Halooooooooooooooo Pemirsa!
Afra Onyx balik lagi niiiiiiiiiiiiiiiiiih...
Gomen karena baru sekarang author bisa mengupdate chap 3 nya...
Oke, Langsung saja, chekidot!

.

.

.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

~Uchiha Sasuke~
~Haruno Sakura~

Please dont flame this fanfic!
.

.

.

Chapter 3: Naruko? I am not afraid

Sasuke menoleh ke sumber suara. Ia tampilkan senyum tulusnya kepada seseorang yang kini tengah berdiri di belakangnya dengan senyum manis yang bertengger di bibir ranumnya. "Naruko," gumamnya pelan.

Sasuke pun berbalik dan berjalan mendekati gadis berambut pirang dengan senyum manis yang selalu menyapa Sasuke tiap harinya. "Dengan siapa tadi kau berbicara, Sasu-kun?" tanya Naruko lembut seraya menatap manik obsidian kelam milik Sasuke.

"Tadi itu, hanya perempuan gila yang menyebalkan," jawab Sasuke dengan senyumnya yang lenyap seketika. Ia menampilkan tampang kesal mengingat Gadis Pink yang tadi seenaknya memanggilnya 'Pantat Ayam'. Sungguh memalukan! Untung di sekitar loker pribadi kelas XII sepi. Bagaimana jika dengan keadaan ramai?! Ia pasti akan membungkam mulut cerewet Gadis Pink itu dengan cara apapun. Tunggu, dengan cara apapun? Berarti, ciuman juga termasuk?! Oh God!

"Sasuke-kun!" Sasuke terbuyar dari lamunannya akibat teriakan dari gadis di hadapannya. Mata onyx-nya menangkap wajah kesal yang terpampang di wajah Naruko yang ayu.

"A-ada apa, Naruko?" balas Sasuke dengan terbata menyadari Naruko menatapnya kesal.

"Kau tak mendengarkan ucapanku barusan, Sasuke-kun? Sebenarnya apa yang kau pikirkan sehingga membuatmu melamun? Sungguh bukan Sasuke-kun sekali kau ini," omel Naruko dengan nada sedikit tinggi.

"Kumohon jangan marah, Naruko. Siapa yang melamun, hah? Aku tidak melamun," balas Sasuke beralasan. Kini ia memasang wajah datar dan cuek.

"Haaaaaah, terserah. Aku hanya mengulang sekali, Sasuke-kun. Ini tentang gadis yang tadi sempat bercakap-cakap denganmu," ucap Naruko dengan serius. Sasuke kini memasang telinga betul-betul. Entah setan apa yang mempengaruhinya sehingga dirinya kini merasa sangat penasaran.

"Gadis barusan bernama Haruno Sakura. Ia adik kelas kita, Sasu. Dan dia, bukan gadis biasa. Ia suka mempermainkan hati para lelaki, Sasu," jelas Naruko seraya menggenggam erat tangan kanan Sasuke.

"Aku tahu, Naruko," balas Sasuke singkat seraya menarik tangan kanannya dari genggaman tangan Naruko dengan lembut. Mata onyx berkilat tajam miliknya mengumpat di balik kelopak matanya yang terpejam.

"Jangan menyepelekan gadis itu, Sasuke-kun. Aku yakin kau lah yang akan menjadi targetnya selanjutnya," marah Naruko dengan nada lirih. "Gadis itu adalah serigala, Sasuke-kun. Aku takut kau terluka, Sasu," lanjutnya seraya menunduk.

"Kau tenang saja, Naruko. Kau lupa bahwa aku juga serigala, heh?" Sasuke menampilkan sebuah seringainya yang membuat Naruko mengernyitkan dahinya. "Aku tak bodoh, Naruko. Aku akan memutar balikkan keadaan. Aku akan membuatnya jatuh dalam pesonaku. Dan bersujud kepadaku," Sasuke mengakhiri ucapannya dengan mata elangnya yang mampu menusuk hati seseorang jika menatapnya.

Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di kelas X a, nampak gadis bersurai soft pink panjang tengah menekuk wajahnya. Sedangkan dua gadis yang dikenal sebagai sahabat dekatnya itu menatap gadis bersurai soft pink tersebut dengan menahan kesabarannya.

"Kumohon jangan marah, Saku-chan. Ino-chan membungkam mulutmu agar kau berhasil menaklukan hati es milik Sasuke-senpai," hibur gadis bersurai merah menyala, Uzumaki Karin.

"Kau tahu, Karin-chan, aku hampir kehabisan nafas akibat tangan bau milik Ino yang seenaknya membungkamku. Huh," adu Sakura dengan melirik Ino yang memutar bola matanya bosan.

"Oke, Sakura, aku minta maaf. Sebenarnya apa yang membuatmu memanggil Uchiha-senpai dengan sebutan, eeerrr- 'Pantat Ayam'?" tanya Ino dengan penasaran.

"Dia yang memulai, Ino-chan. Ia tanpa berdosa memanggilku Gulali. Ia juga mengatakan bahwa jidatku sebesar kota Tokyo. Ia juga seenakya menyentil jidatku. Dan satu lagi, gayanya yang sok keren itu membuatku merinding," jelas Sakura panjang lebar.

Ino maupun Karin membulatkan matanya. Sedangkan Sakura masih memasang wajah kesal. Sekejap Ino dan Karin bertepuk tangan seraya menatap Sakura dengan tatapan tak percaya.

"Kenapa kalian ini?!" tanya Sakura bingung. Dahinya mengernyit tak mengerti. Sedangkan yang ditanya semakin memperkeras tepukan tangannya.

"Aku yakin kau berhasil, Saku-chan. Kalian benar-benar romantis," ucap Karin heboh dengan wajah berseri. Sedangkan gadis bersurai soft pink kini terlihat cengo. Ia masih sibuk mencerna kata demi kata yang baru saja terlontar dari mulut cerewet Karin.

"Aku setuju! Biasanya, Uchiha-senpai tidak memperdulikan perkataan para gadis yang memujanya. Akan tetapi, berbeda denganmu. Baru kenal saja kalian saling bercanda. Dan aku sangat terkejut seorang Uchiha Sasuke menyentil dahi seorang perempuan," komentar Ino menambahi.

Sakura melongo mendengar ucapan gila dari kedua sahabatnya itu. Sakura berdecak kesal. Moodnya kini benar-benar buruk. Perlu ia akui, menaklukan hati es seorang Uchiha Sasuke memang perlu perjuangan super. Dan ditambah sifat dingin, cuek, dan menyebalkan yang selalu membuat Sakura ingin menendang pantannya membuat Sakura harus memiliki kesabaran yang tinggi.

"Kau salah, Ino-chan. Selain Saku-chan, ada satu gadis yang diberlakukan manis oleh Pangeran Es itu. Bahkan mereka sangat dekat. Gadis itu juga sangat cantik," ucap Karin membuat Sakura mengernyit.

"Benarkah? Lalu, siapa gadis itu, Karin-chan?" tanya Ino dengan wajahnya yang menampilkan ekspresi penasaran. Sakura pun mendekat karena ada perasaan ingin tahu yang menyelip masuk ke benaknya.

"Gadis itu adalah saudara kembar sahabat Sasuke-senpai yang bernama Namikaze Naruto, yaitu Namikaze Naruko," jawab Karin memelankan suaranya. Ino terlihat berpikir sebentar lalu pandangannya mengalih ke Sakura yang terlihat berpikir.

"Sainganmu lumayan berat, Sakura. Kau tau orangnya bukan?" tanya Ino memastikan gadiss bersurai gulali tersebut yang tengah menatapnya.

