Ketika Ameera Hime terbangun, ia sudah berada di dalam sebuah ruangan terbuka yang dibatasi oleh jeruji. Singkatnya, penjara. Tempat itu terbuat dari batu, seperti sebuah dungeon dalam game RPG. Ia garuk-garuk kepala dan menguap sambil berusaha untuk berpikir sedang apa dan kenapa dia berada di tempat suram seperti itu, hanya pakai bikini dan kain bali pula.
Pool party…cocktail…Valshe…Clear…Tourai…solo Cantarella…
"TOURAAAAAIIII!" dia tiba-tiba teriak. Lalu dia ingat semua kejadian aneh itu dengan para mesum rangers.
"WOOOOIIIIII! ADA ORAAAAAANG?" teriaknya sambil memegangi teralis dan berusaha melihat keluar. Hanya ada lorong gelap dengan lampu yang remang-remang. "Oh shit… gue benci gelap…" gumam sang tuan putri. Dengan pasrah ia lalu terduduk di lantai batu yang dingin sambil bengong mikirin Reuben Langdon.
"...Ameera Hime?"
Sebuah suara lembut memanggil nama sang tuan putri memecah keheningan.
"…Siapa?" tanya sang tuan putri, diikuti dengan bersin karena kedinginan
"…Princess Mideru…aku ada di penjara di sebelahmu…"
"Oh! Princess Mideru dari Keraton Kampung Sawah?"
"…Y-ya…"
"Ngomong-ngomong, kau tahu kita sekarang di mana?"
"…Tidak tahu…"
"Kalau yang lain?"
"…Itu… sepertinya mereka disekap di penjara lain, tapi ketika aku mencoba memanggil tak ada yang menjawab… hanya kau yang teriak-teriak, sepertinya hanya kita berdua yang sadar…"
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Mereka berdua langsung terdiam. Terlihat seseorang yang memakai gi warna kuning
"Ho… rupanya Princess Mideru dan Ameera Hime sudah sadar…"
"Kau siapa?"
"Bukankah dari pakaianku jelas aku siapa?"
Kedua tuan putri itu terdiam
"…Pembersih toilet?" tebak Ameera Hime
"...Pengurus kandang babi?" tebak Princess Mideru
"BUKAN! Bentak si orang nggak jelas itu "Aku ini Yellow Ranger dari Mesum Rangers! Pedo Ranger Saku!"
kedua tuan putri itu terdiam lagi
"…Nggak kenal tuh…" kata kedua tuan putri itu bersamaan
Yellow Ranger itu langsung kesal sendiri, lalu dengan kasar membukakan penjara mereka berdua "Huh! Kalau saja aku tidak diperintahkan Kaisar untuk mengeluarkan kalian berdua tanpa terluka, sudah kutempeleng kalian satu-satu!" katanya kesal "Lihat saja nanti!" katanya dengan gaya sok mengancam
Mereka berdua lalu dikawal menuju altar istana sambil celingukan. Benar kata Princess Mideru, teman-teman mereka yang lain masih dikurung di dalam penjara istana, namun masih dalam keadaan tidak sadar bak mayat bergelimpangan.
Keluar dari penjara bawah tanah, suasana di sekitar istana terlihat damai, dengan interiornya terbuat dari bambu dimana-mana. Ameera Hime berpikiran untuk kabur bersama Princess Mideru, namun dimana-mana banyak penjaga istana bersenjata.
Di altar istana, mereka lalu menghadap dengan sang kaisar. Tapi yang duduk di atas singgasana adalah seseorang dengan wajah yang sangat familiar. Ameera Hime dan Princess Mideru kaget melihatnya
"K-King Shin?"
Sang kaisar yang mendengarnya hanya tersenyum jahat.
Sementara itu, kembali ke Pulau Dewata, di villa pribadi milik Keraton Los Angeles…
"INI BENCANA! SUNGGUH BENCANA! HAMPIR SEMUA GADIS YANG KUUNDANG KE PESTAKU HILANG DICURI OLEH SEKELOMPOK SENTAI ANEH! DASAR ORANG-ORANG MESUM SIALAAAAAAAAAAAANNNNNNN!"
