Must Be Paired
Chapter 3
.
.
.
.
Judul : Must Be Paired.
Author : Sam.
Genre : Yaoi, angst, little bit sweet, etc.
Pairing : Baekyeol.
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol.
Length : Chaptered.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
-Previous Chapter-
.
"Kau tahu Baekhyun, bukan hanya couple ring yang harus berpasangan dan tak terpisahkan. Manusiapun begitu, mereka akan sempurna jika mempunyai pasangan. Dan bukan hanya itu, hatipun juga, hatiku ini... hatikupun perlu menemukan pasangannya. Sebelum hati ini tenggelam atau terbang terbawa angin..."
.
"... hati ini harus menemukan pasangannya... ah tidak, bukan tapi hati ini harus meraih kembali pasangan hidupnya..."
.
.
.
-oo-oo-oo-
.
.
-START-
.
.
.
-Chanyeol Pov-
.
Haah~
Malam ini aku rasa tidurku tak senyenyak malam-malam sebelumnya. Dan perasaanku tak jauh lebih baik dari sebelumnya. Itu karena hari ini, mimpi indahku benar-benar telah menjadi mipi buruk.
Sebelumnya... saat kumulai menutup mata, maka wajah cantik yang disinari cahaya jingga sang matahari akan nampak sangat menawan, membawaku lebih dalam ke alam mimpi hingga bisa menatapnya sesukaku, karena hanya dalam mimpi saja aku mampu melakukan itu.
Namun saat ini... dunia mimpipun tak mengijinkanku melihatnya. Sebagai gantinya apa yang aku lihat malah membuatku tak mampu memejamkan mata. Karena yang terlihat bukan lagi wajah cantik dengan senyuman indah. Melainkan wajah sedih yang dihiasi buliran air menggenang dipipinya.
Meski aku akui tetap terkesan cantik, namun ekspresi seperti itu tak seharusnya ada diwajahnya.
"Kau tahu... jari ini... ingin sekali jari ini menyentuh wajahmu... menyeka air mata yang sempat mengalir dipipimu. Tapi entah kenapa tubuh ini sulit sekali aku gerakkan. Mianhae..."
"Tapi benarkah? Apa benar yang kau katakan? Kau mencintaiku... dari dulu hingga sekarang? Diriku yang sekarang?..."
Kita teman semasa kecil, sangat dekat... bukan, bahkan saling mencintai... meski anak seumur itu tak begitu mengerti apa itu cinta, tapi saat itu benar-benar menyenangkan, saat bersamamu...
Namun tiba-tiba kau pergi dari kehidupan sehari-hariku, tak bisa setiap hari ku melihat wajahmu. Dan dengan begitu kehidupan kita sedikit berubah... mungkin juga perasaan kita... atau mungkin hanya aku yang merasa begitu?
-Flashback-
"Yeollie... aku tak mau pindah.. hiks... hiks... Aku tak mau berpisah denganmu Yeollie..." Baekhyun kecil terisak dipelukan Chanyeol kecil.
Keluarga Baekhyun harus pindah dikarenakan bisnis keluarganya. Mungkin jika hanya pindah dikota sebelah itu tidak apa-apa. Tapi masalahnya, keluarga Byun harus pindah ke negara lain, tepatnya Jepang. Itulah yang membuat Baekhyun menangis sesunggukan, tak mau meninggalkan orang yang sangat dicintainya, Chanyeol.
Padahal mereka berdua baru beberapa hari yang lalu menyatakan perasaan mereka satu sama lain. Mengikat cinta pada sepasang cincin rumput, dengan jembatan taman sebagai latarnya dan tenggelamnya sang matahari sebagai saksinya.
"Uljima ne... akupun tak ingin berpisah denganmu Baekkie..."
"Hiks... hiks... tapi Yeollie janji ne, jangan lupakan Baekkie... Yeollie tetap akan mengingat Baekkie kan?"
"Ne"
"Tetap mencintai Baekkie?"
"Ne"
-Flasback End-
Waktu telah berlalu dan kehidupan pun terus berjalan. Namun kita tak kunjung bertemu... kita saling menunggu kapan waktu akan mempertemukan kita kembali...
Lalu kitapun semakin beranjak remaja... masa dimana kita membutuhkan seseorang menyayangi kita dan dimana kita membutuhkan orang yang akan selalu ada... disisi kita...
Dan itulah yang aku rasakan...
