Chapter 3: Gathering
Balas Review w
Feicchan: Humornya kena? Syukur deh, semoga bisa memuaskan.
Evillova nee-sama: T-terima kasih banyak *hormat* Saya akan berusaha di setiap chapternya. Humornya juga kena,t-terima kasih *hormat lagi*. OC seperti saya *shock* saya tak tahu, haha karena ini pikiran teman-teman saya juga tapi terima kasih nee-sama ^^.
FSteak: Syukur aja suka wkwk, humornya juga kena? *gak nyangka saya* Makasih ya, semoga pengetahuan wushunya bertambah.
Mrs. Beilschmidt: Makasih banyak sayang!*hug* Oh ya thanks juga buat ngeditnya dan ide jalan ceritanya, bayaran sudah okay *winks* wb
Pudding mango: Syukur kalau suka, humor juga kena? Sip akan saya pertahankan. .*hug*
Orange Naru: Makasih banyak juga *hug*! Ok, akan saya perbaiki. Thanks banget juga buat edit kata-katanya. Bayaran nyusul.
Geniousboy: Makasih jg bro, editor yang paling super sempurna, mirip guru BI hahaha. *bayaran nyusul* ^^
Special thanks for Orange Naru, Ms Beilschmidt, and Geniousboy ^^.
Disclaimer: Bukan milik saya yang punya Capcom. Saya hanya punya OC saja ^^.
Seminggu setelah perkenalan anggota tim, mereka sudah memulai latihan. Untuk sementara mereka menggunakan aula serba guna, karena mereka belum mendapatkan tempat yang cocok untuk latihan. Guru yang melatih? Tentu saja Hojou Ujiyasu. Hari pertama latihan klub wushu adalah latihan dasar, latihan pelenturan, dan pengenalan kuda-kuda.
"Hari ini latihan pelenturan! Hal yang paling mendasar di wushu ini adalah kelenturan!" Terang Hojou. Semua mengangguk mengiyakan.
"Pak Takeda, anda bisa melihat dari pinggir lapangan saja dengan Mamoru." Pinta Hojou.
"AHAHAHA, baiklah." Balas Takeda.
"Untung aku hari ini bawa counterpain dan balsem geliga." Tulis Fuuma ke Keiji.
"EH! Kau sampai bawa persiapan seperti itu!?" Kejut Keiji. Fuuma mengangguk. Tiba-tiba Sasuke muncul di belakang mereka.
"Ada apa kalian ribut-ribut soal counterpain?" Tanyanya.
"Senpai akan liat nanti." Tulis Fuuma.
"Ayo kita latihan SASUKE-SENPAIIII!" Teriak Yukimura dengan semangat.
Fuuma dan Keiji hanya bisa sweatdrop melihat teman sekelas mereka yang unik ini.
"Lari keliling lapangan selama 15 menit!" Perintah Hojou.
"! #$%^" Kutuk Keiji.
"Akan kulakukan demi Pak Takeda, UWOHH!" Teriak Yukimura lagi.
"Dan buat yang wanita hanya 5 menit saja." Kata Hojou lembut sambil senyum-senyum mesum. Lantas saja cowok-cowok di sana langsung iri dan mengutuk Hojou.
"! #$%^" Kutuk semua cowok di klub tersebut kecuali Fuuma dan Yukimura.
'Dasar kakek mesum.' Pikir Fuuma.
"Latihan kuda-kuda ini bermanfaat untuk kalian, karena ini dasar penting dalam wushu!" Jelas Hojou sambil mempraktekkan kuda-kuda maphu. Mereka semua tercengang.
"Kuda-kuda ini seperti duduk di atas kuda, dengan kaki di buka sejajar dengan bahu, lalu lutut dan kaki menghadap ke depan." Terang Mamoru dari pojok.
"Kalau begitu kalian semua latihan seperti ini untuk 1 menit!" Perintah Hojou.
"1 menit? Ah gampang!" Remeh Keiji.
"Jangan anggap remeh lagi." Tulis Fuuma.
"Demi PAK TAKEDA UWOHHH! 1 MENIT, 2 MENIT SILAHKANNN!" Teriak Yukimura.
'Aku merasakan firasat buruk lagi setelah ini.' Batin Fuuma dan Sasuke secara bersamaan.
"Ayo jangan berlambat-lambat! Matsu saja sudah memulainya!" Teriak Hojou sembari menunjuk Matsu. Tak mau kalah dari Matsu, mereka memulai latihan pertama kuda-kuda mereka.
10 detik…
"Ini sudah detik ke berapa Fuuma?" Tanya Sasuke.