Sudah berjam-jam sang Maharaja marah-marah nggak karuan. Tentu saja, rencana pestanya kacau balau. Apalagi putri angkatnya ikut diculik.
Loh? Bukannya tadi dia bilang nggak peduli?
Rupanya rakyat Keraton Los Angeles (terutama wanita) dan banyak negara-negara yang meninggalkan pesan agar sang maharaja tetap tegar dan mendoakan agar sang tuan putri dan korban-korban penculikan absurd ini cepat kembali. Untuk menjaga image, tentu saja sang maharaja memasang wajah sedih di depan para wartawan pada saat konferensi pers. Dengan wajah memelas seperti itu, rating TV yang memberitakan meningkat pesat, dan fans-fans sang maharaja makin bertambah.
Dan para pria hanya bisa memasang wajah asem saat menonton sang maharaja di home theater pribadi.
Faktor kedua adalah, sang tuan putri-lah yang merencanakan semua ini. Ia mengundang banyak gadis-gadis yang sudah punya suami (ataupun istri) yang meminta untuk diundang karena bosan dengan pasangan mereka, dan tentu saja, Ameera Hime yang mempunyai rencana agar sang maharaja tidak dikudeta dan dibakar hidup-hidup oleh orang-orang yang pasangannya direbut oleh maharaja Furuno.
Dan setelah konferensi pers, Maharaja Furuno langsung mengadakan rapat dadakan dengan para pemimpin negara yang putri-putri dan ratunya diculik. Beberapa kursi untuk kerajaan diisi oleh para wakil yang siap dengan webcam chat. Dengan tenang, Maharaja Furuno menduduki kursinya dan memulai rapat dengan salam formal.
"Selamat malam, wahai para pemimpin negara sekalian. Saya, Maharaja Keraton Los Angeles, Neil Furuno, dengan ini meminta maaf sebesar-besarnya akan kejadian ini dan akan bertanggung jawab akan mengerahkan seluruh pasukan terbaik Keraton untuk menyelamatkan para tuan putri dan ratu yang diculik…"
Tiba-tiba suara berdehem menggema di ruang rapat "Interupsi sebentar, Maharaja Furuno" kata King Shin, sang pemimpin Negeri Selatan.
"Silakan, Yang Mulia King Shin" balas sang Maharaja
"Saya tahu pelaku penculikan ini dan dimana lokasinya"
Dan serentak semua orang di ruangan itu melotot dan berdiri dari kursi.
Kembali ke Kastil Bambu…
"Hei… tunggu! Kau… kau bukan King Shin!" teriak Princess Mideru sambil menunjuk ke orang yang sedang duduk di singgasana itu, "Kau cuma seseorang yang mirip dengannya! King Shin… King Shin tidak mungkin tersenyum jahat seperti itu!"
Dalam hati Ameera Hime berkata "Oh ya?" dengan muka penuh sarkasme. Ia masih dendam karena dikalahkan habis-habisan di Street Fighter. Ia ingat muka picik King Shin ketika mengalahkannya dengan skor 20-3
"Memang benar aku bukan King Shin, aku ini adalah…. KAISAR PANDA!"
Kedua tuan putri yang diculik itu tidak bisa melakukan apa-apa kecuali melotot dan diam seribu bahasa
"Dan hobiku adalah… mengoleksi kuku anak kecil!"
Dan kedua tuan putri mukanya makin melongo. Bingung.
Kaisar jahat berfetish kuku anak kecil?
TO BE CONTINUED IN A TWISTED FAIRYTALE #4
Maaf lama… salahkan Sims 3, Sengoku Basara, twitter, Reuben Langdon, tugas kuliah, dan… apalagi yah? Emang dasarnya males aja sih… /DZIGH. Entah berapa kali mikir mending cerita sampah ini tak drag ke tong sampah MacBook Pro… tapi mengingat pembaca-pembacanya pasti akan ngamuk berat jika saya melakukan hal tersebut, makanya nggak jadi. Yak… nantikan yang keempaaatttt~ *lariiii
