I and Their
by
HIKARU FUJIWARA
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
Inspiration
By
"You're Beautifull"
Chapter 03
'a secret'
"Apa yang kau lakukan di kamarku, anak baru?"
DEG
'Suara itu…'
Sakura perlahan memalingkan wajahnya, dan menemui seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
"Kau pura-pura tidak mendengarku?", laki-laki telanjang dada itu semakin mendekat kearah Sakura, "aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan di kamarku?"
"A-aku…", keringat mulai membasahi pelipisnya.
"Siapa yang menyuruhmu masuk?"
"Aku..."
"Dan apa tujuanmu disini?"
"Aku...aku...hanya ingin mengembalikan ini!", Sakura mengambil hp Sasuke –yang ia letakan di atas meja tepat dibelakangnya- dan langsung menunjukan benda itu tepat didepan wajah tampan Sasuke.
Mata onyx Uchiha bungsu itu melebar, "bodoh, jangan sentuh hp-ku!", seketika Sasuke menyambar hp-nya dari tangan Sakura, "jangan jadikan hp-ku sebagai alasan. Aku tahu tujuanmu kesini karena adanya niat lain!"
"Ti-tidak. Aku bersumpah, aku tidak melakukan apapun di kamarmu!", Sakura berjalan mundur sementara Sasuke malah berjalan maju mendekatinya.
Sasuke mendengus kesal, "hn, kau kira aku akan percaya dengan orang asing sepertimu itu? Heh, tidak akan!"
Sakura merasa amarahnya tidak bisa dibendung lagi, kesabarannya sudah mulai habis. Uchiha yang satu ini benar-benar membuatnya marah.
"Jangan kasar begitu! Aku kan sudah bilang, aku tidak melakukan apapun dikamarmu, Sasuke. Aku tidak mencuri barang-barangmu!", kata Sakura setengah berteriak.
"Hn. Yang benar saja? Aku tak yakin dengan ucapanmu". Jawab Sasuke datar.
Beberapa urat dijidat Sakura bermunculan, "aaaarrrgghhh, Uchiha! Kau benar-benar membuatku marah sekarang!"
"Kau bilang kau marah? Hn, bukankah kalimat itu lebih pantas jika aku yang mengatakannya? Kau membuatku marah karena ketidak sopananmu masuk kedalam ruangan pribadiku!", Sasuke melipat tangannya.
"Errgg, terima ini!", Sakura mencengkram rambut pantat ayam milik Sasuke.
"Hey! Apa yang kau lakukan dengan rambutku?", Sasuke mencoba menyingkirkan tangan Sakura dari atas kepalanya.
"Aku hanya ingin memberimu hadiah, aku akan membuat rambut pantat ayammu ini menjadi semakin keren!", jawab Sakura dengan tetap pada aktifitasnya mengacak-acak –paksa- rambut Sasuke.
"Jangan paksa aku untuk melakukannya juga, Sakito!", tangan Sasuke mulai menjabak rambut Sakura, atau lebih tepatnya lagi menjabak wig merah dikepala Sakura.
"Aku menyesal sudah bertemu dengan orang sepertimu!"
"Aku tidak pernah berharap akan bertemu denganmu!"
"Aku benci kamu!"
"Aku tidak akan pernah menyukaimu!"
Srek!
Sasuke membelalakkan matanya. "Kau?"
Keringat Sakura bercucuran lebih banyak dijidatnya, ia kelihatan sangat gugup.
Uchiha menatap sekali lagi sebuah benda merah ditangannya.
'Oh, habislah riwatmu, Sakura...'
"Sakito, kau...seorang perempuan?", tanya Sasuke tak percaya.
~OoO~
"Sakito lama sekali...", Naruto melirik satu-satunya tangga di asrama, berharap wujud Sakito akan kembali.
"Aku khawatir, jangan-jangan sesuatu yang buruk telah terjadi padanya". Sai bangkit dari sofa.
"Sesuatu yang buruk? Apa yang dapat Sasuke lakukan padanya?"
"Kurasa aku akan kesana!"