"Ya, aku mengetahuinya. Tenang saja, aku pasti akan memenangkan semua ini. Karena aku adalah serigala, dan Namikaze Naruko hanyalah kucing yang mengganggu. Kalian lihat saja, aku pasti bisa," balas Sakura dengan senyum angkuhnya. Ino dan Karin hanya tersenyum.

"Haaaah, akhirnya jam pelajaran sudah berakhir. Aku lelah sekali, Sasuke-kun. Ingin rasanya aku pergi ke mall untuk mendinginkan pikiran," ucap Naruko tersenyum manis di tengah langkahnya yang beriringan dengan langkah Sasuke di sebelahnya.

"Hn, bilang saja kau mengajakku ke mall," sindir Sasuke dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana seragamnya. Sementara Naruko mengerucutkan bibirnya lucu.

"Ayolah, Sasu-kun. Kita kan sudah bersahabat dari kecil. Kau mau kan menuruti permintaanku kali ini?" pinta Naruko dengan memasang wajah cute nya agar Sang Pangeran Es luluh dan mengiyakan permintaanya.

"Ck, baiklah," jawab Sasuke pura-pura sebal. Sedangkan Naruko tersenyum lebar seraya menghentakkan kakinya ke tanah karena saking senangnya. Tingkahnya yang childish mau tak mau membuat laki-laki bermarga Uchiha di sebelahnya tersenyum tipis.

Mereka sedari tadi tak menyadari sepasang manik emerald yang mengawasi gerak-gerik mereka dengan sebal. Bibirnya mengerucut kesal dengan kedua makhluk yang dari tadi terlihat seperti pasangan anak muda jaman sekarang. Gadis bersurai merah muda itu mengumpat dalam hati. Ternyata gadis bernama Namikaze Naruko memang musuh beratnya kali ini. 'Tenang, Sakura. Sekarang saatnya beraksi,'

Dengan berani Sakura langkahkan kakinya ke depan untuk menghampiri dua makhluk yang ia maksud. Dan... berhasil! Ia menyelip ke celah antara Sasuke dan Naruko sehingga dirinya berada di antara Sasuke dan Naruko yang terlihat terkejut.

"Hai minna! Hai Namikaze Naruko-san. Salam kenal ya... Haruno Sakura desu!" sapa Sakura memakai topeng manis untuk menutupi sifat iblisnya yang nakal itu. Yang disapa tersenyum manis. Sakura tau gadis itu juga memasang topeng sok manisnya itu yang membuatnya sedikit kesal.

Sekarang pandangannya ia alihkan pada pemuda yang berada di sebelah kanannya. "Hai, Pan- uuups," Sakura menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Ia merutuki kebodohannya. Hampir saja ia mengatakan sesuatu yang pasti membuat Pangeran Es disampingnya terpancing. Sakura dengan ragu melirik Sasuke dengan ekor matanya. Iris obsidian milik Sasuke kini tengah meliriknya dengan tajam. Sungguh megerikan. Tatapan elangnya setajam silet!

"Ehmm... maksudku hai Sasuke-senpai. Hari ini wajahmu sangat imut seperti panda. Hehe..," ulangku seraya menampilkan tawaan hambar.

"Hn, arigatou. Tunggu, mengapa kau mengenakan rambut palsu terus. Sini, aku lihat rambut aslimu," Dengan lancang Sasuke menarik ujung rambut Sakura lumayan keras membuat sang empunya meringis kesakitan. Naruko sebagai penonton menahan tawanya melihat aksi Sasuke.

"Itttaiiii! Apa kau gila hah?! Sakit," rintih Sakura seraya menatap Sasuke tajam. Sementara Sasuke memasang wajah sok polosnya. Cih, benar-benar laki-laki menyebalkan.

"Sudah-sudah. Jangan berkelahi. Mmmmm... Sakura-chan, kebetulan setelah ini aku dan Sasuke akan ke mall. Kau mau ikut tidak? Agar tambah ramai," tawar Naruko membuat Sasuke melotot ke arahnya. Akan tetapi, Naruko pura-pura tak sadar bahwa dirinya ditatap Sasuke dengan tajam.

