DADDY, I MISS YOU!

.

AQUARYOUNG21

.

FAMILY, ROMANCE, DRAMA, HURT/COMFORT

.

CAST

SM FAMILY, GS for UKE

.

.

.

DADDY, I MISS YOU! CHAPTER 3

.

.

.

.

.

Sekelebat bayang masa lalu itu masih menyambangin malam Joonmyeon. Bahkan setelah 14 tahun dan hal itu menyiksanya. Tapi lagi, melihat wajah Sehun, putra yang begitu dikasihnya membuat Joonmyeon tegar. Tapi perkataan Jongdae beberapa hari lalu membuat Joonmyeon kembali terpuruk. Harinya sedikit kacau karena masalah itu.

"noona waeyo?" Tanya Chanyeol saat mereka sedang makan siang bersama. Joonmyeon hanya menyunggingkan senyuman kakunya. Ia kembali mengaduk aduk americano nya dan Chanyeol itu terlarut dalam gerakan tangan Joonmyeon. "noona, pasti memiliki masalah kan?"taya Chanyeol. Tanpa sadar tangan Chanyeol sudah menggenggam erat tangan Joonmyeon yang satunya yang memang terletak di atas meja. Joonmyeon terpaku pada tangannya yang berada dalam genggaman Chanyeol. Dengan gugup Chanyeol melepaskan tangannya. "mian"

"apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Joonmyeon pelan. Chanyeol mengangguk mantap.

"ini masalah Sehun.."ucap Joonmyeon pelan. Harus Joonmyeon akui dia butuh seseorang untuk berbagi. Melebihi Jongdae.

"Sehun waeyo?"Tanya Chanyeol pelan. Dan justru wajah Joonmyeon semakin gelisah. Antara yakin dan tidak yakin. "noona, kau bisa percayakan hal ini padaku"ucap Chanyeol.

"Sehun menanyakan tentang ayahnya pada Jongdae. Aku takut Sehun semakin penasaran dengan ayahnya.." Joonmyeon memutuskan ucapannya dan menyeka air matanya. Chanyeol hanya terdiam. Sejujurnya, selama mengenal Joonmyeon hampir 10 tahun ini, Chanyeol juga penasaran dengan ayahnya Sehun, suami dari Joonmyeon. "aku tak bisa menjelaskan apapun pada Sehun tentang ayahnya, aku tak yakin ayahnya tahu kalau Sehun pernah lahir, Chanyeol aku harus bagaimana?"Joonmyeon terdengar sangat frustasi. Dan Chanyeol benar benar ingin menjadi orang yang dapat meringankan beban Joonmyeon itu.

"noona, tak berusaha mencari keberadaan pria itu?" Tanya Chanyeol pelan. Dan Joonmyeon menggeleng pelan.

"dia menghilang, aku tak ingin mencarinya, aku sakit hati padanya"

.

.

Jongin datang dengan membawa sebuah kotak bekal bermotifkan hello kitty. Sehun sendiri tertawa melihatnya.

"hey, kau sejak kapan berubah jadi feminim?" ledek Sehun dengan tawa yang tak bisa tertahan.

"ini bukan milikku, kau tau Do Kyungsoo si anak kelas satu? Si gadis kecil yang matanya besar dan menyeramkan itu, dia memberikannya padaku pagi ini! Aku ingin menolak tapi melihat wajahnya yang sudah seperti ingin menangis ya sudah aku terima" ucap Jongin panjang lebar.

"tapi Jongin, wanginya enak" ucap Sehun seraya mengendus wangi yang menguar dari kotak makan itu.

"kau mau? Makan saja" ucap Jongin. Sehun memukul kepala Jongin dengan buku pr yang dipegangnya.

"dimana perasaanmu? Dia pasti membuatkannya spesial untukmu, masa kau menyuruhku untuk memakannya!" ucap Sehun berusaha membuka pikiran teman pabbonya itu.

"perasaanku ada pada Xi Luhan! Kau lupa?" ucap Jongin santai.

DEG

Oh ya, bagaimana Sehun bisa melupakan hal itu. bagaimana gila nya Jongin karena menyukai gadis boneka yang sudah menjadi tetangganya selama 5 tahun belakangan ini. Saat Sehun termenung, gadis manis itu datang. Dan Jongin pun segera menghampirinya.

"annyeong Luhan!" sapa Jongin. Luhan tersenyum seraya membalas sapaan Jongin.

