One (Side) Love

.

.

.

Pairing : KrisHo, HanHo

Main Cast : Kris, Suho, Luhan

Sopport Cast : Exo member and suju member

Warning : cerita membingungkan,alur kecepatan penulisan tidak sesuai EYD, typo(s) bertebaran dimana-mana.

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

Happy reading ^^ !

.

.

.

kris tengah berjalan di lorong sekolahnya menuju kantin. Namja tampan itu, berjalan bersisian dengan seorang namja berlesung pipi yang diketahui bernama Zhang Yi Xing atau yang lebih di kenal dengan nama Lay. Namja yang menurut kirs telah mencuri hatinya sejak lama. Kris terlihat senang saat bersama Lay, hal itu terlihat dari senyum samar yang tersungging di bibirnya.

"Hyeong! " sebuah seruan menghentikan langkah Kris, tanpa menengokpun Kris tau siapa yang memanggilnya itu.

"Ada apa? " tanya Kris dengan sedikit ketus.

Suho orang yang tadi berseru pada Kris mengumpat kesal dalam hatinya. Suho bisa saja bersikap dingin seperti biasa pada Kris dihadapan banyak orang seperti saat ini, tapi Suho masih punya hati dan tidak ingin membuat Kris malu.

"Ck…. Kenapa kau ketus sekali hyeong! " Suho berdecak kesal.

"Cepat katakan apa mau mu, kau tidak lihat aku sedang bersama siapa?! " tanya Kris yang masih setia dengan nada ketusnya, sambil menjuk Lay yang ada di sampingnya.

"Annyeong Lay-ssi! " Suho menyapa Lay yang tengah melambaikan tangan-nya saat Kris menunjuk dirinya.

"Cepat katakan mau mu! " kesal Kris saat melihat Suho malah menyapa Lay.

"Ck… Ck…. Ck… kau benar-benar tidak sabaran Wu Yi Fan-ssi! " ujar Suho dengan nada bercanda. "Aku hanya ingin menyampaikan apa yang di katakan ajuma, katanya ajuma masih masih belum bisa pulang karena urusan di Busan masih belum selesai. " lanjut Suho menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan dan, ingin didengar Kris.

"Kenapa mom tidak menghibungi ku saja?! " tanya Kris sambil mengerutkan dahinya.

"Sudah, ajuma sudah menghubungimu hyeong, tapi ajuma bilang hand phone hyeong tidak bisa dihubungi, makanya ajuma menghubungi ku." jawab Suho.

Kris merogoh saku celananya dan mengecek hand phone-nya. Benar saja hand phone-nya dalam kondisi tidak menyala alias mati, sepertinya semalam Kris lupa untuk mencharge hand phone-nya hingga membuat hand phone-nya mati seperti sekarng.

"Suho! " Suho menengokan kepalanya ke asal suara dan,mendapati seorang namja tampan bermata rusa tengah tersenyum lembut ke arahnya.

"Lulu hyeong! " prkik Suho, lalu namja mungil berparas manis itu berlari menghampiri Luhan.

"Kau ini, sebaiknya sebelum kau melangkah perhatikan dulu sepatumu! " perkataan Luhan barusan sukses membuat dahi Suho berkerut karena bingung.

"Maksud mu hyeong?! " tanya Suho.

"Lihat tali sepatumu lepas! " ujar Luhan sambil menjongkokan tubuhnya "bagaimana kalau kau terjatuh dan terluka huh? " lanjut Luhan yang sekarang tengah sibuk mengikat tali sepatu Suho.

Blush

Suho menangkup kedua pipinya yang merona parah karena perlakuan Luhan, belum lagi beberapa bisikan dari para yeoja dan namja yang berdiri tidak jauh dari tempat Suho berdiri yang mengatakan kalau Suho benar-benar beruntung karena di perlakukan dengan sangat baik oleh pujaan hati mereka

"Selesai!" Luhan kembali berdiri. "Ingat lain kali kau harus meperhatikan tali sepatumu sebelum melangkah aku tidak ingin melihatmu terluka. "

Dan Suho hanya bisa nenganggukan kepalanya saja, dengan rona merah yang menghiasi pipi putih pucatnya.

