My Beloved Family
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing.
Rated : M
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance
Summary : CH.3! "Mommy, turunkan aku. Aku mau main game. Daddy membelikanku banyak kaset game. Aku mau main sekarang," Sunghyun agak menggeliat minta diturunkan dari gendongan Sungmin. KyuMin Family. Warning: Yaoi, Mpreg but Sungmin already had a children. RnR!
.
.
Holla~ saya kembali membawa chapter 3. ^_^
Saya sudah membaca semua review kalian. *hugs all reviewers*
Terima kasih banyak. Semoga chapter ini tidak mengecewakan.
.
Ah, saya ingin menjelaskan beberapa hal terlebih dahulu sebelum kalian mulai membacanya.
Di cerita ini saya memasukan HaeHyuk couple.
Lee Hyukjae yang menikah dengan Lee Donghae dan mempunyai seorang anak laki-laki seumuran dengan Sunghyun (5tahun). Nama anak laki-laki itu Lee Hyukhae. Tapi keluarganya memanggilnya dengan 'Eunhae'. :D
Umur Lee Hyukhae lebih tua 6 bulan dibanding Sunghyun, sehingga Sunghyun memanggilnya 'hyung'.
.
OK, cukup penjelasannya. :D
Selamat membaca~
.
===000===
Chapter 3
.
"Mianhae, Sungmin-sshi. Aku tidak tahu kalau rumahmu sedang ramai," kata Siwon sambil melirik Kyuhyun dan Sunghyun yang baru saja masuk ke dalam mobil.
Sungmin terdiam. Tidak menjawab meski dia mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh boss-nya. Dia masih fokus memperhatikan anaknya yang sebentar lagi akan berangkat ke sekolah bersama Kyuhyun.
"Sampai jumpa nanti sore, sayang..." Sungmin agak berseru dan melambaikan tangannya pada Sunghyun yang kini berada di dalam mobil Kyuhyun.
Namun Sungmin sedikit kecewa saat Sunghyun malah menatapnya dengan pandangan marah. Agaknya Sungmin tahu dengan arti pandangan Sunghyun itu. Namja aegyo itu sudah cukup paham kalau putra kecilnya itu sangat tidak suka dengan kehadiran Siwon di rumahnya.
Agak lama Sungmin terdiam sampai mobil Kyuhyun benar-benar menghilang dari penglihatannya. Sampai akhirnya dia ingat kalau di hadapannya masih ada boss-nya yang sedari tadi menunggu Sungmin untuk menanggapi kata-katanya.
"Tidak apa-apa. Sebentar, aku ambil dulu berkasnya," ucap Sungmin sambil mempersilahkan Siwon untuk duduk alih-alih dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil beberapa berkas yang tadi pagi sudah dia siapkan.
.
.
"Sungmin-ah, apa mantan suamimu itu... semalam menginap di sini?" tanya Siwon dengan sedikit hati-hati saat melihat Sungmin kembali ke ruang tamu.
"'Hyung', Siwon-ah. Sudah berapa kali aku katakan agar kau memanggilku dengan memakai 'hyung'?"
Sungmin agak tidak senang kali ini. Dia memang telah setuju dengan permintaan Siwon untuk tidak saling memanggil dengan panggilan resmi saat di luar kantor –apalagi ketika mereka sedang berdua. Namun Sungmin tidak suka saat boss-nya yang tampan itu memanggilnya dengan panggilan yang terkesan begitu dekat.
"Dan berapa kali aku harus mengatakan kalau aku tidak suka memanggilmu 'hyung'? Aku menginginkanmu lebih dari itu, Sungmin-ah," Siwon beranjak dari duduknya. Dia mendekat ke arah Sungmin dan memeluk namja manis itu.
Sungmin menghela nafas pelan. Dia memutar bola matanya –tanda bahwa dia sudah bosan dengan sikap boss-nya yang begitu keras kepala padanya.
"Seharusnya kau tidak boleh mengatakan itu! Sekarang kau sudah menikah!" Sungmin melepaskan diri dari pelukan boss-nya. Dia menatap Siwon dengan pandangan bersalah.
