Cast: Baekhyun, Chanyeol, and All Exo Member

Pairing: ChanBaek/BaekYeol

Genre: Hurt/Comfort, Romance, Friendship, Little School Life

Disclaimer: Semua cast punya Orang tua, Tuhan, dan Entertaiment masing-masing. Dan cerita asli pemikiran saya sendiri.

Warning: Yaoi, OOC, Typos, Gaje, Alur yang kecepetan, dan temukan kewarningan-kewarningan(?) yang lain.

Its Yaoi fanfic

.

.

If you hate Cast and Story on this fanfic, please don't read

.

.

No Straight

.

.

-Happy Reading-

.

.

.

Hari sudah mulai pagi. Burung-burung mulai berkicauan. Matahari juga tampak mengeluarkan sinarnya yang menyilaukan. Tapi tetap tidak mengusik keempat orang yang sedang bercengkrama ini. Mereka berempat tampak mengobrol dan tertawa seakan tidak ada hari untuk esok. Haah, persahabatan yang indah.

"Hahaha... Bagaimana tadi Hyonnie, apakah sakit?"

"Huh, kurang ajar sekali kau!"

"Salahmu sendiri berbicara tidak jelas"

"Sudahlah, dia hanya salah bicara"

Kurang lebih begitulah percakapan diantara mereka. Ya, mereka adalah Dio, Hyoyeon, Amber dan Baekhyun. Dua namja dan dua yeojya. Saat sedang bercengkrama dan bercanda satu sama lain, tiba-tiba saja seorang namja tinggi dan orang-orang yang diduga adalah kawanan sang namja tinggi tersebut menghampiri meja Baekhyun dkk dan menggebraknya.

"Wah, wah, wah. Senang sekali ya bisa bercanda sekarang" Tegur namja tinggi tersebut.

Sontak keempat orang tersebut menoleh dan mendapatkan namja tinggi, yaitu Park Chanyeol bersama kawanannya. Baekhyun menelan ludah gugup, namun tidak untuk ketiga orang lainnya. Tatapan mereka bertiga tajam seakan menantang Chanyeol. Chanyeol yang ditatap seperti itu pun tidak mau kalah.

"Ternyata kau sudah punya teman ya Byun Baek. Ha ha" Ujarnya meremehkan.

Hyoyeon berdiri dari duduknya. Ia menatap tajam mata Chanyeol yang sangat dekat dari wajahnya. Demi apapun kejadian 2 minggu yang lalu semakin membuat Hyoyeon ingin menghajar wajah menyebalkan dihadapannya ini.

"Apa maumu, Chanyeol?!" Kata Hyoyeon sinis.

"Mauku? Tentu saja aku ingin memusnahkan seseorang bernama Byun Baekhyun dari dunia ini" Jawabnya santai.

Baekhyun merasakan hatinya mencelos. Sakit? Tentu saja, bahkan sangat sakit. Ia benar-benar tidak menyangka Chanyeol akan sebegitu membenci dirinya.

BRAKK

"Sebegitu bencinya kah kau pada Baekhyun?" Ujar Dio kesal. Dia benar-benar tidak menyangka Chanyeol akan mengatakan hal itu didepan wajah Baekhyun. Jika ia menjadi Baekhyun, mungkin ia akan menangis. Tapi Baekhyun tidak menunjukkan wajah sedih sedikitpun. Sesungguhnya ia tahu apa yang dirasakan namja itu. Hanya saja ia sangat kuat untuk membendung rasa sakit hatinya.

"Wow, wow.. Dio-ah, mengapa kau bisa seperti ini sekarang? Kenapa kau membela namja jadi-jadian itu? Kau belakangan ini ternyata telah berubah" Ucap Luhan yang berada di belakang Chanyeol dengan nada tidak percaya.

"Ne.. Memangnya apa yang akan kau dapatkan jika berteman dengan dia, hah? Paling kau hanya mendapat kesusahan" Ujar Kris.

"Dasar anak baru tidak tahu diri!" Seru Xiumin sambil menyeringai tajam.

"Lagipula kau mau saja menjadi budak namja tidak tahu diri itu" Ujar Suho santai.

"Kau memang sama bodohnya dengan dua yeojya jadi-jadian itu!" Gertak Tao.

Dio seakan tidak mendengar semua perkataan mereka. Ia tetap berdiri di depan Chanyeol dengan tatapan mata tajamnya. Sepertinya emosi sudah mulai sampai pada ubun-ubunnya. Tapi, tidak sekarang. Jika ia marah, maka akan menimbulkan kekacauan, dan ia tidak mau hal itu terjadi. Saat suasana dingin masih bertahan diantara mereka. Hingga sebuah suara memecahkan suasana tegang tersebut.

"Hey! Mau sampai kapan kalian seperti itu terus? Cepatlah ke lapangan. Bus akan berangkat beberapa menit lagi. Kalian mau ditinggal, hah?" Seru seorang namja berkulit putih yang diketahui bernama Sehun. Sehun meneriaki orang-orang yang masih berada di dalam kelas.

Dengan cepat, Chanyeol berjalan keluar kelas diikuti teman-teman dibelakangnya. Begitu juga Baekhyun dan tiga orang temannya. Saat Hyoyeon berpapasan dengan Sehun, gadis itu membisikkan kata 'Terima Kasih' pada Sehun. Sehun hanya tersenyum tipis, akhirnya ia juga berjalan keluar kelas mengikuti jejak orang-orang tadi.

.

.

.

At Bus

.