Sementara gadis bersurai merah muda berpikir sejenak. Sedetik kemudian wajahnya berseri dan dengan semangat ia menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Namun, siapa yang tahu, di balik senyum manisnya itu ada sebuah senyum nakal yang terukir. Sasuke yang menatap gadis pink yang tengah tersenyum manis itu hanya memutar bola matanya bosan. Sasuke akui Sakura memang sangat manis dengan wajahnya yang berseri, tetapi egonya yang selangit membuat nya tidak mengakui hal itu.

Inilah kedua kalinya Sakura mengerucutkan bibir ranumnya kesal. Ia menatap tajam dua punggung yang berjalan di depannya dengan diselingi canda tawa. Sudah dua jam mereka bertiga menjelajahi Konoha Fantastic Mall. Sudah dua jam pula Sakura tak dipedulikan oleh dua sejoli yang terlihat sangat bahagia itu. Ia berpikir untuk apa yang harus ia lakukan kali ini agar dua sejoli itu lebih tepatnya untuk Uchiha Sasuke agar menganggap dirinya bukanlah sebuah manequin yang tercipta untuk didiamkan.

Tiba-tiba ide gila muncul di otak cerdas gadis bersurai gulali itu. Seringainya muncul seketika. Tawa jahilnya itu membahana dalam batinnya. Sekejap langkahnya terhenti. Membiarkan dua sosok di depannya terus berjalan tak mengetahui bahwa setan pink dibelakang mereka tengah menghentikan langkahnya.

"Terima kasih atas hari ini, Sasuke-kun. Kau ini terlalu baik. Hehe," ucap Naruko tersenyum manis seraya menikmati es krim Chocolate mint yang sempat Sasuke belikan tadi.

"Hn.. kau ini merepotkan sekali," balas Sasuke seraya tersenyum tipis. Naruko mengembungkan pipinya sebal. Naruko berniat membalas ucapan Sasuke, tetapi ada sesuatu yang mengharuskan Naruko membatalkan niatnya.

"SASUKE-KUN!" teriakan seseorang membuat Sasuke dan Naruko menghentikkan langkahnya. Suara itu terdengar familiar. Sasuke yang mengenal suara itu menghembuskan nafasnya dengan kesal. Ia sadar benyak pengunjung yang terkejut dan ada juga pengunjung yang berbisik-bisik. Dan lebih parahnya ada banyak pengunjung yang mulai mendekat dang mengerubungi dirinya, Naruko, dan Gadis Pink yang merepotkan itu.

Sasuke menoleh ke sumber suara, tepatnya menoleh ke arah kebelakang. Betapa terkejutnya Sasuke mendapati gadis bersurai merah muda yang biasanya terlihat ceria dan menyebalkan itu kini berdiri menatapnya dengan lirih ditambah lagi matanya yang berlinang air mata. 'Ada apa dengannya?!' batin Sasuke mulai kesal. Beberapa pengunjung yang mengerubungi mereka bertiga ada yang menutup mulut dengan kedua tangan melihat keadaan Sakura yang dibanjiri air mata.

Sakura menundukkan kepalanya. Namun, siapa yang tahu, Sakura kini menyeringai tipis. Semua! Let's play the game with Saku-chan!

~TBC~

Berhasil, berhasil HOREEEEEEEEEEEEEEE!

Akhirnya selesai juga chap 3 nya!
Arigatou buat yang review ya... maaf author tidak bisa membalas ripiuw kalian satu-satu...
Author masih punya kesibukan yang lain...
Pokoknya, author bahagia dan merasa sgt berterimakasih pada yg mau-maunya membaca & ripiuw ff sederhana n gg jelas ini...
RIPIUW OKEEEEEEEEEEEEEEE! DONT BE SILENT READERS, PLEASE!