Annyeong readers-ssi… Author's back… Huehehehe…. #dilemparsandal

Akhirnya cerita aneh nan gaje ini dilanjut juga… #emang ada yang nunggu?#

Yah, daripada banyak omong, Happy reading..hahaha…

CHAPTER 3

"Nah, Yunnie, Minnie, umma dan appa berangkat, ne?" kata Ny Jung berpamitan pada anak-anaknya sebelum berangkat ke Jepang.

"Ne Umma. Umma dan appa hati-hati di jalan," jawab Yunho yang sekarang ini sudah mulai tenang karena harus tinggal di rumah Jaejoong sejak mendapatkan ide tadi.

"Ne Umma, Appa. Jangan melupakan anakmu yang super imut dan tampan ini," sambung Changmin narsis. Tn dan Ny Jung hanya tersenyum menanggapi ucapan anaknya, kemudian mereka berangkat ke bandara dengan taksi yang sudah menunggu di depan rumah keluarga Kim untuk segera berangkat ke Jepang.

Setelah Tn dan Ny Jung berangkat, Yunho dan Changmin kembali masuk ke rumah keluarga Kim. Melihat itu, Ny Kim pun segera menghampiri mereka.

"Yunho, Changmin," panggil Ny Kim.

"Ne, ahjumma?" jawab Yunho dan Changmin bersamaan.

"Sekarang lebih baik kalian beristirahat dulu. Ahjumma sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Kamar Yunho ada di sebelah kamar Joongie. Sedangkan kamar Changmin di bawah di dekat dapur. Tidak apa-apa seperti itu?" tanya Ny Kim.

"Ne, ahjumma. Kamsahamnida," jawab Yunho.

"Wuoo, ahjumma memang yang terbaik. Aku suka kamar dekat dapur, supaya aku lebihd ekat dengan makanan-makanan itu," sambung Changmin sambil menunjuk kulkas. Yunho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adik satu-satunya tersebut, sedangkan Ny Kim hanya tersenyum.

"Kalau begitu, beresi barang-barang kalian. Kemudian istirahatlah. Ahjumma akan pergi berbelanja untuk makan siang,"

"Ne, ahjumma," jawab Yunho dan Changmin bersamaan. Setelah itu, segeralah Yunho dan Changmin membawa barang-barang mereka menuju kamar masing-masing. Yunho juga segera membawa barang-barangnya menuju ke lantai 2, di mana kamarnya berada. Namun, saat menuju kamarnya, tidak sengaja Jaejoong keluar dari kamarnya. Ya, untuk menuju kamar Yunho yang bersebelahan dengan kamar Jaejoong memang harus melewati kamar Jaejoong terlebih dahulu.

"Mau apa kau kemari?" tanya Jaejoong ketus.

"Mau ke kamar,"

"Mwo? Apa kau bilang?"

"Kau tuli? Aku bilang mau ke kamar," jawab Yunho cuek sambil menunjuk kamar yang ada di sebelah kamar Jaejoong.

"K-kamarmu di sebelah kamarku? Kenapa?" tanya Jaejoong lagi.

"Tidak tahu, tanya saja pada ummamu," jawab Yunho cuek sambil memasukkan barang-barangnya ke kamar barunya itu.

"Ya! Bukan itu maksudku. Kenapa kau tidak menolak diberi kamar di sini? Kau kan tahu kalau di sini itu kamarku. Kenapa bukan Changmin saja yang tidur sini?" kesal Jaejoong.

"Ya sudah, kalau kau keberatan, kau pindah saja. Gampang kan?"

"Enak saja. Ini rumahku tau. Kau tidak berhak memerintahku di sini,"

"Huh, terserah. Pokoknya aku akan tetap di sini,"

Jaejoong yang kesal dengan perkataan Yunho tidak menanggapi perkataan Yunho dan turun ke bawah untuk menemui ummanya.

"Umma,"

"Joongie? Ada apa?"

"Kenapa umma memberi kamar Yunho di sebelah kamarku? Kenapa bukan Changmin saja yang tidur di sana?"

"Bukankah itu bagus? Kau dan Yunho kan seumuran dan Yunho adalah kakak kelasmu. Jadi, kalau kau ada kesulitan kan bisa dengan mudah minta tolong pada Yunho," jawab Ny Kim santai.

