.
.
.
"AYO KELAS SATU!"
Chapter 3
Disclaimer: maunya sih DnA punya ane :')
Warning: Typo, Ejaan yang tidak benar, ambigu
Ettoo... alurnya disini acak ya, jadi kadang gak sesuai, gak nyambung, bisa juga saling berhubungan maupun tidak. Hahaa.. tapi nikmatin sajalah~
Rate: T
Genre: Friendship, Humor
.
.
.
.
3
.
"GOSIP, MASA MUDA DAN SABUN"
Summary: Salahkan pembicaraan absurd mereka tadi siang, mereka pun berpikir yang iya-iya antara sabun dan senpai mereka.
.
.
"Kalian tinggal di asrama kan?" Tanya salah seorang teman sekelas Sawamura dan Kanemaru.
Siang itu sedang istirahat makan siang dan tumben-tumbenan mereka membuat kelompok makan siang di kelas saat itu. Ah. mungkin itu karena mereka mengantri ingin membaca komik yang dipinjam Sawamura dari Yoshikawa Haruno.
"Iya. Memangnya kenapa?" Tanya Kanemaru.
"Ada yang membuatku penasaran saja." Yang bertanya itu kita sebut saja si 'Teman A' berhubung ia hanya figuran disini. Soal wajah kalian bisa melihat animanganya kembali dan asal comot saja pilih siapa yang kalian inginkan. Hum. "Kalian sekamar berapa orang?" lanjutnya.
"Bertiga." Jawab singkat oleh Kanemaru.
"Hmm. Begitu ya." Katanya dengan tangan dilipat di depan dada.
"Apa sih dari tadi kau membuat kami juga ikut penasaran." Kali ini si Teman B yang bersuara diikuti oleh si Teman C yang ikut menganggukkan kepala.
"Kita ini masih kelas satu SMA, kan. Kita masih muda, segar dan semangat. Sudah seharusnya kita menghabiskan masa muda dengan bersenang-senang." Celotehnya.
"Ya. Lalu kau ingin bilang kalau kami pemain baseball ini membosankan, begitu?" Kata Kanemaru dengan aura hitamnya.
"Bukan begitu, tapi yah kita pasti punya cara masing-masing dalam menikmati hidup ini kan. Kalian pun punya cara tersendiri sebagai anak baseball."
"Dari tadi kau ini bicara apa sih? Aku tak mengerti." Kata si Teman B.
"Bicara langsung saja kenapa?" Lanjut si Teman C yang juga mulai penasaran dengan celotehan si Teman A.
"Itu dia. Tentunya kita pasti pernah melakukan itu kan?"
"Itu..." Ketiganya semakin penasaran.
"Apa?"
"Cepat katakan saja."
"O...na..."
PLETAK
Tanpa pikir panjang dan tanpa mendengar suku kata terakhir, tanpa ragu Kanemaru langsung memukul kepala si Teman A. "Sudah kuduga kau akan berkata hal aneh."
"Sakit woi." Si Teman A mengelus-elus kepalanya yang sedikit benjol(?) itu.
"Hahaha.. mulai lagi deh pikiran mesummu itu keluar." Kata si Teman B sambil menertawakannya.
"Diumur kita yang segini pasti hal itu termasuk normal, kan."
"Iya, tapi kau membuatku tidak berselera makan lagi." Kata si Teman C kembali menutup bentou-nya.
"Aku hanya penasaran saja. Kalian yang berasrama itu apa punya privasi buat melakukan itu? Kau tahu kan. Untuk memuaskan hasrat diri sendiri."
"Oi. Kita sedang makan dan ini di kelas." Kata Kanemaru mengingat kembali di mana kini mereka berada. Untung di kelas itu sepi. Hanya ada mereka berlima dan beberapa anak lain yang sepertinya beruntung tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Ngomong-ngomong soal berlima, Sawamura sama sekali belum mengeluarkan suara.
