Judul : My Lovely Bro
Cast : Kyumin, Some Super Junior's Member, & Other.
Rate : T, GS.
Genre : Romance, Humor, Drama, etc.
.
.
Untuk keperluan cerita, nama2 anggota Suju ada perubahannya.
Mianhae kalau tidak berkenan.
.
.
Selamat Membaca...
.
.
Chapter 2
.
.
"Fiuh...!"
Akhirnya, aku berhasil menyelesaikan 2 soal ujian terakhir di semester III ini.
Jam tanganku masih menunjukkan pukul 9 tepat. Aku dapat menyelesaikan soal-soal ini, 30 menit lebih cepat dari alokasi waktu yang sudah diberikan.
Yups...! Seharusnya aku bisa pulang sebelum pukul 10. Aku sengaja mengatakan kepada Oppa Bertiga kalau aku akan pulang pukul 12. Sebenarnya, aku mempunyai rencana rahasia bersama Namjachingu pertamaku, Jungmo. Tentu saja, ulang tahunku kali ini menjadi istimewa karena aku tidak lagi berstatus Single, alias jomblo, alias gak punya pacar.
Oppa Bertiga tidak boleh mengetahui rencana ini. Selain itu, mereka juga tidak boleh mengetahui kalau aku tidak lagi berstatus Single. Keposesifan mereka tentu akan menggangu hubungan kami.
Jungmo memang istimewa. Masih teringat jelas pertemuan pertamaku dengannya, pertemuan pertama yang membawa kesan begitu mendalam.
Pertemuan kami adalah pada saat Masa Orientasiku sebagai mahasiswa baru. Suatu hari, gara-gara pada malam harinya tidurku tidak terlalu nyenyak, akhirnya aku terlambat bangun hampir setengah jam dari waktu yang sudah kutentukan sendiri. Jurus memasang 3 alarm sekaligus sudah tidak ampuh lagi. Hal ini membuat ku harus melewatkan makan pagiku. Dan alhasil, aku tumbang...!
Saat aku beristirahat di Pos Kesehatan itulah, aku berkenalan dengan Jungmo yang merupakan Koordinator Divisi Kesehatan. Di saat aku berkenalan dengannya, cacing di perutku membuat suara yang memalukan di waktu yang tidak tepat.
"Aigoo... Ternyata kamu pingsan gara-gara kelaparan ne...?" Jungmo bertanya dengan muka jahil sambil menahan tawa.
Aku cuma tertunduk lesu karena malu.
"Nih, ada roti. Kamu makan saja." Jungmo menyerahkan roti isi cokelat kepadaku dengan pipi bersemu merah karena menahan tawa.
Kadang, aku ikut tertawa geli saat mengingat kejadian itu.
Aku melihat jam tanganku, pukul 9 lebih 20 menit. Aku janji akan bertemu dengan Jungmo sekitar pukul 9.30. Suasana kantin juga sudah mulai ramai. Aku menengok ke sana kemari mencari sosok Jungmo. Ternyata masih belum dapat kutemukan. Aku malah bertemu dengan...
"Minnie...!" Suara cempreng Hyukjae dan Ryeowook saling bergabung, membuat beberapa pasang mata yang ada di kantin ikut menoleh. 2 orang aneh yang mau bersahabat denganku yang rada-rada aneh juga. Hehe...
Hubungan persahabatan kami ini gak selalu berjalan dengan mulus. Ada kalanya, kami berselisih pendapat atau cuma sekedar salah paham.
Jangan pernah takut bermasalah dengan sahabatmu. Semakin dekat hubungan yang terjalin, peluang untuk mendapatkan masalah akan semakin besar. Satu hal yang penting... dengan bertambahnya masalah, kita akan lebih mengenal satu dengan yang lain.
Di tempat inilah, aku mendapat dua sahabat yang selau bisa diandalkan. Di sini pula aku mendapatkan seseorang yang sangat istimewa.
"Ehm... Ehm..." suara deheman dari Wookie yang dibuat-buat menyadarkan ku dari lamunan.
"Ehm... Ehm..." kali ini suara deheman dari Hyukjae.
"Mianhae, Oppa telat, ne...?" Sosok Jungmo dengan suara ramahnya sudah ada di samping kursiku.
"Eng... Ani, santai saja..." aku mencoba menenangkan Jungmo yang tampak terengah-engah.
Sepertinya Jungmo sudah berlari-lari untuk sampai ke sini. Kuperhatikan Jungmo dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya sedikit acak-acakan, di sekitar dahinya banyak keringat bercucuran.
"Ada yang aneh dengan Oppa...?" Jungmo bertanya dengan raut muka yang sedikit kebingungan.