Dio memutuskan untuk duduk berdua dengan Baekhyun. Begitu juga Amber dan Hyoyeon, mereka berdua juga duduk bersama. Kedua yeojya tomboy tersebut memang sangat lengket satu sama lain bagaikan prangko dan surat. Suasana antara Dio dan Baekhyun tampak canggung. Padahal beberapa menit sebelumnya mereka sangat akrab satu sama lain.

"Dio-ah.." Panggil Baekhyun lirih. Dio hanya mengangguk tapi matanya tetap lurus kedepan.

"Apakah kau benar-benar ingin menolongku? Apa kau tidak merasa kerepotan?"

Dio menundukkan kepalanya. Sebenarnya, dari lubuk hati paling dalam ia bersungguh-sungguh ingin menolong Baekhyun dari segala kesusahannya mengingat tidak ada satu pun orang yang mau membantu Baekhyun. Ia juga sudah memikirkan resikonya, pasti ia juga akan dihina dan dibully oleh teman-temannya. Sama halnya dengan Amber dan Hyoyeon. Kedua gadis ini rela kehilangan banyak teman dan sahabat di sekolah demi membantu Baekhyun. Ia juga ingin seperti Hyoyeon dan Amber. Dan itu semua ia lakukan tulus dari lubuk hati yang paling paling terdalam.

"Dio-ah..."

"Ne.. Aku bersungguh-sungguh ingin membantumu, Baekkie. Aku juga tidak akan merasa kerepotan selama itu karenamu. Aku tahu, berteman dengan yeojya membuatmu sedikit risih bukan? Maka dari itu aku bersedia menjadi temanmu dalam suka maupun duka, juga membantumu mendapatkan hati Chanyeol.."

DEG..

Baekhyun merasakan hatinya bergetar mendengar kalimat terakhir Dio. Hatinya terasa sangat sesak. Tiba-tiba saja setetes air menetes dari mata indahnya. Ia merasa sangat terharu.

"L-lalu, mengapa saat awal-awal masuk disini kau sangat dingin padaku?" Tanya Baekhyun terbata-bata.

"Itu karena aku ingin mengetes seberapa sabar dirimu terhadap bullyan orang yang berada di dekatmu. Ternyata kau sangat sabar, maka dari itu aku penasaran dan mulai membantumu dari segala hal. Maafkan aku jika cara itu justru membuat dirimu semakin down. Mianhae chingu.." Ucap Dio lirih sambil memeluk Baekhyun. Baekhyun terus terisak pelan dibahu Dio. Hingga akhirnya Dio menyanyikan sebuah lagu untuk Baekhyun.

Deoneun mangseoriji ma jebal (Kumohon jangan ragu lagi)
Nae simjangeul geodueoga (Hatiku telah terkumpul)
Gurae nalkharoulsurok joha (Ya itu baik karena tajam)
Dalbitjochado nuneul gameun bam (Bahkan jika malam ini bulan menutup mata)

Na anin dareun namjayeotdamyeon (Jika aku seorang pria yang berbeda)
Hwigeun anui han gujeori eotdeoramyeon (Jika aku mempunyai bagian dalam komedi)
Neoui geu saramgwa bakkun sangcheo modu thaewobeoryo (Aku akan membakar semua luka yang kau buat bersamanya)

Baby don't cry, tonight (Sayang jangan menangis, malam ini)
Eodumi geodhigo namyeon (Setelah kegelapan ini diangkat)
Baby don't cry, tonight (Sayang jangan menangis, malam ini)
Eobseotdeon iri dwael geoya (Ini akan seperti tak pernah terjadi)
Mulgeophumi dwaeneun geoseun niga aniya (Kau tak kan pernah menjadi rusak)
Kkeutnae molla ya hae deon (Akhirnya kau tidak perlu tau)
So baby don't cry, cry (Jadi sayang jangan menangis, menangis)
Nae sarangi neol jikhiltheni (Karena cintaku akan melindungimu)

Lagu telah selesai dan Baekhyun pun tertidur pulas dibahu Dio. Mungkin karena suara Dio yang merdu bagaikan nyanyian pengantar tidur bagi Baekhyun. Dengan hati-hati ia menidurkan Baekhyun disampingnya sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Lagu tadi kupersembahkan untuk temanku, Byun Baekhyun dan orang yang kucintai.." Dio menoleh kebelakang, melihat seorang namja berkulit tan yang duduk disamping Luhan.

"O-orang yang kucintai.. Kim Jongin" Ucap Dio dengan setetes air mata yang menetes dari mata bulatnya.

Tanpa disadari gerak-gerik Baekhyun dan Dio dilihat oleh Amber dan Hyoyeon. Mereka berdua menatap kedua namja tersebut dengan tatapan miris.

"Sekarang aku mulai sadar, bahwa seorang namja yang berstatus uke tetaplah namja. Seorang namja normal yang juga ingin merasakan cinta. Jadi, jangan pernah mengatakan seorang namja uke itu yeojya. Karena sesungguhnya mereka hanyalah namja normal yang telah terlanjur masuk kedalam dunia Yaoi." Ujar Amber sambil menatap Dio dan Baekhyun.

"Ne.. Kau benar. Begitu pula dengan kita. Walaupun kita adalah yeojya seme, kita tetaplah yeojya. Yeojya normal yang lemah lembut, feminim dan tidak suka kekerasan. Jadi, tidak selamanya yeojya seme itu kuat. Karena sesungguhnya kita telah memasuki dunia percintaan yang salah" Sahut Hyoyeon.

Keduanya tersenyum mendengar kesimpulan masing-masing. Ya, selama keduanya merasa setuju dengan kesimpulan masing-masing tak apa-apa bukan? Oh ya, tadi secara tidak sengaja mereka mendengar perkataan Dio. Ternyata Dio menyukai Kim Jongin atau biasa dipanggil Kai, eoh? Kkk~

OO0BaekYeol0OO

Setelah 5 jam lamanya berada di dalam bus, akhirnya mereka telah sampai ditujuan, yaitu kota Mokpo. Dio yang merasakan busnya telah berhenti segera melepas earphone yang sejak tadi melekat ditelinganya dan membangunkan Baekhyun yang berada disampingnya.