Dan itu dimana aku bertemu dengan Sooyoung...
Saat hatiku telah mantap memilih dirinya, kau tiba-tiba kembali.
Pada awalnya aku kira itu tak akan berpengaruh karena rasa yang telah termakan oleh waktu.
Namun ternyata kau kembali mengisi hatiku yang sempat kosong.
Mengisinya kembali sedikit demi sedikit...
Mungkin aku munafik, mungkin aku tak setia, tapi inilah hati... tak akan ada yang tahu dan mengerti bahkan dirikupun tak memahaminya...
Awalnya aku mencoba mengabaikannya, mencoba menolaknya hingga aku membuat dirimu terluka.
Tapi nyatanya rasa itu malah semakin penuh, semakin ku rasakan kembali kehangatan itu.
Dan dadaku hampir semakin meledak saat kau membawanya, membawa benda yang pernah mengikat cinta kita.
Namun... Hancur... terbang terbawa angin...
Bersamaan dengan jatuhnya air matamu...
Dan itu sekali lagi karena diriku dan sekali lagi aku membuat dirimu terluka.
-Flasback-
"Aku... a-aku akan melupakannya, aku janji. Lagipula cincin itu juga sudah hancur, jadi kau jangan khawatir. Aku tidak akan mengatakan apapun lagi..."
-Flashback End-
Menyaksikan dirimu sangat terluka seperti itu membuat hatiku hancur berkeping-keping.
Membuat nafasku tercekat dan membuat tubuhku seakan mati rasa.
Mianhae...
-Chanyeol Pov End-
-Baekhyun's Pov-
Hatiku ini tak pernah berubah apapun yang terjadi, meski harus menunggu entah sampai kapan.
Mungkin banyak orang yang meragukannya serta mempertanyakannya.
Tapi telah aku tetapkan bahwa hatiku ini telah memilihmu, menjadikanmu belahan jiwaku
Tapi bagaimana dengan hatimu?
"...Hanya cinta monyet, dan saat sudah dewasa kau akan melupakannya. Semua orang melupakannya. Jangan menanggapinya terlalu serius..."
Aku rasa kau sudah menemukannya, menemukan pasangan hatimu.
Seseorang dengan cincin indah yang terlingkar manis dijarinya...
Yeollie ingatkah kau saat itu?
Cahaya jingga yang sempat menjadi latar belakang janji indah kita
Sampai saat ini moment itu masih menjadi favoritku...
Aku selalu menunggunya hingga matahari benar-benar hilang dalam singgasananya
Namun dirimu berhasil mengingatkanku
"Bisakah kau membedakan masa lalu dengan masa sekarang?"
Aku tak bisa...
Dan itu membuatku terlarut dalam keindahannya, hingga akupun ikut tenggelam bersamanya
Dan tanpa aku sadari semuanya telah menjadi gelap
Gelap... Saat kegelapan sang malam datang akupun teringat saat itu...
Saat dimana kau pergi jauh dariku... meninggalkanku dalam kesendirian...
Bahwa diriku hanyalah masa lalu...
Namun aku sadari bahwa disetiap gelapnya malam, akan selalu ada bintang yang bersinar
Mengingatkanku akan dirimu...
Bersinar sangat terang, meski aku tahu kau terlalu jauh untuk kugapai
Bolehkah aku berharap? Bahwa suatu hari nanti kau akan kembali ke sisiku dan menjadi pasangan jiwaku?
-Baekhyun's Pov End-
-Author's Pov-
Waktu telah berlalu semenjak kejadian diatap sekolah waktu itu. Namun masih meninggalkan bekas luka diantara keduanya. Meski luka itu telah diperkirakan sebelumnnya, namun tetap saja tak akan semudah itu diabaikan.
Baekhyun dan Chanyeol melewati harinya disekolah seperti siswa dan siswi lainnya, tak ada yang special. Benar tak ada yang special 'lagi' diantara mereka. Hanya sebatas teman.
Namun tak ada yang tahu, salah satu atau keduanya tak sanggup lagi menahan semua yang ada dihatinya.
"Baek nanti kau akan lihat pertandingan Basket kan?"
"Ne, tentu aku akan mendukung tim sekolah kita"
"Benarkah? Mendukung sekolah atau ehem Kris?"
"Eh?"
"Hehehe aku tahu, Kris itu naksir kamu lho"
"Ah Lulu tidak mungkin.."