"Ta-tapi umma…,"

"Sudahlah Jae. Kasihan Yunho kan kalau harus membongkar barang-barangnya lagi. Lagipula kalian ini kan sudah SMA, sampai kapan kalian mau bertengkar seperti itu terus?" tanya Ny Kim lagi.

"Ummaaaa," rengek Jaejoong sambil mengeluarkan jurus puppy eyesnya. Tapi sayang sekali pemirsa, Umma dari seorang Kim Jaejoong sudah tidak mempan dengan jurus tersebut. Poor Jaejoong.

"Tidak ada bantahan lagi, Jaejoong. Yunho akan tetap tidur di kamar itu," Jaejoong yang merasa tidak ditanggapi oleh ummanya hanya mengerucutkan bibir cherrynya sebal dan berjalan menuju kamarnya lagi sambil sedikit menghentak-hentakkan kakinya. Ny Kim yang melihat kelakukan anak semata wayangnya itu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak berhasil membujuk ummamu eoh?" tanya sebuah suara tiba-tiba saat Jaejoong sedang berjalan di lorong menuju kamarnya. Siapa lagi kalau bukan musuh bebuyutan Jaejoong, yaitu Jung Yunho.

"Diam kau," kata Jaejoong ketus.

"Aigo, ketus sekali," jawab Yunho dengan suara sedikit DIBUAT memelas.

"Berhenti berbicara seperti itu, Jung Yunho. Menjijikkan,"

"Hei, mulai sekarang kan kita akan tinggal satu rumah seharusnya sebagai tuan rumah yang baik kau memperlakukan aku sebagai tamu dengan baik kan?" kata Yunho sambil tersenyum manis padahal dalam hati dia sedang menyusun rencana untuk mengerjai Jaejoong.

"Huh? Dalam mimpimu saja sana?" jawab Jaejoong ketus sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.

"Apa-apaan dia? Kenapa sok manis begitu? Menyebalkan. Pasti dia sedang merencanakan sesuatu," batin Jaejoong saat masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Yunho yang melihat Jaejoong masuk hanya menyeringai.

KEESOKAN HARINYA

Hari ini adalah hari Senin di mana seluruh siswa-siswi Dong Bang High School harus beraktivitas seperti biasa, begitu pula dengan Yunho dan Jaejoong. Jaejoong yang sudah terbiasa bangun pagi pun membantu ummanya menyiapkan sarapan. Namun, tiba-tiba saja setan berbicara dalam otaknya.

"Kim Jaejoong sekaranglah saatnya untuk mengerjai si Jung Yunho itu," kata Jaejoong dalam hati sambil menyeringai tipis agar tidak terlihat oleh ummanya.

"Joongie, tolong kau bagikan makanan ini ke dalam piring-piring itu. Umma akan membangunkan Changmin dan lainnya,"

"Ne Umma," kata Jaejoong sambil tersenyum manis, namun setelah ummanya pergi dia mengeluarkan seringainya. Dia mulai membagikan makanan-makanan itu di piring-piring yang sudah tersedia di meja makan. Namun, khusus untuk piring Yunho, dia menambahkan sedikit garam lagi pada makanan itu. Yah, tidak terlalu banyak sih, tapi cukup untuk membuat orang merasa keasinan.

Setelah semua makan, Jaejoong pun hanya duduk sambil berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sarapan pun segera dimulai. Pandangan Jaejoong tidak lepas dari Jung Yunho.

"Mati kau Jung Yunho," kata Jaejoong dalam hati. Namun di luar dia bersikap tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Setelah Yunho menyendokkan makanan ke dalam mulutnya, dia merasa ada yang aneh dengan rasa masakannya dan segera mengambil segelas air. Namun begitu dia akan protes pada Ny Kim, tiba-tiba Changmin menginterupsi.

"Whoaaa, ini enak sekali, Ahjumma. Masakan Ahjumma memang yang terbaik," kata Changmin penuh semangat.

"Ne, kau benar Minnie. Leeteuk, masakanmu kali ini benar-benar enak," sambung Tn Kim.

"Benarkah? Padahal itu pertama kalinya aku memasak makanan ini karena kudengar Yunho menyukai makanan ini," kata Leeteuk tersenyum manis karena mendapat pujian dari semuanya.

