Pairing : Kray / FanXing dan Krisyeol.
Cast : Kris, Lay, Chanyeol, Luhan, BaekHyun, Tao, Sehun.
Genre : Hurt/Comfort, Family Drama.
Author Pov
Kris mengambil langkah seribu keluar pintu Mansion-nya. Dibawah teriknya sinar mentari langit Gangnam, Kris berlari menuju ke jalan besar real estate itu. Langkahnya diikuti oleh seorang namja manis, yang berlari terseok-seok sambil menggendong bayi berumur 5bulan.
Tanpa kenal lelah, Kris terus memanggil nama Chanyeol. Terlihat jelas raut kepanikan diwajah tampan Kris, manakala mata elangnya tak dapat menemukan sosok namja bersurai merah itu.
"Kriiiiissssss.. Kau mau kemanaaaaa? Kau baru saja tiba, Kriiiiiiissss..!"
Dengan nafas yang tersengal-sengal. Beban berat tubuh gempal Luhan yang berada di lengannya. Dan teriknya sinar matahari Gangnam yang menyengat. Lay berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Kris. Mengikuti kemanapun sang suami pergi. Mencari pasangan hidupnya yang kedua.
"Tidak bisa Chagih hossh.. Hoossshh.. Akuh harus mencarih Chanyeolh.. Hossshhh.. Hooosh.."
'Aku yakin Chanyeol belum pergi terlalu jauh. Feeling-ku mengatakan, Yeol masih berada disini. Tapi dimana dia? My Dear, where are you . . ?'
"Kemanahhh Channieh? Hossshhh.. Hosshhhh.. Kenapah ia harus pergihh? Hossshhh.. Hossshhhh.."
'Mungkinkah Chanyeol cemburu karena tadi aku memeluk Lay? Alasan dangkal itukah yang membuatnya melarikan diri seperti ini? Bagaimana jika aku tidak dapat menemukannya? Chanyeol-ah~ Kumohon kembalilah.. Jangan seperti ini..'
"Aku tidak tahu babyhhh.. Aku juga tidak mengerti mengapa Yeol harus pergihhh. Hosshhh.. Hossshhh.."
Ditempat yang tak jauh dari Kris dan Lay berada. Terdapat sesosok namja tinggi berwajah puppies. Tengah menyembunyikan diri dibalik tembok salah satu mansion mewah itu.
Chanyeol memperhatikan pemandangan na'as itu. Kris berlari tersengal-sengal memanggil namanya. Sementara Lay mengikuti Kris dari belakang sambil menggendong Luhan. Mereka berdua terlihat sangat kelelahan dengan tubuh bersimbah keringat. Tak terkecuali si kecil Luhan juga terlihat letih akibat terik nya matahari dan guncangan-guncangan kecil dari ibu nya yang berlari.
"Yaa.. Aku memang berlebihan. Tak seharusnya aku bersikap seperti ini. Childish! Aku harus pulang. Kasihan mereka..."
Chanyeol berjalan mengendap-endap kearah Mansion Kris. Ia menjinjitkan kaki jenjangnya, berusaha tak mengeluarkan suara sekecil apapun. Agar tidak menarik perhatian dari pasangan suami-istri yang sejak tadi sibuk mencarinya.
Setelah perjuangan panjang-berjalan mengendap-endap seperti seorang buronan. Akhirnya Chanyeol tiba dengan selamat di Mansion Kris. Chanyeol menitipkan pesan pada salah satu Maid yang sedang membersihkan ruang tamu. Sembari kaki jenjangnya menaiki anak tangga ke lantai atas-ruangannya.
"Katakan pada Tuan Kris dan Nyonya Lay, aku tertidur. Dan sudah berada dikamar sejak tadi ketika aku tiba.."
"Nee~ Nyonya. Akan saya sampaikan.."
-TRIANGLE IN ONE ROOF-
Author Pov
Chanyeol merapikan selimutnya yang tersibak. Ia ingin seluruh tubuhnya tertutupi dengan selimut. Agar terkesan bahwa ia memang tertidur sejak setengah jam yang lalu. Namun ketika terdengar suara langkah kaki dari anak tangga. Chanyeol buru-buru menghentikan kegiatannya. Chanyeol memejamkan mata senatural mungkin. Ia tidak ingin kedipan-kedipan kecil terlihat dari kelopak matanya.
Brak!
"Chanyeol-ah~ Syukurlah ternyata kau disini! Aku pikir kau pergi meninggalkan kami! Tadi aku sangat panik! Aku benar-benar takut kehilanganmu. Cukup di Hawaii aku nyaris kehilanganmu. Aku tidak ingin hal buruk ini terjadi untuk yang kedua kalinya! Kau mengerti? Jika kau tidak ingin melihatku mati. Jangan pernah mencoba untuk meninggalkan aku lagi.." Kris mengguncang-guncang tubuh berat Chanyeol-yang dilemas-lemaskan khas orang tidur.
