Bleach : Tite Kubo
Rival and Love : Yutha45
Warning : OOC, Typo's, gaje dll
Pairing : IchiRuki
Summary : Dari kecil Rukia selalu menganggap Ichigo adalah saingannya, dan rukia juga sangat tidak suka dengan Ichigo, tetapi setelah Ichigo meninggalkannya sendirian, barulah dia sadar kalau dia membutuhkan Ichigo. Dan ketika Ichigo datang untuk ke dua kalinya ke kehidupan Rukia apakah yang akan di lakukan Rukia ?
.
.
.
Rival and Love
Pagi ini seperti biasa Rukia berangkat menuju ke sekolah, karena memang itulah kewajiban sebagai seorang siswa, pagi ini Rukia ke sekolah lebih pagi dari biasanya, alasannya sih ada rapat osis pagi ini, begitu katanya pada Ibunya, tapi alasan yang sebenarnya adalah dia malas bertemu dengan manusia berambut Jeruk yang bernama Ichigo,
Dia benar-benar kesal pada Ichigo, bisa-bisanya kemarin Ichigo menggombal padanya sambil memperlihatkan cincin chappy pemberiannya waktu kecil, yang membuat Rukia senang, tapi kau tahu betapa sakit hati Rukia ketika melihat Ichigo di cium wanita lain? ya… walaupun hanya di pipi tapi tetap saja di cium kan?, entah siapa nama wanita berkuncir kuda berpita merah yang mencium Ichigo kemarin, yang jelas Rukia tidak perlu sibuk-sibuk menanyakan nama wanita itu pada Ichigo,
"Dasar laki-laki gombal " umpat Rukia sambil menghentakkan kakinya begitu mengingat kejadian kemarin, dia sangat kesal. Bila sudah kesal seperti ini pasti dia akan ke taman dekat sekolahnya untuk menenangkan diri,
Sedangkan pemuda berambut Orange yang bernama Ichigo sudah sampai di depan rumah keluarga kuchiki,
Segera saja Ichigo masuk ke rumah Rukia namun dia harus kecewa karena ibu Rukia mengatakan kalau Rukia sudah brangkat pagi-pagi sekali ke sekolah untuk rapat osis, padahal Ichigo tahu tidak ada rapat osis pagi ini, Rukia hanya ingin menghindarinya
Dengan langkah yang berat Ichigo meninggalkan rumah keluarga kuchiki,
"Hei… Ichigo…" teriak seorang pemuda berambut Merah Jabrik, ya… siapa lagi kalau bukan Ashido, Ichigo pun membalikkan badannya
"Apa ?" tanyanya ketika Ashido sudah ada di depannya
"Rukia mana ?" tanya Ashido
"Brangkat duluan" kata Ichigo singkat kemudian meninggalkan Ashido
"Hei tunggu aku…" kata Ashido kemudian mereka berangkat ke sekolah bersama-sama di perjalanan menuju kesekolah Ashido terus memikirkan 'Kenapa Rukia brangkat duluan ya…, bukannya Rukia suka dengan Ichigo seharusnya mereka brangkat ke sekolah bersama-sama, sepertinya ada yang aneh,' begitulah pikiran Ashido
Di sebuah taman yang indah banyak bunga-bunga yang cantik, sangat indah. Di sebuah bangku duduklah wanita bungil bermata indah yang bernama Rukia, dia sangat malas ke sekolah karena di sekolah dia akan melihat Ichigo, orang yang membuatnya kesal.
"Hah… ini menyebalkan" kata Rukia kemudian melihat jam tangannya, sepuluh menit lagi bel sekolah akan berbunyi, kemudian dia pun beranjak dari temat duduknya menuju ke sekolah.
