Tittle: Kau Milikku Selamanya
By: kaisooxoxo
Cast: Kim Jong In @ Kai, D.o Kyungsoo, Park Chanyeol, Byun Baekhyun dan selebihnya dicari sendiri...
Rated: M
Warning: TYPO, BOYXBOY, YAOI, Bahasa agak berantakan.
Note: Maaf kalau alur kecepatan atau terlampau lambat.
ENJOY!!!
*
*
*
*
*
"Kyung..." Chanyeol menepuk pelan tubuh polos Kyungsoo yang hanya ditutupi oleh selimut tebal sebatas dada.
"Ugghhh~" Kyungsoo mengerjap matanya pelan membiasakan cahaya yang menerobos masuk kedalam irisnya.
Usai merasa kesadarannya meningkat, Kyungsoo cuba meyandarkan dirinya di headboard, tapi saat dia mengerakkan punggungnya, rasa nyeri menghentam holenya.
"Aisssh shhh..." Kyungsoo meringis. Air matanya kembali mengenang merasa perih di holenya. Pasti holenya benar-benar robek.
Chanyeol merasa khawatir saat melihat raut wajah Kyungsoo yang kesakitan.
"Kai... mana Kai?" Tanya Kyungsoo saat menyedari Kai tidak ada disisinya saat dia terjaga tadi.
"Kai ada urusan mendadak. Kau tidak usah khawatir."
Tiba-tiba pikirannya berputar kembali saat mereke membicarakan soal Baekhyun.
"Aku harus pulang Chan..." Kyungsoo lantas bangkit dari kasur sampai dia lupa fakta holenya masih sakit. Saking sakitnya, kakinya tidak dapat menopong berat tubuhnya menyebabkan dia limbung dan hampir tersungkur dilantai jika Chanyeol tidak menangkap tubuhnya.
"ARGH! SHIT!" Kyungsoo mengumpat merasa perih diselangkangnya.
"Aku sapukan salep sebentar. Selepas itu, aku akan hantarkan kau pulang. Arra..?" Chanyeol membaringkan kembali tubuh mugil Kyungsoo diatas kasur sebelum beranjak ke meja nakas mengambil salep.
Kyungsoo mengangguk sambil memerhati pergerakan Chanyeol dari satu perbuatan ke satu perbuatan sampai acara menyapu salep selesai.
"Kau tidak mahu mandi dulu sebelum pulang?" Chanyeol bertanya saat melihat Kyungsoo berniat untuk bangkit.
"Tidak. Aku akan mandi dirumahku saja. Bantu aku Chan..." Kyungsoo membalas sesaat sebelum dia menghulurkan lengannya pada Chanyeol bermaksud meminta bantuannya.
Chanyeol hanya tersenyum melihat wajah memelas Kyungsoo yang minta digendong. Chanyeol langsung menggendong Kyungsoo ala bridal style menuju ke mobilnya.
*
*
*
*
*
Clek...
Chanyeol memulas tombol pintu rumah Kyungsoo dan langsung menggendong tubuh Kyungsoo yang menyembunyikan wajahnya diceruk leher Chanyeol.
"Chan-" Ucapannya terhenti saat melihat Chanyeol yang datang menggendong Kyungsoo.
'Kai, kau janji akan memperlakukan Kyungsoo dengan lembutkan... Kau bohong. Brengsek kau!'
Baekhyun lantas bangkit dan mengikuti langkah mereka sampai tiba di kamar Kyungsoo yang tidak asing bagi Chanyeol.
"Baek, tolong Kyungsoo mandi. Aku harus pamit dulu." Ucap Chanyeol setelah meletakkan tubuh Kyungsoo diatas kasur.
"Arraseo... Kau pulanglah. Aku akan mengurusi hyungku." Baekhyun membalas dengan senyum tulus dari bibir tipisnya.
Usai Chanyeol beranjak pergi, Baekhyun memapah tubuh Kyungsoo ke kamar mandi. Tidak mungkin Baekhyun mengendong Kyungsoo seperti yang dilakukan Chanyeol sebentar tadi. Tubuhnya dengan Kyungsoo itu sama-sama mugil. Jadi Baekhyun hanya mampu memapahnya sahaja.