"Kau bicara apa, Kris? Mengapa kalian berkeringat begini? Dan mengapa wajah Kau, Lay Hyung dan Baby Lu merah seperti kepiting rebus? Apa yang terjadi, eoh?" Chanyeol mengerjap-ngerjap, sambil mengucek-ngucekkan mata dengan imut. Tak lupa Chanyeol juga mengelap keringat dipelipis Kris dengan punggung tangannya.
Kris maupun Lay tak menjawab pertanyaan Chanyeol. Ayah dan ibu Wu Luhan itu, masih terkesima dengan sosok yang ada dihadapan mereka.
'Setengah mati aku mencarimu, ternyata kau berada disini. Kau tidak pergi meninggalkanku. Maafkan aku telah berprasangka buruk padamu, Yeol..'
Kris membawa tubuh jangkung Chanyeol kedalam dekapannya. Sambil bibir sexy nya mengecup dahi dan pucuk kepala Chanyeol dengan penuh kasih. Chanyeol hanya menatap bingung, mendapat perlakuan semanis itu dari Kris. Tatapan bingung penuh kepalsuan, yang mungkin dapat mengantar nya mendapatkan piala award. Atas actingnya yang sangat daebak.
"Untuk yang kedua kalinya.. Terimakasih untuk tidak meninggalkanku Wu Chanyeol.." Kris memeluk Chanyeol sekali lagi. Pelukan hangat dan sangat tulus. Sebagai bentuk rasa syukur yang tak terhingga, bahwa ia masih dipercaya oleh Tuhan untuk menjaga pendamping hidupnya yang kedua.
"Meskipun aku tak mengerti maksud dari perkataanmu. Aku senang kau mengatakannya, Kris. Aku tidak akan meninggalkanmu. Apapun yang terjadi. Sampai maut memisahkan kita.." Jawab Chanyeol memasang wajah polos tak mengerti. Chanyeol membalas pelukan Kris lebih erat. Seolah menunjukkan ia tak ingin lepas dari suaminya itu.
Sambil menyunggingkan senyum. Bibir Chanyeol menggumamkan sesuatu kearah Lay, yang sejak tadi berdiri mematung sambil memamerkan dimple nya.
"Khansahamnida Lay Hyung.."
"Ndee? Untuk apa Channie?" Tanya Lay yang menatap-'Aku tak mengerti mengapa kau berterima kasih kepadaku' kearah Chanyeol.
'...Khansahamnida karena kau tidak lari melihat Kris memelukku. Seperti apa yang kulakukan tadi ketika Kris memelukmu. Terima kasih untuk tidak menjadi pencundang sepertiku, Hyung. Terima kasih karena sudah berbesar hati menerima kehadiranku..'
Chanyeol mengalirkan sebulir air dari matanya. Ia hanya tersenyum, tanpa bisa menjawab pertanyaan Lay. Chanyeol merentangkan tangannya, memberi tanda bahwa Lay harus memeluknya juga.
Meskipun Lay tak tahu apa alasan yang membuat madunya menangis. Tetapi ia mengerti apa maksud dari rentangan tangan Chanyeol. Ia memeluk Chanyeol, yang masih berada dalam dekapan Kris. Tiga orang dewasa dan satu bayi membaur menjadi satu. Menyalurkan kehangatan dalam tubuh mereka satu sama lain.
Saat ini keluarga Wu persis seperti keluarga harmonis pada umumnya. Tetapi hanya waktu yang dapat menjawab. Akankah keharmonisan ini bertahan selamanya? Atau hanya sementara . . .
At KrAy's Room *Malam Hari*
"Kris. Kajja pindah ke kamarmu sekarang. Channie sudah menunggu.." Lay menyenggol pelan lengan Kris, yang sejak tadi sibuk bermain boneka bersama Luhannie.
"Aku ingin tidur dengan Baby Lulu. Aku sangat merindukannya Chagi.."
"Tidak bisa Kris. Kau harus tidur dengan Channie malam ini! Aku tidak ingin mendengar penolakan darimu! Arrachi?"
"Nee~ Tapi Baby Lu harus tidur dengan ku juga. Baby.. Tidur dengan Daddy dan Yeol Umma malam ini, nee~?^^" Kris mengangkat tubuh Luhan diudara. Sesekali ia menggesek-gesekkan hidung mancungnya, dengan hidung mungil Luhan. Hingga membuat bayi lucu itu terkekeh geli.
