A/N :

Saya akan menjawab beberapa pertanyaan seperti:

Q : Pairing Naruto?

A : Untuk sementara saya akan memberikan kebebasan bagi readers untuk memilih pair. Karena saat ini saya sedang fokus dulu untuk menerangkan tentang Avatar.

Q : Apakah teman – teman Naruto akan sama dengan dunia ninja?

A : Yup. Saya membuat fic ini di fandom reguler Naruto bukan Crossover. Jadi kemungkinan besar pemain luar Naruto tidak akan muncul. Meskipun muncul, mungkin hanya beberapa dan tidak akan mengganggu alur. Jadi sebagian besar adalah chara Naruto.

Q :Umur Naruto?

A :Umur Naruto disini memang lebih muda 1 tahun dari yang lain. Jadi umurnya memang 11 tahun chapter 1 dan 14 tahun chapter 2. Kenapa? Nanti akan saya jelaskan di beberapa chapter depan.

Q : Apa Kyuubi akan muncul dan disegel di Naruto?

A : Tidak. Kurama memang akan muncul. Namun tidak dengan segel. Naruto hanya seorang avataller (pemilik avatar).

Q : Banyak yang masih belum dimengerti?

A : Apabila anda mempunyai kendala seperti itu. Silahkan bertanya apa yang membuat anda bingung. Saya akan berusaha untuk menjelaskan agar mudah dimengerti.

Ok, Sampai sini dulu tanya jawab. Sekarang. Ayo, Chapter 3. Update!

.

.

Langit biru itu membingkai latar belakang dunia itu. Dengan adanya hamparan rumput hijau subur yang luas. Burung – burung yang terbang menjadi aksesoris di pagi hari itu. Gunung – gunung yang menjulang. Tempat pemukiman yang ramai dengan adanya komunitas dagang, baik itu kebutuhan rumah tangga ataupun senjata.

NGUKK...

Suara aneh itu keluar dari sebuah hewan yang sedang berhadapan dengan seorang pemuda yang memiliki rambut pirang acak – acakan yang tertiup angin pagi itu. Hewan yang berada dihadapannya sudah siap dengan posisinya. Tak ada rasa takut dimata hewan itu.

Dengan bentuk hampir mirip seekor babi dengan tubuh yang lebih besar dan berwarna ungu. Babi gila, mungkin. Hidungnya semakin membesar ketika hewan itu mendengus, meremehkan pemuda yang berada dihadapannya.

Dan sepersekian detik, tanpa diketahui. Hewan mirip babi itu berlari menuju pemuda. Menyerangnya.

BESST...

Suara tebasan itu mengakhiri semuanya. Hewan itu terkapar di atas tanah dengan luka yang cukup membuatnya langsung mati.

Setelah membersihkan darah yang mengotori pedangnya. Ia segera menyarungkan kembali pedang itu dipinggangnya. Dan hanya memasang wajah kasihan terhadap hewan buruannya.

"Kau lebih cepat 2 detik dari yang kemarin, Teimei-Ruto." Suara khas seorang perempuan namun terkesan lebih tegas itu tertangkap di telinga pemuda. Pemuda itu dapat melihat seekor kucing putih yang melompat kearah rambutnya dan seenaknya seolah kepala itu adalah bantal.

Mendengarnya, pemuda itu langsung cemberut namun ada perasaan bangga dan senang yang bercampur diekspresinya. "Kalau begitu aku bukan Teimei lagi, Neko-chan~" Goda pemuda itu. Melihat kucing itu cuek, ia kembali mengoceh. "Lagipula kenapa kita harus makan daging piggeon,sih?"

"Diamlah, Teimei-Ruto. Piggeon ini bermanfaat untukmu juga, kan?" Si kucing yang dipanggil Neko-chan itu tidak terima.

"Tapi tetap saja. Aku bosan memakan Piggeon. Kenapa kita tidak mencari burung merpatinya langsung?" Pemuda itu masih tidak mau mengalah.

