'semoga tidak ada typo.'
DISCLAIMER: MONSTA
WARN: Shounen-Ai, TYPO, Little Bit AU.
PAIR: JHSBoboiboy Little!Fang.
Genre: Romance, Adventure, SciFi, Family.
[START!]
'Papa! Lihat ini aku gambar ini tadi di sekolah. Kata teman-teman gambarku bagus, aku memang berbakat dan populer!'
'Ya hahaha. Ini bagus sekali, ini gambar papa, dan Fang ya?'
'Yup! Tadi di suruh gambar keluarga!'
'Ohh bola kuning ini apa?'
'Ini robot yang mau kuciptakan di masa depan! Karena mama sudah pergi jauh ke dunia lain aku kan gak tau mama kaya gimana, dan aku kasian ma papa kerja sendirian, jadi aku pengen bikin robot hebat yang bisa bantu pekerjaan papa.'
'Wah! anak papa memang hebat!'
What is that?
Fang terbangun dari tidurnya, matanya masih kabur, dan udara pagi ini masih cukup dingin membuatnya merapatkan diri kedalam pelukan tubuh hangat orang yang tidur di sampingnya. Kasur yang lembut, dan empuk menghipnotisnya. Sudah lama ia tidak merasakan tidur nyaman dan tenang seperti ini sehingga ia semakin erat memeluk tangan besar itu.
'Tunggu sebentar.' Pikirnya. Ada yang salah di sini, ia segera memaksakan tubuh kecilnya bangun, dan keluar dari selimut hangat, betapa panas pipinya mengingat apa yang dirinya lakukan tadi, bagaimana ia bisa tidak sadar memeluk Boboiboy saat tidur, semoga saja Boboiboy tidak menyadarinya. Di liriknya jam di samping tempat tidur yang jarum pendeknya menunjukan angka jam enam pagi. Ia lirik lagi si Boboiboy yang masih asik di dunia mimpi dibaluti selimut hangat, sepertinya Boboiboy masih tidak ada tanda-tanda akan bangun.
"Boboiboy." Fang memanggil Boboiboy, sambil mengguncangkan tubuh pemuda itu sedikit. Namun tidak ada tanda-tanda sama sekali kalau pemuda itu akan bangun. Fang mulai kesal, karena sudah berkali-kali ia mencoba membangunkan Boboiboy yang masih asik tidur, padahal mereka harus sekolah hari ini, ya benar ini hari pertamanya sekolah. Dirinya harus datang cepat hari ini karena ia belum mengambil seragam, Fang segera turun dari kasur dan melesat kekamar mandi meninggalkan Boboiboy sendirian.
Sepuluh menit berlalu dan Fang sudah siap, bajunya yang kemaren di cuci Ochobot juga sudah kering, jadi dia tidak perlu menggunakan baju kebesaran milik Boboiboy, ia coba sekali lagi membangunkan Boboiboy, dan sepertinya Boboiboy memerlukan seember air yang sudah dia ambil dari kamar mandi sambil mengabaikan tatapan bingung Ochobot.
'BYUR!'
"Banjir!" Boboiboy bangun dengan panik, sedangkan bocah kecil di samping tempat tidurnya dengan teganya hanya memberikan tatapan cuek.
"Ayo bangun, hari ini kan sekolah. Pemalas!" Ucap Fang ketus
"Eh.. sekolah jam berapa sekarang? Eh jam setengah tujuh!? Fang kok kamu udah siap ngak bangunin aku dari tadi? Nanti aku bisa ngak sempet nganterin kesekolah kamu." Boboiboy panik, ia langsung tergesa-gesa menyiapkan seragam, buku dan lain sebagainya.
"Sudah, tapi kamu ngak bangun-bangun huh!" Fang mulai sebal.
"Okeh tunggu lima menit, sarapannya roti duluan aja! ada dilemari." Ucap Boboiboy sebelum ia memasuki kamar mandi dengan kecepatan halilintar.
Warm...
