Hai semuanya...
Udah lama gag ketemu..... akhirnya saya meng-apdet fic ini juga ya.. hehehe maaf kalo lama, maklum saya ini masih pelajar, jadi tugas utama saya adalah belajar hehehe. Ok pertama-tama saya, mau ngucapin makasih sebanyak-banyaknya buat Tuhan YME dan tentu saja Reader dan Reviewers sekalian. Karena tanpa kalian fic ini tidak mungkin akan berlanjut sampai Chapter 3. Makasih ya, dan teruslah membaca dan meriviu fic ini.
Ok saya mau balas satu-satu dulu riviu dari reviewers semua ::
To. Kiran-angel-lost : Lho baru tahu yah, kan saya yang minjemin modalnya..heheheh-diamaterasu- makasih ya, & RnR lagi ya
To. –Kasumi luph Deidara- : Iya, sasu udah mulai ada rasa tuh! Oh gak mau gaasaku ya? Hmm... semoga aja deh hehehe. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Angga Uchiha Haruno : Hehe makasih, mau gery ya? Tersedia ditoko-toko terdekat wkwkwk, makasih ya, & RnR lagi ya
To. Risle-coe : Okee, akan saya usahakan ... makasih ya, & RnR lagi ya
To. Aya-na-Byakkun : Oke, makasih. Salam kenal juga, saya juga Author baru kok. makasih ya, & RnR lagi ya
To. RuruChan : Iya sasu jadi keren! Makasih, oke saya akan usahakan apdet secepatnya!. makasih ya, & RnR lagi ya
To. The Queen of Devil : Makasih buat sarannya dan akan saya tingkatkan menjadi lebih baik. Dan tentang hinata—maaf saya gak tahu banyak tentang dia.. hehehe. makasih ya, & RnR lagi ya
To. sabaku no yaara hyuuga : makasiihhh, ok saya akan usahakan apdet secepat kilat. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Naru-mania : Oh makasih atas pemberitahuannya, saya akan berusaha untuk memperbaikinya. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Hanna Amane : makasih ya, & RnR lagi ya
To. Princess Mikaia : Iya, banyak yang numpang promosiin dagangan wkwkwkkw. makasih ya, & RnR lagi ya
To. sasusaku lovers : Oh ya! Bagus kalo gitu wkwkwkw. Hmm… Orang tua sasu gak cerai disini, disini mama sasusaku itu sahabatan,, yahh saya bedain dikitlah dengan cerita DBY, kalo sama kan udah ketahuan ceritanya hehehe. Kalo chapter ssiih, gak tahu sampe berapa..liat aja nanti… makasih ya, & RnR lagi ya
To. Ritsukika Sakuishi : Ok, udah diapdet nih. makasih ya, & RnR lagi ya
To. KawaIii UcHiHa ReIka : saya dikasih dong, masak kagak heheheh, iya ntar ada GaaSaku-nya. Oke saya akan Usahain SasuSaku! makasih ya, & RnR lagi ya
To. Beby-Chan : Iya sasu manis banget, saking manisnya sampe dikerumunin semut! Oke udah diapdet. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Murasaki Yui : Iya, dunia bisa hancur –diAmaterasu- Oke dah di apdet nih. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Kou Todoryu 'Kyuuketsuki' : Fotonya ditunggu, buat dijadiin racun tikus –apa hubungannya- makasih ya, & RnR lagi ya
To. Melody Cinta : Makasih, ini udah dilanjutkan. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Liya_anag_baik : ceritanya lucu ya? Makasiih –jingkrak-jingkrak- makasih ya, & RnR lagi ya
To. Sasusaku Forever : Seru ya? Bagusdeh! Iya ntar Gaara jadian ma Saku, hehehe . makasih ya, & RnR lagi ya
To. Sora-Chand : iya fic ini mang aneh+gila abiez! makasih ya, & RnR lagi ya
To. Haruchi Nigiyama : iya, disini sasu OOC. Hmm keliatannya sih naksir heheh. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Harada Nichaas-Chan : iya! Kok bisa gaje ya? Tentu aja karena authornya yg gaje. Wkwkwkw . makasih ya, & RnR lagi ya
To. Nagume : makasih atas penilaiannya, makasih ya, & RnR lagi ya
To. Sakura Platinum Lady : wwaah sama kita! Ganti rated? Hmm,, saya (masih) belum bisa buat adegan rated eheM, meskipun saya ingin. Wkwkwkwk –ketahuan mesumnya-. Oke deh, saya usahakan apdet sekilat-kilatnya. makasih ya, & RnR lagi ya
To. Konan akatsuki luph pein : okeh oke saya lanjutin...^-^ tapi gag tahu sampe chapter berapa. makasih dan RnR lagi ya.
