Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Genre: Romance, Drama, Friendship

Rate: T

Pairing: MinaKushi(main) / FugaMiko

Warning: Typos(maybe), OOC, dialog minimalis(?), alur gjls

Summary:

Kushina dulunya sangat mencintai basket. Tapi kemudian dia meninggalkan dunia yang digemarinya itu karena suatu hal. Akankah dia bertemu orang yang bisa mengubahnya lagi? Bagaimana masa lalu Kushina? RnR!

.

.

Halo! Lama nunggu ya? Atau malah gaada yg nunggu nih? Hahaha *mojok*

Sebagai gantinya, author kasih yg lebih panjang! Happy reading, minna!

.

.

Part 3

"Kushina, menurutmu, kelas mana yang akan menang?" Tanya Mikoto. Hening beberapa saat diantara mereka berdua. Menyadari lawan bicaranya yang tak juga merespon, Mikoto menyenggol bahu Kushina pelan.

"Kushina? Hei!" Kushina tersentak.

"Ah? Eh, apa? Kau tadi bilang apa?"

"Kau melamun? Yasudahlah. Aku bilang, kelas mana yang menurutmu bakal menang?" Ulangnya.

"Aku tak tahu, Mikoto. Aku murid baru disini, jadi tak tahu kemampuan mereka." Kushina menggelengkan kepalanya.

"Oh iya juga, ya. Hihihi, aku aku lupa." Mikoto menjulurkan lidah.

"Kalau kau mau tau, kelas XII A itu tangguh, lho! Apalagi kapten mereka yang dijuluki Kiiroi Senkou. Gerakannya sangat cepat hampir tak terlihat, lihai seperti profesional. Aku yakin mereka akan menang lagi!" Lanjutnya semangat. Kushina mengernyitkan dahinya.

"Lagi? Jadi.. Mereka sudah sering menang, eh?"

"Ya! Mereka sering bertanding dengan sekolah lain, dan selalu menang. Karena prestasinya ini, yayasan sekolah kita memberikan dukungan penuh serta fasilitas memadai untuk klub basket." Jawab Mikoto. Kushina hanya mengangguk mengerti.

"Yak! Selamat siang, teman-teman! Hari ini pertandingan persahabatan antara kelas XII A dan XII B akan segera dimulai! Bersiaplah, dan mulai pasang taruhan pada tim favorit kalian. Hahaha. Selamat menyaksikan dan untuk para pemain yang akan bertanding, ganbatte ne minna!" Suara bersemangat sang pembawa acara terdengar dari speaker disetiap sudut gedung olahraga. Kedua tim sudah muncul dari masing-masing sisi lapangan, siap memulai permainan.

Wasit memegang bola ditengah lapangan. Dihadapannya sudah ada kedua kapten dari masing-masing tim, bersiap untuk memperebutkan bola. Saat bola dilambungkan keatas, salah satu kapten tim berambut hitam dan ikal langsung meloncat keatas dan merebut benda bulat berwarna oranye itu. Dan pertandingan pun dimulai.

Tim XII B berhasil membawa bola selama beberapa detik, tapi tidak satupun dari mereka yang mampu mendekati ring dari tim XII A, dikarenakan pertahanannya yang sangat kuat. Saat salah satu anggota tim XII B akan mengoper bola pada teman se-timnya, tiba-tiba sosok kuning melesat cepat kearahnya dan mengambil bola dalam genggamannya. Namikaze Minato, sang kapten tim XII A yang dijuluki Kiiroi Senkou itu.

Seisi gedung kembali riuh menyaksikan Minato mendribble bola dengan sangat cepat sambil berlari kearah ring tim XII B. Minato memasukkan bola dengan sedikit lompatan dan..

BRAKK

"Yak! 2 poin untuk kelas XII A, Konoha no Kiiroi Senkou berhasil memberikan poin pertama untuk timnya di menit ke 5!" Pembawa acara berseru. Seluruh pendukung tim XII A (yang mayoritas perempuan) menjerit senang, membuat Kushina harus kembali menutup telinganya yang mulai berdengung.

