STILL LONELY
[tambahan pemain mungkin akan ada mulai dari chapter 3 dan seterusnya]
Akhirnya Jihoon menemukan teman baru, Hoshi, anak lelaki dari Jepang yang hyperaktif baru saja pindah ke Korea dan bertetangga dengan Jihoon. Sedangkan Jihoon, yang biasanya cuek khususnya kepada orang baru tiba tiba dengan gampangnya menerima Hoshi sebagai temannya.
.
.
.
"Jihoon! Liat! Aku datang bawa ini, mau?" tanya Soonyoung kecil menawari dumpling yang baru saja di buat oleh ibunya
"hmmm…nanti" balas Jihoon yang masih asik dengan mainan gitar kecilnya
Soonyoung benci penolakan, hanya untuk Jihoon, setelah diam beberapa saat dia akhirnya mengambil salah satunya asal dan menyuapi Jihoon tiba tiba, Jihoon terkejut namun akhirnya mengunyah makanannya sambil menatap Soonyoung kesal, sedangkan Soonyoung memakan punyanya tanpa rasa dosa.
Baru saja Soonyoung akan mengambil dumpling keduanya, Jihoon sudah berteriak memanggil mommynya sambil menangis histeris, Soonyoung yang melihat Jihoonnya menangis segera mengambil air dan memberi Jihoon minum namun Jihoon tak kunjung diam
"kau pasti memakan dumpling pedas kekekeke, kau cengeng hahahaha" ledek Soonyoung yang mendapat jambakan kuat dari Jihoonnya
Sedangkan Junghan yang sedang sibuk di dapur tak mendengar jeritan Jihoon kecilnya, ia masih sibuk membuat masakan untuk hidangan makan malam keluarganya sambil bersenandung kecil.
"ahjumma! Jihoon nangis" ujar Soonyoung berlari ke dapur Junghan, saat melihat Junghan ia sibuk menarik narik baju Junghan
"ada apa Soonyoung, ahjumma lagi sibuk masak, lagipula Jihoon menangis? Langka sekali" ujar Junghan santai
"tapi wajah Jihoon cemakin putih, tadi kami makan dumpling, lalu Jihoon nangis" ujar Soonyoung lagi
"oh, ya biar…apa?! Dumpling?! Dumpling pedas?!" ujar Junghan lalu berlari menuju taman depan.
Kini Jihoon tengah menangis histeris, mainan berantakan di mana-mana, wajahnya yang putih semakin pucat, dengan cepat Junghan membawanya ke rumah dan segera menelfon Joshua agar segera pulang
"Joshua! Jihoon menangis! Cepat datang!" ujar Junghan histeris
"sayang, aku sedang kerja, aku akan…"
"SEKARANG! ATAU JIHOON TIDAK AKAN PERNAH SELAMAT!" ujar Junghan lagi
"a-ahjumma, Jihoonie kenapa?" tanya Soonyoung
"kau..! pasti kau yang memberikan Jihoon dumpling pedas kan!" teriak Junghan kesal
"So-Sonyoungie…" jawab Soonyoung takut takut
"Jihoon bertahanlah, Jihoon…ini, makan ini ya" ujar Junghan dan memberikan susu bubuk coklat untuk meredam rasa pedasnya,, namun Jihoon masih saja berteriak
.
.
"dokter bagaimana keadaan Jihoon? Dia baik baik saja kan?" tanya Junghan cemas setelah dokter yang menangani Jihoon keluar
"sepertinya dia terlalu banyak memakan makanan pedas, bukankah saya sudah bilang dia alergi pedas?" ujar dokter itu lagi
"i-iya…itu.."
"tidak apa tenanglah, ini ada sedikit obat yang harus di beli untuk Jihoon, berikan obat ini supaya dia lebih baik Tn. Hong" ujar dokter dan memberikan resep obat
"terima kasih dokter"
"doktel….Jihoonie kenapa?" tanya Soonyoung
"Jihoon tidak boleh memakan makanan pedas, kalau makan makanan pedas, nanti Jihoon bisa pingsan" ujar dokter itu lagi
"Soonyoung tadi cuapin Jihoon dumpling pedas, doktel halus celamatin Jihoonie ya!" ujar Soonyoung lagi
"Tn. Hong, ma-maafkan putra kami, dia…dia.." ujar Ren takut takut
"tidak apa, Ny. Hwang, lagi pula…"
"KAU HARUS JAUHI ANAKMU DARIKU! ANAKMU HAMPIR SAJA MEMBUNUH ANAKU!" ujar Junghan marah, Joshua pun tak berhasil menenangkan istrinya.