Okey... lunas sudah hutang saya -?-. makasih buat yang sudah setia membaca dan meriviu fic ini! Makasih ya!!!!
Karena udah pada gag sabar, ayo kita eja eh baca sama-sama Chapter selanjutnya!
The Devil's Falling In Love
disclaimer ;; Masashi Kishimoto
Rated ;; T
Pairing;; GaaSaku | SasuSaku
Genre : Romance
Chapter # 3 'Falling In Love'
Suatu hari yang membosankan bagi anak-anak kelas 2-4. Karena saat ini dikelas mereka, guru Iruka sedang membahas tentang nilai dan norma. Tampak diwajah anak-anak kelas 2-4 bahwa mereka tidak menyukai pelajaran ini. Banyak diantaranya lebih memilih tidur daripada harus mendengar Guru Iruka mengoceh tidak jelas.
"KRIIINNNGGG" bel pulang berbunyi
"YYeeeaaahhh!!" Teriak seluruh anak kelas 2-4 seakan-akan bebas dari penjara yang membosankan.
"Baiklah anak-anak pelajarannya sampai disini dulu, kita lanjutkan minggu depan!" Ucap Iruka "Selamat siang" Lanjutnya kemudian meninggalkan ruang kelas 2-4.
Sakura dan anak kelas 2-4 yang lain sibuk mengemasi buku-buku mereka.
Gaara beranjak keluar dari kelas, melihat itu Sakura mengejarnya.
Sakura mengejar Gaara dengan tergesa-gesa dan....
"Brukk" Sakura terjatuh karena dia menginjak tali sepatunya yang tidak terikat.
"Auuw" Rintih Sakura
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Gaara seraya membantu Sakura berdiri
"Ya, aku tidak apa-apa. Thanks"
"Ya" Ucap Gaara singkat kemudian berniat pergi
"Eh tungu dulu!" Teriak Sakura
"Apa?" tanya Sakura dingin
"Hn....Kudengar kau itu kapten basket FHS ya? kebetulan aku sudah lama tidak menonton orang bermain basket. jadi.... apa aku boleh menontonmu latihan?"
"Ya tentu saja" Jawab Gaara datar
"Benarkah!? Hn..kapan aku bisa melihatmu dan timmu latihan?"
"Senin sampai kamis, kami latihan dari senin sampai kamis"
"Oh begitu" 'Hari inikan hari rabu, berarti dia latihan dong... asyik!'
"Baiklah, aku duluan dulu, teman-temanku pasti sudah menungguku" Ucap Gaara kemudian berlari meninggalkan Sakura
''Horree!" Teriak Sakura kemudian kembali kekelas untuk mengambil tasnya.
"Kenapa?" Tanya Hinata yang ternyata juga masih didalam kelas.
"Aku akan menonton Gaara latihan basket! Haaahhh, senangnya bisa berbicara dengan dia" Ucap Sakura kegirangan
"Hnnn... ada yang fallin' in love ni"
"Hehehe, jangan begitu..aku kan jadi malu"
"santai saja"
"Oh ya Hinata. Ikut aku nonton Gaara yuk!"
"Aku mau sih, tapi gak bisa kata Ayah aku harus pulang cepat hari ini"
"Hmmm.. sayang sekali"
Sakura agak bingung mencari ruang basket-tempat Gaara dan teman satu timnya latihan basket. Yaa wajar saja sih, soalnya gedung basket yang (sangat) besar dan Sakura juga baru beberapa hari sekolah disini.
Akhirnya Sakura menemukannya-ruangan besar dengan lapangan yang besar juga ditengah-tengahnya. Lapangan itu dikelilingi kursi untuk para penonton. Dilapangan itulah Sakura melihat 10 siswa FHS tengah memperebutkan satu bola dan berusaha menggiringnya kedalam ring. Dan disana jugalah Sakura menemukan sosok yang dicari-cari yaitu jeng jeng jeng Gaara.