"Bukan seperti itu maksudku, Kris. Kau tidur berdua dengan Chanyeol. Hanya berdua! Luhan akan tidur disini. Menemaniku.."
"Tap- Tapi mengapa harus seperti itu Chagi? Aku sangat merindukan Pangeran kecilku. Mengapa kau melarangku untuk tidur dengan darah dagingku sendiri? Ku mohon. Jangan pisahkan kami, mama . . ." Kris mendekap tubuh gempal Luhan dengan erat. Kris menempelkan pipinya, pada pipi chubby Luhan sambil menatap Lay memelas. Kris mendramatisir keadaan, seolah-olah ia akan dipisahkan oleh anak semata wayangnya itu.
Lay tertawa melihat ekspresi Kris. Mata sedih Kris, membuatnya terlihat seperti tokoh kucing bersepatu boot dalam film animasi Shrek.
"Hahahahaha.. Sudah bercanda nya sayang. Sekarang kau pindah ke kamar Channie. Dan berikan Lulu padaku.. Kajja" Lay berusaha mengambil Luhan dari Kris. Appa satu anak itu, semakin mempererat dekapannya pada tubuh Luhan. Sehingga Lay harus mengeluarkan sedikit tenaga ekstra, untuk mengambil aegyanya dari naga tampan itu.
Tanpa mengindahkan Lay. Kris tak beranjak sedikitpun dari ranjang king size mereka. Ia hanya menatap nanar ke arah istrinya. Lay menggenggam tangan Kris. Dengan intonasi serendah mungkin dan kata-kata yang dipilah-pilah secara selektif. Lay mencoba menjelaskan maksud dari keinginan nya. Lay tidak ingin menyakiti perasaan namja, yang sangat ia cintai ini melebihi dirinya sendiri.
"Kris.. Mianhae karena aku telah memisahkan mu dengan Baby Lu. Aku mengerti kau sangat merindukan uri Babies. Tetapi. Aku menyuruhmu untuk tidur dengan Channie, bukan tanpa alasan. Semua ini kulakukan hanya untuk kebaikanmu dan Channie. Kris.. Aku yakin. Sangat yakin. Jika Tuan dan Nyonya Wu, juga orangtua Channie. Sangat menginginkan cucu secepatnya dari kalian. Penuhilah keinginan mereka, Kris. Ku harap kau mengerti maksudku, sayang.." Lay mengakhiri kata-katanya dengan menempelkan lengannya di pipi Kris.
Kris mengambil tangan Lay yang berada dipipi nya. Lalu Kris menarik dagu Lay pelan. Hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa inci. Perlahan Kris menempelkan bibir sexy nya pada bibir plum Lay. Namun diluar dugaan, Lay memalingkan wajahnya dari Kris.
"Waeeeeeeee?" Tersirat raut kekecewaan dari wajah tampan suami Lay dan Chanyeol tersebut.
"Annie~^^ Aku hanya tidak ingin kau membuang waktu lebih lama bersamaku. Itu saja. Jangan berfikir macam-macam, nee?^^"
"Nee.. Aku mengerti Chagi. Lalu sampai kapan aku harus tidur dengan Yeol?"
"Sampai Channie mengandung aegyamu. Setelah itu, kau dapat tidur dengan kami. Lalu bergantian tidur dengan Channie. Bagaimana? Adilkan?^^"
Seperti sedang mengulur waktu. Kris hanya terdiam tak bergeming mendengar celotehan istrinya. Lay menyadarkan Kris kembali untuk beranjak dari kamar mereka, dan pergi menuju kamar Yeol.
"Ayolah Kris~ Cepat kekamarnya sekarang. Jangan membuat Channie menunggu terlalu lama.."
"Tetapi, apakah tidak apa-apa jika kau tidur hanya berdua dengan Lulu?"
"Kita berada dalam satu atap. Jika terjadi sesuatu denganku atau Lulu, kau pasti akan mendengarnya. Percayalah. Aku akan baik-baik saja. Channie lebih membutuhkan mu, Kris. Kau ingat? Selama kau di Hawaii, aku tidur hanya berdua dengan Luhan. Kau harus tahu^^ Sekarang aku mempunyai Guardian Knight. Baby Lu akan menjaga mamanya. Benar begitu, sayang?" Lay mencium pipi chubby Luhan. Dan bayi cantik itu tersenyum mendapat sentuhan bibir plum sang bunda dipipinya.
"Uhmmm.. Baiklah. Aku akan pergi. Jika terjadi sesuatu, bangunkan aku. Nee?" Kris beranjak dari ranjang mereka. Ia mencium pipi gembil Luhan dan kening Lay, sebagai tanda perpisahan sementara mereka.