Yunho yang medengar itu hanya melongo tak percaya. Kenapa semuanya berkata bahwa masakan ini enak padahal dirinya sendiri merasa makanan ini aneh? Atau jangan-jangan indra perasanya sudah tidak beres? Begitulah pikir Yunho, namun sedetik kemudian dia segera sadar dan melirik Jaejoong dengan tajam. Jaejoong yang tau tatapan Yunho hanya berpura-pura cuek sambil menghabiskan sarapannya. Namun, tiba-tiba sebuah suara menginterupsi.

"Yunho, kau tidak makan makananmu?" tanya Ny Kim tiba-tiba yang menyadarkan Yunho dari lamunannya.

"E-eh, aku makan Ahjumma. Masakan Ahjumma memang enak sekali," jawab Yunho sambil cepat-cepat menghabiskan makanannya karena tidak ingin membuat Ny Kim merasa tersinggung. Sementara itu, Jaejoong hanya tertawa dalam hati melihat Yunho.

Setelah selesai sarapan, Yunho, Changmin, dan Jaejoong berpamitan pada Ny dan Tn Kim untuk segera berangkat ke sekolah. Sedangkan Tn Kim juga berpamitan pada Ny Kim untuk berangkat ke kantor.

"Pasti kau ya yang menyabotase makananku mejadi aneh seperti itu?" tanya Yunho to the point pada Jaejoong saat perjalanan menuju sekolah.

"Apa? Maksudmu?" tanya Jaejoong balik dengan tampang dibuat sepolos mungkin.

"Huh, jangan pura-pura. Aku tahu, pasti kau yang membuat makananku itu menjadi berasa aneh. Iya kan?"

"Aneh? Bukankah tadi semuanya bilang masakan umma itu enak? Kenapa hanya kau yang bilang aneh?" balas Jaejoong masih dengan tampang dibuat sepolos mungkin padahal dalam hati dia sedang mati-matian menahan tawa.

"Aku yakin itu pasti perbuatanmu," Yunho masih tetap dengan pendiriannya.

"Huh? Dengarkan aku Jung Yunho, mungkin indra perasamu yang kurang beres. Kusarankan lebih baik kau ke dokter secepatnya sebelum kau menyinggung ummaku karena menilai rasa masakan ummaku aneh. Lagipula tadi saat kau ke ruang makan kan kau langsung duduk di kursi yang kosong dan aku tidak memaksa kau duduk di kursi yang mana. Jadi mana bisa aku membuat rasa makananmu menjadi aneh. Salah-salah aku salah sasaran kan?" jelas Jaejoong panjang lebar.

Ya, memang saat sarapan tadi Jaejoong sudah menyusun piring yang berisi makanan di depan kursi masing-masing. Namun sebenarnya tidak susah untuk memprediksi kursi yang akan diduduki Yunho karena kursi yang paling ujung pasti akan diduduki appanya dan di sebelah kiri, pasti diduduki ummanya. Lalu, karena Jaejoong yang berada di ruang makan lebih dulu maka ia akan bebas untuk duduk di manapun kecuali di tempat umma dan appanya. Dari situ tinggal dua tempat yang kosong. Salah satu dari tempat itu tinggal diisi dengan makanan yang cukup banyak. Dan dengan itu bayi yang baru lahir pun seharusnya tahu kalau kursi tersebut untuk Changmin. Dan sisanya tinggal milik Yunho.

Ok, kembali ke tokoh utama kita. Perkataan Jaejoong tadi membuat Yunho berpikir ulang. Namun, dia tetap curiga pada Jaejoong. Akhirnya Yunho pun mulai menjalankan rencana untuk membalas perbuatan Jaejoong tadi.

"Lihat saja pembalasanku, Kim Jaejoong," kata Yunho dalam hati.

Sampai di sekolah, Yunho dan Jaejoong pun segera masuk ke dalam kelas masing-masing. Pertama kita lihat di kelas Jaejoong.

"Pagi Su-ie," sapa Jaejoong pada Junsu dengan ceria.

"Ah, pagi Joongie. Tumben hari ini kau ceria sekali. Padahal biasanya setiap pagi kau selalu muram karena bertengkar dengan Yunho Hyung,"

"Ne, itu karena aku tadi berhasil mengerjainya," jawab Jaejoong santai sambil duduk di bangkunya.

"Mengerjai bagaimana?"