"Kita sudah sering membahasnya. Berhentilah bersikap seperti ini padaku. Aku begitu merasa bersalah pada 'istri'mu," lanjut Sungmin sambil meraih tas kerjanya.
"Tapi-"
"Sudahlah... sebaiknya kita berangkat sekarang,"
.
.
===000===
.
.
Sunghyun masih terlihat kesal di sekolah. Membayangkan Mommy-nya kini tengah bersama namja tinggi tadi membuat Sunghyun gelisah. Dia menyendiri di sudut ruang kelas sambil memutar-mutar rubik tanpa berniat menyusunnya secara benar. Wajahnya terlihat murung dengan bibir yang dikerucutkan.
"Sunghyunnie~" sapa salah satu teman Sunghyun dangan nada senang.
Sunghyun hanya meliriknya sekilas. Dia sudah terlalu hafal pada suara yang baru saja memanggilnya. Lee Hyukhae. Anak dari pasangan Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Setiap pulang sekolah, Sunghyun akan ikut pulang ke rumah Hyukhae saat Hyukjae menjemputnya. Wajar saja kalau Sunghyun terlihat lebih dekat dengan Hyukhae dibanding dengan teman-temannya yang lain. Lagi pula hanya Hyukhae yang dengan senang hati akan memaafkan Sunghyun setiap kali Sunghyun berbuat usil.
"Ada apa?" tanya Sunghyun malas.
"Sedang sedih ya?" tanya Hyukhae. Mata indah milik Hyukhae yang begitu mirip dengan mata Donghae kini menatap Sunghyun dengan polosnya.
Sunghyun tidak menjawab alih-alih sedang berpikir mengenai keanehan hubungan orang tuanya. Dia memang punya banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada orang tuanya, namun dia terkadang lupa atau tidak tega menanyakannya. Pernah suatu ketika dia bertanya pada Mommy-nya dan saat itu wajah Sungmin terlihat sedih mendengar pertanyaan Sunghyun. Hal itu membuat Sunghyun tidak jadi merengek untuk mendapat jawaban dari pertanyaannya. Begitu Sunghyun melihat wajah sedih Mommy-nya, dia sudah cukup paham untuk tidak menanyakan hal-hal tentang Daddy-nya lagi.
"Eunhae-hyung..." panggil Sunghyun dengan nada gundah.
"Iyaaa?" Hyukhae, -atau yang sering dipanggil dengan Eunhae- memiringkan kepalanya dan menatap Sunghyun dengan bingung.
"Kenapa Mommy dan Daddy-ku tidak tinggal serumah? Padahal Appa dan Eomma hyung tinggal satu rumah," tanya Sunghyun dengan raut wajah sedih.
"Mana aku tahu. Eung... apa Sunghyunnie sedih karena itu?"
Sunghyun mengangguk lemah untuk menjawabnya.
"Kalau begitu, buat saja mereka tinggal satu rumah,"
"Caranya?" tanya Sunghyun dengan sedikit bersemangat.
"Mana aku tahu. Sunghyunnie kan lebih pintar dariku,"
Sunghyun mendengus kesal mendapat jawaban seperti itu dari hyung-nya. Namun perkataan hyung-nya itu ada benarnya juga. Sunghyun tiba-tiba saja memikirkan sesuatu yang mungkin bisa membuat kedua orang tuanya tinggal bersama.
"Hyung benar! Aku memang lebih pintar dari hyung," ucap Sunghyun dengan sombongnya setelah mendapatkan sebuah ide yang menarik –menurutnya.
Eunhae mengerucutkan bibirnya. Dia akan protes dengan kesombongan Sunghyun namun dia mengurungkan niatnya. Melihat Sunghyun kini kembali ceria membuatnya tidak ingin membahasnya.
.
.
===000===
.
.