"Baru 10 detik." Tulisnya.
30 detik…
"Laoshi… ini mah sudah 1 menit lebih!" Kata Keiji dengan kaki yang gemetaran.
"Bagi Matsu ini sudah 1 menit!" Jawab Hojou.
"EHHH!?" Balas Keiji.
"Karena aku memulai duluan." Jawab Matsu dengan senyum licik.
'Sungguh cewek perkasa.' Batin Sasuke dengan tangan di paha.
"Tidak ada gerakkan tangan di paha, SASUKE!" Teriak Hojou.
50 detik…
"Fuumaa! Kau bisa kuat seperti ini aku kagum!" Kata Yukimura tiba-tiba.
Fuuma hanya terdiam.
5…
4…
3…
2…
1…
"Fuuma gerakan maphu mu bisa sampai 1 menit! Selamat!" Puji Hojou.
Fuuma tersenyum dan…
BRAK!
"PERTOLONGAN PERTAMA BUAT FUUMA CEPATTT!" Teriak Keiji.
"Sepertinya… aku tidak… dapat merasakan kakiku… lagi…" Tulis Fuuma dengan kaki yang gemetar.
"Counterpain,balsem geliga,betadine,vicks, atau freshcare?" Tawar Mamoru. Sasuke dan Matsu hanya bisa sweatdrop melihat Mamoru yang mengeluarkan benda-benda tersebut dari saku celananya.
"Apakah saya harus kasih nafas buatan buat Fuuma?" Balas Yukimura.
"APA HUBUNGANNYA KAKI DENGAN NAFAS BUATAN YUKI!?" Teriak semuanya, kecuali Fuuma yang sedang terkapar dan Mamoru yang masih cengang-cengong sendiri.
"Dengan nafas buatanku, akan ku salurkan kekuatanku!" Teriak Yukimura lagi.
Tiba-tiba Yukimura mendekatkan mulutnya ke Fuuma dan Matsu cepat-cepat mengambil kamera dari tasnya.
"Menjauh dariku Yuki! Aku masih normal!" Dengan secara tiba-tiba kertas muncul di hadapan Yuki dan…
BUAGH!
"Hentikan tingkah laku bodohmu YUKIMURAA!" Tinju Pak Takeda tiba-tiba, sehingga Yukimura terpental ke arah samsak. Yang ada di sana hanya menganga lebar. Yah kecuali Sasuke yang sepertinya hanya menghela nafas panjang.
"Kalau begitu caranya harus diberikan pertolongan pertama!" Balas Keiji.
Mamoru mengeluarkan counterpain lagi lalu menawarkan…
"Mau yang hot atau yang cool?"
'Ini anak terobsesi sama counterpain ya?' Batin Matsu dalam hati.
"Tidak perlu, kita lihat saja apa yang akan terjadi."Ucap Sasuke.
"Pak Takeda!" Sembari Yukimura berdiri.
"Jangan bertingkah seperti itu kalau kau seorang lelaki!" Teriak Pak Takeda.
"Pak Takeda!" Jawab Yukimura sudah mulai berkaca-kaca.
"Kalau kau seorang lelaki, buktikan!" Teriak Pak Takeda.
"UWOOOHH PAK TAKEDA!"
"YUKIMURA!"
"PAK TAKEDA!"
"YUKIMURA!
"PAK TAKEDA!"
"YUKIMURA!"
"Mmm, ini sampai kapan yah?" Tanya Keiji sembari menutup telinga dan planga-plongo.
"Sampai mereka puas mengucapkannya." Jawab Sasuke datar.
Fuuma yang terbaring hanya bisa merasakan bahwa dia terlupakan dan kakinya tambah parah.
'Aku rasa kakiku tambah parah…'
Latihan hari itupun selesai lebih cepat dari jadwal. Dihentikan sebelum makin banyak korban berjatuhan.
"Mamoru, aku baru sadar, di klub kita tidak ada manajernya ya?" Tanya Matsu.
"Tepatnya kita belum dapat." Jawab Mamoru sembari menghela nafas panjang.
"Kita semua akan membantumu mencarinya! Iya kan Fuuma?" Balas Keiji sambil merangkul sahabatnya.
"Ya kita akan membantumu mencari manajer." Balas Fuuma di kertas.
"Memang kau sahabat terbaikku!" Teriak Keiji.
"Jangan LUPAKAN aku JUGA!" Teriak Yukimura.
"Iya-iya." Jawab Keiji dengan senyum.
"Jadi, kesimpulannya besok kita akan membantumu mencai manajer, tenang saja." Kata Sasuke sambil senyum.