"Kalau kau tidak mau, kau tidak perlu memakannya, Teimei-Ruto. Biar aku dan Kuro yang memakannya."

Namun, pihak lain langsung tidak setuju. Suara melengking yang berasal dari perut pemuda itu membuat Neko-chan menyeringai. Ia mendengus. "Sudahlah. Ayo cepat bawa hewan itu dan biarkan Kuro yang memasaknya. Lagipula, bukankah hari ini kau akan pergi ke asrama, bukan?"

Seketika wajah pemuda berubah pucat. "Benar. Aku bisa terlambat." Dengan kecepatan cahaya, pemuda itu berlari dan membawa hasil buruannya.

"Oi, Teimei-Ruto. Pelan – pelan! Kau ingin aku jatuh, hah?!"

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Inazuma Eleven GO © Tenya Yabuno

The World of Avatar © Ru Unni Nisa

Genre : Adventure, Fantasy, Friendship

Warning : AU, OC, OOC, Penjelasan yang kurang dimengerti. Don't Like and Don't Read.

"Oi, Teimei-Ruto. Kau semakin lamban!" Suara itu terdengar dari atas kepalanya. Dan terlihat seekor kucing putih tengah menggantung dikepala, malas.

"Ini juga gara – gara kau, Neko-chan! Seandainya kau tidak mengancamku untuk makan semuanya. Aku pasti tidak akan kekenyangan seperti ini!" Seru Naruto tidak terima.

"Alasan. Kau ingin ku hajar?" Neko-chan menantang.

"Hie, justru kau yang-"

"Hei, bukankah itu adalah bangunan yang kau cari, Naru?" Pertanyaan konfirmasi dari kucing hitam yang melingkar dilehernya memotong perkataan Naruto. Naruto dan Neko-chan menghentikan pertengkaran mereka.

Dan Naruto menganga dibuatnya. Sebuah pagar besar yang menjulang kelangit, bahkan ia sampai tak melihat ujungnya. Pagar itu terbuat dari dari besi yang sedikit dilapisi emas, perak dan perunggu. Diujungnya terlihat lapisan platina. Ditengah pagar itu terlihat sebuah ukiran dari besi yang dibuat sedemikian rupa dan membentuk 2 huruf. "AA".

Avatar Academy.

Naruto tahu apa maksudnya. Ia sudah sampai ditempat yang ia tuju. Melihat sekeliling. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah bangunan kecil dan terlihat 2 orang didalamnya. Dengan langkah pelan, Naruto sampai di bangunan itu.

"Umm... Permisi, paman." Panggil Naruto berusaha sesopan mungkin.

Kedua orang itu mendongak. Dan Naruto dapat rupa kedua orang itu. Yang pertama memiliki rambut berantakkan dan terdapat perban yang melintang melalui pipi kanan, hidung hingga pipi kiri. Sedangkan yang kedua, memiliki rambut yang sedikit emo dan menutupi mata kanannya.

Tersadar dari observasinya, Naruto segera menanyai tujuannya. "Umm paman, perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto dan apa benar ini adalah gedung Avatar Academy?" Tanya Naruto.

Kedua orang itu memperhatikan Naruto dengan seksama. Mereka melihat Naruto yang mengenakan kemeja putih kotak ditambah dengan sebuah jas hitam kecil, celana hitam dan ditutupi dengan jubah kelabu yang seukuran dengan badannya. Itu memang sudah biasa. Namun, yang aneh adalah kucing putih yang menggantung malas dan kucing hitam yang melingkar di leher Naruto

"Iya. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya paman yang memiliki perban melintang.

"A-ah. Saya diajak oleh seseorang untuk bisa bersekolah disini. Namanya Hatake Kakashi." Jawab Naruto cepat ia segera menyerahkan kartu nama dan alamat yang diberikan Kakashi padanya beberapa hari yang lalu.