Sungmin duduk gelisah di sebuah tempat makan yang begitu mewah. Di sebelahnya terlihat Siwon sedang berbincang dengan beberapa relasi bisnisnya. Kali ini Sungmin dan boss-nya sedang mendiskusikan sebuah rancangan kontrak baru dengan beberapa perusahan yang terkait dengan program kerjanya. Salah satunya dengan perusahaan milik seorang pria yang sedang berbincang dengan Siwon.
Sungmin gelisah karena ini sudah malam dan dia belum bisa pulang. Padahal seharusnya sore hari dia sudah bisa pulang dan menjemput Sunghyun di tempat Hyukjae. Sungmin sudah bisa menebak kalau kali ini Sunghyun akan benar-benar marah padanya. Mengingat pagi tadi saja anak itu sudah menatap kesal pada Sungmin.
"Kebetulan sekali saya punya saham di perusahaan yang lebih cocok dengan proyek baru ini. Namun sayangnya saya bukan pemegang saham terbesar di perusahaan itu sehingga kemarin saya harus meminta persetujuan CEO-nya terlebih dahulu,"
"Lalu apa CEO-nya setuju?" tanya Siwon pada pria di sebelahnya.
"Dia masih belum bilang setuju. Tapi dia sudah setuju akan datang kemari hari ini. Anda bisa bicara langsung dengannya,"
Sungmin tidak begitu mendengarkan pembicaraan itu. Dia masih sibuk memikirkan Sunghyun. Kali ini namja manis itu berniat menghubungi Sunghyun. Dia menuju restroom setelah meminta ijin pada boss-nya. Bahkan sekarang pun Sungmin menelpon Hyukjae menggunakan ponsel milik Siwon.
"Hallo, Hyukjae?"
"Ah, Minnie kau kemana saja. Aku sudah berusaha menghubungi ponselmu dari tadi sore. Sunghyun sudah berisik sekali menanyakanmu,"
"Mianhae, Hyukjae. Lagi-lagi aku merepotkanmu. Batrai ponselku habis dan mendadak aku ada pertemuan dengan relasi bisnis. Aku akan langsung pulang begitu selesai. Mana Sunghyun?"
"Sebentar aku panggilkan,"
.
.
"Hallo," kini terdengar suara kecil milik Sunghyun dari balik telepon Sungmin.
"Sayang, Mommy-"
"Tidak usah dilanjutkan! Aku tahu Mommy pasti sedang pergi dengan ahjusshi itu! Mommy melupakanku! Mommy tidak sayang aku lagi!"
"Sunghyun, bukan seperti itu-"
Kata-kata Sungmin terhenti saat Sunghyun mematikan teleponnya.
"Aishhh... anak itu!"
'Selalu saja tidak mau mendengar alasannya dulu. Benar-benar persis Kyuhyun,' gumam Sungmin dalam hati sambil memijat pelipisnya pelan.
.
.
Sungmin kembali ke meja tempat Siwon yang masih terlihat berbincang dengan beberapa relasi bisnisnya. Dengan sopan Sungmin kembali duduk ke kursinya sambil perlahan mengembalikan ponsel milik boss-nya yang tampan itu.
"Sudah selesai? Apa Sunghyun marah?" tanya Siwon dengan suara yang lumayan pelan.
Sungmin hanya mengangguk lemah. Dia menatap ke sekeliling ruangan itu sampai pandangannya tertuju pada dua orang yang mendekat ke arahnya. Kyuhyun dengan seorang wanita yang Sungmin tidak tahu.
"Ah, Kyuhyun-sshi. Akhirnya Anda datang juga. Ini adalah Siwon-sshi. Dia yang mengusulkan rencana poyek kerjasama itu," kata salah satu relasi bisnis yang berada di situ.
Kyuhyun hanya terdiam. Dia menatap tidak suka pada Siwon dan kemudian menatap tajam wajah Sungmin yang kini melihatnya dengan sedikit terkejut.
"Aku sudah mengenalnya," kata Kyuhyun dengan nada dingin.
Kyuhyun duduk bergabung di meja besar itu dengan wanita tadi berada di sebelahnya.
