Kibum pov*

Kulihat seorang namja tampan tengah tertidur di sampingku. "Aishh kenapa aku harus memimpikan dia sih" ucapku dalam hati. Namun namja tampan itu mulai menggeliat kecil membuatku tersadar bahwa itu bukanlah mimpi.

" Aaarrrrrrrrrgggggtttttt" teriakku sekencang-kencangnya dan seketika itu namja yang ada disampingku yang sekarang sedang memeluk pinggangku itu langsung bangun dan lagi-lagi.

" Aaaaaaaaarrrrrrrrrrggggtttttt" teriak namja tampan itu lebih keras dibanding teriakanku, namja tersebut tak lain adalah Siwon.

" Ya! Apa yang kau lakukan disini eoh?" teriakku pada Siwon sambi memukulnya dengan bantal yang sedang ku pegang.

" Ya! Ya! Ya! Jangan memukuliku terus, sakit tau" ucap Siwon padaku tapi aku tak perduli dengan ucapannya dan terus memukulinya dengan bantal dan apa saja yang ada di dekatku membuat dia berteriak kesakitan.

"Ya! Kenapa kau tidur di ranjangku. Apa yang sudah kau lakukan padaku eoh? Aish dasar namja pervert." teriakku kesal padanya.

" Ya! Aku tidak melakukan apa-apa padamu , aku hanya menciummu saja" ucap Siwon tanpa sadar dan seketika itu menutup mulutnya yang kelepasan bicara itu.

"Mwo?" ucapku sangat terkejut.

"A-aniyo bukan seper—" belum sempat Siwon melanjutkan kata-katanya dirinya sudah terjatuh dari kasur karena tendangan kakiku pada perutnya.

"Ya! appo" teriak Siwon kesakitan sambil memegangi perutnya sedangkan aku hanya menatapnya tajam.

"Aishh aku hampir gila" ucapku sangat kesal pada Siwon dan memberinya pukulan lagi dengan bantal yang sedang aku pegang namun Siwon malah menarik bantal itu sehingga membuatku jatuh di atas tubuhnya.

Aku berusaha berdiri namun lengan kekar Siwon berusaha menahanku agar tidak berdiri dengan lengannya yang kuat itu membuatku tidak bisa berbuat apa-apa.

"Ya! Lepaskan aku" teriakku pada Siwon tepat dimukanya namun dia malah tersenyum kecil membuat lesung dipipinya terkembang sangat manis.

Sementara itu Donghae oppa yang sudah ada di depan pintu apartemenku terkejut mendengar suara berisik dari dalam aparetemenku dan dengan cepat ia masuk ke dalam apartemenku.

Donghae oppa sangat terkejut melihatku dan Siwon tengah berpelukan. " Ya! Apa yang kalian berdua sedang lakukan?" teriak Donghae oppa pada kami berdua. melihat Donghae oppa yang sudah berdiri di depan pintu kamarku membuatku dan Siwon sangat terkejut dan dengan cepat Siwon melepaskan dekapannya padaku.

" A-aniyo oppa, dia yang dengan seenaknya tidur di ranjangku" aku mengadu pada oppa kesayanganku itu.

" A-aniyo hyung, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa tidur seranjang dengan Kibum" ucap Siwon membela dirinya sendiri.

"Jangan banyak alasan kau, mengaku saja Choi Siwon" lagi-lagi aku berteriak pada Siwon.

" Ya! Ya! Kalian berdua jangan bicara terus aku bingung harus mendengarkan yang mana" ucap Donghae oppa sedikit kesal padaku dan Siwon membuat kita berdua diam sesaat.

"Ya! Aku telah menyelamatkanmu dari namja pervert si Minho itu yang mau menciummu kemarin malam" ucap Siwon mencoba menjelaskan.

" Iya tapi kau yang malah menciumku saat aku tertidur" ucapku marah pada Siwon.

"Apa benar itu Siwon?" tanya Donghae oppa pada Siwon.

"Mianhae hyung, aku benar-benar tidak sadar telah menciumnya" ucap Siwon menyesal.