"Aigo…. Jinjja keopta! " luhan mengusak rambut Suho sayang, membuat rambut lembut itu sedikit berantakan.

"Ukh….. kalian benar-benar serasi, aku jadi iri melihat kalian. " ujar Kyung Soo yang entah sejak kapan berada di sana.

"Benarkah?! " tanya Luhan antusias.

"Um~!" Kyung Soo mengangguk mantap. "Ku dengar kalian tadi pagi datang ke sekolah bersama-sama, apa itu benar?! " lanjut Kyung Soo bertanya.

"Ne, kami tadi datang bersama, karena kebetulan aku bertemu Suho di halte bus yang ada didaerah gangnam. " jawab Luhan dengan riang.

"Gangnam?! " Kyung Soo menautkan alisnya membuat dahinya berkerut, karena Kyung Soo menangkap ada sesuatu yang aneh dalam kata-kata Luhan. Setau Kyung Soo Suho tinggal di daerah Apgujeong dan setaunya juga suho selalu di antar menggunakan mobil oleh sang Momy atau Han ajushi supir pribadi keluarga Choi.

"Lulu hyeong kau pasti belum makan siang bukan?" tanya Suho berusaha mengalihkan perhatian,bagaimana pun Suho tidak ingin Kyung Soo tau kalau dia tinggal satu atap dengan Kris.

"Ne!" Luhan mengangguk,sepertinya Suho berhasil mengalihkan pembicaraan

"Ayo makan bersama ku,kebetulan aku juga belum makan." Ujar Suho yang langsung diangguki oleh Luhan.

"Kyung Soo kau mau ikut tidak?" Ajak Luhan pada Kyung Soo.

"Tidak,terima kasih. Aku tidak ingin mengganggu acara kencan kalian!" Tolak Kyung Soo.

"Ya Do Kyung Soo!" Pekik Suho yang disambut oleh tawa Luhan dan Kyung Soo,tapi kemudian tawa Kyung Soo berhenti saat mata bulatnya tidak sengaja melihat mata hitam Kris yang berkilat marah menatap sosok Luhan.

.

.

.

Kris menyunggingkan senyumnya saat dia melihat Sosok namja mugil yang sangat di kenalnya tengah berdiri di dekat parkiran,sambil sesekali mata teduh namja mungil itu melihat jam tangan putih yang melingkar manis di tangan Kurusnya. Persis seperti saat namja mungil itu masih berstatus sebagai tunangannya dan menunggunya pulang untuk pulang bersama.

"Hyeong kenapa kau lama sekali huh?" Rajuk Suho sambil mem-pout-kan bibirnya imut,membuat Kris gemas.

"Mian tadi aku harus bertemu Park saem dulu!" yang menjawab bukan Kris melainkan seseorang yang berada dibelakang Kris.

"Kau tau aku sudah menunggumu hampir 20 menit Lulu Hyeong!" Kesal Suho.

"Jeongmal mian,sebagai permintaan maaf ku,bagaimana kalau kita jalan-jalan?" tawar Luhan.

"Um….." Suho terlihat berfikir sejenak,sebelum akhirnya dia menganggukan kepalanya menyetujui tawaran Luhan.

"Kau mau pergi kemana?" Tanya Luhan.

"Lotte world! Sudah lama aku ingin pergi kesana lagi." Jawab Suho mantap.

"Tapi,ini sudah sore,kita tidak akan puas bermain disana."

"Kau benar Hyeong!"Suho menyetujui perkataan Luhan "kalau begitu kita ke sungai Han saja,menurut Kyung Soo pemandangan sungai Han di malam hari terlihat sangat indah dan banyak pedagang yang menjual camilan yang enak-enak."

"Ne,kaja!"

Dan ke dua orang yang tidak menghiraukan keberadaan Kris itu melangkahkan kaki mereka menuju mobil Luhan yang ada di parkiran.