"Maafkan saya, Kyuhyun-sshi, Siwon-sshi. Saya lalai karena tidak memberitahu dengan siapa proyek ini akan dilaksanakan. Bagus sekali, ternyata kalian sudah saling mengenal," kata pria yang duduk di sebelah Siwon sambil tertawa senang.
Siwon hanya balas menatap tidak suka pada Kyuhyun.
"Saya harap Anda tidak mencampurkan urusan pribadi dalam bisnis kali ini, Kyuhyun-sshi," sindir Siwon.
Kyuhyun mendecih pelan. Sorot mata dinginnya kini kembali menatap Sungmin yang duduk di sebelah Siwon.
.
.
===000===
.
.
Sungmin berdiri di depan lobi –bersebelahan dengan wanita yang tadi datang bersama Kyuhyun. Sesekali Sungmin meliriknya. Dia sedang menunggu Siwon selesai dengan pembayaran menu makanan tadi sekaligus menunggu mobil Siwon di antarkan sampai ke lobi. Sementara wanita itu tentu saja sedang menunggu Kyuhyun yang tadi pergi sebentar karena menerima sebuah telepon –yang sepertinya penting.
Tak bisa Sungmin pungkiri, dia memiliki rasa penasaran pada sosok wanita itu.
'Apa dia calon istri Kyuhyun?' tanya Sungmin dalam hati sambil tanpa sadar dia memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah.
"Kau, Lee Sungmin 'kan?" tanya wanita itu.
Sungmin sedikit terkejut karena wanita itu tahu namanya.
"Kyuhyun pernah beberapa kali membicarakanmu. Aku Victoria. Sekretaris sekaligus calon istrinya," kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada Sungmin.
Sungmin menjabat tangan wanita itu sekilas. Dia tersenyum getir mendengar perkataan Victoria. Entah kenapa dia merasa ada sebuah luka baru di hatinya. Padahal Kyuhyun sudah memberitahu Sungmin kalau dia akan menikah lagi. Tapi ternyata Sungmin masih belum mampu menyiapkan hatinya lebih jauh untuk menerima kenyataan itu.
"Senang mengenalmu, Sungmin-sshi," kata Victoria dengan senyum angkuhnya.
Sungmin hanya balas menatap wanita itu dengan pandangan tidak suka.
'Aku tidak senang mengenalmu, Victoria-sshi,' ucap Sungmin dalam hati.
Kali ini Sungmin kembali mempertanyakan dirinya lagi. Dia bukan orang yang mudah menunjukan ketidaksukaannya terhadap orang lain –sebelumnya. Namun kenapa saat ini dia tidak bisa menutupi rasa tidak sukanya pada wanita itu?
Pikiran Sungmin buyar ketika Kyuhyun dengan terburu-buru datang ke arah mereka. Ke Victoria tepatnya.
Bersamaan dengan itu, mobil milik Kyuhyun dan sebuah taksi juga berhenti di hadapan mereka.
"Maaf, menunggu lama. Ada masalah serius. Kau tidak apa-apa 'kan pulang naik taksi?" tanya Kyuhyun pada wanita itu.
"Ada masalah apa memangnya? Kyuhyun-ah, kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya Victoria dengan nada manja.
Sungmin yang masih berdiri di sebelah mereka pun hanya bisa memutar bola matanya melihat wanita itu mencoba bersikap aegyo di depan mantan suaminya.
"Nanti aku jelaskan. Ini sudah malam, kau sebaiknya pulang saja," kata Kyuhyun sambil membukakan pintu taksi untuk calon istrinya.
Wanita itu terlihat tidak senang. Dia mengerucutkan bibirnya sambil sekali lagi berusaha protes karena Kyuhyun menyuruhnya pulang sendirian dengan taksi.
'Cih! Aegyo-nya buruk sekali,' gumam Sungmin dalam hati.
Namun Sungmin membelalakan matanya ketika wanita itu tiba-tiba mencium bibir Kyuhyun di hadapannya. Nafas Sungmin tercekat meski Victoria hanya mencium Kyuhyun sekitar 5detik sebelum wanita itu pergi dengan taksinya.