"Kyaaaa! Minato-senpai!"

"Sugoi ne, Minato-senpai! Kyaaa!"

'Berisik sekali-ttebane!' Jerit Kushina dalam hati. Rasanya ingin sekali dia angkat kaki dari tempat dia duduk sekarang, tapi diurungkan niatnya itu karena tidak enak dengan Mikoto yang tampak sangat bahagia menonton pertandingan ini.

'Yah, tahan sebentar sajalah. Biar kutemani dulu Mikoto.' Ringis Kushina dalam hati.

Pertadingan dilanjutkan. Kali ini tim XII B membawa bola. Salah satu pemain bernomor punggung 5 itu mulai mendribble bola. Inoichi (dari kelas XII A) menghalangi pemain berambut merah itu. Pemuda berambut merah yang diketahui bernama Yoze itu berbalik sambil memasang posisi seperti hendak mengoper bola. Tapi dia tak kunjung mengopernya. Ternyata posisi itu hanya kecohan. Saat Inoichi lengah, Yoze langsung berlari melewatinya. Baru beberapa langkah, Yoze kembali dihadang oleh Shibi dan Fugaku.

Yoze mendecih kecil.

"Yoze, pass!" Motoyama mengangkat tangan, isyarat meminta bola. Yoze kemudian mengoper bola tersebut. Saat bola hampir sampai ditangan Motoyama, tiba-tiba bola itu menghilang. Bukan menghilang karena semacam sihir, tapi bola itu kembali direbut oleh Minato.

'Eh? Hiyaku-teki ni!' Kushina tersentak kaget. Dia bahkan tidak melihat Minato berlari mendekati Motoyama. 'Bagaimana caranya dia bisa mendapatkan bola itu-ttebane?' Batin Kushina.

"Mikoto, itu si Kiiroi Senkou?" Tanya Kushina pada Mikoto. Mikoto menoleh, kemudian mengangguk semangat.

"Ya! Itu Minato-senpai yang jadi andalan kelas XII A! Walaupun semua pemain di tim inti itu sangat berbakat, Minato-senpai yang paling menonjol diantara mereka. Selain karena dia kaptennya, Minato-senpai itu selalu menyumbangkan setidaknya 5 buah gol disetiap pertandingan. Keren tidak?" Mikoto berseri-seri. Kushina mengangguk paham. Tapi kemudian mengernyitkan dahinya.

"Ano Miko, kau suka pada Minato-senpai? Daritadi kau menceritakannya dengan ekspresi bahagia." Tanya Kushina penasaran.

"Hah? E-eh, tidak. Aku hanya bangga saja mendukungnya karena aku termasuk teman dekatnya. Lagipula aku sudah punya pacar, kok. Dan pacarku itu adalah sahabatnya." Mikoto tergagap. Dia memang sangat bersemangat menonton pertandingan ini bukan hanya karena Minato, tapi juga karena kekasihnya. Ya, Uchiha Fugaku.

"Oh ya? Siapa pacarmu itu-ttebane?". Tanya Kushina lagi.

"Yang... Ng.. Nah, yang itu." Mikoto menunjuk salah satu pemain berambut model buntut ayam yang sedang berlari. Rona merah samar mulai mewarnai kedua pipinya.

Kushina mengernyit sebentar, kemudian tiba-tiba dia tergelak. Tawa pertama yang diperlihatkan Kushina selama dia bersekolah di Konoha High School. Mikoto berhasil meluluhkan Kushina dengan tingkah malu-malunya itu. Kushina masih tertawa, sedangkan Mikoto hanya memasang eskpresi bingung serta tatapan 'Dia kerasukan apa?'. Kushina menarik napas sambil menyeka airmata yang tidak sengaja keluar dari pelupuk matanya. Lalu dia menoleh pada Mikoto sambil tersenyum nakal.

