
"HELLO EVERYBODY! MY NAME IS EUNHYUKK! DANCING MACHINE SUPER JUNIORR!" Eunhyuk langsung berheboh ria di atas atap kereta kuda.
BLETAK
"Jangan teriak-teriak kunyuk! Malu-maluin!" Heechul langsung ngomel-ngomel.
"Kita kesannya kok nista amat ya.." Ucap Kyuhyun miris. Sedangkan Yesung hanya tercengo ria begitu melihat-lihat pemandangan kota.
Kini mereka telah sampai di depan town house Phantomhive . Mereka memandang takjub ke sebuah bangunan megah nan kokoh di depannya
"Ini rumah apa kastil apa istana?" Takjub Leeteuk.
"Bukan, gue rasa ini hotel." Komentar Kangin.
"Gue rasa bukan hotel tapi istana merdeka deh (maksud lo?)." Komentar Heechul ngaco.
Ciel memasuki area perumahan dengan diikuti kesebelas orang lainnya. Sebastian membukakan pintu untuk Ciel dan Ciel langsung nyelonong gitu aja. Kehebohan tak hanya terjadi di luar town house, tapi di dalam town house malah lebih heboh lagi.
"Anjir mamen! Nih rumah bagus banget!" heboh member Suju.
"Andai dorm kita kayak gini hyung, gue bahagia lahir batin!" Kata Kyuhyun dengan mata berbinar-binar melihat seluruh isi rumah.
"Beda banget sama di dorm, ruang tamunya aja 10x lebih besar dari rumah gue dan 5x lebih besar dari dorm! Huwaaaa daebaakkk!" Yesung berheboh ria.
"Hyungdeul dan nae dongsaeng plis deh gak usah norak gitu ngapa, malu-maluin!" Ki Bum malu dengan tingkah para hyung dan dongsaengnya. Kayaknya si Ki Bum doang yang waras di sini.
"Sumpah demi apa ya, ini rumah idaman gue bangett!" Wookie juga heboh.
Ciel dan Sebastian Cuma sweatdrop melihat tingkah orang-orang labil yang tengah ngerusuh di dalam rumahnya. Sebastian mengeluarkan sebuah kertas dan menulis sesuatu.
"Bocchan." Sebastian memberikan sebuah kertas yang tadi dituliskannya ke Ciel.
"NG?" Ciel membaca surat pemberian Sebastian.
Kalau mereka tetap heboh seperti itu saya rasa besok town house hanya tinggal nama dan kenangan saja bocchan.
Ciel cengo dan sweatdrop membaca yang dituliskan Sebastian. Segitu parahnya kah efek dari kerusuhan yang dibuat oleh orang-orang gaje tersebut. Sebelum yang dituliskan Sebastian menjadi kenyataan, Ciel langsung ambil langkah pencegahan.
"Semuanya tolong tenang!" Teriak Ciel. Keheningan langsung muncul tiba-tiba.
"Begini…gue belum kenal loe-loe pada..jadi tolong sebutkan nama kalian." Ucap Ciel.
"Gue Leeteuk, leader suju."
"Gue si Cinderella suju, Kim Heechul, dan panggil gue hyung, bocah."
"Gue art of voice suju, Yesung imnida."
"Gue Kangin."
"Gue Shindong."
"Nama saya Siwon."
"Gue dancing machinenya suju, Eunhyuk imnida."
"Donghae imnida."
"Gue eternal magnaenya suju, Kim Ryeowook imnida."
"Hn..Kibum imnida."
"Gue magnaenya suju, yahh sekaligus magnae evilnya suju sih..Cho Kyuhyun imnida."
"Baiklah..mending kalian mencari kamar yang ingin kalian tempati!" Seru Ciel.
"Benar juga! Gue sekamar sama Wookie!" Seru Yesung.
"Ayo Hyuk! Kita cari kamar!" Donghae gak mau ketinggalan.
"Sepertinya cara yang dipakai Bocchan salah, dipastikan mereka akan rusuh kembali deh." Kata Sebastian. Ciel mengangkat alisnya.
"Kok?" heran Ciel.
"Memangnya mereka tidak akan berebut kamar? Kurasa sih pasti berebut. Dan kemungkinan town house rata sama tanah, atau mungkin malah hilang dari peradaban bumi." Lanjut Sebastian.
