KRIS' PREGNANCY PERIOD

SEQUEL 2

Genre: Family, humor

Pair: SUKRIS

KRIS WILL BE SO OOC, MENYE, NISTA, ETC.

DISCLAIMER: WRITTEN BY ME, NO PLAGIARISM PLEASE.

.

.

HAPPY READING (^.^)/

DON'T BE SILENT.

NO BASHING, JUST FOR FUN

" Myunniee~ bagusan ini atau yang ini?"

Joonmyeon menatap datar suaminya yang sedang berbelanja pakaian anak dengan girangnya, tentu saja mereka harus mempersiapkan kebutuhan babynya saat lahir nanti apalagi sekarang kandungan Kris sudah hampir menginjak bulan ke 9. Sebagai ayah yang baik, tentu saja Joonmyeon harus menemani suami hamilnya berbelanja namun ia dibingungkan oleh selera Kris yang super aneh.

" Myunnn~ kok ngga jawab sih? Lebih bagus yang pinky ini atau yang polkadot?" Kris masih menimang-nimang baju yang hampir menyerupai dress mini yang panjangnya hanya berukuran dua puluhan centi itu.

Joonmyeon mengusap wajahnya frustasi" Krisss.. Apakah kau melupakan kalau anak kita itu COWO.. KEMBAR"

Kris mengepout sebal, ia memang tahu kalau dua anak yang dikandungnya bukan perempuan tetapi entah naluri keibuan apa yang membuatnya sangat suka membeli pakaian perempuan, terutama yang imut-imut seperti dress berenda atau polkadot supaya ia bisa mendandan bayinya layaknya barbie " tapi baju ini kan lucu myunnie.. Apalagi baby kan masih kecil, tidak apa-apa donk kalau dipakaikan baju perempuan"

" Tapi baju perempuan yang kau belikan sudah banyak sayang.. Sekali-kali beli donk baby kita baju laki-laki" Joonmyeon mengambil sembarangan dua kemeja putih dengan corak-corak hitam seperti lembu di sampingnya dan menaruhnya di keranjang belanja tanpa sepertujuan suaminya.

" Mwoh? Baby kita bukan lembu myunnie" bantah Kris yang memaksa mengeluarkan kemeja itu dari tempatnya sedangkan tangan Joonmyeon lebih cepat untuk mencegahnya.

" Daripada kau yang lebih absurd membelikan anak kita eyeliner dan maskara!"

Dan terjadilah tarik menarik baju anak antara kedua suami-istri itu, atau suami-suami, keduanya bahkan menghiraukan para staff yang berusaha melerai hingga didepak keluar oleh petugas keamanan karena membuat para bayi-bayi di dalam toko itu menangis karena pencemaran suara.

" Hahhhhh~ aku capekkkk"

Kris yang sudah pulang dari aktifitas shoppingnya pun langsung menjatuhkan dirinya terlentang di atas kasur, padahal dari tadi ia bahkan hanya duduk di atas kursi roda elektrik dan tanpa menenteng barang belanjaannya yang super banyak.

Sedangkan dibelakangnya terlihatlah pria mungil yang mengekori suaminya dengan sangat menyedihkan, wajah angelic Joonmyeon terlihat kusut dan berpeluh karena kelelahan dengan kedua tangan penuh dengan kantong belanjaan yang bila ditimbang mungkin akan mencapai 15 kg. Entah barang tidak penting apa saja yang dibelikan suaminya tadi selama 5 jam penuh di shopping mall.

" Myunnieee~ buatkan aku jus markisa donkk.. Aku haus" rengek Kris manja yang masih terlentang sambil menatap penuh harap Joonmyeon akan melaksanakan permintaannya, Joonmyeon yang masih belum imun dengan wajah ngenes Kris pun hanya menghela nafasnya mengaku kalah, ia meletakkan barang bawaannya dan melesak keluar kamar untuk membuatkan permintaannya."- eerrr, tapi bagaimana membuatkan jus markisa? Apa diblender sama kulitnya yah?"

Selagi Joonmyeon berkutat dengan pikirannya, Kris dengan kurang ajarnya membaca novel di kamar beruangan AC nya dengan santai, terlebih bersiul-siul riang saat mendengar suara KOMPYANG, KOMPRANG di dapur sana, membayangkan bagaimana suami mungilnya yang sangat lost dalam hal dapur itu membuat Kris tersenyum-senyum menahan tawa sendiri.

45 menit kemudian.

" Ini krisss..jusnya sudah siap" Kris menghentikan kikikannya ketika Joonmyeon memasuki ruangan mereka dan memberinya jus tersebut, Kris bahkan tidak melewatkan perban hansaplast yang melilit di setiap jari-jari suami mungilnya.