~OoO~
"Sasuke, aku bisa jelaskan semua ini! Tapi...", Sakura mencoba menahan tangan Sasuke yang menyuruhnya segera keluar dari kamarnya.
"Sepertinya kau bukan tipe orang yang pandai menutupi rahasia, kau bahkan baru beberapa jam menginjakkan kaki di asrama ini, dan identitas-mu sudah terkuak! Hn, kau sangat menyedihkan!"
"Tapi..."
"Oh, setidaknya ini bisa menjadi alasan yang bagus untuk Yahiko-sama agar bisa mengeluarkanmu dari sini", Sasuke menekan tombol hp-nya.
"Kumohon, jangan lakukan itu!"
Pria pemilik bola mata onyx itu mendekatkan hp ke telinganya. Dan...
"Hallo? Ada apa, Sasuke?", terdengar suara serak dari seseorang diseberang sana.
"Yahiko-sama, ada sesuatu yang ingin ku beritahu padamu!", jawab Sasuke dengan seringai yang membuat Sakura semakin panas dingin.
"Ya? Bicara saja!"
"Sakito...-"
Sakura merebut hp milik Sasuke dan langsung melemparnya.
"Aku akan mengutukmu beribu-ribu kali jika hp-ku bermasalah!"
"Maafkan aku, Sasuke! Aku tidak bisa membiarkan kau melakukannya!"
"Kau pembohong besar, Sakito!"
"Aku tahu! Dan bisakah untuk kali ini saja kau berbaik hati padaku?"
"Maksudmu...kau menyuruhku untuk tutup mulut?"
Sakura mengangguk.
Hn, jangan bercanda!", Sasuke segera menutup paksa pintu kamarnya.
"Sa-sasuke! Dengarkan aku dulu!", gadis yang masih membiarkan mahkota pink-nya terurai tanpa wig itu mencoba mengetuk pintu dan berteriak memanggil nama sang penghuni.
Tanpa diketahui oleh Sakura maupun Sasuke, seseorang telah menyaksikan petunjukan mereka dibalik sebuah tembok.
"Aku akan melindungimu, Sakito...", gumam Sai pelan. Dan dilihatnya kembali Sakura yang –masih- berusaha mengetuk bahkan memukul-mukul pintu.
~OoO~
Keesokannya...
"Ayolah, adikku yang tampan! Kumohon kau jangan memberitahukan kepada siapapun tentang ini!", Itachi bersujud didepan kaki Sasuke, ia telah menjelaskan banyak hal yang membuatnya harus mengubah Sakura menjadi seorang laki-laki dan bergabung bersama S-boys.
"Aku tak tahu kalau kau yang menjadi dalang dari semua ini, Itachi!", kata Sasuke santai sambil meminum segelas jus tomat, tidak mempedulikan seseorang yang bersembah sujud didepannya.
"Ya, ini bukan kesalahan Sakura-chan! Tapi aku!"
"Hn, uruslah masalah ini bersamanya! Aku tidak ingin terlibat dengan kalian". Sasuke melangkahkan kakinya, meninggalkan sosok Itachi yang masih duduk dilantai.
"Jadi...kau bersedia membantu kami?"
"Aku tidak berkata seperti itu".
Itachi berdiri, dan segera menyusul adik semata wayangnya itu.
"Sasuke...aku tahu masih ada sisi baik dari dirimu. Dan aku yakin sisi baik itu bernama 'dapat diandalkan'! Iya kan?", ucap Itachi sambil tersenyum seadanya.
~OoO~
"Tu, wa, ga, hap hap hap!"
Pukul sembilan pagi. Jadwal mengatakan ini saatnya untuk pelatihan koreografi yang bertempat disalah satu ruangan yang terdapat didalam kantor kebesaran 'S-boys'.
"Hap hap! Sakito! Seharusnya kau gerakan tubuhmu lebih lentur lagi, un! Seperti ini...", teriak sang pelatih koreo yang bernama Deidara itu, kemudian memperlihatkan gerakan-gerakan dance yang benar."Baik, sekarang giliranmu mencobanya, un!"
