Onyx and White shawl

Disclaimer : Masashi Kishimoto.

Pairing : Sasuke U & Sakura H.

Ganre : Hurt/comfort & Romance.

Rate : T(may be)

summery : waktu kecil Sakura tersesat disebuah taman dan seorang anak laki-laki bermata onyx membantunya laki-laki yang menolong Sakura memberi sebuah syal ke Sakura pindah dari SHS ke KHS,disekolah barunya ia bertemu dengan anak laki-laki bermata onyx,tapi...

Warning : Gaje,AU,TYPOS,OOC,DLL.

Don't like. . .
Don't read. . .

~HAPPY READING~

Sasuke dan Saxon di bawah ke ruang kepala sekolah.

Terlihat di dalam sana ada kepala sekolah berambut hitam pendek (Shizune), Itachi, Sai, dan Saxon.

Sedangkan di luar terlihat Sakura, Hinata, Ino, Gaara, Nartuo, dan Kiba.
Mereka sedang menunggu teman mereka yang sedang disidang.

Kembali ke dalam ruang kepala sekolah.

"Sasuke Uchiha, dicatatan keterangan sikapmu, kau sudah sering mendapat K. Aku sudah binggung harus melakukan apa terhadapmu!" kata kepala sekolah Shizune yang cukup tegas tapi diakhir kalimatnya terdengar pasrah.

"Kenapa tidak keluarkan saja dari sekolah." celetuk Sasuke yang berekspresi datar.

"Sasuke!" bentak Itachi tegas dan Sasuke yang dibentak hanya melirik Itachi sekilas.

"Aniki, tenangkan dirimu." ujar Sai.

"Haaahh. Baiklah, aku punya pertanyaan untuk kalian ber-2, Sasuke dan Saxon." Shizune hanya bisa menghela nafas dan dilanjutkan bertanya pada dua mahkluk yang berbeda ini.

"Apa permasalahannya sampai kalian ber-2 bisa berkelahi?" tanya Shizune melanjutkan kata-katanya.

"Bukan urusanmu." kata Sasuke dingin.

"Haahh, aku akan tanya Saxon saja. Saxon apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian berdua?" tanya Shizune menatap Saxon.

"Aku tidak tau, tiba-tiba saja dia memukulku." jawab Saxon melirik Sasuke dengan marah.

"Jadi Sasuke memukul Saxon tanpa alasan?"

Dua Uchiha lain yang ada diruangan itu yang hanya diam saja, menatap Sasuke dengan binggung, orang yang ditatap hanya melihat keluar jendela.

"Shizune-sensai, maaf. Boleh saya berpendapat?" sekarang Sai mencoba bicara.

"Ya,"

"Menurut saya, Sasuke memukul seseorang pasti ada alasannya," ujar Sai yang menatap Sasuke.

"Kau mencoba membelannya ya!" teriak Saxon.

"Aku tidak membelanya, aku tau Sasuke tidak mau membuang energinya hanya untuk memukulimu," senyum Sai yang menurut Saxon sangat memuakan.

"Saya menghargai pembelaanmu Sai, tapi Sasuke tetap tidak mau mengatakan alasannya. Jadi saya tetap akan memberi Sasuke hukuman." kata Shizune menatap siswanya yang tapan itu, tapi yang ditatap bersikap acuh, tidak mau mempermasalahkan hukuman apa yang akan ia terima nantinya.

"Sasuke, kau diskors selama seminggu dan kau juga Saxon," ucap kepala sekolah berambut hitam pendek itu.

"Apa! Aku juga?" kata Saxon tidak percaya.

"Kau juga memukul Sasuke kan?" kata kepala sekolah yang melihat memar dipipi Sasuke.

"Tapi, aku kan hanya membela diri!" ucap Saxon tidak mau kalah.

"Tidak ada tapi-tapian. Kembali kekelas kalian!" ucap Shizune tegas.

Siswa yang baru saja keluar dari kantor kepala sekolah pun langsung disambut oleh 6 murid lainnya yang sedari tadi menunggunya.

"Sasuke," ujar Gaara yang melihat Sasuke terus berjalan tanpa menatap orang-orang yang menunggunya.

"Sasuke, berhenti!" perintah Itachi yang sukses menghentikan langkah Sasuke sebentar, tapi detik berikutnya Sasuke melanjutkan langkahnya.

"Kubilang berhenti Sasuke!" sekarang suara Itachi seperti bentakan.

"Apa maumu?" tanya Sasuke datar.

"Jelaskan apa alasanmu memukuli Saxon."

"Bukam urusanmu."

"Sasuke, apa kau akan seperti ini terus?" tanya Sai mendekat ke arah Sasuke yang meliriknya.

Sasuke tidak menjawab.

"Kalau kau diam, itu berarti kau mau berubah. Katakan apa alasanmu Sasuke," ujar Sai dengan senyum palsunya.