"Ya! Mana ada mencium seseorang tanpa sadar Siwon. Jangan banyak alasan kau?" ucapku sambil melempar muka Siwon dengan bantal yang ada di kursi lalu pergi meninggalkannya bersama Donghae oppa.

"Ya! Ya! Ya! Jangan melempariku dengan bantal " ucap Siwon padaku namun tak kuhiraukan sama sekali dan meneruskan langkahku menuju ke dalam kamarku untuk mandi.

Setelah selesai mandi, aku membereskan tempat tidurku dan terlintas wajah Siwon tadi pagi membuatku kesal "Aishh dasar namja pervert" umpatku lagi pada Siwon.

Donghae oppa masuk ke dalam kamarku dan menghempaskan tubuhnya di atas kasurku.

" Bummie kau itu lucu sekali" ucap Donghae oppa padaku.

"Wae?" tanyaku padanya dan duduk di sampingnya.

"Kau sudah melakukan yang lebih dari ciuman dengan Siwon Bummie, jadi kenapa tadi kau sangat marah padanya?" tanya Dongahe oppa padaku sambil tertawa.

"Ya! Itu semua sudah berlalu oppa jangan pernah mengungkitnya kembali" ucapku memberi alasan.

"Tapi kau masih mencintainya kan Bummie?" tanya Donghae oppa yang membuatku sangat terkejut.

"A-aniyo oppa" ellaku padanya.

"Jangan bohong pada oppamu ini Bummie, aku sangat mengenalmu Bummie jika kau sudah mencintai satu orang maka kau akan mencintainya selamanya" ucap Donghae oppa lagi.

"Sudahlah oppa aku ingin melupakan masalaluku dengannya" ucapku yakin. Donghae oppa bangkit dan memelukku.

"Ne, baiklah aku akan selalu mendukung keputusanmu Bummie asalkan kau bahagia" ucap Donghae oppa membuatku sangat lega.

" Ini jam berapa Bummie? apa kau tidak kuliah ?" tanya Donghae oppa padaku.

Aku melirik jam dinding kamarku " Aishh oppa kau jahat sekali tidak memberitahuku, aku pasti telat nih" ucapku sambil mengambil tas di atas meja kamarku dan pergi meninggalkan Donghae oppa setelah berpamitan padanya.

"Apa kau tidak mau aku antar Bummie?" teriak Donghae oppa dari dalam kamarku.

"Aniyo oppa. Anyeong" ucapku sambil berlari keluar dari apartemenku sedangkan Donghae oppa hanya tersenyum melihatku tingkah lakuku.

Benar saja sesampainya di kampus, Tiffani songsaengnim sudah ada di dalam kelas dan tampaknya sedang menjelaskan materi kuliah. Dengan agak takut aku masuk ke dalam ruangan kelas.

"Anyeong Tiffani songsaengnim, mianhae saya telat"ucapku dengan nada menyesal.

"Baiklah cepat duduk di kursimu Kibum-ssi"suruh Tiffani songsaengnim padaku.

Aku pun berjalan menuju kursiku dan kulirik namja yang sudah berhasil merusak hariku ini. Kulirik dia dan ternyata dia tengah menertawaiku. Aku memberinya deathglare padanya namun sama sekali tak dihiraukannya.

"Bummie kenapa kau bisa telat eoh?"tanya Kyuhyun padaku saat jam istirahat.

"Ada sedikit insiden kecil tadi pagi Kyu dan itu sudah berhasil merusak hariku"ucapku masih dengan nada kesal mengingat kejadian tadi pagi.

"Ya! Jangan mengatakan seolah-olah hanya aku yang bersalah Kibum, aku juga tidak tau kenapa bisa ada di atas ranjangmu padahal seingatku aku hanya tidur disamping ranjangmu" ucap Siwon yang tiba-tiba menghampiriku dan Kyuhyun.

"Mwo? K-kalian tidur seranjang?"tanya Kyu dengan suara yang cukup keras membuatku dan Siwon menutup mulutnya rapat.

"Aishh kau ini, jangan keras-keras Kyu. Aku tidak mau ada yang mengetahui hal ini"ucapku menjelaskan.