"Mungkin saja mere-"
"ITU KAMAR, GUE SAMA LEETEUK HYUNG DULU YANG NEMU! INI KAMAR KITAAAA!"
"ENAK AJA! INI KAMAR GUE PRIBADI!"
"INI KAMAR KANGTEUK!"
"KAMAR GUE! MENDING RIBUT AMA GUE YOK!"
"AYOOKK! SINI LOEEE! GRAAAAWWW!"
"…" Ciel terdiam.
"Benar kan apa kata saya, Bocchan." Kali ini Ciel tidak bisa membalas perkataan butlernya tersebut.
-Meanwhile di tempat Sungmin-
"Adudududuh tangan gue pegeel." Keluh Sungmin sambil terus menyapu langit-langit toko Undertaker.
"Hihihi~, bersihin yang benar Sungmin-san! Itu masih ada sarang laba-labanya tuh!" Suruh Undertaker semenana-mena. Muka Sungmin dah bete banget.
Bayangin aja, dari tadi dia udah kayak kerja rodi plus romusha! Ngepel, nyapu, benerin lampu, nyapu langit-langit, ngecat toko, benerin papan nama toko, bantuin bikin peti mati. Mending ada istirahatnya, lah ini baru mau jongkok langsung disuruh kerja lagi. Udah gitu si Undertaker malah asyik-asyikan duduk sambil makan kue. Duh si Sungmin serasa jadi kuproy sehari dah.
"Undertaker-ssi! Istirahat dulu kek! Tega betul deh!" Protes Sungmin.
"Ya sudah deh, duduk gih sana!" kata Undertaker. Sungmin pun langsung duduk di salah satu peti mati.
KRETEK KRETEK
Bunyi apa itu? Ya itu adalah bunyi persendiannya si Sungmin.
'aduduh lama-lama gue encok dah.' Batin Sungmin pilu.
"Nih minum, kau pasti capek." Undertaker memberikan segelas eh ke Sungmin.
"Bukan capek lagi, capek banget tau!" Kesel Sungmin. Undertaker tertawa mendengar ucapan Sungmin. Tuh orang bener-bener dah, orang kesel malah diketawain.
BUK
Saking sewotnya, Sungmin melemparkan tengkorak kepala manusia ke wajah Undertaker.
"Adudududuh, kasar sekali~." Undertaker mengusap-usap wajahnya yang habis kena timpuk.
"Siapa suruh lu ketawain gue! Udah tau orang lagi kecapean malah diketawain, itu mah nyari ribut. " Seru Sungmin.
"Maaf, maaf," kata Undertaker nyengir.
"Eh, aku kan sudah menang itu taruhan, kenapa pula mesti bantu-bantu beres-beres ini toko? Bah, kau menipu aku rupanya ya?" Protes Sungmin.
"Tidak kok, saya hanya merasa….merasa…." Baru kali ini Undertaker kesusahan ngomong.
"Ngerasa apa?"
"Saya hanya tidak ingin anda pulang begitu cepat." Kata Undertaker sedikit serius.
'HAAAHHHH?!' Batin Sungin sambil cengo.
Sekarang member suju minus Sungmin sedang menikmati acara makan siang mereka. Makan siang kali ini untuk mereka adalah Risotto, bruchetta, steak sapi dilengkapi dengan salad dan kentang goreng, tak lupa minumannya yaitu teh assam yang dipetik dari perkebunan India terbaik.
"Wuaahh makanannya mantep bener!" heboh Yesung.
"Lidah tidak pernah bohong , ini makanan benar-benar maknyus top markotop!" Kyuhyun ikut-ikutan heboh. Mana pake slogan iklan segala lagi.
"muantep, Heeeekkk~ (sendawa)." Kangin ikut-ikutan.
"Wisss wiss wiss, gue makan dengan bahagianya." Shindong apalagi.
'Temen-temen gue gak ada yang waras apa?' Batin Ki Bum sambil tersenyum miris.
"kalian heboh sekali, makanan ini mah sudah makanan sehari-hari gue di rumah." Komentar Siwon.
"Elu mah ketara Won! elu kan orang kaya." Cibir Heechul.
"Memangnya kita gak kaya? Kita kan artis hyung!" Sahut Wookie.
