Angel vs Demons
Kamichama Karin / Chu © Koge Donbo
Rated : T
Genre : Fantasy . Drama
Warning : Alurnya enggak jelas / melenceng, ancur, jelek, susah dimengerti, gaje, OOC, dll
Summary : Mutiara hati manusia tengah terancam karena adanya sesosok Iblis yang hendak memanfaatkan kekuatan mutiara hati untuk menghancur kaum Malaikat dan kaum Manusia sendiri./"Hei! Mengapa kau mengambil mutiara hati secara paksa?"/"Mutiara hati murni?"/"Mengapa aku seperti mengenal gadis malaikat itu?"/ Bad Summary.
.
.
Selamat membaca ^^
.
.
Angel vs Demons
'Drap… Drap… Drap…' suara derap langkah kaki yang berasal dari Karin, Kazusa, Himeka, dan Michi. "Aduh… Jauh sekali sih tempatnya!" keluh Kazusa. "Iya, kita lari sudah 1 jam nih!" timpal Himeka. "Mau apa lagi ~Nya. Kita harus cepat, sebelum mutiara hati berhasil diambil lagi oleh para iblis ~ Nya!" Sahut Shi yang terbang dengan sayap putihnya.
Karin P.O.V
'Keburu enggak ya? Kalau mutiara hati berhasil diambil lagi bagaimana?' batin ku sambil berlari bersama yang lain. Kami memang sudah berlari cukup lama, dan jujur aku juga sudah lelah. Sejenak aku mengingat hal yang diucapkan oleh Shi tadi di rumah Miyon.
Flashback on
"Mereka sudah muncul." Kata Shi ketika melihat cahaya yang bersinar dari bintang di kepalanya.
"Mereka? Mereka siapa?" tanya Michi. "Mereka adalah para iblis yang hendak mengambil mutiara hati secara paksa ~Nya." Kata Shi sambil mengembangkan sayap putih kecilnya.
"Ayo! Kita harus cepat sebelum terlambat ~Nya!" katanya lagi dan mulai terbang.
"EH? Kita harus mengikutimu? Tapi bagaimana bisa kamu tau dimana tempatnya?" tanya Kazusa perlahan-lahan turun dari meja.
"Tentu aku tau ~Nya. Memang kamu sangka untuk apa aku disini ~Nya? Jika, sinar bintang di kepalaku ini makin terang disanalah para iblis ~Nya!" serunya sambil terbang diikuti yang lain kecuali Miyon yang harus menjaga rumah.
Flashback off
"Apa kita harus memasuki hutan ini?" tanya Michi yang membuyarkan lamunanku. Tepat, kami semua sekarang tengah berada di depan sebuah hutan yang sangat lebat. 'Ting… Ting…' sinar bintang di kepala Shi makin terang. "Aku merasakan kekuatan iblis sangat kuat di sekitar sini ~Nya! Lebih baik kalian mengunakan Angel mode kalian sekarang ~Nya!" kata Shi atau tepatnya perintah.
Kami ber-4 mengangguk dan mengeluarkan sesuatu benda berbentuk oval bersinar putih terang atau yang sering bangsa kami, bangsa malaikat sebut dengan 'Lingkaran Malaikat'
(Author : "Lho? Kok lingkaran? seharusnya 'Oval Malaikat' dong!" Himeka : "Karena lebih enak dibilang lingkaran dari pada oval.")
"Angel mode!" seru kami ber-4 meletakkan lingkaran malaikat di atas kepala kami dan cahaya putih menyelubungi kami. Ketika cahaya memudar kami semua dalam mode malaikat kami. Michi mengunakan tuxedo putih dengan dasi hitam dan sepatu hitam. Ditangan kanan Michi terdapat tongkat dengan ujung berbentuk tombak putih.
Himeka mengunakan dress putih selutut dengan high heels putih. Rambut indigo nya disangul keatas dengan rapi, Himeka membawa tongkat diujungnya berbentuk bulat dengan sayap berwarna emas. Lalu Kazusa juga mengunakan kimono kuning putih, ia tak beralas kaki namun terdapat 2 gelang emas dimasing-masing pergelangan kakinya dan surai blonde nya digerai dengan bando kelinci putih yang selalu ia pakai tak lupa tongkat berujung bulan sabit berada di tangannya.
Dan aku, mengunakan gaun seperti 'Dewi' yunani berwarna hitam dan putih hingga menutupi kaki ku, di salah satu kerah bajuku terdapat pin salib perak. Sama seperti Kazusa, aku tidak beralas, hanya saja gelang yang ada dipergelangan kakiku masing-masing 3. Di tangan kanan ku juga terdapat tongkat dengan salib perak diujungnya. Surai brunette ku tergerai dengan klip zaitun hijau di setiap sisinya.
