Boboiboy berlari ketakutan hingga masuk kedalam gudang. Tubuhnya yang mungil memungkinkannya untuk bersembunyi dibalik kotak. Sambil menyusun rencana, manik madunya menerawang ke langit-langit yang kosong tanpa sarang laba-laba.
Cemburu
Masih dengan episode 20: what if; Boboiboy sendirian bersembunyi di gudang
Pokoknya anak kecil jangan masuk
Boboiboy tidak tahu sekarang pukul berapa, ia hanya tahu Laksamana Tarung pasti masih berusaha menghancurkan pintu besi tebal yang sebenarnya bisa dibuka menggunakan password andaikata dia masih waras.
Mendengar sura pintu gudang dibuka, Boboiboy merinding. Berusaha menghilangkan keberadaan dengan menahan nafas, ia dikejutkan dengan suara terengah-engah yang sangat ia kenal sebagai suara Fang.
"Fang? Kau baik-baik saja? Bagaimana perasaanmu? Masih mual?"
Pemuda berkacamata berusaha mengatur nafasnya. Mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari mulut mungil Boboiboy membuatnya gemas. Ia hanya bisa menjawab,
"Aku oke."
Satu tangannya bertumpu pada kotak, satunya lagi berkacak pinggang. Dengan kepala sedikit menunduk dan punggung sedikit membungkuk, Boboiboy bisa melihat dengan jelas seberapa tajam dan mancung pemuda yang sudah mencuri atensinya selama bertahun-tahun –meski Fang dengan kejamnya meninggalkan Bumi selama 3 tahun.
"Eung, Fang. Aku sarankan untuk berhenti berpose seperti itu," ujar Boboiboy dengan semburat merah yang menghiasi pipi chubbynya.
"Pose apa? Pose 'Hey, boy. Do you have any alchohol? Or do you want some? I could give you a sip if you want.'?"
Boboiboy bengong mendengar kalimat panjang berbahasa Inggris yang dilontarkan dengan lancar. Meski mengerti dengan jelas, tetap saja otaknya yang sedang lemot tidak bisa menerima kata-kata simple itu.
"E-Eh?"
"Astaga. Apa kau pikir pose yang sedang kulakukan ini pose 'apa kau mau sex'?"
Pemuda elemental blushing hebat. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali meski sebenarnya dalam hati ia ingin berteriak "IYA!".
"Bukan itu maksudku!"
"Ahahaha."
Fang berdiri tegap, merasa benar-benar baikan melihat Boboiboy malu. Tangan berbalut sarung tangan fingerless menangkup pipi mulus.
"Lalu apa, boy?"
"Bu-Bukan apa-apa…"
"Yasudah. Lebih baik kita pikirkan bagaimana menghadapi Emotibot. Dia harus ditangani dengan kasar."
"Eum…ada yang lebih parah sebenarnya. Laksamana Tarung terkena emotibot lagi. Kali ini dia jadi pemarah."
"Demi kacamata hitam Komandan. Kenapa pula harus Laksamana Tarung? Kenapa tidak yang lain saja."
Boboiboy mendadak menggenggam coat ungunya. Fang langsung menepis semua pikiran kotor yang melintasi otaknya begitu melihat wajah Boboiboy yang minta diterkam –apa Fang harus berubah menjadi shadow tiger tahap 2 sekarang?-.
"Ada apa? Kau lapar?"
Pemuda tokoh utama kita menggembungkan pipinya. Dengan sedikit kesal, ia menaiki kotak untuk lewat, lalu dengan satu tubrukan yang cukup keras, ia menghantamkan tubuhnya pada Fang.
"Kenapa, Boboiboy? Minta dimanja?" tanya Fang.
"Pikir saja sendiri."
Fang tertawa kecil sambil mengelus kepala Boboiboy yang ditutupi topi. Poni disibak, Fang mengecup kening Boboiboy lembut. Topi oren ciri khas hero favorit semua orang dilepas dari tempatnya. Rambut hitam dielus terus menerus. Wajah manis nan mulus diciumi terus tanpa henti. Sang kekasih berambut anggur dipeluk manja nan mesra. Enggan melepaskan.
"Sudah lama gak begini. Aku jadi terbiasa hidup tanpamu."
"Bukannya tahun-tahun yang lalu sudah cukup untuk membuatmu terbiasa?"
Fang mendudukkan dirinya diatas kotak dengan Boboiboy dipangkuannya. Mengelus punggung berbalut jaket oren.
"Kapan kau akan dinas keluar lagi?"
"Mungkin beberapa hari lagi. Komandan belum bilang apa-apa padaku, Sai, dan Shielda."