"Gaara.. ayo semangat!! Gaara memang keren!"
"Ayo Gaara, aku disini!"
"Kak Gaara memang cool! Aku suka kakak!!"
Begitulah teriakan-teriakan yang terdengar diruang basket itu.
'Hn, ternyata fangirl Gaara banyak juga ya. Aku memang harus berusaha keras agar bisa dekat dengan Gaara' batin Sakura
Sakura terus memperhatikan Gaara yang masih latihan basket. Sakura melihatnya dengan serius sampai-sampai dia tidak sadar kalau dia sudah semakin dekat dengan lapangan.
"Awas!!" teriak Gaara saat bola basket melayang kearah Sakura. Sakura tidak menyadarinya-ya tentu saja dia sedang termenung. sampai saat jarak bola dan wajahnya tinggal beberapa onchi lagi.....
"AAArrggghhh" Sakura Histeris (lebaynya dirimu) -diShannaro-
"Bukh" Bola basket yang besar dan berat itu dengan sukses mendarat diwajah Cantik Sakura-samapi-sampai Sakura jatuh terduduk. Sakura memegangi kepalanya yang mulai pusing. (Author : padahal kena muka? kok kepala yang pusinng?. Sakura : Sakit bego! coba deh rasain sendiri!. author : yayaya)
"Hei.. Kau tidak apa-apa?" Tanya Gaara
"Aku tidak apa-apa" Ucap Sakura (Masih) memegangi kepalanya.
"Ayo aku bantu" Gaara membantu Sakura berdiri. "Kita ke UKS saja, biar aku temani"
"Tidak usah, aku mau pulang saja" ucap Sakura
"Heh, hidungmu.... berdarah" ucap Gaara
"A-apa? da-....''
"Bbrukk'' Sakura pingsan, jatuh kepelukan Gaara.
-
-
Perlahan tapi pasti mata sakura terbuka. Pandangannya masih kabur tapi dia bisa menyadari bahwa saat ini dia terbaring diatas kasur.
"A-aku di-dimana?" Tanya Sakura
"Di UKS"
"Ga-gaara? Apa yang terjadi?"
"Tadi itu, temanku-Kimimaru tidak sengaja melempar bola basket kearahmu, dan bola itu tepat mengenai wajahmu. Beginilah akhirnya"
"Oh"
"Maafkan kelakuan temanku tadi ya"
"Sudahlah, aku tidak memperdulikannya"
"Baiklah. Sekarang bagaimana keadaanmu?"
"Aku... sudah merasa agak baikan" Jawab Sakura sambil beranjak duduk diatas kasur.
"Baguslah kalau begitu"
"Hn aku mau pulang dulu, terimakasih ya Gaara" Ucap Sakura kemudian turun dari kasur. Namun naasnya, kepala Sakura masih terasa sakit dan dia terjatuh-di pelukan Gaara (lagi)
"Sudahlah kau istirahat dulu. Jangan terlalu memaksakan diri" Ucap Gaara
"Tapi aku harus pulang, ini sudah sore"
Gaara terdiam.
"Baiklah, aku akan mengantarmu" Ucap Gaara kemudian menarik pelan tangan Sakura
"Heh tunggu dulu!"
Gaara berhenti.
"Bagaimana dengan latihan basketmu? Aku bisa pulang sendiri kok!"
"Terlalu berbahaya jika aku membiarkan orang yang belum pulih pulang sendirian. Dan juga-latihan basketku sidah selesai dari 1 jam yang lalu" Ucap Gaara
"Oh"
"Ayo cepat" Gaara menarik tangan Sakura (lagi)
"Hittt" Gaara menghentikan motornya tepat didepan rumah Sakura.
"Rumahmu?" Tanya Gaara
Sakura langsung melepaskan kedua tangannya yang tadi melingkar dipinggang Gaara
"Ehn iya, ini rumahku" Ucap Sakura kemudian turun dari motor Gaara. "Terimakasih ya"
"Hn"
"Kau mau masuk dulu?"
"Tidak usah, aku langsung pulang saja" Ucapnya kemudian melaju dengan motornya.
Ketika Gaara telah menjauh.
"Yeeeee!!!!!" Teriak Sakura kegirangan "Aduh kepalaku sakit" Ucapnya
Sakura kemudian masuk kedalam rumahnya.