Kris yang melihat pengorbanan tangan Joonmyeon pun terenyuh, tidak menyangka suaminya yang sangat anti luka itu rela melukai tangannya demi membuatkannya jus. Namun disedotnya kembali air mata harunya dan ingusnya ketika ia melihat ke bawah, mendapati jus merah kecoklatan di dalam mug tersebut.

" Eer.. Myunnie..ini jus markisa? Kok warnanya gini?" Joonmyeon mengusap tengkuknya salah tingkah, habis ia sebenarnya tidak tahu seperti apa warna jus markisa dan rasanya. Ia melihat Kris dengan ragu mencicipi rasa jus tersebut, sedetik kemudian ia memperlihatkan wajah jeleknya " aseeeemmmm~"

Ya iyalah asem, habis Joonmyeon tidak menambah gula di dalam jus tersebut, belum lagi ia memblendernya beserta kulit dan bijinya. Myeonnie..myeonnie...

" Tidak enak ya Kris.. Aku buatkan lagi deh" Kris menggeleng masih dengan wajah buteknya, ia menyodorkan mug berisi jus tersebut kepada Joonmyeon "aku tidak mau minum lagi.. Myunnie yang minum yah"

" Hehh?" Joonmyeon dengan lugunya menerima mug tersebut.

" Minum myunnie.. Kan kau sendiri yang bilang makanan itu tidak boleh dibuang-buang.. Sayang..." Nasihat Kris yang menghafal luar otak nasihat Joonmyeon, senjata makan tuan, akhirnya Joonmyeon terpaksa meneguk cairan super asem itu seteguk demi seteguk, sedangkan Kris menatap berbinar suaminya yang terlihat sangat manly tersebut, meminumnya tanpa berjengit keaseman meski bahunya sempitnya bergetar-getar tidak jelas.

" Yeeyyy! Habiss.. Myunnieku perkasaaa" Kris menghadiahi sebuah kecupan di bibir yang berlepotan cairan merah Joonmyeon, cara terampuh untuk membuat suami mungilnya tidak kesal lagi padanya, lagi pula Kris memang sangat suka mengusili Joonmyeon, melihat wajah sengsaranya memberikan kepuasan tersendiri pada Kris, kapan lagi ia bisa menistakan suaminya kalau bukan pada saat hamil. HoHoHo~

" Ishhh.. Makin bandel yaah sekarang.." Joonmyeon mencubit pipi tembem Kris dengan gemas ketika ia menyadari suaminya mengerjainya kembali.

" Akhh!" Pria mungil itu langsung panik melihat ekspresi kesakitan Kris " mian..apa aku terlalu keras mencubitmu.. Aku tidak menyakitimu kan sayang?"

Kris tersenyum tipis ketika Joonmyeon mengusap wajahnya khawatir " tidak apa-apa myunnie.. Hanya saja baby tadi menendangku" ujarnya sambil mengusap-usap perutnya yang sangat membengkak berisi dua kehidupan yang sangat aktif itu.

" Jja.. Ayo kita merapikan belanjaan baby" Kris menarik tangan Joonmyeon ke ruangan baby yang sudah disiapkannya, mereka mengeluarkan puluhan potongan baju yang beberapa pasangnya berwarna senada-kembar- dan melipatnya di atas baby box masing-masing yang diatasnya terdapat mainan-mainan berbentuk bintang yang berputar pelan.

Kris mengetuk-ngetuk dagunya, merasa ada yang kurang dengan dinding kamar baby mereka yang sangat polos berwarna cream dan putih

" myunnieee... Kita ganti warna dindingnya yukkk" Kris bergelayut manja pada lengan Joonmyeon yang masih setia melipat pakaian mungil itu.

Joonmyeon ikut melihat sekelilingnya, menurut insting kelakiannya warna putih sudah sangat cocok, tapi ia tetap mengalah karena Kris pada akhirnya akan tetap memaksa dan mewek-mewek tidak jelas. Intinya myunnie akan tetap kalah pada wajah nista suaminya " boleh.. Mau warna apa kris?"

" Pinkkk!"

Joonmyeon facepalm.

Pink~ again! Asdfghjkl*- sudah banyak warna pink yang tercemar di ruangan baby ini paling dasar adalah baby boxnya yang berwarna pink, seprei hello kitty, lemari pink, eyeliner pink meski untungnya tidak ada yang menjual maskara berwarna senada- intinya Joonmyeon sudah sangat membenci warna pink dan kalau bisa ia ingin membumihanguskan warna melambai tersebut dari permukaan bumi.

