Chapter 3

Disclaimer Fujimaki Tadatoshi

Kuroko No Basuke Fanfiction

.

.

"Kau dimana! Selarut ini bersama Kise? Kalian ngapain! Oi Aomine?" Bentak Kagami sudah tak tahan lagi, mencoba berfikir jernih namun tak bisa.

Mencoba meyakinkan diri, namun kenyataan sudah gambar jelas di depan layar.

"Aaahhhhh~ berisikkkknyaa! Iya aku sedang bersama Kise, memangnya kenapa ?" ucap Aomine seperti bukan hal besar. Kagami yang tak habis pikir dengan jawajan sang pacar tidak cukup untuk memuaskan semua pertanyaan-pertanyaan yang semakin banyak di pikirannya.

.

Selingkuh? hubungan mereka bahkan belum 1 tahun berjalan..Bagaimana Aomine bisa selingkuh!

'Oiya Aominechi besok masih mau lagi?' terdengar suara Kise menyaut. Lagi? Eh tunggu dulu apa maksudnya dengan lagi. Kagami mulai berpikir keras menerjerjemahkan kata 'Lagi' dalam berbagai arti dan kondisi

'Ah iya, aku masih butuh soalnya' ucap Aomine menjawab pertanyaan Kise tadi.

Skakmate, kepala Kagami tak mampu lagi berpikir jernih. Hatinya serasa di tusuk oleh ribuan pedang. Aomine bahkan tidak mampu menyempatkan waktu untuknya, tetapi mengapa? Kise justru yang lebih di utamakan.

.

.

Tut tut tut

"Are? Di putus teleponnya?" ucap Aomine, heran. Mengapa tingkah Kagami yang tiba-tiba memarahinya kemudian menutup telpon secara sepihak.

OKE, TINGKAT KEBODOHAN AOMINE BAHKAN MELAMPAUI KAGAMI!

FLASHBACK END~~~~

.

.

"Aku yakin Aomine pasti memiliki alasannya sendiri" ucap Kuroko mencoba menenangi Kagami, memberikan keberanian untuk mempercayai.

"Emp, Terimakasih Kuroko" ucap Kagami yang menyadari bahwa tangan Kuroko sudah menepuk nepuk punggungnya seolah menegarkan si pemilik punggung.

Kurko baru menyadari adanya perasaan-perasaan menyenangkan di saat ia bisa berada si sisi orang yang dia sukai. Apakah ini juga yang di rasakan Akashi waktu berada di sampingnya?

.

.

BRUKKK BUKKKK

Terdengar suara pintu di banting, dan semua siswa/i melihat sang pelaku tak terkecuali Kagami dan Kuroko.

Tentu saja, pelaknya tak lain dan tak bukan adalah pemilik surai merah AKASHI SEIJUURO

Akashi yang sejak tadi menarik perhatian, memandang ke arah Kuroko dengan cepat. Menampilkan api cemburu yang terpancar jelas di mata dwiwarna yang bersinar semakin ketara, melihat tangan Kuroko berada di punggung Kagami membuat Akashi semakin cemburu. kesal dan marah semua bercampur dalam benaknya saat ini

.

Ia menarik tangan Kuroko dengan cepat, tanpa bersuara

"Ah? Akashi-kun?" ucap Kuroko tidak mengerti mengapa tiba-tiba Akashi datang dengan tampang marah, lalu menariknya seperti ini

"..." namun Akashi tidak menjawab

"Akashi-kun?" ucap Kuroko lagi, setelah sampai di ruang klub basket

"Apa yang kau lakukan?"

"Eh? makan siang" ucap Kuroko datar memang pada dasarnya, begitulah kenyataanya

"Dengan Taiga?"

"..." Kuroko baru menyadari bahwa ia tadi makan siang dengan orang yang di sukai.

Tapi?

Mengapa jantungnya malah berdetak cepat, setelah melihat mata dwiwarna sang Akashi?

.

"Kenapa?" ucap Akashi menyadari perubahan ekspresi Kuroko

"Eto?"

"O ya? Apa aku mengganggu waktu kalian?" sindir Akashi

"Eh?"