"Lho, kok Gak terkunci? Apa ibu sudah pulang?"
Sakurapun bergegas masuk kedalam rumahnya dan…
"Kyaaa!! Heh siapa yang mengizinkanmu masuk kedalam rumahku!!!!" teriak Sakura ketika dia melihat seseorang tengah asyik memainkan remote tv diruang tamu rumahnya.
"Kau ini aneh, baru sampai sudah teriak-teriak, berisik tahu!"
Lalu Ibu Sakura datang.
"Sakura sudah pulang ya?" Ucap Yuri
"Ibu!! Siapa yang membiarkan devil ini masuk kerumah kita?"
"Devil? Maksudmu Sasuke? Tentu saja ibu" Ucap Yuri
"IBU!!! Mengapa ibu biarkan devil ini masuk kerumah kita? Dia ini orang yang sangat berbahaya! Ibu 'kan tidak mengenalnya, jangan seenaknya membiarkan orang asing masuk kerumah kita!"
"Ibu kenal dengan Sasuke. Dia kan anak teman lama Ibu-Uchiha Mikoto"
"Tapi bu dia ini-"
"Sakura, Sasuke itu anak yang baik. Buktinya tadi dia membantu Ibu membereskan rumah"
'Apa? Membereskan rumah? Pasti dia ingin meracuni fikiran ibuku' Batin Sakura
"Hah, Ibu dia itu anak nakal, Disekolah dia adalah ketua geng-"
"Sakura sayang, sudahlah. Sasuke itu anak baik. Kau tidak boleh berfikiran seperti itu padanya"
"Ya itu benar" Ucap Sasuke
"Diam kau! Aku tidak berbicara denganmu!" bentak Sakura. Yang dibentak Cuma tersenyum.
"Hah sudahlah, aku mau tidur dulu dan jangan bangunkan aku sebelum devil ini pulang!" Ucap Sakura kemudian masuk kekamarnya.
"Sasuke, maaf ya. Mungkin disekolah Sakura ada sedikit masalah, jadinya dia bersikap seperti itu"
"Sudahlah tante, aku tidak apa-apa, aku bisa memahaminya" Ucap Sasuke
"Hn ternyata kau memang anak yang baik"
"Ehn, apa aku boleh beristirahat sebentar disini?" Tanya Sasuke
"tentu saja boleh"
"Terimakasih ya"
-
Dikamar Sakura
"Ngapain sih si devil itu datang-datang kerumahku? Cari perhatian ibuku lagi? Benar-benar menyebalkan!" Ucap Sakura
"Aduh, kepalaku masih pusing, mungkin efek kena bola basket tadi. Hnn… tidur sajalah" Sakura pun kembali tertidur.
-
Malam harinya
"Hooaahhh" Sakura menguap kemudian mengucek-ngucek matanya "Ya ampun, aku tidur lama sekali ya. jam berapa nih?" Sakura melirik jam didinding kamarnya
"Apa! Jam 8, ya ampun aku belum mandi dan makan" Sakura berlari kekamar mandi.
10 menit kemudian
Sakura keluar dari kamarnya-dengan perut lapar.
'Aduh perutku lapar sekali' batin Sakura
Sakura berjalan menuju meja makan dan disana dia dapat melihat banyak sekali hidangan lezat. Siapa yang memasaknya? Entahlah Sakura tidak perduli yang dia perdulikan hanya.... Makan.
Sakura menyantap makanan dengan lahapnya. Lalu Yuri-ibunya datang.
"Bagaimana Sakura, enak tidak?"
"Humpp" Sakura mengangguk sambil mengunyah.
"Wah ternyata Sasuke memang anak yang luar biasa ya" Ucap Yuri
Sakura menelan nasi+lauk yang barusan dikunyahnya.
"Maksudnya?" Tanya Sakura kemudian meminum segelas air
"Ini semuakan dia yang memasaknya"
"Khookk" Sakura terbatuk
"Sakura kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa"
"Bagaimana, enak kan masakanku?" Tanya Sasuke yang tiba-tiba datang
"Heh devil apa-apaan kau, sudah malam begini masih dirumah orang? Pulang sana!" Bentak Sakura
"Hn... sebenarnya aku sudah mau pulang dari tadi. Hanya saja hujan melarangku untuk pulang. Jadi aku tetap disini"
"Begitukah? Kalau begitu sekarang Hujan telah reda. Lebih baik kau pulang saja!"