n_n
Di dalam kelas pemuda berambut oarange bernama Ichigo itu dengan gelisah menunggu Rukia yang dari tadi belum juga muncul-muncul, padahal tadi pagi Ibu Rukia mengatakan kalau Rukia brangkat pagi, tapi kenapa jam segini belum datang? itulah yang sedari tadi di pikirkan Ichigo, Ichigo sangat kawatir, di tempat duduknya dia duduk dengan gelisah, Ashido yang melihat itu pun merasa aneh
'Apa sebenarnya yang terjadi antara Ichigo dan Rukia?' pikirnya
Tak berapa lama ketika bel belajaran akan berbunyi munculah gadis mungil yang sedari tadi di tunggu-tunggu Ichigo, tanpa menoleh ke arah Ichigo, Rukia langsung duduk di bangkunya
"Untung kau tidak terlambat Rukia" kata Momo ketika Rukia duduk di bangkunya Rukia pun hanya membalasnya dengan senyuman dan ketika Ichigo akan beranjak dari bangkunya untuk menghampiri bangku Rukia
"Teeet …. Teet…."
Terhalanglah niatnya karena bel masuk kelas sudah berbunyi, sepertinya Ichigo harus menahan diri untuk tidak berteriak karena kesal.
Ketika jam istirahat pun Ichigo harus kembali menahan kesal karena Rukia sudah menghilang duluan sebelum dia sempat menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, ini semua karena fansnya yang buas-buas itu langsung menggrumuninya ketika bel tanda istirahat berbunyi. Ternyata fansnya tidak kapok menggagunya setelah dia bentak kemarin, Ichigo pun hanya bisa menghela nafas pasrah
Sedangkan Ashido tidak jauh beda keadaannya dengan Ichigo padahal dia juga ingin berbicara dengan Rukia tapi gagal karena fansnya
Ashido POV
Sial...! kenapa mesti ada fans sialan ini sih, padahal aku ingin berbicara dengan Rukia, aku tahu Rukia dan Ichigo sepertinya ada masalah karena kelihan dari tadi mereka tidak saling berkomunikasi. Tidak seperti biasanya, ini terlalu aneh apalagi mengingat kemarin Rukia sangat senang karena Ichigo, tapi kenapa sekarang mereka seperti itu ?
Semua ini memusingkanku, awas saja Si Jeruk itu menyakiti Rukia, tidak akan ku maafkan, dari kemarin aku sudah bertekat aku akan tetap mengejar Rukia, aku akan membahagiakannya karena aku tahu aku lebih pantas untuknya dari pada Jeruk sialan itu
Sebelum aku mendengar dari mulut Rukia kalau dia memang tidak bisa mencintaiku aku tak akan mundur itulah prinsipku dari kemarin
Dan sekarang yang harus aku lakukan adalah mendekati Rukia hingga dia berpikir kalau aku lebih pantas bersamanya, aku akan menghiburnya jika dia sedih. Tapi sekarang dimana Rukia ? dari tadi dia sudah menghilang , aku harus mencarinya.
End Of Ashido Pov
Kali ini Rukia berada di perpustakaan, tempat yang tenang dan di sana hanya ada kutu buku seperti Ishida, Toushiro, Nemu, dan anak kutu buku lainnya, Rukia pun mengambil tempat di pojok ruangan perpustakaan, tempat yang strategis untuk bersembunyi
"Boleh aku duduk di sini? "
Tanya seseorang yang membuat Rukia mendongak dan melihat orang tersebut ternyata dia adalah laki-laki pendek berambut putih bernama Toushiro
"Ya, Silahkan duduk Toushiro" kata Rukia sambil tersenyum, jika kalian bertanya kenapa Rukia mengetahui nama pemuda itu, itu jawabannya karena pemuda itu adalah juara dua umum, dan tentu saja Rukia tahu siapa-siapa saja orang-orang berotak jenius sepertinya salah satunya ya Toushiro ini.
"Tumben Kuchiki ke perustakaan" kata Toshiro ketika sudah duduk dan menghadap Rukia
"Ingin saja, sudah lama tidak ke perpus" kata Rukia
"Oh.. ." kata Toushiro kemudian melanjutkan membaca bukunya, Rukia pun sama dia pun melanjutkan membaca bukunya.
Begitulah hari-hari Rukia dia terus menghindari Ichigo, Ashido yang mencarinya pun tak pernah menemukan Rukia, karena Ashido tidak pernah berpikir kalau Rukia berada di perpustakaan, dia hanya tahu kalau Rukia senang berada di taman belakang sekolah.