"Baik, senpai!", jawab Sakura, lalu mempraktekkan gerakan dance yang ditunjukan Deidara tadi.
Deidara mengamati setiap detail dance yang Sakura praktekan.
"Emmm, lumayan, un! Tapi, gerakan spin-mu masih kurang bagus, un! Ok, sebaiknya kita istirahat dulu!"
Sakura masih berdiri ditempatnya. Sesekali ia mencoba gerakan yang diberinama spin itu. Tapi sepertinya masih kelihatan buruk.
Sai yang semenjak tadi memperhatikan Sakura segera datang menghampirinya.
"Gerakanmu masih kaku, Sakito". Komentar Sai setelah meneguk air mineralnya.
"Ya, aku tahu! Spin sangat sulit untukku yang masih pemula".
"Mau aku ajari?"
Sakura mendongak, "bolehkah?"
"Tentu!", jawab Sai dengan senyumnya. "Perhatikan!"
Laki-laki itu mulai menggerakan berbagai dance yang menurutnya mudah untuk orang seperti si Sakura ini.
"Wah, Sai keren!", Sakura terkagum-kagum melihat pertunjukan Sai.
"Haha, tidak juga! Masih banyak gerakan yang belum aku kuasai".
"Tapi yang tadi benar-benar keren! Aku juga ingin mencobanya".
Sasuke yang berada tak jauh dari situ terus mengintai perilaku antara sahabatnya dan Sakura.
'Hn, Sai begitu baik padanya..."
"Bagaimana dengan gerakan handspring tadi, Sai?", tanya Sakura bersemangat.
"Itu mudah, kau cukup mengayunkan tanganmu seperti ini...dan...seperti ini!", ucap Sai sambil memperagakan handspring-nya yang menawan.
Sakura mengamati dengan seksama setiap inci gerakan Sai. Lalu mulai menggerakan tangannya seperti yang dilakukan Sai barusan, "ngg, seperti ini?"
"Umm, bukan begitu, Sakito. Seharusnya gerakan tanganmu lebih lembut lagi, karena handspring akan kita gunakan ketika musik dalam keadaan slow". Jelas Sai. "Begini...", Sai menarik tangan Sakura, lalu menggerakannya sesuai dengan irama musik.
Mata Sasuke terbelalak, ia merasa Sai lebih memperlakukan Sakura sebagai seorang perempuan.
"Oh, tampaknya aku sudah agak mengerti!", ucap Sakura ditengah aktifitasnya.
"Kalau begitu, ayo lakukan!"
~OoO~
Seorang pria dengan rambut merah, duduk sambil menikmati secangkir bir didepan sebuah televisi. Tampak dari layar LCD televisi tersebut sebuah stasiun televisi swasta tengah menyediakan sebuah acara infotaiment, menampakkan para anggota S-boys yang sedang mengadakan acara jumpa fans disuatu tempat.
Kamera tertuju pada sosok Sakura yang duduk disebelah Sasuke.
"Sakura yah? Hn, lama tidak melihatnya..."
Siapa laki-laki ini?
Kenapa ia mengenali Sakura?
-tbc-
Hai hai hai! Ketemu lagi neuy ama Hika, hehe
Maaf yah buat waktu pem-publishan-nya. Padahal Hika udah janji bakal nge-publish stiap hari Jum'at.
*dihajar masal*
Tapi, karena berhubung Jum'at di minggu ini bertepatan dengan hari lebaran, so, rencana Hika buat mem-publish dihari itu dipercepat jadi hari ini. Hoho...tapi untuk chapter berikutnya Hika bakal publish Insya Allah stiap hari Jum'at kok^^
Ditunggu ditunggu ditunggu!
Hee.
Hayo! Siapa tuh cowo berambut merah yang lagi nonton gosip?
*digilas bajaj(?)*
Jawabannya ada di chapter depan^^
Baiklah, karena bentar lagi lebaran...
Hika mau minta maaf lahir batin jika selama ini Hika punya salah^^
Buat semuanya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri...
(-^0^-)/