Boboiboy, dan Fang berjalan kaki bersama kesekolah, jarak antara sekolah Fang, dan Boboiboy hanya berbeda satu blok, sehingga Boboiboy bisa menemani Fang kesekolah barunya. Walaupun masih kecil Fang bersikap sangat dewasa, ia tidak ingin digandeng saat berjalan atau menyebrang, cara berjalannya angkuh dan tegak, tapi itu malah membuat Fang semakin menggemaskan, apa lagi jika sudah ngambek ia akan menggembungkan pipinya sehingga pipinya terlihat seperti bakpau cina. Sejauh ini Boboiboy tau kalau Fang sebenarnya anak yang baik namun bocah itu sering tidak ingin jujur padanya, mungkin karena dirinya adalah orang baru di hidup si bocah. Ia berharap bocah itu bisa lebih jujur sedikit, dan kemudian ide nakal terlintas di otaknya.
"Fang." Panggil Boboiboy.
"Hn?"
"Kau suka donat lobak merah ya?"
"Biasa saja, tapi itu enak." Jawab Fang singkat.
"Lihat di sana ada donat lobak merah." Kata Boboiboy sambil memegang pundak Fang, dan merendahkan wajahnya sampai ketelinga Fang membuat Fang kaget. Fang segera mencari donat lobak merah tersebut.
"Mana Dimana!?" Fang terus memperhatikan arah tunjukan tangan Boboiboy, sehingga ia tidak menyadari...
'Chuu.' Boboiboy mencium pipinya. Wajahnya panas. Terbakar, merah, malu, dan marah.
"KAU ITU PELECEHAN!" Fang yang murka langsung mengeluarkan harimau bayang miliknya, dan Boboiboy langsung berubah menjadi mode Taufan lalu menghindari serangan Fang sambil tertawa-tawa.
"Hahahahaha! Aduh bocah kau lucu sekali, harusnya kau lihat wajahmu itu! lagipula itu bukan pelecehan orang tuaku juga melakukan itu saat aku pertama kali berangkat kesekolah Hwahahahaha." Taufan mulai melayang-layang. Fang sangat ngambek, dan ia ingin donat lobak merah. Ia segera berjalan pergi sendirian ke arah sekolahnya yang sudah di depan mata meninggalkan Boboiboy Taufan.
'Sepertinya nanti aku harus bawakan donat lobak merah, baru ia akan memaafkanku.' Pikir Boboiboy yang sudah kembali ke mode normal.
I want go there!
"Nah murid murid hari ini kita dapat murid baru, Cek gu Melati ingin kalian bisa berteman baik dengannya, nah silahkan memperkanelkan diri." Kata Cek gu Melati kepada Fang yang berdiri di sampingnya sudah menggunakan seragam SD pulau rintis.
"Aku Fang salam kenal." Kata Fang singkat ia tidak terlalu tertarik untuk bisa beramah tamah dengan anak SD yang menurutnya tidak selevel dengan dirinya, pikir Fang angkuh.
"Nah Fang kau bisa duduk di belakan Upin." Cek gu menunjuk bangku kosong paling belakang dekat jendela.
"Terima kasih Cek gu." Kata Fang sebelum ia berjalan ke arah bangkunya, ia tidak menghiraukan sama sekali tatapan bersahabat yang di berikan beberapa anak yang di lewatinya.
"Nah hari ini kita akan belajar perkalian, dan pembagian. Untuk Fang jika ada yang belum kau pahami bisa kau tanyakan pada Mei-mei, dan Mail." Ucap Cekgu, dan seorang anak perempuan berkacamata melambai kearahnya, mungkin gadis itu yang bernama Mei-mei.
Run run and run...
Jam istirahat sudah dimulai, beberapa anak pergi kekantin, dan ada juga yang menyatukan meja belajarnya untu memakan bekal. Sedangkan Fang hanya menyendiri sambil menikmati roti isi selai yang dibuatkan Ochobot tadi pagi.
"Hai Fang! Nama aku Upin, ini Saudara aku Ipin!" Bocah botak itu memperkenalkan diri padanya, ia hanya membalasnya dengan anggukan singkat.
"Ih sombongnya." Ucap seorang anak bertubuh kurus pelan, sebenarnya Fang mendengarnya tapi berusaha ia acuhkan.
"Mungkin dia masih malu ma. Harus kita ajak main." Ucap Mei-mei kepada anak laki-laki kurus yang bernama Fizi, dan ucapannya diikuti anggukan Upin, dan Ipin.
"Gimana nanti kita ajak main kejar-kejaran." Kata Ipin pelan. Sedangkan Fang yang sedari tadi mendengarnya hanya memutar bola mata.