Setelah memeriksa, dan menyatakan itu benar. Kotetsu segera menyuruh rekannya untuk memanggil Kakashi. Setelah menjawab dengan anggukan, ia segera berlari memasuki gerbang yang sedikit terbuka.

"Namaku Kotetsu Hagane dan sebelumnya adalah Izumo Kamizuki. Hebat sekali, kau mendapat tawaran dari Kakashi, eh?" Tanya Kotetsu mencairkan suasana. Ia dan Naruto memasuki gerbang itu setelah meminta penjaga lain untuk menggantikan dirinya dan Izumo.

"Eh, benarkah?" Tanya Naruto sedikit bingung. "Hatake-san tidak sengaja melihatku berlatih beberapa hari yang lalu."

"Oh, benarkah?"Kini giliran Kotetsu yang terkejut. "Pantas saja, beberapa hari yang lalu setelah pulang dari misi, ia terlihat sangat senang. Tunggu, kau berlatih sendiri? Lalu avatarmu jenis apa?"

Naruto terdiam sebentar hingga akhirnya ia menjawab. "Avatar Silver."

"Wah, avatar silver, ya? Berbeda denganku yang hanya seorang Bronze." Kotetsu terlihat sedikit muram ketika memberitahu. Dan Naruto merasa tidak enak dengannya.

"Tidak, Kotetsu-san. Saya itu sudah sangat hebat, bukankah lebih baik daripada sama sekali tidak punya?" Naruto sedikit menghibur Kotetsu.

Kotetsu yang mendengarnya sedikit terkejut. Ia mengalihkan pandangannya pada Naruto yang tingginya hanya sebahunya. Ia sedikit terperangah mendengar penuturan dari bocah avatar silver ini. Biasanya, pemilik avatar lain akan langsung mencemoohnya karena dirinya hanya seorang bronzer.

"Oi, Naruto. Kau akhirnya menerima tawaranku, eh?" Pertanyaan itu terdengar dari belakang mereka. Dan ketika mereka membalikkan badan, terlihat seorang laki – laki berambut silver yang mengenakan masker dan hanya memperlihatkan mata kanannya.

"Ah, benar Hatake-san." Sapa sopan Naruto.

"Baiklah. Karen Kakashi sudah disini. Aku harus segera kembali berjaga didepan. Sampai jumpa lagi, Uzumaki-san." Kotetsu segera melangkah namun, sempat berbisik pada Kakashi.

Kau beruntung, Kakashi. Dia anak yang menarik.

Kakashi hanya tersenyum tipis dibalik maskernya. Ia juga berfikiran yang sama. Saat melihatnya, entah bagaimana tubuh bergerak untuk melihat dengan jelas bagaimana kharisma yang terpancar alami dari anak itu. Dan hal mengingatkannya pada seseorang.

"Hatake-san." Naruto membuyarkan lamunan Kakashi.

"Aa. Benar." Kakashi menutupi salah tingkahnya. Ia memperhatikan kedua kucing yang selalu menempel pada Naruto. "Kau membawa kucingmu juga?"

Naruto sempat terdiam berusaha menyadari maksud dari Kakashi. Dan ia tersadar yang dimaksud Kakashi adalah Neko-chan dan Kuro. "Maksudmu Neko-chan dan Kuro? Iya, mereka akan selalu berada didekatku." Naruto tersenyum dengan senyuman terbaiknya. Ia sudah menganggap kedua kucing ini bukan peliharaannya tapi sesuatu yang lain. Seperti orang tua, eh?

Kakashi hanya terdiam mendengarnya. Namun segera mengacuhkanya. "Baiklah. Kau sudah siap untuk sekolah, bukan? Ayo kita harus menghadap kepala sekolah."

Seketika mereka berdua berjalan beriringan. Naruto kembali terperangah melihat betapa mewah dan besarnya sekolah ini. Sekolah ini tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 3 lantai, Namun, Naruto yakin. Didalam pasti lebih besar.