Kyung Soo yang entah sejak kapan ada di tempat itu menyeringai saat melihat kilat amarah dimata Kris,dan sepertinya dugaannya benar.

(yong: ya ampun Kyung Soo ajuma jadi hantu karena bisa muncul dimana saja…. O.O #abaikan!)

"Kau tau Kris,terkadang sesuatu yang sangat berharga untuk kita itu,akan terasa berharga kalau sesuatu itu sudah bukan milik kita lagi!" Ujar Kyung Soo.

"Apa maksudmu?" tanya Kris dengan tidak santainya.

Kyung Soo hanya mengedikan bahunya sebagai jawaban dari pertanyaan Kris,lalu namja bermata bulat itu menlangkahkan kakinya meninggalkan Kris.

"Ya Do Kyung Soo jawab aku!" Teriak Kris.

"Kenapa dengan Kyung Soo?" tanya Lay pada Kris yang terlihat sedang sangat kesal.

"Bukan urusan mu!" bentak Kris. Sepertinya Kris tidak menyadari kalau yang di bentaknya barusan adalah Lay,namun Kris buru-buru minta maaf pada Lay saat dia menyadari,bahwa orang yang di bentaknya adalah orang yang di sukainya.

"Kris sebenarnya apa sih yang sedang mengganggu pikiranmu?" tanya Lay khawatir. "ku perhatikan beberapa hari ini kau terlihat tidak konsen,dan bahkan beberapa kali membentak ku."

"Hanya perasaanmu saja Lay." Elak Kris "akh iya,apa kita jadi membeli kado untuk adikmu?" lanjut Kris mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Tentu,selama kau masih mau mengantar ku!" jawab Lay.

"Geurom,kajja!"

.

.

.

Ternyata apa yang dikatakan Kyung Soo benar adanya,pemandangan sungai Han di malam hari terlihat sangat indah dan di sini terdapat pedagang yang menjual camilan-camilan yang menggugah selera,seperti saat ini Luhan dan Suho tengah menikmati martabak Kimchi yang sangat lezat menurut Suho.

"Wah….. ternyata apa yang dikatakan Kyung Soo benar,mulai malam ini aku akan sering-sering datang ke sini!" Ujar Suho penuh semangat.

Luhan terkekeh melihat tingkah Suho yang menurutnya terlihat sangat imut itu, "Chonchoni meoggeo! (pelan-pelan makannya)" ujar Luhat saat dia melihat Suho memakan martabak Kimchinya dengan sedikit brutal.

"Habis ini enak hyeong!" Suho memamerkan eye smile-nya

"Kau mau bermain kembang api tidak?" tanya Luhan pada Suho.

"Kembang api?" mata Suho berbinar saat mengatakan-nya. "aku mau hyeong!"

Duar…. Duar….. Duar….. (ceritanya ini suara kembang api yang meledak (?) diudara.)

"Wah neomu…..neomu… yeppeu!" Kagum Suho,saat melihat kembang api itu berpijar di udara.

"Kau senang?" tanya Luhan.

"ne,Jinjja haengbokhae!" jawab Suho ceria.

.

.

.

"Kris kenapa,tiba-tiba kau mengajak ku ke sungai Han?" tanya Lay sambil membuka pintu mobil Kris.

"Hanya ingin kesini saja,lagi pula kitakan jarang kencan ke tempat seperti ini!" jawab Kris.

"Kau benar!" Lay tersenym,ternyata pangeran naganya bisa bersikap romantis juga.

Kris dan Lay pun melangkahkan kaki mereka sambil menikmati pemandangan sungai Han yang indah,dan sesekali mereka akan mampir di beberapa kios makanan untuk mencicipi,camilan-camilan yang menggugah selera. Kris terlihat menikmati acara kencannya dan,memperhatikan celotehan-celotehan yang keluar dari mulut Lay,meski sesekali Kris mengedarkan pandanganya seperti sedang mencari sesuatu atau seseorang.

