Title : Chimchim, Mommy and Ballon (BTS Ver)

Author : DescajinseokKIM237

Genre : Family and Romance

Rating : T

Cast : BTS Member and KPOP artis

Disclaimer : All them belong to themselves, family and GOD. But story is mine.

Warning : REMAKE dari Mommy Boy and Baby Ballon (Kyumin-Taemin Ver). Typos yang bertebaran, Boys love, Geje , cerita yang pasaran, No bash! Don't like it? Don't read it please. ^^

Summary :

Kim Jimin (3) putra semata wayang Kim Namjoon (25) hanya ingin punya mommy namun Namjoon sang daddy menganggap lelucon niat putra kecilnya untuk mencarikannya mommy baru. Sedangkan Kim Seokjin (17) namja ceroboh, pelupa dan kekanakan yang tiba-tiba melupakan gender dan dirinya malah bertemu Jimin yang saat itu melantunkan sumpah di taman /"Ciapapun yang bica tiup balon bilu Chimchim, ntal Chimchim jadiin mommy. Halus!"/

Chapter 3. Namjoon: Bocah Aneh bernama Jin

Namjoon mengintip di balik tirai jendela ruang kerjanya. Matanya menatap ke arah luar tepatnya sebuah kolam renang mewah dihadapannya. Sang anak tengah asyik berenang. Di kolam khusus baby yang dirancang khusus olehnya. Tapi bukan kearah Jimin matanya itu. Tapi ke arah pemuda yang berpakaian serba putih yang menemani anaknya berenang. Orang yang baru saja memperkenalkan dirinya sebagai Mom Jin. Yang benar saja. Dia tidak mempermasalahkan gender Seokjin-yang dari info Jimin tadi sempat di lupakan oleh Seokjin - yang jelas-jelas sama dengannya. Karena hubungan sejenis itu bukanlah hal baru buatnya. Buat lingkungannya. Sepupunya Kim heechul sang desainer yang sekarang Heechul ikut suaminya Tan Hankyung adalah seorang namja. Namun dari pernikahannya lahirlah Key keponakannya. Jadi bukan gender lah masalahnya. Membahas soal Key, Namjoon harus menyogok Yeoja kecil itu agar berhenti menangis dan tidak mengadu kepada ibunya. Key menangis di taman karena ditinggal Jimin di taman sendirian. Dia takut Jimin diculik dan terus menyalahkan dirinya. Sementara Jimin malah asyik bermain bersama Seokjin di Mall. Ingatkan Namjon nanti untuk memberi hukuman kecil pada putranya itu.

Namjoon masih saja mengamati Seokjin. Teringat akan perkenalannya tadi. Yang cukup—

"Sangat amat menyebalkan" keluh Namjoon menyibak Tirai itu kekeadaan semula.

Little flashback:

" Hallo… Kata Chimchim saya adalah Mommy.. salam kenal ^^ !" lagi.. orang itu memberikan cengiran lebar. Ditambah tanda v dari jari tangan kanannya.

'Lelucon macam apa ini.' Namjoon menghampiri Seokjin lalu berdiri dihadapannya

"Namamu siapa?"Tanya Namjoon meyelidiki Seokjin dari atas kebawah. Bawah ke atas. Dia lalu duduk di single sofa namun masih tetap memperhatikan Seokjin dengan mata tajamnya

"Kim Seokjin tapi di panggilnya Jin. Kalau ahjushi siapa?" Tanya Jin bertanya antusias

"Namjoon. Kim Namjoon. Sudah tak perlu berbasa-basi lagi Seokjin-sshi Sebutkan berapa yang kau mau?" Tanya Namjoon sarkatis

"Apa yah yang Jin mau.. hem… tunggu Jin pikir dulu" Seokjin memasang raut wajah berubah-ubah. Namjoon menggeram kesal. Pasalnya anak yang diduganya adalah penculik itu tak kunjung memberikan jawaban

"Aha… Jin mau Boneka alpaca yang besaaaarr." Seokjin membentangkan tangannya menggambarkan sebesar apa yang diinginkannya.