"annyeong, Jongin!" Luhan tetap tersenyum manis namun tanpa disadari Jongin mata Luhan justru beralih menatap Sehun di ujung lain kelas itu. dan kebetulan juga saat itu Sehun juga sedang menatap mereka. Luhan tersenyum manis sekali sampai Sehun merasa dadanya ikut berdebar seperti yang selama ini Jongin katakan. Sehun memegang dadanya, reflex. Dan hal itu membuat Luhan tersenyum geli.

Sial.

.

.

Bolehkah Joonmyeon untuk tetap bermimpi? Malam ini terlalu indah. Menghabiskan malam dengan berbagi cinta dengan seorang namja tampan yang disebutnya kekasih. Joonmyeon masih digenggam erat oleh kekasihnya. Sangat erat dan Joonmyeon merasa apapun takkan mampu memisahkannya.

"chukhaeyo chagi –ya, kau selalu menjadi bintang yang membanggakan" ucap kekasihnya.

"kau bangga memilikiku?" ucap Joonmyeon pelan seraya memainkan jemari pada dada bidang kekasihnya itu. kekasihnya tersenyum tampan.

"tentu saja, siapa yang tak bangga bisa memiliki kekasih cantik dan pintar juga memiliki hati seperti malaikat"puji nya dan membuat Joonmyeon ber-blushing ria.

"aku mencintaimu,Fanfan" ucap Joonmyeon yang mengundang seringaian kecil di wajah kekasihnya. Dan lelaki tampan itu menarik dagu Joonmyeon mendekat ke wajahnya. Membawa gadis itu ke dalam ciuman yang menghangatkan tubuh mereka ditengah hujan yang menerjang kota Seoul. Awalnya lembut, tapi lama kelamaan membawanya ke dalam ciuman panas. dan Joonmyeon menikmatinya. Ia bahkan terlalu candu untuk melepaskan pagutan itu walau paru parunya sudah berteriak minta diberikan oksigen. Reflex ia memukul pelan dada kekasihnya. Dan ia pun melepaskan dengan senyuman mesum terpasang jelas.

"Kris.. aku lemas"

"baru berciuman chagi, bukankah kita merencakan hal lebih?"

DEG

"haruskah malam ini lagi?" Tanya Joonmyeon polos. Kekasihnya tersenyum dan menatapnya lembut. Memeluk Joonmyeon posesif.

"aniyoo, kita akan melakukannya lagi setelah kita menikah"

"jadi nanti kita akan menikah?"

"ya tentu saja"

Aku pegang janjimu, Fan.

.

.

Zitao melangkah pelan namun pasti menuju ruangan atasannya dengan membawa sebuah map cokelat bersamanya. Dia mengetuk pelan pintu kayu jati cokelat yang terlihat kokoh itu hingga seseorang menyuruhnya masuk.

"ada apa Zitao?" Tanya pemilik suara bass itu yang duduk di delang meja CEO.

"aku membawa informasi yang kau minta sajangnim" ucap Zitao seraya menyerahkan map cokelat itu. pria besurai keemasan itu membukanya dan menemukan beberap dokumen penting dan foto foto. Semua hal yang terkait dengan seorang yeoja bernama Kim Joonmyeon.

"jelaskan padaku semua yang kau temukan" titahnya pelan seraya membaca –baca dokumen itu.

"Kim Joonmyeon, dia tinggal bersama putranya Kim Sehun dan seorang adik bernama Kim Jongdae. Kim Sehun saat ini menduduki bangku SMP sedangkan Kim Jongdae berkerja menjadi seorang dokter di rumah sakit Seoul. Dia dan keluarganya baru saja pindah ke lokasi rumahnya kurang lebih 5 tahun yang lalu, dia bekerja di Park Company sebagai staff andalan di bidang design."

"sebentar, kau bilang seorang anak? Siapa suaminya?" potong si CEO. Zitao mengangguk paham.

"aku tak bisa menemukan informasi mengenai suami dari Kim Joonmyeon, namanya tak pernah tercatat dalam lembaga pernikahan, aku rasa dia tak pernah menikah" jelas Zitao. Sang CEO Nampak berpikir dengan foto seorang bocah laki laki di tangannya.

"dia tak pernah menikah? Oh, gomawo Zitao atas informasinya, kau boleh kembali" ucapnya lalu Zitao membungkukan tubuhya sebentar sebelum akhirnya pergi dari ruangan itu. sedangkan sang CEO masih Nampak berpikir. Dengan foto bocah laki laki yang bernama Sehun itu.