" Tapi kalau dia masih malu gimana?" Tanya Ikhsan. Si bocah bertubuh gempal.
"Hmm.. Entah, ada yang punya ide?" Tanya Mei-mei. 'Di paksapun aku juga tak mau.' Pikir Fang dalam hati.
"Oh ya Mei-mei kita jangan main masak-masakan." Kata Upin.
"Kenapa? Masak-masakan kan asik juga." Kata Ipin.
"Main bola lebih asik." Ucap Fizi.
"Ya benar, kalau ngak gundu." Kata Ikhsan sambil menunjukan gundu terbarunya.
"Ya terserahlah ma, habis itu kita bisa main kerumah ku, ibu aku baru belajar bikin donat lobak merah." Kata Mei-mei.
"Aku juga jual Donat lobak merah." Mail Akhirnya buka suara, sifatnya memang lebih cuek, dan dewasa seperti Fang semejak masuk SD. Tentu saja kuping Fang mendengar itu semua, sepertinya ia akan menghabiskan waktu sorenya untuk bermain, sebentar saja.
"Nah nanti kita ajak Susanti, dan Jarjit juga di kelas sebelah."
It's still far away
Boboiboy benar-benar lupa kalau hari ini ia ada tugas piket, dirinya berharap Fang tetap sabar menunggu, saat istirahat tadi ia kehabisan donat lobak merah, dan dirinya tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan jika Fang tambah marah, Boboiboy jadi merasa gusar, dan tentu saja perubahan sikapnya yang aneh di perhatikan oleh teman-temannya.
"Kamu hari ini aneh Boboiboy." Kata Yaya yang tanpa ia sadari tau tau sudah berada di belakangnya.
"Eh.. Ngak biasa aja."
"Dari kemaren kau keliatan galau Boboiboy." Ucap Gopal tiba-tiba.
"Kalau ada masalah cerita saja ma." Kata Ying ikut menghampiri.
Boboiboy diam sejenak merasa tidak yakin harus cerita apa tidak, tapi akhirnya dirinya bersuara. " Sebenarnya sekarang aku tinggal dengan teman baruku, namanya Fang, dia masih SD, dan masih baru sekali disini, anaknya er.. pendiam jadi aku takut dia kesepian di sekolah, lalu tadi pagi dia marah karena aku mengerjainya, dan aku takut dia tambah kesal karena aku menjemputnya telat." Boboiboy mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas.
"Kalo gitu ayo cepat kita selesaikan, nanti kita bantu jelaskan ketemanmu itu." Ucap Yaya.
"Ya. Terima kasih."
Di sisi lain...
"Fang sekarang kau jaga!" Ipin berlari-lari.
"Hahaha awas kalian." Fang ikut mengejar yang lain, sudah lama sekali ia tidak asik bermain seperti ini, rasanya Fang sangat malu mengakui kalau sebenarnya ia senang, mau bagaimanapun Fang tetaplah anak-anak, sebepata dewasa sikapnya pasti jiwa kekanak-kanakannya tetap tertanam kuat.
"Eh hati-hati jangan lari kesana!" Teriak Upin.
"Kenapa?" Fang bertanya tapi tetap terus berlari mengejar Fizi, dan Jarjit yang berlari ke arah ujung taman.
"Di sana ada si ayam galak baru bertelur." Mendengar teriakan Mei-mei. Fizi, dan Jarjit serta Fang lalu berhenti berlari, dan melihat ayam yang siap menyerang mereka. Semuanyapun berlari kencang menghindari si ayam galak yang ingin mematuk mereka, begitu juga Fang, sampai suatu suara mengalihkan perhatiannya.
"Fang!" Suara tidak asing itu adalah milik Boboiboy. Fang yang perhatiannya teralihkan jadi tertinggal lari dari teman-temannya yang sudah berada di jangkauan aman dari si ayam, dan sialnya ia malah terjatuh karena hilang konsentrasi, dan si ayam sudah di depan mata. Fang hanya bisa membeku ditempat.
I can't...
"Urghh.." Fang merintis menahan sakit, teman-temannya langsung membantunya, saat si ayam sudah pergi. Semuanya begitu panik melihat kaki Fang yang sudah jatuh di patuk ayam pula.
"Fang sakit tidak?" Tanya teman-teman barunya.