"Baek.. Bangun! Kita sudah sampai.." Ujar Dio lirih sembari menepuk-nepuk pipi Baekhyun.

"Eungh... Hmm C-chanyeol..." Racau Baekhyun tak jelas.

Mata Dio membulat kaget. Bahkan saat tidur saja Baekhyun masih saja memimpikan Chanyeol setelah apa yang dilakukan Chanyeol pada dirinya. Tanpa disadari air mata telah berkumpul dipelupuk matanya. Entah mengapa saat ia berteman dengan Baekhyun, ia lebih sering menangis. Tapi tak apalah, ini juga untuk kebaikan Baekhyun.

"Eungh.. Eh, Dio-ah? Apakah sudah sampai?" Tanya Baekhyun yang baru membuka matanya. Dengan cepat Dio mengangguk sambil tersenyum manis kearah Baekhyun.

"Ne.. Kita sudah sampai. Cepat bawa barang-barangmu dan segera keluar dari sini" Perintah Dio sambil mengemasi barang-barangnya kembali. Baekhyun segera menurutinya.

Saat turun dari bus, tanpa disadari Baekhyun dan Chanyeol berpapasan. Baekhyun sedikit menahan nafas saat melihat Chanyeol dari jarak dekat. Sangat tampan. Tiba-tiba Chanyeol mengalihkan pandangannya hingga menatap Baekhyun. Sedangkan yang ditatap hanya terlihat gugup. Tiba-tiba...

BRUK

"Huft.. Cepatlah jalan Baekkie, kau tahu ada gangguan disini" Ujar Amber dengan nada menyindir sambil mendorong Baekhyun agar segera turun dari bus. Dengan terpaksa Baekhyun pun turun dari bus karena dorongan Amber. Chanyeol yang melihat mereka berdua jalan duluan pun hanya menghela nafas kasar. Entah kenapa dadanya terasa sesak saat mendengar kata-kata Amber tadi. Padahal ia hanya ingin melihat Baekhyun dari jarak dekat saat ini.

"Haah, ada apa dengan perasaanku?" Lirih Chanyeol heran.

.

.

.

.

"Baiklah, perkemahan kali ini dibagi menjadi kemah barat, timur, utara dan selatan. Saya akan membacakan murid-murid tersebut. Untuk kemah barat akan diisi oleh Minhyun, Tao, Luhan, Daehyun, Dio, Baekhyun..."

"Waah.. Kita satu kemah Baek!" Seru Dio senang sambil memeluk Baekhyun erat. Baekhyun hanya tersenyum tipis sambil tetap mendengarkan nama-nama yang disebut.

"..., Chanyeol, JR,.." Baekhyun tersenyum saat mendengar nama tersebut. Chanyeol, akhirnya ia bersama dengan namja itu.

"Bagi nama-nama yang telah disebut, silahkan menuju perkemahan arah barat!"

Mereka segera membawa barang masing-masing dan berjalan dengan semangat ke arah perkemahan. Kadang ada yang bersenandung kecil, mengobrol, dan berjalan biasa. Dio dan Baekhyun tampak mengobrol dengan riang gembira, membuat beberapa orang disana sedikit heran melihat tingkah dua orang yang sebangku itu.

"Hey, Dio-ah! Jika sekarang adalah perkemahan, mengapa kita tidak membawa tenda?" Tanya Baekhyun heran.

"Hmm, itu bagus. Setidaknya kita tidak perlu membawa tenda berat-berat dari rumah. Hahha.." Canda Dio.

Keduanya terus mengobrol dan tertawa senang hingga mereka semua sampai di tempat tujuan. Baekhyun beranggapan Dio adalah orang yang sedikit humoris walaupun ekspresi wajahnya tidak menunjukkan sifat tersebut. Ternyata banyak sifat Dio yang tidak Baekhyun ketahui. Mengenal Dio lebih dekat mampu membuatnya lebih nyaman. Haah, ia sangat senang akan hal ini.

"Kalian telah sampai di tempat tujuan. Silahkan berbenah-benah terlebih dahulu. Setelah itu kalian beristirahatlah karena kegiatan akan dimulai besok. Jangan lupa cari partner tidur kalian!" Ujar seorang seonsaengnim kepada murid-murid kemah barat sebelum meninggalkan mereka.

Semua murid segera berbenah-benah. Masing-masing mencari partner tidur. Begitu pula dengan Dio dan Baekhyun. Setelah selesai mencari partner tidur, mereka segera mendirikan tenda bersama-sama. Saat mendirikan tenda, tampak raut kesenangan tercetak diwajah mereka. Haah, Baekhyun tersenyum senang melihatnya. Tenda pun selesai dibangun, mereka semua menghela nafas lega dan mulai beristirahat. Ada yang makan siang dengan makanan yang dibawa dari rumah, ada yang mengobrol, ada juga yang hanya bercanda atau bersenda gurau.

Baekhyun hanya tersenyum melihat mereka semua. Beberapa saat kemudian, ia mengambil barang-barang yang berada didalam tasnya dan merapihkannya. Ia sejenak tertegun dengan isi barang bawaannya.. Baju-bajunya yang tidak seperti biasa ia pakai, namun jauh lebih baik dari yang biasa ia pakai. Barang-barang keperluannya yang dibutuhkan tak ada yang kurang satu pun. Ia benar-benar berterima kasih kepada Dio yang telah membantunya.