"Ohh.. Jadi pacarmu si Uchiha pantat ayam itu? Yaampun Mikoto, aku tak tahu seleramu ternyata yang seperti itu-ttebane!" Kushina kembali tertawa. Kini giliran Mikoto yang mengernyit bingung.

"Lho? Kau kenal dengannya, Kushina? Dimana? Kukira kau baru berkeliling sekolah kemarin bersamaku dan kita tidak bertemu dengannya." Tanya Mikoto. Kushina tersenyum lebar.

"Tentu saja-ttebane. Fugaku itu teman bermainku waktu kecil! Dulu, saat aku masih di Uzushio, kami sering bermain bersama. Obito-nii dan Nii-san ku juga sering bermain bersama kami. Bahkan, dia yang menyarankanku untuk bersekolah disini-ttebane!" Kata Kushina semangat.

"Eh? Obito-nii? Rasanya dulu Fugaku pernah cerita tentangnya. Dia sepupu Fugaku. Katanya Obito-nii menghilang bersama Ji-san nya Fugaku, Uchiha Madara. Tidak ada yang tahu keberadaan mereka sekarang." Mikoto terdiam sebentar. "Tapi aku kaget lho, ternyata kau temannya waktu kecil." Mikoto tersenyum tipis.

"Yayaya! Dia anak yang menyebalkan-ttebane, selalu irit kata. Setiap kali orang berbicara padanya hanya kata 'hn' yang keluar dari mulutnya itu sebagai jawaban, membuat orang sering hampir kehilangan kesabaran dan nyaris menampar wajah tanpa ekspesinya itu dengan high heels. Dia juga sangat sombong. Aku heran bagaimana caranya kau bisa dekat dengannya, apalagi sampai berpacaran-ttebane!" Kushina mendengus. Mikoto hanya tertawa. Tawanya sangat anggun, tidak seperti tawa Kushina yang menggelegar.

'Kushina ternyata bisa ekspresif juga ya." Batin Mikoto geli. Dia senang karena perlahan-lahan Kushina mulai menampakkan sifat aslinya walaupun hanya didepannya. Dia pun kembali menolehkan kepalalanya ke arah lapangan tempat pertandingan berlangsung, melanjutkan tontonan yang sempat ditinggalkannya sejenak.

.

Kedudukan diantara kelas XII A dan XII B seri 39 sama. 39 poin milik kelas XII A berasal dari Minato sebanyak 5 gol, Fugaku, Shikaku, dan Inoichi 4 gol, serta Shibi dengan 3 gol.

Kedua tim sudah sangat kelelahan, kentara sekali dengan peluh yang membanjiri tubuh mereka serta tarikan napas yang tak beraturan. Waktu permainan tinggal 8 menit lagi. Tampaknya kedua tim bertanding dengan sangat sengit. Dan tampaknya juga 8 menit terakhir inilah penentuan siapakah yang akan keluar sebagai pemenang.

Bola dipegang oleh Fugaku. Dia mendribble bola ke daerah lawan dengan gesit. Saat melihat lawan mencoba menghadang didepannya, Fugaku langsung mengoper bola pada Shibi yang berada tak jauh didepannya. Shibi menangkap bola itu dengan sigap, lalu mulai berlari lagi. Saat Shibi mencoba mengoper ke Minato, salah satu pemain dari tim XII B langsung menyambar bola tersebut. Minato berdecak kesal. Sisa waktu permainan tinggal 4 menit lagi.

"Formasi A!" Teriak Minato tiba-tiba. Shikaku, Inoichi, Shibi, dan Fugaku langsung bersiap diposisi masing-masing. Inoichi berlari mengejar pemain lawan yang memegang bola, lalu mencoba merebutnya dari arah kanan. Minato mengambil posisi tak jauh dari ring tim lawan. Shikaku berada di sisi kiri lawan, bersama Inoichi untuk merebut bola. Pemain lawan yang memegang bola itu merasa terdesak dengan posisinya. Dia pun langsung melempar bola kearah teman setimnya yang meminta bola dari arah belakangnya.