"Aku tak peduli sebesar apa boneka yang kau inginkan. Tinggal sebutkan berapa nominal uang yang kau minta sampai memanfaatkan putraku. Jangan bermimpi menjadi mommy Jimin. Terlebih kau itu masih kecil bocah. Mana ada murid junior high school menjadi seorang ibu. Mengurusi dirimu saja tidak sanggup. Jadi sebutkan nominal uangnya. Dan pergi dari rumah ini" usir Namjoon tak tanggung-tanggung

"Penculik? Penculik itu pencuri bukan?" Seokjin malah balik bertanya kepada Namjoon. Ingin rasanya Namjoon menyeret makhluk dihadapannya tapi mengingat keberadaan Jimin jadi di cukup memaksa diri untuk mengerem tindakannya.

"Iya seperti dirimu kini. Penculik berkedok malaikat. Berpakaian serba putih , sok baik dan sok manis. Tapi aku yakin , kau itu adalah segelintir penculik keji yang memanfaatkan anak kecil."

"Huwaa aku memang kayak malaikat. Kata Kookie aku juga manis. Ternyata ahjusshi juga bilang gitu. Gomawo ahjusshi eh aniya Jin panggil apa yah. Hyung? Namjoon-sshi?"

"Panggilna Daddy aja mommy, kayak Chimchim" celetuk Jimin yang duduk di sofa lainnya. Sedari tadi sang daddy seakan memberikan jarak kepada mommy barunya itu.

"Huuh daddy payah. Mommy Jin ini butan penculik tau. Mommy baik kok. Cantik lagi. Chimchim kan cuka muka mommy. Liat dong daddy. Pilihan Chimchim kelen kan?" Jimin melompat kepangkuan Seokjin. Seokjin terkikik saat Jimin mengajaknya high five. Namjoon memandang dua orang yang kekanakannya memang mirip itu. Namjoon mulai berpikir Seokjin cukup baik. Yah mungkin dia akan menarik tuduhan awalnya yaitu penculik namun tetap saja dia mesti waspada dengan orang asing dihadapannya ini. Kejahatan bisa terjadi dimana saja kan? Bahkan dirumahnya yang kelewatan aman ini.

"Dia tidak bisa menjadi mommy mu Chim" Jimin yang tadi asyik bercanda dengan Seokjin menatap daddynya kesal.

"Wae? Jin mommy aja nda kebelatan. Kenapa daddy kok nda mau.. Chimchim jadi cedih" Namjoon hanya bisa menatap panic Jimin yang kini mulai berkaca-kaca dan siap menurunkan airmatanya.

"Hush.. cup cup jangan menangis. Yaa! Daddy diamlah. Baby Chimchim kan jadi nangis. Mommy bukan penculik kok. Kalau mommy nyulik baby Chimchim ntar mommy bangkrut. Baby Chimchim nyemilnya banyak. Ntar rumah mommy jadi taman kanak-kanak karena dipenuhi balon. Jadi biarin baby Chimchim main sama mommy ne daddy. Mommy janji gak nakal deh.. daddy pwissss!"

Ya tuhan! Namjoon seakan ingin menggaruk lantai dibawahnya. Kenapa bisa ada cetakan anak nya dihadapannya kini. Dia sudah frustasi setiap mendengar Chimchim melontarkan kata pwisss yang artinya please itu sekarang dihadapannya ada namja yang melakukan hal itu juga. Dan apa itu tadi. Daddy?