Mamoru yang sedang menggosok punggung kakeknya dengan counterpain hot pun berkaca-kaca…
"Terima kasih semuanya." Hojou tersenyum melihat semuanya yang tampaknya sangat bersemangat.
KRING!
"Yak waktunya pulang! Yuki dan Fuuma kita harus berkumpul dulu di klub sebelum kita mencari manajer.
"Aku setuju denganmu Keiji-san." Balas Yukimura.
"Kita juga ditunggu oleh Sasuke dan Matsu-senpai di depan pintu." Tulis Fuuma sambil menunjuk ke arah pintu.
"Keiji jangan lambat! Kita juga mau cepat kan?" Kata Matsu sembari menyiapkan barang bawaan di depan pintu.
"Jangan sampai membuat Mamoru menunggu sendirian di ruang klub." Ujar Sasuke.
"Iyaaa…" Balas Keiji dan Yukimura. Sementara Fuuma mengangguk setuju.
"PERMISI!" Teriak Sasuke, Yukimura, dan Keiji dengan semangatnya mereka membuka pintu.
"Permisi…" Salam Matsu dan Fuuma.
Ketika mereka masuk, mereka melihat seorang lelaki berdiri berhadapan dengan Mamoru.
"MALING!" Teriak Yukimura.
"PENCULIK!" Teriak Keiji.
BLETAK!
Jitak Matsu dan Sasuke. Fuuma yang di antara Yukimura dan Keiji hanya bisa menutup telinga agar telinganya tidak tuli.
"Liat baik-baik bodoh! Dia juga memakai seragam sekolah kita!" Marah Matsu.
"Kalau boleh tahu, kamu siapa?" Tanya Fuuma di kertas. Siswa tersebut mempunyai rambut yang hampir mirp seperti Matsu, hanya lebih pendek. Lengan bajunya seperti kedodoran, tapi tampak rapi dan tubuhnya seperti perempuan.
"Saya Mouri Motonari, siswa kelas 1-3, dan manajer baru kalian." Sapanya dengan dingin.
"APA!?" Teriak semuanya terkecuali Mamoru dan Fuuma hanya menulis teriakkannya di kertas.
"Kenapa tidak percaya?"
'Darimana dia tahu bahwa kita mencari seorang manajer!?' Batin semuanya kecuali Mamoru.
"Pasti kalian berpikir darimana aku bisa tahu kalian membutuhkan seorang manajer?" Tanya balik Mouri.
'DIA TAHUU!' Batin mereka lagi.
Mamoru hanya terdiam tidak tahu harus membalas apa.
"Aku tahu itu simple saja." Jawabnya dengan dingin.
'Dia seorang psycho atau pesulap!?' Pikir mereka lagi.
"Aku bukan seorang psycho atau pesulap, aku hanya membaca dari raut muka kalian saja." Balasnya lagi dengan ekspresi datar.
Semuanya sweatdrop lalu terdiam. Dan untuk memecah keheningan Keiji memulai pembicaraan.
"Kalau manajer sudah ketemu, berarti hari ini apa yang kita lakukan Mamoru-chan?" Tanya Keiji ke Mamoru.
"Itu kita tanya saja ke Mouri-kun." Balas Mamoru.
"Tentu saja latihan fisik oleh Pak Takeda, jadwalnya sudah kuatur, lalu besok kita akan merekrut orang." Jawab Mouri sembari menunjukkan menu latihan yang sudah terancang dengan rapi dalam selembar kertas.
Semuanya hanya bisa terdiam.
"Kalian semua siapkan sepatu dan keliling lapangan selama 15 menit!" Seru Pak Takeda.
"! #$%^&*!" Kutuk semuanya kecuali Fuuma, Mamoru, Mouri, dan Yukimura tentunya.
KRINGG!
Suara alarm berbunyi nyaring di telinga Fuuma.
'Sudah jam 6 pagi, aku harus lari pagi sebelum sekolah agar fisikku kuat, aku juga harus membawa baju seragam sekolah.' Katanya dalam hati.
TOK TOK!
"Tuan muda, sarapan anda sudah siap." Kata pelayan sambil mengetok pintu kamar Fuuma.
"Ya, aku mengerti." Jawab Fuuma.
Setelah selesai mempersiapkan untuk jogging dan perlengkapan untuk sekolah, Fuuma pergi menuju ruang makan.
"Silahkan Tuan muda." Kata salah seorang pelayan.
"Terima kasih, ayah dan ibu?" Tanya Fuuma.
"Tuan dan nyonya berangkat ke Paris tadi subuh, dan beliau meninggalkan ini." Jawab pelayan sembari memberi surat ke Fuuma.