"Bukan urusanmu," kata Sasuke mengulang lagi jawaban untuk Itachi tadi.

"Apa kau mau hidup terus seperti ini Sasuke? Kami tidak mengerti kau yang seperti ini, kau seperti pengecut, tidak mau mengantarkan apa yang kau pikirkan, padahal mungkin itu tentang kami kan!" bentak Sai pada Sasuke.

BUKK!

Sai pun tersungkur kelantai akibat pukulan yang Sasuke lakukan, darah keluar dari sudut bibir Sai.

"Kalau kau ingin mengatakan hal yang tidak ada maksudnya seperti itu, lebih baik bungkam saja mulut dengan senyum paslumu itu!" kata Sasuke memberi penekanan disetiap katanya.

"Sasuke, hentikan!" bentak Itachi membantu Sai berdiri.

"Urusi saja urusan kalian, untuk apa mencampuri urusanku." ucap Sasuke lalu melangkah pergi.

"Sasuke, tunggu!" teriak Gaara menyusul Sasuke.

"Kau keterlaluan Sai," ujar Itachi.

"Kukira setelah aku mengatakan itu, dia akan mengatakan masalahnya. Ternyata aku salah," senyum palsu pun terukir kembali diwajah Sai.

Orang-orang yang di sana hanya bisa menonton perkelahian antar saudara itu.

"Apa itu kembaran Sai?" tanya Sakura berbisik ke Hinata.

Hinata hanya mengangguk kecil, dia agak ketakutan melihat pertengkaran kecil itu.

"Kita sebaiknya ke kelas, bel selesai istirahat sebentar lagi dibunyikan." kata Kiba mencoba mencairkan suasana yang agak tegang.


\Skip waktu pelajaran/

Jam pulang sekolah pun tiba. Para murid langsung berhamburan keluar gedung sekolah KHS.

Sakura sedang membereskan buku-bukunya bersama teman satu bangkunya(Hinata).

"Sa.. Sakura-chan, aku pulang dulu ya, Neji-nii sudah menungguku," ucap Hinata setelah membereskan barang-barangnya.

Sekarang di kelas itu terlihat hanya ada Sai, sakura dan murid yang sedang berjalan keluar kelas.

"Sakura-chan, mau pulang bareng aku?" cengir Naruto yang menawari Sakura pulang bareng.

"Dengan ku saja Sakura-chan," sambung Kiba.

"Ma.. Maaf teman- teman, aku akan menunggu Sasori-nii. Dia bilang sebentar lagi klub tennisnya selesai rapat," tolak Sakura halus.

"Oh.. Ya sudah, aku pulang dulu ya," ujar Kiba.

"Sai, kau tidak menjemput Ino-chan?" tanya Naruto.

"Tidak, dia akan ke mall dengan Dei-nee. Jadi aku akan menunggu Itachi-nii saja, lagi pula kalau pulang sekarang siapa yang akan menemani Sakura-chan," senyum Sai seperti biasa. Sakura langsung memerah wajahnya.

"Curang!" teriak 2 anak yang selalu ribut itu.

"Hahaha," tawa Sai yang melihat ke-2 sahabatnya ini marah.

"Kau akan ku adukan pada Ino-chan lho," ancam Naruto yang menyeringa melihat wajah Sai agak syok.

"Kau pintar Naruto, nanti kita adukan pada Ino-chan kalau kau selingkuh dengan Sakura-chan," tambah Kiba yang merasa menang.

"Hay hay, kan aku dan Sakura-chan sama- sama menunggu aniki masing- masing, jadi apa salahnya?" tanya Sai yang sepertinya agak takut.

"Baiklah, kami akan pulang. Tapi awas jika kau berani macam- macam dengan Sakura-chan," ancam Kiba menatap tajam Sai.

"Kita akan mengadukan kau ke Ino-chan agar kau ditendang sampai ke langit ke-1000(?)," tambah Naruto.

"Hn, baiklah. Semoga selamat sampai rumah," kata Sai lalu melambaikan tangan ke-2 sahabatnya.

Setelah Naruto dan Kiba sudah berlalu dari kelas, di kelas pun hanya ada Sai dan Sakura.

"Sakura-chan, kita tunggu Itachi-nii dan Sasori-nii di luar saja yuk," ajak Sai.

"Baiklah,"

Mereka berjalan keluar kelas.

Di sebuah tikungan tak jauh mereka dari Sai dan Sakura, sepasang mata onyx sedang mengawasi mereka.

Terlihat dimata 'onyx' itu tersirat kesediah yang amat dalam.

'Sakura, kau kembali.' batinnya.


"Sakura!" teriak seorang berambut merah menyala dan wajah baby face.

"Sasori-nii, kenapa lama sekali?" kata Sakura agak marah dan cemberut.