Ketika di rumah pun Rukia selalu menghindari Ichigo ketika Ichigo berkunjung kerumahnya dia akan berpura-pura tidur, atau dia menyuruh ibunya untuk mengatakan kalau dia sedang belajar dan tidak boleh di ganggu.
Hingga akhirnya Ichigo kesal dengan aksi kucing-kucingan Rukia, pagi-pagi sekali dia sudah ada di depan rumah Rukia, pagi ini sangat dingin tapi Ichigo tidak perduli dia harus segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Rukia,
" Samui desu … "guman Ichigo yang masih setia menunggu Rukia keluar dari rumahnya, tak berapa lama kemudian muncullah Rukia yang tidak mengetahui kalau Ichigo sudah menunggunya dari tadi di depan gerbang rumahnya. Dengan santai putri keluarga kuchiki itu keluar dari rumahnya,
"Rukia…"
Ketika mendengar ada orang yang memanggilnya
'Deg'
Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya kenapa begitu? Itu karena orang yang memanggilnya adalah orang yang selama beberapa hari ini di hindarinya, ya… siapa lagi kalau bukan Kurosaki Ichigo. Dengan segera Rukia mengendalikan emosinya kemudian dia membalikan badannya dan berkata
"Sedang apa kau di sini ? " tanyanya sambil menata tajam mata Ichigo
"Rukia kau marah padaku karena kejadi-" belum selesai Ichigo berbicara Rukia sudah memotongnya
"Kejadian apa ? sebaiknya kau jangan menggangguku, sudah cukup aku tertipu dengan bualanmu itu! " kata Rukia
"Kau harus mendengarkan penjelasanku dulu Rukia, dia Senna teman ku di Amerika dia orang Jepang yang sama sepertiku yang melanjukkan belajar di Amerika dan sekarang dia sedang liburan ke Jepang, dan ketika dia sampai di Jepang dia langsung menghubungiku kemudian aku katakan aku sedang sakit karena itulah dia berkunjung kerumahku" jelas Ichigo panjang lebar
"Sudah selesai?, aku tidak percaya padamu. Mana ada teman mencium pipi begitu" kata Rukia sinis
"Rukia dengarkan aku di Amerika ciuman pipi antara sahabat itu sudah biasa" jelas Ichigo lagi
"Sudahlah Ichigo aku tak percaya padamu lagi, kau pembohong!" Kata Rukai sembari berlari meninggalkan Ichigo yang kemudian tersentak dan mengejar Rukia.
Tapi memang larinya Rukia sangat cepat Ichigo tidak berasil menyusulnya walaupun Rukia mungil tapi dia hebat dalam bidang olahraga.
"Sial! " umpat Ichigo
n_n
Pagi ini seperti biasanya Ashido ke rumah Rukia, tapi dia harus kembali kecewa karena Rukia sudah berangkat pagi-pagi lagi kata Ibu Rukia.
Entah kenapa Ashido malas berangkat ke sekolah dia ingin jalan-jalan sebentar ke taman yang berada di dekat sekolahnya. Dengan langkah malas dia melangkahkan kakinya menuju taman. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dia melihat wanita berambut hitam pendek yang duduk di sebuah bangku taman dan membelakanginya. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Rukia Kuchiki wanita yang belakangan ini sangat sulit di temui olehnya.
Rukia yang sedang asik melihat hamparan bunga di depannya pun berguman "Indah…"
"Rukia…"
Tiba-tiba saja dia mendengar ada yang memanggilnya ketika dia menoleh ternyata yang memanggilnya adalah
"Ashido …" kata Rukia, ya… benar yang memanggilnya adalah Ashido, Ashido pun tersenyum kemudian mendekati Rukia dan duduk di samping Rukia
"Sedang apa di sini ?" tanya Ashido sambil menatap Rukia, Rukia pun hanya diam menundukkan kepalanya
"Kau ada masalah ya…? tidak apa-apa kalau tidak mau cerita, tapi jangan cemberut seperti itu" kata Ashido mengejek
"Siapa yang cemberut!" kata Rukia sambil menatap Ashido
"Siapa lagi kalau bukan kau" kata Ashido sambil mengacak rambut Rukia
"Oh iya bagaimana kalau sore ini jam 3 kita ke taman bermain, agar kau tak cemberut lagi hahaha" kata Ashido yang di akhiri tawa renyahnya.