Jaejoong pun segera menceritakan perihal Yunho dan Changmin yang harus tinggal di rumahnya, kemudian rencananya untuk mengerjai Yunho habis-habisan selama tinggal dirumahnya dan juga aksi pertamanya saat sarapan tadi pagi. Sementara itu di kelas Yunho.

"Yo Yun, pagi," sapa Yoochun sok asik pada sahabatnya itu.

"Pagi, Chun," jawab Yunho malas.

"Biar kutebak, pasti kau bertengkar lagi kan?"

"Tidak juga. Sudahlah, hari ini aku sedang kesal karena namja jelek itu,"

"Memangnya hari ini kalian kenapa?" tanya Yoochun. Yunho pun segera menceritakan semua yang terjadi pada Yoochun dan sebagai pendengar yang baik Yoochun hanya diam sambil sesekali mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Jadi sekarang kau dan Changmin tinggal di rumah Joongie?"

"Ya, begitulah,"

"Kalau begitu, kau bisa lebih leluasa mendekati Joongie kan?" tanya Yoochun asal.

"Mendekati bagaimana maksudmu?"

"Yah, kau kan bisa saja mendekati dan menjadikannya namjachingumu. Lagian kalian kan sudah cukup akrab," kata Yoochun asal, namun hal ini sukses membuat Yunho berteriak kaget.

"MWO? MAKSUDMU?" teriak Yunho yang sukses membuat penghuni kelas itu menatap heran padanya. Yoochun yang tidak menyangka reaksi Yunho tersebut juga ikut terkejut.

"Hei, aku hanya bercanda. Oh ya, ngomong-ngomong kau sudah dengar berita itu?" tanya Yoochun mengalihkan perhatian Yunho.

"Berita apa?"

"Katanya hari ini di kelas kita ada murid baru,"

"Oh ya? Laki-laki atau perempuan?" tanya Yunho.

"Entahlah, kuharap murid pindahan itu gadis cantik dan seksi,"

"Ck, kau ini. Kalau hal ini sampai terdengar Junsu, matilah kau," kata Yunho. Yoochun hanya tersenyum mendengar itu. Tanpa sadar bel pelajaran pertama pun berbunyi dan soensaengnim pun masuk ke kelas Yunho dan Yoochun. Di belakangnya ada seorang namja yang mengikuti soensaengnim masuk ke kelas itu.

"Nah, anak-anak. Kukira kalian semua sudah mendengar berita kalau hari ini kelas kita akan kedatangan seorang murid baru. Ini dia orangnya. Sekarang perkenalkan dirimu," suruh soensaengnim pada murid baru tersebut.

"Ne, seonsaengnim. Annyeonghaseo. Choi Siwon imnida. Senang berkenalan dengan kalian semua," sahut namja tersebut sambil tersenyum yang sukses membuat semua siswi di kelas itu berbisik-bisik ria.

"Hm , baiklah. Bangku untuk Siwon-ssi di belakang Yoochun. Park Yoochun angkat tanganmu,"

"Ne, soensaengnim," kata Yoochun. Siwon pun segera menuju bangku yang tadi dipilihkan soensaengnim padanya. Saat duduk di bangkunya dia menyapa Yunho dan Yoochun.

"Annyeong, Yoochun-ssi dan…," ucapannya terputus karena dia memang belum mengetahui nama Yunho.

"Jung Yunho inmida," sahut Yunho memperkenalkan dirinya.

"Ah, annyeong Yunho-ssi," sahut Siwon sopan.

"Tidak usah formal begitu. Panggil saja aku Yunho dan dia Yoochun," jawab Yunho lagi.

"Ne, Yunho dan Yoochun," jawab Siwon sambil tersenyum.

Tanpa terasa pelajaran berlangsung dan sekarang adalah waktunya untuk istirahat siang.

"Yun, ayo ke kantin. Aku lapar," ajak Yoochun, "ah, Siwon, kau mau ikut kami ke kantin?"

"Apa boleh?" tanya Siwon yang memang belum terbiasa dengan Yoochun dan Yunho.

"Ne, tentu saja. Kajja," ajak Yunho. Dan akhirnya mereka bertiga pun menuju kantin. Di sana Junsu dan Jaejoong sudah menunggu dan menyediakan tempat untuk mereka semua.