"Oh iya ya.." Heechul menabok jidat Siwon.
'Kenapa jidat gue yang ditabok?' Miris Siwon.
.
.
Setelah makan siang Ciel duduk di ruang tengah bersama kesebelas orang lainnya. Siwon, Kibum dan Leeteuk lagi berdiskusi dengan Ciel tentang batu lazzuli. Yesung, Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae, Kangin dan Shindong lagi main kartu poker. Heechul lagi tidur-tiduran di karpet. Wookie lagi nonton tivi.
"Kasus ini jadi makin rumit saja." Keluh Ciel.
"Huuft, kalau begini gimana jadinya nasib kita ya?" Keluh Leeteuk.
Tiba-tiba pintu ruang tengah terbuka dan tampaklah sesosok laki-laki paruh baya yang tengah berdiri di depan pintu. Rambut laki-laki itu bewarna kelabu sama seperti Ciel dan bola matanya yang bewarna coklat. Laki-laki itu tampak sudah berumur namun tetap ganteng.
"Cieeeeel! Anakkkuuu!" Seru laki-laki tersebut sambil memeluk Ciel. Yap, dialah sang earl aslinya Phantomhive. Earl Vincent Phantomhive. Bukannya dia udah almarhum ya? Ah ini kan fanfic, jadi segala sesuatunya bisa terjadi donk.
"Pa..Papih, lepasin, aku malu Pih.." Kata Ciel yang agak susah bernapas karena dipeluk terlalu kencang. Vincent langsung melepaskan pelukannya dari sang anak tersayangnya.
TWIITT
Vincent menjewer kupingnya Ciel. Sontan, Ciel langsung mengaduh keras-keras.
"Kamu ini bandel banget ya, ngaku-ngaku earl Phantomhive ke orang-orang. Jelas-jelas earlnya itu Papih, terobsesi banget jadi earl sih." Omel Vincent sambil menjewer kuping Ciel. Semua yang ada di ruang tengah sweatdrop melihat pemandangan itu.
"Ukh..BHUAHAHAHAHAHAHAHA!" Kyuhyun ngakak dengan gembiranya. Ciel malu bukan maen.
"Ng? mereka siapa Ciel?" Ayahnya Ciel, Vincent memandang heran ke Sebelesa orang gaje tersebut.
"Ah mereka tamu-tamuku Papih. Mereka datang dari dimensi lain, mereka itu member suju, Heechul, Kyuhyun, Ki Bum, Yesung, Donghae, Leeteuk, Kangin, Siwon, Eunhyuk, Shindong, Wookie. Sebenarnya ada satu lagi, tapi dia sedang di tempatnya Undertaker." Jelas Ciel panjang banget.
"Bocah! panggil kita semua hyung!" Protes sekaligus perintah Heechul.
"Hah? Ditempatnya Undertaker? Ngapain?" Vincent kaget sambil senyum.
"Katanya disuruh bantu-bantu beres-beres." Sebastian yang menjawab. Vincent mengangkat satu alisnya.
"Tumben tuh orang mengijinkan orang asing ngebantu dia beres-beres, aneh." Kata Vincent bingung.
"Oh iya Ciel, pr dari Papih udah di kerjain nak?" Tanya Vincent. Ciel mengangguk-anggukkan kepala.
Kini Vincent dan suju kini membicarakan perihal batu lazzuli dan masalah yang sedang terjadi. Setengah jam berlalu dan mereka tak menemukan titik terang. Vincent, Ciel, sebas mulai mumet. Sampai-sampai si Vincent pake minyak kayu putih buat ngilengin puyengnya. Lah kalau suju, itu grup mah kagak bakal mumet.
"Hey hey! Kita jangan terlalu ambil pusing masalah ini! Selow aja men! Selooow! S-E-L-O-W! woles! Woles." Kata Shindong.
"Betul tuh kata Shindong hyung." Wookie membenarkan perkataan Shindong.
"Gue suka omongan lu Ndong!" Yesung memberikan acungan jempol ke Shindong.
"Nah, kata Shindong hyung kan woles aja nih, kita jalan-jalan yuk!" Usul Eunhyuk.
"WHAT?!" Ciel kaget.
"Apa tidak terlalu santai?" Tanggap Sebastian.
