Taehyung berjalan keluar dari elevator yang membawanya ke lantai teratas Kim Corp., sebuah perusahaan besar di Korea yang begerak di bidang properti dan beberapa bidang lainnya. Lantai teratas memiliki sebuah lobi besar dan 3 ruangan yang masing-masing memiliki sebuah meja cukup besar di depan masing-masing pintunya.

Taehyung berjalan lurus menuju ruangan yang terletak di bagian paling ujung melewati 2 ruangan lain di samping kanan dan kirinya yang bertuliskan "Mr. Jung Hoseok" dan "Mr. Kim Mingyu" di pintunya. Mengabaikan tiga orang yang menyambutnya sambil membungkuk kearahnya. Ia memasuki ruangannya yang berada di ujung dan menutup pintunya dengan keras membuat pintu yang bertuliskan "Mr. Kim Taehyung" itu bergetar hebat.

Taehyung menghempaskan tubuhnya diatas kursi kerjanya dan menghela nafas dengan berat, mengusap wajah letihnya dengan kedua tangannya. Meratapi nasibnya yang buruh pun percuma, toh dia sendiri yang menyebabkan semua ini terjadi.

"Semakin lesu saja wajahmu itu." Suara sahabat dan rekan kerjanya memasuki rongga telinga Taehyung. Jung Hoseok berjalan santai keaarahnya dan duduk di salah satu kursi di depan meja kerja Taehyung.

"Hyung, jangan mulai." Taehyung menghela nafas lagi, Hoseok mengidikkan bahunya acuh.

"Masih tidak ada kemajuan dengan Jungkook? Sudah berapa bulan kalian menikah, empat bulan? Ah, Lima bulan, dan kalian masih seperti itu?"

"Hyung, kau tau bahwa..."

"Ya," Hoseok memotong ucapannya, "Dan toh itu juga salahmu, jalani saja, anggap sebagai penebusan dosamu pada Jungkook." Hoseok menatapnya tajam.

Ya, Jung Hoseok membenci sosok di depannya ini. Kim Taehyung adalah sahabat, ah, tidak, mantan sahabatnya di SMA yang kebetulan juga menjadi bossnya di perusahan ini. Kalau saja dulu Hoseok mengetahui bahwa sosok Kim Daehyun yang di idolakanya, seorang pengusaha sukses yang berhasil memasukkan namanya didalam list daftar pengusaha tersukses di dunia, dia tidak akan melamar pekerjaan dan bekerja keras hingga dia menjadi salah satu pemimpin di perusahaan ini.

Persahabatannya dengan Taehyung sudah dia anggap berakhir ketika Taehyung menyakiti Jungkook. Orang yang dulu sempat mengisi hatinya, dan sekarang disayanginya dengan sepenuh jiwa dan raganya. Oh, rasanya ingin sekali Hoseok membunuh sosok yang kini merana didepannya ini, namun dia masih menikmati melihat Taehyung terpuruh dan terluka begini.

"Hyung, bisa tidak kau jangan terlalu jelas memperlihatkan kebencianmu padaku di wajah kudamu itu?" Taehyung memutar bola matanya malas.

"Diam kau, hitam. Aku bunuh sekarang nih." Hoseok melotot padanya, mengacungkan gunting yang diambilnya dari tempat peralatan kantor Taehyung diatas meja. Yah, Taehyung memang sudah tahu soal rencana pembunuhan yang disusun Hoseok padanya sejak peristiwa bersama Jungkook.

"Sudahlah Hyung, lebih baik kau serahkan berkas yang kau bawa itu dan keluar dari kantorku."

"Males," Taehyung sweatdrop dengan jawaban si kuda, "Aku masih ingin menabur garam diatas lukamu yang menganga itu. Mantab."

Sebagai CEO dan pemegang saham terbesar dari perusahaan ini, Taehyung seharusnya bisa memecat Jung Hoseok meskipun dia juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar setelah dirinya. Paling tidak dia tidak akan melihat Hoseok di kantornya karena tidak menjabat sebagai wakil direktur perusahannya. Tapi Taehyung mengerti untuk tidak melakukan hal yang bisa membuat Hoseok lebih membencinya. Bagaimanapun Jung Hoseok adalah kakak tiri Jungkook.