"Aku bukan daddymu, mommy jadi-jadian. Lagian ini bukan permainan. Kalau ingin main keluarga-keluargaan jangan melibatkanku. Aku yakin kau itu siswa yang baru saja masuk junior high school yang kelewat memilki tingkat imajinasi tinggi. Sebutkan alamatmu dan aku akan mengantarmu pulang anak nakal" Kata Namjoon

"Jin itu udah senior high school tau. 3 tahun lalu lulusnya. Sekarang ini Jin baru mau masuk kuliah kalau lulus sekolah" jelas Seokjin sambil mendekap Jimin yang terisak di pundaknya. Dia sedikit tidak terima dituduh sebagai bocah junior high school. Diakan sudah 17 tahun. *tapi tingkahh kayak bocah umur 1 tahun 7 bulan kkk~~~*

"Tuhkan Chimchim tambah nangis deh. Daddynya Chimchim biarin Jin disini dulu ne. entar Jin pulang deh. Kalau Jin sudah ingat alamat rumah Jin ne.." tawar Seokjin. Namjoon memutar bola matanya bosan

"Bagaimana bisa kau melupakan alamatmu. Jangan berackting. Ackting mu sungguh buruk"

"Seriusan deh. Jin lupa hehe. Jadi Jin ama Chimchim boleh main tidak?" Jimin menghadap ke arah Namjoon memasang puppy eyes. Seokjin juga menatapnya dengan puppy eyesnya.

"Eh kenapa kalian memandangku begitu?" Namjoon sedikit memundurkan badannya kebelakang karena mendapat tatapan super mematikan itu

'Rasakan super aegyo punya Jin/lasakan supel aegyo puna Chimchim' batin Seokjin dan Jimin yang entah mengapa bersamaan itu.

"Ti—ti—TIDAAAK" teriak Namjoon karena entah mengapa dia seakan gugup diwaktu itu setelah menatap tepat kedalam puppy eyes Seokjin

"Dadyyyy… PWISSSSSSS~~" '

Dan skakmat. Namjoon mati kutu menghadapi rengekan kedua bocah dihadapannya. Apalagi mata keduanya mengerjab-ngerjab mengandung penuh harap. Bagaimana bisa namja dihadapannyaitu bisa seimut Jimin. Untuk kali ini Namjoon mengakui keimutan Seokjin.

"Lakukan semau kalian. Ahh aku bisa gila-gila kalau disini terus. Chimchim, daddy ada diruang kerja. Teriak kalau bocah disana itu-"

Namjoon menunjuk Seokjin. Dia sedikit menghela nafas. "mengambil barang, atau dia menyakitimu. Dan Kau bocah yang sok jadi momy Jimin cepat bermain dan segera pergi" lanjutnya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menjauh dari duo aegyo itu.

'Aku harus ekstra hati-hati dengan bocah itu.. mommy? Menggelikan. Masih SMA sudah mau jadi mommy' Namjoon terkekeh dan akhirnya hanyut dalam laporan yang belum terselesaikan.

oOoOoOoOoOoOoOoOo

"Chimchim, daddy Chimchim galak yah. Jin jadi takut jadi momy Chimchim" Seokjin bergidik ngeri mengingat bayangan Namjoon yang singgah sebentar diotak pikunnya tadi. Dia hanya menemani Jimin berenang namun tidak ikut turun di kolam . dia hanya duduk sambil menceburkan kakinyakedalam kolam mewah itu

'Lumayan cuci kaki gratis dikolam mewah. Kalau Jungkook tau bisa iri dia. Tapi Jungkookki gak boleh tau. Kakinya kan bau. Entar kolamnya tercemar lagi kekekekek' batin Seokjin

"Daddy baik kok olangnya" Jimin berenang menghampiri Seokjin. Meski baru 3 tahun dia sudah pandai berenang. Apalagi kolam babynya kan cetek alias dangkal. Jadi wajar saja kalu Seokjin beranggapan bahwa dia sekedar cuci kaki.

"Tapi tadi Jin dibentak. Dikiraain penculik lagi. Jin kesal sama " Seokjin memasang raut kesalnya. Membiarkan Jimin menjadikan kakinya sebagai pegangan.

"Daddy memang cuka gitu mom. Daddy cuka malah-malah cendili. Kata olang daddy itu kaya ec di kutub yang ada beluang madunya-"

"beruang salju Chimchim, masak beruang madu. Kamu ini ada-ada saja. lucu deh" Seokjin membenarkan perkataan Jimin tadi

"Yang penting beluang deh mom. Tlus daddy itu cayaaaang banet Cama Chimchim. Makanya Chimchim bilang daddy itu olang baik. Makana mom celita-celita cama daddy pacti momy cuka deh . daddy cuka celitain dongeng pangelan dan plincess kalo Chimchim mau bobo. Pokonya daddy itu hebat."