"Tidak." Jawab Fang kalem, lukanya berdarah, dan tentu saja sebenarnya itu menyakitkan. "Ini gara-gara kau." Fang menatap tajam Boboiboy. Mereka sekarang sudah ada dirumah Boboiboy untuk mengobati Fang.
"EH... Maafkan aku Fang, jangan marah ya. Nanti kubelikan donat lobak merah aku janji!" Boboiboy merasa bersalah, bocah ini pasti sudah sangat sebal dengan dirinya sekarang.
"Yang banyak." Ucap Fang singkat, sambil menggembungkan pipi nya, dan mengarahkan wajahnya ke arah lain.
"Terbaiklah, Fang." Boboiboy memberikan Fang jempol.
"Kami pulang duluan ya Fang, nanti besok kami bawakan donat lobak merah juga." Ucap Mei-mei
"Ya sampai jumpa besok kita main lagi." Kata Upin.
"Betul betul betul." Sahut Ipin.
Semua teman baru Fang pun pergi menyisakan Boboiboy dan kawan kawan.
"Boboiboy ini siapa comel sekali." Kata Gopal sambil menatap Fang.
"Ish, aku gak comel! Aku tuh keren, dan populer." Jawab Fang ketus sambil balas menatap Gopal dengan pandangan garang.
"Ini teman baruku Fang, untuk beberapa hari dia akan tinggal disini, aku udah ijin ke Tok Aba, lagian sepi kalau tok Aba gak ada." Ucap Boboiboy.
"Ya comel tapi garang ma." Ucap Ying, dan Fang semakin menunjukan wajah Grumpy cat nya.
"Fang mau biskuit?" Yaya menawarkan.
"Hm. Boleh." Ucap Fang sambil menatap biskuit Yaya. Boboiboy panik, tidak tau harus apa. Ia tidak ingin bocah semuda itu sudah merasakan namanya neraka dunia macam makan biskuit Yaya.
"Jangan!" Ucap Boboiboy.
"Kenapa?" Tanya Fang, dan Yaya.
"Eh..Kalau makan-makanan manis, nanti jadi tidak nafsu makan malam!" Ucap Boboiboy panik.
"Tak apalah Boboiboy kan cuman satu." Ucap Yaya. Fangpun mengambil satu, dan Boboiboy semakin panik. Sebelum Fang berhasil memakan biskuit Yaya, Boboiboy segera memakan biskuit itu secara utuh langsung dari genggaman Fang, dan ia resmi langsung pingsan.
"Hah Boboiboy kenapa?" Fang panik, dan Gopal memberikan isyarat-isyarat aneh 'jangan di makan kalau kau mau mati seperti dia.' Fang yang mengertipun terdiam.
"Mungkin dia lelah hehehe." Ucap Ying.
"Ah kasian Boboiboy, nih Fang ambil lagi." Yaya menawarkan.
"Tak usah repot-repot tiba-tiba aku ngerasa kenyang, bener kata Boboiboy harusnya aku ngak ngemil sebelum makan malam." Fang masih sok ketus, padahal dia hanya mulai takut setengah mati melihat biskuit Yaya.
"Yah sayang sekali." Ucap Yaya.
Setelah itu kawan-kawan Boboiboypun langsung pamit pulang kepada Fang karena Boboiboy belum sadar, untungnya Boboiboy tidak pingsan terlalu lama, jadi dia bisa memasak untuk makan malam.
Kehidupan Fang di Pulau Rintis berjalan sangat baik, tidak terasa sudah enam hari ia menetap dirumah Boboiboy, dan itu artinya Atok Boboiboy akan pulang besok, Boboiboy bilang Atoknya tidak sabar berkenalan dengan Fang. Ia juga sudah banyak berkenalan dengan penduduk-penduduk Pulau Rintis karena dirinya sekarang membantu Boboiboy mengalahkan monster-monster kiriman Adudu, walau Adudu akhir-akhir ini anehnya tak menampakan diri. Jujur ia senang disini, Fang hanya tak mau mengakui hal itu, ia tidak merasa kesepian, dan ia senang karena jadi anak populer dikota, hal itu tentu saja dimanfaatkan Gopal tanpa sepengathuan Fang dengan menjual foto-foto imut Fang.