Lay mengimitasi suara Luhan. Bahkan Lay juga menggerakan tangan Luhan diudara, seolah-olah bayi cantik namun namja(?) itu melambai-lambaikan tangan kearah ayahnya. "Nee Daddy^^ see you tomorrow^^"
"Bye baby Lu^^ see you tomorrow^^"
-TRIANGLE IN ONE ROOF-
Satu tahun kemudian..
At KrisYeol's Room *midnight*
"Kris.. Aku mulai lelah.." Chanyeol menyenderkan kepalanya dengan nyaman pada dada bidang Kris.
"Apa maksudmu Chagi?" Kris yang sejak tadi sibuk mengelus punggung naked Chanyeol. Mulai tertarik pada arah pembicaraan istri mudanya.
"Kris, kita melakukan ini hampir setiap malam. Kau dapat melihatnya, bukan? Usia pernikahan kita sudah satu tahun. Tetapi sampai sekarang tak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa aku hamil. Aku pikir yang kita lakukan selama ini hanya sia-sia Kris.." Mata besar Chanyeol menangkap bercak darahnya dan liquid Kris yang sudah mengering. Pada selimut yang menutupi tubuh naked mereka. Bercak darah yang mengingatkan Chanyeol pada rasa sakit namun nikmat. Juga bercak liquid Kris yang selalu memenuhi back hole nya yang sempit hingga tumpah.
"Hmmm.. Sayang. Bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?"
"Tentu saja. Pertanyaan apa, Kris?"
"Kau melakukan hubungan ini, karena kau mencintaiku atau karena kau menginginkan seorang aegya dariku?"
"Keduanya.."
"Sudah ku tebak. Pasti keduanya. Jawaban yang sempurna. Tetapi chagi, jika kau mencintaiku. Seharusnya kau tidak lelah melakukan hubungan ini dengan ku. Kau tahu? Pernyataanmu tadi membuat hati sedih. Kau tidak benar-benar tulus mencintaiku. Chanyeol. Jika kau melakukannya dengan sepenuh hati, dan atas dasar cinta. Aku yakin, tidak ada kata lelah yang keluar dari bibirmu.."
Chanyeol mencerna setiap kata-kata Kris, yang terasa seperti bongkahan batu menurutnya. Halus namun menyakitkan. Chanyeol menoleh ke wajah Kris, yang berada tepat diatas kepalanya. Ekspresi itu muncul kembali. Ekspresi yang tidak ingin lagi Chanyeol lihat dari wajah tampan suaminya. Chanyeol sudah berjanji, cukup sekali di Hawaii ia melihat raut sedih suaminya. Mengingat satu tahun yang lalu, Chanyeol nyaris saja ingin menyudahi hubungannya dengan Kris. Dua hari sebelum pernikahan mereka.
"Kris.. Mianhae.. Hiksss.. Hiksss.." Bulir-bulir bening itu akhirnya mengalir. Membasahi dada Kris yang hanya tertutupi selimut. Chanyeol semakin mempererat rangkulan lengannya pada tubuh Kris. Ia merasa gagal menjadi seorang istri.
"Tidak apa-apa sayang. Aku mengerti. Tetapi aku ingin mengetahui, alasan apa yang membuatmu menjadi pesimis seperti ini, Chanyeol?"
"Usia pernikahan kita sudah satu tahun, Kris. Hiksss.. Hiksss.. Aku lelah dengan semua tuntutan itu. Hikss.. Hiksss.. Orang-orang disekitar kita. Para kerabat. Sanak saudara. Orangtua kita. Terutama orangtuamu. Hiksss.. Mereka sangat menginginkan cucu. Anak hasil dari pernikahan kita. Hiksss.. Nyaris setiap malam kita melakukan ini. Tetapi hasil nya nihil, Kris. Mungkin aku tidak akan pernah bisa memberikan mereka cucu. Memberikanmu keturunan. Dan memberikan Baby Lu dongsaeng. Hikss.. Hiksss.."
"Ssstt.. Sayang.. Uljimma chagi. Uljimma. Airmatamu terlalu berharga jika dibuang hanya untuk hal kecil seperti ini.. Sssttt uljimma nee.." Kris menarik tubuh naked Chanyeol keatas tubuhnya. Chanyeol menindih tubuh Kris meski air mata masih setia mengalir dipipinya.
"Sebelum aku menikah denganmu. Aku sudah mengecheck ke Wooridul Spine Hospital. Apakah ada rahim atau tidak didalam perutku. Setelah di ron gent, ternyata aku mempunyai rahim. Tetapi rahimku sangat lemah, Kris. Dokter mengatakan kecil kemungkinan untukku memiliki anak. Kemungkinan itu hanya 25% Kris. Apakah tidak masalah untuk mu? Jika aku tak dapat memberikan mu keturunan?"