Dengan didesak oleh raungan Kris yang menggeliat memutar di atas lantai sambil menjerit-jerit " myunnie sudah ngga sayang lagi sama baba huwaaa" akhirnya Joonmyeon pun menelepon kyu eomma untuk membawakan dua gentong cat berisi pink menyala-seperti stabilo- yang sukses menghentikan raungan manja Kris.

" Myunnieee.. Di atas masih ada yang putih"

" Myunnie yang pojok bawah masih kurang rata"

"Myunn~ myunnnn~ myunnnieee~"

Joonmyeon yang lagi serius mengecat dinding sambil membelakangi Kris pun makin emosian, ia seperti mendengar namanya dipanggil oleh Kris itu layaknya malaikat pencabut nyawa- dan kalau bisa memilih Joonmyeon lebih rela menyumbat kedua telinganya supaya tidak mendengar rengekan Kris yang memanggil namanya dengan manja tersebut.

" Aishhh... Aku bukan tukang cat! Huhuhu" Joonmyeon meratapi nasib malangnya yang diatur-atur Kris seperti consule game up-down-left-right-A-B-L1-R2.

Fwieewhh! Padahal uang di brangkasnya berjibun dan ia bisa dengan mudahnya menyewa tukang cat untuk mewarnai dindingnya tapi suaminya malah memaksanya untuk sendiri mengecatnya. Dari pengalaman ini Joonmyeon baru tahu dollar tidak bisa membeli segalanya.

" A.. Akhhh!"

Joonmyeon lantas menjatuhkan rollernya ketika mendengar erangan Kris, ia segera berbalik ke belakang untuk menemukan suaminya berbaring lemas di atas lantai sambil memegangi perutnya.

" M..myunniee..perutkuu.. Ahhh.. Sakiiittt" jeritnya pilu, Joonmyeon semakin panik ketika kakinya mendekati Kris itu menginjak suatu cairan yang berbau amis, tidak butuh lama bagi otak jeniusnya untuk mengetahui itu adalah air ketuban Kris yang pecah.

Joonmyeon tanpa babibu langsung mengangkat ala bridal style tubuh jangkung Kris yang jauh lebih berat dari chapter sebelumnya itu ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya ke jalan raya.

" Aaakkh! Myeoonnn! Sakiittt huwaaaa!" Dijambaknya helai hitam Joonmyeon dari belakang, berusaha mengundulkan suaminya dengan segenap kemampuannya ketika Kris merasakan adanya kontraksi berkelebihan dari perutnya.

" Iyaaa sayanggg iyaaa.. Inii macetttt! Sabarrr akhhh! Jangann dijambakk makin kerass" bahkan pipi tembem Joonmyeon pun menjadi target kebrutalan Kris, ia mencubitnya dengan kesal seolah dapat mengurangi kesakitan pada perutnya sedangkan rambut Joonmyeon sudah berantakan seperti diterpa tornado.

" Akhh! Cepatt! Annnhhh~" desah Kris sambil memeluk perutnya sendiri, entah apa yang didesahkannya sehingga membuat Joonmyeon meneguk ludahnya tidak tahan. Oh please Myeonnie.. Jangan membuat author merubah rated fanfic ini -.-".

" Myunnieeeh... Cepatlahhh.. Ohh! KEPALANYA KELUARRR"

Jderrr!

Berakhirlah fantasi liar Joonmyeon, ia dengan wajah pasi langsung membuka pintu belakang dan mengangkat tubuh suaminya dengan tergesa-gesa, membiarkan mobilnya dengan pintu terbuka berhenti di tengah jalanan yang macet.

Dengan tergesa-gesa ia berlari menyongsong rumah sakit kurban lelaki terdekat sambil mendekap erat suaminya yang terus mengerang-erang kesakitan di gendongannya, menghiraukan tatapan aneh sekaligus geli dari para pengguna jalan trotoar yang melihat pria mungil mengendong pria jangkung berdaster yang sudah mau melahirkan.

.

" Aaaahhh! Myunnieee akhhh! Aku membencimuuuu! Inii sakitttt pabbooo!"

Joonmyeon yang rambutnya masih ditarik-tarik itu hanya bisa pasrah menangis dalam hati namun tetap menenangkan suaminya yang sedang melahirkan itu " iyaa sayang.. Aku tetap mencintaimuuuu.. Sebentar lagii selesaiii kokk..bertahanlahhh akhhh"

Joonmyeon yakin ia akan beneran gundul sebentar lagi ketika kedua tangan Kris semakin brutal menjambak rambutnya.