Fuuma membuka surat itu dan membaca isinya.
"Lagi…" gumamnya pelan.
Pelayan tersebut hanya bingung melihat tuannya, "Ada apa tuan, apa ada yang salah?"
"Tidak apa-apa." Tulisnya di kertas.
"Kalau boleh saya tahu, mengapa tuan memakai baju olahraga pagi-pagi begini?"
"Lari pagi." Tulis Fuuma lagi.
"Sekolahnya?" Tanya pelayan itu lagi.
"Sesudah aku jogging, aku pergi sekolah, tenang saja." Jawab Fuuma di kertas dan Fuuma telah menyelesaikan makanannya.
"Aku pergi dulu." Tulisnya lagi.
Pelayan tersebut hanya bisa diam dan berkata, "Selamat jalan dan hati-hati."
Tampak Fuuma berlari pagi di sekitar sekolah. 'Setidaknya 2 km saja cukup, kalau sudah kuat jadi 3 km.' Batinnya. Ketika Fuuma berlari dia tidak sengaja menabrak orang yang baru saja berbelok di tikungan.
BRUK!
"Maaf!" Tulis Fuuma. Tapi tampaknya Fuuma salah menabrak orang. Kenapa salah? Karena yang ditabraknya itu salah seorang berandal terkenal di sekolahnya.
"Hah!?" Jawab siswa yang mata kanannya ditutup dengan kain kasa dan pakaiannya acak-acakkan.
'Kalau tidak salah dia ini…" Batin Fuuma.
"Kau tidak tahu siapa aku, heh bocah tengik!?" Tanyanya. Fuuma hanya menggeleng.
"Aku Date Masamune! Kau tak tahu!?" Balas Masamune.
'Sudah ku duga!' Batin Fuuma sambil menepuk kedua tangannya.
"ADA APA!? Kenapa tanganmu!?" Tanya Masamune dengan kasar.
Fuuma hanya menggelengkan kepala yang berarti tidak apa-apa.
"Masamune-sama." Tiba-tiba teman Masamune muncul di belakangnya.
'Hmm, gagah. Senpai yang ada bekas luka di pipi kirinya, kalau tidak salah…' Batin Fuuma lagi.
"Ada apa Kojuurou?" Masamune membalas Kojuurou tanpa melihat ke arahnya.
"Kalau saran saya, lebih baik anda harus memberikan pelajaran kepada orang ini." Saran Kojuurou.
GLEK!
"Hmmph, kau tahu anak ini Kojuurou?"
"Ya, dia teman sekelas anda." Jawab Kojuurou
'Dan aku pun tidak sadar kalau dia ada di kelasku.' Batin Fuuma.
"I See,huft,why don't we have a fight later? HAHAHAHA!" Tawa Masamune penuh arti, lalu berjalan pergi meninggalkan Fuuma yang mematung, disusul dengan Kojuurou.
'Apa yang harus ku perbuat!' batin Fuuma panik.
KRINGG! Bel istirahat berbunyi
"Ayo kita merekrut orang!" Kata Keiji bersemangat mencari anggota baru.
"Ayo kita ke kelas 2-1 kelasnya Matsu senpai!" Ajak Yukimura. Fuuma hanya terdiam dan melirik ke arah Masamune yang berjalan pergi meninggalkan kelas.
"Kumpul di kelas Mamoru saja yok." Ajak Keiji.
"Terserahlah, yang penting kita segera merekrut orang." Tulis Fuuma di kertas lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Fuuma-san kenapa?" Tanya Yukimura agak khawatir pada Fuuma.
"Gak tahu, Badmood mungkin? Atau dia lagi datang…" Canda Keiji, tapi…
Fuuma berbalik arah sembari mengeluarkan aura yang mengatakan,"AKU BUKAN PEREMPUAN!"
Mereka berdua langsung merinding melihat Fuuma yang seperti itu.
Di kelas Mamoru
"Aku dan Fuuma akan menyebarkan brosur di lantai 2." Terang Mouri dan Fuuma mengangguk setuju.
"Lalu Mamoru, Sasuke, dan Yukimura akan menyebarkan selebaran di lantai 3." Kata Mouri lagi.
"Ayee sir!" Balas mereka bertiga serempak dengan hormat.
"Terakhir Keiji dan Matsu-senpai di lantai satu, mengerti?" Perintah Mouri.
"Mengerti!" Jawab mereka berdua dengan gaya hormat, lagi.
"Kalau begitu bubar jalan!" Kata Mouri sambil meluruskan tangannya ke depan.
"Dan aku tidak menerima kegagalan!" Tambahnya lagi.