Jimin seakan mempromosikan Namjoon dihadapan Seokjin. Ini dilakukan Jimin agar merubah pandangan Seokjin mengenai Namjoon yang galak

"Princess.. wahh Jin juga mau diceritain princess. Jin suka princess belle, Cinderella. Aurora banyak deh kalau Chimchim suka princess apa?" Tanya Seokjin. Sepertinya pembicaraan mereka mulai berbelok. Mereka kini bercerita seolah teman sebaya. Ah iya mereka kan memang bocah.

"Cuka plincess Yoonji" kata Jimin malu-malu

"Yoonji? Siapa dia? Pacar Chimchim yah?" Tanya Seokjin memperhatikan rona merah Jimin

"Bu—butan kok. Yoonji itu teman Chimchim di cekolah. Dia putih kayak plincess. Teman-teman Chimchim bilang Chimchim itu cocok jadi pangelannya. putlinya Yoonji gitu mom" jelas Jimin

"Ah Jin juga pengen punya pangeran" kata Seokjin sambil menerawang jauh keangkasa

"Mommy kan udah punya pangelan" Jimin berusaha untuk duduk disebelah Seokjin. Seokjin lalu mengangkatnya sekedar membantu

"Siapa? Pangeran William? Pangeran harry? Atau pangeran shin kayak di drama princess hours?"

"Pangelan Daddy dong mom" kata Jimin sambil tertawa bahagia

"Kenapa sih harus aku yang jadi mommy mu" keluh Seokjin pelan

"Sapa suluh niupin balon Chimchim. Chimchim kan udah cumpah kalo ada yang bica niupin balon Chimchim jadiin mom. Halus jadi mommy." Ujar Jimin

"Ne. kau sudah menceritakannya. Ya tuhan kenapa Jin terjebak sama baby balon ini. Chimchim kalau Jin batalin jadi mommy Chimchim, gimana? Tanya Seokjin cukup serius

"Kalau Jin hyung batalin dan nda mau jadi mommy Chimchim nanti tuhan kutuk Jin hyung loh coalnya kan Jin hyung gak bialin Chimchim jalanin cumpah Chimchim. Hayoo mau kenaa kutuk tuhan nda. Nanti dikutuk jadi monet jelek kayak ditipi" Jimin menakut-nakuti Seokjin. Jimin was-was kalau saja Seokjin berubah pikiran.

"Andweee… monyet itu jelek. Nanti Jin badannya penuh bulu. Ih serem. Jungkook aja deh yang jadi monyet Jin ogah. Jungkook juga suka pisang jadi. Jungkook aja yang dikutuk tuhan" Seokjin tertawa sambil membayangkan wajah Jungkook yang berubah menjadi monyet bulu hitam

"Eh.. Jungkook.. aduh Jin lupa" Seokjin langsung berdiri cepat dia menatap sekeliling dengan gusar.

"Wae mom?" Jimin ikut berdiri memperhatikan Seokjin yang mondar mandir. Karena bingung dengan tingkah Seokjin Jimin memutuskan memanggil daddynya

"DADDDYYYYYYY" teriakan Jimin yang menggema membuat Namjoon berlari kesumber suara dia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada anaknya akibat mommy gadungannya.

"YAA! ADA APA?" teriak Namjoon . Seokjin memandang Namjoon lama sebelum akhirnya melompati Namjoon dan memeluk Namjoon erat

"HUWEEEEE.. DADDY AHJUSSI JIN PENGEN PULANG HUWEEEEE T.T"

OOoOoOoOoOoOoOoOo

Mobil Jaguar XFR merah itu memasuki gerbang Prince High school. Namjoon cukup kesulitan menghadapi Seokjin yang tiba-tiba menangis minta dipulangkan tadi. Dia tambah pusing saat mendengar tangisan Jimin yang menggema meramaikan tangisan Seokjin. Saat di Tanya alamatnya Seokjin mengaku dia melupakan alamatnya. Tapi dia terus minta dipulangkan ke Jungkook dan Yoongi. Mana tau lah Namjoon siapa kedua orang yang Seokjin sebut namanya. Saat ditanya pun dia terus mengatakan lupa. Lupa dan lupa. Membuat Namjoon semakin kesal. Dicaci makipun terus beralasan lupa.