"kalau kau tak pernah menikah, lalu anak ini? Apa kau mengadopsinya? Tapi untuk apa?"

.

.

Siang itu, pada saat ekstrakulikuler musik, Luhan membuka kotak bekal bermotif hello kitty yang Jongin kasih tadi pagi. Dia juga tak mengerti kenapa bisa tiba –tiba sekali Jongin memberinya bekal. Daan di saat seperti itu seorang gadis berparas manis menghampirinnya.

"sunbae aku.." ucapan gadis itu terpotong manakala matanya menatap intens kotak bekal yang berada dalam pangkuan Luhan.

"ada apa Kyungsoo-ya?" Tanya Luhan menanggapi panggilan hoobae nya itu. tapi dia sendiri malah dibuat bingung karena gadis manis di hadapannya hanya menatap kotak bekalnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "kau mau bekal ini? Aku bisa membaginya, temanku memberikannya Cuma –Cuma, dan aku rasa lebih enak jika kita berbagi" ucap Luhan lembut. Tapi gadis itu menggeleng kuat.

"a –aniyo, aku sudah makan.." tolak gadis itu.

"oh yasudah, ohya Kyungsoo-ya ada apa tadi kau memanggilku?"Tanya Luhan lagi. Kyungsoo menggeleng keras.

"a –ani, aku pergi dulu ya sunbae" ucapnya. Gadis itu segera berlari keluar ruangan dan semakin membuat Luhan bingung. Kalau tidak salah, tadi Luhan melihat mata Kyungsoo berkaca. Di lain sisi, Kyungsoo berlari menuju toilet dan segera memasuki salah satu bilik di sana. Dia menguncinya dan menangis di dalamnya.

"kenapa Jongin sunbae begitu tega? Aku membuatkan bekal itu kan untuknya, kenapa dia memberikannya ke orang lain?"

"s- su s-sunbae, terimalah"ucap Kyungsoo terbata menyodorkan kotak bekal dengan motif hello kitty nya kepada seorang namja tan yang berdiri di hadapannya. Kyungsoo terlalu gemetar dan takut, juga malu untuk menyerahkannya langsung seperti ini. Kyungsoo rasanya ingin sekali mengutuk teman temannya yang terus mendorongnya untuk memberikan bekal itu secara langsung.

"buatku?" Tanya namja itu dingin. Dia menatap Kyungsoo dari atas sampai bawah, entah apa yang dicarinya. "arraseo, gomawo Do Kyungsoo" ucapnya pelan, mengambil kotak itu lalu segera pergi berlalu begitu saja.

"seharusnya kau membuangnya saja, bukan memberikannya ke orang lain jika memang kau tak menginginkannya"

.

.

Sehun kebetulan pulang sore dan saat dirinya tengah melewati toilet perempuan dia mendengar suara tangisan. Jujur saat itu juga bulu kuduk Sehun segera berdiri tegak bak seorang prajurit. Hari hampir senja dan matahari juga hampir tergelincir ke barat dan dia mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi ditambah lagi sekolah sudah sangat sepi.

"o –oh, nuguya?" Tanya Sehun dari luar kamar mandi. Tak berniat masuk dan tak berani untuk masuk. Tak ada respon, Sehun memutuskan untuk selangkah lebih maju. "oh, yak! Ada orang di dalam? Nuguya? Jawab! Kau membuat ku ketakutan dengan menangis di dalam sana!" ucap Sehun sedikit keras. Dan tak lama ia merasa salah satu pintu bilik itu terbuka dan menampakkan sosok gadis yang cukup manis dengan matanya besar.

"k-Kyungsoo ya? Sedang apa menangis di sini?"Tanya Sehun khawatir. Wajah Kyungsoo sudah sembab dan matanya bengkak. Juga dia kelihatan begitu kelelahan. Kira –kira sudah berapa jam dia menangis di dalam kamar mandi seperti ini? Pikir Sehun. "kau tidak pulang?"

"ini aku mau pulang sunbae" ucap Kyungsoo dengan suara serak sehabis menangis sekitar 2 jam lamanya. Tapi Sehun malah mengikuti gadis itu menuju ruang musik. Mengambil tasnya yang tertinggal. Di dalam ruangan itu masih ada Luhan, dan Sehun sedikit kaget melihatnya.