"Baek..." Ujar sebuah suara lembut.

"Ah.. Ada Dio rupanya. Wae?"

Dio sejenak menggeleng-gelengkan kepalanya, "Sedang apa kau disini?" Tanyanya heran.

Baekhyun mengabaikan pertanyaan Dio tadi. Ia menunjukkan tas bawaannya kepada Dio. Dio sedikit mengernyitkan dahinya bingung.

"Wae?"

"Apakah kau yang menyiapkan ini semua?"

Tiba-tiba Dio mendadak salah tingkah. Rupanya ia lupa memberitahu Baekhyun akan hal ini. Dengan malu-malu, Dio mengangguk cepat. Baekhyun tersenyum sangat manis.

"Dasar eomma.." Lirih Baekhyun.

Dio membulatkan matanya, "Apa maksudmu?"

"Bukankah itu kenyataan. Kau yang merawatku saat eommaku pergi ke luar kota. Kau yang memasakkanku berbagai macam makanan saat aku lapar. Kau yang menyiapkan segala perlengkapanku sekarang. Benar-benar perfect eomma. Selain sebagai sahabatku, aku juga menganggapmu sebagai eommaku Dio-ah" Ujar Baekhyun panjang lebar sambil memeluk Dio.

"Hahaha.. Kau terlalu berlebihan Baek. Sudahlah jangan terus memelukku" Ucap Dio sambil melepaskan pelukan Baekhyun. Setelah terlepas, ia mengajak Baekhyun agar berkumpul dengan anak-anak di luar.

OO0BaekYeol0OO

Di perkemahan Utara, Hyoyeon dan Amber tampak membangun tenda bersama-sama. Selain karena tubuh mereka yang perlu diistirahatkan, mereka harus menyiapkan dan membicarakan makanan apakah yang harus mereka siapkan atau masak untuk nanti malam. Sebenarnya tugas memasak diserahkan kepada Hyoyeon, namun Hyoyeon mengajak Amber untuk memasak bersama. Akhirnya setelah membujuk Amber, akhirnya Amber mau menemani Hyoyeon memasak. Walaupun setengah hati.

SREK SREK

"Yeay.. Akhirnya selesai!" Pekik Hyoyeon senang. Amber hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya.

Hyoyeon hanya tersenyum manis. Matanya bergerak mengelilingi kumpulan teman-temannya yang sedang membangun tenda. Tanpa sengaja matanya berhenti pada satu titik. Tiba-tiba saja matanya menyiratkan sebuah kebencian. Objek yang dilihatnya adalah, Kim Yejin.

"Kau kenapa Hyo?" Tanya Amber heran.

Hyoyeon tetap menatap pada objek tersebut. Mau tak mau Amber juga ikut melihat apa yang dilihat Hyoyeon. Tiba-tiba matanya membulat. Dengan cepat ia menegur Hyoyeon.

"Hyo! Katakan padaku, ada masalah apa kau dengan yeojya itu?" Tanya Amber panik. Hyoyeon hanya mendengus kesal. Ia menceritakan kejadian sekitar 2 minggu yang lalu dimana ia mendengarkan percakapan antara Chanyeol dan Yejin yang membicarakan Baekhyun.

"Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus memberi pelajaran kepada dua tiang sombong itu!" Gertak Amber kesal sembari menggulung lengan bajunya.

"Hey, hey, hey calm down friend. Kau tahu sendirikan? Duo tiang sok itu mempunyai pasukan banyak. Sedangkan kita hanya berdua. Bisa-bisa kita langsung babak belur nanti" Ujar Hyoyeon menenangkan.

Amber menghela nafas pasrah. Hyoyeon tampak berpikir keras. Keheningan menyelimuti suasana diantara mereka. Tiba-tiba saja Hyoyeon menjetikkan jarinya dengan semangat. Ia segera membisikkan sesuatu pada Amber.

"Hahaha.. Ide bagus Hyo" Ujar Amber dengan seringai diwajahnya.

.

.

.

.

~Malam Harinya~

Cklek

Byar..

"HUWAA.."

"Berisik!"

Baekhyun hanya menundukkan kepalanya saat seseorang tengah menegurnya. Padahal tadi ia memekik karena api unggun yang sedang dinyalakannya hampir mengenai tangannya. Menyebalkan sekali! Sekarang ia tengah berada di depan api unggun dengan 3 orang temannya. Chanyeol, JR dan Minhyun. Teman-temannya yang lain sedang mencari makan. Beberapa ada yang mencari air untuk mandi atau minum, sebagian pergi ke perkemahan lain, sebagian kecil berada di dalam tenda.

Baekhyun terus menggosok-gosokkan tangannya di depan api unggun. Sebenarnya ia sangat ingin pergi bersama Dio, akan tetapi Dio mengatakan kalau tubuhnya sangat panas. Ia akhirnya dibiarkan beristrirahat. JR dan Minhyun ditugaskan untuk menjaga tenda dan perkemahan. Lagipula mereka berdua tetap asyik dengan dunia sendiri. Sedangkan Chanyeol, ia tidak apa-apa hanya saja kakinya sedikit memar karena tergores batu.

"Huwaa... Dingin sekali" Ucap Baekhyun pelan sambil memeluk tubuhnya. Matanya ia pejamkan erat-erat.

PLUK

"Eh?" Baekhyun terheran saat merasakan sesuatu terlampir dipundaknya. Ia memegang sebuah jaket berbulu yang terlihat hangat yang terdapat di pundaknya.

"Pakailah itu!" Ujar sebuah suara berat di belakangnya.