Fang sadar ia tidak boleh hidup terlalu nyaman seperti ini, dan yang membuatnya tersadar adalah saat Jarjit memberikan cerita horor tentang rumah berhantu yang katanya dulunya terjadi pembunuhan disana. Fang sempat menanyakan arah jalan kerumah hantu itu kepada Boboiboy, dan Boboiboy bilang Boboiboy sering melewati rumah hantu itu kalau pulang sekolah, namun karena sekarang ia terbiasa pulang lewat blok sekolah Fang mereka jadi tak perlu melewati kawasan rumah hantu tersebut.
Fang sudah memutuskannya, kekuatan jam kuasanya benar-benar sudah melemah lagi, dan sudah waktunya malam ini ia meminta Ochobot untuk memulihkan kekuatan jam kuasanya lagi, tentu saja ia tidak ingin Boboiboy tau. Lagi pula sudah tidak akan ada lagi hari esok, Fang benar-benar sudah memutuskannya jika ia harus pergi sekarang. Malam ini juga.
Boboiboy sudah terlelap. Fang berusaha sangat hati-hati turun dari tempat tidur, lalu menghampiri tempat Ochobot yang sedang tertidur. Fang segera menTurn-Off Ochobot dengan sangat perlahan, lalu keluar dari rumah Boboiboy dengan hati-hati sambil membawa Ochobot.
It's Over
Sekarang sudah jam sebelas malam, dan seharusnya tidak ada bocah kecil yang berani memasuki rumah hantu itu sendirian, ia masuk kerumah hantu itu lewat pintu depan yang tak terkunci, dan tanpa melepas alas kaki. Kondisi ruangan sangat mengerikan, ia masuk semakin dalam keruang tamu yang sangat besar dengan hanya berbekalkan satu lampu senter sedang. Ia pandangi setiap sudut rumah itu, sampai pandangannya tertuju ke arah sebuah lukisan besar yang sudah rusak sebagian.
'Fang kalau sudah besar ingin jadi apa?'
'Fang ingin jadi seperti papa.'
'Haha begitu ya.'
'Fang papa ada kejutan. Lihat ini Ochobot!'
'Itu! Mirip seperti di gambar Fang!'
'Ya klien papa yang minta membuatnya, hanya saja bedanya Ochobot ini memiliki kekuatan yang sangat hebat.'
'Ini papa berikan kepadamu. Jam kuasa!'
'Apa ini?'
'Jam ini akan memberimu kekuatan jika kau dalam masalah. Besok ayo ikut papa ke markas Atata di bumi untuk melihat pengaktifannya ya!'
'Asik! Fang mau ikut!' Fang memeluk papanya.
Memori demi memori bermunculan, ia terus saja menghujat matanya yang entah kenapa menjadi panas. Fang terus berjalan masuk makin dalam kedalam rumah berhantu, diapun masuk kedalam ruangan penuh berisi buku tua yang isinya kebanyakan sudah hancur. Fang sampai ke ujung ruangan, lalu ia menekan salah satu motif Wallpapper yang ada di tembok rumahnya, dan ternyata itu adalah tombol menuju sebuah laboratorium rahasia.
"Masukan sidik jari anda." Ucap suara robotik dari ruangan tersebut, di hadapan Fang sekarang adalah pintu besi besar dengan alat sidik jari di tengahnya.
"Selamat datang tuan muda." Ucap suara robotik itu saat Fang sudah meletakan sidik jarinya. Ruangan itu berwarna putih, dan terlihat jauh berbeda dengan kondisi rumah berhantu yang dimasuki Fang. Ia letakan Ochobot di dalam tabung besar, dan memasukan coco yang ia curi dari dapur rumah Boboiboy.
"Dengan ini jam kuasa ku akan sempurna kembali." Kata Fang sambil menatap Ochobot yang berada di dalam tabung.
"Ya, dan kau harus memberikannya kepada kami." Ucap suara asing dari belakang Fang yang membuatnya merasa kaget, Fang membelalakan matanya. "Adudu! Ijojo!" Fang mundur selangkah demi selangkah merapat ketabung tempat Ochobot berada. "Bagaimana kalian bisa.."
"Tentu saja kami membututimu. Jangan merasa aman karena selama ini kau bisa memanfaatkan si Boboiboy itu. Nah sekarang ikut kami, kami akan memperlakukan mu dengan baik jika kau mau kembali ke markas luar angkasa Atata tiga." Ucap Ijojo dengan nada sok lembut yang membuat Fang semakin muak.