Bola itu akan mendarat ditangan pemuda dari kelas XII B tersebut dengan mulus jika saja Shibi tidak menyelanya.

"Nice cut!" Inoichi menyeringai lebar. Setelah mendapatkan bola, Shibi berlari ke daerah lawan, menuju Fugaku dan Minato yang sedari tadi tetap berada diposisinya.

"Kau takkan kemana-mana, tuan pencinta kecoak. Berikan bola itu!" Sinis salah satu pemain dari tim XII B pada Shibi yang berada dihadapannya. Shibi hanya tersenyum miring.

"Aku tak hanya mencintai kecoak, kau tahu. Jika kau mau bola ini, coba saja ambil. Fugaku!" Teriak Shibi. Dia melempar bola itu dari samping pada Fugaku. Fugaku menerimanya, lalu kembali berlari.

Fugaku mulai mendekati ring lawan. Dia bersiap memasukkan bola saat Yoze kembali mencoba merebut bola. Yoze hampir menyentuh bola itu ditangannya, tapi tiba-tiba Fugaku melempar bola kebelakang tubuhnya tanpa melihat, seperti sudah direncanakan. Dia melempar kearah Minato yang berada ditengah lapangan. Minato bersiap menerima bola. Sisa waktu tinggal 15 detik lagi.

Minato menangkap bola itu, lalu tanpa aba-aba dia langsung menghentakkan kakinya dari lantai sambil mengayunkan tangannya. Para penonton yang melihatnya kaget dengan tindakan Minato yang melempar bola dari jarak yang lumayan jauh itu, walaupun mereka sendiri tahu kemampuan Minato, tapi tetap saja rasanya itu mustahil. Mereka hanya menyaksikan benda bulat itu melayang menuju ring dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tapi...

BRUK

Semua yang melihat pemandangan itu semakin menganga lebar seakan tidak percaya. Bola itu melewati ring dengan mulus tanpa halangan!

PRIIIITTT

Peluit tanda berakhirnya permainan ditiupkan oleh wasit. Permainan dimenangkan oleh tim XII A. Seisi gedung bersorak keras atas kemenangan mereka. Para pendukung Minato menjerit histeris, malah ada yang sampai menangis bahagia.

"YA! PEMENANGNYA ADALAH KELAS XII A DENGAN 42 POIN! TEPUK TANGAN YANG MERIAH UNTUK PARA PEMENANG SERTA KELAS XII B YANG TELAH BERJUANG KERAS HINGGA MENIT-MENIT TERAKHIR!" Pembawa acara yang tadi berteriak kencang. Kerumunan penonton pun semakin riuh sambil memberikan standing applause untuk mereka.

Mikoto ikut berdiri sambil bertepuk tangan, sedangkan Kushina tetap duduk. Tapi Kushina akui, permainan tadi cukup menyita perhatiannya. Bagaimana tidak? Kushina sudah sangat lama tidak menyentuh bola basket. Sudah hampir 3 tahun, sejak kematian kakak serta orangtuanya. Tentu saja Kushina merindukan permainan itu.

'Ahh lagi-lagi! Sudahlah, lupakan kejadian itu-ttebane!' Batin Kushina. Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Mikoto, lebih baik kita keluar saja-ttebane! Disini berisik. Kau kan bisa menghampiri pacarmu itu nanti. Sekalian aku juga mau bertemu dengannya-ttebane!" Kushina berbicara agak keras supaya Mikoto dapat mendengarnya. Mikoto mengangguk, lalu mengikuti Kushina keluar dari gedung olahraga.

Sementara itu..

"Permainan yang hebat. Tidak salah kalian selalu diutus sekolah untuk mengikuti pertandingan basket dimanapun." Pein, kapten kelas XII B menjabat tangan Minato. Minato tersenyum ramah.

"Ya, tim-mu juga hebat. Lain kali kita lakukan lagi, ya." Jawab Minato. Pein mengangguk. Setelah itu mereka pun bubar.