Dengan segera Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyeol tengah meminum minuman hangatnya sembari menatap dirinya. Tiba-tiba saja wajahnya memanas. Ia segera memasang jaketnya pada tubuh mungilnya dan kembali menggosok-gosokkan tangannya di depan api unggun.

"Gomawo" Ucap Baekhyun pelan, akan tetapi masih bisa didengar oleh Chanyeol.

"Hm" Respon Chanyeol singkat.

Chanyeol hanya melihat Baekhyun dari jauh dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Baekhyun yang ia lihat sekarang tampak berbeda dari Baekhyun yang sering ia lihat di sekolah seperti biasanya. Ia terlihat begitu, err.. hm bisa dibilang imut, manis, lebih cantik dan cukup dewasa. Itu hanya pemikirannya. Eeh, tunggu! Kenapa ia bisa berpikir seperti itu. Huft.. Tak ada gunanya memikirkan namja nerd itu.

"Chanyeol!"

Chanyeol tersentak saat suara yeojya memanggilnya. Ia menoleh dan menemukan yeojya tinggi dan manis yang sangat ia kenali. Hah? Mengapa yeojya itu bisa kesini. Ini kan perkemahan khusus namja.

"Yejin? Mengapa kau bisa kesini?" Tanya Chanyeol heran saat yeojya tersebut duduk disebelahnya.

"Mengapa memangnya? Tidak boleh?" Tanya Yejin balik dengan nada yang membuat siapapun merasa jengkel.

"Huft.. Terserah kau"

Suasana kembali hening. JR dan Minhyun masih tetap tenggelam pada dunianya sendiri, yaitu membaca buku. Entah mengapa saat membaca buku mereka sambil tertawa-tawa heboh. Mungkin buku yang mereka baca berisi comedy. Baekhyun masih tetap menggosok-gosokkan tangannya di depan api unggun. Bahkan ia tidak menyadari ada seseorang yang menyelinap masuk ke perkemahannya, yaitu Yejin.

Karena bosan, akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud ingin kembali ke tenda. Akan tetapi sesuatu sepele namun tidak diinginkan terjadi.

SRET

"Eh?" Baekhyun berkeringat dingin saat menyadari jaket yang dipinjamnya dari Chanyeol sobek terkena ranting.

"Ada apa?" Tanya Chanyeol sambil menghampiri Baekhyun yang sedang mematung. Ia segera merebut jaket yang dipegang erat Baekhyun. Matanya membulat saat melihat sobekan yang cukup besar pada jaketnya, terutama bagian badannya. Ia menatap Baekhyun yang hanya menunduk takut. Entah mengapa hatinya juga ikut tersentuh melihat Baekhyun pada saat itu juga.

"Waeyo Chan?" Tanya Yejin sambil menghampiri ChanBaek.

"Mwo?! Apa-apaan ini?!" Seru Yejin sambil merebut jaket Chanyeol dari tangan pemiliknya dan memperhatikan lubang besar yang diakibatkan sobekan tersebut. Wajahnya terlihat kesal.

"M-mianhae Chanyeol, Yejin. A-aku tidak-"

"Huh, alasan. Chanyeol, kau harus memberinya hukuman!" Seru Yejin kesal.

Chanyeol hanya menatap Yejin dengan tatapan ilfeel. Ia segera mengalihkan pendangannya menjadi menatap tajam Baekhyun. Sedetik kemudian, tatapannya melembut.

"Kau berlebihan sekali, Yejin-ah! Dan untukmu Byun Baek, hari ini kumaafkan. Lain kali, jangan harap kau bisa bebas nanti" Ujar Chanyeol sambil berjalan santai meninggalkan Yejin dan Baekhyun.

Chanyeol berjalan meninggalkan perkemahannya ke tempat yang lebih sepi. Ia bahkan telah lupa kalau hari sudah malam. Pikirannya kalut saat ini. Ia merasa menjadi pembohong. Padahal ia sudah berjanji pada Yejin akan membuat sesuatu yang memalukan pada Baekhyun. Akan tetapi melihat wajah memelas Baekhyun dari jarak dekat saja sudah membuatnya tidak tega. Arrgghh.. Ada apa dengan dirinya?

Chanyeol berhenti berjalan saat melihat sebuah kolam di depannya. Segera saja ia mendudukan dirinya di pinggir kolam tersebut dan memasukkan kakinya ke dalam air kolam itu, tentunya setelah melepas sendalnya. Sensasi dingin menjalar ke kaki panjangnya, membuat ia tersenyum geli. Sepertinya menyendiri sebentar membuatnya sedikit tenang. Ia sedikit memainkan air di kolam tersebut sambil sesekali termenung. Di pikirannya hanya ada 1 nama, yaitu Baekhyun. Baekhyun, Baekhyun dan Baekhyun. Entah mengapa nama orang yang pernah berada pada nomor 1 list orang-orang yang dibenci olehnya bisa berubah menjadi daftar orang yang mampu memenuhi pikirannya.

Dari pertama kali melihat Baekhyun di sekolah, segalanya terlihat berbeda. Mulai dari penampilan, sifatnya yang mulai ceria, auranya yang mulai memancarkan aura namja. Haha, ia akui Baekhyun terlihat berbeda namun tidak mengurangi kadar keimutan dan kemanisan pada wajahnya. Haah, rasanya ia ingin mengapa-apakan (?) wajah imut nan manis milik namja tersebut.

E-eh? Apa yang ia pikirkan tadi? Huft.. Pikirannya benar-benar kacau sekarang.

"Eotthokae?" Gumamnya dalam hati.