Sesampainya di bath tub, Baekhyun menceburkan tubuh polos Kyungsoo kedalam air hangat yang sudah dipersiapkan saat Kyungsoo menanggalkan pakaiannya.
"Kalau kau butuh apa-apa, panggil aku, hyung."
Kyungsoo menganggukkan kepalanya sebelum otaknya kembali mengingatkannya pada ucapan Kai tadi malam.
"Baek..." Kyungsoo menahan tubuh Baekhyun yang akan beranjak dengan memegang tangan Baekhyun.
"Iya hyung." Baekhyun kembali membalikkan badannya menghadap Kyungsoo.
"Bisa aku tanyakan sesuatu?"
"Langsung saja."
"Kenapa kau memberikan tubuh kau pada Kai?"
Deg...
"Apa kau berniat mengincar Kai?"
Baekhyun tidak bergeming. Otaknya benar-benar blank saat ini.
"Baekhyun! Aku sedang bertanya. Jawab pertanyaan ku.!" Bentak Kyungsoo saat Baekhyun tak kunjung membalas pertanyaannya.
"A-aku tidak-"
"Aku pernah bilangkan apapun yang berlaku, jangan libatkan diri dalam urusan ini. Aku tidak mahu kau terlibat. Kerana sekali kau terlibat, kau tidak akan pernah bisa keluar."
"Kenapa tidak? Aku juga berhak Kyung..."
"TIDAK! SEKALI AKU BILANG TIDAK MAKA TIDAK!"
Baekhyun menghela nafasnya sebelum mengalah. "Kau harus istirehat. Aku tidak akan membahas soal itu sekarang. Kalau kau butuh apa-apa, panggil aku."
Baekhyun melangkah keluar dan selang beberapa minit Kyungsoo terlihat melangkah keluar.
Dia mendudukan dirinya disisi katil. Dia benar-benar capek dan butuh tidur tapi otaknya perlukan jawapan dari Baekhyun. Sekarang.
Kyungsoo menyandarkan punggungnya di headboard sambil pikirannya menerawang entah kemana. Mungkin kalau ada orang masuk saat ini pun tidak disedarinya.
*
*
*
*
*
"Kyung~" Baekhyun mengusap pelan punggung Kyungsoo menyadarkan hyungnya dari lamunan panjang.
"Kyungsoo!" Baekhyun memanggil Kyungsoo untuk kali kedua.
"Hah? Kyungsoo tersentak dan memalingkan kepalanya kearah Baekhyun.
"Aku sudak siapkan makanannya. Makan dulu ya sebelum kau berehat." Baekhyun menyodorkan nampan berisi makanan dan minuman.
Kyungsoo mengangguk dan mengambil nampan tersebut sebelum meletakkan diatas pahanya.
Saat dia ingin menyuapkan makanan kedalam mulut mugilnya, ponsel milik Baekhyun bergetar. Dia mengerling Baekhyun mengisyaratkan pria untuk mengangkatnya.
"Yeobseyo~"
'Aku tidak yakin Kyungsoo bisa ku genjot malam ini, jadi kau akan mengantikan dia. Bisakan?'
"Urmm..." Baekhyun sedikit mengerling kearah Kyungsoo sebelum menyambung kembali ayatnya. "Aku akan kesana."
Usai menutup ponselnya, dia mendapat tatapan tajam dari Kyungsoo.
"Siapa telefon?" Tanya Kyungsoo dengan nada dingin. Sejak kapan Kyungsoo jadi sangat posesif dengan adiknya??
"Temanku. Sejak kapan kau terlihat sangat peduli padaku??"
"Apa perlu ku ulangi sekali lagi apa yang sudah kubilang tadi?" Matanya menatap tajam Baekhyun.
"Hyung..!" Baekhyun merengek melihat Kyungsoo yang seperti tidak akan membenarkannya keluar.
"Tidak untuk saat ini. Atau aku tidak akan segan-segan menyuruh Chanyeol mengawasimu."
"Chanyeol?" Baekhyun memutar matanya malas. Tidak perlu membuat suara manja jika sekali Kyungsoo kata tidak maka tidak. Kyungsoo bukan Chanyeol yang akan dengan gampang terjatuh pada pesona Baekhyunnya.