Entah kenapa tubuh Sungmin sedikit bergetar setelah melihat itu. Ada sebuah rasa sakit di hatinya meski dia tidak tahu mengapa.
"Ayo pulang," kata Kyuhyun sambil tiba-tiba menarik tangan Sungmin dan membawa namja manis itu masuk ke dalam mobilnya.
"T-tapi, Kyu..." Sungmin agak tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Kini dia sudah berada di dalam mobil Kyuhyun.
"Sunghyun sakit," ucap Kyuhyun ketika dia merasa Sungmin akan protes dengan sikapnya yang tiba-tiba saja menarik Sungmin masuk ke dalam mobil.
"Tadi Hyukjae mengirim pesan padaku. Dia bilang Sunghyun demam tinggi dan sakit perut. Aku tidak tahu pasti bagaimana keadaannya sekarang, karena setelah itu ponsel Hyukjae tidak bisa aku hubungi. Aku juga tidak tahu nomor ponsel Donghae. Karena itulah aku begitu khawatir sekarang. Cepat kau hubungi Donghae," kata Kyuhyun sambil terus menyetir mobilnya. Dia terlihat berusaha mencari jalan agar cepat sampai ke rumah Hyukjae.
Kini Sungmin terlihat panik mendengar penjelasan Kyuhyun. Dia begitu takut terjadi sesuatu yang buruk pada anaknya.
"Ponselku mati. A-aku tidak ingat nomor ponsel Donghae. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Kyu, aku takut," Sungmin terlihat begitu gelisah. Dia begitu khawatir dengan keadaan anaknya. Dia masih ingat jelas kejadian dua tahun lalu, saat Sunghyun sakit dan menyebabkan anak itu harus di rawat di rumah sakit. Sungmin tidak mau kejadian itu terulang lagi.
"Sshh, tenang saja. Dia akan baik-baik saja," kata Kyuhyun sambil mengelus bahu kanan Sungmin untuk menenangkannya.
.
.
Kyuhyun dan Sungmin begitu terburu-buru saat keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumah Hyukjae dengan sedikit keras.
Sungmin sudah terlihat pucat sekarang. Dia benar-benar khawatir pada keadaan Sunghyun.
Tak lama, Hyukjae membuka pintu rumahnya dan menatap Kyuhyun dan Sungmin.
"Mana Sunghyun?" tanya Sungmin cepat.
"Di kamar Eunhae," jawab Hyukjae sambil menatap heran pada mereka berdua.
Sungmin segera berlari ke kamar Eunhae diikuti oleh Kyuhyun yang berjalan tergesa di belakang Sungmin.
.
.
"Sung... hyun?" Sungmin menatap tidak percaya pada apa yang ada di hadapannya setelah dia masuk ke kamar Eunhae.
Terlihat Sunghyun sedang asik bermain game dengan laptop-nya.
"M-mommy... Daddy..." Sunghyun terlihat terkejut ketika melihat kedua orang tuanya.
Sungmin langsung mendekati Sunghyun dan memeriksa suhu tubuhnya dengan menempelkan telapak tangan miliknya di dahi Sunghyun. Sunghyun sama sekali tidak demam.
"Apa maksud semua ini, Hyukjae?" tanya Sungmin yang terlihat marah.
"Ada apa? Aku tidak mengerti maksudmu, Min," ucap Hyukjae dengan nada bingung.
"Bukankah kau mengirim pesan pada Kyuhyun kalau Sunghyun sakit?"
"Eh? Aku tidak mengirim pesan apapun pada Kyuhyun. Ponselku... ah, Eunhae meminjamnya tadi," Hyukjae kini menatap putranya dengan tatapan tajam.
"Bukan aku," ucap Eunhae dengan sedikit ketakutan.
"Aku yang mengirimnya," kata Sunghyun dengan raut wajah sedih.
"Aku pikir, karena Mommy sedang pergi dengan ahjusshi itu, jadi aku mengirim pesan seperti itu pada Daddy agar Daddy menjemputku. Mommy sudah tidak sayang aku lagi," lanjut Sunghyun dengan menundukan kepalanya.