Saat sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba saja Chanyeol merasakan hawa tidak enak disekelilingnya. Ia segera mengalihkan pandangannya ke kiri dan ke kanan namun tidak ada apa-apa. Tiba-tiba saja ia merinding. Bagaimana tidak, suasana malam yang mencekam, air kolam yang mulai mendingin bagai es, serta ditambah... ah apa itu? Sesuatu yang bergerak-gerak di semak-semak tersebut. Chanyeol menelan ludah gugup. Dengan perlahan ia menegur sesuatu yang bergerak-gerak tersebut.

"Ehm.. Siapa disana?" Seru Chanyeol sambil berkeringat dingin.

Apakah Chanyeol ketakutan? Bisa dibilang begitu, namun tidak sepenuhnya. Selain takut, ia juga takut seorang anak dari perkemahannya mempergokinya berjalan-jalan di tengah malam. Alasan yang tidak masuk akal ne? Ia berusaha mengabaikan gerak-gerik sesuatu di balik semak-semak tersebut. Tapi itu semakin membuatnya risih. Akhirnya mau tak mau ia berusaha mendekati sesuatu tersebut.

"Hana.. Deul... Set!"

SRET

"Eh?"

Chanyeol segera menyingkap semak-semak tersebut dan ternyata tidak ada apa-apa. Ia menghela nafas lega. Namun seseorang menepuk pundaknya. Ia segera menoleh dan..

"HUWAA..." Teriak Chanyeol histeris.

Seseorang –yang diperkirakan namja– berpakaian serba hitam, membawa sapu dan memakai topeng putih di wajahnya. Hanya saja topeng tersebut hanya mencapai sebatas hidung dan mulutnya. Sebuah smirk tampak terpampang di bibirnya. Ia mendekati Chanyeol perlahan, Chanyeol pun bergerak mundur. Hey, siapakah namja aneh dihadapannya ini? Dan mau apa dia?

"K-kau.. Kau siapa?" Tanya Chanyeol gugup.

Namja tersebut hanya tersenyum. Ia sengaja menyudutkan Chanyeol hingga ke pinggir kolam. Hingga saat berada pada pinggir kolam, ia pun mengangetkan Chanyeol.

"Rawr!" Namja tersebut mendekatkan wajahnya yang tertutup topeng ke wajah Chanyeol. Karena kaget, akhirnya Chanyeol –

BYUR

Tercebur ke dalam kolam.

"HEY, HENTIKAN!" Seru seseorang dari balik pepohonan.

Ia segera menolong Chanyeol keluar dari kolam dan menegur namja tadi.

"Hey, apa yang kau lakukan? Temanku tercebur ke kolam dan sudah pasti kedinginan. Lagipula ini sudah malam. Pastinya air kolam sudah dingin dan tidak baik untuk dia! Mengapa kau lakukan ini padanya!" Seru seseorang yang menolong Chanyeol, yaitu teman Chanyeol sendiri Xiumin.

Sedangkan namja yang dimarahi oleh Xiumin tadi hanya tertawa terbahak-bahak dengan suara cemprengnya saat melihat Chanyeol yang tengah kedinginan seperti kucing yang tercebur. Badannya bergemetar hebat, giginya bergemelutuk, bajunya basah kuyup dan penampilannya yang tidak layak dilihat. Sungguh memalukan!

Namja tadi pun membuka topengnya, menunjukkan wajah tampannya dan bentuk kepalanya yang sedikit kotak. Ia menatap tajam Xiumin, namun kembali tertawa saat melihat Chanyeol. Sepertinya namja ini begitu puas eoh melihat hasil kerjanya. Xiumin hanya mendengus kesal.

"Sudahlah Chanyeol, jangan hiraukan orang aneh ini. Kajja kita kembali ke perkemahan. Aku mencarimu kemana-mana, rupanya kau berada disini" Ujar Xiumin sambil menggiring Chanyeol. Namja tersebut hanya menatap Xiumin dan Chanyeol yang mulai berjalan meninggalkannya. Cih, dasar anak kota yang sombong, pikir namja tersebut. Akhirnya tanpa disadari, namja tersebut mengikuti Xiumin dan Chanyeol hingga ke perkemahannya. Tentunya dengan memakai topengnya kembali.

OO0BaekYeol0OO

Baekhyun masih terdiam memandangi api unggun di depannya. Anak-anak mulai ramai karena mereka telah kembali dari acara keluar dimalam harinya masing-masing. Akan tetapi ia masih menunggu Chanyeol yang entah mengapa tidak kembali saat ini juga. Akhirnya Xiumin pun ditugaskan untuk mencari Chanyeol. Yejin juga telah kembali ke perkemahannya, tentunya setelah melabraknya. Padahal ia rasa ia tidak punya salah apa-apa kepada yeojya itu. Memang yeojya yang aneh.

"Baek.. Bantulah aku membakar ikan ini. Jangan melamun terus ne?" Ujar Dio sambil menepuk bahu Baekhyun. Melamun di tempat ini memang tidak baik. Salah satu resikonya adalah bisa kerasukan makhluk halus di sekitar sini(?).

Anak-anak pun mulai bahu-membahu untuk menyiapkan makan malam. Ada yang membakar ikan, menanak nasi, membuat minuman, dan lain-lain. Menu makan malam hari ini adalah ikan bakar yang sudah dibumbui. Tak ada menu lain selain ikan. Itu pun hasil dari tangkapan beberapa anak tadi. Daripada tidak makan, lebih baik makan dengan menu sederhana bukan?

Saat sedang sibuk-sibuknya bekerja, terdengar suara teriakan keras dari bibir Luhan.

"Chanyeol!"

Baekhyun segera memalingkan wajahnya pada sesosok namja tinggi yang sedang dirangkul Xiumin tersebut. Penampilannya memang tidak layak dilihat namun tetap tidak mengurangi ketampanannya dimata Baekhyun. Ingin rasanya ia membantu Chanyeol, tapi itu pasti tidak mungkin. Haft... Sungguh miris.