Dan dia malas sekali kalau ini bersangkutan dengan Chanyeol dan dia tidak habis pikir kenapa Kyungsoo mempercayai Chanyeol sedangkan dia itu sebenarnya sama brengseknya dengan Kai.
Keadaan kamar Kyungsoo kembali sepi saat keduanya tidak ada yang mahu bicara. Hanya bunyi dentingan sudu, garpu pada mangkuk nasi yang sesekali Kyungsoo buatkan untuk hilangkan kecanggungan.
Usai Kyungsoo menghabiskan suapan terakhir, saat itulah pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Chanyeol. Dua beradik itu menatapnya secara bersamaan.
"Kyung, bisa aku ketemu Baek sebentar?"
Kyungsoo mengkerutkan keningnya sebelum menganggukkan kepalanya pelan. Baekhyun tidak mengucap apa-apa. Mengambil semula nampan dan melangkah keluar dari kamar Kyungsoo.
*
*
*
*
*
Kyungsoo menitiskan airmatanya menuruni pipi tembamnya. Dia terlampau ego untuk membiarkan sesiapa pun mengambil Kainya. Dia takut Kai akan berpaling darinya. Biarlah Kai hanya menggangapnya sebagai seorang slave kepadanya, dia tidak peduli. Asalkan Kai tidak meninggalkannya. Dia sudah benar-benar jatuh cinta pada sosok Kai. Walaupun hal itu hanya sepele tapi bagi Kyungsoo sangat berharga.
Dia memang merutuki dirinya kerana dengan mudahnya mengikuti kemahuan Kai. Saat holenya belum pulih dia bersikeras mahu kerumah Kai walaupun sudah ditahan beberapa kali oleh Chanyeol. Sebenarnya dia memang tak mahu pergi tapi, dia sangat takut kalau Kai akan mencari gantinya.
Dengan senyuman yang terpatri tulus diwajahnya saat akan bertemu dengan Kai, dia melangkahkan kaki mugilnya ke muka pintu rumah Kai. Dia sangat merindukan Kai kerana sudah dua hari dia berjumpa.
Saat dia mengarahkan tangannya untuk memulas tombol pintu, dia mendengar suara desahan yang dia sangat yakin sekali. Sangat yakin itu milik Baekhyun. Senyuman diwajahnya perlahan memudar.
'Kai~ ahhh... ahh ahhh~ deep... sshhh... errr~'
Dia menghentikan gerak tanganya dan berniat untuk lari menjauh dari situ tapi lagi-lagi dia terpaksa mendengar. Otaknya tidak dapat berkompromi dengan hatinya. Kakinya masih utuh diposisi.
'Shhh... Baek, sempit~'
Perasaannya tidak bisa berbohong kalau saat ini hatinya benar-benar hancur. Air matanya memang sudah merembes sejak dia mendengar desahan adiknya.
'Kai-ya, henti arhh... kan. Aku capek!'
'Aisshhh... biarkan aku klimaks!'
Kyungsoo berniat untuk memulas tombol kalau saja Chanyeol tak menahannya. Saat ini, Baekhyunnya pasti sakit. Kai pasti bermain sangat kasar.
Sret...
Kyungsoo membalikkan badannya melihat siapa yang berani-berani menahannya.
"Soo, tenanglah."
"Hiks... lepaskan aku Chan~" Kyungsoo mencuba memberontak tapi kekuatannya tak setanding Chanyeol.
Chanyeol dengan sigap menarik paksa tubuh Kyungsoo dan merengkuhnya dalam dekapan hangatnya. Kyungsoo semakin memberontak dan semakin kuat jugalah Chanyeol merengkuh tubuh mugil Kyungsoo. Perlahan-lahan, Kyungsoo mulai waras semula. Tubuhnya terlihat bergetar dengan senggukan kecil.
"Hiks..." samar suara tangisan Kyungsoo kedengaran kerana kepalanya yang menunduk dan tangannya yang memeluk erat pinggang Chanyeol.
"Shhh..." Chanyeol mengusap lembut bahagian belakang punggungnya sambil mengecup pucuk kepala Kyungsoo.
"K-Kai... Apa Kai akan hiks... meninggalkanku?"
"Tidak. Kai tidak akan meninggalkan kau." Chanyeol menjawab dengan nada yakin.