"Atau kau mau dengan cara kasar." Adudu sudah mengeluarkan tembakan laser, begitu juga probe yang sudah berubah ke mode mega probe.
"Baiklah." Fang mengambil Ochobot dari dalam tabung. "KALIAN PIKIR AKU AKAN BILANG BEGITU HAH? HARIMAU BAYANG!" Fang pun berlari dari ruangan itu lewat pintu rahasi di belakang tabung dengan secepat mungkin, walau sebenarnya kakinya yang waktu itu berdarah saat di patok ayam belum sembuh secara sempurna.
Fang sudah berada di lantai dua rumah tersebut, dan di depannya adalah jendela, ia bisa kabur dengan elang bayang lewat jendela tersebut. Namun tiba-tiba monster gurita raksasa muncul dari sana, dan dengan cepat salah satu tentacle milikgurita tersebut menangkap kaki Fang, lalu melilit tubuhnya.
"Nah sekarang kau tak bisa melawan." Kata Adudu. Fang terus meronta, tapi lilitan gurita itu malah semakin erat, dan membuatnya semakin sesak.
"ARGGH AKU TIDAK AKAN KALAH DARI KALIAN! AKU AKAN JADI MANUSIA TERKUAT DI ALAM SEMESTA INI!" Teriak Fang dengan tenaga terakhirnya. Sedangkan mendengar hal itu Ijojo, dan Adudu hanya tertawa-tawa. Fang merasa tubuhnya semakin melemah, ia belum sempat memindahkan kekuatan Ochobot yang ia perlukan untuk menyeimbangkan jam kuasa miliknya kembali. Ijojo segera berjalan ke arah Ochobot yang sudah tergeletak di lantai, namun saat ia ingin mengambil Ochobot, sebuah Halilintar merah menyambar tangannya.
"Arggh!" Ia merintih perih.
"LEPASKAN FANG!" Boboiboy Halilintar sudah menyiapkan keris-keris merah miliknya. "Kenapa kalian bersekongkol? Bukannya kalian musuh! Kenapa kalian menangkap Fang?"
"Itu bukan urusan mu Boboiboy. Lagipula bocah ini hanya memanfaatkan mu untuk mendapatkan kekuatan penuh bola kuasa. Asal kau tau saja dia itu buronan." Kata Adudu sambil menyiapkan senjatanya. Ijojo pun segera mencoba mengambil Ochobot kembali tapi bola kuning itu malah menggelinding ke arah Boboiboy.
"Ochobot sudah siap. Sial.." Ujar Fang pelan. Boboiboy lalu menatap Fang.
"Fang benarkah kau hanya memanfaatkan aku? Itu bohong kan?" Boboiboy menatap Fang yang masih terjerat di dalam lilitan gurita. Sedangkan Fang hanya menunduk, sambil melirik Ochobot yang mulai mengeluarkan sedikit cahaya dari tubuhnya. Semua rencananya resmi berantakan.
"YA! Itu semua benar, aku berbohong! Aku hanya memanfaatkan mu agar aku bisa mencuri Ochobot darimu Hahaha! Kau begitu bodoh! Bisa-bisa nya ditipu bocah mencurigakan seperti ku!" Fang berteriak tanpa menatap wajah Boboiboy. Tiba-tiba terdengar suara bel, dan cahaya berkedip-kedip dari gelang yang digunakan oleh Adudu, dan Ijojo.
"Tch. Waktu kita habis. Ijojo abaikan saja Ochobot. Bos besar sudah memanggil, lagipula yang kita perlukan sekarang hanya bocah itu." Kata Adudu, sambil mematikan bel di gelangnya.
"Kau benar. Ayo!" Jawab Ijojo.
"Tunggu! Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Fang!" Boboiboy berteriak, bersiap menyerang Adudu, dan Ijojo namun robot Mega probe, dan petai yang tiba-tiba muncul menghalanginya. Fang yang mendengar suaranya dipanggil oleh Boboiboy tetap menunduk, sudah tidak ada lagi tenaga tersisa di tubuhnya. Pandangan Fang samakin mengabur, dan kesadarannyapun hilang.