"Ya! Apa kau takut statusmu sebagai JANDA diketahui para namja yang ada disini eoh? Dasar yeoja genit"ucap Siwon dengan nada mengejek.

Aku memberinya tatapan deathglare pada mantan suamiku ini karena telah menyebutku JANDA.

"Ya! Aku bukan yeoja genit babo" ucapku kesal.

"Kalau kau bukan yeoja genit, kenapa kemarin malam Minho bisa masuk ke apartemenmu eoh da berusaha menciummu"ucap Siwon agak sedikit kesal.

"Kau jangan memfitnah dia Siwon"ucapku semakin geram pada Siwon.

"Aku tidak bohong, kalau kau tidak percaya tanya saja padanya" ucap Siwon sambil menunjuk orang yang tengah berjalan menuju padaku.

"Pagi bummie, kau tidur nyenyak kan?"tanya Minho padaku dengan senyum polosnya.

"Pagi Minho-ah, apa aku boleh bertanya padamu Minho-ah?"

"Ne, tanya apa Bummie"ucap Minho sambil duduk disebelahku.

"Apa kau kemarin mau menciumku saat aku tertidur Minho-ah?"tanyaku hati-hati pada namja yang sudah aku anggap seperti saudaraku ini.

"A-aniyo Bummie, mana mungkin aku melakukan itu padamu"ucap Minho sedikit gugup.

"Cih kau masih bisa berbohong eoh?"celetuk Siwon pada Minho membuat Minho menoleh benci padanya .

"Bukankah kau yang menyuruhku pulang Siwon-ssi, jadi mungkin saja kau yang melakukan apa-apa pada Bummie"Minho membalikkan perkataan Siwon tadi membuat dia jadi salah tingkah.

"Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu eoh?"tanya Siwon pada Kibum yang sedari mendapat tatapan tajam dari mantan istrinya itu.

"Sudahlah aku malas membahas masalah ini, Kyu katanya kau mau meminjam buku di perpustakaan?"tanyaku pada Kyu yang juga tengah duduk disampingku.

"Ne Bummie, kajja kita ke perpustakaan"ucap Kyu padaku lalu menarik tanganku lembut meninggalkan Siwon dan Minho yang masih berdiri mematung melihat kepergianku dan kyu.

"Ya! Kenapa kau ikut dengannya eoh? Ya! Lee Kyuhyun"teriak Siwon kesal sambil berlari mengejarku dan Kyu.

Di perpustakaan aku hanya duduk menemani Kyuhyun karena hari ini aku tidak mood untuk membaca dikarenakan namja yang ada disampingku ini, kenapa juga dia harus ikut keperpustakaan yang notabene tempat yang paling ia benci. Tiba-tiba handphoneku bergetar menandakan ada panggilan masuk.

"Yeobseo?"tanyaku pada seseorang diseberang telfon.

"Halo Bummieku"sapa seseorang disebrang telfon tadi.

"Kau siapa?"tanyaku penasaran.

"Apa kau sudah lupa denganku chagi?"ucap namja di sebrang telfon dengan sangat mesra membuatku takut. Melihat raut mukaku yang sedikit berubah Siwon lalu merebut handphoneku dan berbicara dengan namja tersebut.

"Siapa kau?"tanyanya kasar pada namja tersebut.

"Kenapa kau merebut handphone yang bukan milikmu Siwon-ssi, aku tidak mau berbicara denganmu brengsek, jadi cepat berikan telfon itu pada Bummieku"ucapnya dengan nada mengerikan.

"Brengsek, apa ini kau eoh?"ucap Siwon yang sudah mengetahaui siapa yang kini sedang berbicara padanya itu.

"Ternyata kau cepat sekali mengenaliku Siwon-ssi"tawa namja tersebut yang ternyata adalah Shim Changmin.

"Aku tidak akan pernah lupa denganmu brengsek, apa yang kau mau sekarang?"tanya Siwon mulai geram pada namja yang berbicara padanya via telfon itu.

"Sangat simple Siwon, aku hanya menginginkan apa yang harusnya menjadi milikku. Aku hanya menginginkan Bummieku" ucap Changmin memberi penjelasan. Kini Siwon sudah sangat geram pada Changmin.

