Disclaimer : GS/GSD ©Sunrise
Pair : Athrun x Cagalli
Rate : K+
Genre : Romance
Setiap orang pasti berpikir… untuk apa mereka diciptakan? Atas dasar apa Tuhan menjadikan mereka ada? Apakah ada arti tertentu dari penciptaan mereka?
Apa?
Kenapa?
Mengapa?
Pertanyaan itu terus tumbuh-seiring dengan setiap nafas dan degupan jantung. Esensi dari diri…
Mengapa kita muncul dari ketiadaan, tumbuh dalam rahim ibunda kita, berkembang, menjadi dewasa, lelah mengarungi hidup lalu kembali kepada ketiadaan?
Lalu… untuk apa? Apa ada misi tertentu yang harus kita emban? Apakah kita diciptakan untuk sesuatu-seseorang? Apakah ada yang menantikan kita?
Kau tak pernah memikirkannya.
Sampai kau bertemu dengannya…
Raison d'etre
Hidup dalam tuntutan.
Mungkin pada awalnya kalimat itu cukup menggambarkan seorang Athrun Zala. Ya, ia seorang coordinator dengan kemampuan diatas rata-rata, putra Chairman PLANT-Patrick Zala. Itu cukup memberinya alas an untuk selalu menjadi nomor satu. Tanpa cela. Sempurna.
Ayahnya tak menerima kegagalan.
Keberhasilan, saat itu, adalah satu-satunya tali yang menyokong hidupnya. Terlebih setelah kepergian ibundanya…
Gagal mungkin sama saja dengan mati. Ayahnya tak akan sudi menerimanya-mengakuinya-memandangnya bila ia melakukan sedikit saja kesalahan.
Maka dari itu, ia berjuang keras. Demi hidupnya. Demi pengakuan ayahnya.
Mungkin, menurutnya, ia berhasil.
Ia terdaftar dalam pasukan elit seragam merah Zaft. Sebagai letnan dan pemimpin dalam misi regu komandan Raw La Crusette. Seharusnya ia puas bila saja ayahnya mau memberinya sebuah anggukan atau sekedar menatapnya bangga. Tapi itu tak pernah terjadi. Keberhasilannya hanya membuatnya makin menunduk mempertanyakan pencapaiannya.
Pertemuannya dengan Lacus Clyne membuatnya mengubah pradigmanya selama ini. Hidup, untuknya, tak lagi hanya sekedar tuntutan. Lebih dari sekedar itu.
Lacus memahaminya, menerimanya.
"Kamu sudah... Melakukan yang terbaik yang kamu bisa, Athrun."
Penghargaan seperti itu, adalah hal terbaik yang dapat ia terima sepeninggal ibunya. Ya, Lacus sama seperti Leonore Zala. Keduanya memberinya alasan untuk berjuang, untuk lebih menghargai dirinya sendiri. Bahwa dirinya bukanlah sebuah wadah kosong yang hanya dapat menerima perintah. Ia bukanlah sebuah patung yang dibentuk dalam tekanan-dalam setiap kewajiban yang harus ia penuhi.
Karena ia juga memiliki hak.
Karena, walau hanya sekali, ia pantas mendapatkan pujian.
Sahabat.
Apa yang akan seorang Athrun Zala ucapkan bila ia diminta untuk mendeskripsikannya?
Baginya, itu sederhanya. Sahabat adalah Kira Yamato.
Sejauh yang bisa ia ingat, Kira adalah satu-satunya orang yang dapat mengenalnya dibalik topeng kesempurnannya. Kira mengetahui warna aslinya, memberinya toleransi, memahami cara pikirnya sekalipun itu tak masuk akal. Kira mengajarinya begitu banyak.
Athrun menghormatinya. Karena Kira memiliki banyak hal yang tidak dapat ia raih dalam pencapaiannya. Karena Kira adalah sahabatnya.
Banyak sekali orang yang telah ia temui, yang memberi kesan untuknya. Namun, belum ada satupun yang membuatnya berpikir bahwa...
Dia adalah Athrun, sebagai seorang individu... Dan apakah dirinya juga meninggalkan kesan pada mereka sebagaimana mereka terhadapnya.
Tidak ada seorangpun yang membuatnya berpikir...
Apa arti seorang Athrun Zala?
Kecuali satu...
Cagalli Yulla Atha- setiap silabel namanya terasa benar di lidahnya. Seakan namanya yang terucap dari bibirnya dapat menggambarkan keseluruhan dirinya.
Ia tak pernah mengira, ia terlalu bebal untuk menerka. Padahal Tuhan sudah menunjukkan pertanda padanya sedari awal.
Pertemuan yang tak biasa, perkenalan yang tergesa-gesa, kebenaran yang tak terduga.
Semuanya seperti helaian benang kusut yang saling tumpang tindih. Kacau dan terjadi begitu cepat, membuatnya kebingungan.
Anehnya... Ia merasa bahwa itu benar.
Ia menikmatinya, setiap arti baru yang dikenalkan gadis itu padanya membuatnya makin tenggelam dalam pemahamannya akan hidup.
Cagalli memberinya maaf untuk setiap kesalahan yang ia lakukan, untuk setiap dosa yang baginya tidak termaafkan..
Cagalii menyediakan tempat untuk kembali saat tidak ada yang mau menerimanya.
Cagalli menangis untuknya, tertawa untuknya, menderita untuknya, berkorban untuknya.
Cagalli memasrahkan dunianya padanya-mencintainya.
Mencintai Athrun Zala.
Cagalli Yulla Atha membuatnya berpikir, membuatnya merasa.
Dan pada akhirnya, dalam kekosongannya selama ini, ia menemukan lagi sebuah alasan-yang terpenting yang selama ini dicarinya.
Alasannya untuk hidup.
Alasan keberadaannya, Cagalli Yulla Atha.
AN : Mungkin ini yang disebut "nyepam" haha.. file ini saya buat bertahun-tahun lalu (5 tahun?) dan saya temukan "nyempil" diantara folder yang belum terpublish.. so.. why not? :D