"Baek? Kau melamun lagi?" Seru Dio dengan suara yang dibuat sekesal mungkin.

"E-eh, tidak kok. Hehe, kajja kita menyiapkan nasi yang sudah matang" Ucap Baekhyun mengalihkan pembicaraan dan segera meninggalkan Dio. Sedangkan Dio hanya mengendikkan bahunya tidak peduli.

Baekhyun segera mengambil beberapa piring dan mulai menyendokkan nasinya. Ia terus fokus pada kegiatannya hingga tidak sadar seseorang berada di belakangnya. Baekhyun merasakan hawa dingin di sekitarnya, namun ia tidak mempersalahkan hal itu. Tiba-tiba saja sesuatu yang keras menekan bahu kirinya. Baekhyun membulatkan matanya dan berusaha berbalik untuk melihat orang itu. Tapi belum berbalik, orang tersebut telah membekap mulut Baekhyun.

"Hmmppphh!"

Baekhyun merasa ketakutan. Siapa tahu orang yang membekapnya ini adalah penjahat, penculik, pencuri, atau bahkan fansnya? Oke mungkin option terakhir tidak mungkin karena ia tidak terkenal di sekolah. Mungkin penggemar rahasia tepatnya? Itu lebih tidak mungkin, yang pasti ia sangat ketakutan dengan seseorang yang membekap mulutnya sekarang.

"Baek kau ke- HEY SIAPA KAU – A-aduh..." Dio yang hendak berteriak melihat keadaan sahabatnya tersebut mendadak tidak jadi karena tersandung batu. Poor Dio ._.

"Aduhh.. Dasar batu menyebalkan! Hey orang aneh, lepaskan temanku!" Seru Dio sambil berdiri dan berjalan mendekati Baekhyun dan orang tersebut. Ia langsung menarik topeng yang dikenakan orang tersebut secara paksa.

"K-kau.."

Seketika mata keduanya membulat kaget. Baekhyun kebingungan melihat reaksi mereka berdua satu sama lain. Ada apa dengan keduanya.

"D-dio?"

"Kau Chen?"

"Oh tidak, Dioo.."

Segera saja namja aneh yang dipanggil Chen oleh Dio itu pun memeluk Dio erat. Baekhyun semakin kebingungan dengan tingkah dua orang didepannya ini. Ada hubungan apakah mereka?

"Haah, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?"

"Baik, bagaimana denganmu. Kau terlihat berubah, padahal ku kira baru sebentar kita berpisah"

"Sama denganmu. Haha benarkah? Lalu mengapa kau masih bertindak seperti orang aneh seperti ini? Sifatmu memang sudah tidak bisa di ubah ya"

"Hehe.. Mian Dio-ah"

Saat sedang berbincang-bincang dengan Chen, Dio hampir melupakan Baekhyun yang sedang menonton pertemuan-kembali-dirinya-dengan-teman-lamanya. Ia segera menarik tangan Baekhyun untuk mendekat pada Chen dan memperkenalkannya.

"Baek, kenalkan ini temanku saat masih berada di kota Goyang. Namanya Chen" Jelas Dio.

"Kim Jongdae, kau bisa memanggilku Chen. Bangapta~" Ujar Chen dengan senyuman lebar. Baekhyun hanya tersenyum canggung sambil membalas uluran tangan Chen.

"B-byun Baekhyun imnida. Ne bangapta~" Balas Baekhyun dengan nada gugup. Dio hanya tersenyum, kebiasaan nerveous Baekhyun memang tidak bisa dihilangkan.

Mereka bertiga pun mengobrol sebentar, tentunya setelah BaekDo selesai menyiapkan nasi dibantu oleh Chen. Chen menceritakan latar belakang(?) dirinya pada Baekhyun dan berusaha menyakinkan Baekhyun bahwa ia bukan orang jahat. Chen juga menceritakan bahwa ia adalah teman dekat Dio sebelum Dio memutuskan pindah ke Seoul dan melanjutkan pendidikan disana. Saat ini ia sedang berlibur di kota Mokpo bersama keluarganya. Ia bisa sampai ke tempat ini karena terpisah dari rombongan keluarganya dan tersesat hingga sampai sini. Aneh memang, tapi begitulah kenyataannya. Mau tak mau ia harus mengikuti kehidupan orang-orang yang ditemuinya sekarang.

"Lalu bagaimana dengan keluargamu Chen?" Tanya Baekhyun pelan. Ia merasa sedikit kasihan juga dengan Chen. Walaupun ini semua salah Chen atau lebih tepatnya kebodohan Chen, tetap saja ia merasa kasihan juga pada namja itu.

"Aku.. Tidak tahu" Ucapnya dengan watados. BaekDo hanya menepuk kening mereka dengan keras. Namja satu itu aneh sekali.

"Baiklah, baiklah aku sangat sangat lelah berbicara denganmu. Sifatmu sama saja dengan yang dulu. Aku pergi dulu nee" Ujar Dio sambil beranjak dari tempat duduknya. Kini tinggalah dua namja yang terjebak dalam suasana canggung. Chen terus memperhatikan Baekhyun dengan tatapan tidak bisa diartikan. Sedangkan Baekhyun terlihat risih dengan tatapan Chen. Jangan sampai ada couple baru disini, yaitu ChenBaek (?).

"Hello~ Ada apa denganmu?" Tanya Chen sambil terus menatapi wajah Baekhyun.

"Harusnya aku yang bertanya itu padamu. Mengapa kau menatapiku seperti itu seakan-akan kau ingin mengapa-apakan(?)ku?" Ujar Baekhyun sambil menunduk. Chen hanya tertawa pelan.