"Lepaskan hiks... aku Chan. Aku harus per hiks... gi." Kyungsoo mendorong dada Chanyeol menjauh. Walaupun Chanyeol mendakapnya, dia masih dapat mendengar desahan keduanya dan dia tidak mahu mendengarnya lagi. Hatinya seperti ditoreh pelan-pelan.
"Aku akan hantar kau pulang. Kajja~" Chanyeol melepaskan pelukannya dan mengenggam erat jemarinya dan menuntunnya pergi dari situ. Dia tahu Kyungsoo benar-benar tersakiti. Dan sialnya sekarang dia memberi harapan yang belum tentu dia tahu sendiri bagaimana nasibnya.
*
*
*
*
*
Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki rumahnya dan satu perkara sahaja terlintas dipikirannya. Kyungsoonya. Dia sudah mencarinya disetiap penjuru rumahnya tapi nihil. Kyungsoo tidak ada dirumah.
'Apa dia bersama dengan Kai? Tapi, tidak mungkin. Aku saja baru pulang dari rumahnya.'
Baekhyun langsung merogoh ponselnya dikantung seluarnya dan mendial ponsel Kyungsoo.
'Sial, ponselnya aja tidak aktif. Kemana kau pergi hyung. Jangan buat aku khawatir.'
Dia berniat untuk kembali keluar untuk mencari hyungnya. Tidak mungkin dia bisa tidur jika keberadaan Kyungsoo aja tidak diketahuinya.
Dret...dret...
'Baekhyunnie~, Kyungsoo baik-baik saja. Dia tidak akan pulang malam ini kerana menginap dirumahku. Jangan khawatir ya. Aku akan menjaga Kyungsoo sebaiknya. -Chanyeol'
Baekhyun menghela nafas lega mendapat masej dari Chanyeol mengatakan Kyungsoo ada dengannya. Baekhyun langsung kekamarnya dan membersihkan dirinya sebelum merehatkan dirinya.
*
*
*
*
*
"Chan~" Kyungsoo memanggil pria tiang listrik yang sedang sibuk bermain ponselnya.
Mendengar namanya diseru, Chanyeol langsung meletakkan ponselnya disisi dan memandang tepat kearah Kyungsoo "Apa?"
"A-aku mahu pulang. Tidak betah aku duduk disini Chan~" Kyungsoo memasang senjata aegeyonya.
"Aku tidak suruh kau melakukan apa-apapun. Cukup kau berbaring diatas kasur dan langsung tidur."
Kyungsoo membuang muka. Dia benci berurusan dengan Chanyeol. Dengan sangat terpaksa dia membaringkan dirinya di kasur dan cuba memejamkan matanya.
"Goodnite Kyungsoo~" Chanyeol berbisik dan kemudian mengarahkan bibir plumnya untuk mencuri sebuah kecupan dari pria imut itu.
*
*
*
*
*
"CHANYEOL! BUKA PINTUNYA." Teriak Kai didepan muka pintu kamar Chanyeol sambil mengetuk pintu itu keras.
"Uhh..." Tidurnya terganggu saat mendengar bunyi ketukan lumayan kencang. Dia berniat untuk membukanya sebelum lengannya ditahan Chanyeol.
Chanyeol menarik lengan Kyungsoo, menjatuhkan tubuh mugil Kyungsoo diatas tubuh atletisnya. Kyungsoo yang tidak siap dengan tindakan Chanyeol langsung terjatuh.
"Ughhh... shhh~" Kyungsoo dan Chanyeol mendesah bersamaan kerana secara tidak sengaja penis mereka bergesekan.
"YEOL!" Kai menumbuk keras pintu kamar.
CLEKK...
Chanyeol terlihat berdiri diambang pintu dengan santai memandang Kai yang merah padam menahan amarahnya yang memuncak.
Dia dapat melihat dengan jelas Chanyeol yang topless dengan senyum mirisnya. Kyungsoo yang mendudukkan dirinya disisi kasur dengan beberapa butang kaos yang nampaknya sudah terlepas. Kai menelan ludahnya payah saat melihat leher dan dada mulus yang tersingkap disebalik kaosnya.
"Ada apa?" Chanyeol tanya kerana sedari tadi dia melihat Kai menatap Kyungsoo seperti ingin menelanjangi dia saja.