"Sawamura, hei.. bagaimana kau melakukannya hah?" Tanya si Teman A langsung merangkul Sawamura yang ternyata sedang asyik membaca komik. "Apa ada tempat di mana kau melakukannya?"
"Tentu saja di kamarku." Celetuk Sawamura.
"APA!?" Kanemaru terkejut. Ia tak menyangka Sawamura ternyata juga bisa begitu. Padahal jika dilihat dia itu seperti anak anjing polos yang tak tahu apa-apa dan juga idiot. Tapi tetap saja sih Sawamura itu laki-laki. "Lalu bagaimana dengan Kuramochi-senpai atau Masuko-senpai?"
"Oh.. kadang mereka ikut bergabung denganku."
"APA!?" Kali ini keempatnya terkejut.
"Fufu.. tak ku sangka kau begitu akrab dengan senpai-mu. Bahkan melakukannya bersama." Kata si Teman A dengan muka sok taunya.
"Huooo.. hebat. Tak kusangka anak baseball sesolid itu." Si Teman B dan Teman C terkagum-kagum.
"Tunggu dulu, kalian benar-benar melakukannya? Bersama?" Kanemaru berusaha meyakinkan kembali.
"Apa sih Kanemaru? Tentu saja. Baca komik kan?" Tanya Sawamura polos.
". . . ." keempatnya kembali terdiam.
'Ah.. Seharusnya kami tak usah terlalu memikirkannya.' Batin mereka.
"Err.. Sawamura. Kau tak menyimak pembicaraan kami ya?" Tanya si Teman C.
"Kurasa tidak, hehe." Kata Sawamura dengan polos, lagi.
"Ya sudah. Kau baca saja komik itu sendiri. Sialan." Kata si Teman B.
"Jadi aku salah ya? Ayolah. Aku akan ikut pembicaraan kalian." Kata Sawamura dengan menutup komik yang sedari tadi ia baca.
"Terserah."
"Lalu sampai mana kita tadi?"
"Entahlah. Aku lupa."
"Kau tadi bertanya padaku bagaimana aku melakukannya kan? Memangnya melakukan apa?" Tanya Sawamura lagi.
"Ah. Benar. Sampai situ. Aku tadi hanya penasaran saja. Kalian kan anak asrama. Kurasa mungkin tidak ada ruang privasi untuk melakukan itu."
"Aku hanya sekolah dan selalu berlatih bahkan tak sempat untuk memikirkan mau melakukan hal itu." Kanemaru memasang wajah berpikir.
"Memang melakukan apa sih?" Sawamura masih bertanya. Sepertinya ia masih belum nyambung.
"Argh. Sini ku bisikkan. Psssttt.." Bisik si Teman C dan bisikannya membuat wajah Sawamura sedikit bersemu.
"Oh. Itu ya..." kata Sawamura dengan canggung.
"Hah. Kurasa Sawamura sama saja. Apalagi dia ini idiot baseball." Kata Kanemaru.
"Apa maksudmu, hah?" Sawamura tidak terima dibilang begitu.
"Lalu bagaimana dengan senpai kalian? Apa tidak ada yang mengajari kalian?" tanya lagi oleh si Teman A.
"HAH? Kenapa mereka harus mengajari kami?"
"Hah? Kupikir anak klub itu solid. Pasti dong senpai akan mengajarkan segala sesuatunya pada kouhai. Termasuk dalam hal itu."
"Ah. Ada-ada saja."
"Tapi bisa saja mereka yang belum memberitahukannya pada kalian." Kata si Teman B.
"Ah benar juga."
"Mungkin mereka masih menyimpan rahasia, atau melakukannya secara diam-diam" Kata si Teman A mulai memprovokasi.
"Misal sewaktu mereka menyuruh kalian pergi keluar kamar ..." kata Teman B memperkirakan.
"..atau mungkin saat waktu mandi." dilanjut oleh Teman C.
"Benar juga" Kanemaru dan Sawamura hanya mengiya-iyakan saja.