"Yaelah nyelon aja, lagian kita kan turis, mumpung lagi ada di London. Mana tahun 1888-nan lagi, jarang-jarang gue bisa ke London pas tahun segitu, ya gak bro?" kata Kyuhyun yang langsung disetujui Eunhyuk dan Donghae. Ketiganya tos-tosan bareng.
"Oke oke, Sebastian siapkan kereta kuda un-" Ucapan Vincent dipotong oleh Wookie.
"Jangan bapaknya Ciel, mending kita jalan kaki, lebih kerasa jalan-jalannya!" seru Wookie cepat.
"APEH?!" kaget Ciel dan Heechul.
"Jalan kaki boncel, lu conge ya?" Sungut Kyuhyun. Ciel langsung melotot ke Kyuhyun, Kyuhyun sih pasang muka sok watados.
"Baiklah, baiklah." Vincent Cuma bisa pasrah menyanggupi permintaan tamunya.
"YEYYYY!"
"sekalian jemput Minnie hyung." Kata Kyuhyun.
"Uhuhuhuhuh~~, badan gueee pegel pegeeell." Keluh Sungmin sambil tergeletak di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.
"Bangun! Bangun! Tar lantainya kotor lagi!" Suruh Undertaker kejam.
"Ukh..jahatnyaa.." Keluh Sungmin.
"Hihihi~ capek ya? Aduh kasihan lady yang satu ini~." Kata Undertaker ngocol. Tanda perempatan jalan langsung nongol di jidat Sungmin begitu mendengar perkataan Undertaker.
"Bomat, bomat, bomat." Gumam Sungmin pura-pura gak peduli. Undertaker terdiam, Sungmin juga diem. Yah sepi dong…
"Hei, gue boleh pulang sekarang gak?" Tanya Sungmin. Undertaker menggeleng.
"NGAPA GAK BOLEH? Why? Waeyo?" Heran Sungmin sambil berlebay ria.
"Claudia gak boleh pulang, Claudia harus di sini~…Aku…tidak mau ditinggal Claudia lagi~, kumohon..." Gumam Undertaker sangat tidak jelas. Sungmin cengo sangadh. 'Nih orang ngapa lagi?' Batin Sungmin.
"Claudia? Siapa lagi itu? Kok makin gaje gini sih?" Sungmin keder bukan main.
Undertaker pergi ke bagian belakang tokonya. Ternyata ada dua pintu, entah itu pintu untuk ruangan apa saja. Dan di pinggirnya terdapat tangga untuk ke lantai atas. Undertaker masuk ke salah satu ruangan. Tak lama kemudian ia keluar dengan membawa sesuatu.
"Ini Claudia." Undertaker memberikan sebuah foto, foto seorang wanita.
'Nih yeojya cantik banget! eh tapi kok mukanya rada mirip sama gue ya?' Batin Sungmin sambil menatap foto pemberian Undertaker.
"Jadi…." Sungmin menggantungkan kalimatnya.
"Ini siapa ya?" Katanya masih bingung.
"Claudia Phantomhive….dia itu…kekasihku." Kata Undertaker.
"APUAAAAHHH?!" Sungmin kaget, cengo, shock jadi satu.
'Orang aneh macam dia bisa dapet yeojya secantik ini?! What the?!' Batin Sungmin keki.
"Ehem.. terus sekarang dia kemana?" Tanya Sungmin setelah bisa mengendalikan kekagetannya.
"Dia…telah meninggal." Jawab Undertaker.
"Hah?! Mi..Mianhae Undertaker-ssi, gue gak bermaksud.." Sungmin menutup mulutnya dengan tangan.
"Tidak apa-apa kok.." Jawab Undertaker sambil tersenyum seperti biasanya.
"Oke oke..jadi loe belum bisa ngelupain dan mengiklhaskan kepergian si Claudia itu toh." Sungmin manggut-manggut.
Sesuai permintaan Ryeowook , jalan-jalan mereka kini menggunakan kendaraan yang tak ada duanya. Sangat limited edision, kendaraan yang bisa dibuat ngedance, bermanuver, beratraksi bahkan bisa digunakan untuk makan dan menulis jika mau. Apakah itu? Ya! Mereka jalan-jalan by SIKIL! Apa itu Sikil? Hem, nih tebak ya, aku ini panjang dan menggunakan sepatu? Ya betul, jawabannya adalah KAKI atau bahasa Zimbabwenya adalah SIKIL.