"A-aku mahu Kyungsoo sekarang. Aku sudah menghubunginya beberapa kali tapi tidak diangkat. Jadi, aku kesini!"
"Tidak bisa! Aku sudah membayarnya sehari penuh. Kau boleh tunggu sampai besok." kata Chanyeol penuh penekanan.
"Yeol, Kyungsoo hanya milikku seorang. Kau tidak boleh membayarnya kerana dia milikku!" Bentak Kai tidak terima dengan kenyataan yang diucapkan Chanyeol.
"Kalau begitu, kau tidak boleh melakukan dengan Baekhyun!" Chanyeol mendekati Kyungsoo lalu menariknya menjauhi Kai yang berniat untuk mendekati Kyungsoo.
"BRENGSEK! JANGAN MEMERINTAHKU YEOL...!" Teriak Kai tapi raut wajah Chanyeol tidak menunjukkan yang dia terkejut.
"Teruslah berteriak kepadaku. Aku tidak peduli. Aku tidak akan membiarkan kau permainkan keduanya. Aku bagi kau pilihan, Kyungsoo atau Baekhyun?" Chanyeol menggengam jemari Kyungsoo semakin erat saat menyedari Kyungsoo menunduk semakin kebawah. Pasti dia menahan air matanya.
"CIH, SEJAK KAPAN KAU PEDULI DENGAN MEREKA?"
"A-aku akan pergi." Kyungsoo melepaskan genggaman Chanyeol dijemarinya dan beranjak pergi.
Chanyeol dan Kai menatap Kyungsoo berjalan pergi secara bersamaan.
Saat pintu kamar Chanyeol kembali tertutup, Kyungsoo dapat mendengar dengan jelas suara dua kawan baik sesama brengsek berantam. Perlahan tapi pasti, kelibat Kyungsoo tidak kelihatan di kediaman Chanyeol. Untuk kali yang ke tidak terhitung, Kyungsoo kembali meneteskan air mata. Dia tidak kuat harus kehilangan Kai.
*
*
*
*
*
'Bisakan aku jadi egois untuk mendapatkan orang yang aku cintai.'
Keputusan Kyungsoo sudah bulat. Dia tidak akan memberi Kai kepada sesiapapun termasuk adiknya,Baekhyun. Dia tidak perduli apapun yang Kai akan kata kepadanya. Yang pasti dia cuma mahu Kai hanya memanggil, menyebut, mendesahkan namanya sahaja. Tidak perduli statusnya hanya slave Kai sahaja. Kerana pada dasarnya Kyungsoo sangat mencintai Kai sepenuh hatinya bukan uangnya.
Kyungsoo butuh sesuatu untuk menghilangkan pikirannya tentang Kai. Seperti saat ini, kaki pendeknya terus melangkah pelan kearah taman kecil yang terdapat dikawasan perumahannya dengan suasana yang sepi dengan angin malam menghentam tubuh mugilnya. Mungkin kerana otaknya dan kakinya tidak sinkroni sampai-sampai dia tidak menyadari telah tertabrak seseorang.
"M-maaf" Kyungsoo menundukkan wajahnya.
"Kyungsoo..."
'Suaranya seperti Kai. Apa aku terlampau memikirkannya sampai suaranya terdengar sangat nyata.'
GREP...
Kai menarik paksa pergelangan tangan Kyungsoo membawanya ke suatu tempat yang tidak diketahuinya. Kyungsoo yang terkejut mendogakkan kepalanya melihat siapa pelakunya.
"Auww... sa-sakit Kai." Kyungsoo mencuba melepaskan pegangan Kai. Tapi, Kai malah mengeratkannya lagi.
Bruk... Kai menghempaskan tubuh mugil Kyungsoo didinding sebuah lorong yang cahayanya samar-samar. Kyungsoo meringis merasa perih dipunggungnya kerana tolakan Kai terlampau kuat.
Kai lantas mengungkung tubuh Kyungsoo dan menghapuskan jarak antaranya.
"K-kai..." Kyungsoo cuba menahan tubuh Kai yang akan menempel dengan tubuhnya. Bukan dia menolak sentuhan Kai tapi dia tidak dalam mood untuk melayan Kai sekarang.
"Kau menolakku Kyung?" Kai mendengus marah. Dia tidak terima Kyungsoo menolaknya.
