Extraterrestrial Sequel
A Million Stars by Blacktinkerbells
ChanBaek - BaekYeol
Baca note dulu.
Note : Halo. Setelah muter otak gara-gara jari gatel pengen nulis, akhirnya gue memutuskan untuk mencetuskan sebuah sequel untuk ff ini. Ada yang minat? kagak? yodah bodo amat tetep mau gue post da - _ - gue tetep pake genre romance-fantasy dan ceritanya bakal di perkuat lagi genrenya biar gak ngambang ajasih. Ratenya tetep M karena ff sequel ini tercipta dari gabungan 3 plot ff projek gue - _ - daripada gue pegel nulis jadi gue satuin aja biar lebih rumit/cielah sok-sok-an banget- _ - dan berikut ada sedikit kisah Baekhyun sebelum dia ketemu Chanyeol buat kepentingan cerita juga dan sedikit preview/cielah/ buat sequel extraterrestrial yang judulnya a million stars. Gak di baca juga gak apa-apa sih lagian gak penting juga. Ini gue post daripada gak ada kerjaan aja wks.
.
.
.
Tidak ada mimpi pasti yang dijanjikan oleh Baekhyun pada dirinya sendiri. Sederet catatan dimana ia akan melamar bekerja setelah menyelesaikan pendidikannya maupun segudang impian yang sudah tergambarkan dalam baying-bayang imajinasi hanya sepersekian persen dari apa yang sesungguhnya ia inginkan.
Baekhyun memiliki tingkat imajinasi yang tinggi. Cita-citanya ingin menjadi sutradara kala itu, seringnya membayangkan bagaimna dirinnya menyalurkan segelintir ide untuk sebuah film dan mengarahkan para pemain membuat Baekhyun tak hentinya menyunggingkan senyum manis dari bibirnya. Namun setelah dipertimbangkan kembali, menjadi faktor utama kesuksesan sebuah film akan menjunjung namanya lebih tinggi; menjadi produser. Dan untuk terakhir kalinya Baekhyun berpikir, menampakkan wujudnya secara nyata – tidak hanya bertepuk tangan di balik layar dan menumpang nama pada kredit film – akan lebih baik jika Baekhyun sendiri yang menjadi sang aktor. Wujudnya terpampang jelas dan para penggemar meneriaki namanya saat ia mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik sepanjang tahun.
Tak jarang Baekhyun berpikir jika pekerjaan seperti itu sungguh melelahkan. Melibatkan diri menjadi sosok penting di balik sebuah film membuat raganya kaku dan kepalanya berdenyut menyerah. Padahal Baekhyun baru membayangkannya, belum menjalaninya.
Baekhyun ingin sukses, ingin mengapresiaksikan banyak hal, ingin pula menjadi sorotan utama dari banyak orang. Dan dengan pemikirannya yang ini, Baekhyun ingin melibatkan dirinya di balik mikrofon di dalam studio. Menyapa para pendengar, memutar lagu yang diminta oleh pendengar, menyampaikan berita, ataupun membacakan kisah mereka yang mengirim cerita di setiap minggunya.
Namanya akan tetap tersohor, suaranya tetap akan terdengar meskipun tidak banyak yang tau bagaimana perwujudan dari paras manisnya.
Ada beberapa point yang Baekhyun catat dalam pilihannya kali ini. Baekhyun bukan orang yang disiplin, tidak terlalu menempati waktu dan sulit diatur. Menjadi penyiar yang menjunjung kedisiplinan dan ketepatan waktu bukanlah pilihan yang tepat untuk kepribadiannya, terlebih Baekhyun tidak terlalu suka mengikut perkembangan negaranya sendiri.
Mungkin saja lebih baiknya menjadi seorang penulis dengan modal imajinasi yang tidak perlu menunjukan raga maupun suara. Meskipun pada akhirnya Baekhyun bekerja pada sebuah perusahaan cukup besar untuk menjadi seorang karyawan biasa di bagian falilitas dan inventaris.
Dan memiliki sebuah penyakit bukanlah pilihannya.
Baekhyun berubah drastis menjadi sosok antisosial yang alegri pada keramaian. Terlalu banyak berhalusinasi dan merasa paranoid membuat keadannya semakin buruk.
Pernah sekali Baekhyun merasa menyayat tangannya akan membuatnya merasa lebih baik, nyatanya hal tersebut membuat keadannya semakin parah. Baekhyun sering membuat laporan pada polisi setempat mengenai adanya seorang penyusup yang mengincarnya, akan membunuhnya dengan modal luka tangan yang tersayat. Setelahnya ia akan ditendang keluar dan diancam mengenai laporan palsu.
Situasi seperti self-harming tidak pernah dilakukannya lagi. Baekhyun sudah bisa menjaga tubuhnya di saat kesadarannya kembali, namun tak mengurangi fakta jika halusinasi masih menemaninya sepanjang hari.
Ia diasingkan pada sebuah flat murah pinggiran kota, tetapi cukup nyaman untuk Baekhyun tempati seorang diri. Pihak keluarga sudah membuat surat cuti panjang pada kantor tempat Baekhyun bekerja dan tidak peduli jika nantinya Baekhyun akan mati oleh ulahnya sendiri. Untuk modal bertahan hidup, mereka memasoki bahan makanan untuk Baekhyun setiap bulannya.