"Maaf maaf, ternyata lebih lama dari yang diperkirakan. Haha," tawa tanpa dosa Sasori.

"Aku di sini nunggu sendirian, padahal tadi ada Sai-kun, karena Itachi-nii sudah selesai, jadi dia pulang. Dan aku nunggu SENDIRIAN!" cerocos Sakura tak jelas dan diakhiri bentakan, dan menekankan kata 'sendirian'.

"Gomen, ayo pulang." Sakura hanya mengangguk lalu mereka pulang dengan mengendarai motor ninja merah milik Sasori.


\Malam hari di Uchiha Maison/

Di dalam rumah mewah Uchiha itu terlihat sangat tegang.

Fugaku sebagai kepala keluarga Uchiha menatap Sasuke tajam dan amarahnya sudah sampai diubun-ubun sepertinya.

Itachi binggung harus menenangkan suasana yang tegang ini, dia pun memilih untuk diam.

Sai sendiri hanya menatap Sasuke dan Fugaku bergantian. Perasaanya sudah tidak enak.

"Sudah berapa surat dari sekolah yang ayah terima karna kelakuanmu yang tidak henti-hentinya membuat masalah di sekolah!" bentak Fugaku melempar surat teguran Sasuke dari sekolah secara kasar.

Sasuke yang target kemarahan ayahnya hanya menghindari tatapan ayahnya dengan wajah datar dan tangannya ia masukkan kecelana jeansnya.

"Sasuke! Lihat orang yang sedang mengajakmu bicara!" sekali lagi Fugaku membentak Sasuke.

Sasuke mengikuti apa yang ayahnya perintahkan, ia menatap mata onyx ayahnya yang ada percikan kemarahan.

"Apa tidak cukup kau membuat masalah selama ini Sasuke!"

Sasuke tidak menjawab, seakan tidak mendengar apa yang ayahnya katakan.

"JAWAB SASUKE!" bentak Fugaku sambil mengebrak meja ruang tengah kediaman Uchiha itu.

"Aku harus menjawab apa?" tanya Sasuke dingin.

"Kau! Gunakan sopan santunmu saat bicara dengan orang tua!" kemarahan Fugaku pun hampir sampai puncaknya.

"Apa aku harus bicara dengan nada seperti orang idiot?" tanya Sasuke lagi.

"Kau!" bentak Fugaku dan...

PLAKK!

Sebuah tamparan yang terlihat seperti pukulan mendarat dipipi yang tadi sudah dipukul Saxon.

Rasa perih dan sakit pun langsung menjalar dipipinya, dan sudut bibirnya yang sudah terluka tambah sakit, dan ditambah mengeluarkan darah. Perih. Itu yang Sasuke rasakan, dia hanya bisa meringis.

Sasuke berdiri dari tersungkurannya dan menatap tajam ayahnya.

"Hem, terima kasih 'otou-san'," kata Sasuke menekankan kata 'otou-san'.

"Kau, apa sebenarnya yang ada dipikiranmu Sasuke!"

"Bukan apa-apa, jadi lebih baik jangan urusi masalah kecil ini, masih ada masalah yan jauh lebih membutuhkan otou-san kan. Intinya, selesaikanlah masalah itu dulu sebelum mencampuri urusanku." kata Sasuke panjang.

"Pergi kau dari sini!" bentak Fugaku untuk kesekian kalinya pada Sasuke.

"Hem, baiklah. Oyasumi Sai-nii, Itachi-nii, otou-san. Semoga kalian sehat selalu." ucap Sasuke disertai dengan seringai diwajahnya. Lalu berjalan menuju pintu keluar, tapi tiba-tiba ia berhenti karna ada sebuah teriakan dari belakangnya.

"Oh ya, aku lupa. Ini memang bukan punya ku. Gomen ne otou-san." kata Sasuke innocent dengan seringai masih terpampang diwajahnya. Lalu dia benar-benar pergi setelah meletakkan dompet, kunci mobil dan semua barang yang dianggap milik Fugaku. Kecuali pakaian yang ia pakai.

Sasuke pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa- apa, kecuali pakaian yang ia pakai dan tubuhnya saja.

"Otou-san, kenapa seperti ini? Kenapa Sasuke dibiarkan pergi?" kata Itachi yang mulai memberanikan diri untuk bicara.

"Diam kau Itachi!" hardik Fugaku.

"Otou-san, sekarang ini kondisi Sasuke tidak mungkin bertahan, di luar udara mulai dingin. Apa dia akan baik- baik saja?" kata Sai yang mencoba membujuk ayahnya berubah pikiran tentang pengusiran Sasuke.

Fugaku tidak mampu bicara apa-apa, diam diam saja. Baru sadar kalau memang tubuh Sasuke tidak mungkin kuat dengan hawa dingin.