"Hanya di dalam mimpimu brengsek"ucap Siwon mengakhiri pembicaraan pada Changmin lalu mengembalikannya lagi padaku. Sedangkan aku hanya kebingungan dengan percakapan Siwon dan namja tadi.

"Tadi itu siapa Siwon?"tanyaku penasaran padanya.

"Bukan siapa-siapa, Kyu ayo ikut aku"Siwon menyeret tangan Kyu keluar dari perpustakaan .

Kibum pov end*

Author pov*

Siwon berjalan keluar dari perpustakaan dengan menggepalkan tangannya kuat menahan amarah yang sedari tadi ditahannya dihadapan Kibum agar tidak membuat yeoja yang sangat dicintainya itu khawatir .

"Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya dariku lagi Shim Changmin"ucap Siwon yang masih mengepalkan tangannya.

"ya! Kau ini kenapa Siwon?"tanya Kyu kebingungan mendapati sikap aneh sahabat baiknya itu.

"Shim Changmin telah kembali Kyu, dan dia ingin mengambil Bummie dariku"ucap Siwon memberi penjelasan pada Kyu, membuat Kyu mengangguk mengerti.

"Jangan khawatir Won, Aku akan selalu membantumu "ucap Kyu yakin dan merangkul bahu sahabatnya tersebut.

"Gomawo Kyu"ucap Siwon sambil membalas rangkulan Kyu padanya.

Kibum dan Minho pulang kuliah bersama naik bis. Sesampainya di apartemen, Kibum segera mengambil kunci apartemennya dari dalam tasnya. Setelah lama mencari namun ia tetap tidak menemukan kunci apartemennya.

"Aissh pasti kuncinya jatuh saat aku mengambil handphone tadi"ucap Kibum memelas.

"Eottokhae?" kibum panik karena dia tidak akan bisa masuk ke dalam apartemennya. Dia mencoba menghubungi Donghae namun sialnya handphone kakaknya itu sedang tidak aktif.

Kibum duduk di depan pintu apartemennya hingga larut malam dan tertidur disana. Siwon yang baru saja sampai di apartemennya terkejut melihat Kibum yang sedang tertidur di depan pintu apertemennya.

"Ya, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Siwon sambil mengguncang-guncangkan bahu Kibum membuat yeoja cantik yang sedang tertidur itu bangun.

"Ya! Jangan mengangguku Siwon"ucap Kibum ketus pada mantan suaminya itu.

"Ya! Jangan tidur disini kau nanti bisa sakit"ucap Siwon menasihati Kibum namun Kibum sama sekali tak menghiraukannya.

"Yasudah kalau gitu, kalau kau sakit jangan salahkan aku eoh"ucap Siwon lalu masuk ke dalam apaertemennya.

Siwon yang sudah masuk kedalam apartemennya masih sangat khawatir dengan Kibum. Akhirnya ia pun keluar dari apartemennya untuk melihat keadaan Kibum. Dia sangat terkejut melihat Kibum masih saja berada disana.

"Ya! Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau tidak masuk ke dalam apartemenmu?"tanya Siwon pada Kibum.

"Kunci aparetemenku hilang jadi aku tidak bisa masuk ke dalam apartemenku"jelas Kibum dengan wajah memelas.

"Aishh kau ini dari dulu selalu saja ceroboh. Yasudah menginaplah diapartemenku"tawar Siwon pada Kibum.

"Andwe,, dan satu lagi aku tidak ceroboh sepertimu Siwon" bentak Kibum pada Siwon.

"Yasudah terserah kau sajalah"ucap siwon lalu kembali kedalam apartemennya.

Semakin malam Kibum semakin merasakan kedinginan yang luar biasa membuatnya agak menggigil kedinginan. Sementara di dalam apartemen, Siwon sama sekali tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan mantan istrinya itu. ia tampak mondar-mandir di ruang tamunya khawatir. Akhirnya Siwon pun keluar dari apartemennya lagi untuk melihat Kibum.