"Chunnieeee, cepat kemari," teriak Junsu melengking saat melihat Yoochun masuk ke area kantin. Yunho, Yoochun dan Siwon pun segera berjalan ke tempat Junsu dan Jaejoong tersebut.

"Ehm, dia siapa?" tanya Junsu saat melihat Siwon. Sedangkan Jaejoong yang daritadi duduk dan asik memainkan ponselnya mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat Siwon.

"Kenalkan, dia murid baru di kelas kami. Namanya Choi Siwon," kata Yoochun.

"Siwon, dia Junsu, namjachinguku dan namja yang disebelahnya adalah Kim Jaejoong," sambung Yoochun.

"Ah, annyeong Siwon-ssi," sapa Junsu.

"Annyeng Junsu-ssi dan Jaejoong-ssi," balas Siwon, namun tiba-tiba saja tatapannya berhenti saat melihat Jaejoong.

"Omo, benarkan dia namja? Kenapa cantik sekali?" batin Siwon.

"Annyeong Siwon-ssi," sapa Jaejoong.

"E-eh, a-annyeong," kata Siwon tersadar dari lamunannya, "tidak usah terlalu formal padaku, panggil saja Siwon,"

"Ne, Siwon Hyung," balas Junsu, "kalau begitu, Hyung juga tidak usah memanggil kami dengan embel-embel –ssi," sambung Junsu dan dibalas dengan anggukan kepala dari Jaejoong.

"Sudah perkenalannya. Kami mau pesan makanan, kalian mau apa?" tanya Yoochun menginterupsi acara mari-berkenalan antara Jaejoong-Junsu dengan Siwon.

"Aku mau air putih saja, aku sedang tidak lapar," sahut Jaejoong.

"Aku mau jajangmyun," sahut Junsu.

"Baiklah, dan kau Siwon?" tanya Yoochun.

"Aku sama dengan Junsu saja," jawab Siwon sambil duduk di bangkunya.

"Baiklah, kalau begitu aku memesan makanan dulu. Ayo Yun," Ajak Yoochun pada Yunho. Yunho yang daritadi diam pun menganggukkan kepala dan mengikuti Yoochun.

Sementara itu Siwon yang duduk di depan Jaejoong dan Junsu hanya memperhatikan Jaejoong yang sedang bercanda dengan Junsu.

"Manis sekali," pikir Siwon.

TO BE CONTINUED

Okeh, akhirnya to be continued pemirsa…hahahahah…

Gimana2? Makin ga jelas ya? Yah, saya juga sadar kalau cerita ini makin aneh dan tambah ga jelas.. Di chapter ini Yunjae momentnya Cuma dikit.. emang sengaja si hahaha #digampar readers#..

Oh ya, mungkin chapter selanjutnya agak lama yah, saya lagi banyak tugas kuliah.. desain saya ngulang dari awal.. readers: ga ada yang tanyaaaa… #nangis di pelukan Yunho haha..tapi saya akan usahakan update secepat mungkin.. hehe.. Mian ^^

Makasi banyak ya yang kemaren udah repiuw.. ditunggu repiuw-repiuw selanjutnya.. Ok? hahaha… Buat silent readers, repiuw plis, saya menerima semua kritik, saran, dan ide yang berkaitan dengan cerita asal jangan ngebash Yunjae. Ok? Haha..

Sekarang mau bales repiuw yang kemaren dulu….

Lipminnie : gomawo reviewnya chingu hahaha.. keep review ne?hahaha…

Shippo Baby Yunjae : Gomawo reviewnya yak..oke, ditunggu repiuw-repiuw selanjutnya chingu ^^

Elenoir : wah NC? Haha.. maunya sih gitu..tapi saya ga bisa bikin NC.. #nangis di pojokan #peluk Jejoong hahaha.. Btw, gomawo reviewnya yak hahaha..

Nuna : Thanks reviewnya yah haha..^^.. pengennya si munculin Kyu.. Cuma saya masih bingung mau dimunculin di mana..hahaha.. #plakk #digampar Kyu.. yah pokoknya sebisa mungkin saya munculkan soalnya saya juga suka ama couple ChangKyu hahaha..

Zira : Thanks..^^.. Ini udah lanjut.. semoga suka ama cerita yang maki ga jelas ini haha

The : Thanks..^^.. ini udah lanjut.. keep review yah hahaha..

Carriopeia2001 : makasih udah repiuw loh..haha.. keep review yah hehe..