"Bukankah, kau sedang mendekati Taiga, Tetsuya?" sindir Akashi

"Apa maksud Akashi-kun?" ucap Kuroko mencoba untuk tidak mengerti

"Disaat Daiki dan Taiga bertengkar kau masuk dalam hub-"

"AKASHI-KUN!" bentak Kuroko, membuat Akashi terkejut dengan suara Kuroko yang di tinggikan

"Aku mungkin sempat menyukai Kagami-kun, tapi bukan berarti aku mau merusak kebahagiaannya bersama Aomine-kun."

"..." Akashi pun melepas tangan Kuroko yang sejak tadi di genggamnya erat

"Kalau begitu aku permisi dulu Akashi-kun, dan maaf tadi meninggikan suaraku" ucap Kuroko langsung membalik tubuhnya, melangkah pergi

Tangannya memerah tampak bekas genggaman Akashi masih belum hilang, namun entah mengapa justru hatinya yang lebih sakit

Apakah karena Akashi?
Akashi yang mengatakan kalimat itu?
Apa karena kata katanya?
Atau karna akashinya?

.

.

.

SEPULANG SEKOLAH

Aktifitas klub basket

Semua sudah berada di lapangan,

Saat Kuroko hendak masuk ke lapangan tiba-tiba, Akashi sudah berada di depannya

"Tetsuya, hari ini kau latihan seindiri perbaiki staminamu. Sebentar lagi akan ada pemilihan pemain inti untuk pertandingan. Bila staminamu masih seperi ini kemungkinan kau tak akan terpilih"

"Eh?" apakah Akashi ingin membalas dendam padanya? karena tadi Kuroko membentak AKashi?

"Karna itu latihan untuk mu hari ini, lari keliling lapangan luar"

"Baik Akashi-kun"

"Kau tahu batasmu, bukan?"

"Emp, Akashi-kun"

.

.

Lalu para Kisedai dan anggota lainnya berlatih tanding. Sedangkan Kuroko terus berlari, berlari dan berlari tanpa terasa udara dingin mulai menusuk.

Awan mendung pertanda akan hujan mulai tampak, dan gemuruh akan turunnya hujan pun mulai terdengar

"Are~ Kuro-chin gak ada ya?" tanya Murasakibawa dengan nada yang teramat malas

"Aku menyuruhnya latihan lari untuk meningkatkan staminanya" ucap Akashi

"Ooooo~" dengan nada yang tak kalah malasnya dengan yang tadi

"Lari memang dapat meningkan stamina seseorang dengan cepat. Tapi?" sambung Midorima

"Sebentar lagi akan turun hujan-ssu. Nanti Kurokochi pasti kedinginnan-ssu" ucap Kise dengan nada yang sangat ketara khawatirnya

"Tetsuya tidak bodoh. Bila hujan ia pasti kembali. fokus lah pada pertandingan ini" ucap Akashi singkat

.

'Urat nekat Kuroko lebih banyak dari urat bodohnya/-ssu' ucap Kagami dan Kise dalam hati

"Tetsu-kun~" ucap Momoi memandangi ke luar lapangan yang hampir hujan

.

.

Lalu mereka pun kembali melanjutkan latih tanding mereka, dan tentu saja dimenangkan oleh para Kisedai plus Kagami.

Waktu tlah menunjukan pukul 5 sore, hujanpun sudah mulai berhenti, waktunya aktifitas klub selesai, merekapun hendak pergi ke ruang ganti sampai terdengar suara Momoi yang terlebih dahulu keluar lapangan

"Te-tetsu-kun?!" ucap Momoi hampir seperti berteriak

"Ahhhh ahhh ahhh, momoi-san?" ucap Kuroko tengah mengatur nafasnya sambil terus berlari, tampak jelas tubuh Kuroko yang tercetak dari balik baju basah terguyur hujan sedari tadi, rambut yang di sibak ke belakang, kulit putih semakin putih karena suhu yang teramat dingin, bibir yang awalnya berwarna pink sudah mulai memutih karena menggigil.

Pemandangan Kuroko saat ini bisa membuat para UKE menjadi SEME di depannya! (^/^)

.

.

Akashi yang berada di belakang para Kisedai pun, tak kalah terkejutnya dengan yang di depan.

Melihat betapa Kuroko sangat tampak pucatnya

"Sekarang temui pelatih dulu. Besok pengumuman tim inti" ucap Akashi berjalan melewati para Kisedai dan Kuroko untuk ke ruang ganti mengganti baju untuk segera pulang

.