"Aku duluan, Minato. Aku mau mencari Mikoto." Pamit Fugaku datar. Minato mengangguk, kemudian Fugaku meninggalkannya.

'Pacaran saja dia. Hahh, sekarang bagaimana aku menghadapi siswi-siswi itu? Mereka pasti akan jauh lebih berisik setelah ini.' Keluh Minato dalam hati. Setelah menyeka keringat dan meneguk sebotol air, Minato segera keluar dari sana.

.

"Itu dia Minato-senpai!"

"Ahh ada Minato-senpai! Kyaaa senpaii!"

"Teman-teman, kejar!"

Ketakutan Minato terbukti. Para gadis itu mendadak berubah menjadi 'ganas' saat melihatnya. Minato hanya tersenyum kaku dengan wajah pucat, kemudian langsung ambil langkah seribu. Terlihatlah adegan kejar-kejaran yang sangat tidak elitnya dikoridor antara Minato dan para 'monster betina ganas' tersebut.

"Uwaahh! Toloooongggg!" Minato berteriak entah pada siapa sambil terus mempercepat langkahnya. Seharusnya tidak jadi masalah menghindari para siswi yang mengejarnya, karena dia adalah salah satu siswa pencatat rekor lari terbaik disekolah itu, yaitu lari 50 meter dalam 7 detik. Tapi sekarang keadaannya berbeda. Minato yang sekarang sangat kelelahan karena habis melakukan pertandingan basket. Alhasil, sekarang dia hanya bisa bersembunyi di gudang yang ada dibawah salah satu tangga.

"Sial, kemana dia? Minato-senpai larinya cepat sekali!" Minato mendengar suara salah satu siswi itu yang kebingungan mencarinya.

"Cari lagi! Mungkin dia sedang bersembunyi! Pokoknya aku harus mendapatkan lap handuk olahraga spesial Minato-senpai kyaaa!"

"Tidak! Handuk itu akan jadi milikku!" Minato hanya sweatdrop mendengar perkataan mereka barusan.

'Jadi ini yang mereka inginkan? Kami-sama, tolong aku...' Batin Minato sambil menatap handuk yang dia gunakan untuk menyeka keringatnya tadi itu dengan tatapan mengenaskan. Dia tidak percaya ternyata dia punya fans yang amat fanatik, sampai-sampai mau memiliki benda yang dia nilai amat menjijikkan itu.

"Ayo, coba cari kesana!" Lalu suara langkah itupun menjauh. Akhirnya Minato dapat sedikit bernapas lega. Dia pun perlahan-lahan keluar dari persembunyiannya, lalu mulai berjalan menuju toilet untuk mengganti baju olahraganya yang sudah bermandikan peluh tersebut menjadi seragam sekolah.

.

"Mikoto, aku ke toilet dulu ya. Kau duluan saja kekelas." Ujar Kushina. Mikoto mengangguk, lalu berjalan lebih dulu menuju kelasnya. Sedangkan Kushina pergi ke arah yang berlawanan.

Minato sudah selesai mengganti pakaiannya. Saat dia keluar dari toilet, dia mendengar suara-suara para siswi yang mengejarnya tadi. Segera saja dia membalikkan tubuhnya, tapi tiba-tiba 'BRUK'. Bunyi sesuatu terjatuh.

"Ittaii-ttebane~" Keluh sosok yang terjatuh itu. Ternyata Minato tidak sengaja menabraknya saat berbalik tadi. Karena tubuh Minato lebih tegap dan kokoh, dia tidak terjatuh. Sebagai gantinya, seorang gadis berambut merah terduduk dilantai.

"Hei, kau tidak apa? Gomen, aku buru-buru tadi." Tanya Minato dengan nada khawatir sambil mengulurkan tangannya.

"Ya, aku tidak apa-apa." Jawab gadis itu tanpa menyambut uluran tangan Minato. Ia menengadahkan kepalanya. Matanya pun bertemu dengan mata pemuda didepannya itu. Sapphire dan amethyst.

DEG! Jantung Minato seakan berhenti saat menatap mata berwarna ungu jernih milik gadis dihadapannya ini.