Hoseok memandangi wajah Taehyung lekat-lekat, wajah tampan Taehyung tidak berubah sejak SMA dulu. Sosok angkuh yang dilahirkan di keluarga kaya raya itu selalu menarik perhatian orang disekitarnya, begitu pula di SMA dulu, Taehyung adalah sosok paling populer. Ketua osis, ketua tim basket, berprestasi tinggi, ibaratnya dia adalah Kingka di sekolah mereka dulu. Semua siswa ingin menjadi temannya, para wanita ingin menjadi kekasihnya.

Karena itu pula, Taehyung menjadi playboy kelas kakap yang menebar pesona pada setiap siswa (bahkan guru wanita) di sekolah mereka. Setiap minggu menjalin kasih dengan orang yang berbeda, bahkan sesekali Taehyung diketahui berhubungan dengan siswa laki-laki. Ketika di tahun ketiganya di SMA, Taehyung sudah meniduri hampir separuh populasi sekolah (semua murid perempuan dan sebagian laki-laki).

Taehyung disebut sebagai pria yang bisa membelokkan orientasi seksual siswa laki-laki dan menuntun para lesbi untuk tobat(?).

Hanya satu orang yang tidak tertarik dengannya. Siswa baru tahun pertama bernama Jeon Jungkook. Murid baru yang lansung menjadi primadona sekolah karena wajahnya yang manis, dan sifatnya yang bak malaikat.

Selama satu tahun penuh Taehyung berusaha untuk menaklukkan Jungkook tapi hasilnya nihil, Jungkook sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan padanya. Bahkan Jungkook menganggapnya mengganggu. Hingga kelulusan pun menyapa Taehyung, dan Jungkook merasa lega karenanya.

Hoseok yang satu angkatan dengan Taehyung pun jatuh hati pada Jungkook dan berusaha untuk mendekatinya. Nasib Hoseok lebih beruntung karena paling tidak Jungkook menanggapi pendekatannya walau dalam kategori kakak-adek zone. Ternyata itu karena Mama Jungkook, Bunda Luhan sedang menjalin kasih dengan ayah Hoseok, Jung Sehun. Berakhirlah kisah cinta Hoseok bahkan sebelum merekah. Iya, kasian dia.

"Menurutmu, kapan Jungkook bisa memaafkanku?" Hoseok menaikkan sebelah alisnya, meremehkan.

"Aku harap tidak pernah."

"Hyung!"

"Kau sungguh berpikir apa yang kau lakukan pada adikku itu hal yang kecil, eoh?" Hoseok bersumpah dia ingin sekali melempar Taehyung dari lantai 25 kantor mereka itu. "Kau menghancurkannya, Taehyung. Kau menghancurkan hidupnya, kau menghancurkan mimpinya, kau menghancurkan tubuhnya, dank au juga harus ingat, kau menghancurkan hatinya."

Taehyung terdiam, membenamkan wajahnya lebih dalam dalam kedua telapak tangannya. Hoseok menghela nafas keras-keras, mencoba menenangkan emosinya yang mulai membuncah.

"Kau membuatnya jatuh cinta padamu, dan kau mempermainkannya. Kau dan wanita jalang yang kau sebut kekasih itu menghancurkan Jungkook. Jungkook-ku."

Taehyung mengangkat wajahnya begitu suara serak Hoseok terdengar, matanya membulat melihat orang didepannya balik menatapnya dengan mata sembab. "Kau menghancurkannya ketika kau menjadikannya bahan taruhan konyol dengan wanita itu. Kau menjadikan hati adikku sebagai mainan untuk kesenanganmu. Ingat?"

Rahang Taehyung mengeras, tangannya mengepal di atas meja kerjanya. Mimpi buruk dari masa lalunya kembali berkelebat dalam ingatannya. Wajah wanita itu pun ikut muncul dengan jelas, membuatnya mual.

"Bahkan jika Tuhan sekali pun memaafkanmu, aku tidak akan pernah memaafkanmu, Kim Taehyung."

Hoseok melangkah keluar dari ruangan besar itu bahkan sebelum Taehyung sempat mencegahnya. Kim Taehyung hanya bisa mengutuk dirinya sendiri atas semua yang terjadi.

Suara telpon genggamnya mengalihkan perhatiannya. Wajah tampannya menjadi pucat pasi begitu melihat ID orang yang memanggilnya.

Bae Irene is calling...


Mian, gegara kebanyakan bacac ff TaeKook yg pihak ketiganya neng Irene, jadi menancap(?) di otak klo jablay perusak hubungan TaeKook itu dia :' #plak