"Luhan? Kau masih di sini?" Tanya Sehun. Luhan tersenyum manis sekali.

"aku menunggu Jongin"

DEG

Sehun mengangguk mengerti sementara yeoja manis yang bersama mereka, Kyungsoo, hanya menunduk merapikan tasnya.

"oh, Kyungsoo ya? Kau habis darimana saja?" Tanya Luhan pelan.

"ruang kesehatan, tiba tiba saja aku pusing" ucap Kyungsoo datar. Menatap Luhan dengan tatapan tidak suka dan Sehun menyadari hal itu. Sehun jadi berpikir kenapa Kyungsoo berbohong?

"Luhan!" ucap seorang yang baru saja datang, Kim Jongin.

"oh hai, Jongin.."

Kyungsoo membulatkan matanya saat Jongin datang. Dia sangat gelisah dengan mengigit bibir bawahnya.

"kajja, kita pulang" ajak Jongin. Namja tan itu menarik tangan Luhan pelan dan Luhan pun segera bangkit.

"Sehun, kita pergi duluan ya annyeong" ucap Jongin sebelum membawa Luhan pergi. Dan selepas mereka pergi Sehun mendengar lagi sebuah isakan kecil yang berusaha diredam oleh pemiliknya.

"ya~ Kyungsoo-ya kau kenapa?" Sehun menghampiri Kyungsoo yang sudah menangis di tempatnya.

"ssu- sunbae jangan bertanya kenapa, aku sedang patah hati" racaunya dengan isakan yang menurut Sehun malah lucu.

"aigoo~ sudahlah, jangan menangis disini, ayo pulang" ajak Sehun. Dia sudah melangkah pergi namun yeoja itu masih berdiam diri. Sehun menghela nafasnya pelan. Dia pun mengambil tas Kyungsoo dan menarik pergelangan tangan yeoja itu.

"nona kecil ayo pulang!"

.

.

Joonmyeon pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya. Bahkan dia orang pertama yang sampai di rumah. Belum ada tanda tanda dari Sehun maupun Jongdae. Sesampainya di rumah dia segera membasuh tubuhnya dengan air hangat, mencoba menjernihkan kembali tubuhnya.

Joonmyeon perlahan membuka matanya dan wewangian khas obat obatan berlomba memasuki indera penciumannya.

"noona sudah sadar?" ucap sebuah suara yang ia yakini itu Jongdae.

"ini dimana?" Tanya Joonmyeon.

"rumah sakit, noona melukai diri noona tadi"

DEG

Pantas saja Joonmyeon merasa perih di pergelangan tangan kirinya.

"noona aku sudah tau semuanya, kita lalui bersama ya" ucap Jongdae menggenggam tangan Joonmyeon erat. Berusaha menyalurkan kekuatan pada noona yang paling dikasihinya itu.

"noona, sekarang ini ada keajaiban yang sedang tumbuh dalam diri noona, aku ingin melihat keajaiban itu noona.."

"Jongdae ya! Bagaimana kau bisa mengatakan hal ini! Masa depanku di ambang kehancuran karena dia!" seru Joonmyeon emosi. Namun Jongdae, namja 15 tahun itu malah tersenyum lembut.

"noona menyalahkan keajaiban itu? noona jangan buat kesalahan lagi, kita bisa merawatnya noona, noona akan menyesal jika noona melakukan kesalahan lagi.. noona bayi ini tidak salah, kenapa harus membunuhnya? Apakan noona tak ingin melihat wajahnya?"ucap Jongdae. "suatu hari nanti, mungkin bayi ini yang akan mendatangkan sebuah kebahagiaan untuk noona, apa noona benar benar ingin membuangnya sekarang?" lanjut Jongdae lagi. Dan di detik itu juga Joonmyeon menangis mendengar betapa dewasa adiknya ini.

"kau pikir begitu?"Tanya Joonmyeon ragu. Jongdae mengangguk yakin. "tapi dia kan lahir tanpa ayah Jongdae, aku bisa katakan apa tentang ayahnya?"

"bilang saja, ayahnya baik karena telah memberikan bayi ini ke dalam kehidupanmu. Menjadikannya sumber kebahagiaanmu, semangat hidupmu. Aku yakin, bayi ini akan menjadi pelita dalam kehidupanmu, noona"

Joonmyeon menyeduh teh hangat untuk dirinya. Malam yang cukup dingin untuk dilalui seorang diri. Dia jadi menanyakan dimana keberadaan Sehun juga Jongdae.

