Disclaimer : Masashi Kishimoto

The Fast and Furious : Konoha Drift

Rated : T

Pairing : SasuHina

Genre : Romance

Warning : AU, OOC, Bahasa berantakan, Alur keteteran, dan kekurangan-kekurangan lainnya.

Hai, Minna-san! Kichan publishnya tiap hari nih, mumpung habis UTS jadi ada waktu santai. Chapter yang kemarin sebenernya bener-bener Kichan gak mau publish, soalnya alur ceritanya menurut Kichan gak jelas, tapi setelah liat review dari para readers, Kichan jadi semangat buat nerusin fic ini. Yosh! Kita mulai aja…

The Fast and Furious : Konoha Drift

Chapter 3

"Siapa yang kau maksud mirip pantat ayam, Hyuuga." Suara dingin dan menusuk terdengar dari sebelah Hinata dan Sakura. Mereka menelan ludah karena sudah yakin siapa pemuda di sebelah mereka.

Sial!, umpat mereka berdua dalam hati.

Meski tidak perlu menengok, mereka sudah yakin kalau laki-laki yang ada di sebelah mereka adalah laki-laki yang menjadi topik pembicaraan mereka. Dengan perasaan terpaksa, Hinata dan Sakura menengok ke arah Sasuke dengan gerakan patah-patah dan sedikit terpesona-bagi Hinata karena dia terlalu polos untuk ini-ketika melihat Sasuke dengan gaya cool-nya yang mereka yakin pasti bisa membuat siapapun wanita di dunia mimisan, pingsan, bahkan masuk UGD.

Sedangkan, Sakura ia pasti sekarang sudah pingsan kalau saja ia tidak ingat ini hari pertamanya di sekolah.

"Siapa yang kau maksud mirip pantat ayam, Hyuuga." Tanya Sasuke kembali dengan mata yang menatap Hinata tajam seakan berkata kau-akan-menyesal-kalau-itu-aku kepada Hinata. Hinata yang menyadari artinya langsung menundukkan kepalanya dalam dan meremas kedua ujung rok nya.

"U-uchiha-san.. A-ano.. Itu.." gagap Hinata muncul disaat dia benar-benar dalam keadaan terdesak, tentu saja seperti sekarang. Ia tidak mungkinkan kalau bilang 'Ya, kau bodoh! Memangnya siapa lagi yang punya rambut mirip pantat ayam selain dirimu di sekolah ini!' atau 'Ada apa? Kau merasa tersinggung? Kalau memang iya, kenapa?'.

Bisa-bisa ia tidak akan bisa masuk sekolah besok karena telah berkata seperti itu pada Sasuke. Apalagi tau-dari Sakura-kalau Sasuke adalah ketua geng balap mobil yang paling ditakuti di Konoha. Tentu saja ia tidak punya keberanian untuk berkata seperti itu.

"Ano, Hinata aku kembali ke kelas dulu yah. Kurasa sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Kutunggu di gerbang waktu pulang sekolah. Jaa.." kata Sakura, kabur.

Oh, sungguh sahabat yang benar-benar baik. Melarikan diri dari masalah yang seharusnya ditanggung berdua. Sehabis ini, Hinata pasti akan berterima kasih kepada Sakura yang telah meninggalkannya bersama Sasuke berdua disini yang hampir murka.

"Siapa. Yang. Kau. Maksud?" tanya Sasuke yang lebih mirip tuduhan terhadap dirinya sendiri.

"Hahaha.. Sudah lupakan saja. Bukan kau yang kumaksud." Kata Hinata tertawa hambar sembari mengibaskan kedua tanganya di depan wajahnya.

Meski kalau boleh Hinata jujur, setelah melihat lagi rambut Sasuke, Hinata yakin kalau model rambutnya adalah model rambut gagal yang lebih mirip pantat ayam daripada model emo. Tentu saja ia tidak akan berkata seperti itu di depan Sasuke.