"Silahkan diambil selebarannya! Yang berminat wushu silahkan hubungi kami!" Ajak Keiji sambil menjual senyumannya.
"Silahkan ambil brosurnya!" Sambung Matsu juga dengan senyuman.
"Ayo diambil brosurnya!" Sambung Keiji lagi. Tiba-tiba seorang pemuda dengan banyak hansaplast di mukanya datang dan mengambil brosur tersebut.
"Toshie!" Kata Keiji tiba-tiba
"Inuchiyo-sama!" Kata Matsu.
"Aku ambil brosurnya boleh?" Tanya Toshie.
"Te-Tentu saja." Jawab Matsu dengan senang dan dengan muka merah. Sedangkan Keji tidak memperdulikannya, memilih melanjutkan misinya.
"Kau bergabung dengan klub ini?" Tanya Toshie sembari memperhatikan Matsu.
"I-Iya." jawab Matsu menahan debaran hatinya yang akan meledak.
"Kalau begitu aku akan bergabung juga, yah…. sekalian mencari nuansa baru." Kata Toshie.
"BETULAN NIH!?" Teriak Keiji mendadak saat mendengar pernyataan Toshie.
"Inuchiyo-sama! Kalau begitu silahkan isi formnya!" Kata Matsu dengan penuh semangat.
"Bro, selamat bergabung." Ucap Keiji.
"Sama-sama." Balas Toshie pada Keiji.
"Inuchiyo-sama silahkan isi di sini…" Terang Matsu dengan rona bagaikan cumi bakar.
'Ah… enaknya pacaran, kapan aku dapat ya?' Batin Keiji menggalau tiba-tiba.
Di lantai 2
"Fuuma kau tempel selebaran ini di ujung kiri dan aku tempel di ujung kanan." Kata Mouri.
Fuuma mengangguk setuju dan memulai kegiatannya.
' Terlalu banyak brosur yang ditempel di sini.' Katanya dalam hati dan menempel beberapa selebaran tersebut di papan pengumuman.
"Fuuma aku tinggal dulu yah." Kata Mouri. Fuuma mengangguk setuju dan melanjutkan tugasnya lagi menempel brosur tersebut.
Mouri berjalan meninggalkan Fuuma ,tapi Fuuma tiba-tiba mendapat firasat tidak enak. Mouri yang merasa terpanggil oleh Fuuma berbalik arah dan sambil jalan.
"Fuuma ada apa la…?"
BRUK!
"Siapa sih!? Ah, silahkan diambil selebarannya!" Kata Mouri sambil memberikan selembar kertas brosur dan menawarkannya pada pemuda yang tadi menabraknya.
"SHIT!" Kutuk pemuda tersebut.
" Kalau berminat masuk klub wushu hubungi saya." Kata Mouri.
"HAH! Kalau jalan pakai mata donk!"Balas pemuda tersebut kasar.
"Masamune-sama!" Tegur pemuda di belakangnya.
"Don't worry Kojuurou." Balas pemuda tersebut yang ternyata adalah Masamune.
'Mouri dalam masalah, harus ku… tapi nanti aku lagi yang kena… ah malas.' Batin Fuuma melihat ke arah mereka.
"Terima gak ini brosur!? Capek nih megangnya!" Perintah Mouri.
"Setidaknya kau mengucapkan maaf padaku karena menabrakku, malah memberikan brosur klub!?" Balas Masamune.
"Ya, setidaknya kau juga harus menerimanya kan, aku kan sudah menawarkannya kepadamu!" Balas Mouri.
"HEH BOCAH MINTA MAAF DULU DONK!" bentak Masamune kasar.
'Seperti melihat ibu-ibu yang berebut baju diskon besar-besaran di department store aja.' Batin Fuuma dan Kojuurou sweatdrop.
"Ambil gak!?" Tanya Mouri.
"Kau ini jadi orang #$%^ benar!" Kata Masamune.
"Kau yang #$%^&!" Balas Mouri lagi.
"HAH! Kau yang #$%^&! Kalau kau berani sini!" Tantang Masamune.
"Ambil gak ini brosur!?" kemarahan Mouri makin memuncak.
"Brosur? Klub sampah begini! CUIH!"
"Apa kau bilang!? Aku masih bisa menerima kau bilang aku #$%^&, tapi kalau kau bilang klub ini sampah aku tak bisa menerimanya!" Ancam Mouri.
"Oh!? Terus gua harus bilang WOW! Gitu? HAHAHA Lucu!" Ejek Masamune.
"Masamune-sama…" Panggil Kojuurou.