Rupanya Jungmo menyadari apa yang kupikirkan.
Aku menjawab pertanyaan itu dengan senyuman kecil. Aku mengambil tisu yang selalu tersimpan dalam tasku dan membersihkan keringat di wajah Jungmo.
"Ehm... Ehm..."
"Sepertinya kita mengganggu nih."
"Kajja, kita pergi saja, ne."
Wookie dan Hyukjae meninggalkanku berdua dengan Jungmo. Aku memang mau berdua-duaan dengan Jungmo, tapi tentu saja aku tidak ingin mengusir teman-teman terbaikku. Terkadang, keadaan seperti ini membuatku sedikit mengalami dilema –bingung untuk memilih antara kekasih atau sahabat. Akhirnya, aku putuskan untuk memilih berdasarkan situasi. Ada kalanya aku memilih bersama kekasihku dan ada kalanya aku akan lebih mengutamakan sahabatku.
"Siap...?" Jungmo mengulurkan tangannya, mengajakku beranjak dari tempat dudukku.
"OK...!" Aku segera menyambut uluran tangan itu.
.
.
"Minnie, 5 menit lagi Dinghae Oppa sampai di depan ATM nih. Kamu sudah di sana, kan...?"
Mwo..?! Aku hampir meloncat kaget. Kulihat jam tanganku, pukul 12 lebih 5 menit.
"Ne, Ne...!" aku mencoba membuat nada suara yang terdengar wajar, padahal...
"Oppa, Donghae Oppa sudah mau jemput. Eotteokke...?"
"Minnie, tenang Ne... Oppa antar kamu sekarang."
"Tapi nanti Donghae Oppa bisa tau kalau..."
"Kamu tenang dulu, Ne..." Jungmo masih berusaha keras menenangkanku,"Oppa antar kamu sampai gerbang luar, terus kamu jalan sendiri sampai ATM. Kan gak terlalu jauh, jadi kamu pasti sudah ada di ATM begitu Donghae Hyung jemput. Eotteokke...?"
"Ok. Kita langsung saja, Ne."
Yup...! Keributan kecil inilah yang mengakhiri perayaan ulang tahun spesialku dengan Jungmo.
.
.
"Minnie, kenapa kamu ketawa-ketiwi sendiri seperti itu...?" Donghae Oppa bertanya dengan penuh selidik.
"Eng... Aniyo... Gwaenchana..."
"Gwaenchana...? Tapi tingkahmu itu aneh. Terus, yang kamu pegang itu apa...?"
"I, Ini kado dari teman-temanku."
Aku menunjuk kalung perak dengan liontin bunga salju yang menggantung di leherku.
Mianhae, Oppa... ini bukan kado dari teman-temanku. Ini kado spesial dari Jungmo.
Hari ini benar-benar istimewa. Akhirnya, aku merayakan hari ulang tahunku dengan seorang kekasih, meskipun itu hanya terjadi tidak lebih dari 2 jam.
Aku dan Jungmo memilih untuk merayakan ulang tahunku di ELF Cafe, kafe eskrim yang berjarak sekitar 2 km dari kampusku. Di tempat ini, Jungmo memberiku kejutan berupa ciuman lembut di kening dan kalung perak dengan liontin bunga salju.
"Minnie, kami masih punya kejutan lain buat kamu..." Donghae Oppa membuyarkan lamunanku.
"Kejutan apa...?"
"Kalau di kasih tau, bukan kejutan namanya."
"Huh...!" Aku cuma melengos kesal.
.
.
"Saengil Chukkahamnida, Minnie...!"
"Eomma...! Appa...!" aku berteriak kegirangan.
Aku sama sekali tidak menyangka kalau Eomma dan Appa juga akan turut memberikan kejutan di hari ulang tahunku.
"Tahun ini, Minnie dapat banyak kejutan dari Oppa bertiga, juga dari Eomma dan Appa."
"Kedatangan kami sengaja dirahasiakan dari kamu, tetapi hadiahnya bukan itu."
"Hah...? Masih ada kejutan yang lain...? Terus, kejutannya itu apa...?"
"Kalau kami kasih tau, namanya bukan kejutan."
Lagi-lagi...
"Sudah, sekarang kamu langsung naik ke kamar saja. Ganti baju, terus makan."
Harus kuakui, hari ini cukup melelahkan, sekaligus menyenangkan. Tanpa banyak bicara, aku segera naik menuju kamarku. Begitu aku membuka pintu kamarku...
"Wow...!" Hanya itu yang dapat kukatakan ketika melihat sebuah gaun terbentang hampir memenuhi setengah ranjangku. Pasti ini kejutannya...
