Tittle: Who you?

Author: Yoohxhun

Main Cast: Byun Baekhyun (GS), Park Chanyeol

Other Cast: EXO's Member, Other

Genre: Drama, Friendship, Romance/?

Rated: T

Warning! Genderswitch! OOC!

This Story is mine! Don't be plagiator! RNR!^^

Previous

Baru kali ini ia mendekati Baekhyun dengan jarak sedekat itu. Dengan terang-terangan ia menolong Baekhyun dari sebuah petaka, atau celaka. Sebelumnya ia belum pernah melakukan seperti itu pada yeoja incarannya. Incaran? Sebenarnya iapun masih heran kenapa ia melakukan itu.

Perlahan ia membuka zipper dompet yang memiliki sebuah gantungan berhurufkan 'BB', dan menilik isi didalamnya. Ia tertarik…

.

.

.

Chapter 3!

Perlahan ia membuka zipper dompet yang memiliki sebuah gantungan berhurufkan 'BB', dan menilik isi didalamnya. Ia tertarik. Bukan karena berisikan uang, melainkan sebuah foto berukuran kecil menempel dibalik plastic transparan. Dua manusia yang berbeda gender. Tinggi mereka berbeda cukup jauh, dan juga usia. Senyuman lebar, dan kebahagiaan kentara diwajah mereka. Dengan latar belakang pepohonan yang rimbun dan hijau. Salah satu dari dua orang tadi, yang paling pendek memasang pose tangan peace. Mungkin yang paling bahagia disana. Sepasang mata mereka membentuk lengkungan tipis.

'apakah ini kakak-nya?' tanyanya dalam hati. Ia mengeluarkan foto tersebut dari balik plastic dompet tadi.

'pluk!' satu lembar foto kecil terjatuh dari balik foto yang ia ambil ke lantai kayu di kamarnya ini. Pemuda itu merengut. Ia memungut foto itu. Dan siapa ini? Sungguh menggemaskan!

foto itu tercetak seorang gadis cilik berumur—mungkin enam tahun tengah bergaya imut menggunakan seragam sekolah-nya. Matanya terdorong pipi yang bulat hingga menyipit lucu. Bibirnya mengembang senyuman yang menampakkan deretan gigi yang rapi, dan memiliki dua buah jendela. Oh lucu sekali bocah ini.

Tunggu, apakah ini yeoja yang ia temui tadi siang? Dia Byun Baekhyun? Kenapa masa kecilnya imut sekali. Ternyata, dibalik sikap dingin Baekhyun di sekolah, ia memiliki senyuman, dan keceriaan yang sama seperti sahabat Baekhyun, Xi Luhan.

Baekhyun jarang menampakan wajah seceria difoto tadi pada orang lain selain Luhan, dan keluarganya pasti. Sebagai seorang pengintai diam, Chanyeol pernah melihat Baekhyun tersenyum, bahkan tertawa lepas hanya didepan sahabat terdekatnya saja. Selain itu ia tidak pernah mengeluarkan keceriaannya. Mungkin sikap Baekhyun sama sepertinya, ia terlihat dingin, angkuh, dan garang dihadapan orang lain. Tapi, sewaktu-waktu ia juga tersenyum karena hal-hal tertentu yang jarang ia temui.

Sadar atau tidak, Chanyeol pernah terikut senyum ketika Baekhyun tertawa lepas dengan Luhan di taman sekolah.

Jemarinya bergerak mengembalikan foto itu ketempat asalnya. Terkecuali foto yang terakhir ia lihat. Ia menyimpan foto gadis cilik itu dibuku catatan pribadinya—semacam buku diari. Masa bodo dengan menambah sebutan buruk oleh siswa-siswi disekolah. Mungkin selain ia disebut namja misterius, gangster, nakal, pembolos, dan nanti, ia menjadi pencuri? Oh tidak mungkin Baekhyun akan menyebarkan gossip buruk yang tidak penting pada orang lain. Ia bukan tipikal orang infotaiment yang suka menggosipi orang yang tanpa tau kejadian asli.

Ia kembali menutup dompet yang sangat girly meski tidak berwarna Pink mencolok. Chanyeol menyimpan dompet itu kedalam tas sekolahnya. Ia akan mengembalikan dompet itu pada pemiliknya besok.

"hhhh~" pemuda jangkung itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kaki panjangnya menggantung disisi ranjang. Matanya terpejam lelah. Ia belum mengganti seragam sekolahnya dengan baju yang lebih santai ataupun sekedar membersihkan tubuhnya. Hari ini cukup membuatnya lelah sekaligus mengesankan. Dihari ini ia sudah dua kali dalam satu bulan ia mendekat pada Baekhyun.

'cklek..'

Pintu kamar Pemuda tinggi itu terbuka perlahan. Sinar lampu dari luar kamar menelusuk masuk ke celah pintu yang terbuka. Kamar Chan memang gelap. Ruangan ini hanya tersinari dari lampu belajar yang berdiri di samping meja belajar.

Tik!

Seketika lampu ruangan itu menyala serempak ulah seorang pria paruh baya yang juga membuka pintu kamar Chanyeol.

"Chanyeol-ah, kau sudah pulang?" Tanya pria paruh baya itu. Langkahnya mendekati pemuda yang tengah tertidur diranjangnya. Lalu duduk di kursi yang ada didekat meja belajar.

Chanyeol mengela nafasnya dan menghembuskannya panjang. Ia bangkit dari posisi tidurnya. Meski ia sangatlah lelah saat ini, tapi ia harus menghargai dan sopan terhadap orang yang lebih tua darinya ini. Matanya masih terpejam, kepalanya menunduk dalam.

"hm, ne abeoji" ia terlihat gusar.

"abeoji tau, kau lelah. Sebaiknya kau mandi dulu, bersihkan tubuhmu. Lalu kita makan malam bersama dibawah. Hyungmu tengah menyiapkan makan malam. Palli" pria paruh baya itu yang ternyata ayah dari seorang Park Chanyeol, Tuan Park, bangkit dari duduknya dan menepuk-nepuk bahu Chanyeol. Pemuda itu mengangguk dalam tuduk. Tuan Park meninggalkan Chanyeol yang masih belum bergerak diposisinya.

Langkahnya terhenti ketika diambang pintu. "kau ingatkan, Eomma tidak suka putranya menjadi orang yang pemalas. Apalagi urusan kebersihan." Tuan Park terkekeh diakhir perkataannya lalu menutup rapat pintu kamar putranya itu. Tanpa ia tau, putranya tengah tersenyum kecil dibalik kepala yang ia tudukkan itu. Ia teringat sosok yang ia rindukan. Park Chanyeol, ini bukan waktunya untuk mengingat masalalu. Sekarang kau harus mandi! Bukankah tubuhmu lengket?! Batinnya bermonolog.

TBC...^^

terimakasih yg sudah review, review lagi yayayaa~^^

Maaf kalo pendek, banyak tugas sekolah jadi gasempet lanjut lebih panjang.. H3h3

Gamsahae^^