Tetapi nyatanya, pihak keluarga tetaplah merindukan sosok Baekhyun yang hangat dan banyak bicara. Gangguan kejiwaan yang Baekhyun alami seharusnya bukan menjadi alasan untuk mereka mengasingkan lelaki manis itu. Mereka membawa Baekhyun untuk menjalani perawatan berupa terapi dan jenis lainya hingga kehabisan biaya dan akhirnya menghentikan perawatan.
Keadaan Baekhyun memang jauh lebih baik, namun hal itu tak membuatnya berhenti berpikir jika rasa paranoid itu masih ada saat dirinya acapkali mengalami kelumpuhan saat tertidur. Halusinasinya sudah cukup membaik namun sosok dengan rambut aneh itu membuatnya tidak yakin dengan apa yang telah ia perjuangkan.
Kisah barunya dimulai ketika Baekhyun hidup bersama dengan sosok aneh yang ia beri nama 'Park Chanyeol', sampai Chanyeol menghilang – kembali ke langit bersama kaumnya.
Permohonan dari pihak keluarga agar Baekhyun masih diperbolehkan bekerja membawa Baekhyun ke dalam relung waktu dimana netranya dipertemukan dengan si mata tembaga yang memasuki pikirannya.
"Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu lagi, Byun Baekhyunku yang pintar."
Baekhyun tahu kisahnya tidak akan berhenti begitu saja. Akan ada sebuah kalimat yang menjabarkan bagaimana hidupnya berjalan dengan petuah yang indah. Seperti halnya rumput yang akan tumbuh lebih cepat setelah ditebas, seperti pelangi yang muncul setelah hujan, ataupun seperti matahari dan rembulan yang berbagi waktu untuk berkuasa.
.
Tangannya lembut, tubuhnya harum dengan aroma yang khas, rambutnya indah.
"Kau tahu? Ternyata menyakitkan jika terus menggaruk kepala dengan keras."
.
"Ayo coba lagi, Baek. Aku tahu kau cerdas untuk menyusun rubik dalam waktu duabelas detik." Dengkuran halus itu yang menjawabnya. Chanyeol tidak tahu mengapa suara pemuda yang tertidur di punggungnya masih saja indah untuk didengar.
.
"Kau ingin pekerjaan baru?"
"Hm, seperti apa?"
"Seperti seseorang yang berpengaruh besar dibalik sebuah film."
Tidak ada dimensi lain yang menariknya menjauh. Baekhyun tetaplah Baekhyun yang memiliki segudang fantasi untuk cita-citanya.
Tidak ada angin yang membawa dedaunan di kala kering, tidak ada api yang membakar pepohonan dikala basah.
.
"Chanyeol sudah menikah."
Yang satu ini seperti tumpukan salju dan segelintir air yang membawa panas.
Berbait-bait syair yang ia nyanyikanpun tidak akan mencairkan rahang tegas yang terpapar sinar rembulan.
.
"Aku Chanyeol, dan kau Baekhyun."
Kehangatannya masih sama.
.
"Kau ingat malam seperti ini?"
Angin yang menerobos bahkan berlutut pada birahi yang sedang berdiri angkuh.
.
Namun malam tetaplah malam. Dingin tetaplah dingin dan airmata bukanlah mutiara.
"Kau harus mati besok pagi."
.
"Ini bukan tentang bagaimana aku mengagumimu. Tetapi tetang sebuah kenyataan bahwa kematianmu berada satu langkah di depanku."
.
Dinginnya berbeda, bahkan bintang pun terlihat lelah untuk berkelip.
"Baekhyun, kau tahu?"
Matanya masih terpejam. Namun tubuhnya hangat. Kehangatan yang meninggalkan candu. Ia bergumam untuk menjawab.
"Ada daerah yang selalu tertutup salju sekitar lima ratus langkah ke arah barat dari sini,"
Chanyeol menekuri wajahnya, pandangan yang jatuh pada bibirnya membuatnya gugup sendiri. Pipinya hangat.
"…dan konon katanya…"
.
Makhluk itu pergi.
.
"Aku Baekhyun dan kau Chanyeol."
Hangatnya sudah berbeda ternyata.
.
Jejak kaki yang menapak pada salju membawanya pada sebuah keyakinan bahwa masih ada kehidupan lain yang bisa ia rasakan.
.
"UNTUK APA SAMPAH DISIMPAN DAN DITATA RAPI SEPERTI ITU?!"
"Bawa mayatnya dan bakarlah di depan mataku."
.
"Park Chanyeol?"
Kehampaan bukanlah yang pertama kali menyauti panggilan ini.
.
"Baekhyunku. . ."
.
Dan satu mimpi yang dijanjikannya sekarang adalah,
Bagaimana menghabiskan kehidupan terakhirnya dengan menjadi hadiah terindah menggantikan jutaan bintang untuk Chanyeol.
Cr plot : a different face, Secret Light, Adagio
Aku ndak ngarep apa-apa serius u,u cuman pengen post aja apa salahnya? /pundung/ . Dan ff sequel a million sun ini bakal aku publish di new story ya, hehe :B jadi kudu follow aku/idih/dirajam/ sebisanya seminggu abis lebaran gue publish chapter 1 nya.
Last, Thanks to
ooh, hunniehan, chanchanhwang, guest, neli amelia, pintutGABISADIGINIIN, anaals, LeeEunin, baeqtpie, chika love baby baekhyun, oasana, choHunHan, Guest(2), marchtaotao, ShinJinWoo920202, creepyeol, cebaekyn, JoannaLiu Aquamarine, snowy07, egggyeolk, fitry.sukma.39, syahidaayu10, betmen, baekfrappe, fckingbyun, skeyou
for reviews dan yang fav/foll.
Ok bhay.