"Apanya yang tidak mungkin, mungkin saja Baby Bacon. Kau itu terhitung baru disini tetapi sudah banyak yang suka"
"Lulu berlebihan"
"Hmmm itu karena kau terlalu fokus pada si bodoh itu eh itu maksudku Chanyeol"
"Ani Lulu. Aku dan Chanyeol sekarang hanya berteman, kami menikmatinya seperti dulu"
"Aish ya sudah, tapi aku ingin kau membuka hatimu ne"
Baekhyun terdiam, tangannya dengan pelan ia arahkan ke dadanya merasakan detak jantunganya sendiri. 'Membuka hati' Mungkin sulit, karena ia tahu hatinya dengan baik, di setiap detakan yang tercipta masih ada satu nama yang setia singgah disana.
Luhan tersenyum, ikut mengarahkan tangannya diatas tangan sahabatnya. Ia genggam tangan yang lebih kecil dari miliknya itu.
"Baekkie tak apa jika masih sulit, perlahan-lahan pasti bisa. Aku sedikit mengerti"
"Sebagian orang berfikir menunggu adalah hal yang sia-sia, ada pula yang berfikir jika menunggu adalah simbol dari setia. Jika dihadapkan dengan hal seperti itupun mungkin aku akan bingung, karena apapun arti menunggu tergantung pada keadaan"
"Tapi keadaannya sekarang Baekkie... bukan maksudku memaksamu atau memintamu mengabaikan hatimu..."
"Chanyeol sudah tak bisa ditunggu lagi Baekkie. Diapun juga tak menunggumu. Dia... kau tahu kan?"
Luhan tak mau melanjutkan lagi perkataannya, cukup sudah membicarakan semua ini. Bukan maksud dirinya untuk ikut campur tapi keadaan dan kenyataan memang sudah berbeda dari sebelumnya. Sebagai sahabat, Luhanpun ingin Baekhyun bisa berdampingan dengan seseorang yang ia cintai, tapi jika sudah seperti ini? Ia hanya ingin Baekhyun bahagia, mencoba melihat sekitar, dan membuka hatinya.
.
They say to me, "Why don't you know that no matter what kind of love it is, it all changes after time passes"
They say that even after 1 year, things change from now
And that there won't be any painful things then...
.
"Ne, gomawo Lulu. Aku akan mencobanya..."
.
Mencoba... mencoba melupakan.
Seperti membiarkan kegelapan dimalam hari terkikis oleh terangnya sinar di pagi hari
Seperti singgasana sang rembulan yang digantikan oleh gagahnya sang mentari
Seperti hiasan para bintang yang tersapu oleh rentetan sang awan
Seperti kenangan bersamamu yang kukubur dalam diam
.
... But I know my heart very well
I know so well that it won't change
Because everyone has a soul mate in this world
And that kind of love cannot be forgotten...
.
SKIP TIME
.
.
Sorak sorai para penonton kembali terdengar setiap ada pertandingan basket yang di gelar. Pertandingan kali ini pertandingan antar sekolah. Kebetulan pertandingan ini diadakan di sekolah Baekhyun. Semua yang hadir nampak bersemangat mendukung tim jagoan mereka. Tapi kali ini semangat Baekhyun tak seperti saat menonton pertandingan sebelumnya. Dirinya tak lagi bersorak menyerukan nama Chanyeol lagi. Ia menyemangati seluruh tim.
"Baekkie lihat lihat Kris kali ini yang memasukan bolanya! Wah dia memang tak kalah hebat dari kapten"
Sama seperti Baekhyun, Luhan tak sering menyebutkan nama Chanyeol lagi di depan Baekhyun. dan sepertinya Luhan ingin sekali memasangkan Kris sebagai pengganti Chanyeol untuk Baekhyun.
"Ne! Lihat lihat Sehun juga! Lulu kau harus menyemangati Sehun!"
"Ahahaha iya. Sehunnie Semangat!"
Semuanya masih bersemangat hingga pertandingan berakhir, dan seperti biasa hasil pertandingan kembali dimenangkan oleh SM HS. Hampir semua penonton meninggalkan tempat, hingga tersisa beberapa termasuk Luhan dan Baekhyun karena mereka mengenal para pemain.
"Hunnie..."
"Selamat kalian menang!"
"Gomawo Baby hehehe"
"Bagaimana penampilanku tadi?"
"Eummm bagus" kata Luhan sambil mengangguk-angguk.