Disetiap punggung kami telah terdapat sayap malaikat putih dan kokoh. Lingkaran malaikat yang tadi kami kenaman juga ada diatas kepala kami. Oh, hampir lupa. Jika kami dalam Angel mode manusia biasa tidak akan bisa melihat kami.
"Baik, mari kit -" "KYAAAAAA!" perkataan Shi terpotong oleh suara jeritan yang sepertinya berasal dari seorang gadis. Dengan segera kami terbang (Ingat mereka mempunyai sayap). Menuju asal muasal suara tersebut. 'Apakah kita terlambat?' batin ku sambil terus terbang dengan secepat mungkin.
Normal P.O.V
Karin, Kazusa, Himeka, Michi dan Shi terbang semakin ke dalam hutan untuk mencari jeritan yang mereka dengar. "KYAAAA SESEORANG TOLONG AKU!" jerit suara itu lagi. "Hei hentikan!" Seorang berjubah merah tengah mengangkat tri sula berwarna hitamnya dan hendak memukul gadis tersebut, namun ia mengurung kan niatnya ketika ia mendengar suara Karin. "Che… Malaikat kecil datang untuk menyelamatkan rupanya!" seru suara tersebut.
'Deg…' entah mengapa Karin merasa seperti mengenal suara tersebut. Namun bukan Karin saja yang seperti mengenal suara tersebut. Kazusa, Himeka, dan Michipun juga merasakan hal yang sama. "Hmm, kalau kalian diam akan ku lakukan! Grus Polluxi!" kata orang misterius tersebut sambil menunjukkan tri sula nya kepada gadis tersebut. "AAAAAAAA!" jerit gadis itu dan muncul sebuah mutiara berwarna setengah hitam dan setengah putih dari hatinnya. Yup, itu adalah mutiara hati.
"Hei! Mengapa kau mengambil mutiara hati secara paksa?" kata Kazusa. "Yah, untuk apa ya?" tiba-tiba 2 orang gadis dan seorang pemuda berjalan dari arah belakang orang berjubah merah ini. Salah satu gadis tersebut adalah Karasuma Rika. Rika mengunakan dress selutut hitam dan dirambut hitamnya terdapat tanduk iblis. Lalu gadis lainnya yang berambut coklat bertanduk, juga bermata merah pucar dengan gaun Victoria merah darah membawa tongkat berbentuk bulat dengan duri (Karasuma Kirika) menatap Karin dari atas hingga bawah, entah apa yang ia pikirkan.
"Kami ingin mencari mutiara hati murni!" ucap pemuda yang memiliki rambut coklat bertanduk. Mungkin saudara gadis bergaun Victoria, bermata merah pucat berkacamata (Karasuma Kirio). Pemuda itu –Kirio- mengenakan tuxedo hitam. Ia juga membawa tongkat dengan sabit diujungnya.
"Yah, kelihattannya ini lah kesempattan untuk membasmi hama… Ne?" ucap pemuda misterius dan membuka jubahnya.
"Ah? KAZUNE-KUN?/ONI-SAN?/KAZUNE-CHAN?" seru Karin, Michi, Kazusa, dan Himeka. Kazusa menatap kakak kembarannya dengan tatapan horror. Himeka sepupu Kazusa dan Kazune menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Heh? Kalian mengenaliku?" tanya Kazune bingung. Kujyo Kazune yang berdiri dihadapan 4 malaikat ini memiliki warna rambut tetap yaitu blonde, hanya saja terdapat tanduk iblis di kepalanya. Ia juga mengunakan pakaian seperti 'Dewa' yunani berwarna hitam dan tongkat tri sula nya berada ditangannya.
"Tentu saja kami mengenali mu Oni-san!" seru Kazusa atau bisa disebut berteriak.
"Oni-san? Aku bahkan tidak mengenali kalian! Bagaimana juga kamu bisa mengaku sebagai adik ku?" tanya Kazune tenang. "Ta…tapi kau adalah Kujyo Kazune kan? Kau seorang malaikat! Bagaimana bisa kau berpihak kepada musuh kita, yaitu IBLIS?!" jerit Michi kesal. "Hah? Kalian pasti salah! Aku memang seorang iblis? Tidakkah aku?" kata Kazune gusar.