"Huh...berarti aku akan kehilanganmu lagi dong untuk waktu yang lama?"
"Memangnya selama itu ya aku keluar?"
"Selalu sangat lama. Kau diluar menjalankan misi sedangkan aku disini hanya mengais informasi. Menunggu kabar tentang power sphera yang bisa diseamatkan."
"Hei, aku mempertaruhkan nyawa kau tahu?"
"Kalau begitu berhenti jadi lance corporal saja. Jadi kadet saja biar kita bisa bareng terus."
"Kok kamu jadi manja begini sih? Kamu kena Emotibot ya?"
"Eh? Iya juga ya. Jangan-jangan aku kena Emotibot. Tapi gapapa, aku jadi punya alasan untuk jadi anak kucing hari ini."
Pipi empuk dielus kepipi tirus Fang. Pemuda berkacamata menciumi tengkuk Boboiboy. Tangan berbalut sarung tangan fingerless merambat kedalam kaus hitam. Mengelus kulit bayi yang sering melindungi teman-temannya.
"Mumpung tidak ada tanda-tanda Laksamana akan datang, kenapa kita tidak main-main saja?"
Senyum Boboiboy membuat Fang terpana untuk kesekian kalinya. Ciuman lembut mendarat di bibir pink Boboiboy, memberi kelembaban dan lumatan lebut yang merangsang saraf empunya untuk rileks.
Tangan Boboiboy meremas jubah ungu Fang. Tangannya kemudian beralih kebawah, mencari-cari milik Fang yang selalu membuatnya menjerit nikmat dikamar sang korporal muda.
"Hmmm, kekasihku sudah nakal sekarang."
Fang menurunkan resleting jaket Boboiboy kemudian menyingkap kaus hitamnya. Dada dikecup hingga basah oleh saliva. Puting pink tegang dipilin kasar, membuat empunya mengerang nikmat dengan mata terpejam.
"Aahh..emhh, bukan salahku..kalau aku jadi nakal. Ini salah Fang!"
"Kalau begitu apa anak nakal boleh diberi hukuman?"
Puting dikulum nikmat meski tahu susu tidak akan keluar. Meresapi kenyalnya dada Boboiboy yang berubah menjadi lebih berisi tiap kali dirangsang.
"Emmhh. Iya! Fang harus diberi hukuman."
Tangan Boboiboy menahan kepala Fang agar menjauh. Boboiboy beraksi sendiri. Masih dipangkuan pemuda berototnya, ia mencubit dan memilin putingnya sendiri. Menambah erangan nikmat yang dihasilkan.
Puas melihat Fang meneguk salivanya kasar, Boboiboy membuka resleting celananya lalu turun dari pangkuan kekasih tercinta. Dengan gerakan sensual ia menurunkan celana dan celana dalamnya tanpa melepaskannya dari tungkai kakinya.
Boboiboy menarik tangan Fang agar turun dari kotak dan menekan bahunya turun. Fang spontan saja menuruti. Ia duduk dilantai besi yang mendadak terasa sangat dingin meski celananya berbahan tebal.
"Kamu disitu saja ya..."
Tubuhnya ditunggingkan. Boboiboy dengan bersandar pada kotak menunjukkan miliknya yang mengacung keras dan lubangnya yang berkedut merah. Suguhan bongkahan pantat kenyal Boboiboy membuat Fang berusaha sebisa mungkin menahan hasratnya untuk tidak memasukkan miliknya saat itu juga.
Minyak telon dikeluarkan dari saku celana. Isinya dituang ketangan lalu dioleskan merata ke jari-jari lentiknya. Boboiboy menengok ke belakang, ia tersenyum bahagia melihat Fang duduk santai menikmati servis darinya. Dengan nekat Boboiboy mencari lubangnya sendiri dan memasukkan tiga jarinya kedalam sana.
"Ah! Emhh...Faangghh..."
Mendengus, Fang menahan diri agar tawa mengejek tak lolos dari bibirnya. "Aku tidak menyangka ternyata kau suka memanjakan dirimu sendiri disaat aku tidak ada."
Dengan air mata nikmat diujung mata, Boboiboy terus melanjutkan kegiatan in out jarinya.
"Kau tahu...ahh...aku tidak bisa selalu menikmatimu dikala aku ingin. Emmhh aku harus menunggu sampai kau benar-benar tidak punya pekerjaan dan sedang..ah bersantai.."
Masih menikmati servis, Fang kembali membalas. "Dimana kau melakukan ini? Tidak mungkin di kamarmu 'kan?"