"Tapi... Kris lebih hebat! Benarkan Baekkie?"
"Ne"
Kata Luhan lebih semangat, Sehun sedikit memanyunkan bibirnya karena kekasihnya malah lebih memuji orang lain. Tapi Sehun tahu itu semua demi menarik perhatian Baekhyun agar mempertimbangkan Kris.
"Karena tim basket kita menang bagaimana kalau kita merayakannya di cafe saudaraku?" kata salah satu anggota tim, Jongdae.
"Eum itu bagus, Lulu chagi kau juga ikut" kata Sehun.
"Tentu saja. Baekkie kau juga harus ikut"
"Eh? Tapi kan aku tak ada sangkut pautnya" Baekhyun sedikit menolak.
"Tentu saja ada, lihat semuanya berpasangan kecuali Kris, jadi kau harus menemaninya bukankah kalian sudah cukup akrab"
"Ta-tapi..." Baekhyun sedikit melirik kearah Chanyeol, tapi sang objek tak mempedulikan malah asik dengan Sooyoung.
"Aku nanti yang akan mengantarmu pulang"
"Eh?" Baekhyun sedikit terkaget, pasalnya Kris yang mengatakannya, dan itu membuatnya sulit menolak.
"Sudah terima saja" bisik Luhan.
"Ba-baiklah" Baekhyun akhirnya menyetujui
"Good! Ayo berangkat!" seru Sehun senang.
.
.
.
"Baekhyun-ah apa merasa tidak nyaman?" Kris bertanya kepada Baekhyun yang terlihat tidak begitu menikmati pesta perayaan tersebut. Sesekali matanya melirik kearah lain, kearah Chanyeol.
"A-ah tidak, maaf Kris-ssi. Aku hanya sedikit kedinginan" memang benar Baekhyun terlihat kedinginan, ia usap-usapkan kedua tangannya untuk menciptakan sedikit kehangatan, karena saat ini memang sudah malam dan dirinya hanya memakai seragam yang dari tadi ia kenakan.
Namun di sisi lain sepasang mata menatapnya, entah dengan ekspresi apa. Cemas? Seperti iya.
"Kenapa minta maaf? Tidak perlu, dan juga panggil aku Kris saja, mengerti?"
"Ne"
PLUK
"Dan ini, pakai ini" sebuah jaket yang lumayan besar telah dibalutkan ke tubuh mungil Baekhyun. Kris memakaikannya, karena memang Baekhyun terlihat menggigil. Dan sepasang mata meski tak benar-benar namun ekor matanya berhasil menangkap adegan tersebut.
"Gomawo"
.
"Aku ingin pesan coklat hangat" tiba-tiba Chanyeol bersuara, memesan minuman hangat untuk dirinya. Atau untuk sekedar mengingatkan bahwa ada seseorang yang seharusnya memesan hal yang sama diudara yang dingin ini?
"Aku rasa aku juga" Sooyoungpun ikut memesan seperti halnya Chanyeol.
"Ah benar, Baekhyun-ah apa kau mau pesan coklat hangat juga?" seperti disadarkan sesuatu, Kris akhirnya memesannya untuk Baekhyun.
"Eum iya boleh, gomawo" tampak senyuman kecil dibibir Baekhyun, namun untuk siapa sebenarnya senyuman itu ditujukan...
.
You may think that I forgot about you
You may think that I am happy with someone else...
.
Akhirnya semuapun malah ikut memesan coklat hangat untuk sekedar menghilangkan rasa dingin angin malam kini. Dan segera pesanan yang mereka tunggupun datang.
"Woah Sehunnie! Lihat kita di berikan couple mug. Lucu sekali~ kita seperti pasangan saja hahaha" seru Luhan senang.
"Kita memang couple Lulu~" kata Sehun membenarkan perkataan Luhan.
"Ah iya hahaha" tawa Luhan yang menyadari kebodohannya.
Entah menyadari satu sama lain atau tidak, tetapa mata mereka menatap benda yang menjadi topik pembicaraan HunHan couple.
.
'Couple...'
.
...But I still can't forget you like this
Like a scarecrow, who stands alone even after everyone leaves...
.
.
.
.
Pesta kecil untuk memeriahkan kemenangan tim basket mereka telah usai. Saatnya untuk pulang kerumah masing-masing.
.
"Chanyeol-ah..."
"Hemm?"
"Boleh aku tanya sesuatu?"