Kakashi dapat melihat bagaimana kagumnya Naruto. Ia tersenyum kecil membayangkan bagaimana ekspresi Naruto ketika mereka harus melewati lapangan berlatih untuk mencapai ruangan kepala sekolah. Memasuki lorong untuk segera mencapainya.

DUAR...

Suara ledakan itu nyaris membuat Naruto tersandung kakinya sendiri. Ia mendengar suara ledakan itu dari arah depan.

"Suara apa itu, Hatake-san?" Tanya Naruto yang wajahnya sudah berubah pucat.

Kakashi menahan tawanya. "Kau ingin melihatnya, Naruto?"

Naruto sedikit tergagap, namun akhirnya ia mengikuti arahan Kakashi yang menuju kedepan. Sinar yang terang itu sepertinya jalan keluar dari lorong ini. Dengan cepat, ia berlari menuju sinar itu. Dan ketika menembusnya.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat lapangan beberapa kali lipat dari lapangan sepak bola. Disekelilingnya terlihat seperti stadion sepak bola. Banyak sekali berjejer kursi penonton. Namun tak sedikit yang sudah diduduki.

"Oi, Teimei-Ruto lihatlah kebawah!" Perintah berbisik itu berasal dari Neko-chan. Naruto menurutinya dan melihat 2 orang yang sedang bertarung.

Seorang remaja yang memiliki rambut hitam panjang. Naruto sebenarnya tidak yakin apakah ia adalah laki – laki atau perempuan. Tapi melihat bagaimana tajamnya mata beriris perak itu melawan musuh. Naruto menetapkan remaja itu adalah seorang pemuda. Naruto melihat avatar pemuda itu yang memiliki gelang berwarna Gold. Dapat dipastikan Golder.

Naruto memperhatikan avatar pemuda itu. Seorang avatar perempuan yang memiliki rambut abu – abu panjang. Poninya menutupi mata. Kulit yang sangat pucat – Naruto sedikit merinding melihat hal itu. Mengenakan gaun panjang kelabu menambah keanggunannya dan sebuah tongkat ditangan kanannya.

Dan yang lawannya adalah seorang perempuan. Dia memiliki rambut pirang yang diikat empat. Dipunggungnya terlihat kipas besar dengan bagian tepi berwarna hitam. Avatar perempuan itu berwarna silver. Dapat dipastikan pula seorang Silverer.

Memiliki avatar perempuan yang berambut biru panjang yang diikat dibagian bawahnya. Dikedua tangannya terdapat kipas yang menutupi sebagian wajahnya. Mengenakan Kimono Tsumugi kuning dengan motif kasar, dan Obi berwarna ungu halus.

"Kaze Sen Hari"

Beriringan dengan seruan itu, angin dingin besar itu hampir saja membuat Naruto dan Neko-chan (yang masih bergelayutan) terbang. Sepertinya itu angin itu berasal dari gadis pirang yang sedang mengkibaskan kipasnya. Dan terlihat pula kipas yang tadi digunakan untuk menutup sebagian wajah avatar itu juga bergerak mengkibaskan dengan tarikan (atau dorongan) yang sangat kuat kearah pemuda.

Naruto melongo dibuatnya. Bukan karena tekniknya, tetapi karena wajah avatar itu sangat cantik dan menyirtkan kelembutan seorang ibu. Tunggu...ibu?

"Ustaj! Zemljiste"

Lagi, lagi suara yang mengejutkan. Naruto merasa seolah ada gempa. Dengan cepat ia mencengkram pagar pembatas tersebut. Terdengar pula suara yang bergemuruh dengan sangat cepat.

"Sebaiknya, kau melihatnya, Naruto. Ini bisa menjadi pembelajaran untukmu." Sahut sebuah suara.

Entah kenapa Naruto mengenal suara ini. Ah, ya. Hatake-san. Dengan cepat Naruto mendongak. Ia melihat sebuah benteng yang terbuat dari tanah yang sangat tinggi dihantam dengan jarum – jarum besar yang sepertinya terbuat dari angin.