"Beneran deh daddy ahjusshi hiks Jin lupa hiks hiks. Tapi Jin punya handphone pink. Sepertinya nomor Yoongi ada deh di hape Jin"

Dan siapapulaYoongi itu. Namjoon menggepalkan tangan meredakan amarahnya. Kenapa tidak sedari tadi Seokjin menghubungi mereka dengan Hapenya. Dan sialnya pulsanya pun habis

'Dasar bocah sialan. Sudah datang tiba-tiba, nangis tiba-tiba, gak punya pulsa minta diantar pulng lagi. Merepotkan saja' kesal Namjoon

"Gomawo sudah mengantar Seokjin kemari Ahjussi. Mian kalau dia merepotkan. Ku yakin dia sangat merepotkan sekali lagi kamsahamnida" Yoongi membungkukkan badannya di hadapan Namjoon. Sungguh dia merasa tidak enak hati telah membuat orang dihadapnnya kerepotan Karena ulah sahabatnya.

"Ne. Ya sudah aku permisi. Kalian jaga baik-baik sahabat kalian ini. Dia terus mengatakan lupa setiaap di Tanya. Kalau dibiarkan berkeliaran dia bisa merugikan banyak orang" ketus Namjoon. Yang Jimin lupa sebut tadi dihadapan Seokjin soal Namjoon adalah Namjoon memiliki lidah yang super tajam kalau berkata.

"Ne ahjusshi kami akan menjaga dia" kini Taehyung yang angkat bicara

"Jimin ayo pulang" Namjoon berteriak memanggil Jimin yang duduk berdua dengan Seokjin di gazebo kecil.

"Pokona Jin hyung halus jadi mommy Chimchim. Kalau tidak nanti Jin hyung kena kutukan jadi monet. Becok Chimchim kecini lagi biar bica cama mommy ne." kata Jimin

"Oke deh. Jin coba jadi mommy Chimchim. Tapi kan Jin takut sama daddy Chimchim"

"Janan tatut. Nanti Chimchim cali cala cupaya appa bica baik ama mommy. Jadi Jin hyung bica jadi mommy Chimchim deh. Tapi Jin hyung halus janji tetap jadi mommy Chimchim untuk celamanya. Tlus kita cama-cama beljuang buat daddy cinta ama mommy" Jimin menjelaskan Seokjin panjang lebar. Seokjin hanya mengernyit bingung mendengar kata cinta yang dilontarkan Jimin

"Buat apa cinta?" Tanya Seokjin penasaran

"Cinta itu catu-catunya cala bial mommy bica jadi mommy Chimchim celamanya. Nanti kalo daddy cinta ama mommy, daddy pacti baik deh ama mommy. Nanti dipeluk-peluk, dipoppo kalau mau bobo, di celitain plinces juja. Jadi mommy jangan belhenti jadi mommy Chimchim ne" Jimin menatap sendu kearah Seokjin. Matanya kini berkabut. Jimin terlanjur nyaman bersama Seokjin. Meski Seokjin baru sehari menjadi mommynya.

Seokjin lalu tersenyum sembari mengangguk mengiyakan. Dan Jimin pun tersenyum lebar

"Pinky Winky promise" Jimin menjulurkan kelingkingnya kearas Seokjin

"Pinky Winky promise" ujar Seokjin sambil menautkan kelingkingnya dijemari kecil Jimin.

"YEAAY!"

Ah semoga saja rencana Jimin dan Seokjin berjalan lancar.

Cinta bersiap-siaplah memasuki dunia baru mereka

oOoOoOoOoOoOoOoOo

TE~~BE~~CE~~

DescajinseokKIM237