Tittle : Tidak Romantis
Disclamer : Fujimaki Tadatoshi
Pair : Midorima x Takao
Genre : Bisa berubah tiap drabbles baru :3
Warning : Garing, sho ai, ooc, typo dll
A/N : Holla! Saya update lagi! :D
untuk sekarang saya belum bisa melayani req gomen u.u
Oh iya, yg chapie 2 tentang Akashi kemarin ada lanjutannya kok :3
MidoTaka here! Check it out~
Tertarik? Silahkan review :D
Tidak Tertarik? Silahkan klik tombol 'Back'
Tertarik, tapi gak mau review? Silahkan 'Fav' XD
Tidak tertarik tapi mau review ? Ampun jangan Flame DX
Reader and Silent Reader, welcome :D
Enjoy Reading Minna :D
Apa sih hal yang memicu tumbuhnya momen romantis?
Hujan
Orang bilang berpelukan dengan pasanganmu saat hujan deras itu adalah momen paling so sweet. Tak percaya? Bayangkan saja, bulir-bulir hujan yang dingin sirna sudah saat dekapan tangan besar kekasihmu merengkuh tubuh menggigilmu. Dan kalian saling berbagi kehangatan lewat kecupan bibir ringan. Benar-benar romantis.
Jika kekasihmu orang yang romantis itu akan mudah-mudah saja. Tapi jika di sama sekali tak peka cobalah sedikit mendramatisir suasana. Sedikit drama cekcok dan pura-puralah marah atau kecewa setelah itu berlarilah saat hujan deras-derasnya. Dan walla~ dia akan mengejarmu dan meminta maaf. Dan momen romantis akan terjadi.
.
.
.
"Shin-chan~ ayo hujan-hujanan." Rengek si raven pada sosok wortel raksasa_ehem ma-maksudku pemuda berambut hijau dengan jersey orange. Berhenti menodongku dengan kapak! (ini lucky itemku nanodayo.)
Ok kita kembali ke cerita.
"Tidak mau." Sanggahnya cepat sambil menutup lokernya dan bersiap keluar gym.
"Kenapa? Hitung-hitung kita bernostalgia mengingat masa kecil." Takao masih setia merengek pada Midorima Shintaro si shooter Shuutoku.
"Aku tidak mau terlihat bodoh dengan bermain hujan denganmu dan lepaskan pelukanmu itu Takao itu menjijikkan!"
"Hidoi na Shin-chan, kau kejam sekali." Takao melepaskan pelukannya dilengan sang shooter. Dia menunduk dalam-dalam. Bahu mungilnya bergetar. Midorima yang menyaksikan itu merasa iba, tapi tunggu bukan Midorima kalau terang-terangan menunjukkan rasa ibanya itu dia tetap saja cuek sambil memanggul kapaknya –lucky item untuk cancer hari ini.
"Aku benci Shin-chan!" dan momen itu di mulai, momen mendramatisir dengan Takao yang berlari keluar gym menerjang hujan deras diluar sana.
"Tak_" tangan panjang si rambut hijau menggapai udara. Ingin rasanya mengejar si kekasih yang kekanak-kanakan itu tapi sekali lagi, tsun-tsunnya melarang keras!
Bimbang, dia bimbang sekarang. Mana yang lebih ia pentingkan kekasihnya atau tsun-tsunnya? Mana?
"Orang itu merepotkan saja."
.
.
.
"Bbbrrr...ha-hatcim...sshhh di-dingin...di-dimana Shi-ha-hatciiimm-chan." Si raven menggigil, sudah hampir dua puluh menit dia menunggu orang yang dia harapkan untuk mengejarnya tapi apa? Dia tak nampak sama sekali.
"Shin-chan kau menyebalkan!"
.
.
.
"Hatcim_ ada yang membicarakanku nanodayo."
Ddrrt ddrrt
Ponselnya yang diatas meja belajarnya bergetar. Segera saja si pemilik benda persegi itu menekan tombol hijau untuk menerima panggilan.
"Ada ap_"
/Shiiiin-chaaaaaan, kau tega benar-benar tega!/
"Berisik Bakao! Apa maumu, kau mengganggu waktu belajarku!"
/Kenapa Shin-chan tak mengejarku tadi!/
"Untuk apa seperti kurang kerjaan."
/Shin-chan benar-benar tidak romantis!/
"Bo-bodoh! Memangnya kau wanita menyukai hal-hal merepotkan seperti itu!"
JLEB JLEB JLEB
(FAILED)
Sekian~
RRNRd