Chanyeol memalingkan wajahnya setelah sebelumnya matanya terus saja fokus menatap sang langit malam, bulan yang tertup awan hitam dengan dihiasi para bintang. Kenapa malam hari ini terasa sedikit suram. Lalu, Ia palingkan wajahnya kearah pemilik suaran tersebut, Sooyoung.
Saat ini Chanyeol berada di depan rumah Sooyoung, Chanyeol mengantarnya pulang hingga di depan rumah.
"Kenapa kau tidak jujur?" Sooyoung tersenyum, matanya yang ia tujukan kearah Chanyeol kini ia tujukan kearah langit malam.
"Jangan membuat ini semakin rumit" lanjut Sooyung.
"Apa kau akan terus membuat sang matahari menunggu hingga tenggelam dan digantikan sang rembulan? Yah meski kebanyakan orang suka melihat proses tenggelamnya sang matahari... karena itu sangat indah..."
"...Dan saat telah tergantikan oleh sang bulan, aku rasa sang rembulanpun tak kalah cantik dibanding dengan tenggelamnya sang matahari..."
.
"...Dan aku rasa sang rembulan tak kalah cantik dibanding tenggelamnya sang matahari"
.
DEG
.
Sama, apa yang dikatakan Sooyoung terakhir, sama seperti apa yang dikatakan Baekhyun waktu itu. Dan itu membuat Chanyeol kembali mengingatnya. Mengingat dimana air mata harus menetes. Mengingat dimana beberapa serpihan bukti cinta harus terbawa angin. Dan dimana dua buah hati haris terluka...
.
.
"Tapi bagaimana jika bulan yang ditunggu-tunggu malah muncul seperti ini? Membuat malam terasa suram, bahkan sang bintangpun tak mampu membantu menghilangkan kesuraman itu"
"...Itu karena awan hitam menutupinya, menyamarkan semuanya. Membuat cahaya tak terlihat..."
Sooyoung menghentikan bicara lalu tersenyum dan kembali menatap Chanyeol. Chanyeol yang sedari tadi hanya sebagai sang pendengar hanya memandang Sooyoung dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa maksudmu?" tanya Chanyeol akhirnya bersuara. Chanyeol sebenarnya mungkin mengerti apa yang dibicarakan oleh Sooyoung.
"Jangan membuat ekspresi wajah seolah kau tak mengerti. Kau tahu maksudku Yeol..." Sooyoung mendekat kearah Chanyeol dan menepuk bahu Chanyeol.
"Jangan biarkan dirinya menunggu terlalu lama. Jangan biarkan dirinya melihat dirimu yang tertutupi perasaan takutmu, hingga membuatnya tak bisa melihat dirimu yang sebenarnya. Jika sudah seperti itu maka kenangan maupun bukti cintapun tak akan bisa membantumu..." sepertinya Sooyoung tahu apa yang terjafi diantara Chanyeol dan Baekhyun, ia mengerti. Apakah Chanyeol menceritakannya? Sebegitu pentingkah Sooyoung bagi Chanyeol, sehingga masalah pribadi seperti ini diberitahukan kepadanya?
Tangan Sooyoung yang semula berada dibahu Chanyeol, kini turun untuk menggenggam tangan kokh Chanyeol, sedikit mengusapnya lembut.
"Dan semuanya akan terasa menyedihkan seperti suasana langit malam saat ini... Mataharimu berbeda Chanyeol-ah. Mataharimu memiliki apa yang tidak dimiliki matahari yang sesungguhnya..."
"Hati, mataharimu mempunyai hati..."
"Aku tahu..." Chanyeol membalas perlakuan Sooyoung, dirinya ikut mengusap lembut tangan Sooyoung.
"Akupun sama, aku juga menjadi pihak yang menunggu..." Chanyeol tersenyum lembut kearah Sooyoung.
"Jadi?" tanya Sooyoung penarasaran. Entah kenapa melihat senyuman manis Chanyeol membuat suasana suram malam ini menjadi begitu menyenangkan.
"Aku sudah memintanya untuk bisa membedakan masa lalu dan masa sekarang..."
.
Trrt Trrt Trrrt
.
.
.
.
"Sudah sampai"
Terlihat sebuah mobil telah tiba di depan rumah yang terlihat gelap, padahal saat ini sudah malam.
"Gomawo Kris hyung"
Didalam mobil tersebut masih belum beranjak terdapat dua namja, si pemilik yaitu Kris, sedang yang disampingnya Baekhyun. Kris sudah berjanji akan mengantar Baekhyun pulang setelah pesta perayaan tadi.