Suasana kembali hening. Sebenarnya ia ingin mengajak Baekhyun bicara, namun ia tidak tahu topik yang bagus untuk dibicarakan.

"Oh ya, kau tahu makhluk aneh itu" Kata Chen sambil menunjuk Chanyeol.

"Dia aneh, sok cool, tinggi overdosis, sok berani. Padahal saat aku mendorongnya ke kolam ia langsung bertransformasi menjadi kucing kedinginan, hahahaha" Chen tertawa keras saat mendengar lelucon yang dibuatnya sendiri.

"MWO?! KAU YANG MELAKUKAN ITU PADA CHANYEOL?!"

Chen menutup telinganya rapat. Suara Baekhyun sepertinya ingin membuat telinganya hilang seketika.

"Ne, memangnya kenapa?" Chen mengangkat alisnya heran.

"Ah tidak kenapa-kenapa, hehehe"

"Dasar aneh!"

Baekhyun merenungi ucapan Chen tadi. Hah, namja aneh bersuara cempreng itu memang ingin mencari masalah. Kira-kira apa yang akan Chanyeol lakukan jika ia tahu seseorang disampingnya inilah yang menjadi penyebab insiden transformasi-menjadi-kucing-kedinginan nya itu. Di bunuh? Di marahi? Di pukul? Atau di gelitiki? Oke option terakhir mungkin terdengar aneh.

"Baek! Ayo kita makan di dekat api unggun bersama yang lain. Chen, kau sembunyi saja di tenda kami. Jangan buat masalah oke?" Perintah Dio yang baru saja datang sambil membawa sebuah spatula.

"Baiklah, Chen aku pergi dulu ne"

"Ya"

Mereka pun pergi ke tempat tujuan masing-masing. Besok adalah petualangan mereka di tempat ini. Bagiamanakah dengan hubungan ChanBaek? Lalu bagaimana dengan nasib Chen? Bagaimana jadinya Chanyeol yang pendendam bertemu dengan Chen yang ternyata mengerjai dirinya saat di kolam? Tunggu chap selanjutnya! /ala sinetron/.

-TBC-

Author's Curcol Area:

Annyeong~ Berapa lama saya tidak update ff selama ini? Ini semua di karena modem saya yang tidak diisi selama 4 bulan lebih -_-. Maaf ya readerdul :D. Oke ga berani ngomong banyak, masih ngerasa bersalah sama kalian semua. Saatnya balas review:

RiChi: Reaksi Chanyeol? Bisa dilihat di chap yang ini, hehe. Ok, ini dah dilanjut ^^, review lagi ne? ;)

Jung Jisun: Oh ya makasih :)), iya Chan-Ye emang nyebelin ya, kalo ChanBaek di chap ini udah ada (kayaknya) tapi dikiiit banget. Ya Kyungsoo baik banget, coba aja punya temen kayak dia ya /curcol/. Widih, kece banget pasti ya *_* Chanyeol ampe kalah /gak. Yah pihak ketiga udah ada nih si namja-aneh-berwajah-kotak. Okeship ini dah dilanjut, review lagi ne? ;)

ajib4ff: Uke lainnya pada jadi pasukannya(?) Chanyeol ngur :). Kalo couple exo sih belom ada yang jadi kekasih ._. Tapi secepatnya bakal ada yang jadi kekasih kok hehe. Ya makasih atas dukungannya :D review lagi ne? ;)

miyuk: Ya ini udah dilanjut :D Iya dia kan emang uke jadi harus bertingkah layaknya uke /apa. Yaa, oh ya Chanyeol emang nyebelin tuh huft /kibasmuka(?)/. Okeship, review lagi ne? ;)

Hyunnie: Ini udah dilanjut, maap ya ga bisa cepetan hehe ^^v. Nasib Baekki ya begitu(?). Ihh atut /ngumpetdibelakangChen/. Okship, review lagi ne? ;)

:Hmm gaya bacon ya? Ya bayangin aja Baekhyun lagi dalam pose kece, ganteng, hensem, macho, dll lah ayo mulai bayangin sekarang! /bayangin/. ChanBaek moment nya udah ada (kayaknya) disini tapi dikiiiit banget ._. Okship, review lagi ne? ;)

Gipet Sevolution: Iya dong, ga bisa ngebayangin kalo Baekhyun itu seme . Oke ga papa kok :)) Oh punya dong, udah di follow dari kapan tau kok dek, hehe. Okship, maap ya ga bisa cepat buat chap ini. Review lagi ne? ;)

: Ini udah dilanjut ya :)) Maap ya ga bisa cepet buat chap ini ._. Okship, review lagi ne? ;)

Guest: Wuih gantengnya pasti ngalahin Chanyeol ya /apa. Ya moment ChanBaeknya udah ada, Dio emang baik banget coba aja punya temen kayak dia ya /curcol/ Okship, review lagi ne? ;)

Shin Ririn: Oh ya? Makasih, couple yang lain bakal bersatu juga kok :)). Ini udah dilanjut kok, review lagi ne? ;)

12Wolf: Ini udah dilanjut ya :)), Dio ga naksir kok, dia cuma kagum aja gitu. Okship review lagi ne? ;)

gyuwe: Ini udah dilanjut :)), review lagi ne? ;)

rachel suliss: Ini udah dilanjut kok :)), reviewl lagi ne? ;)

baekchannie: Ini udah dilanjut kok :)), reaksi Chanyeol bisa diliat di chap ini. Okship makasih dukungannya, review lagi ne? ;)

Akhir kata:

Mind To Review? #GwiyomiBarengAmHyo