"Ka..mar...muhh."
Seketika manik merah terbelalak. Mulutnya menganga kaget.
"Bagaimana bisa?"
"Eunghh...aku menambah password dengan identitasku saat kau sedang mandi..."
Fang mengeram kesal. Ia bangkit lalu menampar bokong kekasihnya keras.
"Hei! Apa yang kau lakukan?"
"Menghukum anak nakal."
Jari pemuda elemental ditarik keluar paksa. Bokong Boboiboy kemudian dihadiahi ciuman dan gigitan tak sabaran Fang. Sarung tangan dilepas, Fang menggenggam kejantanan Boboiboy kemudian menaik-turunkannya kasar.
"Ih! Fang jangan kasar-kasar! Nanti lecet gimana?"
"Salah kamu sendiri main masukin password ke kamar orang. Ruangan aku itu penting tahu."
"Huh. Mentang-mentang kamu punya posisi tinggi kamu jadi begitu."
Tanpa memedulikan keluhan Boboiboy, Fang mengeluarkan miliknya sendiri lalu mengurutnya dengan minyak telon sebagai pelumas.
"Jangan protes ya."
"AKH!"
Satu hentakan kuat dari Fang membuat tubuh Boboiboy mengejang. Ia menahan rasa sakit dan rasa takut akan lecet dalam dengan membayangkan kenikmatan dari milik Fang yang besar dan panjang.
Hentakkan demi hentakkan diterima Boboiboy. Fang tak lupa akan milik Boboiboy yang sebenarnya sudah keluar tepat saat Fang memasukkan miliknya dan menubruk sweet spotnya.
"Akan kupastikan kau tidak akan kemana-mana setelah ini."
"Ah! Engghhh!"
Terus menghujam, Fang menggeram diperpotongan leher Boboiboy saat merasa air maninya akan segera keluar. Ia mengeluarkan kejantanannya sejenak, kemudian kembali menghujam sweet spot Boboiboy hingga air mani kekasihnya kembali keluar. Disusul dirinya beberapa detik kemudian.
Manik madu Boboiboy menggelap. Ia merasa gravitasi menguat. Dengan sisa tenaga yang ada, Boboiboy membalik tubuhnya, kemudian memeluk leher Fang dan menghadiahinya ciuman lembut sebagai penutup sex mereka.
"Aku mau memberitahumu sebuah dusta, Fang."
"Hm? Apa itu?"
"Aku sangat membencimu. Membencimu seluas galaksi yang tak ada habisnya kita jelajahi bersama ini."
"Benarkah? Kalau begitu aku mau jujur padamu."
"Apa?"
"Aku sangat cemburu padamu karena kau selalu menjadi gravitasiku. Dalam keadaan sadar dan keadaan terlelap sekali pun."
A.
Pertama-tama saya mau kasih tahu kalau saya punya akun INSTAGRAM dengan username ramboochan, isinya random sih. Tapi belakangan ini saya banyak bikin sketch/fanart tentang FangBoi. Kalian bisa fangirling disana hehe. Saya gak minta buat difollow, cuma mau kasih tahu supaya kalian bisa lihat hasil karya saya.
Review sudah saya baca semua. Request atas nama KimNamjoon2 akan saya kerjakan. Tidak janji kapan up. Saya masih cari ide supaya seru.
Untuk kalian semua yang sudah baca fic ini dan suka, kalian bisa follow story ini. Saya bakal terus update fic dengan kisah yang berbeda setiap chapternya. Boleh dibilang drabble tapi dengan konflik yang saya usahakan ada terus.
Sekarang saya sedang mengerjakan fic yang related sama hobi Boboiboy yang baru yaitu ngeVLOG. Idenya sudah saya tuangkan dalam bentuk sketsa di akun instagram saya.
Terima kasih buat kalian yang uda nyempetin review untuk sekedar bilang suka sama fic ini. Maaf juga untuk a/n di chap lalu saya pakai bahasa yang kurang enak (kesadaran diri sendiri pas saya baca ulang fic saya).
Ditunggu terus ya fic Cemburu ini! Fic ini gabakal tamat sampai saya bosan dengan FangBoi (dan itu gak mungkin karena monsta sering membuat Fang dan Bbb saling melindungi, terutama 2 episode terakhir kemarin).
BBB Galaxy season 1 udah tamat, dan BBB The Movie 2 dalam proses. Kita jangan serta merta ninggalin fandom, ditunggu sampai nanti mereka update dengan BBB Galaxy Special yang isinya vlog BBB.
Salam cinta dari fujo tersayang. Hidup kapal FangBoi!