"Kenapa rumahmu gelap? Apa kau sendirian dirumah?"
"Ah iya tadi appa dan umma bilang kalau mereka ada urusan"
"Mau aku temani?" tawar Kris.
"Ah tidak usah hyung, ini juga sudah malam…" kata Baekhyun sambil melihat gelapnya malam yang sangat pekat lewat kaca mobil, ia tersenyum getir saat melihat bulan yang tidak bersinar terang seperti biasa.
"Ada apa? Sepertinya hari ini kau tak seperti biasanya, apakah aku membuatmu merasa tidak nyaman?" tanya Kris saat melihat senyum Baekhyun yang sedikit berbeda, senyumnya mengekspresikan kesedihan.
"Ah ani ani, aku malahan merasa senang karena Kris hyung mau mengajakku. Mungkin aku hanya sedikit canggung"
"Canggung? Karena Chanyeol?"
"Eh? A-ani untuk apa aku-"
"Sudahlah santai saja. Lagipula bukan hanya aku yang lain pun pasti merasakannya, terlihat sangat jelas"
"Be-benarkah? Terlihat ya..." Baekhyun kembali tersenyum getir, apa ia terlalu mencolok saat memperhatikan Chanyeol diam-diam. Bagaimana kalau Chanyeol merasa terganggu tadi. Pasti Chanyeol akan semakin kesal terhadapnya.
"Tak perlu terlalu dipikirkan. Anak keras kepala itu juga terlihat jelas bahwa dirinyapun tak nyaman melihatku bersama denganmu"
"Dia selalu memperhatikanmu" kata Kris sedikit menyamankan Baekhyun. Baekhyu yang mendengar langsung mendongakkan kepalanya.
"Benarkah?" ada sedikit rasa lega kalau Chanyeol benar-benar memperhatikannya. Tapi mengingat kata-kata Chanyeol tempo hari, Baekhyun kembali merasa tak enak.
"Hmm, dia itu pura-pura menginginkan minuman hangat, padahal dia mengatakannya untuk dirimu, ck dasar keras kepala. Kenapa dia tidak langsung saja mnawarimu, dasar.."
Hening, mereka berdua masih belum beranjak turun dari mobil. Baekhyun kembal menatap langit. Kris pun mengikuti apa yang dilakukan Baekhyun.
"Tapi Baekhyun-ah kau sudah tahu kan?" tanya Kris memecah keheningan.
"Huum aku sudah tahu, Chanyeol menyukai Sooyoung, ani maksudku mereka saling menyukai..." seiring dirinya mengatakan itu, ia rasakan juga gemuruh di dalam dadanya.
"Bukan itu"
"Eh?" Baekhyun bingung menatap Kris, memangnya apa yang dimaksud Kris.
"Kau sudah tahu kan, bahwa aku menyukaimu" Kris balas menatap Baekhyun dan tersenyum manis, tampan.
"Kri-Kris hyung" Baekhyun sedikit terkejut, jadi yang dibilang Luhan itu benar….
"Hahaha jangan kaget" tawa Kris terdengar renyah dimalam sunyi ini.
"Tenang aku bukan orang yang denagn tiba-tiba akan bilang cinta. Aku baru menyukaimu Baekhyun-ah. Tapi aku benar-benar menyukaimu, aku rasa kau orang yang menyenangkan" kata Kris seraya mengusap lembut rambut Baekhyun.
"Gomawo" Baekhyun senang mendapatperlakuan sperti itu dari, Kris memang orang yang menyenangkan, andai saja Chanyeol….
"Boleh aku tanya? Aku sudah dengar dari Luhan..."
"Apa kau masih menunggunya? Kau tidak lelah?"
Lagi, selalu saja orang bertanya tentang itu. Setia dan sia-sia memang tipis perbedaannya. Tapi hati ini telah memilih jalan itu. Menunggu… menuggu cinta lama yang mungkin kembali atau mendapatkan cinta baru… bisakah….
"Tidak hyung, karena disaat menunggu aku terus membayangkan kenangan kami, mengingat wajahnya, senyumnya dan itu membuatu sangat senang" kata Baekhyun sambil membayangkan kebersamaannya dulu dengan Chanyeol.
"Namun karena mungkin terlalu lama, aku jadi tak sadar akan waktu. Saat aku menyadarinya semua telah berubah…" Ekspresi itu kembali lagi. Dan keduanya kembali hening.