Para kisedaipun sudah pada pulang,

Kise harus menjemput pacarnya kasamatsu senpai di SMA KAIJO

Murasakibara tadi dijemput himuro tatsuya sang pacar dari YOSEN, yang sedang berkunjung ke sini sengaja untuk bertemu Murasakibara

Midorima tadi di jemput oleh Takao dengan gerogak sepedah

sedang Momoi di jemput pacarnya Chihiro senpai kelas 3 SMA TEIKO

sedangkan Aomine dan Kagami tentu saja walau kelihatannya mereka masih tidak akur

.

.

Setelah bertemu pelatih, Kuroko pun segera ke ruang ganti

"Eh? Akashi-kun?" ucap Kuroko kaget melihat Akashi masih berada di ruang ganti

"Cepatlah ganti baju, sebelum masuk angin. Biarku antar"

"Eh?Akashi-kun duluan saja"

"Jangan membantah" ujar Akashi tegas membuat Kuroko diam seribu bahasa

"Pakai ini" ucap Akashi

"Tap-"

"Jangan membantahku Tetsuya" pada akhirnya Kuroko hanya bisa menuruti apa mau dari sang pemilik dwiwarna, mau menolak namun tak bisa.

.

Di dalam mobil

"Mengapa kau bodoh sekali. Hujan-hujanan seperti tadi" Akashi membuka mulut menyindir Kuroko

"Aku tidak bodoh Akashi-kun" ucap Kuroko tidak terima

"Hahhhhh~ besok aku akan menjemputmu jadi bangunlah lebih pagi"

"Eh? Tidak usah" elak Kuroko

"Apa kau begitu menyukai Taiga dari pada aku? Tetsuya" mendengar apa yang di ucapkan Akashi membuat mata Kuroko membulat sempurna melihat Akashi tak percaya. Jantungnya berdetak lebih cepat, wajahnya yang awalnya putih pucat kini berubah semerah tomat

"Wajahmu sangat merah, apa kau demam?" ucap Akashi menempelkan tangannya di dahi Kuroko. mulai mengabaikan pertanyaannya tadi

"Ter-terlalu dekat" ucap Kuroko mencoba mengangkat tangan Akashi dengan suara yang hampir berbisik Akashi yang melihat perubahan Kuroko yang merah padam, karena tangannya dan sikapnya yang sedari tadi salah tingkah membuat Akashi menyadari sesuatu

"Hmp, memang mengapa bila aku mendekat, Tetsuya"

"kau menyukai taiga, tapi mengapa wajahmu merah padam, tingkahmu serba salah di dekat ku?" ucap Akashi lebih seperti menggoda Kuroko

"Akashi-kun tidakkah, Akashi-kun terlalu kepedean?"

"Hahahahah" baru pertama kali ada yang berani bilang seperi ini kepada Akashi seijuuro

.

.

SETELAH SAMPAI

"Ka-san, aku pulang" ucap Kuroko mengetuk pintu

"Iya sebentat tet-chan.(membuka pintu) ara?
tet-chan pake di antar pacar segala" goda sang ibunya membuat Kuroko hampir berteriak

"Ka-san...pacar?siapa?" ucap Kuroko mencoba menyakal

"Ahh~ Tetsuya. tak perlu malu seperti itu" tambal Akashi menggoda Kuroko yang sedari tadi sudah sangat malu

"Kashi-kun tidak pulang?" sidir Kuroko yang tak kalah pedas seperti biasa

Namun bagi Seijuuro, sifat Kuroko yang ini lah yang membuatnya tak pernah bisa berhenti memikirkan Kuroko Tetsuya sampai saat ini. di saat semua berlomba-lomba untuk menjalin hubungan teman, kawan, kekasih hanya Kuroko Tetsuya saja yang tak mempan dengan pesona bak rengkarnasi raja di masa lalu ini.

"Tet-chan yang sopan" tegur sang ibu masih nyaman menemani mereka berdua

"Maaf, ka-san. Akashi-kun maaf" Kuroko pun segera menundukan kepala iapun sadar bahwa ucapannya tadi sedikit kelewatan

"Haha, tentu saja Tetsuya, ini aku akan pulang kalau begitu Kuroko-san saya mohon pamit"
berbeda dengan anak berbeda juga dengan sang ibu

.

.