"Kau masih berhutang padaku, Hyuuga." Kata Sasuke-yang lebih mirip ancaman-kepada Hinata. Hinata bahkan menelan ludah ngeri ketika mendengar ancaman Sasuke kepada dirinya.

Dia benar-benar Devil! Aku harus jauh-jauh darinya, batin Hinata.

Setelahnya Sasuke kembali pergi dan menghilang di balik pintu kelas bagai ditelan bumi. Hinata bahkan bisa menangkap seringaian aneh di bibir Sasuke-yang Hinata sendiri tidak tahu apa artinya.

Kelas kembali hening seperti saat sebelum Sasuke datang. Hinata bisa bernafas lega karena akhirnya ia bisa bebas dari jeratan 'Devil' tampan yang bernama Uchiha Sasuke. Meski Hinata harus mengakui kalau Sasuke memang tampan, tapi apa yang ia ketahui lebih jauh kalau Hyuuga Hinata dikenal sebagai gadis polos yang pemalu dan pendiam? Kau bahkan belum tau seorang Uchiha jika ia ingin mendapatkan apa yang dia inginkan.

Hanya terdapat Hinata dan beberapa murid di kelas karena sebelumnya kelas hanya diisi oleh Hinata. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi dan murid-murid mulai masuk dan duduk kembali di tempat sebelumnya. Hinata merasa wajahnya panas ketika melihat Sasuke masuk dan duduk di sebelahnya.

.

.

.

KRIINGGG KRIINGGG

Bel pulang berbunyi, seluruh siswa segera membereskan peralatan mereka dan pulang. Ada beberapa siswa yang tidak pulang sendiri, beberapa dari mereka telah mendapat teman baru. Sebenarnya tidak sulit bagi Hinata mendapat teman baru di hari pertamanya sekolah, andai saja ia tidak terlalu malu untuk mengajak kenalan.

Guru pelajaran terakhir pun segera bergegas pulang tanpa mengucapkan apapun. Terlihat sekali ia sedang terburu-buru.

Hinata melirik sekilas Sasuke dari ekor matanya, ia melihat Sasuke sedikit tergesa-gesa memasukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas lalu pergi menghilang dari balik pintu.

Ia pun tidak mau berlama-lama di kelas yang mulai sepi, apalagi teringat Sakura mengajaknya untuk pulang bersama dan pasti sekarang Sakura sedang menunggu Hinata di depan gerbang sekolah.

Sebelum Hinata melangkah jauh dari bangkunya, ia menangkap benda berwarna biru tua di bawah bangkunya-tepatnya bangku Sasuke. Sebuah saputangan dengan tulisan 'Uchiha Sasuke' di pinggirnya.

Pasti milik si Devil itu, batin Hinata. Lalu memasukkan saputangannya ke dalam tas dan benar-benar meninggalkan kelas yang telah kosong.

.

.

"Sakura-chan, maaf menunggu lama." Kata Hinata yang telah sampai di depan gerbang sekolah. Ia berlari dari kelasnya di lantai 2 sampai ke gerbang sekolah karena tidak mau membuat Sakura repot menunggu.

Hinata yang masih mengatur nafasnya sedikit membungkuk dan memegang lututnya.

"Tak apa, Hinata. Aku juga baru tadi di sini." Kata Sakura sembari tersenyum.

"Ya sudah, ayo." Kata Hinata yang sudah mendapatkan kembali nafasnya.

Selama perjalanan, hanya hening yang mengisi diantara mereka berdua. Hinata yang memang pada dasarnya pendiam dan berbicara hanya jika dibutuhkan, tidak merasa keberatan dengan hening diantara mereka. Sedangkan Sakura, ia bingung menentukan topik apa untuk berbicara.

Di dekat persimpangan lampu merah, mereka melihat Sasuke dengan kroni-kroninya tengah mengobrol dan di sebelahnya terparkir mobil balap mewah yang Hinata dan Sakura yakin harganya tak akan cukup dibayar walaupun mereka berdua kerja paruh waktu selama 30 tahun.