Tubuh Chanyeol menempel seperti cicak diatas tubuh Kris. Sesekali Chanyeol menghapus airmatanya yang melembab karena gesekan dari pipinya menyentuh dada bidang Kris. Suami Lay dan Chanyeol itu hanya menghelai nafas. Beberapa detik kemudian, Kris membuka suara.
"Chagi.. Sesungguhnya aku tidak masalah jika kau tidak dapat memberiku keturunan. Hanya dengan memilikimu. Itu sudah lebih dari cukup untukku, Chanyeol. Jangan memaksakan diri, sayang. Pernikahan kita harus mengalir seperti air. Jangan membebani dirimu dengan pikiran-pikiran buruk, yang tidak seharusnya kau pikirkan.." Kris mengelus brunet merah Chanyeol dengan penuh kasih sayang.
Dalam kenyataan, semua yang Kris katakan pada Chanyeol berbanding terbalik dengan hati kecilnya. Jauh dari lubuk hati Kris. Ia sangat menginginkan seorang anak dari pernikahan mereka. Tetapi Kris tidak ingin membuat istrinya terpuruk lebih dalam. Sudah cukup tekanan-tekanan dari orangtua mereka, yang sangat menantikan lahirnya si jabang bayi dari rahim Chanyeol. Bukan Lay.
"Lalu.. Siapa yang akan meneruskan Galaxy Corporation, Kris?! Baby Lu tidak mungkin menggantikanmu menjadi CEO! Appa dan Umma tidak akan mengizinkan! Mereka hanya ingin bayi yang lahir dari rahimku, yang harus menggantikanmu nanti! Bukan dari rahim Lay Hyung!"
Kris hanya terdiam. Ia tidak mengatakan sepatah katapun. Semua yang Chanyeol katakan memang benar adanya. Inilah salah satu alasan yang membuat perjodohan mereka terjadi. Selain faktor kerjasama perusahaan, juga faktor penentuan keturunan untuk melanjutkan perusahaan mereka dari generasi ke generasi.
Kris dan Chanyeol terdiam. Sunyi melingkupi ruangan mereka. Pasangan suami istri itu sibuk tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Yang terdengar hanyalah deru Air Conditioner dan suara jangkrik ditaman belakang.
Kris dan Chanyeol tahu. Hadirnya seorang bayi dalam rumah tangga mereka. Sangat berpengaruh pada perusahaan orangtua mereka. Inilah yang membuat Chanyeol benci pada Pernikahan Politik. Terkadang Chanyeol menyimpan rasa iri pada madunya. Ia ingin seperti Lay Hyung. Yang mencintai Kris dengan bebas. Tanpa mendapat tuntutan dari siapapun.
Setelah berlama-lama berenang dalam lautan pikiran. Kris akhirnya angkat bicara.
"Sayang, aku tidak perduli berapa lama aku harus menantikan bayi kita. Berapa kali kita harus mencoba. Berapa banyak tuntutan yang harus kita hadapi. Kita masih sangat muda Yeol. Masih banyak waktu. Masih banyak kesempatan. Tak ada salahnya jika kita terus berusaha. Satu tahun. Dua tahun. Sepuluh tahun. Bahkan berpuluh-puluh tahunpun aku tidak perduli. Kita akan berusaha bersama-sama. Jangan membebani dirimu sendiri dengan semua ini. Kita adalah suami istri. Dua insane menjadi satu. Jika ada masalah. Kita harus menyelesaikannya bersama."
"Kris.." T.T
"Aku tidak akan pernah lelah atau bosan, melakukan hubungan ini denganmu. Hampir setiap malam, atau kalau perlu tiga kali sehari seperti kita makan. Aku tidak masalah. Jangan menyerah sayang. Kau tidak sendirian. Kau memilikiku. Kau ada bersamaku.."
"Kriiiissss.. T^T Huaaaa.. Umma~ Appa~ Terima kasih telah menjodohkanku dengan nyaaaaa.. Hiksss.. Hiksss.. Hiksss.." Chanyeol menangis tersedu-sedu. Chanyeol semakin mempererat tubuhnya pada tubuh Kris. Begitupun dengan Kris, kata-kata yang keluar dari bibir sexy Chanyeol tadi membuat tulang pipinya terangkat.
"Nee.. Aku juga sangat bersyukur karena telah dijodohkan denganmu Chagi^^ Tetapi.. Bisakah kau berhenti bergerak? Kau membangunkan adikku!"