'Lebih baik aku kabur saja dari sini.' Batin Fuuma melihat dua insane yang sedang bercekcok ria ala ibu-ibu.
"MATI KALIAN SEMUA YA-HA!" Teriak Mouri tiba-tiba, sebuah tombak wushu yang diambilnya entah darimana.
GLEK! Masamune dan Kojuurou hanya bisa terdiam seribu mata.
"MERDEKA ATAU MATIII UWOOOHHHH!" Teriak Mouri sambil mengangkat tombaknya. Lantas saja Masamune dan Kojuurou langsung lari terbirit-birit melihat Mouri yang tiba-tiba seperti Hiruma mengejar mereka.
Di lantai 3
"Silahkan diambil brosurnya." Tawar Mamoru.
"Silahkan masuk klub kami, kalian juga akan mendapat banyak keuntungan." Kata Sasuke.
"Keuntungan apa?" Tanya seorang siswa dengan rambut depan jabrik, perawakkan gagah dan memakai jaket hoodie kuning.
"BANYAK! Bisa sehat, bisa pintar! Macam-macam!" Kata Yukimura.
"Hmmm… apakah di wushu ini ada kegiatan fightnya seperti boxing?" Tanyanya balik.
"Bisa ku jelaskan?" Kata Mamoru.
"Boleh saja… silahkan Nona Mamoru…" Kata Sasuke. Sedangkan Yukimura melanjutkan tugasnya.
"Terima kasih Sasuke, di wushu ini ada 2 jenis yang nonfighting dan ada juga yang fighting. Kalau yang nonfighting namanya taolu dan kalau yang berkelahi namanya sanshou. Nah, yang sanshou ini seperti boxing." Jelas Mamoru.
"Ah begitu, kalau begitu izinkan saya, Tokugawa Ieyasu untuk bergabung dengan klub ini." Jawabnya.
"APA!? TOKUGAWA IEYASU!? PETINJU TERKENAL ITU!?" Teriak Yukimura, Sasuke dan Mamoru secara bersamaan.
"I-iya kenapa?" Tanya Ieyasu.
"MINTA TANDA TANGAN NYA UWOHHH!" Teriak Yukimura.
"Sebentar, Mamoru kenapa? bukannya kita duduk sebangku?" Tanya Ieyasu.
"Aku tidak tahu itu kamu…" Jawab Mamoru.
Ieyasu dan Sasuke hanya bisa sweatdrop.
"Jadi selama ini teman sebangkumu kau kira siapa!?" Tanya Sasuke.
"Hmmm… kucing yang memakai kostum manusia?" Jawab Mamoru dengan polos.
'Ada apa dengan anak ini!?' Batin Sasuke dan Ieyasu.
"Gak kok bercanda! Hahaha! Mana mungkin kan…aku anggap dia mmm…" Mamori terdiam sebentar.
"Apa?" Tanya Ieyasu sambil menanda tangani kertas Yukimura.
"Malaikat penyelamatku! Penyelamat ketika aku tidak bawa buku pelajaran, ketika aku tidak mengerjakkan pr dan alat tulis lainnya hahaha!" Jawab Mamoru dengan semangat.
GUBRAK!
"Jadi selama 3 bulan ini kau menganggap ku malaikat penyelamat?" Tanya Ieyasu.
"Iya! Mmm… kalau begitu, isi formulirnya dulu disini." Tawar Mamoru. Sasuke hanya bisa sweatdrop.
KRIIINGGG! Bel panjang telah berbunyi, waktunya pulang sekolah. Tampak dua orang berjalan terburu-buru.
"Keiji, Fuuma berangkat sama-sama yuk!" Tawar Yukimura.
"Tidak nanti saja." Balas Fuuma di kertas lalu berjalan dengan cepat.
"Kau duluan saja aku hendak makan, dah…" Jawab Keiji datar lalu berjalan pergi.
"Mereka itu kenapa sih?" Tanya Yukimura.
Tiba-tiba
"Yukimura ayo ke ruang klub sama-sama." Kata Mamoru dengan Ieyasu mengekor di belakangnya.
"IYA!"
"Fuuma dan Keiji?" Tanya Mamoru.
"Ada urusan katanya…" Balas Yukimura sambil membereskan buku-buku yang masih berserakkan di atas mejanya.
'Aku harus kabur ke ruang klub!' Batin Fuuma.
Tapi belum sempat ke ruang klub, datanglah Masamune.
"Hei sobat mau kemana?" Tanyanya.
GLEK…
"Follow me, jangan kira kau bisa kabur." Balas Masamune dengan sinis. Fuuma hanya mengangguk mengiyakan. Sekitar kurang lebih 5 menit berjalan. Fuuma di bawa ke salah satu gang kosong dekat sekolah.