Lalu dikumpulan kroni-kroni Sasuke pun Hinata dan Sakura melihat beberapa perempuan yang masih memakai seragam sekolah yang mirip dengan milik mereka berdua.

Sasuke dan teman-temannya pun masih memakai seragam sekolah mereka yang mirip juga dengan Hinata dan Sakura.

"Benar-benar anak muda yang boros uang." Celetuk Sakura yang membuat Hinata sweatdropped. Mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka.

"Jangan berkata seolah-olah kau sudah tua, Sakura." Kata Hinata sambil memandang ke depan.

"Apanya? Memang benarkan? Mereka itu geng balap mobil yang terkenal. Tak aneh kalau semua anggotanya anak orang kaya." Kata Sakura sambil mengeluarkan permen lolipop dari saku blazernya dan membuka bungkusnya.

"Memang sih. Apa mereka tidak merasa bersalah ya karena menghabiskan uang untuk yang tidak berguna?" tanya Hinata sambil mengeluarkan permen yang sama yang dimakan Sakura dari saku blazernya dan membuka bungkusnya.

"Kurasa uang mereka tak akan habis tujuh turunan" kata Sakura sambil memainkan permen lolipopnya "Kau tahu, orang tua dari mereka adalah mafia dan kelompok Yakuza terkenal di Jepang. Tak aneh kalau mereka punya banyak uang." Tambahnya sembari memasukkan dan mengeluarkan permen dari mulutnya. Begitu seterusnya.

"Memang siapa saja? Kau tahu?" tanya Hinata sembari menengok ke arah Sakura dan kembali menatap ke depan.

"Aku tahu beberapa nama anggota dan keluarganya. Ada yang sekelas denganku" Kata Sakura yang sekarang mengulum permen lolipopnya "Kau tahu, Namikaze Naruto, dia teman sebangkuku. Orang tuanya mafia terkenal di Jepang. Lalu, Inuzuka Kiba, keluarganya membuka bisnis malpraktek binatang tersembunyi di Jepang."

"Hn. Lalu?" tanya Hinata yang menikmati permen lolipopnya.

"Nara Shikamaru, dia memang terlihat pemalas di kelasku, tapi yang aku dengar keluarganya terkenal sebagai pembunuh bayaran berdarah dingin yang ditakuti di Jepang" kata Sakura. Sekarang Hinata dan Sakura berbelok ke arah kiri ketika berada di perempatan.

"Lalu? Ada lagi yang kau tahu?" tanya Hinata yang kentara sekali tidak tertarik dengan topik yang mereka bahas sekarang.

"Ya, Uchiha Sasuke, pemuda menyeramkan yang tadi kita jumpai di kelas kau sekaligus ketua geng balapan mobil yang terkenal dengan julukan 'DD' " kata Sakura yang masih mengulum permen lolipopnya "Tapi, menurutku dia tampan." Tambahnya.

"Ya, dia benar-benar menyeramkan. Dan yang lebih parah selama satu tahun ini aku harus duduk sebangku dengannya!" seru Hinata yang terdengar sebal sembari memasang tampang cemberutnya.

"Oh ya, kurasa kau beruntung." Kata Sakura menyembunyikan tawanya karena tidak mau Hinata jadi salah paham.

"BERUNTUNG? Kau bilang itu BERUNTUNG? Aku bahkan lebih beruntung kalau harus duduk dengan seorang kutu buku culun yang selalu berkutat dengan buku setebal 8 inci setiap harinya." Seru Hinata.

"Hahahahaha.. Tenanglah, Hinata-chan. Kau bahkan tidak tahu kalau banyak perempuan yang rela mengorbankan apapun hanya untuk duduk dengan dia." Kata Sakura kembali menatap ke depan.

"Ya, aku bahkan tidak peduli soal itu. Sekarang apa yang mau kau katakan tadi tentang dia?" tanya Hinata.