"Aishh dasar keras kepala"ucap Siwon sambil keluar dari apartemenya lagi. Dilihatnya Kibum masih ditempat yang sama seperti tadi dan tubuhnya kini tampak menggigil kedinginan membuat Siwon semakin tak tega dengan mantan istrinya itu lalu sekali lagi mendekati Kibum.

"Ya! Tidurlah di apartemenku" ucap Siwon pada Kibum. Kibum mendongakkan kepalanya menghadap Siwon namun tak memberi jawaban.

"Aku janji tak akan menyentuhmu, kalau kau tetap disini kau pasti akan mati kedinginan Kibum"ucap Siwon khawatir.

Tanpa mereka berdua sadari, tampak seorang namja yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dengan tatapan penuh kebencian melihat namja yang ada disamping yeoja yang sangat dicintainya itu. "Choi Siwon kau sudah membangkitkan amarahku"ucap namja itu dengan memukulkan kepalan tangannya di tembok.

"Kupastikan kau akan sangat menyesal telah menyentuh Bummieku Siwon"ucap Changmin dengan nada penuh amarah melihat yeoja yang sangat dicintainya itu tengah masuk ke dalam apartemen Siwon mantan suaminya.

Akhirnya kibum pun mau bermalam di apartemen Siwon. Kibum pun tidur di kasur hangat milik Siwon yang memancarkan aroma khas mantan suaminya itu yang bisa membuatnya tenang. Kibum segera memejamkan matanya saat dilihatnya Siwon keluar dari dalam kamar mandi. Tanpa Kibum duga Siwon malah tidur disebelah Kibum membuat yeoja itu terkejut.

"Ya! Kenapa kau tidur disini eoh?"tanya Kibum lalu bangkit dari tidurnya.

"Kalau tidak tidur disini aku mau tidur dimana lagi eoh? "tanya Siwon pada Kibum.

"kau bisa tidur disana"ucap Kibum sambil menunjuk sofa yang ada di sebelah ranjang.

"Ya! Aku tidak mau tidur sana, nanti aku tidak bisa tidur"ucap Siwon kesal.

"Aishh yasudah kalau gitu aku tidur diluar saja"ucap Kibum sambil beranjak dari ranjang Siwon. Namun langkahnya terhenti karena Siwon menarik tangannya tak membiarkan dia pergi.

"Aishh yasudah tidurlah disini, aku akan tidur disofa" ucap siwon mengalah pada Kibum lalu berjalan menuju sofa dekat ranjangnya.

Kibum tersenyum penuh kemenangan lalu melanjutkan tidurnya lagi. Tak lama Kibum pun sudah tertidur lelap. Sementara Siwon yang sedang tidur di sofa sama sekali tidak bisa tertidur. Berulang kali ia memejamkan matanya tetapi tetap saja matanya itu tidak bisa diajak kompromi.

"Aigoo lama-lama aku bisa gila nih"ucap Siwon pada dirinya sendiri. Dilihatnya Kibum sudah tertidur lelap. Wajahnya yang teduh membuat Siwon begitu tenang. Dengan perlahan Siwon naik ke atas ranjangnya dan berbaring di samping Kibum. Dilihatnya muka Kibum yang sangat putih dan mulus itu membuat hatinya berdegup kencang. Matanya yang tadinya melihat wajah kibum kini terhenti dibibir merah kibum yang sangat menggoda itu. Diciumnya bibir itu sekilas. Sepanjang malam siwon tidak tidur dan hanya memandangi muka istrinya yang sangat cantik itu. namun kegiatannya terhenti saat telfon yang ada di mejanya itu bergetar.

"Drrrrrrtttttt...ddrrrrttt"

"Yeobseyo"jawab Siwon pada orang yang menelfonnya.

"Malam Choi Siwon"ucap namja itu pada Siwon.

"Ada apa brengsek?"ucap Siwon pada namja tersebut yang tak lain adalah Shim Changmin.

"Apa kau bersenang-senang malam ini dengan Bummieku Siwon-ssi?"tanya Changmin pada Siwon dengan tawa tersembunyi.

"Bukan urusanmu brengsek"jawab Siwon penuh amarah.

"Kau sudah membuatku sangat marah Choi Siwon dan kupastikan kau akan benar-benar menyesal telah menyentuh Bummieku"ucap Changmin sambil mengakhiri telfonnya.