"Kita jalan-jalan kemana nih?" tanya Kyuhyun.
"Dah kelilingin London aja." Jawab Shindong enteng. Sontan, Yesung, Kangin, Kyuhyun dan Heechul (dengan penuh nafsu) langsung menampol Shindong.
"Kelilingin London palelu jebler?! Lu kata London seluas apaan?" Semprot Heechul.
"eheheehe, yah abisnya kita mau kemana lagi?" Shindong nyengir. Ciel terlihat sedang berpikir.
"Ke toko Undertaker?" saran nista dari Ciel.
"OGAAAAAAAAAAAHHHHH!" Seru yang lain cepat. Sebas juga ikutan loh.
"Nonton Liga Inggris aja gimana? Kali aja ada pertandingan Chelsea Vs MU gitu, atau Liverpool vs Arsenal." Saran Eunhyuk yang disertai anggukkan kepala oleh Donghae.
"Jangan." Kilah Heechul.
"Ke taman?" saran Vincent.
"MENDING GITU DAH!" Seru yang lain cepat, sebas juga ikutan loh.
"Yok kita ke taman!" Seru Vincent girang.
Mereka pun berjalan-jalan ria ke taman. Di perjalanan para beberapa dari member suju berheboh ria (tau kan siapa aja?). Vincent senyum memaklumi. Ki Bum, Ciel pura-pura gak kenal sama keenam orang gaje itu. Kalau Sebastian mah dia lagi asyik ngeliat kucing-kucing yang lagi lewat-lewatan.
"Kapan nih kita nyampenya?" Keluh Heechul. Dia kelihatan lelah.
"Sejam lagi." Jawab Sebastian asal.
"APEH?!" Heechul jantungan mendadak.
"Bercanda, noh tamannya udah keliatan." Kata Sebastian sambil menunjuk sebuah gapura berornamen Eropa kuno.
"YEEEEYYY!" Seru Suju girang. Mereka langsung berbondong-bondong ke taman. Ciel menepuk jidatnya melihat tingkah laku tamu-tamu dari dimensi lainnya itu. Vincent sih senyum memaklumin aja, Sebastian malah sweatdrop.
'Pura-pura gak kenal ah.' Batin Ciel.
'Emangnya kalau udah jadi boyband bakal jadi autis gitu ya? Jadi ragu gue, jadi ikutan audisi member boyband apa kagak.' Batin Sebastian galau.
Mereka kini tengah berada di dalam taman. Tepatnya di padang rumput di pinggir danau. Daerah itu sangat rindang dengan banyak pohon dan bunga-bunga yang mekar, danaunya pun terlihat sangat bersih dan tenang. Sebastian menggelar tikar untuk mereka piknik. Untungnya si Sebas udah nyiapin bekal sebelum jalan-jalan. Mantep dah…
"Suasananya tenang dan rindang banget." Kata Leeteuk sambil tersenyum.
"Tenang untuk meratapi masa tua hyung?" Celetuk Kangin sambil cengengesan.
BLETAK
Dan Kangin pun sukses dapet benjolan dari sang angel without wingsnya suju.
"Lapeeerrr" Keluh Shindong.
Sebastian membuka rantang yang ia bawa. Dan terlihatlah berbagai macam makanan mewah seperti semur pete, jengkol rebus, tempe bacem, sayur lodeh. Suju sweatdrop begitu melihat menu makanan yang dibawa Sebastian.
"Ah ini makanan khusus untuk Bocchan, kalau makanan untuk anda sekalian dan Tuan Besar yang ini." Sebastian membuka satu kotak rantang lagi.
Kali ini yang terlihat benar-benar mewah, bruchetta, pasta vongola, chicken doria, nachi udhuk, pizza. Suju langsung heboh lagi.
"Kita makaannn!" Seru semuanya senang. Mereka pun dengan lahapnya dan beringasnya.
"Ghue dhoyan nih mhakanan dheh." Kata Shindong sambil memakan semua hidangan dengan satu suapan. Lu doyan apa kelaperan?