"Kris kita kesana yuk,menurut teman ku cake dan minuman yang ada di caffe itu enak-enak Lho!" Ajak Lay,dan setelah mendapat anggukan kepala dari Kris,Lay pun menarik tangan Kris untuk memasuki caffe yang menjual aneka macam cake dan minuman itu.

Kris menghentikan langkahnya saat mata hitamnya menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya,mereka adalah Luhan dan Suho yang tengah asik mengobrol dan sesekali bercanda. Kris tersenyum saat melihat Suho tertawa seperti sekarang,kemudiam matanya berkilat kesal saat Kris melihat Luhan mengacak rambut Suho kembali,dan sekali lagi membuat wajah Suho merona. Lay yang melihat ekspersi wajah Kris yang berubah saat melihat dua orang yang tidak jauh dari tempat mereka berada mengerutkan dahinya,dan memperkuat apa yang Lay duga beberapa hari ini.

"Luhan,Suho!" Seru Lay yang langsung menghentikan Luhan dan Suho dari acara tertawa mereka.

Lay menggandeng mesra tangan Kris,kemudian mengajak Kris duduk di satu meja yang sama dengan Luhan dan Suho.

"Yang dikatakan Kyung Soo benar,kalian berdua terlihat benar-benar serasi,iyakan Kris?" Lay menggelayut manja ditangan Kris.

"Ya kalian memang serasi!" Kris menyetujui perkataan Lay.

Rasa sakit itu kembali muncul didada Suho,saat telinganya mendengar apa yang dikatakan Kris dan,melihat sikap Lay yang sepertinya sengaja bersikap manja pada Kris. Jujur Suho akui kalau dia masih belum bisa melupakan Kris,meskipun Suho sudah berusaha sekuat tenaga untuk membunuh perasaan sukanya pada kris,tapi tetap saja rasa itu masih ada,dan mungkin bertambah besar. Bahkan kehadiran Luhan pun tidak bisa mengalihkan perhatian Suho dari namja bermarga Wu yang tinggal 1 atap dengannya itu.

Luhan memegang tangan Suho yang mencengkram kuat celana seragamnya,dan membuat Suho mengalihkan tatapannya dari Kris dan,Lay pada Luhan yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir.

"Kris,Lay sepertinya kami harus pulang duluan." Ujar Luhan

"kenapa begitu?" tanya Lay "Apa kami mengganggu kalian?"

"Tidak bukan seperti itu!" Luhan menggelengkan kepalanya "Aku hanya tidak ingin mengantarkan Suho pulang melebihi jam malamnya." Lanjut luhan

"Oh begitu!" Lay menganggukan kepalanya.

Dan tanpa berkata apa-apa lagi Luhan dan Suho meninggalkan tempat itu,saat di depan pintu Suho sempat enengok ke arah Kris dan Suho melihat Kris tengah mencium Lay tanpa rasa malu sedikitpun (ingat Kris dan Lay ada di caffe yang notabene banyak pengunjungnya.) Suho menghela nafasnya berat dan berusaha keras menahan air matanya agar tidak lolos dan membasahi pipi putih pucatnya.

"Gwaenchana?" tanya Luhan pada Suho saat mereka sudah berada di dalam mobil Luhan.

Suho menganggukan kepalanya lalu berkata "Mianhae hyeong!" dengan suara pelan.

"Untuk apa?" tanya Luhan sambil memasang sabuk pengaman.

"Karena aku….." Suho menggantung kalimatnya dan semakin menundukan kepalanya.

"Gwaenchana!" Luhan mengusap rambut Suho sayang "Aku mengerti dan itu tidak masalah untuk ku,lagi pula kau baru putus dengan Kris 2 minggu yang lalu. Aku tau melupakan seseorang itu tidak semudah seperti kita membalikan telapak tangan." Lanjut Luhan,kemudian namja bermarga Xi itu,memasang kan sabuk pengaman Suho.

"Gomawo hyeong karena kau mau mengarti aku." Ujar Suho yang dibalas senyuman hangat dari Luhan.

.

.

.