Aku segera mencoba gaun itu. Benar saja, gaun itu benar-benar indah, memberikan kesan anggun dan menawan bagi si pemakai. Tidak terlalu banyak detail pada gaun berwarna dasar hitam itu. Hiasan pita di bagian depannya, membuat gaun Simple dan terlihat lebih manis.
Sambil tetap menggunakan gaun itu, aku segera berlari keluar kamar.
"Eomma... Appa... Gomawa buat kejutannya...!"
"Kejutan...?" nada suara Eomma menunjukkan sedikit keterkejutan.
"Gaunnya bagus banget."
Aku pun berterima kasih sambil memamerkan keindahan gaun itu.
"Oh... gaun itu memang hadiah untuk kamu, tapi bukan itu kejutannya."
"Terus, apa donk...?"
"Kalau kami kasih tahu, namanya bukan kejutan."
Lagi-lagi...
Aku melengos masuk kembali ke dalam kamar sambil tetap bertanya-tanya, kejutannya apa ya...?
.
.
"Minnie...! Kemari...!"
Samar-samar, karena baru terbangun dari tidur siangku, aku mendengar teriakan dari Siwon Oppa. Kutajamkan pendengaranku. Dari kebun belakang... Aku segera membuka jendela kamarku yang memang dapat langsung melihat pemandangan di kebun belakang rumah.
"Wow...!"
"Minnie Chagi, ini kejutannya...!"
Dengan langkah yang tak sabar, aku segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga, dan lari menuju kebun belakang. Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Kebun belakang rumah telah disulap dengan interior dan barang-barang cantik sebagai perlengkapan pesta, Garden Party.
Ada kue Tart 3 tingkat, dengan hiasan boneka kelinci di tingkat paling atas. Ada peralatan Barbeque. Belum lagi dengan bunga kesukaanku, tulip kuning, yang menjadi hiasan di sana-sini.
Wow...!
"Ini kejutannya...!" Eomma bersorak dengan girangnya.
"Kami juga sudah mengundang teman-temanmu dan saudara yang lain," Siwon Oppa ikut menimpali.
Aku sama sekali tidak menyangka, semuanya mempersiapkan pesta ulang tahun kejutan untukku. Aku sampai hampir menangis karena terharu.
Tunggu, tunggu...! Aku teringat akan sesuatu.
"Undangan...?" aku bertanya dengan sedikit keheranan.
"Yup...! Kurang dari 1 jam lagi, akan diadakan pesta ulang tahun untukmu. Sebaiknya kamu cepat mandi dan bersiap-siap, Minnie."
"Mwo...?!"
"Minnie, pakai gaun yang baru, Ne...!"
Saran Eomma yang terakhir, nyaris tidak dapat kudengar karena aku langsung melesat menuju kamarku –lebih tepatnya kamar mandiku.
.
.
Pesta ulang tahun ini memang tidak dihadiri oleh ribuan orang. Yah... memang seharusnya seperti itu. Buatku, pesta ulang tahun cukup di rayakan dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, saudara, dan teman dekat. Aku harus menelan sedikit kekecewaan karena ketidakhadiran Jungmo.
Di antara para tamu, memang ada beberapa wajah yang kurang kukenal. Mungkin teman-teman Oppa Bertiga... karena aku sempat melihat Oppa Bertiga berbicara akrab dengan seseorang.
"Minnie, Eotteokke...?" Suara Donghae Oppa yang tiba-tiba datang sedikit mengagetkanku.
"Bagaimana apanya, Oppa...?"
"Pestanya...?"
"Daebak...!" aku mengacungkan kedua jariku, "Gomawo, Ne..."
"Kami masih punya kejutan yang lain, lho. Kejutan terakhir di ulang tahun yang ke-19."
"Kejutan yang lain...?" Aku tidak mungkin menyembunyikan rasa terkejut, sekaligus penasaranku.
Kira-kira kejutan apa lagi ya...? Sampai detik ini, aku menerima banyak kejutan yang sama sekali tak terduga. Apa pun kejutan yang dimaksud, ini pasti kejutan yang paling mengejutkan. Ingat kata pepatah, Save The Best For Last...
Siwon Oppa seperti memberi isyarat pada Donghae Oppa dan Yesung Oppa untuk segera datang menghampiri kami.
Ige Mwoya...?
.
.
TBC
.
.
.
Chapter 2 udah Update...
Author Update kilat nih...
Mian untuk Typo yg bertebaran...
Mohon Review-nya, Ne bagi yg Silent Reader...
Gomawo buat Reader yg udah Review...
Kira2 apa ya kejutan dari Oppa Bertiga Minnie...?
Ada yg tau...?
.
FF ini berdasarkan Novel yg berjudul sama, My Lovely Bro...
.
.
Miss Evil