Besoknya~~

Sekolah berlalu seperti biasa, lebih tenang karena seharian Kuroko belum bertemu dengan sang rengkarnasi raja gunting, namun itu tak berlangsung lama sampai

Kring kring kringggggggg

Ternyata hp Tetsuya lah yang berbunyi iapun segera mengangkat telponnya namun anehnya itu adalah nomor privat?
Nomornya di privvvaattttt? Siapa?

"Moshi moshi?" diangkat juga?

"Apakah ini Kuroko Tetsuya?" Suara bariton lebih berat dari milik Akashi? Namun Kuroko yakin ia tak memiliki kenalan dengan suara ini

"Iya benar? Maaf ini dengan siapa?"

"Saya Akashi Masaomi, ayah dari Akashi seijuuro"

"..." Mendengar kalimat 'ayah dari Akashi seijuuro' tubuhnya tiba-tiba menedang menjadi batu seketika

"Bisakah kita bertemu, ada yang ingin ku katakan"
Dan tubuh kurokopun semakin tegang ia bahkan tak yakin wajahnya sudah pucat pasi seperti orang mati apa masih normal seperti biasa?

"Te-tentu Akashi-san" ucap Kuroko mencoba untuk menahan suara yang sudah bergetar

"Kalau begitu nanti malam jam 7. supir ku akan menjemputmu di rumah mu. dan jangan sampai Sei tahu" ucap suara bariton semakin tegas

"Baik, Akashi-san"

Tutttt tuuttt tuttttt

Suara terputus sepihak, membuat Kuroko sedikit bernafas lega

'tidak anak tidak ayah. benar benar seenaknya memutuskan'
ucap Kuroko dalam menghela nafas

.

.

MALAM JAM 7

Kuroko Tetsuya bertemu Akashi Masaomi di restoran yang bisa di bilang berbintang

Suasana klasik, remang remang di temani lampu redup mengindahkan suasana malam itu, dan Kuroko masih tidak mengerti maksud ayah Akashi ingin bertemu dengannya

"Emp~ Ano Akashi-san. Ada apa ingin bertemu dengan saya" ucap Kuroko mencoba sopan walau didepan seorang Akashi yang tidak ia SUKAI?

"Tentu saja untuk membahas pernikahan kalian"

ughhh~

Kuroko yang belum makan ataupun tersedak mendengar pernyataan Akashi Masaomi di depannya matanya seolah bertanya tanya mengapa Kuroko bereaksi seperti itu

"Eng, ano Akashi-san sepertinya anda salah kira" ucap Kuroko mulai meluruskan masalah

"Maksudmu?"

"Saya dan Akashi-kun-" belum selesai Kuroko bicara Masaomi memotong

"Bisakah kau memanggil namanya. Memanggil nama marganya aku jadi sedikit bingung, siapa yang sedang kau panggil Tetsuya"

'Ahhhh~ sama dengan anaknya. Main panggil nama dengan seenak jidat' ucap Kuroko dalam hati

"Ba-baik. saya dan Sei-kun belum pacaran jadi mana mungkin saya menikah dengan Sei-kun" ucap Kuroko mulai malu menyebut nama depan Akashi seijuuro berulang ulang

"Apa?"

"Mengapa anda sangat terkejut?" Kuroko tidak mengerti pengapa ekspresi ayah Akashi bergitu terkejut

"Beberapa waktu kedepan awalnya aku ingin mengenalkannya dengan beberapa anak teman bisnisku, biasanya Sei terima-terima saja. Tapi tiba tiba ia bilang, tidak akan mengikuti acara perjodohan itu lagi. Jadi ku kira Sei sudah punya kekasih dan dia jawab ia, dan ku selidiki"

"Dan anda kira kekasih Se-Sei-kun adalah saya?" ucap Kuroko masih terbatah batah saat menyebut nama Akashi sambil menyembunyikan semburat merah di pipinya yang mulai ketara

"Benar" pria berusia didepannya mengangguk kecil

"Maaf Akashi-san. tapi Sei-kun tak pernah meminta saya menjadi kekasihnya. Dia saja yang asal menghakimi saya pacarnya. Tanpa menanyakan terlebih dahulu persaan saya" tegas Kuroko walau ia tahu yang didepannya adalah seorang Akashi yang jauh lebih hebat dari Akashi yang ia tahu sebelumnya

"Kalau begitu harusnya aku jodohkan saja dia dengan anak rekan bisnisku yang waktu itu" gerutu Akashi Masaomi yang ketara jelas jelas menahan amarah

"Sifat itulah yang menurun pada Sei-kun"

"Apa?"