"MWOOOOOO!" Chanyeol melihat kebawah. Benar saja adik Kris sudah menegang akibat gesekan dari adik nya ketika ia mempererat pelukannya tadi.
"See?^^ Kau harus tanggung jawab Chanyeol-ah~^^"
"Andwaeeeeeeeeeeeeee.. Aku lelah Kris. Besok lagi sajaaaaaa!" Chanyeol tak perduli dengan tubuhnya yang tak tertutupi sehelai benangpun. Ia berlari sekeliling kamar, menghindari Kris yang terus mengejarnya dengan tubuh yang full naked juga.
"Andwaeeeeeeeeeeeee.. Dasar Naga Pervert!" "Ayolah istriku~^^ satu ronde saja~^^"
Hap! Plop!
"Aaaakhhhhh.. Krissssshhhhh.."
*pretty sure you could guess what's going on the next kkkkkkk*
Beberapa bulan kemudian..
"Kriiiisss.. aku lapar. Buatkan aku sesuatu." Chanyeol mengguncang-guncang tubuh Kris yang tengah tertidur lelap disamping nya.
"hmmmm.." Kris tak bergeming. Ia hanya bergumam tak jelas menanggapi Chanyeol yang sibuk membangunkannya.
"KRIS! CEPAT BANGUN! BUATKAN AKU MAKANAN!" habis kesabaran Chanyeol melepaskan Kris dari alam bawah sadarnya. Ia memukul wajah Kris dengan bantal dan guling yang berada disekitarnya.
"Chagiiiii.. apa-apaan kau ini? Aku sangat mengantuk sayang. Lihat? Sekarang baru pukul 2 pagi? Dan kau menyuruhku untuk membuatkan makanan. Lagi? Sudah satu bulan kau melakukan ini padaku. Kau menyiksaku! Membangunkanku tengah malam. Menyuruhku membuatkan makanan. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, eoh?" Kris terkantuk-kantuk menuruni tangga mansion mereka. Bibir sexynya tak henti-henti menggumal. Sebagai bentuk protesnya. Atas sikap Chanyeol yang sejak satu bulan ini sangat semena-mena.
Ditambah emosi Chanyeol yang entah kenapa menjadi naik turun. Terkadang ia terlihat senang. Lalu beberapa menit kemudian, ia terlihat marah. Atau bahkan menangis tanpa alasan. Membuat Chanyeol menjadi semakin menyebalkan. Hal ini yang membuat Kris harus memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi mood Chanyeol yang tak dapat ditebak. Seperti musim pancaroba. Ketika matahari menyengat. Tiba-tiba saja terjadi hujan. Atau bahkan sebaliknya. Seperti itulah Chanyeol sekarang. Kris bahkan tidak mengerti. Factor apa yang membuat istri muda nya menjadi berubah seperti ini. Seperti bukan Chanyeol. Itulah yang Kris katakan ketika Yeol mulai berulah.
"kau mau makan apa? Aku hanya bisa membuatkan ramen. Jangan meminta yang aneh-aneh.." Kris merebus air didalam panci. Chanyeol hanya terdiam memperhatikan suaminya membuka bungkus mie instan tersebut.
"siapa yang menyuruhmu membuat ramen? Aku ingin bibimbap."
"Chagi ini sudah malam. Sudah pukul 2 pagi. Orang tidak waras mana yang menjual ramen ditengah malam begini? Lagipula aku sangat mengantuk Yeol. Turuti permintaan suamimu sekali saja. Arrachi?" Kris mengomel tanpa titik dan koma. Meskipun begitu, tangan nya masih terus bergerak membuatkan mie instan khas negri gingseng tersebut.
"Kajja.. makanlah. Aku sudah susah payah membuatkannya untukmu. Ku harap kau menghargai usahaku." Kris menyodorkan semangkuk mie ramen dihadapan Chanyeol.
"Sudah kubilang aku ingin makan bibimbab, Kris! Apakah kata-kataku kurang jelas?! Makan saja sendiri! Aku tidak ingin memakan makanan yang mengandung banyak pengawet seperti ini!" Chanyeol menggeser mangkuk itu dengan kasar. Hingga membuat kuah ramen tersebut sedikit terciprat keluar. Dan tumpah ke meja.
"CHANYEOL.. KAAU-" Kris mencengkram kuat penggelangan Chanyeol. Sehingga membuat si pemilik tangan meringis kesakitan. Kris menarik lengan Chanyeol untuk duduk kembali di meja makan.