"Michi. Ia memang bukan Kazune-kun. Aku merasa ia telah diselimuti kegelapan!" kata Karin berbisik dan dapat dipastikan hanya Michilah yang dapat mendengarnya. "Tapi tetap saja ia adalah Kazune-chan!" jerit Himeka yang kebetulan mendengar perkataan Karin.
"Sudah cukup main-mainnya!" kata Kirio sambil menodongkan tongkatnya. "Pallas Hygiea!" seru Kirio dan cahaya berwarna merah tua menyerang Karin, Michi, Himeka, dan Kazusa. Namun beruntung mereka melihat serangan mendadak tersebut 'Duar…' ketika mereka mendongak keasal suara, ternyata serangan Kirio menghasilkan lubang sangat besar di tempat mereka berpijak sebelumnya.
"Kau curang! Baik Aquaila Cetus!" seru Michi sambil terbang mendekati yang ia bisa kepada 4 iblis tersebut dan menghiraukan fakta bahwa Kujyo Kazune sahabatnya berada disana. Seketika muncul cahaya orange dari tongkatnya menyerang mereka be-4. 'Duar…' lagi-lagi serangan yang dihasilkan Michi menghasilkan lubang lain di permukaan tanah. Ketika mereka melihat kepada iblis tersebut, mereka semua telah menghilang.
.
.
.
"Jadi Kujyo Kazune masih HIDUP? Dan ia adalah IBLIS!?" tanya Miyon dengan nada senang, sedih, dan bingung bercampur menjadi satu di ruang tamunya setelah mendengar cerita Michi. "Em, seperti yang ku ucapkan tadi." jawab Michi. "Dan masalahnya adalah, apa itu 'mutiara hati murni?'" tanya Karin dengan tampang datar.
"Hmm, mutiara hati murni?" gumam Yuuki yang datang untuk mendengar cerita Michi.
"Apakah yang ada dilegenda itu Yuuki-kun?" tanya Miyon. "Legenda? Legenda apa Miyon-chan?" tanya Himeka kepada Miyon.
"Yah, menurut bangsa malaikat dan iblis. Setiap 1000 tahun sekali, akan ada manusia yang terlahir dengan mutiara hati yang bersinar jauh lebih terang dari yang lain yang sering disebut mutiara hati murni. Konon katanya mutiara hati ini merupakan kunci dari keselamatan jagat raya. Seperti biasa bila ada kekuatan besar maka pihak yang memiliki niat buruk -iblis- akan berusaha mendapatkannya dan berusaha menyerap kekuatannya. Dan jika hal itu tejadi maka tidak akan ada harapan untuk kita." jelas Yuuki panjang x lebar x tinggi x *Plakk kelamaan.
"Ah! Apakah kau tau siapa yang memiliki mutiara hati murni itu Shi-chan?" tanya Kazusa walau wajahnya masih menunjukkan rasa ketakutannya.
'Padahal ia tau bahwa malaikat kucing ini baik. Tapi tetap saja takut!' batin Karin, Himeka, Michi, Yuuki dan Miyon sambil sweatdrop.
"Emm… Tentu….-" ucap Shi yang membuat semangat Karin dkk membara walau mereka belum mendengar perkataan Shi hingga selesai dan menebak ia hanya akan berkata 'Nya' seperti biasa.
"Tidak tau ~Nya!" ucap Shi polos.
GUBRAK!
Ternyata tebakkan mereka semua salah, kata terakhirnya jauh lebih panjang dari pada kata 'Nya'.
"DISAAT SEPERTI INIPUN KAU MASIH BISA BERCANDA?!"jerit Karin kesal. "Tee hee hee, gomenasai ~Nya." Dan hanya disambut oleh cengiran Shi. Karena mereka kembali pada saat tengah malam. Mereka semua memutuskan untuk membicarakannya esok hari dengan kepala dingin.
(Author : "Masukin di kulkas saja!" Kazusa : "Aduh… Nemplok lagi nih author kesini!")
Kazune P.O.V (Saat menghilang akibat serangan Michi)
"Kau curang! Baik Aquaila Cetus!" jerit malaikat berambut caramel tersebut sambil terbang mendekati kami. Dan cahaya berwarna orange muncul dari tongkatnya mengarah kepada kami. Namun Kirika segera mengucapkan mantra dan kamipun menghilang.
Ketika kami tiba ditempat tujuan, yaitu neraka. Tak henti-hentinya aku merasakan bahwa aku seperti mengenal salah satu dari malaikat tersebut. "Mengapa aku seperti mengenal gadis malaikat itu?" tanya ku entah pada siapa. "Eh? Memang kamu pernah bertemu dengan gadis itu?" tanya Rika tiba-tiba. Mungkin ia mendengar pertanyaan ku ini.