"Dasar freak"umpat Siwon pada namja yang baru saja menelfonnya itu.

Siwon kembali menatap wajah teduh mantan istrinya, mengusap pipi chubbinya lembut dan sesekali mencium kening Kibum. Tanpa terasa hari pun telah berganti pagi. Sebelum Kibum bangun dari tidurnya, Siwon kembali ke sofa dekat ranjangnya agar Kibum tidak marah padanya karena berada satu rajang dengannya.

Tak lama setelah Siwon pindah ke Sofa Kibum tampak menggeliat kecil.

"Urrmm" Kibum menggeliat kecil dan mencoba untuk membuka matanya. dilihatnya Siwon yang tengah tertidur di atas sofa membuatnya sedikit merasa bersalah pada namja yang sangat dicintainya itu. Kibum beranjak dari ranjang Siwon berjalan menuju sofa yang ditiduri Siwon, Kibum berjongkok untuk bisa melihat wajah suaminya itu lebih jelas. Dipandanginya terus wajah suaminya sangat tampan dan tenang itu membuatnya tersenyum kecil karena sudah lama ia tak memandang wajah imut suaminya saat tertidur semenjak perceraian mereka berdua.

"Apa aku begitu tampan saat tidur Kibum hingga kau tidak berkedip memandangiku"ucap Siwon membuat Kibum terkejut dan tersentak kebelakang sedangkan namja yang ternyata tidak tertidur itu membuka matanya membuat Kibum salah tingkah.

"Ya! Siapa yang memandangimu"teriak Kibum pada mantan suaminya itu dan beranjak keluar apartemen Siwon.

"Aishh kau ini kenapa harus malu-malu eoh? Lihat pipimu sudah memerah haha"tawa Siwon melihat pipi merah Kibum membuat yeoja cantik itu semakin salah tingkah.

Donghae yang sudah berada di apartemen Kibum terkejut melihat dongsaeng kesayangannya itu keluar dari apartemen Siwon.

"Bummie aku sudah membuat duplikat kuncinya ini"ucap Donghae pada Kibum dan melemparkan kunci apartemen padanya.

"Gomawo oppa"Kibum memberi killer smilenya pada oppa kesayangannya itu lalu membuka pintu apartemennya dengan kunci yang telah diberikan Donghae.

Dengan cepat ia segera meluncur ke dalam kamarnya dan segera mandi karena ia tak mau terlambat kuliah seperti kemarin.

"Bummie cepatlah sedikit, kita hampir telat nih"teriak Donghae pada kibum dari ruang tamu apartemen.

"Ne,, ne oppa kajja kita berangkat"Kibum keluar dari dalam kamarnya dan menyeret oppanya menuju mobil oppanya itu.

Beberapa menit kemudian sampailah kedua kakak beradik itu di kampusnya.

"Oppa gomawo,,,anyeong"ucap Kibum kepada Donghae lalu berlari menuju kelasnya.

"Bummie-ah"sapa Minho pada Kibum .

"Minho-ah kenapa kau tak menjemputku eoh?"tanya Kibum berpura-pura marah pada sahabatnya itu.

"Aishh kau yang kemana Bummie aku tadi ke apartemenmu tapi kau tidak ada"ucap Minho dengan nada kecewa. Kibum baru sadar bahwa semalam ia bermalam di apartemen Siwon dan memcoba mencari alasan yang tepat untuk ia jawab pada Minho.

"ooh aku lupa Minho-ah, aku kemarin pulang ke rumahku makanya aku tidak ada di apartemen"jelas Kibum pada Minho.

"Bummie aku tadi menemukan ini di pintu apartemenmu"ucap Minho sambil menyodorkan setangkai mawar merah lengkap dengan surat kecil yang tergantung manis dia atasnya dari dalam tasnya.

"Ini bunga dari siapa Minho-ah?"tanya Kibum penasaran dan mengambil bunga itu dari tangan Minho.

"Molla, lebih baik kau baca saja suratnya siapa tau ada nama pengirimnya"usul Minho.