"Ti-tidak Kai. Holeku masih sakit..." Ucap Kyungsoo sedikit bergetar.
"Tidak ada penolakan. Aku sangat merindukan kau, chagiya~" Kai berbisik sebelum dia menjilati seluruh wajah Kyungsoo mulai dari cuping telinga ke pipi tembamnya dan menuruni ke leher mulus Kyungsoo.
Tidak butuh waktu lama, Kai terlihat sudah menanggalkan keseluruhan kancing kaos Kyungsoo memperlihatkan tubuh mugilnya dengan nipples mencuak minta disentuh.
"Kai, kau tidak akan meninggalkan ku kan??" Kyungsoo bertanya pelan saat Kai sedang asyik mengucup pelan leher yang tidak mulus lagi. Terlihat beberapa bercak merah disekitar leher dan dadanya.
Kai menatap Kyungsoo sebentar sebelum kembali meneruskan aktivitas mengucup dan menjilati nipple Kyungsoo.
*
*
*
*
*
Dilorong kecil dengan bersimbahkan cahaya bulan terlihat dua pria dimana salah seorangnya mengerakkan penis didalam hole pria mugil yang sedang asyik mendesah keenakkan dalam posisi berdiri.
Celana jeans Kai yang tergantung diujung kakinya tidak memperlambatkan aktivitas mengenjot hole Kyungsoo.
"K-kai, aku shh... sakithhh." Kyungsoo berguman saat tubuhnya terhentak2 ditembok dinding.
Kai tidak mendengarnya dan malah menambahkan tempo hentakan kerana merasa akan klimaks.
"Uhh shhh sempit..." Kai berdesis merasa hole Kyungsoo yang semakin menyempit.
Kyungsoo mengalung lengannya erat dileher Kai kerana kakinya melemas tidak dapat menampung berat tubuhnya.
Beberapa tusukan selepasnya, Kai memeluk erat tubuh mugil Kyungsoo dan meletakkan dagunya dibahu Kyungsoo sebelum menyemburkan cairan putihnya.
Pasca klimaks, Kyungsoo mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Kelopak matanya serasa memberat mencuba menghantarnya ke dunia mimpi tapi sesaat kemudian, dia dapat mendengar dengan jelas suara parau Kai berbisik kepadanya.
"Aku amat menghargaimu, chagiya. Tapi- kau harus ingat kau itu satu dari berjuta jalang yang ada didunia ini. Aku sudah bosan dengan kau, Kyung. Anggaplah ini terakhir kalinya kita melakukannya." Kai mengucapkannya tanpa beban dengan raut tidak bersalahnya.
"A-apa?" Kantuknya tiba-tiba menghilang seperti dibawa hembusan angin malam dan kemudiannya menghantar ribut petir memberi satu kenyataan pahit. Tubuhnya bergetar, lengannya yang dikalung erat pada leher Kai mengendur dan terlepas perlahan- lahan.
Kai yang merasa kalungan Kyungsoo pada lehernya menghilang, dengan pantas dia mencabut penisnya dan membenarkan celana jeansnya.
"Aku tidak akan menghubungimu lagi. Anggap kau tidak pernah mengenalku. Aku pergi dulu, Kyungsoo." Kai mengucup singkat bibir heart- shaped milik Kyungsoo yang terlihat membengkak sebelum beranjak pergi. Meninggalkannya keseorangan dilorong sempit dengan kondisi yang berantakan.
Kyungsoo menatap kepergian Kai dengan linangan airmata yang mengalir keluar. Tubuhnya merosot kebawah dan bibirnya mencuba memanggil Kai tapi kata-katanya ulyang dia ingin ucapkan kepada Kai tersekat dikerongkong. Hatinya, tubuhnya benar-benar sakit.
Seketika, dunia terasa gelap dan dia tidak sedarkan dirinya.
*
*
*
*
*
TBC???
Ff ini kayaknya benar-benar jelek, iyakan?? Aku gak punya idea yang bagus tapi dicuba aja dulu. Thanks to the readers yang nyempat baca ff ini. Dokongan kalian memberi semangat utuk aku nerusin ffnya.
Kalau gak sampai feelnya, maaf ya. Aku masih dan akan cuba berusaha membikin feelnya menusuk hati kalian.
MIND TO REVIEW AND CRITIC!