Kris kembali membalikan tubuhnya di atas kasur,lalu dia meraih jam kecil yang terletak di atas nakas yang sudah menunjukan jam 11 malam,dan hal itu membuat Kris mendesah pelan. Bukan,bukan karena Kris tidak bisa tidur,melainkan karena Kris mengkhawatirkan namja yang tinggal 1 rumah dengannya yang belum pulang juga. Namja tinggi nan rupawan itupun bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kakinya ke luar rumah. Kris merogoh saku celananya dan mengambil hand phone-nya, mencoba menghubungi Suho entah untuk yang keberapa kalinya dan,hasilnya sama saja. Suho tidak menjawab telponnya,beberapa pesan singkat yang Kris kirim pun berakhir sama,sama-sama tidak di respon oleh Suho.

"Kenapa anak itu belum pulang juga!" Gumam Kris khawatir.

Rasa khawatir di hati Kris semakin menjadi saat di lihatnya jam di hand phone-nya yang sudah menunjukan jam 1 dini hari,dan sampai saat ini Kris masih belum tau keberadaan Suho di mana,yang pada akhirnya membuat Kris melangkahkan kakinya menuju halte bis yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Dengan sabar Kris menunggu Suho di sana dengan mengecek setiap bus yang datang,dengan harapan Suho berada di salah 1 bus yang datang,namun semua harapan Kris selalu di bawa pergi oleh setiap bus yang datang karena disetiap bus yang datang Kris tidak bisa menemukan sosok mungil yang telah membuatnya khawatir seperti sekarang.

Kris kembali melihat jam di hand phone-nya yang sekarang sudah menunjukan jam 2 dini hari,tapi Suho belum juga muncul.

"Akh….!" Erang Kris frustasi.

Kris mendudukan dirinya dengan gusar di kursi halte kemudian mengusap wajahnya kasar tapi,kemudian Kris bisa bernafas lega saat matanya menangkap sosok mungil yang tengah berjalan menuju ke arahnya.

"YA CHOI JOON MYEON KAU MAU MEMBUATKU MATI DI TANGAN MOM KU SENDIRI HUH?"

"…." Suho tidak menghiraukan teriakan Kris yang cukup mengganggu pendengaran itu,Suho terus saja berjalan dengan tatapan yang tampak kosong.

"Ya! Choi Joon Myeon kenapa kau baru pulang?" ujar Kris sambil mencekal lengan Suho.

Suho menghentakan tangannya,membuat cekalan tangan Kris terlepas dan,sepertinya Suho masih belum memiliki niatan untuk menjawab pertanyaan Kris barusan.

"Ya! Choi Joon Myeon,jawab aku!" Kesal Kris karena tidak di hiraukan Suho.

"Ini bukan urusan mu Wu Yi Fan-ssi!" Geram Suho dan kembali menghentakan lengannya agar cekalan tangan Kris kembali terlepas.

"Choi Joon Myeon!" Frustasi Kris saat melihat Suho kembali berjalan menjauhi dirinya.

Suho menghentikan langkahnya ,menatap nyalang pada sosok Kris lalu berteriak "WAE TTO?"

Kris melangkahkan kakinya dan tanpa diduga oleh Suho,Kris langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Suho,kemudian melumat bibir sewarna cherry milik Suho dengan lembut.

"Suho jangan pernah berhenti menyukai ku!"

Dan perkataan Kris barusan sukses membuat chapter ini di cut sampai di sini.

.

.

.

.

Hehehehe #ketawa evil bareng Suho umma lihat reader yang lagi kesel.

Chapter ini sampi sini dulu ya,dan chapter ini agak panjang kan?

Maaf kalau masih ada yang ngerasa chapter ini kurang panjang.

Dan terimakasih buat semua yang udah mampir di ff yong.

Sekian aja cuap-cuapnya,oh ia yong jga minta maaf karena MY LOVELY TUTOR (SAM CHO) belum di lanjut,mngkin hari sabtu depan yong publish chap ke duanya.

Saranghae reader deul geurigeo reviews juseyo!