Perlahan Kibum membaca surat yang ada di tangannya.

"Selamat pagi Bummie ku sayang, semoga harimu menyenangkan."

Saranghae Bummie

# C #

Kibum sangat terkejut saat membaca surat tersebut, apalagi inesial 'C' yang tertera disurat itu membuat Kibum merasa sangat takut. Kibum tak mau hal yang sama akan terulang lagi saat namja itu berusaha membawa dia kabur dan memisahkan dirinya dengan orang-orang yang sangat dicintainya termasuk Siwon dan keluarganya.

Flashback

Seorang yeoja tengah duduk di pinggir pantai yang sangat indah mencoba menghibur hatinya yang saat ini sedang terluka. Seorang namja tampak menghampiri yeoja itu dan duduk sampingnya.

"Bummie sudahlah lupakan Siwon, dia itu tidak pernah mencintaimu Bummi-ah" ucap namja tersebut yang tak lain adalah Shim Changmin.

"Aku tidak bisa Changmin-ah,aku sangat mencintainya dan aku tidak bisa hidup tanpa dia"ucap yeoja cantik tersebut yang tak lain adalah Kim kibum.

"Kau jangan seperti ini Bummie lupakan dia dan menikahlah denganku. Aku sangat mencintaimu lebih dari Siwon"ucap Changmin berusaha meyakinkan yeoja yang ada dihadapannya itu.

Kibum menunduk dalam, ia sama sekali tak mencintai namja yang ada disampingnya saat ini namun Kibum juga tak mau menyakitinya lebih dalam lagi.

"Mianhae Changmin-ah aku benar-benar tidak bisa, dan baru kemarin aku resmi bercerai dari Wonnie aku tidak bisa langsung bersamamu"ucap Kibum sambil sesekali terisak mengingat dirinya kini telah resmi bercerai dengan namja yang sangat dicintainya itu. melihat Kibum terisak hati Changmin sangat sakit, dia memeluk Kibum erat seolah tak mau kehilangan yeoja yang sangat dicintainya itu.

"Kumohon ikutlah denganku ke Inggris, lambat laun kau pasti bisa mencintaiku dan melupakan Siwon Bummie"ucap namja itu masih kekeh.

"Mianhae Changmin-ah, aku harus pulang"ucap Kibum sambil melepaskan pelukan Changmin dan bangkit dari duduknya dan berjalan pulang.

Changmin bangkit dan berusaha mengejar Kibum. "Biar aku antar Bummie"ucap Changmin sembari menarik Kibum ke dalam mobilnya.

Tanpa mereka berdua sadari Siwon yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua sangat sakit harus merelakan istri yang sangat dicintainya bersama lelaki lain.

"Seharusnya aku yang mengusap air matamu Bummie bukan dia"ucap Siwon penuh amarah memandang Changmin yang dengan seenaknya memeluk Kibum. Kini Siwon benar-benar merasa kehilangan harta yang sangat berharga di hidupnya yaitu Kibum.

Sementara itu di dalam mobil Changmin, Kibum sama sekali tak berbicara dan hanya diam memandang keluar yang berbicara padanya sama sekali tak digubrisnya. Kibum merasakan ada yang aneh, karena ini bukanlah jalan menuju rumahnya namun jalan menuju bandara. Kibum mulai khawatir dan bertanya pada Changmin.

"Changmin-ah kita mau kemana?ini bukan jalan ke rumahku"tanya Kibum gelisah.

"Kita akan pergi ke Inggris sekarang juga chagi-ah"ucap Changmin dengan mengembangkan senyumnya lebar.

"Andwe, aku mau pulang Changmin-ah"ucap Kibum memberontak dan Changmin menggenggam tangannya kuat hingga ia merasakan sakit di tangannya.

"Lepaskan aku, atau aku akan loncat dari mobil"ancam Kibum pada Changmin.

"Kau tidak akan berani chagi-ah, kau akan terluka"ucap Changmin sambil berusaha menciumi Kibum namun tak berhasil. Kibum akhirnya berhasil mengumpulkan segala keberaniannya untuk meloncat dari mobil Changmin yang sedang dikendarai sangat kencang tersebut.