"Ada apa, senpai?" Tanya Kushina. Sekarang dia sudah berdiri sempurna.

"A-ah, tidak apa-apa. Maaf yang tadi ya." Kata Minato dengan gugup. Dia dapat merasakan wajahnya yang sempat memanas tadi saat mereka bertatapan.

"Ohh, tidak apa. Aku kan tidak ter-" Ucapan Kushina terputus.

"Hei, kau dengar sesuatu? Sepertinya ada suara Minato-senpai dari sini! Ayo!" Minato menoleh dengan wajah pucat pasi. Dia kemudian menoleh lagi pada Kushina.

"Hei, tolong sembunyikan aku. Cepatlah! Tak usah banyak tanya!" Potong Minato cepat saat melihat Kushina akan membuka mulutnya. Masih dengan rasa bingung, akhirnya Kushina menarik Minato masuk kedalam toilet perempuan. Minato menurut saja saat ditarik kesana. Yang penting aku selamat, batinnya.

"Haishh, dia hilang lagi! Kemana sih!" Jerit salah satu siswi yang mengejar Minato dengan frustasi. Lalu suara langkah itu semakin menjauh. Kushina mengintip keadaan diluar perlahan, kemudian memberikan isyarat pada Minato untuk keluar.

"Sudah aman, senpai." Kata Kushina datar.

"Ah ya, benar. Arigatou." Minato berterima kasih sambil mengeluarkan senyuman 'maut'-nya itu. Jika siswi-siswi tadi yang melihatnya, pastinya mereka akan pingsan dengan darah segar mengucur dari lubang hidung mereka. Tapi sayangnya itu tidak berlaku untuk Kushina. Dia hanya menatap pemuda berambut pirang itu dengan tatapan datar.

"Hn. Douita." Ujar Kushina dingin sambil berlalu begitu saja. Keinginannya untuk ke toilet tiba-tiba menghilang setelah kejadian tadi. Minato hanya memandangnya dengan pandangan yang sangat sulit diartikan. Bisa-bisanya ada gadis yang tidak terpukau dengan senyuman super 'maut'-nya itu. Kecuali Mikoto, tentu saja. Karena Mikoto akan lebih terpesona jika Fugaku yang tersenyum seperti itu padanya. Tapi bila dibayangkan, adegan Fugaku yang tersenyum seperti itu justru akan terlihat menyeramkan karena bukannya tersenyum lebar dan ramah, senyuman Fugaku akan lebih terlihat seperti seringaian kejam. Sangat OOC *author di sharingan* *back to the story*

"Hei, tunggu! Siapa namamu? Dari kelas berapa?" Panggil Minato. Tanpa menghentikan langkahnya maupun berbalik, Kushina hanya mengangkat kedua bahunya.

"Kau tidak perlu tahu, senpai." Ujarnya sambil meneruskan langkahnya, meninggalkan Minato seorang diri didepan toilet.

.

Tbc

.

.

Yeayyy romance-nya udh mulaiii. nanti chapter2 selanjutnya bakal tambah ditonjolin pairing MinaKushi dengan selingan FugaMiko *burn fireworks*

Udah cukup panjang kan? Atau ada yang masih belum puas? Author bikin chapter ini 5 hari lebih lho, kadang sampe begadang krn gak dapet2 ide buat ngelanjutinnya dengan word yg bnyk ;_;

Oiya, sekadar pemberitahuan. Sehabis chapter ini, author gk akan update chapter baru dulu ya. Mungkin selama seminggu-2 minggu kedepan, karena itu chapter ini spesial krn nambah 1000an wordnya dari last chapter gyahahahah, krn author mau ada study tour dr sekolah. dan gk mungki update chap baru hehe

Jadi, mohon kesabarannya ya :D insyaallah nanti author bawa story baru deh, tergantung inspirasi yg ada diotak huahahahah *evillaugh*

At least..

Review please! Don't be a silent reader.

Love,

Scarlet Marchazarine