" Dorong nyonya wu.. Dorong! Tarik nafasss!" Titah Chanyeol, dokter yang menangani pria yang hamil tersebut.

Joonmyeon mendelik tidak senang ketika dokter spesialis kandungan itu menatap intens selangkangan Kris yang mulai mendorong keluar kepala baby pertamanya. " Heh! Dokter cabul! Apa maksudmu hah menatap tubuh suamiku sepertu itu?!"

Niatnya sih mau main tabokkan sama dokter yang Joonmyeon rasa menelanjangi Kris dengan matanya, namun niatnya terbatalkan karena jambakan Kris yang semakin membunuh " kauu yang cabulll myeoonn! Aku hamil karena kau rapeee bodoohh! Akhhh! Keluarrr myeonnhh! Babynya Keluarr! Ahhh!"

" Jangan buka kartu ASku di depan dokter mata keranjang ini.. Adooowww! Iyaaa baby sweety honey sayang! Lain kali aku yang hamill! Owhhh!"

Entah bagaimana bayangan para pasien serta suster perawat di luar ruangan yang mendengar suara gaduh suami-istri yang disertai pekikan, desahan dan jeritan ngebass pria yang lagi lahiran di dalam sana.

#####1 minggu kemudian####

Akhirnya Kris yang sudah sehat itu dapat dipulangkan ke rumahnya beserta kedua baby mungil yang berada di gendongan pasangan suami-istri itu, dengan Baekhyun yang tertidur manis dan menyembunyikan wajah tembemnya di dada Kris sedangkan Luhan yang melihat kesana kemari dengan mata rusanya yang lincah.

" Eeerr... Myeoniee.. Kenapa ruangan baby kita warnanya pink?!" Tanya Kris horor.

Joonmyeon menyipitkan matanya" hello kris sayang.. Jangan lupa bahwa dulu kau yang minta ruangan baby kita dipoles dengan warna pink semua" Kris nyengir-nyengir ngga jelas.

" Kalau begitu kita cat ulang yuk ruangan baby kita.. Kan lulu sama byun kan cowo" Joonmyeon menatapnya bete, padahal dari dulu ia sudah memberikan alasan yang sama kepada Kris tapi naga keras kepala itu tidak mau mendengar perkataannya sama sekali- that damnit pregnancy hormon.

" Jadi kau mau mengecatnya warna apa kris? Biru?" Joonmyeon menaikkan alisnya, Kris menggeleng sambil tersenyum antusias.

" Hitam- terus kita gambar galaxy di atapnya yuk jadi baby kita tahu darimana nenek moyangnya berasal"

Joonmyeon menganga " suamiku makin absurd ya Tuhan.. Huhuhuuuu"

#####epilog######

" Jadi eyelinernya harus dipoles seperti inii" Baekhyun kecil yang sudah di kelas TK itu memperagakan cara menggunakan eyelinernya pada anak perempuan di kelasnya, ia bahkan jauh lebih pintar memoles mata puppy eyesnya hingga berbentuk cat eyes-fish eyes-dog eyes-medusa- lupakan.

Sedangkan beberapa centimeter dari Baekhyun ada kembarannya yang super cantik tengan bercosplay ria dengan pakaian perempuan dan wig dengan panjang sebahu, mengewink kepada namja-namja sekelasnya yang terpesona akan kecantikannya, sedangkan membuat para yeoja mengigit kuku sebal melihat luhan yang kononnya namja jauh lebih cantik darinya.

Tidak lama kemudian, kedua anak kembar itu mendengar suara jeritan-jeritan wanita yang berfangirling ria, yang diduga para istri yang tengah menjemput anaknya sepulang sekolah- menatap kagum pada sesosok pria jangkung berkaca mata hitam yang keluar dari mobil Audinya.

" Aduhh! Keren sekalii pria itu.. Apakah dia model?" - " seandainya suamiku setampan dan sekeren dia" - " ayahnya siapa ya? Eh lihat, itu si kembar"

Semua penghuni sekolah itu menatap dua sosok anak TK yang cantik itu berlari-lari ke arah Kris sambil merentangkan kedua tangannya kegirangan, yang juga dibalas dengan rentangan tangan lebar dari Kris yang sudah merindukan anak-anaknya- " ohh, jadi dia ayahnya lulu dan byunie"- para wanita itu tersenyum geli menatap kedekatan anak-ayah itu sebelum dua suara cempreng itu menjerit...

" MOMMYYYY!" -wtf.

END

Ps: don't judge the book my its cover. LOL

Yess! XD akhirnya selesai juga ff ini! :) bagaimana? Cukup puas? Moga2 bisa bikin ngakak yaa heheee.. Terakhir.. Review?