"Ya sifat yang asal menghakimi anda tanpa anda sadari telah menurun pada Sei-kun"

"Baiklah (menghela nafas), tapi coba pikirkan lagi, bukankah lebih baik Sei ku jodohkan dengan anak rekan bisnisku. Karena disisi lain Tetsuya tidak menyukainya"

"Apakah Akashi-san pernah menanyakan perasaan aka- Sei-kun terlebih dahulu. Tidak kan Akashi-san berfikir bahwa Sei-kun lelah harus mengikuti perjodohan yang hanya untuk keuntungan bisnis, tanpa memikirkan perasaannya? Tidak kan Akashi-san memposisikan diri sebagai Sei-kun?" masaomi sedikit tersinggung dengan perkataan Kuroko, namun ia juga membenarkan walau ketara sekali ia terngah tersinggung

"Tapi bukankah itu lebih baik walau mereka mencintai Sei-kun atas dasar keuntungan bisnis. Setidaknya mereka mencintainya, sedangkan Tetsuya sendiri tidak mencintai Sei, kurasa tak berhak berbicara seperti itu" tantang Akashi masaomi

"Emp, anda benar" ucap Kuroko mulai memejamkan matanya membuat Akashi Masaomi di depannya sedikit kecewa dengan tanggapan Kuroko Tetsuya

"Tapi itu karena Sei-kun tak pernah bertanya?"

"Bertanya? Apa maksudmu?"

"bertanya apakah saya mau mencoba untuk mencintainya?
bertanya apakah saya mau membuka hati untuknya?
bertanya apakah saya mau memberikan kesempatan untuknya agar kita bisa saling mencintai?
bertanya apakah ia mau melepaskan semuanya untuk mencintai saya?
dan bertanya apakah saya membencinya bila ia tetap mencintai saya, walau saya tak memilihnya nanti?"

'Sepertinya aku mengerti mengapa Sei menyukai pria muda ini'

"Hmp, kau benar Tetsuya" ucap Akashi Masaomi di depannya dengan senyuman tulus, mungkin Akashi seijuuro akan sewibawa ini saat tersenyum nanti, pikir Kuroko

"Kalau begitu kita sudahi saja pertemuan ini. nanti akan kuhubungi lagi" ucap pria yang hampir berusia 40 an itu

.

.

Setelah makan malam itu menghabiskan kurang dari 2 jam lebih karena itulah Kuroko diantar supir pribadi Masaomi sampai di rumahnya

JAM 10 DI KEDIAMAN AKASHI

Terdengar suara pintu di buka, dan Akashi Masaomipun sampai dirumah, disambut dengan anak sematawayangnya yang sedang minum teh ditemani dengan berkas berkas penting OSIS dan beberapa berkas perusahaan. Walaupun Akashi Seijuuro masih bersekolah ia tetap membantu di perusaan Akashi Corp agar terbiasa dengan kegiatan perusahan nanti

"Selamat datang kembali ayah" ucap Akashi tanpa memandang siapa yang melangkah. Karena ia sudah sangat hapal langkah sang ayah yang telah menemaninya selama 17 tahun belakangan ini

"Oh Sei. Kau belum tidur?"

"Ya, sebentar lagi selesai. Kopi? Teh?" ucap sang anak menawari sang ayah yang mulai duduk di bangku yang berhadapan dengan sang anak

"Tidak udah tadi ayah makan di luar jadi tidak usah" ucap sang ayah mulai menyeringai

"Dengan rekan bisnis lagi?" ucap Akashi Seijuuro masih fokus dengan berkas di depannya

"Bukan, dengan Kuroko Tetsuya" seringaian sang ayah semakin lebar

Berkas yang tadi ada di tangan Akashi seijuuro terjatuh begitu saja di meja, otaknya masih memproses jawaban sang ayah.

.

.

KUROKO TETSUYA?MAKAN MALAM DENGAN AKASHI MASAOMI, TETSUYA MAKAN MALAM DENGAN AYAH?
BAGAIMANA BISA?
MENGAPA?