"aku pulang!" ucap seseorang yang Joonmyeon yakin adalah putranya. Pelita kehidupannya. Keajaiban terbesar yang pernah ia dapatkan. Joonmyeon menghampiri anak semata wayangnya itu, memeluknya hangat. Sementara yang dipeluk hanya mengernyitkan dahi nya sembari membalas pelukan yang diterimanya.

"mommy waeyo?" Tanya nya pelan. Joonmyeon menggeleng.

"aniyo, aku hanya merindukanmu" ucap Joonmyeon dengan sura bergetar.

"yaa! Uljimayo! Kenapa menangis? Aku minta maaf karena aku pulang terlambat mommy, tapi ku mohon jangan menangis" ucap Sehun pelan. Sehun menatap mata hazel perempuan yang paling disayanginya di dunia ini. "sesuatu mengganggumu?" tanyanya pelan. Jemarinya menghapus jejak air mata yang tercetak di wajah cantik mommynya itu. Joonmyeon menggeleng pelan. "mommy jangan menyembunyikan hal apapun dariku, arraseo?"

"apa kau mencemaskan mommy?"

"tentu saja, aku benci melihatmu menangis, menyakitkan mommy. Jika kau menangis aku merasa lemah, bagaimana aku membiarkan mommy yang paling kusayangi di dunia ini menangis?" ucap Sehun pelan. Joonmyeon tersenyum haru mendengar penuturan tulus dari putranya. Jongdae benar, Sehun adalah keajaiban. Beruntung Joonmyeon tak jadi melakukan hal bodoh itu.

"gomawo chagi, gomawo karena telah hadir ke dalam kehidupan mommy"

"nado mommy, terima kasih karena semua cintamu selama ini"

.

.

Kris tengah di ruang kerja yang ada di rumahnya. Matanya sedari tadi menatap foto bocah laki –laki bernama Sehun. Dia merasakan getaran yangs sangat aneh yang dia juga tidak tahu. Di mejanya juga ada beberapa foto lain, fotonya sendiri yang entah kenapa, Kris merasa sangat mirip dengan Sehun.

Kris memainkan poselnya dengan gelisah. Seharusnya pagi ini dia sedang menemui kekasih manisnya. Dia sudah duduk di dalam sebuah pesawat menuju kanada. Namun hatinya masih belum 100% rela meninggalkan Seoul, kota yang begitu dicintainya. Dia sesekali mengutak –atik ponselnya, apakah ada pesan dari kekasihnya atau sebuah telepon. Ia ragu untuk menghubungi kekasihnya itu. ia ragu untuk mengucapkan salam perpisahan yang pasti akan terasa sangat menyakitkan.

"maaf tuan, sebentar lagi kita akan lepas landas, bisa matikan ponselnya?" ucap seorang pramugari yang sengaja menghampiri Kris.

"sebentar, aku harus menghubungi seseorang"

"tapi maaf tuan, kita harus berangkat"

Kris menghela nafasnya gusar dan terpaksa mematikan ponselnya sedetik setelah ponsel itu mati, Kris tak tahu, seseorang yang sangat ia ingin dengar suaranya menghubunginya.

"kau ini anak siapa?" pikir Kris.

KLEK

"yeobo ya~"

Kris mendengar seruan Jessica dan segera merapikan semua dokumen yang berkaitan dengan Joonmyeon. Takut Jessica melihatnya.

"ada apa?" Tanya Kris datar. Jessica memulai tingkah manjanya. Mengaitkan tangan di lengan Kris dan bergelayut manja.

"yeobo-yaa, aku minta jatahku" ucapnya pelan.

"tidak. Tidak jatah untuk sebulan kedepan" ucap Kris datar.

"yeobo ya~ mianhae, aku tahu aku salah waktu itu tapi ku mohon, aku ingin membeli sesuatu" ucap Jessica lagi.

"pokoknya tidak ada Jess!" ucap Kris kali ini lebih keras.

"ah! Kau jahat! Akan ku adukan pada ayahku"pekik Jessica sebal. Ia pun melepaskan gelayutan manjanya dan pergi dengan menghentakkan kakinya.

"kau pikir aku takut! Adukan saja sana" ucap Kris menantang namun Jessica tetap pergi dari ruangan Kris. "bodoh sekali aku menerima perjodohan dengan yeoja manja itu dan baru 10 tahun aku menyadarinya" desis Kris sebal pada dirinya sendiri. Kris kembali membuka lacinya dan mengambil foto Sehun.