"ah-ahjumma, So-Soonyoung lela kok ganti lidah Soonyoung untuk Jihoon, bial Jihoon tidak cakit lagi kalo makan pedas" ujar Soonyoung polos
"kau…" belum sempat Junghan marah, Joshua sudah menyuruh Junghan masuk ke kamar rawat Jihoon
"Soonyoung" ujar Joshua
"nde?" ujar Soonyoung
"Soonyoung sayang sama Jihoon?" tanya Joshua
"Soonyoung sayang sama Jihoonie! Soonyoung tidak mau Jihoonie cakit!" ujar Soonyoung semangat
"kalau gitu, Soonyoung harus janji, harus selalu menjaga Jihoon, jangan kasih Jihoon makanan pedas lagi, ok" ujar Joshua menjelaskan
"nde! Soonyoung janji, Soonyoung akan menjaga Jihoonie! Soonyoung tidak akan membuat Jihoonie cakit lagi!" ujar Soonyoung
.
.
Setelah kejadian itu, Junghan sedikit berbeda terhadap Soonyoung, setiap Soonyoung datang, Junghan akan mengawasi kegiatgan mereka, khawatir kalau Soonyoung akan menyakitinya lagi, karna di fikiran Junghan saat ini adalah Soonyoung-pembawa-penyakit-untuk-Jihoon
"mommy…daddy..Jihoonie ada?" tanya Soonyoung saat masuk ke rumah Jihoon
"dia di kamar, Soonyoung bermain di kamar sama Jihoon ok" ujar Joshua
"tunggu, aku…"
"sayang" ujar Joshua menahan Junghan
"biarkan Soonyoung bermain bersama, kenapa kau selalu menjadi satpam di antara mereka" ujar Joshua
"aku tidak ingin Soonyoung-pembawa-sakit-untuk-jihoon itu kembali melukai Jihoonku!"
"mereka masih anak anak, lagipula kejadiaan kemarin itu kan Soonyoung tidak sengaja melakukannya"
Joshua dan Junghan mendengar suara Jihoon dan Soonyoung yang tertawa keras, terkadang suara Soonyoung lebih mendominasi, itu karna Jihoon memberi hadiah pijatan untuk rambut SOonyoung tentunya.
.
.
"Tn. Hong, apa akhir pekan ini ada waktu?" tanya Minhyun
"eumm…kurasa aku tidak ada kegiatan, ada apa Tn. Hwang?"
"ah, sebagai permintaan maaf atas kelakuan Soonyoung kemarin, saya dan Ren mau mengajak Tn. Hong sekeluarga makan malam sabtu nanti" ujar Minhyun lagi
"eh, itu hahaha jadi merepotkan"
"tidak, dari awal kami pindah kami belum sempat mengajak anda makan bersama, sekalian mempererat hubungan kita sebagai tetangga hahahha bagaimana? Dan aku tidka terima penolakan"
"hahaha, well, kalau memang tidak ada penolakan, aku bisa apa?" balas Joshua
Dan begitulah, Joshua pun semakin dekat dengan keluarga Minhyun, selain karna tetangga, mereka juga mempunyai persamaan, yaoi. Ya Ren dan Junghan adalah dua orang uke, yang terlalu cantik untuk ukuran pria.
.
.
Kini, Soonyoung dan Jihoon telah memasuki masa remaja, mereka duduk di bangku SMP kelas satu, dan mereka bersekolah di sekolah yang sama, kelas yang sama dan di bangku yang sama.
Soonyoung, murid hyperaktif, lumayan susah untuk mencarinya, dia bisa ada di mana saja, di kelas, di lapangan, di kantin, di toilet bahkan di ruang guru, sedikit berbuat onar, nakal? Tidak, Soonyoung hanya melindungi Jihoon. Hanya karna Junghan berkata untuk menjaga Jihoon, Soonyoung selalu berfikir kalau Jihoon itu seseorang yang harus di lindungi, bukan karena lemah, tetapi karna menurut Soonyoung, Junghan menaruh kepercayaan kepadanya. Berlebihan anak ini.
Berbanding terbalik dengan Jihoon, anak yang terkenal dingin dan cuek, bisa di cari di satu tempat, perpusatakaan. Kutu buku? Tidak juga, hanya saja Jihoon membenci keramaian, cukup satu yang bisa membuat harinya ramai, Soonyoung, berisik, pengacau, pengganggu semua menjadi satu dan itu lebih dari cukup bagi si kecil Jihoon.