"Sakura jangan seperti itu" Ucap Yuri
"Kebetulan sekali, aku memang mau pulang. Ternyata kita memang sehati ya" Ucap Sasuke "Aku pulang dulu ya, Sakura dan...... Ibu"
"APA? DIA BUKAN IBUMU!!" teriak Sakura
Sasuke hanya tersenyum kemudian keluar dari rumah Sakura.
"Wah Sasuke tidak hanya tampan tapi hatinya sangat lembut" Ucap Yuri
'Lembut? Apanya yang lembut? Menyebalkan!' Batin Sakura
"Senangnya kalau Sasuke menjadi menantuku"
"Hn? Menantu? Anak ibu yang mana lagi yang akan ibu nikahkan dengan Sasuke?"
"Heh kau ini. Tentu saja kau Sakura. ANak ibu 'kan cuma satu"
"Agghhhh... Aku tidak mau menikah dengan dia. Aku gak mau pokoknya gak mau!" Teriak Sakura "Lagian, aku suka dengan seseorang" Lanjut Sakura dengan suara nyaris tak terdengar. Namun sang ibu bisa mendengar dengan sangat jelas.
"Oh, jadi Sakura sedang suka dengan seseorang ya? Siapa pria beruntung itu?"
"Ehn.. ti-tidak aku hanya-"
"Sudahlah, gak apa-apa kok. Menyukai seseorang diwaktu remaja itu hal yang wajar"
Wajah Sakura memerah. "Hah sudahlah"
Pagi Hari
Sakura mengunci pintu rumahnya dengan tergesa-gesa, tak lupa dengan roti isi yang saat ini sedang dikunyahnya. Wajar saja Sakura melakukannya, karena saat ini waktu telah menunjukkan pukul 6.50
"Ya tuhan, bisa-bisa hari ini aku terlambat lagi" Ucap Sakura disela-sela mengunci pintu. Selesai mengunci pintu, Sakura segera berlari keluar dari gang, berharap taxi atau angkutan umum lainnya akan segera lewat.
Namun naas, sudah lima menit Sakura menunggu, belum juga ada taxi yang lewat.
"Aduuhhh, aku pasti telat!"
Tiba-tiba
"Hiit" Motor dan sang pengendara berhenti didepan Sakura
"Hn? Gaara?"
"Apa lagi yang kau tunggu, ayo cepat naik!" Ucap Gaara
"Eh? I-iya" Sakura pun naik kemotor
"Pegang yang erat!"
"kenapa?"
"Karena aku akan ngebut!" Ucap Gaara kemudian tancap gas.
07.00
Gaara menghentikan motornya diparkiran dan Sakura mengunggunya (yaiyalah, masa' ditinggalin gitu aja XD )
Setelah itu mereka sama-sama menuju kelas mereka-kelas 2-4.
"Gaara, terimakasih atas bantuanmu hari ini" Ucap Sakura memecah keheningan sepanjang perjalanan menuju kelas
"Ya"
Dan mereka sampai didepan kelas mereka.
"Sakura, kau sudah mengerjakan pr yang kemarin diberikan Bu Kurenai?" Tanya Sasame-teman sekelas Sakura
"Pr? Pr apa?"
"Heh kau ini. Kemaren kita itu diberi tugas yang sangat banyak! Kau lupa ya? Bisa-bisa hari ini kau tidak bisa mengikuti pelajarannya!"
"A-apa?"
"Selamat pagi anak-anak" Ucap guru cantik bermata kemerahan-Kurenai
"Oh tidak matilah aku" Ucap Sakura
"Kumpulkan tugas yang kemarin aku berikan!" Perintah Kurenai "Dan yang tidak mengerjakan, aku persilahkan untuk menunggu diluar!"
Dengan berat hati, Sakura keluar dari kelas.
"Gaara? Kau tidak mengerjakan pr-mu?" Tanya Kurenai
Gaara menggeleng.
"Tumben sekali" Ucap Kurenai
'A-apa Gaara?' Batin Sakura. Lalu Sakura dan Gaara bersama-sama menunggu diluar.
Diluar kelas
20 menit berlalu. Tak ada satupun diantara Gaara dan Sakura yang memulai pembicaraan.