"kau. Aku penasaran, siapa kau sebenarnya"

.

.

Pagi ini Joonmyeon datang ke kantor bersama Chanyeol dan langsung menjadi buah bibir di kantor. Yah memang sih, sejak awal Joonmyeon masuk dia sudah begitu dekat dengan presdir Park mereka. Terlebih katanya mereka adalah teman satu universitas. Bahkan kabarnya banyak yang tau kalau hampir setiap akhir pekan persdir Park selalu berkunjung ke rumah Joonmyeon. Dan seperti pagi ini saat semuanya sedang membicarakan hubungan mereka dengan nona Byun Baekhyun yang berada di tengah tengah orang bergossip sembari terus menguatkan hatinya.

"yah ya gapapa sih, mereka kelihatan cocok juga" ucap seorang karyawati yang tengah bersandar di meja Baekhyun.

"Baek, kau baik baik saja kan?" Tanya seorang di antara yang bergossip.

"loh memangnya Baekhyun sedang sakit"

"Baekhyun kan menyukai presdir Park"

Baekhyun membulatkan matanya kaget mendengar penuturan sahabatnya yang sangat amat polos barusan.

"Nara-ah, kenapa mengatakan hal itu:("Baekhyun mendesah pelan. Tamatlah riwayatnya, mungkin sebentar lagi seisi kantor mengetahui perasaannya terhadap boss tampan mereka itu.

"aigoo, seleramu tinggi sekali pantas saja kau menolak Jongwoo" ucap seorang lain, Hime. Saat mereka sedang bergossip tiba tiba saja boss tampan mereka lewat.

"apa yang sedang kalian bicarakan nona –nona? Kembali bekerja"

"baik presdir"

Dan semua pun langsung mengibrit ke meja masing masing dan tinggalah Baekhyun dengan wajah yang masih merah.

"kau demam?" Tanya Chanyeol seraya menempelkan punggung tangannya di dahi Baekhyun. Dan sumpah demi tuhan, Baekhyun sangat ingin berteriak bahagia saat ini. "ani, kau tidak demam. Kembalilah bekerja" ucap Chanyeol lagi lalu segera pergi ke ruangannya. Selesai Chanyeol pergi Baekhyun langsung ambruk di tempat. Lututnya tersa lemas karena telalu bahagia.

"ciye" ledek yang lainnya dan kembali Baekhyun memasang senyuman manisnya.

.

.

Kris sengaja datang ke kantor Park saat makan siang dan menemui Joonmyeon yang kebetulan tengah makan seorang diri di kafetaria kantor itu.

"annyeong" ucapnya dan membuat Joonmyeon sedikit tersedak karena kaget.

"Wu, kau mengagetiku!" seru Joonmyeon sebal. Kris tertawa pelan. Melihat tingkah Joonmyeon yang masih sangat menggemaskan seperti 14 tahun yang lalu.

"sebenarnya aku lebih suka kau memanggilku Fanfan ketimbang Wu" ucap Kris dengan seringaian kecil yang terpasang begitu jelas. Namun hal itu justru mengundang seribu awan kelabu di wajah Joonmyeon.

"mau apa lagi?"Tanya Joonmyeon dengan ekspresi datar dan dingin.

"ayolah myeona, bersikap lebih ramah. Mianhae aku meninggalkan mu waktu itu aku.."

"Kris, stop. Jangan mengungkitnya lagi. Hari hari itu sangat berat untukku dan aku tak ingin mengingatnya, kita memiliki kehidupan sendiri tak bisakah kita jalani kehidupan kita masng masing dan berhenti mengganggu satu sama lain?" ucap Joonmyeon pelan. Dia memijit pelipisnya yang tiba tiba terasa snagat pening.

"sebenarnya Joonmyeon, kalau aku boleh jujur selama ini, selama 14 tahun ini, kau selalu menghantui kehidupanku. Bayanganmu selalu hadir mengusik mimpiku, kau datang seperti hujan dan menyiksaku dengan penyesalan, sampai akhirnya aku menemukanmu, aku ingin minta maaf dengan sungguh sungguh" ucap Kris dengan nada yang sedikit memelas. Joonmyeon menghela nafas lemah.