"Kau tahu apa kesalahanmu?" Tanya Masamune. Fuuma mengangguk.
"Kau tahu harus berbuat apa?" lanjut Masamune. Fuuma mengangguk lagi.
"Lakukan, berlutut di depan ku dan minta maaf padaku." Perintahnya datar. Fuuma menggeleng.
"Sudah berlagak gak bisa ngomong, kau mau apa!? Kau beruntung berbeda dari yang lain! Kojuurou beri dia pelajaran!" Jelas Masamune dan memerintahkan Kojuurou.
"Baik Masamune-sama." Balas Kojuurou. Ia lalu mengayunkan tangannya ke arah Fuuma. Lantas saja Fuuma menghindari serangan Kojuurou dengan kayang. Masamune dan Kojuurou terkejut melihat Fuuma menghindarinya dengan mudah.
"Kau kira dengan teknik kampungan begitu, kau bisa lolos dariku!?" Ancam Masamune lalu hendak meninju Fuuma. Alhasil, Fuuma bisa mengindar dengan teknik setengah kayang dan gerakannya dengan cepat.
'Sial masa aku bisa dikalahkan dengan anak bisu ini!?' Batin Masamune.
"Masamune-sama AWAS!" Teriak Kojuurou di belakang.
Fuuma dengan kuda-kuda ala Bruce Lee, menyeka hidungnya dan mengangkat selembar kertas ke arah Masamube bertuliskan WATAWW!
Masamune dan Kojuurou sebenarnya sweatdrop melihat kelakuan anak yang seolah-olah bisu ini.
"Masamune-sama…" Kojuurou memanggil Masamune was-was.
"Don't worry Kojuurou, dia sendiri kita berdua. Kita pasti bisa mengalahkannya." Balas Masamune menenangkan.
"Akan kugunakan jurus yang sudah ku pelajari selama ini!" Tulis Fuuma. Dengan mengambil pecahan botol Masamune dan Kojuurou pun bersiap-siap membalas serangan dari Fuuma.
1…
2…
3…
"Jurus rahasia!" Tulis Fuuma dengan kuda-kuda shifu. Kontan saja mereka terkejut.
"KABURRR!" Teriak Fuuma tiba-tiba, lalu berlari sekencang-kencangnya. Masamune dan Kojuurou hanya bisa cengok melihatnya dan terdiam 1 menit…
"WOII TUNGGU! KAU MAU PERGI KEMANA BANG*PIIP*!" Teriak Masamune dan lari mengejar Fuuma.
'Eyeshield 21 berikan aku kekuatanmu!' Batin Fuuma lari secepat kilat. Sementara Masamune dan Fuuma berkejar-kejaran. Kojuurou melihat Keiji berjalan menuju ke ruang klub.
"WOI PERUSAK KEBUN! TANGGUNG JAWAB GAK SAMA KEBUN GW YANG LO RUSAK KEMAREN!" Teriak Kojuurou pada Keiji. Lantas saja Keiji yang terkejut mendengar suara Kojuurou langsung berlari sekencang-kencangnya.
"KABUR!" Teriak Keiji.
"WOI! JANGAN KABUR LU!" Teriak Kojuurou lagi.
Setelah kurang lebih 10 menit adegan kejar-kejaran, Kojuurou dan Masamune kehilangan mereka berdua.
"Hei Kojuurou, ketemu?" Tanya Masamune.
"Tidak, Masamune-sama sendiri?" Balas Kojuurou.
"Not yet, tapi aku belum mengecek ruang aula." Kata Masamune.
"Kalau begitu, kita cek saja." Tawar Kojuurou.
Masamune mengangguk setuju dan pergi mengecek ruang aula serbaguna tempatFuuma dan Keiji berlatih. Mereka membuka pintu aula tersebut dan terlihat para anggota klub wushu sedang menjalani latihan Sparta ala Pak Takeda dan Hojou.
"Habis lari 15 menit, push-up, back-up, sit-up, sikap lilin selama 3 menit!" Perintah Hojou.
Masamune dan Kojuurou hanya bisa cengang-cengong, dan tampak Fuuma dan Keiji sedang melakukan latihan Sparta tersebut. Fuuma dan Keiji tampak sangat segar ( padahal mereka berakting agar menakuti Masamune dan Kojuurou).
"Oi, Kojuu tampaknya mereka lebih kuat daripada kita… apa sebaiknya kita mundur saja?" Bisik Masamune.
"Saranku juga begitu." Bisik Kojuurou lagi.