Sungmin kembali tercekat melihat anaknya yang begitu terlihat sedih. Tapi dia masih kesal karena Sunghyun membohonginya dengan pesan konyol itu. Padahal dirinya sudah benar-benar ketakutan dan begitu khawatir pada keadaan anaknya.
"Aku tidak tahu kalau Mommy sedang bersama Daddy. A-aku hanya tidak suka dengan ahjusshi itu," kali ini Sunghyun terdengar terisak.
Hyukjae yang menyadari bahwa itu semua adalah urusan rumah tangga mereka, mengajak Eunhae keluar dari kamar itu.
Sementara Kyuhyun yang menyadari kini anaknya sedang menangis pun mendekati anak itu dengan mensejajarkan dirinya dengan tubuh Sunghyun, kemudian memeluknya.
Tangis Sunghyun pun pecah. Dia merasa bersalah karena sudah berbohong pada orang tuanya. Kini namja mungil itu merasa begitu takut kalau-kalau mommy-nya marah dan tidak mau memaafkannya.
"Tadi Sunghyun sudah berbohong pada Daddy. Sunghyun tahu 'kan kalau berbohong itu perbuatan yang tidak baik?" tanya Kyuhyun.
Sunghyun hanya mengangguk di tengah tangisnya sambil memeluk erat tubuh ayahnya.
"Sunghyun tahu tidak... mommy-mu sampai hampir menangis karena mengkhawatirkan Sunghyun. Jangan lakukan itu lagi ya. Sunghyun tidak mau melihat mommy sedih 'kan?" tanya Kyuhyun sambil dengan lembut mengusap-usap punggung kecil Sunghyun.
Sunghyun sekali lagi mengangguk sambil menenggelamkan diri di antara bahu dan leher Kyuhyun.
"D-daddy... Sunghyun minta maaf," ucap Sunghyun lirih sambil menyeka air matanya sendiri.
Kyuhyun tersenyum kecil. Dia melepaskan pelukannya dan memberi ciuman sekilas di pipi kiri Sunghyun.
"Kalau Sunghyun melakukannya lagi, Daddy akan benar-benar marah loh,"
Kyuhyun menyeka air mata di pipi anaknya sambil melirik Sungmin yang kini berdiri di dekat pintu.
"Sekarang, ayo minta maaf pada mommy-mu," lanjut Kyuhyun.
Perlahan Sunghyun mendekati Sungmin dengan takut-takut. Tangan mungilnya menggenggam ujung lengan kanan kemeja Sungmin.
"Mommy," panggil Sunghyun dengan suara lirih.
Sungmin tidak menjawabnya alih-alih menyeka air matanya sendiri.
"Mommy... Sunghyun minta maaf," ucap Sunghyun dengan suara yang parau karena anak itu mulai menangis lagi.
"Mommy... jangan marah... Mommy..." Sunghyun agak mengguncangkan lengan Sungmin sambil berharap Sungmin akan memaafkannya.
Sungmin menyerah dan memeluk anak tersayangnya itu. Dia memang tidak bisa marah pada Sunghyun.
"Jangan lakukan itu lagi," kata Sungmin.
"Aku janji Mommy. Tidak akan lagi," ucap Sunghyun sambil balas memeluk erat mommy-nya.
.
.
===000===
.
.
"Sunghyun sudah tidur," kata Kyuhyun saat keluar dari kamar Sunghyun.
Tadi, begitu mereka meninggalkan rumah Hyukjae, Sunghyun terlihat mengantuk sehingga saat sampai rumah, Kyuhyun langsung menemaninya tidur.
"Terima kasih," ucap Sungmin yang kini berdiri di depan pintu kamar Sunghyun.
Kyuhyun hanya tersenyum simpul sambil menatap Sungmin yang kini kembali terlihat sedih.