"Ehn...kau-? Ucap Gaara feat Sakura
"Kau duluan saja!" Ucap Gaara
"Tidak, kau saja!" Sakura menolak
"Sudahlah, bicara saja!"
"Baiklah. Ehn.... aku cuma mau tanya, mengapa kau tidak mengerjakan Pr-mu?"
"Entahlah, tadi malam aku sedang memikirkan sesuatu. Dan aku masih tidak bisa berhenti memikirkannya" Ucap Gaara
"Memikirkan sesuatu? Apa itu?"
"Itu dia masalahnya. Aku juga tidak mengerti apa yang kurasakan"
Sakura tersenyum. "Gaara lagi jatuh cinta ya?" Tanya Sakura
Gaara tersentak. "Eh? A-apa? Jatuh cinta? Ti-tidak mungkin" Bantah Gaara
"Haah, ya sudahlah kalau tidak mau mengaku juga gak apa-apa"
"Baiklah, lebih baik kita ganti topik saja. Ehn... Bagaimana kepalamu? Apa sudah baikan?" Tanya Gaara
"Hn? Syukurlah sudah membaik"
"Baguslah kalau begitu. Sejak tadi malam aku terus memikirkannya" Ucap Gaara dengan suara super pelan. Namun Sakura bisa mendengarnya dengan tidak jelas -?-
"A-apa? Kau bilang apa?" Tanya Sakura berharap Gaara mengatakannya lagi.
"Ti-tidak. Aku tidak mengatakan apapun"
"Hmm... yasudahlah lupakan saja"
"Gaara Sakura!! Aku menyuruh kalian diluar bukan untuk mengobrol!" bentak Kurenai "Lebih baik kalian masuk saja!"
Gaara dan Sakura pun masuk kekelas.
-Gaara's PoV
Hn.. Ni guru aneh banget sih. Tadi disuruh keluar. Oke aku terima. Eh pas udah asyik diluar bareng Sakura... malah disuruh masuk. Apasih maunya?? Bikin bete aja nih guru. oh ya, tadi Sakura nebaknya pas banget ya. Kok dia bisa tahu ya kalau akau sedang jatuh cinta? Apa dia juga....... Aku harap dia juga punya perasaan yang sama denganku. Ternyata jatuh cinta itu indah ya... jadi pengen senyum terus. (Gaara tersenyum)
"Gaara!! Jangan senyum sendiri. Perhatikan aku menjelaskan!"
"Iya"
Ya ampun. ngagetin aja.
-End Of Gaara's PoV
Istirahat
Hari ini Sakura kekantin sendirian, karena Hinata tidak masuk.
setelah membeli berbagai jajanan, Sakura melihat d'devilz sedang nongkrong didekat taman, tapi dia tidak melihat Sasuke disana.
'Mumpung gak ada Sasuke, aku kesana dulu ah' . Sakura pun menuju d'devilz.
-
Saat ini seluruh anggota d'devilz lagi ngobrol-ngobrol gak jelas. Bahkan sampai ketawa guling-guling. Sakurapun berusaha menyapa mereka.
"Permisi" Ucap Sakura. Tapi tak ada satupun diantara devil-panggilan untuk anggota d'devilz dari Sakura-memperdulikannya.
"Permisi" Ucap Sakura dengan suara lebih keras. Tapi lagi-lagi hasilnya nihil. 'aduh aku dikacangin nih' batin Sakura
"Permisi semuanya!!!" Teriak Sakura. Keempat devil itu pun mematung.
"Eh maaf menganggu aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada salah satu diantara kalian" Ucap Sakura
Deidara memperhatikan Sakura dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kau gadis yang waktu itu kan?" Tanya Deidara
Sakura berfikir sejenak, pertama dia tidak mengerti apa yang ditanya cowok ini. Namun akhirnya dia loding juga.
"I-iya" Ucap Sakura 'Gawat, dia masih mengingat kejadian itu'
"Gadis waktu itu apa?" Tanya Naruto
"Itu, gadis yang dikerjai Sasuke beberapa hari yang lalu" Jawab Deidara
"Wakakakakakakak" Keempat devil itupun tertawa lepas. Sakura hanya bisa menahan amarahnya.
"Baiklah sudah selesai?" tanya Sakura
Mereka pun menghentikan aktivitasnya.