"SAKIT BOD- hikss.. hikss.." Airmata mengalir dipipi Chanyeol. Kata-kata penghinaan untuk Kris itu. Tiba-tiba saja tercekat, dan tertahan di tenggorokannya. Ia bahkan tidak mengerti mengapa dirinya berubah menjadi sangat menyebalkan. Hanya karena ingin memakan bibimbap. Ia bertengkar dengan Kris ditengah malam seperti ini.
Tak kuat menahan emosinya yang bergejolak. Akhirnya Chanyeol memilih berlari menuju kamarnya. Menghindari pertengkaran nya dengan Kris, agar tidak terlalu jauh.
Kris hanya terpana melihat Chanyeol berlari menaiki anak tangga. Meninggalkannya sendiri diruang makan. Ia menatap nanar mangkuk besar yang berisi mie ramen itu.
'Chagi.. apa yang sebenarnya terjadi denganmu..?'
Lay yang sejak tadi menjadi penonton pertengkaran Kris dan Chanyeol. Akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Ia menghampiri Kris yang masih menatap mangkuk putih itu. Yang masih terisi penuh. Dan belum sempat dinikmati oleh empunya.
"Kris.. bersabarlah. Uri Chanyeol yang dulu, pasti akan kembali. Sebaiknya sekarang, kau temui Channie dikamarnya. Tenangkan ia. Aku yakin. Jauh dalam hati kecil nya. Sebenarnya Channie tidak ingin menyakiti perasaanmu. Percayalah padaku^^" Lay mengelus dada Kris yang naik turun. Terlihat jelas Kris memendam emosinya. Lay terus mengelus dada Kris. Hingga detak jantungnya terdengar berirama.
*Beberapa menit kemudian*
"kau sudah lebih baik? Minumlah, setelah itu kembali keatas.." Lay memberikan segelas susu hangat kepada Kris.
Kris meneguknya sampai tersisa setetes. "Gomawo my Chagiya~ jika tidak ada dirimu. Mungkin aku dan Chnayeol sudah ribut besar.."
Kris beranjak dari tempat duduknya. Mencium kening dan pipi Lay. Setelah itu ia mengucapkan selamat malam dan pergi menjajaki anak tangga. Menuju kamar nya dan Chanyeol.
'Selamat malam belahan jiwaku..' jawab Lay. Menanggapi salam Kris dalam hati.
*Dua minggu kemudian..
"Baby Lulu jangan mengempeng terus. Dot tidak baik untuk pertumbuhan gigimu. Umma tidak ingin kau seperti Daddy.." Chanyeol berusaha melepas dot yang berada dalam bibir mungil Luhan. Ia tidak ingin aegya tiri nya bergantung pada benda kenyal yang terbuat dari silicon itu.
"YAK! Caplang! Apa maksudmu dari perkataanmu, eoh?" Kris yang sejak tadi bermain bersama Luhan dan Yeol. Mendadak telinga nya terasa panas, ketika istrinya menyebutkan kata yang paling sensitif dalam hidupnya. Gigi.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, Kris. Mengapa kau marah? Baby Lu sudah satu setengah tahun. Jika ia meminum susu sambil mengedot, aku tidak masalah. Tetapi jika ia hanya mengempeng. Itu akan mempengaruhi struktur pertumbuhan giginya. Aku tidak mau itu terjadi pada aegyaku. Gusi baby Lulu masih sangat muda, Kris.." Chanyeol terus berbicara panjang lebar mengenai. Gusi. Gigi. Dan dot.
Tak hanya hyperactive. Sebenarnya Chanyeol juga dikenal sangat protective dalam hal apapun. Ia bahkan tak segan-segan berbicara dengan durasi cukup lama, jika ada hal yang menurutnya tidak sesuai.
Lay yang sejak tadi berada didapur. Hanya menggeleng-geleng kepala memaklumi. Lay sudah terbiasa dengan pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi antara Kris dan Chanyeol. Menurut Lay. Jika mereka tidak bertengkar atau bercanda. Mansion yang ukurannya sepertiga stadium ini akan terasa sepi. Karena hanya suara mereka bertiga (Kris, Yeol dan Luhan). Apalagi sekarang Kris Jr.-Luhan sudah mulai berceloteh kecil. Hal itu semakin membuat suasana mansion terasa penuh dan ramai.
"Sudah bertengkarnya Kris. Channie. Lebih baik kita makan siang sekarang. Ku yakin cacing-cacing diperut kalian sudah meminta jatah mereka^^ Ayo babies kita makan^^" Lay menghampiri KrisYeol dan menggendong Baby Lu menuju meja makan.
"Kau memasak apa Hyung?^^"
"Aku memasak makanan kesukaanmu, Channie-Tteobokki. Tetapi ada juga Kimchi, Nakji Bokkeum dan Jjajangmyeon. Kau menyukainya?^^"
"Nnee.. Tentu saja. Masakanmu selalu lezat. Mana mungkin aku tidak menyukainya, Hyung. Hehehehe.."