Rukia berikir sejenak kemudian menjawab "Boleh…" kata Rukia sambil tersenyum
"Begitu baru bagus, tersenyum kan lebih baik daripada cemberut" kata Ashido
"Iya-iya…" kata Rukia sambil tersenyum, 'Seperti memiliki seorang kakak' batin Rukia
"Ayo kita ke sekolah sebelum bel masuk kelas berbunyi" kata Ashido sambil menarik tangan Rukia
"Iya … " balas Rukia kemudian mereka berdua ke sekolah bersama-sama.
Di kelas Ichigo kembali gelisah karena Rukia belum datang juga. Sekali lagi ketika bel pelajaran akan berbunyi Rukia pun muncul dari pintu kelas dan hal itu tentu saja membuat Ichigo tersenyum lega tapi seketika senyumnya hilang ketika melihat Ashido yang masuk ke kelas setelah Rukia, Ashido kelihatannya sangat senang karena dari masuk ke kelas hingga duduk di bangkunya senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya.
'Apa-apaan senyumnya itu' batin Ichigo kesal
"Hampir terlambat lagi Rukia? " tanya Momo, Rukia pun tersenyum kemudian menjawab
"Yang penting kan tidak terlambat" kata Rukia sambil tersenyum.
n_n
Seperti janjinya pada Ashido sore ini mereka akan pergi ke taman bermain, tapi mereka sekarang berada di sebuah kedai ramen, karena kata Ashido 'Kita isi dulu perut kita baru bersenang-senang' setelah itu mereka ke kedai ramen terlebih dahulu
"Oishii desu ne …" kata Ashido sambil menatap Rukia yang duduk di sampingnya
"Hai, Oishii desu…" balas Rukia sambil tersenyum
Kedai ramen yang mereka singgahi hanyalah kedai ramen sederhana tidak seperti restoran-restoran mewah, itu karena mereka memang lebih suka yang sederhana dariada yang mewah-mewah,
Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke taman bermain yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, karena itulah mereka lebih memilih untuk berjalan kaki.
Ketika melewati sebuah toko boneka Rukia pun menghentikan langkahnya dan dengan tampang memelas dia menatap Ashido meminta ijin untuk berkunjung sebentar ke toko boneka tersebut Ashido pun tak bisa menolak dan berkata
"Baiklah ayo…"
Sesampainya di dalam Rukia langsung melihat-lihat boneka chappy, pandangannya berhenti ketika melihat boneka chappy putih dengan pita di telinganya, dengan mata yang berbinar-binar dia berkata
"Kawai … "
"Mau ku belikan? " kata Ashido sambil tersenyum menatap Rukia
"Benarkah?, mau…" kata Rukia
Setelah itu Ashido membelikan Rukia boneka chappy itu, setelah membayar , mereka pun melanjutkan perjalanan ke taman bermain.
Di seanjang perjalanan sangat menyenangkan karena Rukia sepertinya sudah melupakan kesedihannya 'Yokatta…'batin Ashido karena dia sangat tidak suka melihat Rukia bersedih seperti itu dia sudah memantapkan niatnya akan menyatakan perasaannya pada Rukia hari ini.
Sesampainya di taman bermain Rukia memainkan banyak wahana yang membuatnya sangat senang, begitu pun dengan Ashido dia sangat senang. Karena lelah setelah mencoba berbagai wahana mereka pun duduk di sebuah bangku.