"Hei... kenapa masih menangis? Sunghyun 'kan baik-baik saja. Seharusnya kau bisa tenang sekarang,"
Perlahan Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin dengan telapak tangannya yang besar. Dia mendongakkan wajah Sungmin agar menatapnya. Diusapnya air mata yang mengalir di pipi Sungmin dengan kedua ibu jarinya.
"Aku memang konyol. Tidak tahu kenapa air mataku tidak bisa berhenti," kata Sungmin lirih sambil sedikit tersenyum miris.
Entah kenapa hari ini begitu banyak hal yang membuat Sungmin bingung. Diawali pagi hari yang dia lewatkan bersama anak dan mantan suaminya di rumah, lalu bertemu Siwon, lalu bertemu Victoria, dan kemudian mendengar Sunghyun sakit. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu di satu hari yang sama. Terlebih lagi saat Sungmin harus melihat wanita itu mencium Kyuhyun tepat di hadapannya. Entah kenapa hatinya masih sakit sampai sekarang. Ada rasa 'tidak rela' saat dia membayangkan wanita tadi akan menjadi istri Kyuhyun. Dan mungkin itulah yang membuatnya menangis sekarang, –bukan karena Sunghyun.
"Aku tidak suka melihatmu menangis," ucap Kyuhyun lirih dengan menatap langsung ke mata indah milik mantan 'istri'nya itu.
"Itu membuatku sakit," lanjut Kyuhyun sambil mengecup pelan bibir Sungmin.
Seketika nafas Sungmin seperti terhenti. Dia melebarkan matanya. Menatap tidak percaya pada apa yang baru saja terjadi.
Kyuhyun menciumnya!
.
.
Kini Sungmin menutup matanya saat Kyuhyun kembali mengecup bibirnya pelan sambil kedua tangannya masih menangkup pipi Sungmin. Ada perasaan ingin protes dan menolak perlakuan Kyuhyun padanya, namun tubuhnya seakan membeku. Hatinya terasa meronta ingin merasakan kelembutan yang dulu selalu Kyuhyun berikan. Dia tahu ini semua salah. Tetapi sekarang dia sudah tidak bisa menyangkal kalau dia ingin memiliki Kyuhyun lagi –sekali lagi.
"Min..." panggil Kyuhyun di sela-sela lumatan yang dia berikan pada bibir Sungmin.
"Hmm?" Sungmin menjawab masih dengan menutup matanya sambil menikmati perlakuan mantan suaminya itu.
"Bolehkan aku..." Kyuhyun menghentikan kecupannya di bibir Sungmin. Kini dia menatap Sungmin dengan lembut sambil mengelus pelan pipi Sungmin.
Sungmin membuka matanya dan terlihat bingung dengan kata-kata Kyuhyun yang belum selesai.
"Bolehkah aku menciummu?" lanjut Kyuhyun.
Sungmin terdiam oleh pertanyaan itu. Kedua manik mata mereka bertemu. Seolah terhipnotis oleh mata kelam milik Kyuhyun, Sungmin pun mengangguk lemah.
Kyuhyun tersenyum sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Sungmin. Untuk kali ini, mereka benar-benar berciuman.
Mereka saling memagut bibir. Kyuhyun menarik tengkuk Sungmin untuk memperdalam ciuman mereka.
"Mhh.. mmmhh... ah.." Sungmin tidak bisa menahan suaranya saat Kyuhyun mulai menggunakan lidahnya.
Sudah sangat lama Sungmin tidak merasakannya. Ciuman dari bibir Kyuhyun yang dulu selalu membuatnya melebur dalam sebuah kenikmatan. Kini semuanya agak berbeda meski rasanya masih sama. Sama-sama memikat dan membuat keduanya menginginkan lebih dari itu.
"Nghh.. mnh... ngh.." Sungmin melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun.
Mereka sama-sama terlarut dalam ciuman itu. Sudah cukup lama mereka melakukan sesi making out. Tetapi belum ada tanda-tanda mereka berniat menyudahinya.