"Otou-san..," ucap Sai.

"Terserah." potong Fugaku cepat. Sebul Sai menyelesaikan kata-katanya.

"Aku ikut mencari Sasuke," kata Itachi.

Sai hanya mengangguk. Lalu mereka keluar rumah untuk menyusul Sastke yang mungkin belum cukup jauh dari rumah.


\+Dijalan+/

Sasuke terus berjalan tanpa tujuan, dia binggung harus kemana. Hawa dingin sudah membuat tubuh yang hanya memakai kaos lengan pendek dan memiliki kerah yang panjang dan celana jeans panjang berwarna hitam.

Walau memakai pakaian yang cukup hangat itu, Sasuke tetap merasa tubuhnya sudah kedinginan.


\Rumah Hatake/

"Kaa-san, aku mau ke minimarket dulu," ucap Sakura yang berjalan menuju keluar rumah.

"Apa kau tidak bisa menyuruh Sasori saja, Sakura. Perempuan tidak baik keluar malam-malam," kata Ibunya Sakura yang ada di belakang Sakura.

"Sasori-nii kan sedang keluar,"

"Benarkah? Kenapa tidak pamit ke kaa-san?" tanya Rin.

"Tadi Sasori-nii kan bilang mau ke rumah Dei-nee. Katanya sih mau belajar bersama."

"Mungkin kaa-san lupa. Baiklah, kau hati-hati ya, dan cepat pulang." titah Rin pada anaknya.

Sakura berjalan lagi menuju pintu.

"Oh ya, pakai swetermu, di luar dingin."

"Tentu kaa-san."


Sakura berjalan menyusuri jalan menuju minimarket terdekat dari rumahnya.

Tapi saat di jalan, ada beberapa laki- laki menghalangi jalannya.

"Ada cewek cantik, mau kemana?" tanya salah satu laki- laki berbadan gendut.

"Minggir, aku mau lewat." ucap Sakura.

"Wou wou, teryata kau galak juga ya, Sakura-chan," terdengar suara serak dari belakang laki-laki berbadan besar itu dan Sakura merasa familiar mendengar suara serak itu.

"Ka.. Kau!" pekik Sakura yang agak terkejut mengetahui orang dibalik suara familiar itu.

"Jadi cewek ini yang kau ceritakan itu, cantik juga." ucap salah seorang yang ada di sana dan bertubuh lebih kurus.

"Minggir Saxon," kata Sakura agak berteriak.

"Ternyata kau mengenalku ya," senyum Saxon atau bisa dibilang seringai.

"Tentu aku mengenalmu, kau yang tadi siang berkelahi dengan kembarannya Sai-kun."

"Kuakui sih, dia memukulku cukup keras tadi. Tapi itu akan dibayar dengan lebih olehnya,"

"Apa maksudmu?"

"Hem," seringai Saxon melebar, dan makin mendekat ke Sakura yang di belakangnya sudah ada teman- teman Saxon.

"Mau apa kau!" bentak Sakura.

"Tentunya mengambil bayaran atas apa yang Sasuke lakukan tadi siang," ujar Saxon semakin mendekat kearah Sakura.

"Berhenti!" teriak Sakura.

"Hem, tidak akan ada yang mendengarmu manis. Pegang dia!" perintah Saxon pada ke-2 temannya yang sudah ada di belakang Sakura.

"Lepas!" kata Sakuqa mencoba melepaskan diri dari pegangan ke- 2 teman Saxon.

"Sekarang, biar ku nikmati dirimu ini ya," seringai Saxon mencoba melepaskan kancing baju Sakura.

"Jangan!" teriak Sakura, tapi dihiraukan oleh Saxon.

BUK!

Sebuah pukulan keras membuat Saxon jatuh.

BUK! BUK!

Lalu pukulan lagi membuat ke-2 teman Saxon juga ikut terjatuh.

"Sa.. Sa.. Awas!" kata Sakura terpotong karena Saxon berusaha membalas pukulan dari dewa pelindung Sakura.

"Aku sudah memperingatkanmu kan di sekolah." bisik dewa penyelamat Sakura ditelinga Saxon, sebelum memukulnya.

\. . .TBC. . ./

Hallllooooo minna~~

snangnya. . .
Bsa update chap 3 yg pling sya ska n pling pnjang(menurut sya_hehehe)
sya ska chap 3 nich…

paz Sasuke bilang "gomene, otou-san"
_KYAAA! Paz ngebayangin tu lho_(_gak da yg tnya).
Knpa sya jdi crhat d sni?
Lupakanlah klimat d ataz. .

Buat 4nk4-Ch4n: tunggu ja chap slanjutnya z. .*plak_
hehehe. .

Oh z, dah pda taukan siapa yg nolong Sakura?

R

E

V

I

E

W

~PLEASE~