"Ada perlu apa?" Tanya cowok pucat-Sai
"Aku ingin bertanya pada kak Neji, mengapa hari ini Hinat Gak masuk?"
"Tadi disuratnya apa?" Tanya Neji
"Izin"
"Ya berarti izin dong"
"Iya tapi untuk apa?"
"Begini, Tante kami yang tinggal dikorea baru melahirkan anak pertamanya"
"Lalu apa hubungannya dengan Hinata?"
"tentu saja ada, Hinata itu sangat menyukai bayi, apalagi yang baru lahir, pasti langsung diajak foto-foto"
'Hobby yang aneh' Batin Sakura-Naruto-Deidara-Sai "Oh begitu, ya sudah terimakasih. Aku pergi dulu." Ucap Sakura lalu meninggalkan d'devilz.
-
"Istirahat masih tersisa 20 menit lagi... perpus dulu ah" Sakura kemudian menuju perpustakaan.
Perpustakaan
Sakura berjalan masuk kedalam perpusatakaan, dan tanpa sengaja
"Braakkh" Sakura menabrak seseorang hingga orang itu terjatuh.
"Ma-maaf, aku tidak sengaja" Ucap Sakura sambil membantunya berdiri
"Sudah, lupakan saja" Ucap Gadis bermata biru itu kemudian pergi.
Singkat cerita.
Saat ini Sakura menonton Gaara latihan basket (lagi).
"Gaara Gaara, mengapa kau begitu keren? Kau tahu aku sangat menyukaimu. Mataku tidak bisa lepas memandangimu" Ucap Sakura pelan. Dia berani mengatakannya karena dia duduk ditempat yang sepi.
"Andai saja kau tahu kalau aku menyukaimu-..."
"Pasti dia akan menolakmu!" Ucap seseorang yang tiba-tiba duduk disebelahnya.
"Kau!! Sejak kapan kau disitu?"
"Sejak tadi"
"Ja-jadi..."
"Aku mendengar semuanya" Ucapnya Santai
"heh devil, awas ya kalau sampai kau membocorkannya!"
"Hnn... tidak gratis"
"a-apa? Baiklah, berapa?"
"Heh kau ini. Aku ini tidak mata duitan. Aku tidak mau dibayar dengan uang"
"Jadi?"
"Besok seharian kau harus bersamaku!"
"APA!!? Aku tidak mau!"
"Ya sudah kalau tidak mau. Aku akan berteriak dan mengatakannya pada semua yang ada disini"
"KAu tidak akan melakukannya!"
"Jadi tidak percaya ya. Baiklah, ekhm ekhm. PERHATIAN SEMUANYA, SEBENARNYA SAKURA HARUNO GADIS PINK INI MENYUKA-embh" Kata-kata Sasuke berhenti karena Sakura menyempal mulut Sasuke dengan Tangannya.
Semua yang ada diruang basket memperhatikan mereka.
"Maaf semuanya, mengganggu, maaf sekali lagi maaf. Jangan dengarkan orang aneh ini" Ucap Sakura "Dan kau ikut aku!" lalu mereka keluar dari ruang basket.
Tak jauh dari situ.
'Jadi dia menyukai Gaara ya? Baiklah'
Diluar Ruang Basket
"Jadi bagaimana? Kau terima tawaranku?" Tanya Sasuke
Dan dengan sangat-sangat terpaksa...
"Baiklah... aku menerimanya" Ucap Sakura "Tapi kau janji ya jangan mengatakan ini pada siapapun!"
"Iya kau tenang saja. AKu selalu memegang kata-kataku"
"Baiklah, sampai jumpa" Ucap Sakura kemudian pergi. Dan Sasuke tersenyum melihat Sakura yang semakin menjauh.
TBC
Kyaaa, akhirnya selesai juga Chapter 3. Asli pegel banget.. hehehe
Maaf kalo chap ini lebih Gaje dari chap sebelumnya, karena otak saya sudah bercampur aduk karena mid semester yang menyiksa.
Sekali lagi saya ucapkan terimakasih buat kalian yang sudah membaca. Saya harap Kalian masih bersedia membaca dan mereview fic Aneh ini. Dan jangan bosen ya.... ^_^
Akhir kata...
Lanjut ato ...........
Review Please....
Arigato