"Apa kau senang? " tanya Ashido, Rukia pun tersenyum kemudian berkata "Ya aku senang…" balas Rukia sambil tersenyum
"Setelah ini kita beli es cream ya…" kata Ashido sambil tersenyum manis kearah Rukia
"Boleh, tapi Es Cream Chappy ya… hehe" kata Rukia dengan cengiran polosnya
"Tentu saja maniak chappy…" gurau Ashido dan Rukia pun hanya menanggapinya dengan tinju ringan di lengan Ashido
Begitulah sore itu setelah mereka membeli Es Cream, Ashido mengantar Rukia pulang ke rumahnya, dia sudah memantapkan hatinya kalau sekarang waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada Rukia mumpung tidak ada Ichigo begitu pikirnya, dan begitulah sesampainya di depan gerbang rumah Rukia, Ashido pun menyatakan perasaannya
"Rukia…" kata Ashido ketika Rukia akan masuk kerumahnya
"Iya ada apa ?" tanya Rukia
"Mungkin ini terlalu mendadak buatmu tapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi, dari dulu dari kita pertama bertemu. Aku… aku sudah suka padamu jadi maukah kau menjadi kekasihku? "
"A-ashido aku tidak bi-"
"Kumohon Rukia jangan katakan tidak bisa, jadilah pacarku aku akan membahagiakanmu, ku mohon Rukia jangan hancurkan hatiku" kata Ashido sambil mencengkram bahu Rukia
"Ashido…" hanya itu respon Rukia
"Ku mohon jadilah kekasihku dulu, maka aku akan pelan-pelan membuatmu benar-benar mencintaiku" kata Ashido sambil menatap mata cantik Rukia, Rukia hanya bungkam mampukah dia menghancurkan orang yang sangat baik padanya selalu menghiburnya bila dia sedih, apakah Rukia sanggup menghancurkan harapan pria sebaik Ashido ? jawabannya tentu saja tidak walaupun Rukia tahu kalau hatinya masih pada Ichigo walaupun Rukia tahu ini salah tapi dia tak sanggup menghancurkan hati setulus Ashido, dia tidak mampu, walaupun dia tahu ini salah
"Akan ku coba …" kata Rukia membuat Ashido tersenyum bahagia sangat bahagia kemudian memeluk Rukia sangat erat seakan tak ada yang boleh menyentuh Rukia selain dirinya, tapi Rukia tidak membalas pelukan Ashido dia hanya diam, dia tahu ini salah, tapi dia tak tahu harus bagaimana lagi.
Terlihat seorang gadis berkuncir kuda baru keluar dari rumah Ichigo
"Jangan cemberut begitu Ichigo, aku akan menjelaskan semuanya pada gadis yang kau sukai itu" kata gadis berkuncir kuda berpita merah itu
"Hah… kau tahu Senna aku sangat berharap kalau dia menjadi kekasihku setelah aku dan dia berpisah selama beberapa tahun. Tapi kenapa selalu ada salah paham begini sih …" kata Ichigo
"Sudahlah aku jadi bersalah ni… sahabatku bersedih gara-gara aku" kata Senna
"Sudahlah lebih baik sekarang kita langsung kerumahnya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" kata Ichigo di balas anggukan singkat oleh Senna
Tapi langkah mereka terhenti ketika melihat Rukia sedang mengobrol dengan laki-laki, ya.. tentu saja itu Ashido
"Ayo cepat ke sana …" kata Ichigo kemudian berlari menuju Rukia yang di ikuti Senna
"Rukia…"
'Deg '
Dengan segera Rukia memandang Ichigo tapi kemudian matanya tertuju pada gadis yang mencium pipi Ichigo kemarin
"Hai… oh jadi kau yang bernama Rukia, manis sekali pantas Ichigo suka padamu, Oh iya aku Senna, maaf soal kejadian kemarin aku cuma teman Ichigo kok…" entah apa yang di katakana Senna selanjutnya Rukia tak terlalu mendengarnya matanya hanya tertuju kepada Ichigo, 'Apakah aku salah paham lagi…' kira-kira begitulah arti tatapan mata Rukia yang di tujukan pada Icihgo, kemudian Ichigo tersenyum sambil menatap Rukia dengan tatapan yang seakan berarti 'Sekarang kau mengerti kan?' Tapi kemudian Rukia menundukkan kepalanya, membuat Ichigo bingung
"Oh iya ini siapa? " tanya Senna dari tadi tidak di hiraukan oleh Rukia, Rukia hanya diam menunduk seakan tidak bisa berkata-kata lagi
"Aku pacarnya Rukia" kata Ashido sambil tersenyum
"Pa-pacarnya Rukia? " tanya Senna terbata dia tidak percaya
Ichigo pun sama tidak percayanya dengan Senna apa magsud Ashido tadi, apa benar Rukia sudah pacaran dengan Ashido? apa dia terlambat untuk menjelaskan semuanya pada Rukia? Begitu banyak pertanyaan di kepala Ichigo. Dengan pandangan yang terluka Ichigo menatap Rukia kemudian berkata
"Apa itu benar Rukia? " tanya Ichigo penuh rasa sedih dia berharap Rukia akan menjawab 'Tentu saja itu tidak benar…' tapi apa daya Rukia pun menjawab
"Ya… Itu benar…" kata Rukia sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah pada Ichigo, dia memang salah, dia akui itu kenapa dia tidak mendengarkan penjelasan Ichigo?, kenapa harus seperti ini, ini sangat sulit bagi Rukia.