"Entah!" jawab ku apa adanya. "Sudahlah! Tidak usah dipikirkan!" sahut Kirika dan aku hanya membenarkan perkataanya. Sekarang aku harus fokus untuk mendapatkan mutiara hati murni. Namun tetap saja aku tetap memikirkan gadis itu apalagi mereka semua mengetahui nama ku.
Sekilah aku dapat melihat kegelisahan terpancar dari raut wajah Kirio. Apakah ada sesuatu hingga ia segelisah itu?
.
.
.
Tsuzuku
.
.
.
Natsuki : "Yay~ chap 3 complete. Maaf lama update ne minna-san!" *ojigi
Michi : "Ya, itu karena Natsuki-chan banyak sekali diberi tugas." *menunjuk tugas yang hingga segunung Kilimanjaro (?)
Jin : "Dan jangan lupakan fakto malas tetap ada! Hyaaa…" *dilempar sampai ke Mesir
Natsuki : "Tidak usah diurus idola rendahan itu! Mari baca balasan review dulu biar aku bisa lanjut buat tugas XD." *sok rajin
Michi : "I..iya. pertama untuk Guest, Wah~ arigatou ficnya dibilang seru. Padahal bagiku ceritanya hancur lo. *di beri death glare oleh Natsuki. Nih dah update gomen lama ne?"
Natsuki : "Lalu untuk Rizki Kinanti, mana boleh begitu Rizki-san. Masa fic abal ini dibilang sugoi tidak bilang 'arigatou'? Aku bakalan enggak bisa tidur 7 hari 7 malam mikirin ketidak sopanan ku! Ya, ini dah lanjut kok! Bagaimana? Kalau soal panjang pendeknya sesuai mood saat ngetik aja ya! Dan sekali lagi arigatou XD"
Jin : "Huh… untung aku ini idola terkenal! Bisa dapat tumpangan gratis oleh pengemarku kesini. Hemat tenaga, hemat uang!^^*muncul entah dari mana. Mana giliran aku yang baca review ini *ngambil kertas review dari tangan Natsuki.
Natsuki : "Hei, kamu kan udah aku lempar ke-"
Jin : "Sudah jangan berisik. For Lan Dewi and ryukutari nah ini dah lanjut kok! Bagaimana? Pasti jelekkan? Yah, iyalah akunya ja belum muncul!" *dibogem Natsuki.
Natsuki : "Tidak usah pakai KOMENTAR deh! Kamu aku munculin chap berikutnya atau 2 chap lagi! Jadi bagi pengemar Jin, mohon bersabar ne?" ^^
Michi : "Selanjutnya untuk Ikina uruwashii, hmm. Kazune-kun dimana ya? Di chap ini sudah dijelasin kok! Jamilah-san, Ikina-san arigatou atas dukungannya GAMBATTE MO NE!"
Natsuki : "Selanjutnya untuk andien hanazono, Sakamae Shika, dan yu ini dah lanjut selamat menikmati ya!"
Michi : "Lalu untuk mrs pink, arigatou fic Natsuki-chan dikatain menari dan asik pink-san. Tapi masa fic hancur ini dibilang bikin penasaran?" *dijitak Natsuki pake kamus(?)
Natsuki : "Selanjutnya untuk Michi desu, yah di chap ini dah taukan kalau Kazune-kun adalah apa? Kalau Jin-kun lihat keselanjutannya aja ne?"
Jin : "Dan terakhir untuk kujyou Angelita, nih dah taukan Kujyo (Kazune) itu jadi apa? Wah, sayang sekali. Kali ini yang bacaain balasan review nya aku, Natsuki-chan (udah pasti) dan Nishikiori saja, tapi pesannya akan ku sampaikan kepada Kujyo deh!"
Natsuki : "Yah, selesai juga baca balasan review nya! Oh dan hampir lupa. Untuk chap berikutnya mungkin akan lama untuk update! Soalnya aku akan belajar untuk menghadapi uts di sekolahku, November nanti T.T"
Jin : "Yah! Aku bakalan lama munculnya dong?"
Michi : "Yang tabah ya! XD"
Jin : "Iya deh. Pokoknya R&R ne!" *ngelirik Natsuki yang melanjutkan buat tugasnya dipojokan -_-"
Natsuki : "Oh.. oh.. karena aku tidak mengerti tentang fashion maaf bila kostum Angel mode Karin-chan dkk agak aneh ne!" *teriak pake toa dari pojokan