Chanyeol mengambil semangkuk Kimchi yang sejak tadi menarik perhatiannya. Namun ketika hidung mancungnya menghirup aroma khas makanan fermentasi itu. Tiba-tiba saja . . .
"Hoeekks.. Hooeeekks.. Hooeekss.." Chanyeol berlari kekamar mandi. Ia tidak tahan menahan mual yang mendadak ia rasakan. Perutnya bergejolak. Memaksa Chanyeol untuk memuntahkan breakfast-nya.
"Chagi! Apa yang terjadi denganmu?!" Kris berlari sigap mengejar Chanyeol menuju kamar mandi. Langkahnya diikuti Lay yang menggendong Luhan.
'Atau jangan-jangan, Channie. . .'
To Be Continue
Apa yang terjadi dengan Chanyeol? Benarkah Chanyeol hamil? Lalu bagaimana dengan kisah Wu Family selanjtnya?
Maaf beribu maaf karena saya telat untuk untuk publish. Tetapi saya berjanji semoga di chapter berikutnya tidak terlau telat untuk publish. Terima kasih sudah mereview dan membaca. Jika tanpa review teman2, mungkin ff ini, tidak akan berjalan sampai chap. 3
Vanessa Stacia Juno : aku akan adil membuat kray dan krisyeol disini^^ semoga kamu menyukainya terima kasih untuk read dan review. Kkkk
Parkdoby98 : terima kasih untuk semangatnya semoga kamu menyukai cerita di chap3 ini^^ terima kasih untuk read dan review. Kkkk
Chunsatic729 : maaf yaa jika kamu kurang berkenan chanyeol dibuat menjadi karakter uke disini. Tetapi sebelumnya terima ksih sudah membaca dua chapter sebelumnya maaf jika ff saya kurang berkenan^o^
Lulu Auren : hehehehe, namanya juga istri kedua lulu^^ jelas aja selalu dinomor duakan kkkkk. Tapi kris itu sayang banget loh sama yeol, tapi dia juga sayang sama lay kkkk. 50:50. Tbc muncul disaat yang tidak tepat? Udah diseting kayak gitu dari sananya dek wkwkwkwk thanks for read and review :*
Babychennie : complicated banget yaa kayaknya^^ pilih dua2 nya aja dek heheheh. Kayak naga jelek itu kkkkk. Tapi gak tau kenapa aku suka aja interaksi lay dan yeol kalo lagi sama kris. Mereka jadi unyu2 gimana gitu. Terutama yeol kayak puppies. Jadi curhat deh:p thaks for read and review
.7 : ia ini lanjut. Kkkkk ia ada sud.o juga. Dan memang anak mereka Kai *kasih bocoran dikit* kkkkk thanks for read and review
xoxo kimcloud : gak tau kenapa excited banget baca review kamu kkkkk. Maksud nya 5mansion itu, harga cincin mereka setara dengan harga 5mansion dek. Oh ia bikin adek buat kamu atau buat lulu yaaa? Kasih gak yaa, kasih gak yaaa? Wkwkwk. Mungkin yeol umma hamil atau enggak itu dinext chapter baru ketauan. Jadi sabar yaa my chagiya~ kkkkk. Thanks for read and review:*
askasufa : serbasalah jadi kris yaa^^ untung istri pertama nya masih mau mengerti. Mungkin karena channie masih childish banget, terkadang dia suka semaunya. Ia channie mau kabur gak jadi, akhirnya boboan di kamar kkkk. Thanks for read and review:*
babyyming : maaf yaa kalau terlalu angst.:( aku jadi gak enak next chap aku akan berusaha semoga gak terlalu angst thanks for read and review:*
littleXbetweenEO : Gomawo chingu^^ kamu reader baru yaa^^ selamat dating di ff saya nguras airmata?;o *ngepel airmata kamu* kkkk ia aku usahan semoga paling lambat next chapter diupdate sepecetnya thanks for read and review^^
blackaihunpearl : aku juga krisyeol shipper ia krisyeol ff itu langka banget yaa kadang agak2 sebel gimana gitu kalo nyari ff ky agak susah. Apalagi yang genre nya family heheheeh sama tapo aku buat seadil mungkin untuk kray di next chap. Thanks for read and review
teman-teman ada yang mau menonton tlp ina gak? Kalau ada, aku juga mau nonton. Tapi gak ada temennya huhuhu kalau ada yang mau temenin aku, mention aku yaa di twitter aku siwon504 untuk semua exo-l. siapapun shippernya gomawo
*bow 60 degrees*