Alien-alien itu sudah berhasil membawa Fang, tetapi Boboiboy masih sibuk bertarung dengan petai, dan mega probe. Setelah pesawat luar angkasa milik para mahluk Atata tiga itu pergi, Probe, dan Petai langsung kabur, dan menghentikan pertarungannya melawan Boboiboy Halilintar. Boboiboy di tinggalkan sendirian, di ruangan yang seketika menjadi sunyi.
"ARGHHHHH!" Boboiboy berteriak sekuat tenaga, kesal marah entah pada siapa, ia hanya bisa menembakan keris halilintarnya kesegala arah, sambil berteriak frustasi.
TBC
CHAPTER 4: Father-power-rescue
Misteri terbongkar, tetapi misteripun juga bertambah! Ada yang bisa menebak sebenarnya ada apa?
"Menyelamatkan Fang?"
"Pengembalian Memori Ochobot: 100% Complete"
"Yang kami perlukan hanya.."
"Aku hanya ingin hidup normal."
Sachi takut banget ada typo, makin lama Sachi ingin coba nulis chap yang semakin panjang. Jumat kemarin Sachi ternyata dapat libur, jadi bisa lanjutin fanfic ini. Semoga Readers suka ya.
Jujur Sachi sangat senang kalau ada review masuk, biasanya itu yang jadi motivasi Sachi buat nulis, Sachi bukan takut kalau fic Sachi jelek, tapi yang Sachi takut kalau Fic Sachi tidak menarik makanya readers cuman lewat doang wkwkwk. Selain itu Fic dengan Pair Yaoi juga sangat memotivasi /SLAP. Biasanya biar Sachi mood nulis, Sachi bakal jadi readers sambil ngumpulin mood nulis. Nah Ok Ayo sekarang sachi cek cek Ripiu.
Natsu Hiru Chan
Sankyu buat reviewnya Natsu-chan. Aku juga mau peyuk-peyuk Fang, sebenernya itu keinginan pribadi ku/SLAP. BoiFangnya disini aku tambahin banyak nih hehehe.
Destry Widya Rachmandani
Badannya kecil, karena dia aku jadiin Char yang tipe pubernya lambat wkwkwk. Ini aku tambahin panjangnya hehehe. Maaf ya kalau ada Typo, lain kali aku coba lebih teliti lagi, soalnya kalo FF panjang makin g teliti akunya wkwkwk. Sankyu buat Reviewnya.
Ava Laxanfox
Hahaha ya di dialog aku sering rada ragu-ragu mikirin si char mau ngomong apa. Wkwk. Semoga aku bisa makin berkembang. Sankyu untuk reviewnya~
FoinChu
Ya aku juga inginnn Boboiboy jadi lebih pedo /PLAK. Habisnya Fang itu makin lucu makin kecill kya~~ Sachi pengen nyubit juga hweeQwQ
Oranyellow-chan
Ya! Sangat unyu imut, dan pinter tentunya hwehehehe. Sama aku juga kayaknya kalah pinter wkwkwk. Sankyu untuk Reviewnya ya.
Nozomi Rizuki 1414
HweeeQwQ jangan di pukul dong fang nya. Cubit aja wkwk. Coba tebak misi sebenernya dia apa hehe~ Sankyu ya buat Reviewnya ^^/
Charllotte-chan
Okay~ Sankyu buat Reviewnya ^^/
Aisya Subagio
Makasih buat review dan koreksinya. Wah sepertinya di chap sebelumnya aku banyak kecolongan di EYD ya. Maap aku suka g sadar. Kalau bagian tanda tanya dan seru itu biar bikin efek kaya dikomik-komik wkwwkwk. Semoga bagian itu di maafkan, dan fic nya gak akan kujadiin crossover, karena upin ipin hanya muncul sangat sedikit. Ayo tebak misinya apa~~ hehehe
Ranni-kudo21
Ya kyuttt nya fang, sebenarnya itu keinginan priibadi Sachi/SLAP. Sachi sengaja rada bully Boboiboy, abisnya Sachi jeles sih wkwk.
Fayzaghoul
Fang tujuh tahun, boboiboy 14 tahun. Bebanya 7 tahun ^^
fujoshi-chan
Shotacon~
Terima kasih untuk para readers ^^ silahkan di review. Silahkan juga yang mau nebak nebak Chap berikutnya.