Pertanyaan tak kunjung berhenti dari otaknya

"Apa maksud ayah" tiba-tiba mata dwiwarna Akashi mengkilat tajam mengarah pada sang ayah

"Wah wah jangan marah dulu" ucap sang ayah menahan tawa melihat anaknya yang sudah mulai naik darah

"Tadi aku mengajak Tetsuya makan untuk membahas pernikahan kalian nanti setelah lulus" ucap Akashi Masaomi memasang wajah misterius

"Apa? Lalu apa responnya" ucap Akashi sedikit melonggarkan urat tegangnya

"Takkan bisa menebaknya Sei" ucap ayahnya melepas tawa yang sedari tadi di tahannya

"Hmp. Itulah mengapa aku menyukainya. Dia selalu saja di luar perkiraanku" ucap Seijuuro kembali merapihkan berkas yang sempat terjatuh tadi

"Dia menceramahiku" ucap sang ayah dengan nada sedikit mengadu seolah tengah merajuk

"A-apa?" seijuuro terkejut bukan main dengan apa yang di lihatnya

Lalu Akashi Masaomi pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir pertemuannya. Setiap cerita keluar dari mulut sang ayah ekspresi Akashi Seijuuro selalu berubah-ubah membuat Akashi Masaomi sedikit terkejut anaknya bisa membuat ekspresi ekspresi seperti yang telah anaknya lakukan disadari ataupun tanpa di sadari

Lalu setelah semua cerita selesai Akashi seijuuro mengeringai seolah merencanakan sesuatu

"Ayah, weekend ini kau pergi keluar kota bukan?" ucap Akashi seijuuro membuat sang ayah bertanya tanya

"Ya"

"..." dan seringai pun semakin tampak

"Hei jangan tak mau ada kasus aneh aneh" tegas sang ayah

"Tenang saja ayah aku tak akan menculik Tetsuya aku akan membuat dia sendiri yang datang padaku"

"Hehhhhh" ucap sang ayahnya seolah meragukan

"Ayah meragukanku? Lihat saja setelah ayah kembali ayah akan mendapati Tetsuya sebagai menantu"

"Sei?"

"Aku tak akan macam-macam tenang saja" dan seringai sang anak semakin lebar

"Terserah padamu saja Sei. tapi yang pasti ayah tak butuh kata gagal darimu" ucap sang ayah mulai beranjak dari tempat semula

.

.

WEEKENDD~~~~~

Akan ada latihan tambahan, di rumah Akashi namun hanya beberap saja yang di undang

Kuroko Tetsuya

Aomine Daiki -Kagami Taiga

Kise Ryota-Kasamatsu Yukio

Midorima Shintaro-Takao Kazunari

Murasakibara Atsusi-Himuro Tatsuya

Tadinya Momoi Satsuki juga di undang namun sayang Chihiro-senpai sedang sakit jadi ia tak tega meninggalkan sang pacar karena itu ia tak ikut

.

Di pagi hari para Kisedai dan yang lain melakukan latih tading dan yang kalah harus memasak makan siang

.

Kagami, midorima, Kuroko, murasakibara dan himuro

Aomine, takao, Akashi, Kise dan kasamatsu

"Kita harus menang!" entah mengapa Aomine jadi sangat bersemangat

"Ohh, ini akan jadi menarik" Akashi mulai

"Aomine-chii semangat sekaliiii-ssu" kisepun juga menjadi terbakar api semangat sama dengan Aomine

"Ohhhh ayo menangkan pertandingan ini!" kasamatsu mulai mengikuti

"Eh? Bukan begitu, aku gak bisa masak abisnya" ucap Aomine membuat semua yang tadi mulai berdecak kaget di buatnya api semangat Aomine membara karena tak mau masak?

"OIIIII" Kagami mulai kesal melihat tingkah watados sang pacar (WA-jah TA-npa DO-sa)

"Hihihihi shin-chan aku juga tak akan mengalah" ucap takao yang kini berperan menjadi lawan

"Huh~!siapa yang perduli nanodayo" dan sunderenyapun kumat

.