"Mau mencoba?" tiba-tiba Kris mengulurkan tanganya pada Baekhyun.
"Mencoba?" Baekhyun bingung.
"Menjalani ini. Aku akan pelan-pelan. Akan kubuat kau berhenti menunggu, dan sebagai gantinya aku yang akan menunggumu. Menunggu sampai kau benar-benar menyukaiku"
"Kri-kris hyung…" Baekhyun tak percaya dengan tawaran Kris, Kris bilang akan menunggunya?
"Aku akan membuatmu tersenyum, bukan senyuman getir seperti tadi, tapi senyuman bahagia"
"Ayo balas uluran tanganku" Kris menggapai tangan Baekhyun dan ditaruhnya diatas tanganya yang masih terulur.
"Nah begitu" Kris tersenyum hanyat, Baekhyun membalasnya, dan kal ini senyuman yang benar-benar indah. Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya di tangan Kris.
"Tapi saat bersamaku jangan tunjukkan ekspresimu yang seperti tadi. Kau bisa lihat itu" kata Kris sambil menunjuk keatas kearah langit.
"Ekspresimu tadi seperti bulan itu. Bulan yang cantik namun sayang terlihat suram karena tertutupi awan hitam"
"Maafkan aku Kris hyung, aku..."
"Kau harus berjanji akan selalu tersenyum, janji?"
"Janji"
"Baiklah sekarang masuk kerumahmu"
Kris turun dari mobilnya, berjalan kearah samping dan membukakan pontu mobil untuk Baekhyun.
"Gomawo"
"Eum hyung gomawo. Hyung juga orang yang menyenangkan dan terima kasih karena sudah mengantarku. Dan juga telah menghiburku…."
"Hmm, cepatlah masuk sudah malam"
"Annyeong" Baekhyun melambaikan tangan dan hendak berbalik"
.
CHU~
.
Kris menahan Baekhyun, mendekat kerarahnya, memegang wajah cantik Baekhyun dan mencium keningnya. Cukup disitu saja, Kris tak mau memaksa, dia sudah janji akan membuat Baekhyun tersenyum bahagia dan menunggunya.
.
"Hyung"
"Selamat malam" hanya itu yang diucapkan Kris dan Kris kembali menuju mobilnya dan pergi dari situ.
"Selamat malam" Baekhyun tersenyum, meski awalnya terkejut, tapi ia menghargai Kris. Dan sekali lagi andai saja itu Chanyeol…..
.
.
Sebelum Baekhyun membuka knop pintunya, ia sempatkan untuk berbalik sebentar dan mendongakkan wajahnya.
"Apakah aku akan terus menunggu?" batin Baekhyun.
"Aku tidak tahu"
"Apakah aku masih mencintainya?"
"Tentu saja... Tapi..."
Baekhyun masih belum beranjak dari tempatnya, ia menutup matanya, setetes air mata jatuh lagi. Malam ini terasa menyesakkan. Semakin lama malam semakin kelam, ditambah angin malam yang begitu dingin seakan menusuk tubuhnya. Kenangan bersama Chanyeol kembali muncul, namun kenapa saat ini berbeda… kenangannya sedikit memudar… seperti tertutupi… tertutupi oleh awan hitam.
.
After the sun sets and everyone goes home
I am standing alone in a wide field
Little by little, I can't see ahead of me because of the darkness
It makes me more and more afraid of being alone...
.
Ia sudahi kegiatan berdiam dirinya, segera ia putar kembali tubuhnya yang sebelumnya telah ia seka air mata yang sempat mengucur. Ia buka kenop pintu sebelum…
PUK
Sebuah mantel mendarat di atas bahunya, Baekhyun membelalakkan matanya terkejut.
.
"Diluar sangat dingin…"
.
'Suara ini...'
.
…..But when I opened my tightly shut eyes at some point
Beautiful stars were shining
Like the images of you, who left far away
As I looked at them, I prayed that you'll come back to me some day
.
.
-Auhtor's Pov End-
.
.
.
-TBC-
.
.
.
Mian lama update chingudeul ^^ Dan makasih kalo ada yang nunggu FF ini ^^
Chap ini terinspirasi sama lagunya Lee Hayi – Scarecrow, Sam cuma ngambil inti sari dari lirik tersebut trus Sam pas2in sama FF ini.
Mind to review?