Ketika mereka mundur ke belakang. Mereka dihadang oleh Mouri Motonari sang manajer.
"Kalian mau kemana? Sudah datang telat mau mencoba kabur dari latihan!?" Tanya Mouri.
"Hah? Kabur?! Sejak kapan kami bergabung dengan klubmu?!" Tanya Masamune yang sudah damai dengan Mouri.
"Ini!" Jawab Mouri sambil mengeluarkan formulir masuk, beserta tand tangan yang sudah dicap materai.
"SEJAK KAPAN!? #$%^ dengan semua ini! Ada apa orang di hari ini!?" Serapah Masamune.
"Kojuurou senpai, coba baca ketentuan yang terdapat dalam formulir ini." Balas Mouri.
Kojuurou hanya mengangguk mengiyakan, pasrah dengan keadaan. Ia mengambil kertas dari Mouri dan membacakan ketentuan yang tertulis dalam formulir tersebut.
"Satu, yang sudah bergabung tidak boleh keluar dengan alasan yang tidak masuk akal.
Dua, melakukan aturan yang telah ditetapkan pelatih dan manajer.
Tiga, orang yang sudah memasuki ruang klub secara sengaja atau tidak sengaja, akan mengikuti klub wushu selama 6 bulan."
"Jelas?" Tanya Mouri. Mereka berdua terdiam, sadar telah terjebak dalam jebakkan maut sang manajer yang super licik ini.
"Kalau begitu, sekarang sebaiknya kalian LATIHAN!" Perintah Mouri.
"Ngomong-ngomong sejak kapan ruang aula ini menjadi mewah begini? Lagipula, bagaimana mereka mendapat ijin penggunaan aula serbaguna oleh Pak Nobunaga?" Bisik Keiji ke Fuuma.
"Hanya Tuhan yang tahu." Balas Fuuma yang pastinya gak badmood lagi.
Dua minggu pun berlalu. Di suatu hari yang cerah di ruang klub wushu…
"Selamat siang!" Sapa Mamoru.
"Selamat siang." Jawab Matsu, Toshie, dan Ieyasu bersamaan.
"Yang lainnya kemana, belum datang?" Tanya Mamoru.
"Entahlah, mungkin telat." Jawab Ieyasu yang sedang meninju samsak.
"Sejak kemarin mereka tidak masuk, kira-kira ada apa yah?" Tanya Matsu.
"Apa mereka merasa tersiksa gara-gara latihan yang diberikan Hojou." Kata Mouri tiba-tiba.
Semuanya menjadi terdiam…
"Tidak mungkin itu terjadi, ya kan Matsu? Hahaha." Hibur Toshie memecah keheningan.
"Iya, tidak mungkin, hahaha pada cuti mungkin?" Jawab Matsu ikut-ikutan.
Mamoru terdiam…
"Tenang Mamoru, mereka pasti masuk lagi besok." Hibur Ieyasu.
"Sudah-sudah daripada galau kalian latihan saja." Sela Mouri.
Semua mengiyakan.
'Apa yang terjadi dengan mereka, Fuuma dan Keiji kenapa?' Batin Mamoru.
TBC…
Apa yang terjadi? Kita lihat saja… ^^
Ralat kelas Matsu di chapter 2 tertulis 3-1 sebenarnya 2-1. Mohon maaf atas penulisan salah. Nah, mari kita lanjut ke sesi penjelasan…
Bruce Lee itu juga salah satu artis yang mendalami wushu selama hidupnya.
Shifu: Merupakan salah satu kuda-kuda dalam wushu. Kuda-kuda ini hampir mirip dengan maphu. Tapi bedanya kaki hanya di buka sekitar 2 jengkal dengan salah satu kaki (kiri/kanan) sama seperti maphu. Dan kaki yang satunya diluruskan. Sehingga kaki poros 45 derajat.
Di wushu taolu ada 2 aliran yaitu aliran utara dan selatan. Utara untuk tubuh kurus-sedang, sedangkan selatan sedang-besar. Permainan jurus utara kebanyakan menggunakan speed, kelenteruan, lompatan yang tinggi, dan kuda-kuda yang jadi. Misalnya 100 persen sejajar dengan bahu, dan rendah, serta kaki ke depan, lalu shifu yang rendah. Tapi less power. Sedangkan selatan, kebalikkan dari utara menggunakan power, dan dalam selatan terdapat gerakkan dimana kita juga harus berteriak, dan kuda-kuda tak terlalu jadi tidak apa-apa. Sedikit lompatan, tapi sekali ada lompatan, lompatannya mengerikan *menurut orang awam*.
Selanjutnya akan saya jelaskan di chapter 4.