-Toko Undertaker-
Undertaker duduk dengan manis sambil mendengarkan ceramah-ceramah dari Sungmin. Tentang bagaimana cara untuk move on, kisi-kisi move on yang baik dan benar serta kiat-kiat mencari wanita yang tepat saat move on. Daripada jomblo ditinggal Claudia terus mending nyari cewek lain.
"Ngerti gak?!
"Ngertiiii~~." Jawab Undertaker apa adanya.
"Bagus! Ngomong-ngomong umur loe berapa sih?" Tanya Sungmin sambil ngelus-ngelus dagu.
"Hihihi~~ sekitar 100 tahun lebih mungkin~."
DOENG
Sungmin membatu dalam sekejap.
CKLEK
"Oya oya~..lho? ternyata sedang ada tamu, eh?" Tiba-tiba seorang laki-laki bermata sipit dan berpakaian ala orang cina masuk ke dalam toko Undertaker.
"Siapa ya?" Tanya Sungmin baik-baik.
"Lho? Sejak kapan kau punya asisten wanita, Undertaker?" Laki-laki yang bernama Lau itu malah balik bertanya ke Undertaker.
CTIK
"GRRR! GUE ITU NAMJA, LAKI-LAKI! GUE BUKAN CEWEEEEKKK!" Aum Sungmin. Kenapa semua orang di dunia kuroshitsuji mengira kalau dia yeojya sih?
"Hah? Ah tidak mungkin! Ahaha!" Lau malah ketawa-ketiwi gaje.
"Grrrr…Gue pergi!" Sungmin pun langsung pergi keluar dari toko Undertaker.
"Tunggu Sungmin songsaeniiimmm~~~." Undertaker langsung menyusul kepergian Sungmin.
Sekarang member suju dan Phantomhive family sedang menikmati kegiatan-kegiatan santai, mulai dari bermain, tidur-tiduran bahkan sampai cak-cakkan. Tanpa mereka sadari, seseorang berjalan dengan cepat ke arah mereka.
PUK
Kyuhyun merasa bahunya ditepuk seseorang, tapi karena dia lagi pewe ngecakkin si Yesung tepukan itu ia hiraukan.
PUK! PUK!
"Sapa sih?! Ganggu gue aja! Gue lagi ngecakkin Yesung hyung nih!" Kesel Kyuhyun tanpa menengok ke belakang sedikitpun.
"Kyu, mending lihat kebelakang dulu.." Saran Ki Bum. Kyuhyun pun langsung menengok ke belakang dan..
"MINNIE HYUUUUNNGGG!" Pekik Kyuhyun kegirangan. Ia pun langsung memeluk hyung kesayangannya itu. Leeteuk yang baru balik dari pinggir danau kaget begitu melihat Sungmin yang dipeluk Kyuhyun.
"Kok loe bisa ada di sini? Terus kok bisa tau kita-kita di sini?" Tanya Leeteuk heran.
"Kabur hyung, tadi aku ngeliat Yesung hyung sekilas, makanya aku langsung ke sini hyung." Jawab Sungmin sambil cengengesan.
"Minnie hyung baik-baik aja? Gak diapa-apain kan?" Tanya Kyuhyun sambil memperhatikan Sungmin dari atas sampai bawah.
"Gwenchana Kyu-ah." Ujar Sungmin sambil tersenyum lembut ke dongsaeng kesayangannya itu.
"Oh jadi ini Sungmin-san ya." Vincent tersenyum sambil memperhatikan wajah Sungmin.
"Iya, anda siapa?" Tanya Sungmin. Vincent tersenyum.
"Dia itu earl Phantomhive yang asli, bokapnya si Ciel." Jelas Leeteuk.
"Hem, wajahmu terlihat tidak asing Sungmin-san mirip seseorang." Kata Vincent sambil tersenyum. Dari awal munculnya si Vincent, nih orang senyum mulu ya?
"Oh, apa yang anda maksud itu Claudia Phantomhive?" Tebak Sungmin.
"Betul! Mirip banget sama dia! Kok kamu tahu?!" Seru Vincent kaget tapi masih aja senyum.
"Siapa itu Claudia Phantomhive?" Tanya member suju bersamaan. Udah kayak paduan suara tuh.
"Claudia Phantomhive, dia itu adalah….kakakku yang telah meninggal..hiks..aku sedih. (author ngarang)." Kata Vincent sedih tapi tetep aja senyum. Itu mah dari mana sedihnya?