BRAKK...

Efek suara itu menggema ditempat yang mirip stadion tersebut. Tanah tersebut hancur berkeping – keping karena hantaman jarum angin tersebut. Suara penonton bergemuruh. Mereka merasakan semangat atas penyuguhan teknik dari senior – senior mereka.

Adrenalin Naruto terpacu entah kenapa, Naruto menikmatinya. Ia jadi teringat dengan dunianya (mungkin) di dunia ninja. Benar – benar membuatnya tersengat arus listrik yang membuatnya berdebar – debar.

"Yang perempuan itu bernama Temari, siswa tingkat akhir disini. Nama avatarnya adalah Misukin."

"Misukin?"

"Ya, seorang perempuan berkimono dengan kipas ditangannya." Jawab Kakashi mudah. "Kemudian yang pemuda itu bernama Hyuuga Neji. Sementara avatarnya adalah Vestica. Seseorang yang membawa tongkat, kau tahu deskripsi itu?"

Naruto terdiam. Tapi ia pernah membaca deskripsi seperti itu di salah satu buku yan diberikan Neko-chan padanya. Buku dongeng. Tunggu, apa mungkin... "Penyihir?"

Kakashi mengangguk. "Memang bukan penyihir. Namun, penamaan avatar berasal dari karakter dan tampilan avatar. Untuk itu dia yang membawa tongkat terlihat seperti penyihir."

Naruto ikut mengangguk. Ia mengerti. Ia memang mengetahui nama avatar miliknya. Tetapi ia juga memberikan nama lain, agar bisa mengeja dengan mudah.

"Ples! Zilica"

Kali ini seruan itu sama sekali tidak membuat efek apapun yang melibatkan penonton. Namun, Naruto dapat melihat gadis yang bernama Temari itu sudah dikepung dengan banyaknya sulur – sulur entah dari mana. Dan sulur – sulur yang bergerak itu kemudian menyerang dan menahan Temari untuk bergerak.

Naruto hanya meringis ketika membayangkan rasanya terjerat sulur itu. Pasti sangat sakit. "Bukankah itu adalah teknik gabungan?"

Lagi, Kakashi mengangguk. "Neji pasti kehilangan cukup banyak tenaga. Meskipun begitu, hal itu cukup efektif melawan pengguna angin yang bisa melawan dimana saja karena udara ada dimanapun."

Naruto yang mendengarnya ikut mengangguk, mendapatkan informasi langsung. Menambah ilmunya.

"Kaze no Ken-"

Belum sempat Temari membalas serangan ini. Ia dikejutkan dengan datangnya sebuah bola tanah yang cukup besar dan menabraknya. Memang, hanya serangan kecil. Namun, karena tepat sasaran dibeberapa organ vital. Temari akhirnya tidak sadarkan diri.

"Pridruzite! Ball Ground"

Itulah bisikan yang menjadi akhir pertarungan kecil (atau mungkin besar). Dengan segera tepuk tangan penonton menggema di stadion. Beberapa bantuan kesehatan langsung membawa Temari untuk mendapat perawatan.

"Pemenang! Hyuuga Neji dari kelas tingkat akhir!" Suara dari wasit itu menambah keriuhan penonton. Naruto dapat menebak, yang paling keras adalah teman sekelas dari Hyuuga Neji tersebut.

Naruto juga berfikir, mereka bertaruh siapa yang menang. Dan yang paling bersorak adalah tim petaruh yang menggenggam nama Hyuuga Neji tersebut. Naruto melihat pemuda itu membungkuk pada beberapa guru yang melihat dan para penonton.

"Sensei!" Seru seseorang dari arah belakang. Naruto dan Kakashi yang mendengarnya segera membalikkan badan mereka. Dan melihat seorang pemuda yang berambut merah dan memiliki lingkaran hitam disekitar mata itu berlari menghampiri mereka. Ah, mungkin hanya Kakashi.