"aku memafkanmu Wu, sejak awal aku sudah memaafkanmu, berhenti menyiksa dirimu dengan penyesalan itu, aku memaafkanmu. Dan, aku mohon untuk jalani kehidupan kita masing masing" ucap Joonmyeon lalu bangkit dari duduknya. Joonmyeon belum terlalu jauh melangkah hingga akhirnya Kris membuka kembali suaranya.

"ada hal lain yang ingin ku tanyakan, anakmu, Sehun, siapa dia?"

DEG

TBC

Fyuuhh chapter 3 is done guys! Haha hutang aku masih banyak banget belum nyelesain You Who Came From The Galaxy mianhae~~ lagi buntu parah. Aku masih masa penggalauan sedangkan ywcftg itu niatnya mau bikin kisahnya jadi lovey-dovey gituu~~ huhu ._. anyway, makasih yaa yang udah ripiuu kemarin, neo jjang!

Park On InFa FaRo entah kenapa aku malah susah ikhlas beebe T.T yaudah yaa kita harus go on dan dukung mereka semua tapi bolehkan berharap? Makasih yaa aku seneng kalo kamu suka cerita aku :3 makasih yaa udah baca+ripiuu^^

kim jaerin oneshot? Aku jadi bingung beeb haha makasih yaa udah baca+ripiuu^^

Mr. Jongin albino iyaa aku sedih banget! Ga rela ga rela hikseuT.T tapi yah aku berharap yang terbaik :' ohya iya si junmen hamil muda baru abis lulus SMA~ wkwk XD kamu sebel ya? Aku sih sayang/? Wkw makasih yaa udah baca+ripiuu^^

PikaaChuu beb kenapa deg"an? Wkwk berasa cerita horror wkwkk ayok kita tendang massal si naga XD endingnya belom tahu siapa XD makasih yaa udah baca+ripiuu^^

DiraLeeXiOh mommy lagi nunggu timing yang tepat akakak XD sabar yaa nungguin moment krisdad sama babyhun :3 makasih yaa pujiannya. aku usahain update cepet! Makasih yaa udah baca+ripiuu^^

ruixi iya nih ada yang baru loh *ala afiqah*, aku akan usahakan supaya cepet update! makasih yaa udah baca+ripiuu^^

junmyunyifan emang si raja tega diamah/? Wkwkk semoga tetep greget yaa sampai kebelakang belakang nya amiin~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

rifdafairuzs nanti yaa pasti aku bakalan kasih moment krisdad sama babyhun koo~~ tenang~~ haha joonmom neomu yeppeo*ala SHINee* wkwk doain biar update cepet yaa.. makasih udah baca+ripiuu^^

littleXbetweenEO gak geregetan sama ku aja? Hoho XD jangan dicabik-cabik atuh kesian disayang aja mendingan biar gak bertingkah wkkw XD semoga update selanjutnya cepet yaa makasih udah baca+ripiuu^^

Windeer Fixiaolu iya aku sebenernya suka bikin adegan manis kayak hunhan di chapt.1 bikin aku terbang sendiri hahahXD sabar yaa beeb aku usahain update cepet! Makasih yaa udah baca+ripiuu^^

zoldyk aku akan usahain untuk update cepet! Makasih karena udah suka cerita ini akuya jadi seneng deh :D makasih yaa udah baca+ripiuu^^

cha jii ah annyeong reader baruku~~ hehe ini terinspirasi penggalauan tanggal 15 kemarin, kalau ditanya ada hubungannya, yaps ada! Haha, makasih yaa udah baca+ripiuu^^

DeerIAM sehun anak kris bukan ya? Kebaca kayaknya dari cerita sehun anak siapa XD *ketawa nista* yaudah kita nikmatin aja pertempuran duotower/? Anyway makasih yaa udah baca+ripiuu^^

j12 alasan apa ayo? Coba, diliat lagi nanti jalan ceritanya~~ haha aku ushain supaya update nya cepet~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

bellasung21 aku bakalan broken parah kalo dia keluar T.T kok pada deg"an deh? Berasa ini cerita horror haha deg"an kenapa beb? Makasih yaa udah baca+ripiuu^^

fuawaliyaah udah? Gimana enak gak? Haha XD sama sama yaa~~ makasih juga yaa udah baca+ripiuu^^

evirahmadani9 sabar yaa beb nanti seiring berjalannya cerita akan jelas alasan kenapa semua ini terjadi/? Wkwk XD aku akan berusaha supaya cepet update disabarin aja yaa~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