"Kok loe bisa tahu Claudia dah Minnie-ah?" Tanya Heechul heran.
"Oh itu si Undertaker bilang ke gue, Claudia~…Claudia~." Sungmin menirukan gaya bicara Undertaker.
"Wah jangan-jangan Claudia emang pacarnya si Undertaker lagi!" Seru Kyuhyun.
"Masa sih?" Eunhyuk dan Donghae gak percaya.
"Orang horror kayak Undertaker ada yang mau emang?" kata Kangin ngocol.
"Memang benar kok, kakakku itu memang menjalin hubungan dengan Undertaker-san." Jawaban dari Vincent langsung membuat keadaan sunyi senyap.
KRIK KRIK
"Sumpeh loe?!" Ucap Suju .
"Sumfpheh, ane zhuzhur." Jawab Vincent.
Ciel berdehem. Mencoba mengalihkan pembicaraan yang sangat gak penting ini. Prioritas utamanya sekarang adalah batu lazzuli .
"kita sebaiknya berbicara dengan topik yang lain aja." Usul Ciel bijak.
"Langkah apa yang sebaiknya kita ambil? Langkah kanan apa langkah kiri? Ataukah langkah muter balik?" kata Eunhyuk ngaco. Eunhyuk sudah mau bercuap-cuap lagi, namun langsung disumpel kaos kaki sama Heechul.
"Yang paling utama saat ini dimana si William sedeng itu berada, kita kan gak tau dia itu dimana sekarang." Heechul mengatakan argumentasinya.
"Benar juga, Sebastian apa kau ada ide?" Tanya Vincent. Sebastian tersenyum seperti biasanya.
"Kalau menurut saya, si klimis jidat kinclong itu sedang berada di shinigami work office, tapi kalau ada manusia yang mati, nanti juga dia akan muncul." Jawab Sebastian seadanya.
"oke, masalah William sudah 15% …." Pandangan Ciel berubah menjadi horror saat ia melihat siapa yang dibelakang Sungmin, Kyuhyun, Kangin dan Yesung.
"….terpecahkan.." Muka Ciel langsung pucet pasi. Sebastian melotot kaget, Vincent melotot kaget tapi tetap senyum (cacad banget), Leeteuk, Donghae, Eunhyuk, Kangin, Kibum, Shindong dan Siwon mengikuti arah pandang Ciel dll dan akhirnya mereka pun terdiam ternganga.
"Hei, kok ekspresi loe pada aneh dah?" Heran Yesung.
"Mang ada apa sih? Hoy!" Timpal Kyuhyun. Ciel menunjuk seseorang dibelakang Arlein.
"Hee~? Dibelakangku emangnya ada apaan?"Heran Sungmin. Otomatis, Sungmin, Kyuhyun, Kangin dan Yesung langsung nengok ke belakang dan..
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak mereka berempat.
OPPA GANGNAM STYLE~~~
HEEEYYY~~ SEXY LADYY~~~
Nun jauh dari taman, seorang shinigami berambut merah tengah menari-nari gak jelas dia atas genteng rumah orang. Sedangkan shinigami yang sedang bersamanya hanya diam mengacuhkan shinigami merah tersebut.
"lalalala~~, Willi-chan~, tarianku hebat tidak? Ini namanya gangnam style lohh~~." tanya Shinigami merah tersebut yang bernama Grell Suctliff.
"Huh! Berhentilah bersikap gaje Grell Suctliff, kita harus segera mengumpulkan 100 jiwa, kalau kau bergaje mulu, kapan kita selesainya? Gue pengin cepat pulang tauk! Bentar lagi ada outbox mau mulai! Aku tak mau ketinggalan ngeliat si cowboy senior nari dan nyanyi." Kesal William sambil menaikkan kacamatanya.
"Oke~ oke~ Willi-chan~~." Kata Grell sambil mengedipkan matanya genit ke arah William.
'Huft, hari ini akan jadi hari yang panjang.' Batin William.
TBC
Wkwkwkw…akhirnya update juga.
Gimana readers-san? Ceritanya makin gaje kan? Yahh namanya juga ff gaje, pasti gajelah..
Mohon reviewnya ya