n_n
Keesokan paginya seperti biasa Rukia berangkat pagi, kali ini dia akan di jemput Ashido -pacarnya -menggunakan sepeda karena kemarin Ashido sudah memberi tahu kalau dia akan menjemput Rukia pagi ini dengan sepeda.
Ketika Rukia sudah sampai di depan gerbang Rumahnya dia lagi-lagi harus terkejut karena seorang pemuda berambut Orange sudah bediri sambil bersandar di depan gerbangnya
"Ohayou Rukia"
Kata Ichigo sambil mendekati Rukia, Rukia pun hanya diam ketika Ichigo mendekatinya
"Kenapa kau diam? " tanya Ichigo
Rukia hanya menundukkan kepalanya, Ichigo pun mengangkat dagu Rukia dengan tangannya sehingga Rukia bisa dengan jelas menatap mata amber Ichigo
"Kuchiki Rukia aku tahu kau menyukaiku bukan Ashido, sekarang dengarkan aku, mari kita bertaruh jika ulangan umum semester ini yang di adakan 3 minggu lagi kau mendapat nilai yang bagus dan tetap mendapat juara satu umum maka aku akan berhenti mengejarmu, tapi jika aku yang mendapat juara satu umum maka kau harus putus dengan Ashido" kata Ichigo sambil terus menatap mata violet Rukia
"Ta-tapi aku …"
"Tak ada alasan untuk menolak, aku tahu kau masih menyukaiku kan?, dan selama tiga minggu ini aku tak akan mengganggumu" kata Ichigo sambil menyeringai dan mencium pipi Rukia
"Aku brangkat duluan sebelum pacarmu mengamuk padaku kata Ichigo meninggalkan Rukia yang masih diam mematung
'Kau curang Kurosaki Ichigo, jelas-jelas kau tahu aku masih menyukaimu, tapi apa yang harus aku lakukan kau tahu aku tak mungkin menyakiti Ashido tapi aku masih menyukaimu' batin Rukia sambil menatap punggung Ichigo yang berjalan menjauhinya.
Sedangkan Ichigo terus melangkahkan kakinya sambil terus bertekat dalam hatinya
'Aku akan mendapatkanmu kembali kuchiki Rukia!'
.
.
.
.
Tbc
Kata-kata asing
Samui desu = dingin
Oishii desu ne = enak ya
Hai Oishii desu = ya enak
Kawai =lucu
Yokatta = syukurlah
Ohayou =selamat pagi
Balas review
Khanakura Haito : makashi udah fave…, maaf kalau masih ada typo itu karena saya terlalu terburu–buru mengetik chapter kemarin hehe, Review lagi ya…
ChappyBerry Lover : Ichigo ga plinplan kok… itu Rukianya aja yang salah pahan…. Hehe Review lagi ya…
Neko neko : Udah tau kan jawabannya … hehe,Review lagi ya…
Rara-chan,Citra hamsterlink, Akarikarikari-chan, Shizuku kamae : ini udah Update…Review lagi ya…
Minna san sekian chapter tiganya… maaf kalau chapter ini pendek... hehe tapi semoga gak mengecewakan ya.. Akhir kata jangan lupa Review…^^