"Aku tahu. Kalian harus memperhatikan sabun kalian" Si Teman A mulai menyampaikan idenya.
"Sabun?"
"Benar."
.
.
.
Saat malam tiba di Asrama Semangat Baseball Seido.
"Sawamura, ayo. Kau sudah siap?"
Para anak kelas satu bersiap untuk mandi. Kanemaru dan Toujo sedang menunggui Sawamura yang sedang bersiap-siap. Sedangkan Furuya dan Haruichi sudah mendahului mereka.
"Tunggu sebentar. Aku lupa di mana menaruh sabunku." Kata Sawamura dengan panik sambil keluar kamar melapor pada penjaganya alias Kanemaru.
"Mungkin terbawa oleh Kuramochi-senpai?" tebak Toujou.
Panjang umur, baru saja dibicarakan orang yang dimaksud tadi datang bersama dengan teman sekamarnya yang lain.
"Hoi.. Sawamura. Maaf tadi aku tak sengaja membawa sabunmu. Jadinya ya kami pakai." Kata Kuramochi.
"Ugwaaa ugwaaaa." Kata Masuko mengiyakan.
"Eh, Masuko-senpai juga tak bawa?" tanya Kanemaru.
"Bukan begitu. Kami selalu memakai sabunnya berdua."
CTAAARRRRRR! BERDUA!?
Muncul petir khayalan yang menyambar Sawamura dan Kanemaru. Salahkan pembicaraan absurd mereka tadi siang hingga bisa berpikiran yang iya-iya. Perhatian. Pikiran ini hanya ada pada Kanemaru dan Sawamura. Toujo hanya adem anyem saja karena menganggap itu hal normal. Penghematan, pikirnya.
/'Aku pernah membaca sebuah komik, biasanya sebuah klub olahraga itu mereka antar timnya solid. Bahkan melakukan hal itu secara bersama-sama. Hati-hati saja. Bisa-bisa ketagihan, keterusan dan eh jadi belok entar.'/
Kanemaru dan Sawamura mengingat perkataan si Teman A.
"Maaf Sawamura-chan. Sabunmu jadi habis." Kata Masuko sambil memberikan botol sabun cair yang kosong.
/ 'Perhatikan juga, sabun cair yang cepat habis atau sabun batangan yang cepat mengecil.'/
"Ce, cepat sekali habisnya." Kata Sawamura agak canggung sambil menerima botol tersebut.
"Yah.. maaf deh nanti kami ganti. Habis tadi keenakan soalnya." Kata Kuramochi santai sambil masuk kamar diikuti oleh Masuko.
"Shinji, Sawamura, ayo." Kata Toujo sambil menyeret duo sekelas itu yang masih syok.
Mereka kemudian tiba di depan pemandian umum asrama.
"Tetsu, aku aku mau ke kamar. Aku lupa sabunku."
"Pakai saja punyaku, Jun."
"Tidak. Kau pasti nanti minta imbalan menggosokkan (punggung) punyamu kan."
Kanemaru dan Sawamura membatu.
Kemudian terlihat Chris dan Miyuki keluar dari pemandian secara bersama-sama.
"Bagaimana Miyuki?"
"Enak sekali senpai. (kaki) punya ku rasanya nyaman sekali."
"Pijatan itu bagus untuk (kaki)mu yang tegang karena banyak berlari."
GYYYAAAAAA!
Kanemaru dan Sawamura berteriak dalam hati.
"Duh. Kalian kenapa sih?" Tanya Toujo yang kebingungan. "Kalian sepertinya terlalu tegang. Mau aku pijat?"
"TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK"
Beberapa hari itu mereka berdua mengalami syok berat karena perbincangan absurd tadi siang. Salahkan si trio Teman Figuran itu.
.
END(?)
.
.
Was awas.. ambigu.. hehe.. kalau kurang ambigu, maaf aja ya. Kalau terlalu ambigu, maaf juga. Muehehehee...