PERTANDINGAN PUN DI MULAI

Pertandingan yang berlangsing hanya 20 menit namun mereka seperti bermain 4 babak dalam pertandingan sungguhan, peluh membanjiri tubuh, wajah pucat pertanda stamina yang terkuras, napas yang mulai sersengal membuat nada nada melodi nyaring derap kaki yang mulai melemah. Pertanda pertandingan tlah selesai

"Aomineeeeee temeeee kau menggunakan gerakan baru lagi! Hah hah hah" ucap Kagami masih mencoba mengatur napas

"Hahaha mau mengalahkanku butuh waktu 100 tahun. Baka!" ucap Aomine mengacak kepala Kagami, Kuroko melihat pemandangan di depannya terdiam. entah mengapa tak ada rasa kesal, marah dan kecewa seperti waktu itu iapun bingung. kepala sedikit di miringkan. tangan menyentuh dada, dan meremahnya apakah ada yang salah dengannya ia jelas jelas melihat kemesraan pujaan hatinya dulu tapi dia tak marah maupun kecewa?

Akashi yang tak sengaja melihat Kuroko meremas dadanya mata Kuroko lurus mengarah pada Kagami dan Aomine yang masih nyaman bercakap cakap riang, Akashi merasa ada yang tidak beres dengan Kuroko segera mendatanginya.

"Tetsuya, kuharap hari ini tim yang KALAH akan membuatkan sup tofu" ucap Akashi yang sedikit menyindir itu sedikit menyadarkan Kuroko dari lamunannya

"Tenang saja Akashi-kun kami akan membuatkannya, lagi pula aku tidak bisa MASAK. Jadi KU harap Akashi-kun akan MENGHABISKANNYA" ucap Kuroko juga penuh penekanan membuat seringaian Akashi semakin lebar

"Oi Kise!" tiba tiba kasamatsu mendekati Kise yang sedari tadi duduk tak bertenaga karena menggunakan perfect copy sedari pertandingan di mulai

"Ah~ kasamatsu-senpai ssu" ucap Kise dengan senyuman yang jelas jelas sangat di paksakan

"Apa kakimu mulai terasa lagi?" kaki Kise memang pernah cidera dan itu merupakan hal yang fatal bagi pemain basket

"..." namun Kise tidak menjawab hanya mencoba mengalihkan pandangan dari kekasihnya yang sedang menatapnya intens

"OII!?" kasamatsu mencoba protes karena tak segera di tanggapi

"Muro-chin~" ucap Murasakibara mencoba menarik perhatian Himuro

"Ah? Ada apa Atsushi?" ucap Himuro saat sudah di depan kekasih besarnya itu

"Sepertinya Kise-chin perlu di obati pergelangan kakinya~" ucap Murasakibara dengan nada yang teramat malas

"Ah?" ucap Himuro mengerti, karena ia dulu pernah memijat kaki Murasakibara saat cidera dan itu sangat berefek

"Kise-kun apa kau bisa berjalan?" ucap Himuro mendekat

"Ah~ emp" ucap Kise singkat, membuat Kasamatsu sedikit kesal ia adalah pacarnya namun tak di tanggapi sedangkan Himuro yang entah berantah datang dari mana mendapatkan tanggapan

"Eh? Kise-kun apa cederamu kambuh" tiba-tiba Kuroko sudah berasa di samping kerumunan

Semua yang tak menyadari kehadiran Kuroko sontak terkejut mata membulat sempurna namun Kuroko tidak mengubrisnya ia hanya menatap kaki Kise yang sedang di sentuh oleh himuro kakak sepupu Kagami walau himuro tatsuya dan Kagami taiga seumuran

"Kurokochiiiiiiiii~~~~~" rengek Kise langsung menerjang Kuroko

"Ah? Sesak. Kise-kun" ucap Kuroko mencoba melepaskan pelukan maut sang model

"Hahaha. kalau bisa berbuat seperti itu berarti kau bisa jalan bukan. Setidaknya nanti sore aku akan memijat Kise-kun, tapi jangan terlalu memaksakan" ucap himuro melihat tingkah si model

"..." namun sang pacar, Kasamatsu hanya sibuk memperhatikan tapi tak mau ambil pusing, Kise akan di obati, itu saja sudah cukup

.

.

DIDAPUR~~~~~~

"Himuro-san bisa kita memasukan menu sup tofu untuk siang ini" ucap Kuroko sambil mengupas wortel dan sayuran lainnya

"Emp tentu saja" ucap Himuro dengan poker face seperti biasa

Midorima yang sedari tadi mengaduk ngaduk bumbu kaldu dan Kagami yang sedang membantu Kuroko memotong-motong sayuran sedang yang lain tengah bermin basket ringan di luar ada pula yang tengah mandi ada juga yang berada di kamar sedang tidur atau lebih tepatnya termenung?