Bunyi kecupan bibir yang mengisi ruang itu. Suara desahan Sungmin yang sesekali terdengar. Dan tetesan saliva yang keluar dari kedua bibir mereka yang terpaut. Semua itu menambah keinginan mereka berdua yang sama-sama saling mengingat berbagai sentuhan yang dulu mereka rasakan.
"Shit!" Kyuhyun mengumpat saat ponselnya tiba-tiba berdering dan mengganggu apa yang dia lakukan bersama mantan 'istri'nya.
Sementara Sungmin hanya menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Namja manis itu masih berusaha mengatur nafasnya setelah sekian lama Kyuhyun menawan bibirnya.
Kyuhyun terdiam sesaat sambil mematikan ponsel-sialan-yang-mengganggu, –menurutnya. Kemudian dia menatap bibir menggoda milik Sungmin yang baru saja dinikmati olehnya.
Entah kenapa jantung mereka mendadak berdegup lebih cepat saat saling menatap satu sama lain. Terlebih lagi Kyuhyun bisa melihat rona kemerahan di pipi mantan 'istri'nya itu. Begitu manis menurutnya.
Beberapa saat berlalu, akhirnya mereka sadar dengan status hubungan mereka sekarang. Mendadak tatapan mereka terkesan canggung dan kemudian mereka menghindar agar tidak saling menatap.
"A-aku pulang dulu," ucap Kyuhyun dengan sedikit gugup. Dia terlihat buru-buru keluar dari rumah Sungmin dan meninggalkan Sungmin yang masih mematung di depan kamar Sunghyun.
.
.
.
.
Sungmin masih bisa merasakan kalau pipinya memanas saat mengingat apa yang baru saja dia lakukan bersama Kyuhyun.
'Kenapa sekarang rasanya begitu berdebar-debar? Padahal dulu aku sudah sering melakukan lebih dari itu dengannya,' gumam Sungmin dalam hati sambil menyentuh bibirnya sendiri.
.
.
.
Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lalukan.
"Oh, Tuhan... kalau aku tidak cepat pergi dari sana, aku pasti sudah tidak bisa menahan diriku," Kyuhyun menggumam sambil mengacak rambutnya sendiri dengan tangan kirinya.
"Aish! Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun! Dia bukan 'istri'mu lagi! Kau benar-benar pria bodoh!" umpatnya pada diri sendiri.
.
.
TBC
===000===
.
.
Akhirnya Chapter 3 selesai~ *gegulingan*
Semoga kalian suka. :D
Maaf ya, lagi-lagi masih tidak ada NC. Saya masih mau mengeksplor perasaan per karakter biar konfliknya berasa.
Tapi saya memang tidak berniat membuat cerita ini terlalu panjang, jadi mungkin sekitar 3 atau 4 chapter lagi juga sudah Ending –mungkin. :D
Hmm... apa feel-nya berasa? Saya agak kurang percaya diri dengan itu. Semoga berasa...
Saya akan perbaiki lagi untuk chapter depannya.
Terima kasih sudah membaca. :D
sorry for typo :D
.
.
Special thanks to :
widiwMin, daeltongryeong, Cho HyunMin, haehyuk shipper, diitactorlove, Shinyoungrin, AraPidooy, vitaminielf, Mimiyeon, kyuminlinz92, Choi Cheonsa, KyuHyunJiYoon, Sung Hye Ah, aoora, sun young, KyuMinnie, naeminnie, Yayaoi, gaeming eternalove, 960120, tanisanursyifa, Hikari, Myblackfairy, MegaKyu, Han je mi, honey26, ar13n, cho devi, Princess Sachie, Rima KyuMin Elf, Mutsuchi, JiYoo861015, Mingss, Aiko Okinawa, Rawwrr, Hyemin Puny Yesung, jung hana cassie, SteffanyChoi, cho ndithkeyta, kyuminring, Saeko Hichoru, icha22madhen, Hyugi Lee, Dina LuvKyumin, Princess Kyumin, melani kyuminElf, Enno KimLee, putryboO, Minyu, rainy hearT, Miyu1905, KimHanKyu, Aoi Ko Mamoru, Elsa Kyung.
.
.
.
Mind to review? :D