"Oh ya, Uchiha Sasuke, kau tahu, dia adalah anak kedua dari keluarga Yakuza paling terkenal dan ditakuti di Jepang. Kakaknya, Uchiha Itachi adalah salah satu anggota Yakuza sekaligus mafia senjata nuklir terkenal di Jepang." Kata Sakura yang memasang tampang sok serius.

Glek

Yakuza? Oh My Good! Ternyata Hinata benar-benar harus jauh dari sang 'Devil' tampan itu.

"Hinata-chan, kita berpisah disini ya, sampai jumpa besok, Jaa." Kata Sakura sembari berbelok ke arah kiri, sedangkan Hinata tetap berjalan lurus ke depan.

"Jaa, Sakura-chan." Balas Hinata.

Sesudah mereka berpisah, Hinata harus terus berjalan lurus sampai bertemu pertigaan, berbelok ke kiri dan tinggal mencari rumah yang bertuliskan 'Hyuuga'.

Sedangkan Sakura, setelah berpisah dengan Hinata di pertigaan, ia hanya perlu berjalan terus sampai menemukan rumah yang bertuliskan 'Haruno'.

Di perjalanan, Hinata terus memikirkan tentang Sasuke. Entah mengapa, perkataan Sakura yang menyebutkan kalau Sasuke berasal dari keluarga Yakuza terus terngiang di kepalanya.

Pantas saja dia menyeramkan, ternyata sifat turun-temurun di keluarga, batin Hinata.

Tanpa Hinata sadari, mobil Discovery berwarna merah maroon melintas di sebelahnya dengan kecepatan tinggi. Memang tidak mengenai Hinata, tapi apa jadinya kalau ada genangan air di bawahnya? Hasilnya..

"Ah, bajuku! Aku harus mencucinya lagi!" pekik Hinata ketika melihat blazer sekolahnya basah akibat genangan air yang memuncrat ke arahnya.

Si empunya mobil memberhentikan mobilnya tepat di sebelah kiri Hinata dan membuka kaca jendelanya. Hinata bisa melihat wajah si empunya mobil sekarang, seorang pria bermata jade, berambut merah, dan apa itu? Tato di dahi kiri yang bertuliskan kanji 'Ai'?

"Lihat-lihat kalau jalan." Kata si pemuda itu yang memandang Hinata dengan tajam.

Hinata yang asalnya tidak mau marah, malah tersulut emosi dan merasa sebal terhadap pria yang sedang berbicara dengannya ini.

"Hey! Kau yang membuat bajuku kotor! Kau harus minta maaf!" kata Hinata dengan sedikit kesal-ralat-sangat kesal.

"Salahkan roda mobilku." Kata pemuda itu. Sebelum Hinata sempat berkata apapun, ia telah memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi yang meninggalkan Hinata dengan amarah yang siap meledak kepada siapapun.

Sebelumnya, ia melihat nametag dibaju pemuda tersebut yang bertuliskan 'Sabaku Gaara' dan seragam yang sama dengan miliknya.

Ah! Kenapa harus ketemu sama orang yang sama kayak si Devil sih! Cukup si Devil itu saja telah membuatku gila!, teriak Hinata dalam hati.

Sekarang yang Hinata pikirkan adalah bagaimana ia pulang ke rumah tanpa dimarahi oleh Neji, kakak sepupunya, karena bajunya basah?

TBC

Yosh! Kok Hinata jadi rada OOC yah? Makasih ya buat para reviewers yang membuat saya jadi semangat lanjutin fic ini. Saya usahain saya update tiap hari*ga janji juga sih. Mudah-mudahan chapter yang ini bikin para readers suka dan gak kecewa. Chapter yang ini menurut saya udah lumayan panjang. Terima kasih buat para readers yang mereview dan nge-fav cerita ini. Nanti saya ada rencana mau bikin slight pairing, saya usahakan buat reviewers yang mau ada pairing selain pairing SasuHina-nya. Oh, ya saya juga mau nanya gimana caranya buat bikin balesan review? Soalnya saya pengen banget ngebales review para readers. Maklumlah saya kan newbie. Ini chapter 3 nya ^^

Review?