"Konnichiwa, Sensei." Sapa pemuda itu sopan sambil membungkukkan badannya dihadapan Kakashi.

"Konnichiwa, Gaara. Ada apa?" Tanya Kakashi ringan seperti biasa.

"Tsunade-sama memanggil anda." Jawab Gaara.

"Kepala sekolah? Ah, ya. Gara – gara terlalu asyik menonton pertandingan kakakmu, aku sampai lupa. Bagaimana dengan kakakmu, Gaara?" Tanya Kakashi.

"Tidak apa. Mungkin hanya sedikit luka. Besok pasti ia sudah seperti biasa." Jawab Gaara yakin. "Ano, sensei. Kalau boleh tau siapa dia?" Tanya Gaara sambil melirik pada Naruto yang sedang melihat sekeliling.

"Aa. Baiklah. Naruto, kemarilah." Panggil Kakashi. "Dia adalah Uzumaki Naruto. Aku merekomendasikan agar ia bisa sekolah disini."

"Perkenalkan namaku, Sabaku Gaara."

"Uzumaki Naruto, salam kenal."

"Baiklah. Kalau begitu kami akan segera ke ruangan kepala sekolah. Terima kasih, Gaara. Ayo, Naruto. Kita tidak boleh membuat Tsunade-sama menunggu." Dengan itu Kakashi dan Naruto segera beranjak meninggalkan Gaara.

~oOo~

"Kakashi! Kenapa lama sekali? Aku sampai tidak menonton pertandingan antara Temari dengan Hyuuga!" Suara kesal itu menggelegar di seluruh ruangan. Bahkan meja dan lukisan bergetar karenanya. Mengerikan.

Tapi yang dimarahi hanya memberikan senyum dibalik maskernya. "Maa...Maa... Heheh... Maaf, Tsunade-sama. Saya tersesat di lembah kehidupan dan bertemu dengan orang yang senasib dengan saya."

Tsunade sweatdrop. Bagaimana bisa ia menjadikan Kakashi sebagai guru di Avatar Academy ini. Namun, pandangannya teralih pada Naruto yang hanya menyerit alis, kebingungan. "Siapa anak ini, Kakashi?"

"Ah, dia adalah anak yang saya rekomendasikan, Tsunade-sama. Namanya adalah Uzumaki Naruto."

Uzumaki. Satu kata itu, mampu membuat Tsunade membeku. Namun, ia segera menjaga sikapnya. "Oh, anak yang direkomendasikan,eh? Apalagi oleh Kakashi. Sehebat apa kau, nak?" Tanya Tsunade sambil mendekatkan wajahnya ke Naruto.

Naruto hanya menanggapi dengan salah tingkah. "Sa-saya tidak tahu. Beberapa hari yang lalu saya bertemu Hatake-san." Sungguh, Naruto ingin segera pergi mendapat tatapan tajam menyelidik dari Tsunade.

"Baiklah. Ayo kita uji." Tsunade berkata dengan enteng. Ia melipat tangannya diatas dada.

"Eh?"

"Kita uji, apakah kau layak untuk masuk ke Avatar Academy yang direkomendasikan oleh Kakashi." Dan satu kalimat itu membuat ruangan itu kembali bergetar karena teriakan Naruto.

"Hieee..."

"Diamlah, Teimei-Ruto. Suaramu membuat telingaku sakit!"

"Eh, Kucing bisa bicara?"

To Be Continued

Ini bisa disebut sebagai pertarungan gak, ya?

Saya sengaja update ini fic lebih cepat, karena kemarin adalah hari yang saya tunggu. Ada yang bisa menjawab kemarin tanggal dan hari apa? Kalau benar, saya berjanji akan update chapter selanjutnya bersamaan dengan fic 'The Hope' beberapa hari lagi. Saya akan beri petunjuk :

Hari kelahiran namun bukan sebuah awal yang tanpa mengenal.