LynKim yeeyyy kamu ripiuu lagii sneng deh . aku gak akan bosan aku takutya kamu yang bosan sama cerita aku XD semoga jangan yaa~~ iya gak akan panjang koo, zitao itu ceritanya namja disini~~ ini sudah update selamat dinikmatin dan makasih yaa udah baca+ripiuu^^

Aoi maaf yaa kalo lamaa . aku usahain akan cepet update~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

jimae407203 aku jga sebenernya benci tbc maunya langsung abis sekali nge-post haha XD iya itu flashback kan, yang miring pasti flashback-an atau engga isi hati/? si tokoh~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

salsabilajum iya mereka dijodohkan, haha biasa lah~ ini kisahnya klasik banget haha XD makasih yaa udah baca+ripiuu^^

Emmasuho iya miris jadi sehun, haha tenag nanti dia akan mendapatkan apa yang seharusnya didapatkannya~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

lisnana1 haha iyaa beeb~~ kebahagiaan tak semudah itu didapatkan wkwk junmen egois karena dia sakit hati haha XD aku akan usahain supaya updatenya cepat~~ haha makasih yaa udah baca+ripiuu^^

sendal jepit iya mereka kenal, iya miris jadi babyHun *nangis dipojokkan bareng babyHun* haha makasih yaa udah baca+ripiuu^^

KrisHo WonKyu ayo tebak buat siapa? Joonmyeon kah? Atau nona Byun kah? Atau Jessica? Haha pertanyaan kedua kamu pasti kejawab di chapter ini~~ ini update silahkan dinikmati~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

exindira iya masa lalunya diliatin buat ngebanngun konfliknya jugaa~~ ayo maunya sehun sama siapa? Luhan? Atau Kyungie unyu? Haha makasih yaa udah baca+ripiuu^^

suhokris iya ya kenapa bisa? Haha XD ini aku lanjutin, selamat menikmati yaa~~ makasih udah baca+ripiuu^^

Archan'sGirl sama aku juga gakliat haha di TL aku deres banget soal konsernya, tapi pas konser katanya ditampilin foto Kris lagi meluk balloon dan itu sedih banget lihatnya T.T ini aku lanjutin selamat menikmati dan makasih yaa udah baca+ripiuu^^

sayakanoicinoe ini sudah diteruskan beb selamat menikmatin dana makasih yaa udah baca+ripiuu^^

kikiiyujunmyyun haha pengaruh keadaan makanya dia mempertahankan istrinya itu hehe XD makasih yaa udah baca+ripiuu^^

fallforhaehyuk iya dia gak pamitan dan itu yang memperburuk keadaan sekarang, iya pasti sehun bakal tahu semuanya~~ makasih yaa udah baca+ripiuu^^

aif jadi kalo bukan krisho engga dongs? :( sabar ya aif nanti aku kasih tau semuanyaaa~~ lalalaahaha XD ini mau cepet lanjut juga nih~~ haha ih mana bisa puter balik emang angkot apa aif :p makasih yaa aif udah baca+ripiuu^^

Duo Bubble-Kim316 wkwk mianhae aku gak bermaksud menggantungmu/? Ini udah update~~ selamat melanjutkan ke-gantung-annya/? Wkwkk XD makasih yaa udah baca+ripiuu^^

indaaaaaahhh kris suka banget salah paham ya? Hoho XD #akujugarinduKris hikseu~~ yayaaa~~ sudah ya kita jangan terlarut dalam kesedihan dan doakan saja yang terbaik ;) makasih yaa udah baca+ripiuu^^

DianLuvExokrisho jangan galau dums bebseu~~ jadi gaenak akunya/? Siapa mimpi buruk? Aku? Huaaaa *gesreknya mode on* hohoho anyway makasih yaa udah baca+ripiuu^^

krisho21 aku udah lanjut niihh~~ selamat menikmati yaa~~ makasih juga yaa kamu udah baca+ripiuu^^

begitulah, chapter 3 ini tbc dengan tidak elitnya akibat authornya yang begitu amat alay XD haha maafkan bahkan sampe detik ini typo alay nan gaelit masih bertebaran hingga keujung samudera/? Wkkw sekali lagi young mengharapkan ripiuu kalian yang sangat berharga buat bikin mood nulis young terjaga hehe~~ makasih yaa yang udah ripiuu~~ love you reader –deul, chingu –deul, young menantikan ripiuu kalian yang selanjutnya~~

gomawo~~

sincerely, Aquaryoung21