Kibum berhasil menggigit lengat Changmin dengan sangat kuat hingga namja itu berteriak kesakitan dan Kibum membuka pintu mobilnya lalu dengan cepat ia melompat keluar.

"Bummie jangan!"teriak Changmin saat melihat Kibum meloncat keluar.

"Arrrrrrrrrrrggggggggtt"teriak Kibum kesakitan dan akhirnya tak sadarkan diri di pinggir jalan raya karena aksinya barusan yang meloncat dari mobil Changmin yang sedang melaju kencang.

Flashback end

Wajah Kibum seketika itu memucat membuat Minho sangat khawatir.

"Bummie gwaenchana? Wajahmu terlihat pucat"ucap Minho khawatir.

"Ne,, sepertinya aku harus pulang Minho-ah"ucap Kibum lemah.

"Biar aku yang mengantarmu Bummie"ucap Minho masih dengan nada khawatir.

Mereka berdua pun akhirnya berhasil mendapat izin dari kampus. Minho dan Kibum berjalan keluar kampus untuk menyetop sebuah taksi namun tanpa mereka berdua sadari ada bahaya yang kini sedang mengintai mereka berdua.

Minho sedang berusaha menyetop taksi dan Kibum sedang berdiri di pinggir jalan dengan gelisah, hatinya kini benar-benar merasa tak tenang. Tiba-tiba dari arah belakang Kibum di dekap dua orang namja tinggi dan tegap yang memberikan Kibum bius hingga akhirnya ia pingsan. Minho yang tadinya sudah berhasil menyetop sebuah taksi mendapati Kibum yang diseret dua orang yang tak dikenalnya langsung berlari menuju Kibum dan dua orang itu.

"Ya! Apa yang kau lakukan pada Bummie"Minho berusaha merebut Kibum dari kedua namja itu namun ia malah jatuh tersungkur akibat tendangan salah satu namja kekar tadi.

Kibum yang sudah tak sadarkan diri dimasukkan ke dalam mobil mewah hitam dan disana telah duduk namja yang selalu terobsesi dengan yeoja cantik yang kini sedang ada di pangkuannya masih dalam keadaan tak sadarkan diri akibat obat bius tadi.

"Aku berhasil mendapatkanmu kembali Bummieku"ucap namja itu puas.

To be continued...

Anyeong para readers . gimana-gimana? Puas gak hehehhe^^ (pede abis)

Maaf kalo saya kaga bisa balas review chingu satu-satu^^ dan maaf kalo masih ada typos disana-sini ^^

*Rikha chan: tau tuh Changmin oppa. Kan kibum uda punya siwon oppa mending ama author aja changmin oppa#plakk ditabok changmin oppa. Sibum bersatu gak ya? Stay tune disini terus ya biar tau kelanjutannya. Mungkin chapternya ampe 5 tapi bisa berubah juga sih, tergantung yang review chingu ^^

*snowysmiles: gwaenchana chingu yang penting sekarang uda review hehehe^^

Iya chingu uda aku pertimbangin di chapter selanjutnya. Moment Changbum akan banyak di chapter 4 jadi staytune in here yak^^ gomawo.

*Fireworks: tau tuh changmin oppa tega-teganya .makin penasaran yak chingu ?staytune aja disini ^^ gomawo uda review.

*youngsu0370: iya chingu . staytune in here yak gomawo^^

*lee hyun mi : iya siwon oppa harus berusaha keras nih chingu buat dapetin kibum lagi soalnya banyak yang suka nih ama kibum hehehe^^ gomawo uda review staytune in here yak ^^

*wonnie: penasaran yak,, berjalan mulus gak ya? Makanya staytune in here okehh^^

Ia nanti dipertimbangin yak usulnya chingu. Insyaallah bakal dibuatin ^^ Gomawo uda review^^

#The big thanks#

Kira itu Jung Dabin Naepoppo: fichul: wiikim: Park Minnie: rikha-chan: wonnie bummie: wonnie: Kang Ji Ae: Snowysmiles: Fireworks: youngsu0307: winda1004: lee hyun mi.

Gomawo ^^

Review please ^^