Hari yang genap sudah walau bukan genap yang sebenarnya.

Tanggal dan Hari dimana saya bisa berada di Fanfiction ini.

Hanya sebagian kecil.

Ada yang bisa menjawab? Merasa tertantang? Saya akan menunggu hingga hari fic 'The Hope' update chapter. Dibawah ini adalah penjelasan tentang teknik Neji dan Temari.

Teknik Temari :

Stoiche io Wind! Kaze Sen Hari : Teknik angin. Dimana setiap kipas tersebut dikibaskan akan muncul angin yang berbentuk jarum dan digunakan untuk teknik menyerang.

Teknik Neji :

Gj Stoiche io! Ustaj! Zemljiste : Teknik Bumi. Dimana tanah akan naik sesuai pengguna dan menjadikannya sebagai benteng.

Fytika stoiche ia! Ples! Zilica : Teknik Tanaman. Gabungan dari Teknik Air dan Bumi. Teknik menciptakan sulur yang dapat menahan pergerakan lawan. Namun juga bisa digunakan untuk menyerang.

Gj Stoiche io! Pridruzite! Ball Ground : Teknik Bumi. Dimana akan muncul bola raksasa yang terbuat dari tanah dan dengan mudah menghantam lawan dengan gerakan sedikit dorongan ditangan.

Time to Reply Review :

Nerveous, Huddexxx69, Hime koyuki 009, Imam. Sholkhan, Guest 1, Guest 2, Guest 3, El bany blueblack, Shirosaki Kito : Udah lanjut. Thank's.

Akira no Rinnegan : Yup, Naruto ada 2. Tapi hanya Naruto 'Avatar' yang saya ceritakan. Thank's.

bohdong. palacio : Udah saya jawab soal umur Naruto diatas, senpai. Untuk wujud avatar Naruto, akan saya tampilkan (mungkin) chapter depan. Thank's.

hidung tersumbat, Guest 4 : Kalau ada yang masih belum dimengerti, silahkan bertanya. Thank's.

Blue-senpai : Saya tidak mengerti apa yang dimaksud 'pait' di review, senpai. (Pundung karena bodohnya). Mungkin, kalau pair. Saya sudah menjelaskan diatas. Thank's.

Naruhine-chan : Panggil saja dengan nama, naruhine-chan. Tidak perlu senpai. Thank's.

Nagasaki : Umm... Kalau maksud Nagasaki-san, apakah Naruto tetap menjadi jinchuriki? Sudah saya jawab diatas. Hanya gak tau kapan#plak . Thank's.

Yassashi-kun, Guest 5, Guest 6 : Arigatou Gozaimasu.

Lsamudraputra : Yosh. Arigatou, senpai.

TobiAkatsukiID : Untuk pair saya sudah jelaskan diatas. Akan saya pertimbangkan usul anda. Thank's.

Alvaro d diarra : Panggil saja 'Unni'. Pairing dan Naruto sebagai 'jinchuriki' sudah saya jelaskan diatas. Thank's.

Mitsuka sakurai : Yup. Sendainya Naruto adalah avataller Gold. Naruto hanya bisa menambah level Gold. Tapi tidak dengan jenis avatar (sudah saya sebutkan dichapter sebelumnya). Thank's.

Clone : Sudah saya jelaskan diatas. Thank's.

Untuk masalah, kenapa ada Disclaimer Inazuma Evelen GO. Mungkin karena saya terinspirasi avatar dari sana. Tapi akan saya pastikan tidak ada avatar yang sama dengan Inazuma Eleven.

Yosh! Maaf, apabila ada yang merasa kecewa dengan pertempuran seperti itu. Saya masih newbie. Jadi belum berpengalaman. Untuk itu, ada yang mau memberi saya saran?

Berkenan review?

Ru Unni Nisa

Sign Out

Jaa ne~