"Hmp ano Kagami-kun?" ucap Kuroko

"Ada apa?" ucap Kagami masih fokus dengan pekerjaannya

"Kau sudah baikan dengan Aomine-kun?" ucap Kuroko masih dengan nada datar yang sama

"Ahh~ emp" ucap Kagami dengan sedikit tampak semburat merah di pipi

.

.

.

FLASHBACK~~~~~

Tut tut tut terdengar suara pertanda sambungan dimatiakan sepihak

"Aominechi? itu kagamichi yang menelepon?" ucap Kise yang tengah memilah milah baju untuk di kenakan

"Ah emp" ucapnya singkat tak mau mengambil pusing

"Apa? Aominechi tak bilang akan mengikuti kerja sampingan di sini-ssu?" ucap Kise mulai memasang wajah horor namun tak di tanggap serius oleh Aomine yang sudah terbiasa dengan semua sandiwara Kise

"Mana mungkin aku bilang kan" ucap Aomine singkat membuat tanda tanya besar. Kenapa?

"Kenapa-ssu?" dengan polosnya Kise bertanya namun Aomine hanya menggaruk kepala dan bilang bawa

"Ya karena aku mengambil kerja sampingan ini untuk memberinya hadiah. kemarin saat kami pulang ia melihat jam tangan yang cukup merogoh kocek. jadi aku mengambil kerja sampingan ini, kerja sampingan menjadi model. kurasa tidak buruk juga"

"Tapi tetap saja-ssu, itu akan membuat Kagamichi salah sangka kau harus menjelaskan semuanya Aomineciiiiiii" rengek Kise membuat telinga sapa saja yang mendengarnya bisa mendadak tuli

"Wakattaaaaa (baikklaahhhh) cukup dengan menjelaskan saja bukan!"

.

.

Besoknya

Aomine mencari Kagami sedari tadi namun tak menemukannya kekelas kantin taman sekolah belakang sekolah sampai ia tanpa sengaja melihat Akashi yang sedang manarik tangan Kuroko. dan ia pun tersadar akan satu tempat terakhir yang pasti di tempati sang pacar saat ini

Atap sekolah

"Oi Kagami!" teriak Aomine melempar kotak tepat setelah ia meneriaki nama sang pacar dan membuat Kagami terbelalak kaget, namun ia tetap bisa menerima kotak yang tadi telah di lempar oleh kekasihnya

"Bagaimana?"

"Udah buka aja" tegas Aomine, di turuti oleh Kagami yang mulai membuka kotak tadi matanya terbelalak kembali tak percaya dengan yang ia lihat

"Ini?!" ucap Kagami memandang Aomine masih dengan mata yang tengah membulat sempurna

"Bukankah kau menginginkannya" ucap Aomine

"Aku membelinya 2 jadi pasangan" ucap Aomine berbicara sangat enteng seolah bukan hal besar

"Ta-tapi inikan mahal, kau membeli 2?"

"Huhhh~ aku kerja sampingan di tempat Kise" ucap Aomine ringan

"Eh? Kise?"

"Ya, beberapa waktu belakangan aku kerja sampingan sebagai model pakaian olahraga di tempat Kise. Karena itu aku sering pulang bersamanya belakangan ini kau tak bisa menghubungiku pun itu penyebabnya. jadi-" ucap Aomine sudah di potong oleh Kagami

"Maaf!"

"Ehh?"

"Telah berfikir yang tidak tidak maaf!" tegas Kagami memejam kan mata dengan membukuk 45 derajat membuat Aomine segera menghampirinya

"Oi! sudah, lagi pula aku juga yang salah tidak memberi tahumu" ucap Aomine mulai menarik tangan Kagami mendekat, untuk semua siswa dan siswi sudah pada masuk kelas dalam artian mereka sedang membolos perlajaraan saat ini

"Jadi berhentilah berfikir yang tidak tidak Bakagami, karna setelah ini bersiaplah dengan hukumanmu" ucap Aomine mulai menampakan seringai mesumnya

"Oiiii! Ahomineee" tak terima hanya ia yang disalahkan

FLASHBACK END~~~~

TBC