Dan hari ini, kembali lagi Soonyoung berulah hanya karena Jihoon-nya di ganggu.
"Jihoon! Hei kutu buku, apa kau tak lelah bersarang di perpustakaan? Hahahha" ujar salah satu senior mereka yang duduk di bangku kelas 2, namun seperti biasanya, Jihoon hanya mengabaikan omongan omongan mereka.
"hei! Apa kau sekarang menjadi tuli setelah berlama lama membaca buku di perpustakaan hahahaha" ejek orang itu lagi, Jihoon hanya membuang nafasnya kasar menahan emosinya dan beranjak pergi, namun tangannya sempat di cegat oleh pemuda tersebut
"lepaskan aku kim taehyung!" ujar Jihoon
"wah…akhirnya bisa bicara juga anak ini, aku curiga apa benar kau ini anak berumur 13 tahun? Jangan jangan kau ini sedang berbohong ya hahaha kau tersasar heum? Katakan di mana orang tuamu biar hyung antar hahahhaa" kata Taehyung lagi
Belum sempat Jihoon memberontak lagi, Soonyoung datang dan memisahkan mereka
"hey ketela, sudah ku bilang jangan ganggu Jihoonie ku" ujar Soonyoung
"kau, tidak bisa sedikit sopan pada hyung mu hah?" balas Kim Taehyung
"sopan? Wah maaf saja, aku tidak terbiasa sopan pada orang yang mengganggu Jihoonieku"
"kau memang harus di ajari!" ujar Taehyung dan mendorong bahu Soonyoung hingga terjatuh
"hahhaa, kau mau bermain kasar ok!" belum sempat Soonyoung berdiri, ia mendengar Taehyung berteriak
"yak! Le-lepaskan aku!" ujar Taehyung
"berhenti berlagak penguasa di sini Kim Taehyung, kalau kau mau beradu kekuatan pergilah ke luar" ujar Jihoon dan melepaskan jambakannya pada Taehyung lalu pergi meninggalkan mereka
"wahahhaa, nikmat? Harus kau tau, Taehyung, untuk yang merasakannya pertama kali, otakmu akan merasa seperti di tarik selama seminggu, selamat menikmatinya hahhahaha" ujar Soonyoung dan menyusul Jihoon
.
.
"Jihoonie…Jihoonieeee" ujar Soonyoung kekanakan
"hmmm..hentikan tingkah konyolmu itu, kau membuatku ingin muntah" ujar Jihoon
"kau hamil? Anak kita?" bisiknya yang mendapat pukulan tepat di kepalanya
"kau fikir aku semesum dirimu ha?" ujar Jihoon lagi
"kau tau, hubungan kita sudah berjalan 2 tahun, tapi kau tidak pernah sekalipun menciumku, kecuali aku yang mencurinya" ujar Soonyoung berpura pura sedih
"itu karna aku sedang tidak selera melihatmu"
"lalu kapan kau seleranya?"
"tunggu kau dewasa dan otakmu benar benar berfikir dewasa"
"kau hanya menunggu aku dewasa, perlu ku tunjukkan video dewasa juga? Mumpung kita berdua"
"mati kau" balas Jihoon dan memukulkan buku bacaannya tepat di hidung Soonyoung
"ya tuhan, hidungku..oh tidak…semakin tampan, semakin banyak yang mencintaiku, kau jangan menyesal Jihoon" ujar Soonyoung
"tidak aka nada orang yang akan mencintaimu bodoh"
"berarti kau bodoh hahhahaha" dan tawa mereka di akhiri dengan Soonyoung pingsan
TBC
Hai hai haaaiiii…hahahhahha sebenernya ini tuh udah selesai…masalahnya saya lupa bagiannya hahahhaha….jadi, ini sebenernya bagian tambahan lol…! saya lupa bagian akhirnya begimana..yang pasti ini bakal gue lanjutin jadinya…tergantung reviews kalian hahahaha
oyoyo…jihoon lucu ya? Padahal mau buat kesannya cuek gagal eike yes
oglet…mau gigit pipi Jihoon? Nunggu Junghan nyenyak dulu ya hahahaha, ya gpp ko banyak bacot, gue malah seneng, bacotin aja di tiap chapternya hahahahaa…
Ok lha…next jangan lupa review lagi ya sayang btw, udah pada liat foto anak2nya SVT dong, wah Jihoon lucu sekali…ingin saya culik lalu lempar ke laut mati,lho hahahahaa
Thanks yang udah follow, fav dan baca ini ff gaje, semoga hidup kalian tidak segaje hidup ane.
